Editorial
Pesawat Ruang Angkasa Nabi Nuh
Dari
judulnya, mungkin sebagian mengira tulisan ini akan memaparkan kisah
khayal perahu Nabi Nuh yang dapat terbang; atau pesawat ruang angkasa
menyerupai perahu Nabi Nuh. Barangkali ada pula yang menyangkanya
sebagai gagasan cerdas masa depan. Yakni saat kemajuan teknologi
sudah mampu membuat pesawat canggih mirip perahu Nabi Nuh, yang
sanggup mengangkut manusia sekaligus aneka jenis satwa.
Namun, yang diketengahkan di
sini sungguh jauh lebih mengagumkan dari itu semua. Kendaraan supercanggih
ini bahkan mungkin tak pernah terlintas dalam pikiran kita. Alat
pengangkutan tersebut sudah ada sejak ribuan bahkan jutaan tahun
lalu. Pesawat ruang angkasa ini berukuran jauh lebih besar dari
perahu Nabi Nuh, sehingga mampu mengangkut miliaran manusia, miliaran
hewan, bahkan miliaran tumbuhan. Tak selazim kendaraan udara mana
pun, pesawat raksasa ini tak memiliki sayap, baling-baling, ekor,
roda, mesin, kemudi; bahkan tak perlu bahan bakar. Hebatnya lagi,
meskipun berbentuk bulat mirip telur, kecepatannya jauh melebihi
laju terbang pesawat jet mana pun.
Sekarang kita sudah dapat menebak,
apa yang dimaksud pesawat supercanggih di atas. Apa lagi kalau bukan
Bumi kita, si Planet Biru yang telah ribuan tahun menjelajahi ruang
angkasa.
Bumi terbang mengelilingi matahari
sembari berputar pada porosnya sendiri. Sulit dipercaya, pesawat
ruang angkasa yang Anda tumpangi sejak lahir ini mengitari porosnya
secepat 1670 km/jam (=464 m/detik). Lebih mengejutkan lagi, kecepatan
terbangnya melingkari matahari mencapai 108000 km/jam (=30000 m/detik).
Ini sekitar 60 kali lipat kecepatan peluru pistol. Belum lagi perjalanannya
bersama matahari ke arah bintang Vega dengan kecepatan 200 km/detik
!
Luar biasa, kita benar-benar
sedang menumpang pesawat ruang angkasa superkilat yang mampu membawa
kita menempuh jarak Jakarta-Surabaya dalam waktu kurang dari 5 detik!
Anehnya, kita tidak merasakan getaran atau goncangan sedikit pun
akibat gerakan supercepat Bumi tersebut. Kita bahkan dapat tidur
lelap, bersantai, berjalan, bermain, dan melakukan kerja apa pun
dengan aman dan nyaman di permukaannya. Ini benar-benar mengisyaratkan
kehebatan perancangan pesawat ruang angkasa raksasa supercepat yang
bernama Bumi.
Sekelumit pengetahuan di atas
sudah cukup bagi kita untuk memahami kehebatan sang Perancang Bumi.
Padahal, masih banyak beragam misteri di Planet Biru ini yang belum
kita ketahui, yang dapat mengantarkan kita kepada kebesaran Allah,
sebagaimana firman-Nya:
Sesungguhnya dalam penciptaan
langit dan Bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang
berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa
yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu
Dia hidupkan Bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di
Bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang
dikendalikan antara langit dan Bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda
(keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS.
Al Baqarah, 2:164) (cs)
Surat
Pembaca
Letter 1
Assalaamu’alaikum
Redaksi INSIGHT, saya punya beberapa pertanyaan nih.
Perwajahan INSIGHT, kenapa ya berkesan kurang cerah, kombinasi warna
untuk tiap halaman kurang bervariasi? Sudah gitu jenis hurufnya
terlalu monoton. Maaf lho, bukannya kamu tidak menarik, tapi boleh
kan berdandan sedikit, supaya nampak fresh looking, begitu?
Wassalam
Dede, Ulujami
Redaksi: Terima kasih kami sampaikan atas pertanyaan
Anda. Hal ini memotivasi kami untuk berusaha lebih baik lagi menampilkan
INSIGHT bagi pembacanya.
Letter 2
Assalamu,alaikum.wr.wb
Kepada redaksi, saya ucapkan terima kasih atas kehadiran
insight yang sangat membantu saya karena informasi yang disajikan
sesuai dengan study yang saya jalani sekarang. Tetapi saya sangat
kesulitan untuk mendapatkannya terutama edisi-edisi yang lalu. Oleh
karena itu saya mohon bantuannya. Dan bagaimana caranya untuk berlangganan
insight. Sekali lagi saya mohon informasinya. Terimakasih
Wassalam.
