Editorial
NENEK MOYANG LINGKARAN
Tahukah Anda, bagaimana bangun datar berupa lingkaran
terbentuk pada awalnya? Terdapat dua teori berbeda yang mencoba
menjelaskannya. Yang pertama adalah teori evolusi bujur sangkar.
Teori ini mengatakan, lingkaran terbentuk akibat perubahan sedikit
demi sedikit yang dialami oleh bujur sangkar dalam rentang waktu
yang sangat lama. Dengan kata lain, bujur sangkar merupakan bentuk
awal dari lingkaran. Suhu dan tekanan udara yang tinggi di masa
bumi purba, gas-gas penyusun atmosfernya, serta pengaruh hujan dan
petir yang sangat sering terjadi kala itu, menyebabkan keempat sudut
bujur sangkar menjadi semakin tumpul dan semakin melingkar. Tingkat
ketumpulan ini semakin lama semakin membesar dan melebar seiring
dengan perjalanan waktu yang lamanya mencapai puluhan, bahkan ratusan
juta tahun. Di akhir proses perubahan sedikit demi sedikit dan bertahap
ini, lingkaran yang sempurna pun dihasilkan dari bentuk induk atau
nenek moyangnya, yakni bujur sangkar. Singkatnya, lingkaran adalah
hasil proses evolusi dari bujur sangkar.
Teori kedua menyatakan bahwa lingkaran adalah bentuk bangun datar
yang memang sedari awal sudah ada, dan sudah berbentuk lingkaran
sempurna. Dengan kata lain, terdapat suatu kecerdasan tertentu di
luar kekuatan alam yang telah dengan sengaja membuat lingkaran dengan
ukuran diameter tertentu, sebagaimana beragam bentuk bidang datar
lainnya, termasuk bujur sangkar. Kekuatan alam semata tidak mungkin
mampu memunculkan atau membuat bujur sangkar dan lingkaran. Keduanya
ada karena sengaja dibuat secara terpisah dan sempurna. Bujur sangkar
bukanlah nenek moyang dari lingkaran, atau sebaliknya, yang berubah
selama puluhan atau ratusan juta tahun akibat peristiwa alamiah
belaka. Terdapat kekuatan dan kehendak di luar alam yang secara
sengaja memunculkan kedua bentuk bidang datar ini secara terpisah.

Teori evolusi bujur sangkar menjadi lingkaran
|
Lucu, menggelikan dan sungguh tidak masuk akal. Demikianlah tanggapan
yang akan muncul jika Anda mengisahkan secara serius teori pertama
tentang asal usul lingkaran kepada orang lain, sebagaimana dipaparkan
di atas. Kalau tidak percaya, Anda boleh mencobanya, sembari menggambar
proses tersebut dengan ilustrasi sederhana, sebagaimana di bawah
ini.
Namun teori evolusi jauh lebih tidak masuk akal dari dongeng di
atas, sebab yang menjadi bahasan evolusi bukanlah sekedar bentuk
sesederhana lingkaran dan bujur sangkar. Evolusi malah menganggap
bahwa makhluk hidup yang merupakan bentuk tiga dimensi dengan struktur
dan fungsi yang jauh lebih rumit dan sempurna, mengalami proses
serupa sebagaimana dongeng di atas. Yang jauh lebih menarik lagi
adalah bagaimana teori ini dapat dipercaya oleh jutaan manusia di
seluruh dunia, padahal tidak terdapat bukti yang mendukungnya sebagai
fakta ilmiah. Lalu ‘bukti’ apakah yang menjadikan dongeng
ini mudah diterima masyarakat luas?
Yang pasti, jika sesuatu tidak memiliki bukti apa pun karena memang
tidak pernah terjadi di alam, maka agar seolah ‘tampak sebagai
fakta ilmiah’ maka bukti itu harus dibuat, direkayasa, atau
kalau perlu dipalsukan. Agar tetap dipercaya orang, propaganda evolusi
tetap saja disebarluaskan walau bukti ilmiahnya tidak ditemukan,
atau tak pernah ditemukan karena memang tidak pernah ada. Kesimpulannya,
evolusi lebih tepat disebut sebagai dongeng daripada teori ilmiah.
Surat
Pembaca
Letter 1
ISTILAH-ISTILAH ASING
Assalamu’alaikum,
Saya berterima kasih atas hadirnya Insight di tengah-tengah kami,
karena Insight bisa saya pergunakan dalam berbagai acara, misalnya
menjadi bahan/topik berpidato. Jika saya berpidato dengan bahasan
dari Insight para pendengar sangat serius, berbeda dengan bahasan
lainnya, mungkin karena bahan dari Insight asing didengarnya. Akan
tetapi saya sering tidak memahami bahasa-bahasa fisika, maklum saya
baru kelas 4. Jadi usulan saya, bagaimana kalau kata-kata asing
tersebut diterjemahkan?
Iqbal Asidiq
PonPes Islam Al-Muttaqin,
Sowan Kidul Kedung Jepara,
Jawa Tengah - 59463
Redaksi bersyukur kepada Allah SWT, karena Insight
dapat bermanfaat bagi para pembacanya. Usulan Anda sangat berguna
bagi kami.
Letter 2
INSIGHT UNTUK SLTP DAN SLTA
Assalamu’alaikum,
Suatu ketika saya iseng membaca dan membuka lembaran majalah-majalah
Islami edisi terbaru di toko buku, spontan hati saya bertasbih berulang
kali ketika membaca sepintas buletin imut ini.
Yang langsung terpikir adalah mengirimkan beberapa edisinya untuk
perpustakaan atau OSIS saya. Saya yakin, bagaimanapun media ini
sangat membantu dan cocok untuk adik-adik SLTP dan SLTA. Juga tak
lupa guru fisika yang sangat saya banggakan!
Wassalam
Juni Warni Silalahi
Jl P. Jawa No. 138 LING.X – C,
Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan,
Medan - 20253
Alhamdulillah, atas kuasa-Nya jualah Insight bisa sampai
ke tangan pembaca. Kami ucapkan terima kasih pula kepada Saudari
Juni Warni, atas keikhlashannya menyebarkan informasi-informasi
dalam Insight kepada adik-adik pelajar di Medan. Semoga Allah membalas
budi baik Saudari.
Letter 3
ARTIKEL TEKNIK
Assalamu'alaikum
Kendatipun masih terlalu dini bagi Ana untuk mengenal majalah ini,
namun sudah cukup kiranya bagi Ana untuk menaruh rasa kagum pada
isi majalah ini.
Materinya cukup menarik, gambar-gambarnya pun bagus sehingga enak
untuk dibaca.
Namun kalau boleh Ana usul Artikel Teknik (khususnya tentang elektro)
mohon diadakan dong!
Karena menurut Ana itu akan menambah ketertarikan siswa Sekolah
Teknologi yang notabene kurang antusias dengan materi-materi Biologi
yang sering dimuat.
Akhirnya,Ana mengucapkan terimakasih dan semoga INSIGHT tetap eksis.
Untuk rekan pembaca "Selamat Berpuasa"
ahmad munir (munir862000@yahoo.com)
Terima kasih atas kritik dan masukannya. Apabila Saudara
Munir memiliki artikel bertema teknik, redaksi akan sangat senang
menerimanya.
Dari
Kami
PERISTIWA PENTING
Assalamu’alaikum wr. wb.
Segenap staf redaksi INSIGHT mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL
FITRI 1424 H, taqaballallaahu minnaa wa minkum, semoga Allah menerima
segala amal baik kita semua.
Pembaca budiman, dengan berbagai pertimbangan matang di pihak redaksi,
kami memutuskan INSIGHT edisi bulan November dan Desember 2003 terbit
sebagai satu edisi saja, yang akan beredar di bulan November dan
dilanjutkan di bulan Desember 2003, insya Allah. Semoga hal ini
tidak mengecewakan para pembaca budiman, mengingat efisiensi dan
efektifitas peredaran buletin ini di bulan suci Ramadhan dan Idul
Fitri.
Pembaca budiman, kita sebentar lagi berada di penghujung tahun
2003. Tak terasa perjalanan waktu begitu cepat berlalu. Biasanya,
pergantian satuan waktu yang panjang seperti tahun, diiringi oleh
peristiwa penting yang terkadang sulit dilupakan, tak terkecuali
bagi INSIGHT. Insya Allah, dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi,
salah satu staf INSIGHT, mbak Wini, akan mengakhiri masa penantiannya.
Menyambut acara pernikahannya, kami ucapkan semoga keberkahan dari
Allah tercurahkan kepada mbak Wini bersama suami tercinta. Baarakallaahu
lakumaa…
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Redaksi
Bahasan
Utama - 1
SKANDAL NGENGAT
Kisah Sesungguhnya tentang Melanisme Industri
Ketika sumber-sumber evolusionis dikaji, akan pasti
didapati bahwa contoh tentang ngengat di Inggris selama Revolusi
Industri, dicantumkan sebagai bukti evolusi melalui seleksi alam.
Dalam buku pelajaran, majalah dan bahkan sumber-sumber akademis,
hal ini dikemukakan sebagai bukti paling nyata bagi peristiwa evolusi
yang teramati di alam. Meskipun sebenarnya bukti tersebut tidak
ada kaitannya dengan evolusi sama sekali.
Sebelumnya, mari kita ingat kembali apa yang sebenarnya
dikemukakan: Menurut kisahnya, sekitar permulaan Revolusi Industri
di Inggris, kulit batang pohon di sekitar kota Manchester berwarna
sangat terang. Karenanya, ngengat warna gelap yang menghinggapi
pepohonan tersebut, mudah dikenali burung-burung pemangsanya. Dengan
demikian, ngengat gelap berkemungkinan sangat kecil untuk bertahan
hidup. Lima puluh tahun kemudian, di hutan-hutan di mana polusi
industri telah membunuh lumut kerak, kulit batang pepohonan menjadi
lebih gelap, dan kini ngengat warna cerah menjadi yang paling dimangsa,
karena paling mudah terlihat. Akibatnya, perbandingan antara jumlah
ngengat warna cerah dengan yang berwarna gelap menjadi semakin kecil.
Para pendukung evolusi mempercayainya sebagai sebuah bukti sangat
penting yang mendukung teori mereka. Mereka malah berlindung dan
menghibur diri dengan mengemukakan hal ini sebagai peristiwa ber-“evolusi”-nya
ngengat warna cerah menjadi ngengat warna gelap.

