Editorial
Cerminan dari Pencipta...
Salah satu pernyataan terpenting dari teori evolusi
adalah bahwa “perjuangan atau pertikaian untuk mempertahankan
hidup” merupakan pendorong utama terjadinya perkembangan makhluk
hidup di alam. Menurut Darwin, di alam terjadi perkelahian tanpa
mengenal belas kasih demi mempertahankan kelangsungan hidup, dan
ini adalah sebuah pertikaian yang abadi. Yang kuat selalu mengalahkan
yang lemah, dan ini mendorong terjadinya perkembangan. Judul tambahan
buku karya Darwin The Origin of Species merangkum pandangan ini:
“The Origin of Species by Means of Natural Selection or
the Preservation of Favoured Races in the Struggle for Life”
(“Asal Usul Spesies melalui Seleksi Alam atau Pelestarian
Ras-Ras Pilihan dalam Perjuangan untuk Mempertahankan Hidup.”)
Yang mengilhami Darwin tentang gagasan ini adalah buku karya ekonom
Inggris, Thomas Malthus: An Essay on the Principle of Population.
Buku ini memperkirakan masa depan yang cukup suram bagi umat manusia.
Menurut perhitungan Malthus, jika dibiarkan, populasi manusia akan
meningkat dengan sangat cepat. Jumlahnya akan berlipat dua setiap
25 tahun. Namun, persediaan makanan tidak akan bertambah pada laju
yang sama. Dalam keadaan ini, manusia menghadapi bahaya kelaparan
yang tiada henti. Yang mampu menekan jumlah populasi ini adalah
bencana seperti perang, kelaparan, dan penyakit. Singkatnya, agar
sebagian orang tetap bertahan hidup, maka sebagian yang lain perlu
mati. Kelangsungan hidup berarti “perang tanpa henti”.
Menurut Darwin buku Malthuslah yang menjadikannya berpikir tentang
perjuangan demi mempertahankan hidup:
Dalam bulan Oktober 1838, yakni 15 bulan setelah
saya memulai pengkajian sistematis saya, saya kebetulan membaca
buku Malthus tentang kependudukan sekedar untuk hiburan, dan setelah
sebelumnya memahami bahwa perjuangan untuk mempertahankan hidup
yang rerjadi di mana-mana, berdasarkan pengamatan berulang-ulang
terhadap kebiasaan pada binatang dan tumbuhan, saya seketika tersadarkan
bahwa keadaan ini mendorong variasi menguntungkan untuk cenderung
lestari dan yang tidak menguntungkan akan musnah. Hasilnya adalah
pembentukan spesies baru. Di sinilah saya pada akhirnya menemukan
sebuah teori yang dapat saya pakai. (Anton Pannekoek,
Marxism and Darwinism, Translated by Nathan Weiser, Chicago, Charles
H. Kerr &Company, 1912, http://csf.colorado.edu/psn/ marx/Other/Pannekoek/Archive/1912-Darwin/)
Akan tetapi sekitar 150 tahun sejak pernyataan ini, teori evolusi
malah semakin terbukti kekeliruannya, sebagaimana salahnya pendapat
Malthus. Spesies ternyata tidak dapat berevolusi menjadi spesies
lain, sebagaimana dibuktikan oleh catatan fosil maupun oleh berbagai
cabang ilmu pengetahuan modern. Seiring dengan hal tersebut, makhluk
hidup ternyata tidaklah saling bertikai satu sama lain secara abadi
tanpa belas kasih untuk mempertahankan kelangsungan hidup mereka
sebagaimana pernyataan teori evolusi Darwin yang menolak peran penciptaan.
Alam kehidupan dipenuhi oleh sifat kasih sayang, cinta kasih dan
pengorbanan diri terhadap sesamanya. Dan inilah yang menjamin kelestarian
spesies-spesies makhluk hidup. Semua ini adalah cerminan dari Pencipta
mereka yang telah mengilhamkan dalam diri setiap makhluk hidup ciptaan-Nya
rasa cinta kasih, saling bekerja sama dan rela berkorban di antara
sesama mereka.
Surat
Pembaca
Letter 1
CARA MENGIRIM ARTIKEL
Salam jumpa,
Nama saya ASQARINI, saya senang sekali bisa menghubungi pihak redaksi.
Alham-dulillah saat ini sudah ada buletin science populer, INSIGHT,
keberadaannya sudah saya tunggu dari dulu. Mudah-mudahan buletin
ini dapat menginspirasikan pihak-pihak lain untuk terus mengupas
rahasia alam berdasarkan Al Quran.
Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan : Bagaimana caranya mengirimkan
artikel, sekaligus menjadi penulis lepas untuk buletin ini? dan
di mana saya bisa mendapatkan buletin insight?
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas jawaban yang diberikan.
ASQA (asqarini@yahoo.com)
Redaksi: Kami ucapkan terima kasih atas tanggapan
positifnya. Anda dapat mengirimkan tulisan Anda melalui email atau
pos ke alamat redaksi. Sedangkan untuk mendapatkan buletin INSIGHT,
silakan menghubungi agen terdekat di kota Anda sebagaimana tercantum
di sampul belakang buletin ini; atau langsung melalui agen pemasaran
pusat di alamat kami.
Letter 2
USULAN MATERI
Assalamu alaikum.
Saya sudah baca Insight sejak edisi no.2, wah... saya akui memang
isinya te..ope... banget. Saya ada usul gimana kalau materinya tidak
hanya seputar ilmu alam saja, tapi juga membahas tentang kemajuan
teknologi sekarang, biar komplit gitu.
Terus kalau bisa ada TTS mengenai materi yang telah atau akan diterbitkan
di Insight biar ilmunya saya lengket gitu. Saya rasa itu aja semoga
bermanfaat, semoga Insight makin sukses.
Wassalam.
Redaksi: Wassalaamu’alaikum, Terima
kasih atas masukannya yang berharga. Sejumlah masukan Anda insya
Allah menjadi pertimbangan serius redaksi.
Letter 3
BAHAS ILMUWAN MUSLIM
Assalamu’alaikum...
Kakak Redaksi, saya punya beberapa usulan untuk INSIGHT. Bagaimana
kalau INSIGHT menceritakan ilmuwan yang beragama Islam, membahas
kehidupan remaja, ilmu pengetahuan sosial seperti anthropologi dan
sosiologi. Selain itu, karikaturnya ditambah, dan untuk cover, dibuat
lomba membuat cover. Sekian dulu dan terima kasih. Sekian dulu dan
terima kasih.
Yunita Lidya Istiqomah
Jl Telaga Sari 3 No 17 Balikpapan 76111
Redaksi: Wassalaamu’alaikum. Terima
kasih atas usulan Anda. Khusus mengenai pembahasan kehidupan remaja,
mungkin perlu kami sampaikan bahwa INSIGHT adalah buletin ilmu pengetahuan
populer. Jadi bila Yunita memiliki artikel ilmu pengetahuan populer,
silakan dikirim ke alamat redaksi lewat email ataupun surat.
Dari Kami
Situs INSIGHT
Assalamu’alaikum wr. wb.
Pembaca budiman, beberapa waktu lalu kami menerima masukan dari
salah seorang pembaca yang mengusulkan dibuatnya situs internet
buletin Insight kesayangan Anda ini. Alhamdulillah, dengan bantuan
Allah dan segala keterbatasan kami, akhirnya keinginan pembaca telah
berhasil kami wujudkan. Namun, situs internet buletin Insight yang
beralamat di http://www.insight-magazine.com/indo
ini masih belum menampilkan keseluruhan edisi buletin Insight yang
telah kami terbitkan. Semoga kami akan dapat melengkapi tampilan
dan isi situs tersebut dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi.
Tentunya, kami sangat mengharapkan masukan-masukan dari Anda semua
agar apa yang kami tampilkan di media internet tersebut semakin
baik.