RINA.BANDUNG <rin_dh@plasa.com>
Redaksi: Untuk mendapatkan INSIGHT edisi terdahulu,
silakan menghubungi Sr Didit di 021-7665936. Karena Saudari Rina
berada di Bandung, maka kami persilakan Anda menghubungi agen INSIGHT
di Bandung, 022-7273394.
Letter 3
Assalamu'alaikum
Seneng deh rasanya udah ada majalah baru yang kualitasnya
jempol. Oh ya kemaren aku kirim e-mail tentang usulan sesekali dikasih
poster gede dengan background foto foto koleksi INSIGHT disertai
dengan hadits or ayat Al Qur’an sebagai pemanisnya, nyampai
ngga’? Usulnya si "Omer Dhanny "juga bagus tuh.
Harganya naik kalau ulasannya makin banyak juga ngga' apa-apa bukan
begitu teman- teman?
Wassalamu'alaikum
Saonah@plasa.com
Redaksi: Terima kasih atas usulan Anda yang cukup kreatif.
Hal tersebut menjadi bahan pemikiran bagi kami untuk memperkaya
isi INSIGHT pada edisi-edisi mendatang.
Dari
Kami
Surat Pembaca Berhadiah
Assalamu’alaikum wr. wb.
Pembaca budiman, telah banyak masukan Anda yang sampai
ke meja redaksi. Seluruhnya insya Allah sangat berguna bagi perbaikan
buletin kesayangan Anda ini di masa mendatang. Kami haturkan rasa
syukur tak terkira atas semua ini. Timbal-balik dari pembaca sungguh
merupakan bentuk perhatian yang tak ternilai bagi kami. Untuk lebih
menambah keakraban dengan Anda semua, insya Allah mulai edisi mendatang
kami akan memberikan hadiah menarik bagi surat pembaca terbaik.
Anda dapat menuliskan secara ringkas tentang kesan dan pesan Anda
sendiri maupun orang lain yang Anda kenal, setelah membaca buletin
yang Anda cintai ini. Selain itu, surat pembaca yang Anda layangkan
kepada kami dapat pula berisi beragam hal, mulai dari teguran, saran,
ulasan, maupun pengalaman menarik yang berhubungan dengan Insight.
Anda dapat mengirimkan surat pembaca melalui pos, faksimil, telepon,
e-mail, maupun sms ke alamat redaksi di bawah ini. Jangan lupa untuk
menyertakan alamat lengkap Anda beserta kode posnya Dari semua surat
pembaca yang dimuat Insight setiap bulannya, satu yang terbaik akan
mendapatkan bingkisan menarik.
Kami nantikan pesan dan kesan Anda.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Redaksi
Bahasan
Utama
Mencari Kehidupan di Planet Mati
Angkasa
luar adalah ruang hampa tak bertepi. Hingga kini, rahasianya masih
tak terungkap oleh ilmu pengetahuan. Di dalamnya terdapat tatanan
sempurna berupa miliaran galaksi, bintang, planet, komet, asteroid
serta awan gas dan debu. Semua benda langit ini bergerak bersama
dengan keselarasan sempurna. Galaksi Bima Sakti merupakan salah
satu gugusan bintang raksasa yang di dalamnya terdapat Tata Surya
kita. Marilah kita pelajari bersama tatanan maha luas ini dari satu
ujung ke ujung lainnya:
Pluto
Inilah planet yang terjauh dari matahari. Alamnya
yang berbatu sungguh dingin luar biasa. Dengan suhu permukaan
sekitar -238 OC, atmosfer tipis planet ini berupa bongkahan es
yang mati.
Neptunus
Inilah satu lagi planet beku dengan suhu permukaan
-218OC. Atmosfernya yang terdiri atas gas hidrogen, helium dan
metana adalah beracun bagi kehidupan. Kandungan tinggi metana
beracun menjadikan atmosfernya berwarna biru. Inilah dunia mematikan
yang dipenuhi badai hebat berkecepatan 2000 kilometer per jam.
Uranus
Planet mati ini sebagian besarnya tersusun atas batu
dan es. Perlu waktu 84 tahun bumi bagi Uranus untuk mengelilingi
matahari. Atmosfer hidrogen, helium, dan metananya sungguh mematikan
bagi kehidupan.
Saturnus
Inilah planet terbesar kedua di Tata Surya. Saturnus
dikenal dengan susunan cincin yang mengitarinya. Cincin ini terdiri
atas gas, bebatuan dan es. Planetnya sendiri secara keseluruhan
tersusun atas gas: 75% hidrogen dan 25% helium. Kerapatan planet
ini lebih rendah dari air.
