Edisi 9/Thn. 1/Januari 2004

DAFTAR ISI

Editorial

Surat Pembaca

Dari Kami

Bahasan Utama - 1

Bahasan Utama - 2

Bahasan Utama - 3

Bahasan Utama - 4

Bahasan Utama - 5

Keruntuhan Teori Evolusi

Tubuh Manusia

Iptek Anak

Dunia Tumbuhan

Sejarah

Tafakur

Editorial
‘TULANG PAHA’ DI JANTUNG EROPA

Menara Eiffel adalah lambang kota Paris, ibukota negara Prancis. Selain membuat orang kagum dengan keindahannya, menara ini pun benar-benar merupakan sebuah keajaiban teknik. Bangunan tinggi ini sungguh kokoh. Menara ini mampu menahan angin dan guncangan paling kuat. Tapi, tahukah

Anda, sumber ilham di balik Menara Eiffel-lah yang justru paling menarik. Menara ini diilhami oleh rancangan tulang tubuh manusia, yakni tulang paha kuat yang menyangga sebagian besar berat tubuh.

Ahli anatomi, Hermann von Meyer, yang mempelajari kerangka manusia di awal tahun 1850-an, menemukan hal yang cukup menarik: Dalam kedudukan tegak, tulang paha manusia mampu menopang beban seberat satu ton. Selain itu, tulang ini terbentuk atas jeruji yang saling berhubungan, seperti sebuah sangkar.

Di tahun 1866, insinyur Swiss, Karl Cullman menemukan bahwa struktur tulang bertumpu pada rancangan yang amat baik. Jeruji berbentuk sangkar ini mengurangi dampak beban atau tekanan apa pun yang dikenakan terhadap tulang. Ini karena jeruji tersebut disusun sepanjang garis gaya yang timbul saat berdiri. Cullman berpikir bahwa keajaiban penciptaan ini mungkin dapat pula digunakan dalam arsitektur modern.


Struktur jeruji yang ringan tapi kokoh pada tulang manusia (kanan) digunakan dalam konstruksi bangunan (kiri), termasuk menara Eiffel di Paris, Prancis

Menara Eiffel pun dibangun dengan jeruji bak sangkar, persis seperti pada tulang paha. Diperlukan waktu lebih dari 26 tahun, sejak tahun 1887, untuk menyelesaikan menara berketinggian 321 dan berbobot sekitar 9.000 ton ini. Demikianlah, keajaiban dari Allah pada tubuh manusia telah menjadi sumber ilham bagi teknologi.

Kini, pengetahuan mengenai alam telah dimanfaatkan di banyak bidang, dari teknik rancang bangun hingga kesehatan. Dan pengetahuan ini telah memicu munculnya satu cabang baru ilmu pengetahuan: Biomimetika.

Ilmu biomimetika mempelajari rancangan atau desain di alam, dan menciptakan pemecahan masalah berdasarkan rancangan ini. Alasan mengapa rancangan di alam sedemikian sempurna sehingga mengilhami teknologi adalah karena seluruh alam ciptaan Allah. Allah yang Mahakuasa menyingkapkan contoh kearifanNya yang tak terhingga pada makhluk yang Dia ciptakan.

Surat Pembaca

PENGIRIMAN TEPAT WAKTU

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Setelah membaca majalah Insight, ana sangat tertarik dan bangga terhadap majalah Insight ini. Ana mengetahui banyak musuh Islam yang tidak menyukai Islam jaya di dunia. Contohnya saja teori Darwin yang harus dipelajari di setiap sekolah negeri ini. Ana dukung terbitnya majalah ini. Tolong yach...majalah ini waktu pengirimannya tepat tanggalnya di Jombang Ja-Tim. Terima kasih atas perjuangannya menegakkan ajaran Allah di muka bumi ini.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Achmad Effendi (akhi_efendi@yahoo.com)

Terima kasih atas dukungannya terhadap Insight. Mohon maaf bila Insight sampai kepada pembaca tidak tepat waktu. Semoga ke depannya, Insight sampai kepada Saudara tepat pada waktunya.

PROFIL ILMUWAN MUSLIM

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Kakak Redaksi, saya punya usulan untuk Insight. Bagaimana kalau Insight menampilkan profil ilmuwan-ilmuwan Islam, agar masyarakat tidak hanya mengetahui ilmuwan-ilmuwan non muslim, dimana dibahas sejarahnya dan hasil penemuannya, agar Insight tambah bermutu dan dapat memberikan pemahaman tentang ilmuwan muslim lebih top dari ilmuwan yang lain.

Wawan Kurniawan - IPB Bogor

Terima kasih atas masukannya, insha Allah akan menjadi pertimbangan redaksi.

INGIN KIRIM ARTIKEL

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Nama saya Tommy, berdomisili di kawasan Cijantung. Sebagai pecinta majalah Insight, ada
beberapa hal yang ingin saya tanyakan :

1. Saya agak kesulitan mendapatkan majalah ini. Padahal di sini banyak terdapat kios penjual koran dan majalah. Apakah bagian sirkulasi ada kesulitan dalam sistem distribusinya atau distribusinya hanya untuk pelanggan tetap saja?
2. Apakah pendistribusiannya hanya untuk Jakarta saja atau sudah luar Jakarta?Sehingga saya tidak sulit mendapatkan Insight kalau sedang berada di luar Jakarta.
3. Saya ingin mengirim artikel. Boleh tidak artikelnya hasil translate dari tulisan orang lain? Atau harus hasil tulisan sendiri dengan pustakanya dari berbagai sumber.

Tommy (tomwisata@yahoo.com)

Insight tersebar hampir di seluruh Indonesia, silakan hubungi agen terdekat, alamatnya ada di halaman distributor Insight. Silakan kirim artikel tulisan sendiri dengan menyertakan pustakanya. Kami tunggu, ya!

Dari Kami
TAHUN BARU

Assalamu’alaikum wr. wb.

Pembaca budiman, tahun baru seringkali dirayakan oleh sebagian orang. Begitu meriahnya perayaan ini sehingga tak jarang manusia begitu tenggelam dalam kegembiraan, pesta pora, dan aneka hiburan lainnya. Tentunya kita patut bertanya, mengapa manusia begitu gembira dengan datangnya tahun baru? Sesuatu yang menggembirakan dan membahagiakan pastilah sesuatu yang telah atau paling tidak diyakini akan mendatangkan keuntungan. Begitulah, tak sepatutnya kita bergembira dengan sesuatu yang kita tidak jelas apa manfaatnya, atau tidak yakin sepenuhnya akan kebaikan yang akan kita terima.