Menjelang bulan Ramadhan yang sebentar lagi akan menjemput kita,
kami atas nama staf redaksi, produksi dan pemasaran buletin Insight
hendak menghaturkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1524
hijriyah. Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang akan mendapatkan
sebanyak-banyaknya manfaat di bulan suci yang penuh berkah ini.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Redaksi
Bahasan Utama - 1
MELINDUNGI YANG TUA dan MUDA
Dalam kawanan banteng, bayi banteng yang baru lahir
tidak hanya dirawat oleh induknya sendiri. Bayi-bayi ini ternyata
juga dipelihara dan diperhatikan oleh seluruh anggota kawanannya.
Saat melindungi anak-anak banteng, mereka terkadang harus menghadapi
berbagai bahaya, termasuk terancam diterkam oleh singa.
Saat sekelompok singa mendekat, seluruh anggota kawanan
menyuarakan tanda bahaya. Para anggota kelompok banteng membentuk
lingkaran pertahanan mengelilingi anak-anak banteng yang masih muda
dan lemah. Mereka menggunakan tubuh mereka sendiri sebagai perisai
untuk melindungi anak-anak banteng dari terkaman singa. Meski hanya
ada beberapa anak banteng dalam kawanan ini, seluruh anggota kawanan
mempertaruhkan nyawa untuk melindunginya, dan bukan sekedar menjadi
tugas induknya semata.
Para anggota kawanan banteng sebenarnya dapat saja
berpikir untuk lari dan menyelamatkan diri sendiri tanpa mempedulikan
yang lain. Dengan begitu, singa akan lebih memilih untuk menerkam
anak banteng yang tertinggal, daripada banteng dewasa yang bertanduk
tajam. Jika ini yang terjadi di alam, seperti dinyatakan teori evolusi
Darwin, maka yang lemah akan tersingkirkan sedangkan si kuat yang
mengutamakan keselamatan diri sendiri akan terus bertahan hidup.
Tapi ternyata ini bukanlah yang terjadi dalam kawanan
banteng. Banteng tidak meninggalkan anak-anak mereka yang tak berdaya
di saat terancam bahaya. Mereka bahkan melindungi dan berbuat demi
keselamatan banteng muda. Sifat pengorbanan diri yang ditanamkan
Allah mendorong mereka untuk melindungi anak-anaknya, walau harus
mengorbankan nyawa sendiri.
Kawanan banteng tidak hanya melindungi anak-anak mereka,
namun juga banteng tua. Suatu ketika di Afrika, terdapat sekelompok
singa yang telah berhasil menyergap banteng tua yang terpisah dari
kawanannya. Kematian seolah tampak tak terelakkan lagi bagi banteng
tua yang kurang beruntung ini. Namun setelah beberapa saat, peristiwa
ajaib terjadi. Teriakan minta tolong banteng tua yang sedang menjerit
dan menjadi korban terkaman singa terdengar oleh kawanan banteng
di kejauhan. Kawanan banteng lain ini segera menuju tempat kejadian
dan mengarah ke singa-singa yang mengerumuni banteng tua yang sedang
terkapar. Sembari mengancam, banteng-banteng yang gagah berani itu
lalu mendekati singa demi menyelamatkan rekannya. Para singa pun
menjadi gentar, lalu meninggalkan banteng tua yang masih rebah,
dan pergi agak menjauh.

|
PENGORBANAN DIRI PADA
HEWAN
Teori evolusi Darwin melaluj proses seleksi alam bersandar pada
anggapan bahwa seluruh makhluk hidup melakukan perjuangan sengit
untuk mempertahankan kelangsungan hidup mereka. Pengamatan ternyata
menunjukkan masyarakat hewan memperlihatkan beragam contoh mengagumkan
tentang perilaku pengorbanan diri dan tolong-menolong. Lembu
liar dewasa yang berbaris melingkar untuk melindungi keturuan
muda mereka hanyalah satu dari sekian banyak contoh pengorbanan
diri di alam. |
Banteng berkumpul di dekat rekan tuanya yang terluka
dan berusaha membangunkannya. Menit demi menit pun berlalu, namun
segalanya tampak sia-sia bagi banteng yang telah terkulai lemas
itu. Para singa masih menunggu di sekeliling, dan siap menyergap.
Setelah yakin banteng tua telah mati, beberapa banteng yang tersisa
mulai pergi menjauh dan bersiap meninggalkannya.
Namun tanpa diduga, peristiwa ajaib lain terjadi. Banteng
terluka itu berteriak lagi, seolah meminta agar ia tidak ditinggalkan
sendiri. Kawanan banteng segera berdatangan lagi. Sekelompok banteng
kembali mengusir singa-singa yang berusaha mendekat ke banteng tua.
Dengan usaha keras yang terakhir, si banteng tua pun akhirnya berhasil
berdiri dan pergi hilang dari pandangan setelah membaur dengan para
penyelamatnya.
Teori evolusi menganggap makhluk hidup sebagai wujud
bengis yang mementingkan diri sendiri, yang muncul dengan sendirinya
secara evolusi akibat dorongan kekuatan alam semata dan tanpa sengaja
diciptakan. Teori ini tak mampu menjelaskan fenomena kasih sayang
dan perilaku saling menolong ini. Ini karena Allah-lah yang menciptakan
makhluk hidup. Dan Allah-lah yang memberi mereka perasaan kasih
sayang, pengorbanan diri, dan rasa saling berbagi yang tak pernah
dapat dijelaskan oleh teori evolusi.
Bahasan Utama - 2
EMPAT BULAN TANPA MAKAN
Kutub selatan adalah daerah terdingin di dunia. Di
wilayah ini, m usim dingin berlangsung selama enam bulan. Mempunyai
anak dalam kondisi sesulit ini pastilah memerlukan pengorbanan yang
tak terkira dari induknya. Namun, di tempat ini hiduplah sang induk
yang paling sayang dan setia di dunia: penguin.
Saat musim berkembang biak tiba, para penguin pergi
berbondong-bondong menuju ke sebuah tempat pertemuan besar. Perjalanan
ini dapat memakan waktu berminggu-minggu. Mereka mengarungi jarak
lebih dari 100 kilometer. Terkadang mereka berenang dan di lain
waktu meluncur dengan perut mereka di atas permukaan es. Mereka
menuju tempat yang sama dengan cara yang mengagumkan. Di akhir perjalanan,
secara menakjubkan mereka bertemu dengan ribuan penguin lain di
satu tempat tertentu.
Ada satu tujuan penting di balik pertemuan ini. Tempat
di mana mereka semua bertemu ini adalah tempat untuk melahirkan
anak-anak mereka. Perjalanan melelahkan ini hanyalah awal dari pengorbanan
dan kesulitan yang dihadapi penguin demi anak-anak mereka. Kesulitan
yang sebenarnya dimulai setelah sang betina bertelur. Ini disebabkan
musim dingin akan segera tiba. Suhu musim dingin dapat turun hingga
-50 °C. Selain itu, angin berkecepatan 100 km per jam menerbangkan
es dan salju.
Para penguin betina kembali ke laut setelah bertelur,
dan menyerahkan telur mereka untuk dierami penguin jantan. Sang
jantan yang setia mengambil alih tugas merawat telur-telur tersebut.
Penguin jantan membawa telur di atas kakinya dan melindunginya dari
es. Bulunya yang tebal melindungi telur dari hawa dingin. Selain
itu, jika jatuh di atas permukaan es, telur seketika akan membeku.
Oleh karenanya, penguin jantan selalu sangat berhati-hati membawa
dan menghangatkan telur.
Pengorbanan yang mereka lakukan dalam menjaga telur
tersebut sungguh di luar pemahaman manusia. Mereka terus berdiri
sepanjang waktu, tak pernah meletakkan telurnya barang sesaat pun.