Jupiter
Sebagai planet terbesar dalam Tata Surya, Jupiter
merupakan planet gas berukuran 318 kali lipat lebih besar dari
bumi. Terdapat bintik merah besar pada permukaannya, yang merupakan
sebuah badai raksasa yang cukup untuk menelan dua planet Bumi
kita. Tak dijumpai daratan pada permukaannya. Suhu Jupiter dingin
luar biasa. Terdapat badai besar yang berlangsung ratusan tahun,
serta medan magnet yang dapat membinasakan makhluk hidup apa pun.
Planet yang mengerikan dan menakutkan ini memiliki bulan yang
dipenuhi oleh gunung. Bulan ini dinamakan Io. Io menjadi semacam
generator listrik selama bergerak melintasi medan magnet Jupiter,
dan mampu membangkitkan tegangan listrik 400.000 volt di antara
dua kutubnya.
Mars
Atmosfer Mars bersifat racun dengan kandungan karbon
dioksida tinggi. Permukaannya penuh dengan kawah akibat tumbukan
meteor, serta ngarai sepanjang ratusan kilometer. Mars merupakan
bola batu merah yang diliputi angin kencang dan badai pasir yang
berlangsung berbulan-bulan.
Venus
Planet ini tidaklah dingin membeku seperti planet
lainnya. Sebaliknya, Venus adalah pemanggang raksasa dengan suhu
panas membakar. Suhu permukaannya yang mencapai 450OC cukup untuk
melelehkan timbal. Venus mempunyai atmosfer berat yang tersusun
atas lapisan tebal karbon dioksida. Tekanan atmosfer planet ini
setara dengan tekanan di Bumi pada kedalaman satu kilometer di
bawah laut. Atmosfernya diliputi lapisan-lapisan asam sulfat berketinggian
ribuan meter. Karenanya, planet ini selalu diguyur hujan asam
mematikan. Tak ada yang dapat hidup dengan atmosfer semacam itu.
Merkurius
Planet ini berada paling dekat dengan matahari. Merkurius
berputar amat lambat pada sumbunya. Siang dan malamnya yang amat
panjang mengakibatkan belahan yang menghadap matahari menjadi
merah membara, sedang belahan yang lain membeku. Lingkungan semacam
itu akan mematikan segenap makhluk hidup.
Demikianlah, delapan dari sembilan planet di Tata Surya
kita, dan seluruh 53 bulannya, tidak mampu menyokong kehidupan.
Masing-masing adalah planet mati, bola batu dan gas yang membisu.
Namun, ada satu planet dalam Tata Surya yang belum kita amati. Planet
ini sungguh berbeda dengan yang lain. Ini karena semua sifatnya,
dari atmosfer hingga susunan permukaannya, dari suhu hingga medan
magnetnya, dan dari unsur pembentuk hingga jaraknya dari matahari,
telah diciptakan secara terbaik untuk menopang kehidupan. Planet
tersebut adalah Bumi kita, yang juga dijuluki Planet Biru.
Pada bagian selanjutnya, akan kita singkap bersama
sekelumit saja dari beragam misteri tak terhingga dari Planet Biru
ini. Sekelumit ini pun sudah cukup untuk menunjukkan kehebatan Pencipta
bumi. Dialah Allah, Tuhan yang telah menciptakan bumi beserta kesempurnaannya.
Berkat ini semua, kita dapat hidup dengan nyaman. Mahasuci Allah,
kepadaNya jualah hendaknya kita haturkan rasa syukur yang tak terkira.
(hy)
UKURANNYA MEMANG SUDAH TEPAT
Keberlangsungan hidup seluruh makhluk hidup di bumi
adalah seajaib penciptaannya. Semua ini dimungkinkan oleh keadaan
khusus yang sengaja dirancang agar paling sesuai bagi kehidupan.
Bahkan perubahan terkecil terhadapnya dapat mengakibatkan bencana
besar.
Bumi, yang juga dijuluki sebagai Planet Biru, diciptakan
secara ajaib dengan sifat istimewanya yang tak terhitung. Semua
ini demi menjaga berlangsungnya kehidupan di atasnya. Berkat sifat-sifat
ini, yang tidak dimiliki oleh planet-planet tetangganya, bumi menyediakan
tempat yang luar biasa nyaman dan indah untuk hidup.
Ukuran bumi bukan kebetulan
Selain jaraknya dari matahari, kecepatan berputarnya,
atau ciri permukaannya, bumi juga memiliki ciri penting lain, yakni
massanya. Ketika mencermati planet-planet yang ada, akan kita dapati
perbedaan massa yang besar. Merkurius, misalnya, berukuran hanya
8% dari massa Bumi, sementara Jupiter 318 kali lebih besar. Apakah
ukuran Bumi dibandingkan dengan planet lain merupakan suatu ‘kebetulan’?