Pembaca budiman, apa pun yang terjadi, kami, dan tentunya Anda semua, patut menjadi yang bergembira dengan bergantinya tahun ini, dan bersyukur kepada Allah. Yang pasti, telah terbukti bahwa bergantinya tahun ini semakin menambah semangat berkarya kami, para staf redaksi INSIGHT, dan semangat membaca Anda semua. Kita berharap amal yang mungkin sedikit ini dijadikan Allah sebagai keberkahan, seiring dengan bertambahnya usia kita akibat bergantinya tahun. Amin.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Redaksi

Bahasan Utama - 1
TETAP BERSIH
HANYA DENGAN AIR HUJAN

Gedung pencakar langit merupakan kebanggaan abad ke-21. Namun bangunan megah ini memunculkan satu masalah baru yang memeras otak para arsitek dan insinyur, yakni bagaimana menjaga bagian luar gedung tinggi agar tetap bersih.

Banyak perusahaan di seluruh dunia melakukan penelitian dan mencoba mencari jalan keluar permasalahan ini. Ternyata, jawaban itu tak datang dari laboratorium dan teknologi, tapi dari tempat yang sangat akrab: alam.

Bunga teratai yang dikenal sebagai lili putih tumbuh di lingkungan kotor berlumpur. Meskipun begitu, daunnya selalu bersih. Ada butiran debu pada permukaan teratai ini. Namun bunga ini menghilangkannya dengan cara paling menarik. Teratai mengalirkan tetesan air hujan pada permukaan daunnya ke arah butiran debu. Tetesan air hujan menghimpun seluruh debu, membawanya mengalir ke bawah dan jatuh ke permukaan tanah. Akhirnya, daun pun kembali bersih tanpa noda. Inilah mengapa teratai selalu tetap bersih.

Sifat teratai ini, kini digunakan dalam perancangan bagian luar gedung. Sebuah perusahaan, ISPO, bahkan membuat bahan pelapis luar yang disebut Lotusan (“Lotus” berarti “teratai”). Perbedaan antara dua permukaan yang dilapisi dan yang tidak dilapisi Lotusan dapat dilihat jelas. Permukaan yang dilapisi Lotusan mampu membersihkan permukaannya sendiri dengan tetesan air hujan, persis seperti teratai.


Permukaan yang dilapisi (kiri dan kanan) dan tidak dilapisi (tengah) cat atau pelapis khusus dengan sifat menyerupai permukaan teratai. Pelapis khusus memungkinkan butiran-butiran air menghimpun kotoran yang dilaluinya.

Begitulah, tumbuhan memberikan pemecahan masalah yang tak mampu dilakukan oleh arsitek, insinyur dan perusahaan terkemuka penghasil bahan. Untuk memecahkan masalah ini, tumbuhan perlu menguasai ilmu fisika, kimia, biologi molekuler dan rancangan industri. Namun teratai tak memiliki mata, telinga ataupun otak. Kenyataan bahwa teratai memiliki perangkat khusus sehingga mampu membersihkan bagian luarnya dengan cara ini, adalah bukti bahwa kecerdasan yang mengungguli manusialah yang telah membuatnya. Dengan kata lain, Allah-lah yang telah menciptakannya. Inilah cara Allah mengungkapkan bahwa terdapat tanda-tanda kebesaranNya pada tumbuhan di alam, bagi orang-orang yang memahami:

Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. (QS. Al An’aam, 6:99)

Bahasan Utama - 2
KAPAL SELAM BERKULIT LUMBA-LUMBA


Lumba-lumba: mamalia laut yang lucu, cerdas, ramah dan suka menolong.

Siapa yang tidak terpesona melihat mamalia lucu ini? tidak hanya gaya berenangnya yang begitu indah, namun juga kemampuannya melesat dengan cepat di samudera luas. Makhluk Allah yang dikenal ramah dan suka menolong ini ternyata juga menjadi ilham bagi para insinyur kapal selam. Laju kapal selam buatan mereka 2,5 kali lebih cepat setelah meniru si lumba-lumba!

Tak hanya di darat dan udara, manusia juga ingin dapat mengarungi samudra. Manusia berupaya membuat kapal laut yang tahan terhadap segala keadaan. Namun ada satu rintangan utama yang harus dapat diatasi sebuah kapal laut, yaitu kuatnya gaya hambatan air. Semakin cepat kapal bergerak, semakin kuat gaya hambatan air yang menahan laju geraknya. Para insinyur hidrodinamika berusaha merancang bentuk kapal yang dapat memperkecil gaya hambatan air ini. Selain itu, untuk membantu kapal mengurangi gaya hambat air, mereka juga membutuhkan tenaga motor berkekuatan besar.

Lain halnya dengan lumba-lumba, hewan ini hanya memerlukan sedikit tenaga untuk berenang dengan kecepatan yang tinggi. Mengapa hal ini bisa terjadi? rahasianya terletak pada moncong dan kulit mamalia lucu ini.

Moncong lumba-lumba berbentuk paruh. Bentuk ini sangat hidrodinamis sehingga memudahkannya membelah air saat berenang dan menyelam, serta melesat dengan cepat di samudera luas. Kapal-kapal modern meniru moncong ini untuk desain haluan kapal mereka.


Kiri: Moncong lumba-lumba dipakai sebagai acuan pada perancangan kapal-kapal modern. Rancangan menyerupai moncong lumba-lumba digunakan pada kapal-kapal besar yang dibuat sekarang. Busur jenis ini membelah permukaan air secara lebih baik, sehingga mempercepat pergerakan kapal dengan penggunaan tenaga yang lebih hemat. Rancangan busur berbentuk moncong lumba-lumba mampu menghemat bahan bakar hingga 25%.

Tengah: Bentuk tubuh lumba-lumba memungkinkannya berenang sangat cepat di dalam air. Para ilmuwan menemukan satu lagi ciri yang berperan penting dalam kemampuan mamalia ini untuk bergerak cepat: Kulit lumba-lumba tersusun atas tiga lapisan. Lapisan terluar sangatlah tipis dan lentur. Lapisan tengah terbuat dari bahan menyerupai sepon. Lapisan terdalam yang tebal terdiri dari rambut-rambut lentur. Tekanan tiba-tiba yang cenderung menghambat gerak renang cepat lumba-lumba, diredam saat tekanan ini diteruskan ke lapisan terdalam. Setelah 4 tahun penelitian, para insinyur kapal selam Jerman berhasil membuat lapisan jaket tiruan dengan sifat yang sama. Lapisan jaket ini terbuat dari dua lapisan karet yang disisipi gelembung-gelembung di antara kedua lapisan itu, mirip selsel kulit lumba-lumba. Peningkatan sebesar 250% dalam kecepatan kapal selam dicapai saat lapisan jaket tiruan ini digunakan.

Kanan: Moncong lumba-lumba menjadi acuan bagi para perancang pesawat Concorde. Dalam penelitian yang dilakukan para insinyur untuk mengurangi hambatan udara pada permukaan luar pesawat Concorde, bentuk moncong lumba-lumba mengilhami mereka. Sirip ekor pada ikan bekerja layaknya sebuah mesin di dalam air. Sama halnya, mesin penggerak Concorde ditempatkan di bagian belakangnya sehingga berfungsi sebagai sirip menyerupai motor pendorong pada lumba-lumba. Hasil sangat baik dicapai dengan rancangan ini.