Contoh penggelapan warna karena pengaruh industri jelas
bukan bukti evolusi, sebab proses ini tidak memunculkan
jenis ngengat baru. Seleksi hanya terjadi di antara varietas
yang telah ada.
|
Namun demikian, walaupun kita percaya bahwa peristiwa
berubahnya populasi ngengat ini benar, seharusnya sudah sangat jelas
bahwa ngengat-ngengat ini tidak bisa dijadikan bukti bagi teori
evolusi. Hal ini karena bentuk atau jenis makhluk hidup baru yang
sebelumnya belum pernah ada tidaklah dihasilkan pada peristiwa ini.
Ngengat warna gelap telah ada dalam populasi ngengat sebelum Revolusi
Industri berlangsung. Hanya perbandingan jumlah varitas ngengatlah
yang berubah, dan bukan bentuk atau jenis ngengatnya; dengan kata
lain tidak ada evolusi apa pun yang terjadi. Ngengat tidak mendapatkan
sifat atau organ baru, yang mengarah ke pembentukan spesies baru
(spesiasi). Agar suatu spesies ngengat dapat berubah menjadi spesies
lain, misalnya burung, harus ada penambahan baru pada gen-gennya.
Itu berarti, suatu program genetis yang benar-benar berbeda harus
dimasukkan ke dalam sel-sel ngengat agar memuat informasi tentang
ciri-ciri fisik burung.

Gambar yang memperlihatkan batang pohon yang dihinggapi
ngengat pra-Revolusi Industri (atas), dan saat berlangsungnya
Revolusi Industri (bawah). Karena batang pohon menjadi semakin
gelap, burung semakin mudah memangsa ngengat warna terang
sehingga populasinya menurun. Namun ini bukanlah contoh
“evolusi”, sebab tak satu pun spesies baru yang
dihasilkan; yang terjadi hanyalah berubahnya perbandingan
populasi dua ngengat berwarna beda yang sudah ada sebelumnya
dalam satu spesies ngengat yang juga telah ada sebelumnya.
|
Ini adalah jawaban untuk menyanggah kisah evolusionis
tentang “Melanisme Industri”. Namun, ada satu sisi yang
lebih menarik dari kisah ini: Tidak hanya penafsirannya, tetapi
kisah itu sendiri pun ternyata cacat. Sebagaimana penjelasan seorang
ahli biologi molekuler Amerika, Jonathan Wells, dalam bukunya Icons
of Evolution: Why Much of What We Teach About Evolution Is Wrong
(Lambang-Lambang Evolusi: Mengapa Banyak dari Apa yang Kita Ajarkan
tentang Evolusi adalah Salah), cerita tentang ngengat ini dimuat
di setiap buku biologi pro-evolusi, karenanya menjadi sebuah “lambang”
dengan pengertian ini. Menurutnya, kisah tersebut tidak memiliki
nilai kebenaran. Wells mengulas dalam bukunya bagaimana percobaan
Bernard Kettlewell, yang dikenal sebagai “bukti percobaan”
yang mendukung kisah tersebut, kenyataanya adalah sebuah skandal
ilmiah. Sejumlah bagian mendasar dari skandal ini adalah:
•Banyak percobaan yang dilakukan menyusul percobaan
Kettlewell mengungkap bahwa hanya satu dari beragam ngengat ini
yang hinggap pada batang pokok pohon, dan selebihnya yang lain lebih
suka hinggap di bawah dahan kecil yang horisontal. Sejak tahun 1980
telah diketahui dengan jelas bahwa ngengat tidak biasanya hinggap
di batang pokok pohon. Selama 25 tahun penelitian di lapangan, banyak
ilmuwan seperti Cyril Clarke dan Rory Howlett, Michael Majerus,
Tony Liebert, dan Paul Brakefield menyimpulkan bahwa dalam percobaan
Kettwell, ngengat dipaksa berperilaku tidak seperti biasanya (tidak
alamiah). Oleh karena itu, hasil percobaan tersebut tidak dapat
dibenarkan secara ilmiah.
•Para Ilmuwan yang menguji kesimpulan Kettlewell menemukan
hasil yang justru lebih menarik: Walaupun jumlah ngengat warna terang
diperkirakan berjumlah lebih banyak di daerah-daerah yang kurang
terkena polusi di Inggris, ngengat warna gelap di sana ternyata
justru berjumlah empat kali lebih banyak daripada ngengat warna
terang. Ini berarti tidak terdapat hubungan antara populasi ngengat
dengan batang pokok pepohonan sebagaimana yang dikatakan Kettlewell
dan diulang-ulang oleh hampir semua sumber evolusi.
•Saat penelitian ini diperdalam, skandal ini pun semakin menjadi-jadi:
“Ngengat pada batang pokok pohon” yang dipotret oleh
Kettlewell, sebenarnya adalah ngengat yang telah mati. Kettlewell
menggunakan spesimen ngengat mati yang dilem atau direkatkan pada
batang pokok pepohonan dan kemudian memotretnya. Sebenarnya, sangat
kecil kemungkinannya untuk mengambil gambar seperti itu karena ngengat
tidak hinggap di batang pokok pohon, melainkan di bawah dedaunan.
Berbagai kenyataan ini diungkap oleh masyarakat ilmiah hanya di
akhir tahun1990-an. Runtuhnya dongeng Melanisme Industri, yang telah
menjadi salah satu pokok bahasan terpenting dalam mata kuliah “Pendahuluan
tentang Teori Evolusi” di berbagai universitas selama puluhan
tahun, sangat mengecewakan para evolusionis. Salah seorang dari
mereka, Jerry Coyne, mengatakan:
Tanggapan saya sendiri menyerupai kekecewaan yang
mengiringi temuan saya, pada umur 6 tahun, ternyata ayah sayalah
yang mebawa hadiah di malam natal dan bukan Santa. (Jerry Coyne,
"Not Black and White", a review of Michael Majerus's Melanism:
Evolution in Action, Nature, 396, 1988, h. 35-36.)
Demikianlah, “contoh paling terkenal dari seleksi
alam” telah terhempaskan ke tumpukan sampah sejarah sebagai
sebuah skandal ilmiah – sesuatu yang tak terelakkan, sebab,
bertentangan dengan pernyataan evolusionis, seleksi alam bukanlah
sebuah “mekanisme evolusi”.
Singkatnya, seleksi alam tidak mampu menambahkan atau
menghilangkan organ baru pada makhluk hidup, serta tidak pula mampu
merubah suatu spesies menjadi spesies lain. Bukti “terbesar”
yang diajukan sejak masa Darwin, tidak mampu beranjak lebih jauh
dari sekedar dongeng “Melanisme Industri” pada ngengat
di Inggris.
Bahasan
Utama - 2
SKANDAL GAMBAR PALSU
"[Gambar-gambar Haeckel] ini
tampaknya sedang menjadi salah satu pemalsuan paling terkenal dalam
biologi,"…
(Science, 5 September 1997)
Apa yang biasa disebut sebagai “teori rekapitulasi”
sudah sejak lama dihapuskan dari tulisan-tulisan ilmiah. Anehnya,
bahasan ini tetap saja ditampilkan sebagai sebuah kebenaran ilmiah
oleh sejumlah terbitan evolusionis. Istilah “rekapitulasi”
(yang berarti pengulangan kembali secara lebih singkat) adalah ringkasan
dari pernyataan “ontogeni merekapitulasi filogeni”,
yang diajukan oleh ahli biologi evolusi Jerman, Ernst Haeckel, di
akhir abad kesembilan belas. Ontogeni adalah tahap-tahap pertumbuhan
embrio, sedangkan filogeni adalah hubungan kekerabatan hewan menurut
perjalanan evolusi yang biasa digambarkan dalam bentuk diagram pohon
beserta cabang- cabangnya.
Teori Haeckel ini menyatakan bahwa embrio-embrio makhluk hidup
mengalami kembali proses evolusi yang dialami oleh nenek moyang
mereka, yang diduga ada. Ia berpendapat bahwa selama perkembangannya
dalam rahim sang ibu, embrio manusia awalnya memperlihatkan ciri
seekor ikan, lalu seekor reptil, dan akhirnya menyerupai seorang
manusia.
Telah lama dibuktikan bahwa teori ini sama sekali palsu. Kini diketahui,
insang” yang diyakini terbentuk di tahap awal embrio manusia
ternyata adalah bentuk-bentuk awal dari saluran telinga bagian tengah,
kelenjar timus dan paratiroid. Bagian embrio yang diserupakan sebagai
“kantung kuning telur” ternyata sebuah kantung yang
menghasilkan darah bagi bayi. Bagian yang dianggap sebagai “ekor”
oleh Haeckel dan para pengikutnya ternyata adalah tulang belakang,
yang menyerupai ekor hanya karena terbentuk lebih dulu daripada
kaki.
Ini adalah fakta-fakta ilmiah yang diakui luas kebenarannya di
dunia ilmiah, dan diterima bahkan oleh kalangan evolusionis sendiri.
Dua pendukung neo-Darwinisme terkemuka, George Gaylord Simpson dan
W. Beck mengakui:
Haeckel salah menyatakan prinsip evolusi yang dipakai.
Sekarang dengan mantap telah dikukuhkan bahwa ontogeni tidak mengulangi
filogeni. (G. G. Simpson, W. Beck, An Introduction to
Biology, Harcourt Brace and World, New York, 1965, h. 241)