Ketika mengamati ukuran Bumi, akan dengan mudah kita
lihat bahwa planet kita ternyata memang telah sengaja dirancang
agar pas seukurannya yang sekarang ini. Besarnya gaya gravitasi
planet, termasuk gravitasi Bumi, ditentukan oleh ukurannya. Semakin
besar ukuran sebuah planet, semakin besar pula gravitasinya, begitu
pula sebaliknya. Karena itu, besarnya gaya gravitasi bumi yang sudah
tepat ini tak terlepas dari ukurannya yang memang sudah pas. Ahli
geologi Amerika, Frank Press dan Raymond Siever, mengulas betapa
tepatnya ukuran Bumi:
Dan ukuran Bumi benar-benar sudah tepat – [ukurannya]
tidak terlalu kecil sehingga akan menyebabkan hilangnya atmosfer
akibat gravitasinya yang terlalu lemah untuk mencegah gas-gas
lepas ke angkasa, tidak pula terlalu besar sehingga gravitasinya
akan menahan terlalu banyak atmosfer, termasuk gas-gas berbahaya.
(F. Press, R. Siever, Earth, New York: W. H. Freeman, 1986, hal
4)
Seandainya terdapat lebih banyak oksigen...
Ciri fisik bumi seperti massa, struktur, suhu, dan
sebagainya, benar-benar sesuai bagi kehidupan. Namun, ciri semacam
itu saja tidak cukup untuk memungkinkan berlangsungnya kehidupan
di Bumi. Penentu teramat penting lainnya adalah susunan atmosfer.
Atmosfer Bumi merupakan campuran uap air dan gas-gas
yang terdiri atas 77% gas nitrogen, 21% gas oksigen dan 1% gas karbon
dioksida. Oksigen sangat penting bagi kehidupan karena gas ini terlibat
dalam hampir semua reaksi kimia yang menghasilkan energi yang diperlukan
oleh makhluk hidup tingkat tinggi seperti manusia. Hal menarik di
sini adalah bahwa kadar oksigen dalam udara yang kita hirup ditentukan
dengan sangat tepat. Dalam bukunya Nature’s Destiny: How the
Laws of Biology Reveal Purpose in the Universe, profesor mikrobiologi
terkenal Michael Denton menulis:
Dapatkah atmosfer Anda mengandung lebih banyak oksigen
namun tetap mendukung kehidupan? Tidak! Oksigen adalah unsur yang
sangat mudah bereaksi. Bahkan kandungan oksigen di atmosfer yang
sekarang, yakni 21%, sangatlah mendekati ambang batas yang aman
bagi kehidupan pada suhu lingkungan. Kemungkinan terjadinya kebakaran
hutan meningkat sebesar 70% untuk setiap kenaikan 1% kandungan
oksigen dalam atmosfer. (Michael Denton, Nature's Destiny: How
The Laws of Biology Reveal Purpose in the Universe, The New York:
The Free Press, 1998, hal. 121)
Kandungan oksigen di atmosfer yang berada tetap pada
angka ini adalah hasil dari peristiwa ‘daur ulang’ yang
hebat: Hewan terus-menerus menggunakan gas oksigen dan mengeluarkan
gas karbon dioksida yang tidak dapat mereka hirup. Tumbuhan malah
melakukan hal sebaliknya: mengambil karbon dioksida yang mereka
perlukan untuk hidup, dan melepaskan oksigen. Tumbuhan membebaskan
jutaan ton oksigen ke atmosfer setiap harinya. Dengan adanya serangkaian
peristiwa ini, kehidupan pun dapat terus berlanjut.
Tanpa kerjasama dan keseimbangan antara dua kelompok
makhluk hidup ini, planet kita takkan dapat dihuni. Misalnya, jika
makhluk hidup hanya mengambil karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen,
maka atmosfer Bumi akan lebih banyak mengandung oksigen. Tingginya
kadar oksigen ini akan lebih memudahkan munculnya nyala api dan
peristiwa pembakaran daripada biasanya. Akibatnya, percikan api
kecil saja sudah mampu memicu kebakaran besar. Demikian pula, jika
kelompok hewan dan tumbuhan sama-sama menghirup oksigen dan mengeluarkan
karbon dioksida, maka jumlah oksigen semakin lama akan semakin menipis.
Pada akhirnya, makhluk hidup akan musnah di saat semua oksigen telah
habis.
Namun, keseimbangan kehidupan telah ditetapkan dengan
sempurna sehingga oksigen di atmosfer selalu dalam kadarnya yang
tepat bagi kehidupan. Keseimbangan yang dirancang tanpa cacat, yang
senantiasa sempurna di setiap detiknya, sekali lagi memperlihatkan
ilmu dan kekuasaan tak berbatas dari Penciptanya. Tuhan seluruh
alam, Pencipta langit dan bumi ini adalah Allah yang Mahakuasa,
yang telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada kita semua. Allah mengajak
manusia untuk merenungkan kebenaran ini dalam ayat Al Qur’an:
Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah
menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang
di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin?...