Kulitnya yang lentur dan dapat bergerak menggelombang (layaknya kain bendera yang tertiup angin), mampu mengatasi turbulensi air dan memperkecil gaya hambat air.


Selain karena moncongnya yang istimewa, lumba-lumba juga sanggup berenang dengan kecepatan tinggi karena tubuh dan kulitnya memang dirancang khusus untuk mengurangi hambatan air. Ketika hewan ini mulai berenang cepat, terbentuklah lapisan air tipis di permukaan kulit mereka. Lapisan ini dinamakan lapisan penghalang. Lumba-lumba diciptakan dengan kulit yang sangat lentur. Kulit itu akan bergerak menggelombang ketika terjadi turbulensi air pada lapisan penghalang. Dengan bergerak menggelombang berlawanan arah dari gerak turbulensi tersebut, kulit ini mencegah terjadinya gaya hambat air. Hasilnya adalah gerakan renang yang sangat cepat tanpa menimbulkan suara.


Dari organ istimewa yang terletak di bagian depan kepalanya, lumba-lumba memancarkan gelombang berfrekuensi 200.000 Hertz (getaran per detik). Dengan gelombang ini, selain mampu mengetahui benda di depannya, setelah mengenali gema yang dipantulkan, lumba-lumba mampu memperkirakan arah, jarak, kecepatan, ukuran serta bentuk benda tersebut. Cara kerja sonar, yang juga dipakai pada kapal selam, sama dengan alat milik lumba-lumba ini.

Setelah 4 tahun mengadakan penelitian, para insinyur kapal selam Jerman berhasil menemukan rahasia desain kulit lumba-lumba dan menirunya untuk lapisan luar kapal selam. Kapal selam dengan kulit yang bersifat serupa dengan kulit lumba-lumba ini berhasil menaikkan 250% kecepatannya. Demikian juga kapal laut yang meniru moncong lumba-lumba untuk haluan kapal. Kapal ‘bermoncong’ lumba-lumba berhasil menghemat 25 % bahan bakarnya.

Rancangan menakjubkan ini mustahil ada begitu saja tanpa disengaja. Jelas bahwa Suatu Kecerdasan Mahatinggi telah menciptakan lumba-lumba. Dialah Allah SWT. Bertasbih kepada-Nya seluruh isi jagat raya.

Bahasan Utama - 3
DITIRU DALAM PEMBUATAN HELIKOPTER


Sayap capung merupakan rancangan yang menakjubkan. Selaput sayapnya begitu terperinci dan aerodinamis.

Sekilas, capung terlihat biasa saja dan tidak menarik perhatian banyak orang. Kalaupun ada yang tertarik, itu biasanya anak-anak, yang sering menjadikannya sebagai mainan. Tahukah Anda bahwa “mainan anak-anak” yang mungil ini diciptakan Allah dengan desain yang menakjubkan bahkan mengilhami pembuatan helikopter?

Keinginan untuk dapat terbang di udara membuat manusia berusaha keras untuk menciptakan teknologi yang dapat mewujudkan impiannya itu. Selain terhadap burung, serangkaian penelitian dan pengamatan juga telah dilakukan oleh para ilmuwan terhadap berbagai jenis serangga, anatra lain kupu-kupu, capung, lalat dan lebah. Hasilnya: menakjubkan!


Gambar ini, yang menunjukkan jalan yang dilalui oleh seekor lebah yang ditempatkan di dalam kotak kaca, memperlihatkan bagaimana lebah itu berhasil terbang ke segala arah termasuk naik, turun, dan dalam mendarat serta lepas landas.

Dr. Adrian L. R. Thomas, misalnya. Peneliti dari Oxford University ini telah menghabiskan 12 tahun untuk mempelajari cara terbang serangga. Tiga tahun terakhir ia mengamati kupu-kupu. Hewan berwarna-warni ini ia tempatkan di sebuah terowongan berbelit-belit. Di dalam terowongan itu, kupu-kupu bisa terbang bebas atau hinggap ke bunga buatan. Untuk melihat bagaiman gerak udara di sekitar kepakan sayap kupu-kupu, Thomas menggunakan asap tipis. Sedangkan turbulensi udara direkam dengan kamera digital supercepat.

“Ternyata kepakan sayap kupu-kupu tidaklah dilakukan secara acak atau sembarangan, melainkan hasil dari sebuah mekanisme aerodinamika yang betul-betul dipahami oleh mereka (kupu-kupu). Paling tidak ada 6 cara kupu-kupu mengepakkan atau memutar sayapnya agar tetap berada di udara sementara pesawat konvensional hanya mempunyai dua bentuk gerakan agar bisa terangkat lebih tinggi. Satu di antaranya dengan mekanisme putaran”, kata Thomas seperti dilansir oleh jurnal Nature (Republika, Ahad, 15/12/02)

Gilles Martin, seorang fotografer alam, telah melakukan pengamatan 2 tahun untuk meneliti capung. Dan dia juga menyimpulkan bahwa makhluk ini memiliki cara terbang yang sangat rumit.


Helikopter Sikorsky dirancang dengan meniru rancangan sempurna dan kemampuan manuver dari seekor capung. MBB, perusahaan pembuat senjata dan roket, telah mengambil rancangan aerodinamis dan cara terbang capung sebagai acuan dalam pembuatan helikopter jenis BO-105. Perusahaan helikopter Amerika Serikat, Sikorsky, telah merancang desain baru dengan menjiplak secara langsung cara capung terbang pada helikopter. Proses ini ditunjukkan dengan gambar di atas dengan tahaptahap peralihan selama perancangan helikopter.

Tubuh capung menyerupai bentuk pilin yang terbungkus logam. Dua sayapnya saling silang pada badannya dan menampakkan bias warna dari biru muda hingga merah marun. Dengan bentuk demikian, capung memiliki kemampuan manuver yang luar biasa. Tak peduli pada kecepatan atau arah bagaimana pun ia bergerak, capung dapat mendadak berhenti dan mulai terbang kembali dengan arah berlawanan. Atau, capung dapat tetap diam di udara untuk berburu. Pada kedudukan seperti itu, ia dapat bergerak dengan sangat cepat menuju mangsanya. Ia dapat mempercepat gerakannya hingga kecepatan yang sangat mengejutkan untuk ukuran seekor serangga: 25 mil/jam (40 km/jam).

Pada kecepatan ini, capung bertabrakan dengan mangsanya. Guncangan akibat tabrakan ini sangat kuat. Namun, tubuhnya yang lentur dapat meredam guncangan tersebut. Sebaliknya, hal yang sama tidak terjadi pada mangsanya. Mangsa capung akan kehilangan kesadaran atau bahkan mati karena benturan tersebut. Kecepatan capung ini dapat disejajarkan dengan kecepatan seorang atlet lari 100 m di Olimpiade yaitu 24,4 mil/jam (39km/jam).