Dengan gambar-gambar embrio palsunya, Ernst Haeckel menipu dunia
ilmu pengetahuan selama sekitar satu abad. |
Di bawah ini dimuat dalam sebuah tulisan di New Scientist tertanggal
16 Oktober 1999:
[Haeckel] menamakan ini sebagai hukum biogenetika,
dan gagasan ini kemudian secara luas disebut sebagai rekapitulasi.
Faktanya, hukum Haeckel yang tegas itu tak lama kemudian terbukti
keliru. Misalnya, embrio manusia tahap awal tidak pernah memiliki
insang yang berfungsi seperti ikan, dan tak pernah melewati tahapan-tahapan
yang menyerupai kera atau reptil dewasa. (Ken McNamara,
"Embryos and Evolution," New Scientist, vol. 12416,
16 October 1999. (penekanan ditambahkan))
Dalam tulisan yang dimuat di American Scientist, kita membaca:
Sungguh, hukum biogenetika itu sudah benar-benar
mati. Hukum ini akhirnya dihilangkan dari buku pelajaran biologi
pada tahun lima puluhan. Sebagai sebuah pokok pengkajian teoritis
yang serius, hukum ini ini sudah punah di tahun dua puluhan…
(Keith S. Thomson, "Ontogeny and Phylogeny Recapitulated,"
American Scientist, vol. 76, May/June 1988, h. 273.)
Sisi menarik lain dari “rekapitulasi” adalah sosok
Ernst Haeckel itu sendiri, sang pemalsu yang merekayasa gambar-gambarnya
demi mendukung teori yang ia ajukan. Pemalsuan oleh Haeckel ditujukan
untuk menampilkan kesan bahwa embrio manusia dan ikan memiliki kemiripan
satu sama lain. Ketika terungkap, satu-satunya pembelaan yang ia
kemukakan adalah perkataan bahwa para evolusionis lain telah melakukan
perbuatan serupa:
Setelah pengakuan yang memalukan atas "pemalsuan"
ini, saya sepatutnya menganggap diri saya tercela dan tak berguna,
seandainya saya tidak merasa terhibur oleh adanya ratusan "orang
hukuman" yang senasib dengan saya, di antaranya terdapat
para pengamat paling terpercaya dan para ahli biologi paling terhormat.
Kebanyakan dari semua gambar yang ada pada buku-buku pelajaran,
makalah dan jurnal biologi terbaik, hingga tingkat yang sama,
menanggung dakwaan "pemalsuan", karena semua gambar
itu tidak pasti, banyak sedikitnya sudah diubah-ubah, diatur dan
dirancang. (Francis Hitching, The Neck of the Giraffe:
Where Darwin Went Wrong, Ticknor and Fields, New York, 1982, h.
204.)

Gambar-gambar palsu buatan Haeckel. |
Dalam jurnal ilmiah terkenal Science edisi 5 September 1997, dimuat
sebuah tulisan yang mengungkap bahwa gambar embrio Haeckel adalah
hasil penipuan. Tulisan itu, yang diberi judul "Haeckel's
Embryos: Fraud Rediscovered" (Embrio-Embrio Haeckel: Pemalsuan
yang Terungkap Lagi) menyatakan berikut ini:
Kesan yang diberikan [oleh gambar-gambar Haeckel],
yang menyatakan bahwa semua embrio itu persis sama, adalah salah,
ungkap Michael Richardson, seorang ahli embriologi di Fakultas
Kedokteran St. George's di London… Demikianlah, ia dan rekan-rekannya
melakukan sendiri suatu penelitian pembandingan, memeriksa ulang
dan memotret beberapa embrio, yang berasal dari spesies dan umur
yang kira-kira setara dengan gambar Haeckel. Nyatalah bahwa semua
embrio itu "seringkali tampak benar-benar berbeda luar biasa",
lapor Richardson dalam [jurnal] Anatomy and Embryology, terbitan
bulan Agustus. (Elizabeth Pennisi, "Haeckel's Embryos:
Fraud Rediscovered," Science, 5 September, 1997. (penekanan
ditambahkan))
Jurnal Science menjelaskan, agar dapat menunjukkan bahwa embrio-embrio
itu mirip, Haeckel dengan sengaja menghilangkan sebagian organ dari
gambar-gambar buatannya atau menambahkan organ-organ rekaan. Kemudian
di artikel yang sama, informasi berikut ini terungkap:

Dalam edisi 5 September 1997, jurnal terkenal Science menerbitkan
sebuah tulisan yang mengungkap bahwa gambar-gambar buatan
Haeckel telah dipalsukan. Tulisan tersebut memaparkan bagaimana
embrio-embrio tersebut ternyata sangat berbeda satu sama lain. |
Haeckel tidak saja menambah dan mengurangi sejumlah
bagian, lapor Richardson dan rekan-rekannya, tetapi ia juga memalsukan
ukurannya untuk melebih-lebihkan kesamaan di antara spesies, meskipun
terdapat perbedaan ukuran sebesar 10 kali. Terlebih, Haeckel menyamarkan
perbedaan dengan cara tidak menyebutkan nama spesies dalam banyak
kasus, seakan-akan satu contoh saja sudah benar-benar cukup untuk
mewakili satu kelompok hewan secara keseluruhan. Nyatanya, Richardson
dan rekan-rekannya mencermati, bahkan embrio hewan dari jenis-jenis
yang erat hubungannya sekali pun, misalnya ikan, agak berlainan
dalam rupa serta jalur perkembangannya. "[Gambar-gambar Haeckel]
ini tampaknya sedang menjadi salah satu pemalsuan paling terkenal
dalam biologi," Richardson menyimpulkan. (Elizabeth
Pennisi, "Haeckel's Embryos: Fraud Rediscovered," Science,
5 September, 1997. (penekanan ditambahkan))
Tulisan di jurnal Science itu meneruskan dengan memperbincangkan
bagaimana pengakuan-pengakuan Haeckel seputar masalah ini disembunyikan
sejak awal abad yang lalu, dan bagaimana gambar-gambar palsu itu
mulai ditampilkan di buku-buku pelajaran sebagai fakta ilmiah:
Pengakuan Haeckel menghilang setelah gambar-gambar
buatannya kemudian digunakan dalam sebuah buku tahun 1901 berjudul
Darwin and After Darwin dan ditampilkan ulang secara luas dalam
buku-buku pelajaran biologi berbahasa Inggris. (Elizabeth
Pennisi, "Haeckel's Embryos: Fraud Rediscovered," Science,
5 September, 1997. (penekanan ditambahkan))

Sejumlah pengamatan di tahun-tahun belakangan mengungkap bahwa
embrio-embrio spesies yang berbeda tidaklah menyerupai satu
sama lain, sebagaimana yang Haeckel coba tampilkan. Sejumlah
perbedaan besar antara embrio mamalia, reptil, dan kelelawar
di atas adalah contoh nyata tentang hal ini. |
Singkatnya, meskipun gambar-gambar Haeckel yang telah dipalsukan
merupakan fakta yang telah terungkap di tahun 1901, namun dunia
ilmu pengetahuan masih saja ditipu olehnya selama sekitar satu abad.
Jika evolusi merupakan fakta ilmiah, mengapa para evolusionis yang
tidak mampu menemukan buktinya malah merekayasa atau memalsukan
bukti? Ini berarti mereka lebih mengedepankan dogma atau ideologi
daripada ilmu pengetahuan. Mereka yang menganut keyakinan evolusionis
secara tak sadar telah menyatakan pesan penting: Evolusi bukanlah
ilmu pengetahuan, melainkan dogma, keyakinan buta yang terus mereka
coba pertahankan, walaupun fakta ilmiah membuktikan sebaliknya.
Bahasan Utama - 3
PEMALSUAN LEBIH DARI SEABAD...
Amerika Serikat merupakan negara di mana
sebagian kalangan ilmuwannya sangat gencar melancarkan gerakan anti-evolusi
hingga detik ini. Berdasarkan dengan bukti-bukti ilmiah terkini,
para profesor, doktor, dan kalangan akademisi ini menemukan teori
evolusi tidaklah absah secara ilmiah. Malahan, mereka berhasil membongkar
berbagai pemalsuan dan kecurangan yang dimuat di sejumlah literatur
ilmiah, termasuk buku-buku pelajaran, demi mendukung teori yang
tidak terbukti: evolusi. Kegiatan mereka ini sempat dimuat di harian
terkenal di Amerika Serikat, the New York Times, 8 April 2001, dengan
judul “Biology Text Illustrations More Fiction Than Fact”
(Gambar-Gambar di Buku Pelajaran Biologi, Lebih Fiksi daripada Fakta).
James Glanz, sang penulis, memaparkan:
Secara khusus, para pendukung gagasan
perancangan (lawan evolusi, pent.) mengutip gambar-gambar abad
ke-19 buatan biologiwan Jerman, Ernst Haeckel, yang mengemukakan
bahwa tahapan-tahapan awal perkembangan embrio dari banyak hewan,
termasuk manusia, hampir sama persis, dan berkembang menjadi wujud
berbeda hanya di tahap kemudian. Ia mengatakan, kemiripan itu
membuktikan bahwa seluruh hewan memiliki satu nenek moyang bersama.
Gambar-gambar itu disalin ulang dari
satu buku pelajaran ke buku pelajaran lainnya selama lebih dari
seabad.
Namun, beberapa tahun lalu para ahli
biologi menemukan bahwa banyak dari gambar-gambar tersebut palsu,
dan kemiripan-kemiripan yang sesungguhnya tidaklah sebesar itu.
Akan tetapi, sejumlah buku-buku pelajaran masih saja memuatnya.
Salah satu buku pelajaran yang memuat
gambar-gambar cacat tersebut adalah edisi ketiga buku Molecular
Biology of the Cell (Biologi Molekuler Sel), buku acuan utama
di bidang tersebut. Penulisnya meliputi Dr. Bruce Alberts, pakar
biokimia yang juga presiden the National Academy of Sciences (Lembaga
Ilmu Pengetahuan Nasional), dan Dr. James D. Watson, ahli genetika
yang memperoleh Hadiah Nobel bagi prestasinya dalam mengungkap
struktur molekul DNA.
Dalam sebuah wawancara… Dr. Alberts
mengatakan gambar-gambar tersebut akan dihilangkan dalam edisi
keempat buku pelajaran tersebut, yang akan terbit di penghujung
tahun ini (2001, pent.)…
Sungguh mengundang tanda tanya besar, bagaimana
bisa pemalsuan ini dapat dipertahankan sebagai fakta ilmiah selama
lebih dari seabad? Dan bagaimana mungkin ilmuwan sekaliber Dr. James
Watson dan Dr. Alberts bisa sampai memuat gambar-gambar rekayasa
itu dalam karya besarnya? Ilmu pengetahuan tidak sepatutnya mempertahankan
teori atau bukti yang nyata-nyata telah keliru, apalagi sampai menampilkannya
sebagai bukti ilmiah selama seratus tahun.