(QS. Luqman, 31:20)(hy)
SESULIT MENYEDOT MADU
Kita bernapas setiap saat dalam hidup kita. Kita terus-menerus
menghirup dan mengeluarkan udara dari dalam paru-paru kita. Mungkin
karena terlalu sering bernapas, kita menganggapnya sebagai hal yang
biasa. Namun, bernapas ternyata adalah sebuah pekerjaan yang berlangsung
sangat rumit. Seluruh perangkat dan susunan tubuh kita dirancang
sedemikian sempurna sehingga kita tak perlu berpikir untuk bernapas.
Mengapa bernapas mudah?
Ketika menghirup udara, oksigen
memenuhi sekitar 300 juta ruangan kecil dalam paru-paru kita, yang
biasa dikenal sebagai alveoli (tunggal: alveolus). Terdapat pembuluh
sangat halus yang berukuran sangat kecil di sekeliling ruangan kecil
dalam paru-paru kita. Pembuluh yang biasa disebut pembuluh kapiler
ini menyerap gas oksigen (O2) dan melepaskan gas karbon dioksida
(CO2). Peristiwa ini berlangsung dalam waktu kurang dari setengah
detik: oksigen ‘bersih’ masuk dan karbon dioksida ‘kotor’
keluar. Alasan mengapa ada 300 juta ruang kecil dalam paru-paru
adalah agar paru-paru memiliki permukaan seluas mungkin yang dapat
bersentuhan langsung dengan udara. Ruangan dalam paru-paru dan pembuluh
kapiler yang mengelilinginya dirancang sekecil dan sesempurna ini
agar meningkatkan laju pertukaran oksigen dan karbon dioksida.
Namun rancangan sempurna tersebut
bergantung pada hal lain, yaitu kerapatan, kekentalan dan tekanan
udara. Ketiga hal ini harus memiliki ukuran yang tepat agar udara
dapat bergerak masuk dan keluar dari paru-paru. Sebuah contoh akan
memudahkan kita memahami hal ini: sangatlah mudah untuk menyedot
air dengan jarum suntik, sebaliknya akan jauh lebih sulit jika kita
menggunakannya untuk menyedot madu. Ini karena madu memiliki kekentalan
dan kerapatan lebih tinggi dari air. Jika kerapatan, kekentalan
dan tekanan udara lebih tinggi, maka bernapas akan sesulit menyedot
madu ke dalam jarum suntik. Namun, kita dapat bernapas dengan mudah
dan nyaman, bahkan tanpa sadar kalau kita sedang melakukannya.
Demikianlah, yang menjadikan
bernapas sedemikian mudah di antaranya adalah sifat dan ukuran atmosfer
sebagaimana yang ada saat ini. Ahli biologi molekuler Profesor Michael
Denton membuat ulasan berikut ini:
Jelaslah bahwa jika kekentalan
atau kerapatan udara lebih tinggi, maka hambatan jalur pernapasan
akan tak terkira. Dan tak ada perekayasaan ulang yang mungkin dilakukan
pada perangkat pernapasan, yang mampu mengalirkan oksigen dalam
jumlah cukup kepada suatu makhluk hidup penghirup udara dengan kerja
metabolisme tinggi... Dengan memadukan berbagai tekanan atmosfer
yang mungkin dengan berbagai kandungan oksigen yang mungkin, menjadi
jelaslah bahwa hanya ada satu bagian teramat kecil... di mana seluruh
beragam syarat bagi berlangsungnya kehidupan dapat dipenuhi... Sungguh
merupakan hal teramat penting bahwa beberapa syarat penting dipenuhi
pada satu bagian kecil ini di antara semua ragam atmosfer yang mungkin.
(Michael Denton, Nature's Destiny:How The Laws of Biology Reveal
Purpose in the Universe, The New York: The Free Press, 1998, hal.
128)
Ukuran atmosfer tidak hanya penting
bagi kita untuk bernapas namun juga penting bagi Planet Biru, yakni
bumi kita, agar tetap biru. Jika tekanan atmosfer di permukaan laut
jauh lebih rendah dari nilainya yang sekarang, laju penguapan air
akan jauh lebih tinggi. Kadar uap air yang meningkat di atmosfer
akan mengakibatkan ‘efek rumah kaca’, yang menahan lebih
banyak panas dan meningkatkan suhu rata-rata planet bumi. Di lain
pihak, jika tekanan jauh lebih tinggi, laju penguapan air akan berkurang,
dan mengakibatkan sebagian besar planet ini menjadi gurun.