Kehebatan terbang capung ini rupanya telah dilirik oleh pembuat helikopter terbaik di dunia, Sikorsy. Mereka menjadikan capung sebagai model helikopter buatan mereka. Caranya, perusahaan IBM, mitra Sikorsky dalam proyek ini, menempatkan suatu model capung ke dalam computer (IBM 3081). Lalu 2000 penggambaran khusus dilakukan di komputer dalam hal manuver (gerakan jungkir balik) capung di udara. Jadilah helikopter itu dibuat dengan capung sebagai inspirasinya.


Kiri: Makhluk mungil ini memiliki kemampuan manuver yang hebat! Kanan: Fotografer alam Gilles Martin sedang mengamati capung

Inspirasi dari alam tentang teknologi terbang yang lain adalah lalat dan lebah. Penelitian telah membuktikan bahwa 3 pesawat jet yang dianggap terbaik dalam kelompoknya memiliki kemampuan manuver yang jauh di bawah kemampuan manuver lalat dan lebah.

Sungguh banyak teknologi Allah yang menakjubkan. Teknologi manusia sangatlah kerdil di hadapan-Nya. Bahkan manusia hanya mampu meniru keajaiban-keajaiban desain di alam yang telah Allah ciptakan untuknya. Namun sedikit sekali manusia yang mengambil pelajaran.

Bahasan Utama - 4
RANCANGAN YANG DITIRU MANUSIA

Ketika seorang manusia merancang suatu benda, sesungguhnya ia tidak akan lepas dari ketergantungan pada Allah SWT. Gagasan, ilham, bahan untuk mewujudkan rancangan, bahkan dirinya dan kemampuan berpikirnya pun, semua berasal dari penciptaan oleh Allah. Dari begitu banyak teknologi di alam yang Allah ciptakan, baru sebagian kecil yang bisa dipelajari ilmunya dan ditiru manusia. Itu pun sangat jauh dari kehebatan desain asli milik Sang Khaliq. Berikut ini contoh-contoh rancangan yang ditiru manusia.

Lumba-Lumba dan Kapal Selam
Moncong lomba-lumba menjadi contoh rancangan haluan kapal modern. Dengan bantuan bentuk seperti ini, kapal menghemat 25 % dari penggunaan bahan bakarnya. Setelah penelitian selama 4 tahun, insinyur kapal selam Jerman berhasil membuat selubung buatan untuk melapisi kapal selam yang mempunyai sifat sama dengan kulit lumba-lumba. Peningkatan 250 % kecepatan kapal selam terlihat pada kapal selam yang menggunakan selubung ini.

Ikan Paus dan Sirip Selam
Ikan paus mempunya dua bagian lempeng mendatar di ekornya yang lebar. Bentuk sirip tunggal (monofin) membantu gaya renang yang mirip dengan ikan paus. Sirip ini sangat tepat untuk olahraga selam.

Kelinci dan Sepatu salju
Kelinci Amerika Utara memiliki kaki lebar dan ditutupi bulu-bulu halus. Ini untuk mencegahnya terperangkap di salju. Sepatu salju manusia pada dasarnya mempunyai manfaat yang mirip dengan kaki kelinci ini.

Kambing Gunung dan Sepatu Boot
Kaki kambing gunung sangat sempurna untuk mendaki bukit-bukit cadas bahkan pada keadaan bersalju dan beku. Banyak sepatu salju dan sepatu pendaki yang dirancang dengan diilhami oleh kuku-kuku binatang ini.

Sistem Perban Velcro dan Duri Semak
Insinyur Swiss Georges De mistral menemukan sistem kancing yang disebut perban Velcro dengan meniru duri semak setelah bersusah payah membuang bagian-bagian tanaman ini yang menempel pada sepatunya. Mestral berfikir untuk menggunakan sistem tanaman ini pada industri pakaian. Ia membuat sistem tempel yang sama pada sebuah mantel yang terdiri dari secarik nilon dengan kumparan dan secarik lainnya dengan pengait. Karena kumparan dan lengkungan yang lentur, sistem ini dengan mudah menempel dan terlepas tanpa robek. Itulah mengapa pakaian astronot saat ini dilengkapi dengan perban Velcro.

Sistem Tangan Manusia dan Robot
Banyak kalangan industri yang saat ini menggunakan bantuan mesin. Buatan manusia yang cukup terkenal adalah tangan robot yang meniru cara kerja tangan manusia. Kerja tangan robot ini bisa distel melakukan suatu gerakan secara berulang-ulang dan tanpa henti. Idenya ? darimana lagi kalau bukan otot-otot dan sistem rangka manusia.

Bentuk Tulang dan Rangka Bangunan
Bagian dalam tulang makhluk hidup yang berpori-pori membuatnya tahan terhadap tekanan, khususnya pada sambungan dimana “bangunan” tempat tulang ini berada melebar. Rancangan khusus pada tulang ini menghasilkan tulang yang ringan dan memiliki daya tahan. Bangunan pun meniru sistem ini dalam banyak strukturnya.



Bahasan Utama - 5
LEBIH KAKU DARIPADA KEPITING

Meski dengan seluruh teknologi tinggi kita, bekerja di kedalaman samudra atau ruang angkasa, masih sangat membahayakan para penyelam dan astronot. Karenanya, ilmuwan mulai membuat robot untuk dipekerjakan dalam keadaan sesulit ini. Kini, teknologi robot mempunyai terobosan baru dalam perencanaannya: “Robot Biomimetik”, atau mesin yang meniru alam. Para ilmuwan berpendapat, adalah jauh lebih baik membuat robot yang meniru makhluk hidup. Misalnya, robot menyerupai kalajengking atau semut, dibuat untuk menjelajahi gurun pasir; robot mirip ikan atau udang untuk penelitian bawah laut. Dan ini semua jauh lebih baik dibandingkan jenis robot lainnya.

Rancangan sempurna tubuh makhluk hidup di alamlah yang mendorong ilmuwan menirunya. Artropoda adalah binatang yang berjalan dengan cara terbaik di dunia. Artropoda sungguh gesit. Karena itu, strukturnya telah menarik perhatian ilmuwan, dan penelitian robot menjadikan makhluk ini sebagai contoh terbaik.

Salah satu robot yang telah dibuat dengan ilham ini diberi nama Aeriol. Ahli robotnya adalah Ed Williams. Aeriol mewakili robot artropoda, atau robot berkaki-sambung yang pertama. Sang robot dirancang meniru kepiting. Aeriol diharapkan akan dapat membantu ilmuwan dalam penelitian wilayah yang belum diketahui. Namun, ada perbedaan besar antara Aeriol dan makhluk hidup yang sesungguhnya. Betapa pun sangat menyerupai kepiting, Aeriol masih saja mengambil tenaga yang diperlukan untuk menggerakkan kaki-kakinya dari komputer yang terpogram sebelumnya. Gerakannya jauh lebih kaku daripada kepiting. Bahkan robot terbaik pun tidak dapat menandingi artropoda sebenarnya. Contoh ini menunjukkan kepada kita, betapa kerja keras besar harus dikerahkan untuk meniru satu saja dari keahlian makhluk hidup.