Ernst Haeckel, salah seorang pemalsu terbesar dalam sejarah
ilmu pengetahuan. Ketika pemalsuan yang dilakukannya terbongkar,
ia berkata: “Setelah pengakuan yang memalukan atas "pemalsuan"
ini, saya sepatutnya menganggap diri saya tercela dan tak berguna,
seandainya saya tidak merasa terhibur oleh adanya ratusan "orang
hukuman" yang senasib dengan saya, di antaranya terdapat
para pengamat paling terpercaya dan para ahli biologi paling
terhormat. Kebanyakan dari semua gambar yang ada pada buku-buku
pelajaran, makalah dan jurnal biologi terbaik, hingga tingkat
yang sama, menanggung dakwaan "pemalsuan", karena
semua gambar itu tidak pasti, banyak sedikitnya sudah diubah-ubah,
diatur dan dirancang. “ (Francis Hitching, The Neck of
the Giraffe: Where Darwin Went Wrong, Ticknor and Fields, New
York, 1982, h. 204.) |

The New York Times, pada tanggal 8 April, 2001, menyediakan
ruang yang besar untuk membahas teori rancangan cerdas dan berbagai
gagasan dari para ilmuwan dan ahli filsafat yang mendukung teori
ini, seperti Michael Behe dan William Dembski. Secara umum dinyatakan,
secara ilmiah teori rancangan cerdas adalah absah dan patut
dihormati, sehingga Darwinisme akan terguncang sampai ke akarnya.
Berita ini juga memuat gambar palsu buatan Haeckel dan membandingkannya
dengan gambar-gambar embrio yang asli di bawah mikroskop. |
Bahasan
Utama - 4
YANG TERSEMBUNYI
DI BALIK PERCOBAAN MILLER
“Miller tampak tak terkesan dengan teori-teori
terkini yang diajukan tentang asal usul kehidupan, dan menganggapnya
sebagai “omong kosong” atau “kimia di atas kertas.”
…Miller mengakui bahwa para ilmuwan mungkin tak pernah tahu
dengan pasti di mana dan kapan kehidupan berawal.”
Penelitian yang paling diterima luas tentang asal usul
kehidupan adalah percobaan yang dilakukan peneliti Amerika, Stanley
Miller, di tahun 1953. (Percobaan ini juga dikenal sebagai “percobaan
Urey-Miller” karena sumbangsih pembimbing Miller di University
of Chicago, Harold Urey). Percobaan inilah satu-satunya “bukti”
milik para evolusionis yang digunakan untuk membuktikan pendapat
tentang “evolusi kimiawi”. Mereka mengemukakannya sebagai
tahapan awal proses evolusi yang mereka yakini, yang akhirnya memunculkan
kehidupan.
Melalui percobaan, Stanley Miller bertujuan membuktikan
bahwa di bumi yang tak berkehidupan miliaran tahun lalu, asam amino,
satuan molekul pembentuk protein, dapat terbentuk dengan sendirinya
secara alamiah tanpa campur tangan sengaja apa pun di luar kekuatan
alam. Dalam percobaannya, Miller menggunakan campuran gas yang ia
yakini terdapat pada bumi purba (yang kemudian terbukti tidak tepat).
Campuran ini terdiri dari gas amonia, metana, hidrogen, dan uap
air. Karena gas-gas ini takkan saling bereaksi dalam lingkungan
alamiah, ia menambahkan energi ke dalamnya untuk memicu reaksi antar
gas-gas tersebut. Dengan beranggapan energi ini dapat berasal dari
petir pada atmosfer purba, ia menggunakan arus listrik untuk tujuan
tersebut.
Miller memanaskan campuran gas ini pada suhu 100 derajat
C selama seminggu dan menambahkan arus listrik. Di akhir minggu,
Miller memeriksa zat-zat kimia yang telah terbentuk di dasar tabung,
dan mengamati bahwa tiga dari dua puluh asam amino yang menyusun
unsur-unsur pembentuk protein telah dihasilkan.
Percobaan ini memunculkan kegembiraan luar biasa di
kalangan evolusionis, dan dikemukakan sebagai sebuah keberhasilan
besar. Lebih dari itu, dalam kegembiraan yang berlebihan, beragam
media cetak memuat judul utama seperti “Miller menciptakan
kehidupan.” Padahal, yang berhasil dibuat Miller hanyalah
sejumlah kecil molekul-molekul tak hidup. Namun sejak saat itu,
percobaan Miller terbukti keliru dalam banyak hal.
GUGURNYA PERCOBAAN MILLER
Ditujukan untuk membuktikan bahwa asam amino dapat
terbentuk dengan sendirinya dalam lingkungan menyerupai bumi purba,
Percobaan Miller malah mengandung ketidaksesuaian dalam sejumlah
hal:

Kini, Miller pun menerima bahwa percobaannya di tahun 1953 belum
mampu menjelaskan asal usul kehidupan. |
1- Dengan menggunakan mekanisme yang disebut “perangkap
dingin”, Miller memisahkan molekul-molekul asam amino dari
lingkungan, segera setelah terbentuk. Andai ia tidak melakukannya,
keadaan lingkungan tempat asam amino terbentuk akan segera merusak
molekul-molekul tersebut.
Tidak diragukan, mekanisme pemisahan sengaja seperti
ini tidaklah ada pada bumi purba. Padahal, tanpa mekanisme seperti
ini, sekalipun satu saja asam amino didapatkan, molekul tersebut
akan cepat menjadi rusak. Ahli kimia, Richard Bliss, mengungkapkan
ketidaksesuaian ini:
“Sebenarnya, tanpa perangkap ini,
zat-zat kimia yang dihasilkan akan dirusak oleh sumber energi.”
(Richard B. Bliss, Gary E. Parker, Duane T. Gish, Origin
of Life, C.L.P. Publications, 3rd ed., California, 1990, h. 14-15.)
Dan benar adanya, dalam percobaan-percobaan sebelumnya,
Miller tidak mampu membuat satu pun asam amino dari bahan-bahan
yang sama tanpa mekanisme perangkap dingin.
2- Atmosfer purba yang Miller coba tiru dalam percobaannya
tidaklah sesuai dengan kenyataan. Di tahun 1980-an, para ilmuwan
sepakat bahwa seharusnya gas nitrogen dan karbon dioksidalah
yang digunakan dalam lingkungan buatan itu dan bukan metana serta
amonia.
Lalu, kenapa Miller bersikukuh menggunakan gas-gas
ini? Jawabannya sederhana: tanpa amonia, mustahil membuat asam amino
apa pun. Kevin Mc Kean berbicara tentang hal ini dalam sebuah tulisan
di majalah Discover:
Miller dan Urey meniru atmosfer purbakala
di bumi dengan campuran metana dan amonia. …Namun, dalam
kajian-kajian terakhir, telah diketahui bahwa bumi sangatlah panas
kala itu, dan tersusun atas nikel dan besi leleh. Karenanya, atmosfer
kimiawi di masa itu sebagian besarnya haruslah tersusun atas nitrogen
(N2), karbon dioksida (CO2), dan uap air
(H2O). Tapi gas-gas ini tidaklah sepenting metana dan
amonia bagi pembentukan molekul-molekul organik (Kevin
Mc Kean, Bilim ve Teknik (Science and Technology), no. 189, h.
7.)
Ilmuwan Amerika, J. P. Ferris dan C. T. Chen mengulangi
percobaan Miller dengan menggunakan lingkungan atmosfer yang berisi
karbon dioksida, hidrogen, nitrogen, dan uap air; dan mereka tidak
mampu mendapatkan bahkan satu saja molekul asam amino. (J. P.
Ferris, C. T. Chen, "Photochemistry of Methane, Nitrogen, and
Water Mixture As a Model for the Atmosphere of the Primitive Earth,"
Journal of American Chemical Society, vol. 97:11, 1975, h. 2964.)
3- Satu hal penting lain yang menggugurkan percobaan
Miller adalah tersedianya cukup oksigen yang mampu merusak
seluruh asam amino di atmosfer ketika molekul ini diyakini
telah terbentuk. Kenyataan ini, yang diabaikan oleh Miller, diungkap
oleh sisa-sisa besi teroksidasi yang ditemukan di bebatuan yang
diperkirakan berusia 3,5 miliar tahun. ("New Evidence on
Evolution of Early Atmosphere and Life," Bulletin of the American
Meteorological Society, vol. 63, November 1982, h. 1328-1330.)
Terdapat sejumlah temuan yang menunjukkan bahwa kadar
oksigen di atmosfer kala itu jauh lebih tinggi daripada yang sebelumnya
dinyatakan para evolusionis. Berbagai penelitian juga menunjukkan,
jumlah radiasi ultraviolet yang kala itu mengenai bumi adalah 10.000
lebih tinggi daripada perkiraan para evolusionis. Radiasi kuat ini
dipastikan telah membebaskan oksigen dengan cara menguraikan uap
air dan karbon dioksida di atmosfer.
Keadaan ini sama sekali bertentangan dengan percobaan
Miller, di mana oksigen sama sekali diabaikan. Jika oksigen digunakan
dalam percobaannya, metana akan teruraikan menjadi karbon dioksida
dan air, dan amonia akan menjadi nitrogen dan air. Sebaliknya, di
lingkungan bebas oksigen, takkan ada pula lapisan ozon; sehingga
asam-asam amino akan segera rusak karena terkena sinar ultraviolet
yang paling kuat tanpa perlindungan dari lapisan ozon. Dengan kata
lain, dengan atau tanpa oksigen di bumi purba, hasilnya adalah lingkungan
mematikan yang bersifat merusak bagi asam amino.
4- Di akhir percobaan Miller, terbentuk pula banyak
asam organik yang bersifat merusak struktur dan fungsi makhluk hidup.
Jika saja asam-asam amino tidak dipisahkan, dan dibiarkan pada lingkungan
yang sama bersama zat-zat kimia ini, maka perusakan atau perubahan
asam-asam amino menjadi senyawa-senyawa lain melalui berbagai reaksi
kimia takkan terhindarkan.
Terlebih lagi, percobaan Miller juga menghasilkan asam-asam
amino dekstro. Dihasilkannya asam-asam amino jenis ini dengan sendirinya
menggugurkan teori tersebut, sebab asam amino dekstro tidak dapat
digunakan bagi pembentukan makhluk hidup. Kesimpulannya, lingkungan
yang menjadikan terbentuknya asam amino pada percobaan Miller tidaklah
sesuai untuk kehidupan. Pada kenyataannya, medium ini berwujud campuran
asam yang merusak dan mengoksidasi molekul-molekul berguna yang
dihasilkan.
Semua fakta ini menunjukkan pada satu kebenaran nyata: percobaan
Miller tidak dapat membuktikan bahwa makhluk hidup terbentuk dengan
sendirinya tanpa sengaja karena pengaruh lingkungan menyerupai bumi
purba. Keseluruhan percobaan itu tak lebih dari sekedar percobaan
laboratorium yang terkendali untuk membuat asam-asam amino. Kenyataannya,
dengan percobaannya, Miller menghancurkan pernyataan evolusi bahwa
“kehidupan terbentuk akibat peristiwa-peristiwa tak disengaja.”
Sebab, jika percobaan itu dianggap membuktikan sesuatu, maka itu
adalah bahwa asam amino hanya dapat terbentuk di lingkungan laboratorium
yang terkendali di mana semua kondisinya secara khusus dirancang
melalui campur tangan sengaja.
Kini, percobaan Miller sama sekali diabaikan oleh para ilmuwan
evolusionis sekalipun. Di jurnal ilmiah terkenal evolusionis, Earth,
pernyataan berikut muncul dalam sebuah tulisan berjudul “Life’s
Crucible”:
Ahli geologi sekarang beranggapan bahwa atmosfer purba utamanya
terdiri dari karbon dioksida dan nitrogen, gas-gas yang lebih sulit
bereaksi daripada yang digunakan dalam percobaan tahun 1953. Dan
bahkan seandainya atmosfer Miller pernah ada, bagaimana Anda mendapatkan
molekul-molekul sederhana seperti asam amino melalui perubahan-perubahan
kimiawi yang diperlukan yang akan mengubahnya menjadi senyawa-senyawa
yang lebih rumit, atau polimer, semacam protein? Miller
sendiri menyerah di seputar teka teki ini. “Ini adalah
masalah,” ia mendesah dengan gusar. “Bagaimana Anda
membuat polimer? Itu tidaklah mudah.” ("Life's Crucible,"
Earth, February 1998, h. 34.)
John Horgan, dalam bukunya The End of Science (Akhir dari Ilmu
Pengetahuan), menuturkan bahwa Stanley Miller memandang teori-teori
yang dikemukakan di kemudian hari tentang asal usul kehidupan sungguh
tidak berarti:
Nyatanya, hampir 40 tahun setelah percobaan aslinya,
Miller mengatakan kepada saya bahwa memecahkan teka teki tentang
asal usul kehidupan ternyata lebih sulit dari yang ia atau orang
lain pernah bayangkan…Miller tampak tak terkesan dengan
teori-teori terkini yang diajukan tentang asal usul kehidupan,
dan menganggapnya sebagai “omong kosong” atau “kimia
di atas kertas.” Ia begitu mengabaikan sejumlah hipotesis
sehingga, ketika saya tanya pendapatnya tentang hipotesis itu,
ia hanya menggelengkan kepala, mendesah dalam-dalam, dan tertawa
terkekeh-kekeh – seolah terliputi oleh kebodohan manusia…Miller
mengakui bahwa para ilmuwan mungkin tak pernah tahu dengan pasti
di mana dan kapan kehidupan berawal. (Horgan, John, The
End of Science, MA Addison-Wesley, 1996, h. 139.)
Inilah pengakuan Miller yang sesungguhnya. Anehnya, mengapa percobaan
Miller masih saja dimuat di buku-buku pelajaran dan dianggap sebagai
bukti penting asal usul kehidupan secara kimiawi? Ini sekali lagi
menunjukkan betapa evolusi bukanlah teori ilmiah, melainkan keyakinan
buta yang tetap dipertahankan meskipun bukti menunjukkan hal sebaliknya.
Alam Satwa
BERENANG DI KOLAM ASAM
Seperti halnya manusia, induk katak juga memiliki
perilaku merawat anak-anaknya. Begitu telaten mereka menjaga telur-telur
hingga menetas dan menjadi berudu. Bahkan, induk katak dari berbagai
jenis memiliki beragam cara yang unik untuk menjaga agar berudu-berudu
keturunan mereka tetap bertahan hidup.

Katak meninggalkan telur mereka yang telah dibuahi di tempat-tempat
lembab. Kemudian, telur menetaskan berudu yang mempunyai kepala
dan ekor besar. Pada saat itu, berudu menumbuhkan tangan-tangan
dan kaki dan bayi-bayi membentuk tubuh katak. Akhirnya, pertumbuhan
terhenti ketika ekor lenyap. |
Katak adalah makhluk yang diciptakan Allah untuk dapat
bertahan hidup di berbagai lingkungan. Mereka dapat hidup di setiap
benua, kecuali Antartika. Lingkungan hidupnya pun beragam. Ada yang
hidup di padang pasir, hutan, padang rumput, bahkan di Himalaya
dan Andes, yang ketinggiannya melebihi 16.500 kaki (5.000 meter).
Walau demikian, kebanyakan katak dapat ditemui di wilayah-wilayah
tropis.
Pada dasarnya katak berkembang biak dengan bertelur
dan pertumbuhan berudu. Setelah dikeluarkan oleh induk betinanya,
telur-telur itu menetas menjadi berudu, lalu lama kelamaan berudu
tumbuh menjadi katak. Dalam masa perkembangan antara menetasnya
telur hingga berkembangnya berudu menjadi katak, anak-anak katak
ini membutuhkan penjagaan induknya untuk dapat bertahan hidup.
Di Kostarika, ada katak jenis “Panah Beracun”
yang sangat sabar mengawasi dan menunggu telur-telur yang akan menetas.
Sang katak sampai rela menunggui calon anaknya itu selama 10 hingga
12 hari. Dengan usaha yang luar biasa, berudu yang baru lahir memanjat
dan menempel di punggung induknya dengan erat sehingga terlihat
menyatu. Kemudian sang induk memanjat sejenis pohon dan meletakkan
anaknya ke dalam bunga yang ada di pohon itu. Bunga itulah tempat
hidup baru untuk berudu. Induk katak memilihkannya karena bunga
tersebut berbentuk seperti piala, menganga dan berisi air. Cukup
aman untuk pertumbuhan berudu. Tahukah anda bahwa sang induk yang
begitu telaten merawat telur dan memindahkannya setelah menetas
adalah katak Panah Beracun jantan? Pada jenis lain, induk betina
atau kedua induklah yang melakukannya.
Karena tidak terdapat makanan di perairan tersebut,
sang induk sering menempatkan telur-telurnya yang belum dibuahi
di dalam bunga tersebut untuk katak-katak yang baru lahir tadi.
Berudu memakan telur-telur ini, yang kaya akan protein dan karbohidrat.
Ada lagi katak “Gladiator”. Untuk melindungi
keluarganya, katak-katak jantan mereka dilengkapi dengan jalu, semacam
jepitan di ibu jarinya, yang digunakan untuk menyobek kulit katak
jantan lain yang mengganggu.
Di Afrika, katak kecil Nectophyrne afra jantan
membuat “kolam” dari lumpur yang diisi air di pinggiran
danau atau pada sungai berarus lambat. Katak ini membuat lapisan
tipis di permukaan air agar telur-telur dapat menempel sendiri.
Dengan cara ini, telur dapat berada di permukaan air untuk menghirup
oksigen. Sayangnya, jika ada getaran kecil akibat gerakan katak
lain atau capung yang melewatinya, selaput ini mudah rusak dan menenggelamkan
telur ke dasar air sehingga akan membuat telur-telur mati karena
kekurangan oksigen. Karenanya induk katak berusaha melindungi anak-anaknya
dengan memukulkan kakinya ke air untuk menambah aliran oksigen melalui
selaput telur