Lebih dari sekedar
biru
Banyak sekali sifat-sifat bumi
yang menunjukkan penciptaannya secara khusus untuk kehidupan. Apa
yang telah dipaparkan di sini hanyalah sekelumit dari keseimbangan
luar biasa yang penting bagi kehidupan di Bumi. Dengan meneliti
Planet Biru ini, kita dapat merinci semua sifat ajaib ini sebanyak
yang kita mau, lebih dari sekedar warnanya yang biru. Ahli astronomi
Amerika Hugh Ross telah membuat perinciannya sendiri dalam bukunya
The Creator and The Cosmos (Pencipta dan Jagat Raya):
SIFAT BUMI |
PENYIMPANGAN DARI KEADAAN
YANG SEKARANG |
AKIBAT YANG DITIMBULKAN |
| Gravitasi permukaan bumi |
Jika lebih kuat |
atmosfer akan menahan terlalu
banyak amonia dan metana |
| Jika lebih lemah |
Atmosfer akan kehilangan terlalu banyak air |
| Ketebalan kerak bumi |
Jika lebih tebal |
terlalu banyak oksigen akan
dipindahkan dari atmosfer ke kerak bumi |
| Jika lebih tipis |
aktifitas gunung berapi dan gempa akan terlalu
besar |
Masa perputaran pada sumbu bumi |
Jika lebih lama |
perbedaan suhu antara siang
dan malam akan terlalu besar |
| Jika lebih pendek |
Kecepatan angin di atmosfer akan terlalu tinggi |
| Kandungan ozon di atmosfer |
Jika lebih banyak |
suhu permukaan bumi akan terlalu
rendah |
| Jika lebih sedikit |
suhu permukaan bumi akan terlalu tinggi; dan akan
terlalu banyak radiasi sinar ultraviolet pada permukaan bumi |
| Aktifitas gempa |
Jika lebih besar |
terlalu banyak makhluk hidup
yang musnah |
| Jika lebih kecil |
zat-zat makanan di dasar lautan (yang berasal
dari aliran sungai) takkan terdaur ulang ke daratan melalui
pengangkatan tektonik |
Sumber: Hugh Ross,
The Creator and the Cosmos, Navpress, 1995, hal. 111-114. |
Demikianlah, ilmu pengetahuan
menunjukkan betapa Allah telah menciptakan seluruh alam dan semua
makhluk hidup. Kewajiban manusia adalah merenungkan hal ini dan
bersyukur kepada Allah, yang menciptakan dirinya dan seluruh jagat
raya. (hy)
Keajaiban
di Alam
Sang Mata-Mata Biru
Beragam makhluk hidup menghuni
permukaan bumi yang luas ini. Berjuta jenis flora dan fauna mendiami
permukaan tanah maupun lapisan-lapisan di dalamnya. Banyak di antaranya
bertengger di atas pepohonan atau pun hidup di sekitar pangkal dan
akarnya. Belum lagi beraneka satwa dan tetumbuhan yang mendiami
sungai, danau dan bahkan kedalaman samudera yang gelap gulita. Dengan
mencermati satu saja dari kesemua makhluk ini, akan kita dapati
sejumlah hal memukau yang akan mengarahkan nurani kita kepada keagungan
sang Pencipta.
Makhluk laut sebagaimana yang terlihat di gambar adalah
kelompok hewan bertubuh lunak (moluska) yang disebut scallop. Perhatikanlah
titik-titik kecil bewarna biru cerah yang berderet di sepanjang
pinggir piringan makhluk yang berbentuk kerang laut ini. Anda mungkin
mengira butiran biru nan elok ini sebagai perhiasan sang kerang.
Namun, terkejutkah Anda bila kami beritahu bahwa masing-masing titik
biru ini sebenarnya adalah sebuah mata?
Betapapun mengherankan, setiap titik biru tersebut
benar-benar sebuah mata. Dengan mata-mata biru yang berukuran hanya
1 mm ini, scallop dapat melarikan diri dari para musuhnya.
Setiap mata kecil scallop mempunyai lensa dan retinanya
tersendiri. Sebagaimana kita ketahui, lensa mata bertugas mengumpulkan
dan memusatkan cahaya yang memasuki mata. Namun, makhluk ini tidak
mempunyai pusat penglihatan di dalam otaknya. Dengan kata lain,
ketika scallop melihat benda, bayangan gambar benda yang dipusatkan
oleh mata mereka tidak diteruskan dan ditafsirkan di dalam otak,
seperti halnya yang terjadi pada mata biasa. Para ilmuwan yang mempelajari
mata scallop menduga bahwa mata ini mungkin tidak dapat digunakan
untuk melihat. Jika demikian, lalu apa kegunaan mata yang memukau
ini?
Scallop menggunakan mata ini untuk membedakan sesuatu
yang terang dari yang gelap, sehingga memungkinkannya bergerak dari
wilayah berpasir ke dataran berumput. Selain itu, mata mungil yang
berukuran milimeter ini cukup peka sehingga scallop dapat merasakan
gerakan yang terjadi di sekitar mereka. Dengan kemampuan berharga
ini, scallop dapat meloloskan diri dari para pemangsa yang bergerak
mendekatinya.