Karena harus menjaga telur sepanjang waktu, para penguin jantan
tidak berkesempatan berburu. Mereka melakukannya tanpa makan selama
empat bulan, sehingga berat badan mereka pun dapat turun hingga
setengah dari semula. Terkadang jarak terdekat sumber makanan mereka
adalah sejauh beberapa hari perjalanan.
Para penguin saling berkerumun dan merapatkan tubuh
mereka satu sama lain untuk berlindung dari angin yang dingin membekukan.
Selama empat bulan musim dingin tersebut, yang mereka lakukan hanyalah
bersabar, menahan lapar dan dingin.
Di akhir masa sulit itu, musim semi pun tiba kembali.
Telur-telur telah menetas, dan anak-anak penguin membuka mata mereka
pada dunia. Karena lapisan lemak yang akan melindungi mereka dari
dingin belum terbentuk, anak-anak penguin masih tetap berada di
kaki ayahnya agar terhindar dari dingin, sembari mendapatkan kehangatan
dari tubuh sang induk.
Makanan pertama anak penguin berasal dari susu dari
tembolok ayahnya. Meskipun penguin jantan tidak makan apa pun selama
empat bulan, ia melakukan pengorbanan lain dengan menyimpan makanan
di temboloknya bagi anaknya. Di saat itulah sang betina kembali
ke daratan dari laut, setelah selama empat bulan berburu dan menyimpan
makanan di perutnya untuk anak-anaknya yang baru menetas.
Segera setelah sang betina datang, sang jantan yang
telah menahan lapar selama empat bulan bergegas ke laut untuk mulai
berburu. Segera setelah sang jantan makan, mereka kembali ke sarang
dan melanjutkan memberi makan anak-anaknya bersama betinanya. Tak
berapa lama kemudian, penguin muda tumbuh besar, dan mencapai ukuran
yang memungkinkan mereka dapat pergi dengan ayah mereka yang setia.
Demikianlah, penguin jantan tidak makan selama empat
bulan demi anak-anaknya. Ia berdiri di atas kakinya selama itu,
tak pernah meninggalkan telurnya barang sesaat pun. Ini adalah pengorbanan
yang luar biasa, yang dilakukan oleh binatang.
Di antara manusia, ada contoh orang yang benar-benar
tidak berhati nurani, yang menelantarkan anak-anak mereka ketika
dalam kesulitan. Banyak anak-anak yang terpaksa menjadi gelandangan
di jalanan. Tetapi penguin tak pernah menelantarkan anak-anaknya,
sekalipun kondisinya amat buruk.
Mereka yang mendukung teori evolusi dan menolak penciptaan
menyatakan bahwa binatang hanya berpikir tentang dirinya sendiri.
Karenanya, mereka tidak dapat menjelaskan bagaimana penguin rela
menahan lapar selama 4 bulan dan bertahan dari dingin. Lalu siapakah
yang mengilhamkan pengorbanan diri semacam itu pada makhluk ini?
Sekali lagi, hanya ada satu jawaban atas pertanyaan tersebut. Allahlah
yang menciptakan penguin. Allah jugalah yang mengilhamkan pengorbanan
luar biasa yang mereka lakukan.
Bahasan Utama - 3
PASUKAN BERANI MATI
Rayap merupakan makhluk kecil menyerupai semut
yang hidup dalam kelompok (koloni) yang ramai. Mereka membangun
sarang menakjubkan yang menjulang tinggi di atas permukaan tanah,
sehingga merupakan sebuah keajaiban tersendiri dalam gaya bangunannya.
Yang lebih mengejutkan lagi adalah bahwa para pembuat bangunan tinggi
megah itu adalah rayap pekerja yang benar-benar buta. .
Bentuk bangunan sarang rayap menunjukkan sistem
yang rumitnya luar biasa. Ada satuan-satuan prajurit khusus dalam
kelompok rayap yang bertanggung jawab dalam hal pertahanan. Rayap
prajurit juga dilengkapi dengan persenjataan berat yang menakjubkan.
Jika beberapa rayap bertugas sebagai prajurit perang, yang lain
menjadi rayap patroli, sedang lainnya lagi menjadi pasukan khusus
berani mati. Dari penjagaan ratu yang mengerami telur hingga pembangunan
terowongan dan dinding-dinding atau memanen jamur yang mereka semaikan,
setiap tugas di dalam sarang rayap tergantung pada ketangguhan prajurit
dalam bertahan.
Kehidupan bermasyarakat
Kelangsungan hidup kelompok tergantung pada keberadaan
raja dan ratu rayap yang melakukan tugas perkembangbiakan. Ratu
rayap membesar sejak pembuahan pertama. Panjangnya dapat mencapai
3,5 inci (9 sentimeter), dan terlihat layaknya sebuah mesin perkembangbiakan.
Ia tidak dapat bergerak dengan mudah. Karena ia tidak dapat melakukan
apa pun kecuali bertelur, ada petugas khusus yang hanya bertugas
merawatnya dengan memberi makan dan membersihkannya. Ia bertelur
sebanyak tiga puluh ribu telur per hari, yang berarti hampir sepuluh
juta telur sepanjang hidupnya.
Karena mandul, rayap pekerja bertugas mengurus
rumah tangga kelompok. Jangka waktu kehidupannya mulai dari dua
hingga empat tahun. Kelompok tertentu membangun dan menjaga sarang
rayap. Sisanya mengawasi telur, rayap yang baru menetas, dan sang
ratu.
Seluruh anggota kelompok tinggal bersama dalam
masyarakat yang teratur. Anggota masyarakat ini berkomunikasi melalui
indera seperti penciuman dan perasa, tempat sinyal kimiawi saling
bertukar. Makhluk yang tuli, bisu dan buta ini bekerja dan saling
bekerja sama dalam melakukan tugas-tugas yang rumit seperti membangun
sarang, berburu, menguntit buruan, memberi peringatan, dan manuver
pertahanan, dengan menggunakan sinyal-sinyal kimiawi.
Musuh terbesar rayap adalah kelompok semut dan
hewan pemakan semut. Ketika suatu kelompok rayap mendapat serangan
dari pemangsa itu, suatu senjata bunuh diri khusus dilancarkan.
Rayap-rayap Afrika adalah prajurit tangguh yang dilengkapi dengan
gigi setajam silet. Mereka menyayat tubuh penyerang hingga terpotong-potong.
Satu-satunya penghubung antara sarang rayap dengan
dunia luar adalah lorong-lorong seukuran tubuh seekor rayap. Untuk
melalui lorong ini setiap rayap di terowongan ini memerlukan “izin.”
Rayap prajurit “penjaga” yang berada di pintu dapat
dengan mudah mengenali jika penyusup ternyata adalah anggota kelompok
dari penciuman mereka. Kepala seekor rayap juga bisa berguna sebagai
penyumbat terowongan ini, yang ukurannya tepat sama. Jika ada serangan,
rayap benar-benar menggunakan kepalanya untuk menutup lubang dengan
masuk dari belakang dan terjebak di pintu-pintu masuk.