Katak Rheobatrachus yang melahirkan dari mulutnya. |
Jenis lain, ada yang disebut katak “Kaca”
karena bentuknya yang bening. Katak Kaca tidak mengawasi telurnya.
Allah mengilhamkan cara lain kepada katak ini. Mereka meninggalkan
sekelompok telur di bebatuan dan tumbuhan pada danau tropis atau
sungai-sungai. Ketika telur tersebut menetas, berudu langsung jatuh
ke air.
Adalah katak Rheobatrachus silus, contoh dari
rancangan sempurna ciptaan Allah yang memiliki cara berkembang biak
yang luar biasa. Katak betina Rheobatrachus menelan telur-telurnya
setelah dibuahi, bukan untuk memakannya, melainkan untuk melindunginya.
Berudu yang menetas tetap berada dan tumbuh di dalam lambung selama
enam minggu pertama sejak menetas. Bagaimana mungkin mereka dapat
tetap berada di dalam perut induknya begitu lama tanpa tercerna?
Suatu sistem yang sempurna telah diciptakan untuk memungkinkan
mereka melakukan itu. Pertama, sang induk berpuasa selama enam minggu,
yang berarti lambung dikhususkan hanya untuk berudu. Meskipun demikian,
bahaya lainnya adalah pelepasan asam hidroklorat dan pepsin secara
teratur di dalam lambung. Zat-zat kimia tersebut tentu akan segera
membunuh anak-anak katak ini. Sekalipun begitu, hal ini tercegah
karena suatu alat yang sangat khusus. Cairan di dalam lambung induk
dinetralkan oleh zat seperti hormon prostaglandin E2, yang mula-mula
dikeluarkan oleh cangkang telur dan kemudian oleh berudu. Oleh sebab
itu, berudu tumbuh dengan sehat, meskipun mereka berenang di kolam
asam.
Bagaimana berudu makan di dalam lambung yang kosong?
Pemecahannya pun sudah dipikirkan pula. Telur jenis ini begitu besar
dibanding telur jenis lainnya, karena telur ini mengandung kuning
telur yang sangat kaya akan protein, yang cukup untuk memberi makan
berudu selama enam minggu. Waktu kelahiran pun dirancang sesempurna
mungkin pula. Kerongkongan katak betina membuka seperti halnya vagina
hewan menyusui selama melahirkan. Ketika katak muda muncul, baik
kerongkongan maupun lambung katak betina akan kembali normal dan
katak betina pun mulai makan kembali.
Mungkinkah semua hal di atas ada dalam kehidupan katak
karena peristiwa alamiah belaka? Mampukah katak memperoleh segala
kesempurnaan sistem perkembangbiakannya dengan sendirinya, atau
karena warisan nenek moyangnya, dan tanpa tampur sengaja kekuatan
lain di luar alam ini, sebagaimana pandangan teori evolusi? Jawabannya
adalah mustahil. Semua hal di atas adalah pertanda yang jelas bahwa
makhluk hidup telah diciptakan oleh Allah dan diarahkan dengan naluri
yang diilhamkan-Nya kepada mereka. Untuk itulah manusia diseru agar
meneliti dengan seksama ciptaan Allah di alam:
Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang
yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda
(kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini (QS. Al Jaatsiyah, 45:4)
Iptek Anak
KENAPA SIH MUNCUL UBAN?
Suatu hari yang cerah, teman kamu Dzikry mau mencukur
rambutnya yang mulai gondrong. Bersama kakek, Dzikry pergi ke barber
shop, tempat cukur rambut. Saat sedang dicukur, ia memperhatikan
helaian rambut hitamnya yang berjatuhan. Ddzikry menoleh ke arah
kakek yang menungguinya dan memperhatikan rambut kakek yang hampir
semuanya berwarna putih. Dalam benaknya muncul pertanyaan mengapa
warna rambut bisa berubah. Eh, apa teman-teman juga pernah bertanya-tanya,
kenapa sih muncul uban?
Pada umumnya seiring dengan bertambahnya usia seseorang, warna
rambutnya yang hitam pun mulai berubah menjadi putih, yang biasa
kita sebut “uban”. Kemunculan uban ternyata erat kaitannya
dengan pigmen (zat warna) rambut yang disebut dengan melanin.
Ada dua jenis melanin yaitu eumelanin yang berwarna
hitam atau coklat tua, dan pheomelanin yang berwarna kuning
kemerah-merahan. Dua zat warna ini dibuat oleh sejenis sel yang
disebut melanocyte yang terletak di pangkal rambut dan di
bagian dasar dari lapisan kulit terluar atau epidermis. Kata
para ahli, produksi pigmen rambut dikontrol oleh gen, yang
salah satunya bernama gen MC1R.
Jadi, sekarang teman-teman tahu kan, apa sebabnya rambut bisa berubah
warna dari hitam menjadi putih? Ya, benar, itu karena tak ada lagi
zat pewarna (melanin) pada rambut. Sementara jika warna rambut
belum putih benar (alias abu-abu) artinya masih ada melanin
pada rambut, tapi jumlanya sedikit. Selain faktor usia, banyak sedikitnya
kandungan melanin pada rambut juga bisa dipengaruhi oleh
faktor genetik. Pernah kan teman-teman melihat orang yang sudah
beruban, padahal usianya masih 20 tahunan? Dan sebaliknya ada orang
yang sudah berusia 60 tahunan tapi rambutnya masih hitam legam.
Lho kok, aneh ya? Nah, ternyata dalam kasus seperti itu, faktor
genetiklah yang lebih banyak berperan.
Lalu, bagaimana proses hilangnya pigmen dari rambut seseorang?
Sampai sekarang, para ahli masih belum punya jawaban yang benar-benar
pasti soal ini. Yang jelas, ketika rambut mulai berubah warna ke
arah abu-abu, melanocyte (sebagai pabriknya zat warna) masih
ada, tapi tidak aktif. Kemudian secara perlahan, jumlah melanocyte
semakin berkurang hingga akhirnya tak ada lagi melanin yang
diproduksi.
Teman-teman, tahukan kamu bahwa Allah menciptakan segala sesuatu
dengan sangat sempurna. Mari perhatikan tubuh kita, mulai dari ujung
rambut hingga ke ujung jari kaki, terdapat ribuan, bahkan jutaan
bagian-bagian kecil dan rumit yang membentuk tubuh kita. Ketiadaan
satu bagian saja dapat membuat tubuh kita mnejadi tidak sempurna
dan berfungsi dengan baik. Subhanallah ya, Mahasuci Allah, Sang
Mahasempurna.
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam
keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran,
penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur. (QS. An Nahl, 16:78)
Keruntuhan Teori Evolusi
YANG TERSEMBUNYI
DARI BUKU PELAJARAN
Sama sekali bertolak belakang dengan anggapan Darwin,
dalam catatan fosil, filum-filum utama tersebut muncul dalam keadaan
telah berbentuk lengkap dan sempurna di awal masa pembentukan lapisan
bumi yang disebut Kambrium. Di lapisan ini, tidak ditemukan pula
bukti yang menunjukkan filum-filum ini terbentuk sebagai keturunan
dari satu nenek moyang bersama. Kemunculan filum-filum utama hewan
secara serentak dan tiba-tiba ini dikenal sebagai “Ledakan
Kambrium”, atau “Life’s Big Bang”
(Ledakan Besar Kehidupan). Banyak ahli fosil menganggapnya sebagai
salah satu ciri paling nyata dari catatan fosil. Ledakan Kambrium
telah menjadi topik ulasan majalah terkenal seperti Scientific
American, bahkan di tahun 1995 terpampang di sampul depan majalah
Time. Sungguh mengherankan bahwa, ketika berbicara seputar
catatan fosil, buku-buku pelajaran biologi tidak menyebutkan sama
sekali atau tidak membahas fenomena Ledakan Kambrium ini secara
panjang lebar sebagai fakta yang malah menentang anggapan Darwin
dan pohon silsilah evolusinya.
ZAMAN KAMBRIUM
Darwin menjuluki teorinya “descent with modification”
(terbentuknya keturunan melalui perubahan), yang memperlihatkan
keyakinannya bahwa seluruh jenis makhluk hidup diturunkan dari satu
nenek moyang yang sama, yang hidup di masa lampau. Jika dugaan ini
benar, maka gambar pohon silsilah makhluk hidup sebagaimana tercantum
dalam buku Darwin The Origin of Species akan terbukti benar
seiring dengan semakin banyaknya penemuan fosil. Menurut pohon silsilah
ini, satu nenek moyang bersama dari seluruh makhluk hidup yang ada
sekarang ini, muncul terlebih dahulu di bagian paling bawah di pangkal
pohon silsilah itu; perbedaan-perbedaan kecil di antara individu-individu
sejenis pada akhirnya mengarah pada pembentukan spesies-spesies
yang berbeda. Akhirnya, perbedaan-perbedaan besar yang memisahkan
kelompok-kelompok modern makhluk hidup (yang dinamakan “filum”)
pun terbentuk. Filum-filum utama ini meliputi anelida (cacing tanah
dan lintah), moluska (kerang dan siput), artropoda (udang karang
dan serangga), ekinoderma (bintang laut) dan kordata (ikan dan mamalia).
Lapisan tertua bumi, tempat masih ditemukannya fosil makhluk hidup,
adalah lapisan Kambrium, yang diperkirakan berumur 500-530 juta
tahun. Di lapisan-lapisan lebih tua dari Kambrium, tidak terlihat
adanya fosil makhluk hidup apa pun kecuali sejumlah kecil organisme
bersel satu. Anehnya, di zaman Kambrium, banyak spesies beragam
muncul bersamaan secara tiba-tiba. Lebih dari tiga puluh spesies
hewan tak bertulang belakang seperti ubur-ubur, bintang laut, trilobita
dan bekicot muncul serentak secara tiba-tiba.