Mata scallop memiliki sifat dan ciri yang benar-benar
sesuai dengan kebutuhan di lingkungan tempat hidupnya. Ini jelas
menunjukkan adanya perancangan sengaja dalam pembentukan mata tersebut.
Bola-bola mata mungil ini berbaris di bagian luar cangkang sedemikian
rupa sehingga makhluk ini dapat merasakan apa yang terjadi di sekitarnya.
Keselarasan, keteraturan dan perencanaan yang melingkupi
seluruh alam ini, mulai dari udang-udangan yang hidup di dasar lautan
hingga burung-burung yang beterbangan di angkasa, dari seluruh kesempurnaan
di pepohonan sampai bintang-gemintang di jagat raya, tentulah merupakan
karya cipta dari sang perencana dan perancang ulung. Perencana dan
Perancang Mahahebat tak tertandingi ini adalah Allah. Dialah Pencipta
paling baik, yang memperkenalkan keberadaannya-Nya kepada kita melalui
perancangan terinci nan sempurna yang Dia ciptakan pada makhluk-makhluk
tersebut. Mereka yang arif dapat merasakan adanya kekuatan tak terbatas
dari Allah, yang menunjukkan keberadaan-Nya di segenap penjuru alam,
mulai dari atom sampai galaksi. Mereka sadar akan kelemahan diri
di hadapan sang Pencipta, dan merasakan keharusan berpaling kepada
Allah semata. Dalam Al Quran, kita diingatkan tentang hal ini sebagai
berikut:
Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah,
tuhan apa pun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah)
melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nyalah
segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (QS.
Al Qashas, 28:88)
Seri Keruntuhan
Evolusi
KETIKA BERUANG BERUBAH
MENJADI PAUS
“...Saya melihat tidak adanya kesulitan pada
sekawanan beruang untuk mengalami perubahan bentuk dan kebiasaan
hidup akibat seleksi alam, sehingga menjadi semakin sesuai untuk
lingkungan perairan, dengan mulut yang semakin bertambah besar,
hingga dihasilkan seekor makhluk sebesar ikan paus...” (Charles
Darwin)
Para pendukung teori evolusi (biasa disebut sebagai
kaum evolusionis) mengatakan, “kehidupan muncul dari benda
tak hidup dengan sendirinya tanpa sengaja diciptakan”. Pernyataan
ini telah digugurkan oleh ilmu pengetahuan masa kini. Selain itu,
tidak dijumpai mekanisme atau rangkaian peristiwa apa pun di alam
yang mendorong terjadinya evolusi. Tidak ada mekanisme alamiah yang
dengannya sebuah sel dapat berubah menjadi makhluk hidup yang berukuran
lebih besar dan rumit, dan seterusnya sehingga sel ini dapat dikatakan
sebagai nenek moyang dari jutaan jenis makhluk hidup yang berbeda.
Rusa takkan menjadi kuda
Darwin mengemukakan sebuah penjelasan yang ia anggap
sebagai peristiwa alamiah yang mampu mendorong terjadinya evolusi
yang digagasnya. Peristiwa alamiah ini disebut seleksi alam. Judul
buku yang ditulis Darwin dengan jelas menunjukkan perhatian khusus
yang ia berikan pada seleksi alam ini: The Origin of Species
by means of Natural Selection (Asal-Usul Spesies, Melalui Seleksi
Alam).
Seleksi alam didasarkan atas anggapan bahwa makhluk
hidup yang kuat dan yang mampu menyesuaikan diri dengan baik dalam
lingkungan tempat hidupnya akan terus bertahan hidup. Misalnya,
dalam sekelompok rusa yang diburu oleh pemangsa seperti harimau,
rusa-rusa yang mampu berlari lebih cepat akan tetap hidup. Setelah
sekian lama, yang akan tersisa dalam kelompok tersebut adalah rusa-rusa
yang kuat dan gesit, karena yang lemah dan lamban telah menjadi
mangsa dan punah. Hal ini memang terjadi dan dapat diterima. Akan
tetapi perlu diingat bahwa peristiwa ini tidak akan menjadikan rusa
berevolusi. Dengan kata lain, seleksi alam tidak merubah rusa-rusa
kuat tersebut menjadi spesies hewan lain seperti kuda, misalnya.
Seleksi alam hanya menghilangkan anggota-anggota hewan yang lemah,
cacat dan berpenyakit; dan menjaga kelestarian dan kesehatan spesies
tertentu. Jadi, seleksi alam bukanlah pendorong terjadinya evolusi
karena tidak mampu merubah spesies yang satu menjadi spesies lain
yang berbeda.