Seekor rayap mempertahankan koloninya bahkan dengan mempertaruhkan
nyawanya sendiri. Dalam gambar terlihat seekor rayap menyemprotkan
cairan lengket ke arah semut yang menyerang. |

Ratu rayap tak bergerak sama sekali ketika tubuhnya mencapai
sepanjang 3,5 inci (9 cm). Karenanya, terdapat sekelompok
rayap khusus yang bertanggung jawab untuk memberi makan, membersihkan
dan menjaga keamanannya. |

Rayap mulai membangun sarang mereka di permukaan tanah. Begitu
anggota kelompoknya bertambah banyak, pada saat itu sarang
rayap pun membesar pula. Tingginya dapat mencapai 13-16 kaki
(4-5 meter). |

Rayap melancarkan peperangan yang sangat teratur melawan musuh
terbesar mereka, yakni semut dan binatang pemakan semut. Mereka
begitu gigih dalam bertahan sehingga bahkan rayap pekerja
yang buta pun rela maju menghadapi penyerang demi membantu
rayap prajurit mengatasi musuh. Di atas, gambar memperlihatkan
para pekerja rela membantu rayap prajurit dengan kepalanya
yang berukuran besar. |
|
Rayap prajurit berpatroli di depan sarang
rayap. Rayap jenis ini menyemprotkan cairan tertentu yang
lengket dan berbahaya, yang merupakan sejenis senjata kimia.
|
Berani mati
Cara lain untuk mempertahankan diri yang sering
digunakan rayap adalah dengan suka rela mengorbankan kehidupan mereka
untuk mengamankan koloni dan mencelakai musuh. Beberapa jenis rayap
melakukan serangan bunuh diri ini dengan beragam cara, contohnya,
suatu jenis tertentu yang hidup di hutan hujan di Malaysia, cukup
menarik dalam hal ini. Rayap-rayap tersebut seperti “bom berjalan”
karena bentuk tubuh dan perilakunya. Suatu kantung khusus di tubuhnya
mengandung senyawa kimiawi yang menyebabkan musuhnya lumpuh. Jika
diserang, ketika dijebak dengan kasar oleh seekor semut atau penyusup
lain, rayap mengecilkan otot lambungnya dan mengeluarkan jaringan
getah benting, yang menjerakan sang pemangsa dengan cairan kuning
kental. Rayap pekerja di Afrika dan Amerika Selatan juga menggunakan
cara yang serupa. Ini benar-benar serangan bunuh diri karena alat
bagian dalam makhluk ini akan rusak parah karenanya dan makhluk
ini mati segera setelahnya.
Jika terjadi serangan yang dahsyat, maka rayap
pekerja akan ikut bertempur untuk membantu para prajurit.
Kerjasama dalam kelopok rayap dan pengorbanan diri
seperti itu menggugurkan pernyataan paling mendasar dari Darwinisme
bahwa “setiap makhluk hidup untuk kepentingan pribadinya semata.”
Bahkan, contoh-contoh di atas menunjukkan bahwa makhluk ini diatur
dengan cara yang mengagumkan. Misalnya, mengapa seekor rayap ingin
menjadi penjaga? Jika ia memiliki pilihan, mengapa ia memilih tugas
yang terberat yang mengorbankan dirinya? Jika saja ternyata ia dapat
memilih, ia akan memilih tugas yang termudah dan paling kecil tingkat
kesulitan dan bahayanya. Meskipun kita menganggap bahwa ia memutuskan
untuk mengorbankan dirinya demi pertahanan, mustahil baginya mewariskan
perilaku ini kepada keturunan selanjutnya melalui gen mereka. Kita
mengetahui bahwa rayap pekerja mandul dan tidak mampu menghasilkan
keturunan penerus apa pun.
Hanya Yang Menciptakan rayaplah yang telah merancang kehidupan koloni
sesempurna itu dan telah menganugerahkan kepada kelompok rayap di
dalamnya tanggung jawab yang berbeda-beda. Rayap penjaga pun dengan
sungguh-sungguh menyelesaikan tugas yang telah Allah ilhamkan kepada
mereka.
Bahasan Utama - 4
Kelembutan di Balik Keganasan
Di sungai Nil, hiduplah buaya Nil. Buaya adalah salah
satu binatang paling buas di dunia. Namun tahukah Anda, buaya ternyata
juga merupakan induk yang paling penyayang di muka bumi.
Buaya betina mengubur telur-telurnya di dalam pasir
yang terhampar di sepanjang tepian sungai. Ketika saat menetas tiba,
sang induk betina dengan sangat hati-hati menggali pasir yang menimbun
telur-telurnya. Ia begitu hati-hati melakukannya agar tidak sampai
merusak telurnya. Telur-telur akan segera menetas segera setelah
pasir di atasnya dipindahkan, dan bayi-bayi buaya yang mungil pun
segera bermunculan.
Pada saat ini, hal sangat mengejutkan pun terjadi.
Sang induk membuka rahangnya yang besar dan bergigi tajam, dan memasukkan
bayi-bayinya ke dalam mulutnya. Ilmuwan pertama yang menyaksikan
hal ini mengira bahwa sang induk buaya sedang memakan anak-anaknya.
Namun apa yang sesungguhnya terjadi sangat berbeda.
Tempat paling aman di darat bagi bayi-bayi tersebut
adalah mulut induknya. Dengan perlahan dan sangat hati-hati, sang
induk memasukkan bayi-bayinya satu persatu ke dalam mulutnya. Bayi-bayi
yang baru menetas ini benar-benar meminta untuk dimasukkan ke dalam
mulut induknya. Sang induk juga memasukkan telur yang belum menetas
ke dalam mulutnya. Mulut sang induk lalu menekan secukupnya untuk
meretakkan telur tersebut, sehingga memudahkan sang bayi keluar
dari cangkang telur.

Meski tubuhnya besar dan tampak liar, induk betina buaya memberikan
kasih sayang dan perhatian sangat besar terhadap anak-anaknya.
Ia menyediakan kantung khusus di dalam mulutnya sebagai tempat
berlindung yang aman bagi bayi-bayinya yang masih lemah. |

Saat baru saja menetas, bayi buaya sangatlah lemah sehingga
memerlukan kasih sayang dan perhatian besar dari sang induk. |
Gigi-gigi yang runcing dan tajam pada buaya mampu mengoyak
banteng atau rusa. Cengkeraman yang dihasilkan gigi buaya di saat
menggigit mangsanya sungguh amat kuat. Namun ia bersikap begitu
lembut dan hati-hati ketika memasukkan anak-anaknya ke dalam rahang
sehingga gigi-gigi tersebut tidak sampai membahayakan mereka.
Sekali mulutnya telah dipenuhi bayi-bayi buaya, sang
induk pun kembali turun menuju ke sungai. Ia menuju tepian yang
dangkal dan aman yang telah ia pilih. Ia kemudian dengan sangat
hati-hati membuka mulutnya dan menggoyang-goyangkan kepalanya. Dengan
perlahan, ia menurunkan bayi-bayi dan telur yang belum menetas ke
dalam air. Dengan segera, sungai pun dipenuhi oleh buaya-buaya mungil.
Begitulah, di saat telur-telurnya menetas, binatang
sebuas dan seganas buaya berubah menjadi induk yang penuh kasih
sayang dan perhatian terhadap bayi-bayinya. Bayi-bayi buaya berada
dalam perlindungan induknya di sepanjang waktu.
Demikianlah, jika kita perhatikan dan teliti dengan
seksama fakta-fakta yang ada di alam, akan kita saksikan bahwa alam
kehidupan tidak hanya berisi pertarungan dan perselisihan di antara
para satwa. Kebanyakan makhluk hidup tidak bertingkah laku kejam
dan mementingkan diri sendiri. Sebaliknya, banyak makhluk hidup
yang menunjukkan kesetiaan tinggi di antara sesama mereka. Mereka
menghadapi banyak kesulitan besar untuk membesarkan anak-anak mereka.
Mereka menerima segala macam bahaya agar dapat melindungi anak-anaknya,
walau terkadang harus mengorbankan nyawanya sendiri.
Ini karena makhluk hidup tidaklah muncul menjadi ada
karena peristiwa alamiah belaka, sebagaimana yang dinyatakan teori
evolusi yang menolak peran penciptaan sengaja. Allah telah menciptakan
semua makhluk hidup di bumi, dan mengilhami mereka perasaan cinta,
kasih sayang dan pengorbanan yang takkan pernah dapat dijelaskan
dengan penjelasan evolusi.