Teori evolusi menyatakan bahwa kelompok makhluk hidup yang
berbeda-beda (filum) terbentuk dan berkembang dari satu
nenek moyang bersama, dan berubah menjadi bentuk yang semakin
berbeda satu sama lain seiring berlalunya waktu. Gambar
paling atas menampilkan pernyataan ini, yang dapat digambarkan
menyerupai proses percabangan pohon. Namun, fakta catatan
fosil malah membuktikan kebalikannya. Sebagaimana diperlihatkan
gambar paling bawah, beragam kelompok makhluk hidup muncul
serentak dan tiba-tiba dengan ciri tubuh masing-masing yang
khas. Sekitar 100 filum mendadak muncul di zaman Kambrium.
Setelah itu, jumlah mereka menurun (karena punahnya sejumlah
filum) , dan bukannya meningkat. (www.arn.org)
|
Makhluk hidup ini memiliki sistem tubuh yang rumit seperti sistem
peredaran darah, dan juga organ-organ sangat kompleks. Misalnya,
mata trilobita tersusun atas ratusan sel-sel yang menyerupai sarang
lebah, masing-masing memiliki sistem dua lensa. Ini adalah keajaiban
perancangan. Ini adalah mata pertama yang ada di muka bumi, yang
dengan telak menggugurkan pernyataan penganut Darwinisme yang menyatakan
bahwa kehidupan berevolusi dari bentuk paling sederhana ke bentuk
lebih rumit dan sempurna.
Di samping itu, struktur mata trilobita yang menyerupai sarang
lebah masih ada sejak lima ratus tiga puluh juta tahun lalu hingga
kini tanpa perubahan sedikit pun. Serangga modern seperti lebah
dan capung memiliki struktur mata sama seperti trilobita.
Menurut teori evolusi, spesies berevolusi dari bentuk yang telah
ada sebelumnya. Namun, tidak dijumpai bentuk kehidupan kompleks
lain yang diketahui pernah ada sebelum trilobita dan spesies lain
dari zaman Kambrium. Spesies-spesies zaman Kambrium muncul bersamaan
secara tiba-tiba, tanpa nenek moyang.
Pendukung teori evolusi terkenal, ahli zoologi asal Inggris, Richard
Dawkins, mengemukakan pengakuannya tentang masalah ini:
Seolah-olah spesies zaman Kambrium ditempatkan di
sana begitu saja, tanpa sejarah evolusi. (Richard Dawkins,
The Blind Wat chmaker , London: W. W. Norton 1986, h. 229)
Keadaan ini menggugurkan teori evolusi dengan telak, sebab Darwin
telah menulis dalam bukunya The Origin of Species:
Jika beragam spesies, yang berasal dari genera atau
famili yang sama, benar-benar telah memulai kehidupan secara bersamaan,
maka fakta ini akan berakibat mematikan bagi teori asal usul dengan
perubahan perlahan melalui seleksi alam.(Charles Darwin,
The Origin of Species : A Facsimile of the First Edition , Harvard
University Press, 1964, h. 302)
Pukulan mematikan yang dikhawatirkan Darwin ini berasal dari zaman
Kambrium, yakni bagian paling awal dari catatan fosil.
ZAMAN SETELAH KAMBRIUM
Di semua lapisan fosil setelah zaman Kambrium, spesies makhluk
hidup selalu muncul secara tiba-tiba dengan struktur tubuh mereka
yang telah lengkap dan sempurna. Kelompok utama seperti ikan, ampibi,
reptil, burung dan mamalia serta ratusan ribu spesies berbeda yang
termasuk dalam beragam kelompok ini, semua muncul tiba-tiba dengan
struktur tubuh yang telah lengkap. Tidak dijumpai satu bentuk mata
rantai atau peralihan pun di antara kelompok-kelompok yang ada sebagaimana
perkiraan evolusionis.
Fakta ini jelas membuktikan bahwa seluruh jenis makhluk hidup sedari
awal memang telah diciptakan masing-masing secara terpisah oleh
Allah. Paleontolog evolusionis, Mark Czarnecki mengakui fakta ini
sebagai berikut:
Kendala utama dalam pembuktian teori ini terletak
pada catatan fosil... Catatan ini belum pernah memperlihatkan
jejak-jejak adanya spesies pertengahan sebagaimana perkiraan Darwin.
Sebaliknya, spesies muncul dan punah tiba-tiba secara bersamaan,
dan keanehan ini telah memperkukuh pendapat pendukung teori penciptaan
yang menyatakan bahwa tiap-tiap spesies diciptakan oleh Tuhan.
(Mark Czarnecki, "The Revival of the Creationist Crusade",
MacLean's, January 19, 1981, h. 56.)
Selain itu, tidak ada perbedaan antara fosil berusia ratusan juta
tahun lalu dengan keturunan modern mereka. Misalnya, ikan hiu berumur
empat ratus juta tahun dengan ikan hiu modern memiliki struktur
yang sama persis. Demikian pula, tidak ada perbedaan antara semut
berusia seratus juta tahun dengan semut modern, capung berumur seratus
tiga puluh lima juta tahun dengan capung modern, penyu berusia seratus
juta tahun dengan penyu modern, atau kelelawar berumur lima puluh
lima juta tahun dengan kelelawar modern.
Begitulah, semua makhluk hidup diciptakan oleh Allah masing-masing
secara terpisah, dan tidak mengalami evolusi apa pun setelah mereka
diciptakan.
Sejarah
ADA APA DENGAN PERANG DUNIA
(bagian kedua)
DEMI BELASAN KILOMETER
RATUSAN RIBU TEWAS
Perang parit menjadi strategi
utama Perang Dunia Pertama. Selama beberapa tahun berikutnya, bisa
dikatakan para serdadu hidup dalam parit-parit ini. Kehidupan di
sana benar-benar sulit. Para prajurit hidup dalam ancaman terus-menerus
dibom, dan mereka tak henti-hentinya menghadapi ketakutan dan ketegangan
yang luar biasa. Mayat mereka yang telah tewas terpaksa dibiarkan
di tempat-tempat ini, dan para serdadu harus tidur di samping mayat-mayat
tersebut. Bila turun hujan, parit-parit itu dibanjiri lumpur.
Lebih dari 20 juta serdadu yang bertempur
di Perang Dunia I mengalami keadaan yang mengerikan di dalam parit-parit
ini, dan sebagian besar meninggal di sana. Dalam beberapa minggu
setelah dimulai oleh serangan Jerman pada tahun 1914, garis barat
perang ini sebenarnya terpaku di jalan buntu. Para serdadu yang
bersembunyi di parit-parit ini terjebak dalam jarak yang hanya beberapa
ratus meter jauhnya satu sama lain. Setiap serangan yang dilancarkan
sebagai upaya mengakhiri kebuntuan ini malah menelan korban jiwa
yang lebih banyak.
Di awal tahun 1916, Jerman mengembangkan
rencana baru untuk mendobrak garis barat. Rencana mereka adalah
secara mendadak menyerang kota Verdun, yang dianggap sebagai kebanggaan
orang Prancis. Tujuan penyerangan ini bukanlah memenangkan perang,
melainkan menimbulkan kerugian yang besar di pihak tentara Prancis
sehingga melemahkan perlawanan mereka. Kepala staf Jerman Falkenhayn
memperkirakan bahwa setiap satu serdadu Jerman saja dapat membunuh
tiga orang serdadu Prancis.
Serangan dimulai pada tanggal 21 Febuari.
Para pemimpin Jerman memerintahkan serdadunya untuk “keluar
dari parit mereka,” namun tiap serdadu yang melakukannya justru
telah tewas atau sekarat dalam sekitar tiga menit. Meskipun penyerangan
berlangsung tanpa henti selama berbulan-bulan, Jerman gagal menduduki
Verdun. Secara keseluruhan, kedua pihak kehilangan sekitar satu
juta serdadu. Dan dengan pengorbanan itu, garis depan hanya berhasil
maju sekitar 12 kilometer. Satu juta orang mati demi selusin kilometer.
Inggris membalas serangan Jerman di
Verdun dengan Pertempuran Somme. Pabrik-pabrik di Inggris membuat
ratusan ribu selongsong meriam. Rencana Jendral Douglas Haig mendorong
Pasukan Inggris untuk menghujani dengan pengeboman terus-menerus
selama seminggu penuh, yang diikuti dengan serangan infanteri. Dia
yakin mereka akan maju sejauh 14 kilometer di hari pertama saja
dan kemudian menghancurkan semua garis pertahanan Jerman dalam satu
minggu.
Serangan dimulai pada tanggal 1 Juni.
Pasukan meriam Inggris menggempur pertahanan Jerman selama seminggu
tanpa henti. Di akhir minggu tersebut, para perwira Inggris memerintahkan
serdadunya memanjat keluar dari parit. Namun, selama pengeboman
tersebut para serdadu Jerman berlindung dengan rapat di kedalaman
parit persembunyian mereka sehingga tidak terlumpuhkan dan menggagalkan
rencana Inggris. Begitu serdadu Inggris bergerak melintasi garis
depan, serdadu Jerman muncul menyerang mereka dengan senapan mesinnya.
Sejumlah total 20.000 serdadu Inggris tewas dalam beberapa jam pertama
perang tersebut.
Di dalam kegelapan malam itu, daerah
di antara dua garis pertempuran penuh dengan puluhan ribu mayat
dan juga serdadu yang terluka, yang mencoba merangkak mundur. Pertempuran
Somme tidak berlangsung dua minggu seperti yang direncanakan Jendral
Haig, melainkan lima bulan. Bulan-bulan ini tidak lebih daripada
pembantaian. Para jendral bertubi-tubi mengirimkan gelombang demi
gelombang serdadu mereka menuju kematian yang telah pasti. Di akhir
pertempuran, kedua belah pihak secara keseluruhan telah kehilangan
900.000 prajuritnya. Dan untuk ini, garis depan bergeser hanya 11
kilometer. Para serdadu ini dikorbankan demi 11 kilometer saja.
Kedua belah pihak melakukan lebih banyak
serangan lagi selama Perang Dunia I, dan setiap serangan ini menjadi
pembantaian diri sendiri. Di kota Ipres di Belgia saja, berlangsung
tiga pertempuran. Setengah juta serdadu tewas di pertempuran ketiga
saja.
Setiap serangan berakibat sama: Ribuan
nyawa melayang hanya untuk maju beberapa kilometer. Peperangan yang
mengerikan ini, yang tidak punya alasan kuat, menelan nyawa orang
tak bersalah yang tak terhitung banyaknya. Banyak orang kehilangan
saudaranya atau harus meninggalkan rumahnya. Penyebab utama di balik
malapetaka masyarakat ini adalah ambisi politik dan kepentingan
kalangan dengan paham tertentu. Membuat kerusakan, yang disebabkan
oleh cita-cita duniawi orang yang mengingkari Allah, dilarang di
dalam Al Quran. Allah melarang manusia menyebabkan kerusakan di
muka bumi:
Dan janganlah kamu membuat kerusakan
di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya
dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan).
Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat
baik. (QS. Al A’raaf, 7:56)
(bersambung)
Dunia Mikroba
MENYERUPAI BALING-BALING
Ekor cambuk
Beberapa bakteri, yang merupakan kelompok makhluk hidup
bersel satu, menggunakan alat menyerupai cambuk yang disebut ekor
cambuk (flagel) untuk bergerak di lingkungan berair. Alat ini tertanam
pada selubung sel dan memungkinkan bakteri untuk bergerak ke arah
yang ditentukannya dengan kecepatan tertentu.
Para ilmuwan telah cukup lama mengetahui keberadaan
ekor cambuk ini. Walaupun demikian, perincian tentang bentuknya,
yang baru muncul sekitar sepuluh tahun terakhir ini telah menjadi
kejutan besar bagi mereka. Telah ditemukan bahwa ekor cambuk bergerak
dengan menggunakan “motor hidup” yang sangat rumit dan
bukannya dengan gerak getaran sederhana sebagaimana diyakini sebelumnya.