Teori evolusi Darwin menyatakan, makhluk hidup muncul tanpa perencanaan, murni melalui peristiwa alamiah tanpa sengaja. Namun, semakin orang mempelajari seluk beluk alam, semakin banyak bukti-bukti baru keberadaan Allah ditemukan. Beragam contoh yang telah dipaparkan sejauh ini telah menunjukkan kepada kita bagaimana alam menjadi sumber ilham bagi para ilmuwan. Rancang bangun di alam telah diciptakan dengan kesempurnaan yang sedemikian tinggi hingga karya terhebat manusia tak mampu menyainginya. Ini menunjukkan kehebatan dan pengetahuan mahatinggi yang Allah miliki, Dialah Pencipta seluruh alam. Kebenaran lain yang patut dipahami adalah, Allah menciptakan segala sesuatu tanpa meniru contoh apa pun. Ini adalah salah satu dari asma Allah. Nama ‘Al Badii’ dalam Al Qur’an, bermakna “Yang mencipta tanpa contoh.” Dalam Al Qur’an, Tuhan kita berfirman:

Dia pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. (Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. (QS. Al An’am, 6:101-102).


Keruntuhan Teori Evolusi
Siapakah Nenek Moyang Katak

Ikan dan amfibi muncul di bumi secara tiba-tiba dan tanpa nenek moyang apa pun. Evolusionis tidak dapat menjelaskan asal-usul kedua kelompok makhluk hidup ini.

Evolusionis beranggapan bahwa invertebrata laut yang ditemukan pada lapisan Kambrium berevolusi menjadi ikan dalam waktu puluhan juta tahun. Akan tetapi, tidak ditemukan satu pun mata rantai peralihan yang menunjukkan evolusi pernah terjadi di antara jenis invertebrata dan ikan ini. Invertebrata, atau hewan tak bertulang belakang, memiliki jaringan keras di luar tubuh mereka dan tidak memiliki rangka dalam. Sebaliknya, ikan memiliki tulang, yakni jaringan keras di dalam tubuh mereka. Dengan demikian, evolusi invertebrata menjadi ikan adalah sebuah perubahan sangat besar yang seharusnya telah meninggalkan bentuk-bentuk mata rantai peralihan yang menghubungkan kedua kelompok hewan ini.

Evolusionis telah menggali lapisan-lapisan fosil selama kurang lebih 140 tahun untuk mencari bentuk-bentuk yang diduga ada tersebut. Mereka telah menemukan jutaan fosil invertebrata dan jutaan fosil ikan; tapi tak seorang pun pernah menemukan satu bentuk pertengahan di antara keduanya.

Menghadapi fakta ini, ahli paleontologi evolusionis, Gerald T. Told, mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

Ketiga subdivisi ikan bertulang muncul pertama kali dalam catatan fosil pada saat yang kira-kira bersamaan….Bagaimana mereka berasal? Apa yang menyebabkan mereka sangat berbeda?... Dan mengapa tidak ada jejak bentuk-bentuk peralihan sebelumnya? (Gerald T. Todd, “Evolution of the Lung and the Origin of Bony Fishes: A Casual Relationship”, American Zoologist, Vol 26, no. 4, 1980, hal. 757)


Sebuah fosil berusia 280 juta tahun yang berasal dari spesies katak yang telah punah. Penemuan ini mengungkapkan bahwa katak muncul secara tiba-tiba di bumi tanpa pendahulu apa pun.

Skenario evolusi juga mengatakan bahwa ikan, yang berevolusi dari invertebrata, di kemudian hari merubah diri mereka sendiri menjadi amfibi yang dapat hidup di darat. (Amfibi adalah hewan yang dapat hidup di darat dan di air, seperti katak). Tapi, sebagaimana yang ada dalam benak anda, skenario ini pun tidak memiliki bukti. Tak satu fosil pun yang menunjukkan makhluk separuh ikan separuh amfibi pernah ada. Meskipun enggan, kenyataan ini dibenarkan oleh tokoh evolusionis terkemuka, Robert L. Carrol, penulis buku Vertebrate Paleontology and Evolution: "Kami tidak memiliki fosil berbentuk pertengahan antara ikan riphidistian dan amfibi-amfibi awal." (R. L. Caroll, Vertebrate Paleontology and Evolution, New York: W. H. Freeman and Co. 1988, hal. 4).

Singkatnya, ikan dan amfibi muncul secara tiba-tiba dan keduanya telah memiliki bentuk sebagaimana yang ada sekarang tanpa ada pendahulu. Dengan kata lain, Allah telah menciptakan mereka masing-masing dalam bentuk yang sudah sempurna.


PERMASALAHAN SEPUTAR SISIK

Di antara kontradiksi penting dalam skema rekaan evolusi ikan ke reptil adalah pembentukan kulit organisme tersebut. Semua ikan memiliki sisik pada kulit tubuhnya sedangkan amfibi tidak. Reptil yang diduga berevolusi dari amfibi juga memiliki sisik. Jika kita beranggapan bahwa terdapat hubungan evolusi di antara organisme-organisme ini, kita pun harus mampu menjawab mengapa sisik, yang ada pada ikan, menghilang pada amfibi, dan kemudian muncul kembali pada reptil. Sayangnya, para evolusionis tidak mampu menjawab pertanyaan ini.

Tidak dijumpai perbedaan sedikit pun antara fosil ikan yang hidup ratusan juta tahun lalu dengan ikan modern. Ikan telah diciptakan sebagai ikan, dan akan senantiasa tetap seperti itu.

Keturunan yang akan dihasilkan dari telur-telur katak yang terbuahi akan berjumlah cukup banyak sehingga mampu menutupi telaga atau sungai yang mengalir. Keturunan katak yang menetas dari telur yang terbuahi adalah organisme yang dirancang untuk hidup dalam air sebelum menjalani metamorfosis. Ia mengambil oksigen melalui insang layaknya ikan. Katak pada tahap ini disebut "berudu".


Melalui metamorfosis, katak mengalami perubahan bentuk. Di akhir perubahan yang sempurna ini, mereka menjadi teradaptasi untuk hidup di darat.