Dunia Atom
ATOM BERUKURAN BUAH ANGGUR
KEKUATAN TERSEMBUNYI DI DALAM ATOM
Udara, air, pegunungan, hewan, tumbuhan, tubuh kita, kursi tempat
Anda duduk, pendeknya, segala sesuatu, dari benda yang paling kecil
sampai yang paling besar yang Anda lihat, sentuh, dan rasakan, terbuat
dari atom. Tangan Anda maupun buku yang Anda pegang ini terbuat
dari atom. Atom adalah partikel yang sedemikian kecilnya sehingga
mustahil kita bisa melihat salah satu saja dari atom walaupun sudah
menggunakan mikroskop yang paling kuat. Garis tengah sebuah atom
tunggal adalah satu per sejuta milimeter.
Seseorang tidak mungkin melihat ukuran yang luar biasa kecil ini.
Karenanya, marilah kita mencoba memahaminya dengan menggunakan contoh.
Anggaplah Anda sedang memegang kunci di tangan Anda. Tidak diragukan
lagi, Anda tidak mungkin melihat atom penyusun kunci ini. Agar dapat
melihat atom tersebut, mari kita anggap ukuran kunci ini sama dengan
ukuran bumi. Saat kunci menjadi sebesar bumi, maka setiap atom di
dalam kunci adalah seukuran buah anggur, jadi barulah kita dapat
melihatnya.
Lalu, apa yang berada dalam struktur yang sangat kecil ini? Walaupun
berukuran kecil, di dalam atom terdapat sistem rumit yang istimewa
dan sempurna. Setiap atom terdiri dari sebuah inti di pusat dan
elektron yang mengitari inti pada jalur lintasan (orbit) yang sangat
jauh. Inti atom terletak di pusat atom, dan mengandung proton dan
netron dalam jumlah tertentu, tergantung dari sifat atau ciri atom.
 |
Elektron-elektron bergerak mengikuti
lintasan (orbit) yang sangat rumit di dalam atom. Meskipun di
dalam ruangan atom yang super-kecil ini berlangsung pergerakan
elektron yang jauh lebih padat dari lalu lintas kendaraan di
sebuah kota, tabrakan di antara partikel-partikel penyusun atom
tak pernah terjadi. |
Jari-jari inti atom adalah sekitar sepersepuluh ribu jari-jari
atom. Sekarang, mari kita selidiki inti atom yang berukuran sebesar
buah anggur ini di saat kita memperbesar kunci menjadi seukuran
bola bumi ini sebagaimana telah disebutkan tadi. Namun penyelidikan
ini sia-sia karena pada ukuran ini pun jelas tidak mungkin kita
mengamati inti atom, karena ukurannya masih luar biasa kecilnya.
Agar kita dapat melihat inti atom, buah anggur yang melambangkan
atom harus diperbesar sekali lagi sehingga menjadi bola raksasa
yang bergaris tengah 200 meter (656 kaki). Walaupun ukuran bola
sudah sangat luar biasa, inti atom tidak akan lebih besar daripada
sebutir debu.
Namun, cukup menakjubkan bahwa, walaupun volume inti atom hanya
sekitar sepersepuluh miliar volume atom, massanya mencapai 99,5%
massa atom. Tetapi bagaimana ini bisa terjadi? Alasannya adalah
massa jenis (kerapatan) atom, yang menyusun massanya, terpusat pada
inti atom. Ini dapat terjadi karena adanya gaya yang disebut gaya
inti yang kuat. Dengan adanya gaya ini, inti atom tetap bersatu
tanpa terpencar.
Hal-hal yang sudah kita uraikan sejauh ini hanyalah sekelumit perincian
tentang sistem sempurna yang terdapat di dalam sebuah atom. Sebenarnya,
sebuah atom berisi struktur yang amat luas yang dapat ditulis dalam
berjilid-jilid buku. Namun, sedikit perincian yang kita sebutkan
di sini saja sudah cukup bagi kita untuk melihat penciptaan atom
yang menakjubkan dan kenyataan bahwa Allah adalah pencipta semua
ini.
KESEIMBANGAN DI DALAM INTI ATOM
Kita perlu meninjau lebih jauh ke perincian tentang struktur sempurna
yang berada di dalam sebuah atom. Seperti yang Anda ketahui, elektron
terus berputar mengelilingi inti atom karena muatan listriknya.
Semua elektron bermuatan negatif (-) dan semua netron bermuatan
positif (+). Muatan positif (+) dari inti atom menarik elektron
kepadanya. Karena alasan ini, elektron tidak meninggalkan inti,
meskipun ada gaya sentrifugal (yang menarik elektron menjauhi inti)
yang terjadi akibat kecepatan elektron.
Atom memiliki elektron di bagian luarnya dan proton dalam jumlah
sama di bagian pusatnya. Maka, muatan listrik atom berada dalam
keadaan seimbang. Namun, baik volume maupun massa proton lebih besar
daripada elektron. Jika kita membandingkannya, perbedaan di antara
kedua partikel ini adalah seperti perbedaan antara manusia dengan
sebutir kacang kenari. Walaupun demikian, muatan listrik total keduanya
tetap sama besar. Apa yang akan terjadi jika muatan listrik proton
dan elektron tidak sama besar?
Dalam hal ini, semua atom di alam semesta, karena ada kelebihan
muatan listrik positif (+) di dalam proton, akan menjadi bermuatan
positif (+). Sebagai akibatnya, semua atom akan saling bertolakan
satu sama lain. Apa yang akan terjadi jika situasi seperti ini berlangsung?
Apa yang akan terjadi jika semua atom di alam semesta saling bertolakan?
Hal yang akan terjadi adalah sangat tidak lazim. Begitu terjadi
perubahan seperti itu di dalam atom, tangan Anda yang saat ini sedang
memegang buku, begitu pula lengan Anda, akan hancur berantakan.
Tidak hanya tangan dan lengan, tetapi juga tubuh, kaki, kepala,
gigi Anda, singkatnya setiap bagian tubuh Anda akan terpisah-pisah
saat itu juga. Ruangan yang Anda tempati, pemandangan di luar yang
terlihat dari jendela juga akan berantakan. Semua laut di bumi,
gunung-gunung, semua planet di dalam tata surya dan semua benda-benda
langit di jagat raya akan musnah, hancur secara serempak. Tidak
ada satu benda pun yang akan tersisa.
Peristiwa seperti ini dapat terjadi jika keseimbangan antara muatan
listrik elektron dan proton berbeda sekecil satu per 100 miliar.
Perusakan seluruh alam semesta akan terjadi bila ada penyimpangan
satu per 100 miliar dari keseimbangan ini. Dengan kata lain, keberadaan
dunia dan semua makhluk hidupnya hanya mungkin terjadi dengan adanya
keseimbangan yang teramat sangat halus dan teliti ini. (Untuk informasi
lebih lanjut, lihatlah The Creation of the Universe oleh Harun Yahya,
Al-Attique Publications, 2001)
Kebenaran yang diungkapkan dalam keseimbangan ini adalah alam semesta
tidak terjadi secara tidak sengaja tetapi sebenarnya direncanakan
untuk alasan yang jelas. Satu-satunya kekuatan Yang telah menciptakan
alam semesta dari ketiadaan, dan kemudian merancang dan menyusun
alam semesta ini seperti yang diinginkan-Nya, jelas adalah Allah,
Tuhan seluruh alam. Dialah yang telah menjadikan penciptaan seluruh
alam ini dalam keadaan seimbang dan sempurna, seperti yang dinyatakan
di dalam Al Qur’an: “Apakah kamu yang lebih
sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membinanya, Dia
meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya” (QS.