STRUKTUR RUMIT EKOR CAMBUK (FLAGEL) BAKTERI
Pada makhluk hidup yang dianggap paling sederhana oleh para
penganut evolusi, terdapat rancangan luar biasa. Ekor cambuk
bakter ini adalah salah satu contohnya. Bakteri bergerak di
lingkungan berair dengan cara menggerakkan organ yang ada
pada membran sel mereka, mirip gerakan cambuk. Tatkala susunan
dan cara kerja organ ini diketemukan, masyarakat ilmiah gempar
setelah tahu bahwa ekor cambuk ini ternyata adalah sebuah
motor (mesin penggerak) listrik yang sangat rumit. Motor listrik
ini tersusun atas sekitar 50 bagian, dan merupakan keajaiban
penciptaan.
|
Mesin yang menyerupai baling-baling ini dibuat dengan
prinsip yang sama dengan motor listrik. Ada dua bagian utama padanya:
satu bagian bergerak (“rotor”) dan satu bagian diam
(“stator”).
Ekor cambuk bakteri berbeda dengan sistem kehidupan
lainnya yang menghasilkan gerak mekanik. Sel ini tidak memanfaatkan
energi yang tersedia yang tersimpan di dalam molekul ATP. Sebaliknya,
sel tersebut memiliki sumber tenaga khusus: bakteri menggunakan
energi dari aliran ion yang menembus selaput sel terluarnya. Bentuk
bagian dalam motor ini sangat rumit. Sekitar 240 protein yang berbeda
bekerja membangun ekor cambuk. Setiap protein ditempatkan dengan
kecermatan tinggi. Para ilmuwan telah menetapkan bahwa protein-protein
tersebut membawa sinyal yang menghidupkan atau mematikan motor,
membentuk suatu persendian yang mendukung pergerakan yang bentuknya
sangat kecil, dan mendorong protein lainnya yang menghubungkan ekor
cambuk dengan selaput sel. Model-model yang dibuat untuk menyimpulkan
kerja sistem tersebut sudah cukup untuk menggambarkan kerumitan
sistem ini.
Seandainya satu molekul tunggal dalam bentuk yang amat
rumit ini lenyap, atau rusak, ekor cambuk itu tidak akan bekerja
dan tak akan bisa digunakan oleh bakteri. Ekor cambuk haruslah telah
ada dalam keadaan lengkap sejak awal tanpa kekurangan sedikit pun
pada bagian-bagian penyusunnya. Mesin penggerak ini mestilah bekerja
sempurna dari waktu pertama keberadaannya. Dengan kata lain, perangkat
gerak ini mustahil terbentuk perlahan-lahan, sedikit demi sedikit
secara evolusi.
Mesin berbahan bakar gula
Sperma adalah sel yang bertugas membawa informasi genetis
laki-laki ke sel telur dalam tubuh ibu. Jika diperbesar, sperma
terlihat persis menyerupai mesin yang dirancang khusus untuk mengangkut
muatan ini. Terdapat mesin bertenaga sangat kuat di bagian tengah
sperma. Bagian belakang mesin tersebut terhubungkan dengan ekor
sperma. Daya yang dihasilkan mesin ini memutar ekor bagaikan baling-baling
sehingga memungkinkan sperma meluncur dengan cepat, sebagaimana
ekor cambuk bakteri.

Sel sperma, juga menggunakan ekor cambuk (flagel) untuk bergerak. |
Karena terdapat mesin di bagian tengahnya, maka sperma
pastilah perlu bahan bakar yang memungkinkannya bergerak. Hal ini
telah diperhitungkan, dan bahan bakar terbaik itu adalah gula fruktosa
berbentuk cairan yang melingkupi sperma.
Dengan perancangan sempurna ini, sperma mampu bergerak
cepat dan langsung mengarah ke sel telur ibu. Ketika ukuran panjang
sperma dan jarak perjalan yang ia tempuh tersebut kita cermati,
akan kita ketahui bahwa sperma layaknya sebuah mesin berkecepatan
tinggi. Inilah wujud sempurna sperma yang memungkinkan Anda ada
di dunia ini, dan membaca tulisan ini.
Kesimpulan
Ekor cambuk pada bakteri, yang terdapat pula pada sperma,
merupakan bukti nyata bahwa bahkan pada makhluk yang dianggap “terbelakang”
atau pada sel sekecil sperma, terdapat rancangan yang luar biasa.
Dengan semakin mendalamnya umat manusia mengetahui perinciannya,
semakin nyata pulalah bahwa makhluk yang oleh ilmuwan abad ke-19
dianggap sebagai yang tersederhana seperti bakteri, sebenarnya sama
rumitnya dengan makhluk lain. Dengan kata lain, kesempurnaan penciptaan
semakin jelas dengan semakin diketahuinya rincian segala sesuatu
di alam ini.
Tafakur
AL ‘AFUW, MAHA PEMAAF
Manusia adalah makhluk yang memiliki kelemahan. Di
antaranya adalah mudah tergelincir untuk berbuat salah. Kapan pun
dan di mana pun, manusia dapat berpikir salah tentang banyak hal,
mengambil keputusan yang keliru dan berperilaku secara tidak benar.
Namun Allah, yang menciptakan manusia, mengetahui segala
kelemahan dan kekurangan hamba-Nya. Karenanya, Allah juga memaafkan
kesalahan yang diperbuat manusia. Jika Dia tidak "memaafkan",
maka tak seorang pun yang akan benar-benar terbebas dari dosa selama
hidupnya di dunia. Jika ini yang terjadi, maka tak satu pun manusia
yang akan mampu masuk surga.
Tapi kita tidak boleh lupa bahwa Allah memaafkan hamba-Nya
yang ikhlas. Yang penting adalah hendaknya seseorang dengan jujur
dan tulus menyerahkan diri kepada Allah, seraya menyadari penuh
kelemahan dirinya sendiri. Allah mengampuni dosa-dosa mereka yang
sadar dan mengakui segala kesalahannya, serta kembali kepada-Nya
dengan ikhlas. Allah menyatakan hal ini dalam Al Qur’an:
Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat
bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan,
yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah
yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha
Bijaksana. (QS. An Nisaa’, 4:17)
Allah membuka lebar-lebar pintu maaf-Nya, dan senantiasa
menganjurkan kepada seluruh manusia agar segera menuju kepada luasnya
ampunan Allah dan surga-Nya. Allah menyeru dalam Al Qur’an:
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu
dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan
untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan
(hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang
yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai
orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang
apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri,
mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka
dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah?
Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka
mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka
dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka
kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang
beramal. (QS. Ali ‘Imran, 3:133-136)
|