KEAJAIBAN METAMORFOSIS

Katak awalnya dilahirkan di air, hidup di sini untuk beberapa saat, dan kemudian muncul di darat setelah menjalani proses yang dikenal dengan "metamorfosis". Sejumlah orang beranggapan bahwa metamor-fosis adalah bukti evolusi, padahal keduanya tidak ada kaitannya satu sama lain. Satu-satunya mekanisme perkembangan yang dikemuka-kan oleh evolusi adalah mutasi. Metamorfosis tidak muncul akibat peristiwa kebetulan sebagaimana mutasi. Sebaliknya, perubahan ini diha-silkan oleh kode genetik dalam katak. Dengan kata lain, fakta telah membuk- tikan bahwa ketika seekor katak lahir, ia akan memiliki tubuh yang memungkinkannya hidup di darat.
Klaim para evolusionis tentang perpindahan dari air ke darat mengatakan bahwa ikan, dengan kode genetik yang secara khusus dirancang untuk kehidupan di air, berubah menjadi makhluk darat sebagai hasil dari mutasi acak dan kebetulan. Namun, dengan alasan ini, sesungguhnya metamorfosis malah meruntuhkan teori evolusi daripada mendukungnya. Sebab kesalahan terkecil dalam proses metamorfosis berarti kematian atau cacat bagi organisme tersebut. Sangatlah penting bagi metamorfosis untuk berlangsung secara sempurna. Adalah mustahil jika proses serumit ini, yang tidak memberi peluang bagi kesalahan, untuk terjadi melalui mutasi acak dan kebetulan sebagaimana pernyataan evolusi. Pada kenyataannya, metamorfosis adalah sebuah keajaiban yang mengungkapkan kesempurnaan dalam penciptaan.


Tubuh Manusia
TAK PERNAH DAPAT DITIRU MANUSIA

Jantung adalah salah satu organ tubuh terpenting kita, dan, karenanya, terletak di tempat paling aman. Jantung ditempatkan di dalam tulang rusuk kita agar terlindung dari benturan luar. Jantung kita mulai berdenyut saat kita masih di dalam rahim ibu kita, dan terus berdenyut 70 hingga 100 kali per menit tanpa pernah berhenti. Jantung hanya beristirahat setengah detik di antara tiap denyutannya, dan denyut jantung rata-rata orang sehat adalah 10.000 kali per hari. Selama hidup, jumlah ini keseluruhannya menjadi 255 juta denyut jantung.

Jantung kita memiliki empat bilik yang membantu memompa darah beroksigen dan tak beroksigen ke wilayah berbeda pada tubuh kita, tanpa saling bercampur. Masing-masing bilik memiliki katup yang membuka dan menutup seiring detakan jantung, dan dengan adanya semua bagian ini, jantung kita memperlihatkan rancangan sempurna. Struktur sempurna ini menunjukkan pada kita bahwa jantung dibuat oleh Pencipta, dan Pencipta itu adalah Allah, Tuhan seluruh alam. Allah berfirman dalam Al Qur’an:

(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. (QS. Al An’am, 6:102)


Jantung mengatur tekanan darah sehingga tidak membahayakan organ tubuh: Jantung bekerja tidak seperti satu pompa tunggal, tetapi seperti dua pompa yang berdampingan, yang memiliki bilik dan serambi sendiri-sendiri. Pemisahan ini juga membagi dua sistem peredaran darah. Bagian kanan jantung mengirim darah bertekanan rendah ke paru-paru, sedangkan bagian kiri memompakan darah bertekanan tinggi ke seluruh tubuh. Pengaturan tekanan ini sangat penting, sebab jika darah yang dipompakan ke paru-paru memiliki tekanan sama dengan darah yang dikirim ke seluruh tubuh, paru-paru dapat pecah karena tidak kuat menahan tekanan.

Penelitian tentang organ buatan telah semakin meningkat dengan penggunaan teknologi maju masa kini. Salah satunya adalah jantung buatan. Sebagaimana aslinya, jantung buatan pun terdiri atas dua bilik. Itulah satu-satunya persamaan antara keduanya. Para peneliti menempatkan sebuah motor di antara kedua biliknya. Motor ini menekan dinding-dalam kedua bilik tersebut. Dan jantung pun berdenyut.
Terdapat sebuah penampung di dalam pemompa jantung buatan. Dan terdapat satu sistem lagi untuk memompa darah di dalam penampung tersebut. Pada jantung asili, penampung itu sendirilah yang bertindak sebagai pompa. Ini jauh lebih baik.

Jantung buatan bekerja dengan sebuah baterai yang ditempatkan di dalam perut. Baterai ini perlu terus-menerus diisi ulang dengan gelombang radio dari kotak baterai yang jauh lebih besar. Jantung asli diberi makan dan tenaga oleh darah yang dipompanya. Ini membuatnya mampu bekerja 50 hingga 60 tahun tanpa perlu perbaikan. Jantung asli mampu memperbaiki dirinya sendiri. Karenanya, jantung asli tak pernah kehilangan kemampuan untuk tetap bekerja.

Semua ciri jantung asli ini membuatnya sungguh istimewa. Steven Vogel, seorang perekayasa dari Duke University di Amerika, menyatakan bahwa jantung manusia takkan pernah dapat ditiru:

Ini karena mesin yang kita punyai, berapa pun keluaran tenaga atau daya-kerjanya, bekerja dengan sangat berbeda... Otot (jantung) adalah mesin yang lembut, basah, selalu mengembang dan mengerut; dan itu sungguh tidak mirip dengan apa pun yang ada dalam perbendaharaan teknologi kita. Jadi, Anda takkan mampu meniru sebuah jantung. (Robert Kunzig, “The Beat Goes On,” Discover, Januari 2000)

Singkatnya, dengan semua teknologinya, manusia takkan pernah mampu membuat jantung. Mereka yang menyatakan bahwa jantung dan keseluruhan tubuh yang melingkupinya ada tanpa melalui penciptaan sengaja, jelas telah melakukan kesalahan besar. Allah memerintahkan kita untuk merenungkan bukti-bukti penciptaan, dan bersyukur kepadaNya:

Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah? Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu. (QS. Al Infithaar, 82:6-8)

Iptek Anak
MATA YANG BERCAHAYA

Teman-teman, pasti kalian tidak asing lagi dengan binatang manis lucu bernama kucing. Meskipun kelihatan manja dan ingin disayang, kucing adalah binatang yang mandiri, dan hidup tanpa tergantung orang lain. Mereka tidak pernah menyerah pada keinginan pemiliknya, sebagaimana dilakukan oleh anjing piaraan. Seperti yang mungkin kalian sering lihat, kucing mengeong bila merasa lapar, menggesekkan badannya ke kakimu bila ingin di belai, mendengkur dengan senangnya bila dielus dan maksud-maksud lain dengan aneka tingkah laku mereka.

Mata yang Menyala di Kegelapan

Tahukah kalian bahwa kucing memiliki pandangan sempurna pada malam hari? Ya, bahkan dalam tempat yang temaram binatang berbulu ini dapat melihat. Allah telah menciptakan mata mereka berbeda dari mata-mata lainnya. Dalam gelap pupil matanya membesar dan membulat untuk menerima cahaya sebanyak mungkin. Hal ini menjadikan penglihatannya tajam.