An Naazi’aat, 79: 27-28)
Iptek Anak
Mendung Pertanda Hujan
Saat musim hujan tiba, mama dan papa pasti khawatir
jika kita pergi ke luar rumah tanpa membawa payung. Karenanya, kita
terbiasa menengadahkan kepala ke atas, memandang langit untuk menebak
apakah sebentar lagi akan turun hujan atau tidak dengan melihat
warna awan. Jika awan berwarna abu-abu atau kehitaman, tandanya
tak lama lagi akan turun hujan. Semakin pekat dan gelap warna awan,
hujannya bakal semakin deras.
Teman-teman, pernahkah kamu bertanya mengapa awan berwarna abu-abu
atau kehitaman jika akan turun hujan? Bukankah awan (yang mengandung
air) seharusnya berwarna bening?
Menurut Richard Brill, asisten profesor di Honolulu Comminity
College, Hawaii, untuk mengetahui jawabannya, ada beberapa
hal yang perlu dipahami. Awan mendung sebetulnya tersusun atas butiran-butiran
kecil air dan kristal es bila suhu udara cukup dingin. Nah, pada
awan yang tipis, kebanyakan sinar matahari yang menerpanya akan
diteruskan, sehingga akan tampak berwarna keputihan jika dilihat
dari permukaan bumi. Namun pada awan yang pekat dan tebal, akan
sedikit sinar matahari yang mampu menembusnya. Semakin tebal awan
tersebut, sinar yang diteruskan semakin sedikit. Akibatnya, awan
yang tebal akan tampak berwarna gelap di permukaan bawahnya, namun
masih menghamburkan semua cahaya. Kita melihatnya berwarna abu-abu.
Awan mendung, menurut Douglas Wesley, pakar meteorologi dari the
Cooperative Program for Operational Metereology, Education and Training
(COMET) memang mengandung berton-ton air. Air ini siap tertumpah
ke bumi. Lalu mengapa awan yang mengandung berton-ton air itu tidak
jatuh ya?
Inilah uniknya, teman-teman. Ternyata, meskipun jumlahnya banyak,
ukuran butiran air dan es yang membentuk awan hitam sangatlah kecil.
Karenanya, butiran-butiran yang sangat ringan ini tidak jatuh, melainkan
melayang-layang di udara. Secara sederhana, kamu bisa membayangkan
butiran debu. Ketika sinar matahari memasuki rumah melalui lubang
atap yang bocor, kamu bisa melihat dengan jelas butiran debu yang
melayang-layang di udara, seperti itulah butiran air dan es di awan.
Teman-teman, begitulah sedikit cerita tentang awan mendung. Selama
ini mungkin kita terbiasa melihatnya sebagai hal yang sederhana
saja dan tak pernah berpikir jauh tentang warna awan. Padahal Pencipta
alam semesta beserta segala isinya adalah Allah, Pencipta Mahasempurna.
Segala sesuatu yang diciptakan Allah pastilah senantiasa menarik
untuk kita cermati lebih lanjut sehingga akan membuat kita kagum
akan kebesaran-Nya. Tidak heran jika Allah menyuruh kita untuk memikirkan
dan meneliti ciptaan Allah yang satu ini dalam ayat berikut:
Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan,
kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya
bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya…
(QS. An Nuur, 24:43)
Keruntuhan Teori Evolusi
MATA RANTAI
YANG MEMANG TAK PERNAH ADA
Di abad ke-20, teori evolusi telah terbantahkan
tidak hanya oleh ilmu biologi molekuler, tapi juga oleh paleontologi,
yakni ilmu tentang fosil. Tidak ada sisa fosil yang mendukung evolusi
yang pernah ditemukan dalam penggalian yang dilakukan di seluruh
penjuru dunia.
Fosil adalah sisa jasad makhluk hidup yang pernah hidup di masa
lampau. Bentuk dan susunan kerangka makhluk hidup, yang tubuhnya
segera terlindungi dari sentuhan udara, dapat terawetkan secara
utuh. Sisa kerangka ini memberi kita keterangan tentang sejarah
kehidupan di bumi. Jadi, catatan fosil lah yang memberikan jawaban
ilmiah terhadap pertanyaan seputar asal usul makhluk hidup.
PENDAPAT DARWIN
Teori evolusi menyatakan bahwa semua makhluk hidup yang beraneka
ragam berasal dari satu nenek moyang yang sama. Menurut teori ini,
kemunculan makhluk hidup yang begitu beragam terjadi melalui variasi-variasi
kecil dan bertahap dalam rentang waktu yang sangat lama. Teori ini
menyatakan bahwa awalnya makhluk hidup bersel satu terbentuk. Selama
ratusan juta tahun kemudian, makhluk bersel satu ini berubah menjadi
ikan dan hewan invertebrata (tak bertulang belakang) yang hidup
di laut. Ikan-ikan ini kemudian diduga muncul ke daratan dan berubah
menjadi reptil. Dongeng ini pun terus berlanjut, dan seterusnya
sampai pada pernyataan bahwa burung dan mamalia berevolusi dari
reptil.
Seandainya pendapat ini benar, mestinya terdapat sejumlah besar
“spesies peralihan” (juga disebut sebagai spesies antara,
atau spesies mata rantai) yang menghubungkan satu spesies dengan
spesies yang lain yang menjadi nenek moyangnya. Misalnya, jika reptil
benar-benar telah berevolusi menjadi burung, maka makhluk separuh-burung
separuh-reptil dengan jumlah berlimpah mestinya pernah hidup di
masa lalu. Di samping itu, makhluk peralihan ini mestinya memiliki
organ dengan bentuk yang belum sempurna atau tidak lengkap. Darwin
menamakan makhluk dugaan ini sebagai “bentuk-bentuk peralihan
antara”.
Di saat mengemukakan teori ini, ia tidak dapat menunjukkan bukti-bukti
fosil bentuk peralihan ini. Dengan kata lain, Darwin sekedar menyampaikan
dugaan yang tanpa disertai bukti. Ia sadar bahwa agar teorinya terbukti
benar, sisa peninggalan fosil bentuk peralihan haruslah dapat ditemukan
dalam catatan fosil. Dalam The Origin of Species ia menulis:
Jika teori saya benar, maka beragam bentuk peralihan
yang tidak terhitung jumlahnya, yang menghubungkan dengan sangat
dekat semua spesies dari kelompok yang sama, sudah sepatutnya
ada... Karenanya, bukti keberadaan awal mereka dapat ditemukan
hanya di antara sisa-sisa peninggalan fosil. (Charles
Darwin, The Origin of Species: A Facsimile of the First Edition,
Harvard University Press, 1964, hal. 179.)
Namun, Darwin sadar bahwa catatan fosil tidak berisi bentuk-bentuk
peralihan yang diduga ada ini. Inilah mengapa ia menyediakan satu
bab khusus untuk membahas hal ini dalam bukunya dan memunculkan
pertanyaan membingungkan ini:
Jika spesies memang berasal dari spesies lain melalui
perubahan sedikit demi sedikit bertahap, mengapa kita tidak melihat
bentuk-bentuk peralihan dalam jumlah tak terhitung di mana pun...
Karena teori ini mengharuskan adanya bentuk-bentuk peralihan dalam
jumlah tak terhitung, mengapa kita tidak menemukan mereka terkubur
dalam jumlah tak terhitung dalam kerak bumi? (Charles
Darwin, The Origin of Species by Means of Natural Selection, The
Modern Library, New York, hal. 124-125.)
Darwin berpendapat bahwa bentuk-bentuk peralihan ini akan ditemukan
seandainya catatan fosil dikaji lebih teliti. Para evolusionis yang
meyakininya lalu meneliti lapisan-lapisan geologis di seluruh dunia
selama 140 tahun dan mencari fosil-fosil mata rantai yang hilang
ini.