Disamping itu, mata kucing memiliki lapisan tambahan di belakang retinanya. Menembus retina tersebut, cahaya mencapai lapisan ini dan dipantulkan kembali ke retina. Cahaya melewati retina dua kali karena lapisan ini memantulkan cahaya kembali. Dengan demikian, tidak seperti manusia, kucing dapat melihat dengan sangat jelas di tempat temaram maupun gelap. Selain itu, mata kucing tampak menyala pada malam hari. Hal ini dikarenakan lapisan tambahan tersebut, memantulkan cahaya layaknya sebuah cermin. Pantulan cahaya inilah yang membuat mata kucing terlihat menyala.

Ada sesuatu yang istimewa pada keempat kaki kucing. Apakah itu? Saat membelai-belai sayang seekor kucing, kalian tidak khawatir akan dilukai oleh kuku di kakinya. Akan tetapi dalam keadaan bahaya, kaki-kaki kecil ini berubah menjadi cakar buas. Yang membuatnya berbahaya adalah kuku tajam yang tersembunyi di balik telapak kakinya.

Keistimewaan lain pada kaki kucing adalah, keempat kaki tersebut selalu dapat menopang tubuh kucing ketika jatuh. Kalian telah tahu bahwa kucing selalu jatuh di atas keempat kakinya, sekalipun mereka jatuh dari tempat tinggi. Hal ini terjadi karena mereka menggunakan ekornya untuk menjaga keseimbangan ketika mereka jatuh, dan dengannya menyetel pusat gravitasi tubuh mereka dan mendarat di atas kakinya.

Yang memberikan mereka sifat yang akan menjamin keamanan binatang yang suka memanjat pohon atau berkeliaran di tempat yang tinggi adalah Tuhan Yang Maha Perkasa, Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Dunia Tumbuhan
LEBIH DARI SEKEDAR TIPIS DAN RIMBUN

Tipis, lebar, rimbun, dan mudah melambai ketika ditiup angin. Begitulah mungkin sekilas gambaran tentang daun tumbuhan. Namun sesederhana inikah daun sesungguhnya. Marilah kita selami sejenak bagian tanaman yang seringkali kita saksikan, namun jarang kita pelajari dengan seksama ini.

Bayangkan bila daun tidak dapat menangkap cahaya! Maka pabrik pengolahan makanan yang juga terdapat dalam daun akan berhenti berproduksi. Tidak ada sumber makanan yang diantarkan melalui pembuluh-pembuluh kayu ke seluruh bagian tanaman. Tidak ada buah, daun muda, dan kayu yang dihasilkan. Tidak ada sumber makanan yang disediakan bagi makhluk hidup lain.

Sementara itu, bangun dan bentuk daun benar-benar sesuai dengan tugasnya, yaitu menangkap cahaya matahari. Sekilas nampaknya tekstur tidak memberi makna apapun akan tugas dan fungsi daun. Mari kita amati lebih dekat. Lapisan atas permukaan daun, yaitu kutikula seringkali buram, tidak mengkilap, meskipun pada beberapa jenis tanaman tertentu kilap daun merupakan ciri istimewa tersendiri. Warna buram ini dimaksudkan agar cahaya yang dipantulkan oleh daun dapat dibatasi sesedikit mungkin. Dengan demikian daun dapat melaksanakan tugas produksi dengan maksimal.


Gambar di samping kanan menunjukkan bunga keladin kecil, yang menyerupai stasiun radar mungil ketika berusaha mencari arah matahari di langit. Sebagaimana semua tumbuhan lainnya, bunga ini menghadap arah matahari agar dapat mengambil manfaat sinar matahari dengan baik. Bunga matahari di atas merubah arah sesuai dengan pergerakan matahari. Sel-sel daun yang sangat peka terhadap cahaya dengan segera merubah arah penampangnya dan bergerak menatap mentari.

Seringkali kita tidak terlampau “jeli” membedakan susunan helai-helai daun pada tanaman di sekitar kita. Padahal kalau kita amati dengan lebih teliti, banyak sekali variasi susunan helain-helaian daun pada tanaman. Secara umum terdapat dua golongan susunan daun, yaitu daun tunggal dan daun majemuk. Disebut daun tunggal karena dalam satu tangkai daun terdapat hanya satu helai daun. Daun tunggal bisa kita temukan pada tanaman misalnya, jati, nangka, mawar, dan krisan. Sedangkan pada daun majemuk terdapat lebih dari satu helai daun pada tiap tangkai daunnya. Angsana dan mahoni adalah contoh yang paling sering kita lihat di sepanjang jalan.

Satu hal yang tak kalah ajaib adalah susunan daun yang ”merimbun”. Berteduh di bawah pohon rindang di hari yang panas sering kali kita dilakukan. Tetapi pernahkah kita berpikir, bahwa ada sesuatu di balik rimbunnya dedaunan? Kebanyakan daun memiliki daun-daun rimbun dan ”saling berkait” dan membentuk semacam ”mosaik”. Mosaik ini menciptakan permukaan yang nyaris tak terputus untuk menangkap cahaya.


Bentuk dan rancangan tetumbuhan yang hidup di wilayah tropis dan di gurun sangatlah berbeda, sebagaimana tampak pada gambar.

Sebaliknya, tanaman-tanaman yang tumbuh di daerah yang banyak menerima sinar matahari, misalnya pohon eukaliptus di Australia, memiliki daun yang justru menjulur ke bawah. Penampakan ini tentu saja bukan tak bermakna. Terlampau banyak menerima sinar matahari menyebabkan terjadinya penguapan hebat pada pohon, yang dapat mengganggu kesimbangan metabolisme di dalamnya. Menjulurnya daun-daun eukaliptus dimaksudkan untuk meminimalkan permukaan yang menghadap matahari, sehingga hanya sedikit pula air yang hilang terkena panasnya matahari siang.

Lalu, siapakah yang mengaruniai pohon-pohon dan daun-daun itu, kemampuan membentuk mosaik-mosaik tertentu, agar ia dapat menjalankan fungsi dengan sebaik-baiknya. Adalah Allah yang Mahakuasa atas segala sesuatu, yang menunjuki setiap makhluk-Nya dengan ilham dan ilmu-Nya yang tiada batas.

Sejarah
ADA APA DENGAN PERANG DUNIA?
(bagian ketiga)s

Perang Dunia I menandai mulai munculnya sejumlah besar gejala yang mematikan. Salah satu di antaranya adalah bahwa perang mulai menyerang tidak hanya pasukan tentara, tetapi juga rakyat sipil. Pengeboman pertama yang ditujukan kepada penduduk sipil adalah serangan pada tahun 1915 ke Inggris oleh pesawat zeppelin Jerman. Bom yang dijatuhkan dari pesawat zeppelin ini meminta korban nyawa banyak orang tak berdosa.