Segala usaha ini berakhir dengan kekecewaan mendalam. Bentuk peralihan
atau mata rantai yang diramalkan Darwin ada ini, masih saja berupa
khayalan kosong belaka. Pakar ilmu fosil asal Inggris, Derek Ager,
mengakui fakta ini meskipun ia sendiri seorang evolusionis:
Jika kita mengamati catatan fosil dengan teliti,
apakah pada tingkat ordo atau spesies, maka yang selalu kita dapatkan
bukanlah evolusi bertahap, tapi ledakan tiba-tiba satu kelompok
makhluk hidup disertai kepunahan kelompok yang lain.
(Derek A. Ager, "The Nature of the Fossil Record", P
roceedings of the British Geologica l Associat ion , Vol 87, 1976,
hal. 133.)
Singkatnya, keberadaan makhluk hidup bentuk peralihan atau matai
rantai di masa lalu ini tak pernah didukung oleh bukti fosil. Fosil-fosil
mata rantai yang seharusnya ada dalam jumlah melimpah, dan lebih
banyak dari fosil bentuk-bentuk spesies yang sempurna, ternyata
tidak satu pun ditemukan. Dengan kata lain bentuk-bentuk peralihan
ini memang tidak pernah ada, kecuali dalam khayalan para evolusionis.
Ini berarti pula seluruh spesies makhluk hidup tidak berevolusi,
melainkan telah diciptakan secara terpisah, dan dalam bentuknya
yang telah lengkap dan sempurna. Pakar biologi evolusionis, Douglas
Futuyma:
Berbagai organisme muncul di bumi dalam bentuk yang
telah lengkap atau tidak lengkap. Jika tidak, mereka haruslah
terbentuk dari spesies yang telah hidup sebelumnya melalui sejumlah
proses modifikasi. Jika mereka muncul dalam keadaan yang sepenuhnya
lengkap, maka mereka sudah pasti diciptakan oleh suatu kecerdasan
mahaagung. (Douglas J. Futuyma, Science on Trial, New
York: Pantheon Books, 1983. hal. 197).
Sejarah
ADA APA DENGAN PERANG DUNIA?
(bagian pertama)
Abad ke-20 adalah babak paling berdarah
di sepanjang sejarah dunia. Selama masa ini, untuk pertama kalinya
umat manusia diperkenalkan pada gagasan “perang dunia.”
Secara keseluruhan, Perang Dunia pertama dan kedua telah menelan
korban 65 juta jiwa. Sekitar separuh dari korban ini adalah warga
sipil yang tidak ada hubungannya dengan kedua perang ini. Anak-anak,
wanita, dan orang tua yang tak berdaya sama-sama dibantai secara
kejam. Sehingga, kita mungkin bertanya, bagaimana dunia bisa berada
di tengah-tengah kegilaan yang begitu meluas seperti itu? Bagaimana
bisa manusia begitu mudahnya mengorbankan bangsanya sendiri maupun
bangsa lain? Pemikiran apakah di balik kekejaman ini?
Di Balik Tirai Peperangan
Perang telah ada hampir sejak awal keberadaan umat manusia itu
sendiri. Kebutuhan ekonomi dan politik yang saling bersaing telah
menggiring manusia untuk mengangkat senjata melawan satu sama lain.
Senjata dan tentara telah berkembang berdampingan, sehingga perang
telah tumbuh semakin dahsyat dan merusak. Namun, sampai abad ke-20,
perang masih berbentuk “perang garis depan”, di mana
para serdadu dari kedua belah pihak bertemu di kedua sisi medan
perang dan pertempuran hanya berlangsung di sekitar medan ini. Dalam
bentrokan ini, hanya serdadu sajalah yang terbunuh.
Tetapi di abad ke-20, sejenis perang baru telah lahir, perang yang
sasarannya tidak hanya para serdadu, namun juga rakyat banyak. Akibat
perang seperti itu dirasakan tidak hanya di beberapa negara saja,
namun cenderung telah menyeret seluruh dunia ke dalam mulut menganga
yang mengerikan.
Sepanjang sejarah, perang telah menimbulkan korban dan penderitaan
yang hebat pada masyarakat. Sejumlah nabi yang diutus kepada manusia
sebagai utusan Allah telah memperingatkan mereka akan malapetaka
dan kekisruhan ini:
Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan,
saudara mereka Syu'aib, maka ia berkata, “Hai kaumku, sembahlah
olehmu Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran
di muka bumi berbuat kerusakan.” (QS Al Ankabut, 29:36)
Melalui suara nabi mereka, bangsa Israel berjanji kepada Allah
untuk tidak menumpahkan darah:
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari
kamu (yaitu): kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang),
dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung
halamanmu, kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu
mempersaksikannya. (QS Al Baqarah, 2:84)
Perang Dunia Pertama
Di Eropa abad ke-19, penjajahan tersebar luas. Kekuatan bangsa Eropa
seperti Inggris dan Prancis telah membangun kekuasaan penjajahan
di keempat penjuru dunia. Jerman, yang telah membangun kesatuan
politiknya lebih lama daripada negara-negara lain, bekerja keras
untuk menjadi pelopor dalam perlombaan ini.
Pada awal abad ke-20, hubungan yang didasarkan pada kepentingan
telah membagi Eropa menjadi dua kutub yang berlawanan. Inggris,
Prancis, dan Rusia berada di satu pihak, dan Jerman beserta Kekaisaran
Austria-Hungaria yang diperintah oleh keluarga Hapsburg asal Jerman
berada di pihak lainnya. Ketegangan antara kedua kelompok ini semakin
hari semakin meningkat, hingga akhirnya suatu pembunuhan pada tahun
1914 menjadi pemicu perang.
Pangeran Franz Ferdinand, pewaris tahta Kekaisaran Austria-Hungaria,
dibunuh oleh kaum nasionalis Serbia yang berusaha menekan pengaruh
kekaisaran tersebut di daerah Balkan. Dalam kurun waktu yang amat
singkat, hasutan setelah peristiwa ini menyeret seluruh benua Eropa
ke dalam kancah peperangan. Pertama, Austria-Hungaria menyatakan
perang kepada Serbia. Rusia, sekutu abadi bangsa Serbia kemudian
menyatakan perang terhadap Austria-Hungaria. Lalu satu demi satu,
Jerman, Inggris, dan Prancis, memasuki peperangan. Sumbu sudah dinyalakan.
Bahkan sebelum perang dimulai, Dewan Jenderal Jerman telah membuat
rencana dan memutuskan untuk menguasai Prancis melalui serangan
mendadak. Untuk mencapai tujuan ini, orang-orang Jerman memasuki
Belgia dan kemudian melintasi perbatasan memasuki Prancis. Menanggapi
dengan cepat, pasukan Prancis menghentikan pasukan Jerman di tepi
Sungai Marne dan memulai suatu serangan balik. Walaupun kedua pasukan
menderita kerugian parah, tidak ada kemajuan di garis depan pertempuran.
Baik serdadu Prancis maupun Jerman bersembunyi di parit untuk melindungi
diri. Akibat serangkaian serangan yang berlarut-larut hingga beberapa
bulan, sekitar 400.000 serdadu Prancis terbunuh. Korban meninggal
dari serdadu Jerman mencapai 350.000. (bersambung)
Astronomy
SABUK ANTI JILATAN API
Seluruh bagian bumi, dari massanya hingga kemiringan
poros rotasinya terhadap matahari, dari susunan atmosfernya hingga
komposisi pembentuk udara yang melingkupinya, ditetapkan dengan
sangat cermat agar sesuai untuk kehidupan.
Inti bumi berisi unsur-unsur berat bersifat magnet seperti besi
dan nikel. Namun, yang lebih penting lagi adalah bahwa inti ini
tersusun atas dua lapisan yang berbeda. Inti bagian dalam berwujud
padat, sedang inti bagian luar berwujud cair. Lapisan luar yang
cair tersebut mengapung dan bergerak di atas lapisan terdalamnya,
sehingga memunculkan pengaruh magnetis pada logam-logam berat yang
menyusun bumi, yang pada akhirnya membentuk suatu medan magnet.
Selain menjadikan kita mampu menentukan arah dengan kompas, medan
magnet ini juga dimanfaatkan burung migrasi untuk menentukan arah
tujuannya.
Lebih jauh lagi, medan magnet tersebut membentang hingga jauh di
atas atmosfer dan membentuk sebuah perisai yang melindungi Bumi
dari bahaya yang mungkin datang dari angkasa luar. Perpanjangan
zona magnet yang mencapai lapisan luar atmosfer ini diberi nama
Sabuk Van-Allen. Besarnya energi listrik yang diperlukan untuk menjaga
keberadaan medan magnet seperti ini hampir mencapai satu miliar
ampere. Ini setara dengan jumlah energi listrik yang pernah dibangkitkan
umat manusia sepanjang sejarah.

Energi yang dipancarkan oleh sebuah letusan pada Matahari
(kiri) sungguh amat dahsyat sehingga sulit dibayangkan akal
manusia: Letusan tunggal pada matahari setara dengan ledakan
100 miliar bom atom yang pernah dijatuhkan di Hiroshima.
Bumi (tengah) terlindungi dari pengaruh merusak akibat pancaran
energi ini oleh lapisan medan magnet yang disebut Sabuk
Van-Allen yang melingkupinya (kanan).
|
Kebanyakan dari sinar-sinar mematikan yang berasal dari angkasa
luar, dan meteor yang melintas di angkasa tidak mampu menembus perisai
yang melingkupi bumi ini. Selain panas, sinar, dan radiasi, matahari
menyemburkan ke arah bumi badai yang terdiri atas proton dan elektron
yang bergerak dengan kecepatan sekitar 1,5 kilometer per detik.
“Badai matahari” ini merupakan salah satu bahaya paling
besar. Namun badai matahari ini tidak mampu menembus Sabuk Van-Allen
yang membentuk medan magnet berjarak 40 ribu mil (64360 km) dari
bumi ini. Saat menghujani medan magnet tersebut, badai matahari
yang berupa hujan partikel itu memudar, dan dibelokkan mengelilingi
medan magnet ini.
Jika saja sabuk Van-Allen tidak ada, semburan energi raksasa yang
disebut jilatan api matahari yang terjadi berkali-berkali pada matahari
akan menghancurkan seluruh kehidupan di muka bumi. Dr. Hugh Ross
berkata tentang peran penting Sabuk Van-Allen bagi kehidupan kita:
Bumi ternyata memiliki kerapatan terbesar di antara
planet-planet lain di tata surya kita. Inti bumi yang terdiri
atas unsur nikel dan besi inilah yang menyebabkan keberadaan medan
magnetnya yang besar. Medan magnet ini membentuk lapisan pelindung
berupa radiasi Van-Allen, yang melindungi Bumi dari pancaran radiasi
dari luar angkasa. Jika lapisan pelindung ini tidak ada, maka
kehidupan takkan mungkin dapat berlangsung di Bumi. Satu-satunya
planet berbatu lain yang berkemungkinan memiliki medan magnet
adalah Merkurius – tapi kekuatan medan magnet planet ini
100 kali lebih kecil dari Bumi. Bahkan Venus, planet kembar kita,
tidak memiliki medan magnet. Lapisan pelindung Van-Allen ini merupakan
sebuah rancangan istimewa yang hanya ada pada Bumi. (http://www.jps.net/bygrace/index.
html Taken from Big Bang Refined by Fire by Dr. Hugh Ross, 1998.
Reasons To Believe, Pasadena, CA.)
Energi yang dipancarkan dalam satu jilatan api saja pada permukaan
matahari, sebagaimana tercatat baru-baru ini, terhitung setara dengan
100 miliar buah bom atom yang dijatuhkan Amerika Serikat di kota
Hiroshima, Jepang pada perang dunia II. Lima puluh delapan jam setelah
jilatan api tersebut, teramati bahwa jarum magnet kompas bergerak
tidak seperti biasanya, dan 250 kilometer di atas atmosfer bumi
terjadi peningkatan suhu tiba-tiba hingga mencapai 2.500 derajat
celcius.
Demikianlah, sebuah sistem sempurna sedang bekerja jauh tinggi
di atas bumi. Perisai ini melingkupi bumi kita dan melindunginya
dari berbagai ancaman dari luar angkasa. Para ilmuwan baru mengetahuinya
sekarang, sementara berabad-abad lampau, miliaran makhluk hidup
termasuk manusia hanya bisa merasakan nyamannya hidup di bumi, tanpa
pernah merasa khawatir akan bahaya dari ruang angkasa tersebut,
dan tanpa pernah tahu keberadaan Sabuk Van-Allen. Ini adalah bukti
pengetahuan dan kekuasaan Allah yang tak terbatas. Dialah yang telah
menciptakan bumi beserta seluruh seluk beluknya yang sempurna agar
kehidupan dapat berlangsung dengan nyaman. Mahasuci Allah, Dialah
Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang atas para hamba-Nya.
Tafakur
AL AWWAL, MAHA-AWAL
Apakah jagat raya yang mahaluas ini memiliki permulaan?
Pertanyaan ini telah mendorong manusia mencari jawabannya selama
ratusan tahun. Mereka yang memahami kenyataan bahwa jagat raya memiliki
Pencipta, juga percaya bahwa jagat raya memiliki permulaan, yakni
saat diciptakannya jagat raya tersebut. Tapi sebagian orang menolak
keberadaan Pencipta, karenanya mereka menyatakan bahwa alam semesta
tidak memiliki permulaan. Dengan kata lain, mereka meyakini bahwa
jagat raya telah ada sejak dahulu kala dan akan terus ada selamanya.
Namun, kemajuan ilmu pengetahuan masa kini dengan jelas membuktikan
bahwa mereka telah keliru. Sejumlah penjelasan tentang asal mula
alam semesta telah dikemukakan sejumlah kalangan. Namun saat ini
seluruh masyarakat ilmiah telah menyepakati satu hal berkenaan dengan
permasalahan ini. Satu penemuan ilmiah terbaru telah berhasil menjelaskan
permasalahan ini.
Pada tahun 1929, Edwin Hubble menemukan bahwa alam semesta terus
menerus mengembang. Bermula dari fakta tersebut, para ilmuwan merumuskan
satu hipotesis penting: jika perjalanan waktu pada alam semesta
yang mengembang ini dimundurkan, maka seluruh alam semesta dapat
dianggap sebagai sistem yang sedang mengkerut, seperti bintang raksasa
yang semakin lama semakin mengecil. Kesimpulan yang tak terhindarkan
adalah, alam semesta yang semakin mengecil seiring perjalanan waktu
yang dimundurkan, pada akhirnya pastilah berasal dari satu titik
tunggal. Dengan kata lain, alam semesta terbentuk dengan mengembangnya
titik tunggal tersebut melalui suatu ledakan raksasa. Singkatnya,
jagat raya yang kita huni memiliki permulaan. Jika demikian, siapakah
yang menciptakan jagat raya? Yang jelas, mustahil jagat raya itu
sendiri yang memunculkan dirinya sendiri. Sebab jagat raya bukanlah
sesuatu yang memiliki kecerdasan, kesadaran, dan kehendak untuk
memunculkan wujudnya sendiri.
Ini tak lain berarti bahwa jagat raya diciptakan oleh Pencipta
yang Mahaperkasa. Pencipta Mahaperkasa ini adalah Allah Yang Maha-agung.
Dia-lah satu-satunya keberadaan yang ada sebelum diciptakannya makhluk
hidup, planet, galaksi, seluruh alam semesta, dan bahkan waktu itu
sendiri. Sebab, Dia-lah Yang Mahaawal.
Dia-lah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan
Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al Hadiid,
57:3)
|