Kapal selam Jerman U-boat memulai operasi untuk menembaki kapal-kapal sipil yang melintasi Samudera Atlantik. Pada tanggal 7 Mei 1915, kapal lintas-atlantik terbesar di dunia, Lusitania, tenggelam tepat di dekat pantai Irlandia karena serangan kapal U-boat. Dari 2.000 orang penumpang Lusitania, sejumlah 1.195 orang tenggelam atau tewas dalam serangan tersebut.

Bencana perang lainnya adalah senjata kimia. Gas beracun, senjata yang pertama kali digunakan oleh Prancis dan kemudian juga oleh Jerman, menyebabkan kematian menyedihkan ribuan serdadu. Banyak serdadu menjadi buta karena gas tersebut, dan pasukan harus membagikan topeng anti gas sebagai alat pelindung. Rakyat sipil pun diberikan topeng anti gas untuk melindungi mereka dari ancaman yang seringkali mematikan ini. Bahkan anak-anak kecil pun binasa.

Medan paling ganas dari Perang Dunia I terlihat di Canakkale. Armada Prancis dan Inggris mendobrak garis pertahanan Kekhalifahan Utsmaniyyah dan memulai serangan ke arah Laut Hitam. Namun, armada terbesar di dunia ini terhenti dengan serta-merta saat berhadapan dengan pasukan meriam Turki.

Setelah menderita kekalahan di laut ini, Inggris mengirim pasukan darat ke Gallipoli. Tentara Turki menunjukkan jiwa kepahlawanan yang bersejarah dan memukul balik serangan ini. Setelah perang yang berlangsung selama berbulan-bulan, pasukan Inggris terpaksa menarik diri dari Canakkale. Sejumlah 250.000 serdadu Turki, ditambah dengan serdadu Anzac dan Inggris dalam jumlah yang hampir sama, menemui ajal mereka di sini.


Di pertempuran Gallipoli, tentara Kekhalifahan Utsmaniyyah Turki dengan gagah berani menghadang pasukan musuh yang dipimpin Inggris. Dalam pertempuran itu sekitar 250.000 serdadu Turki ditambah dengan serdadu Anzac dan Inggris dalam jumlah yang hampir sama, menemui ajal mereka.

Pada tahun 1918, Perang Dunia I akhirnya berakhir, setelah empat tahun serangan tanpa guna di tangan tentara Jerman, Prancis, dan Inggris. Namun perdamaian ini, yang dinyatakan pada jam 11 pagi, hari kesebelas dari bulan kesebelas, tidak membawa kebahagiaan untuk siapa pun.

Ratusan ribu serdadu menjadi cacat. Sebagian lainnya terbukti tidak mampu mengatasi dampak kejiwaan karena perang setelah tinggal di dalam parit yang penuh dengan lumpur, kotoran, dan mayat. Bentuk trauma yang dikenal sebagai “shell shock” atau “kejutan bom” sangat umum di antara para veteran perang, dan hal ini menyebabkan penderitanya mengalami serangan ketakutan dan goncangan yang berat. Rasa takut akan dibom, yang mereka alami setiap hari selama empat tahun berturut-turut, telah terukir di benak mereka. Ada beberapa penderita yang merasa harus segera bersembunyi hanya karena kata ‘bom’ disebutkan. Beberapa veteran bahkan merasa ngeri setiap kali mereka melihat seragam. Puluhan ribu serdadu juga kehilangan satu atau lebih anggota badannya dalam perang ini. Serdadu ini adalah tentara yang mata, dagu, atau hidungnya menjadi cacat selama pengeboman, sehingga topeng khusus diciptakan di Eropa untuk menyembunyikan wajah mereka yang cacat..

Derita yang parah akibat Perang Dunia I juga tercermin di dalam karya seni. Hasil karya sesudah perang menggambarkan kesakitan dan penyakit jiwa. Karya-karya ini tidak hanya mencerminkan keadaan jiwa sang seniman, namun juga keadaan jiwa seluruh generasi tersebut. Generasi yang merasakan akibat kesengsaraan perang yang sangat mendalam ini kemudian dijuluki “Generasi yang Hilang.”


Kehancuran yang diakibatkan oleh perang

Sebagaimana yang telah kita saksikan, perang adalah perantara kekejaman yang besar yang tidak bermanfaat bagi pribadi atau pun masyarakat. Perang adalah malapetaka kemanusiaan yang menimbulkan kepedihan besar dan menorehkan luka yang dalam kepada manusia, yang akan perlu waktu lama, jika dapat disembuhkan.

Allah, di lain pihak, telah memerintahkan manusia untuk menghindari perang dan mengutamakan perdamaian. Allah memberi kabar gembira untuk orang yang melakukan amal saleh:

Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al Qashash, 28:83)

Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat? (QS. Shaad, 38:28)

Jadi, apakah penyebab bencana ini, yang telah mengubah Eropa menjadi lautan darah? Mengapa para pemimpin negara-negara berkuasa menjerumuskan bangsa mereka ke dalam lembah kematian yang sia-sia ini? (bersambung)


Tafakur
AR RAZZAAQ,
MAHA PEMBERI REZEKI

Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. (QS. Adz Dzaariyaat, 51:58)

Allah sangat lembut dan kasih sayang pada hamba-Nya, dan memberikan mereka kehidupan di bumi yang penuh kenikmatan. Sedemikian hingga tanah pun menumbuhkan tunas dan hijauan meski manusia tidak menggarapnya. Dari tanah itu dihasilkanlah buah-buahan serta sayur-mayur berwarna kuning, hijau dan oranye. Masing-masing memiliki bau, rasa, dan zat-zat makanan yang khas, yang sangat berguna bagi manusia dalam hidupnya. Keberlimpahan nikmat nabati ini ada begitu saja sejak manusia dilahirkan, walau tanpa diminta.

Lautan biru yang cerah serta wilayah perairan lainnya menutupi sekitar tiga perempat permukaan bumi. Wilayah ini dipenuhi ribuan ikan yang lezat dengan cita rasa yang beragam. Aneka jenis ikan ini pun mengandung zat-zat gizi yang diperlukan untuk kehidupan manusia. Sekali lagi, tak seorang pun pernah berdoa agar lautan ini dipenuhi aneka jenis satwa yang memberikan kenikmatan tersendiri bagi manusia yang memakannya.

Manusia terlahir dengan segala bentuk rezeki ini tanpa ia pernah meminta terlebih dahulu. Adalah Allah, Yang Maha Pemberi Rezeki, yang memberikan semua ini kepada kita walau tanpa kita pernah memohon kepada-Nya. Allah melimpahkan semua rahmat ini pada manusia dalam kehidupan dunia. Di surga, nikmat yang jauh lebih banyak lagi menanti orang-orang yang beriman. Allah menggambarkan kelebihan nikmat di surga ini dalam Al Qur’an:

”Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al Israa’, 17:32)