Darwin sebenarnya juga sudah menyadari masalah ini.
Inilah sebab mengapa ia mengaku dalam bukunya The Origin of
Species dengan mengatakan:
Seleksi alam tidak berperan apa pun selama
perubahan yang menguntungkan tidak pernah terjadi.
(Charles Darwin, The Origin of Species, A Facsimile of the
First Edition, Harvard University Press, 1964, hlm. 189)
Bayi-bayi tanpa lengan
Berkenaan dengan kemunculan sifat-sifat menguntungkan,
Darwin sangat terpengaruh oleh gagasan biologiwan Prancis semasanya,
yakni Lamarck. Lamarck berpendapat, makhluk hidup mewariskan sifat-sifat
yang diperolehnya semasa hidup kepada keturunan berikutnya.
Menurut Lamarck, jerapah berevolusi dari hewan mirip
rusa. Leher mereka memanjang dari keturunan ke keturunan berikutnya
karena senantiasa berusaha menggapai cabang pohon yang lebih tinggi
untuk mendapatkan makanan. Lamarck juga percaya bahwa jika lengan
dari anggota sebuah keluarga dipotong selama beberapa keturunan,
maka setelah sekian lama bayi-bayi keturunan keluarga ini akan terlahir
tanpa lengan.
Darwin sangat terpengaruh oleh contoh-contoh ini. Ia
kemudian memunculkan pernyataan yang lebih berani. Dalam bukunya
The Origin of Spesies, ia mengatakan bahwa sejumlah beruang ketika
mencoba berburu di perairan, berevolusi menjadi ikan paus. Darwin
mengatakan dalam bukunya:
...Saya melihat tidak adanya kesulitan pada
sekawanan beruang untuk mengalami perubahan bentuk dan kebiasaan
hidup akibat seleksi alam, sehingga menjadi semakin sesuai untuk
lingkungan perairan, dengan mulut yang semakin bertambah besar,
hingga dihasilkan seekor makhluk sebesar ikan paus.
(Charles Darwin, The Origin of Species, a facsimile of the
First Edition, Harvard University Press, 1964, hlm. 215)
Lamarck dan Darwin telah keliru. Pendapat mereka bertentangan
dengan sejumlah hukum dasar biologi. Hal ini dapat dimengerti mengingat
di masanya, genetika, mikrobiologi dan biokimia belumlah ada sama
sekali sebagai cabang ilmu pengetahuan. Bahkan hukum pewarisan sifat
belumlah dikenal sama sekali.
Karya Anda
SUAKA MARGA MIKROBA
oleh: Abu Hadid
Bayangkan
jika daging sapi maupun kambing tidak pernah ada dalam kehidupan
Anda. Sungguh kita takkan pernah merasakan kelezatan makanan yang
biasa kita santap. Takkan pernah ada sate kambing, baso daging sapi,
serta masakan lezat lain yang menggunakan daging kedua hewan tersebut.
Namun, pernahkan Anda pikirkan, bagaimana sapi bisa menjadi sapi
hanya dengan memakan rumput dan bahan lain yang berasal dari tumbuhan?
Adakah manusia yang telah mampu menciptakan
teknologi pengolah rumput menjadi daging? Jawabannya adalah tidak
ada. Keberadaan daging dan ketidakmampuan manusia membuatnya merupakan
bukti bahwa daging telah diciptakan dengan perangkat yang jauh melebihi
kecerdasan manusia. Perangkat tersebut tidak lain dan tidak bukan
adalah sapi atau kambing itu sendiri. Begitulah, sapi dan kambing
layaknya pabrik berjalan supercanggih yang mampu mengolah rumput
menjadi daging!
Air liur berlimpah
Sapi atau kambing bukanlah tabung ajaib
yang begitu saja mampu merubah rumput yang ditelannya dengan serta-merta
menjadi daging, layaknya sulap atau sihir. Rumput perlu dicacah
menjadi potongan-potongan yang jauh lebih kecil lagi sebelum memasuki
sejumlah tahap pencernaan berikutnya yang sungguh rumit. Pencernaan
pertama ini berlangsung pada rongga mulut, dengan bantuan gigi,
air liur, lidah dan bagian lain di dalam rongga mulut tersebut.
Gigi berfungsi mengunyah, memotong,
mencacah dan menghancurkan pakan hijauan. Kerja ini dimudahkan oleh
gerakan lidah yang membantu dalam hal pengadukan, dan air liur yang
berperan sebagai cairan pelicin. Air liur juga menyediakan cairan
yang diperlukan untuk proses pencernaan tahap berikutnya di lambung,
terutama rumen. Cairan ini kaya akan zat bikarbonat yang berfungsi
menjaga derajat keasaman pada lambung. Menurut perkiraan, sapi dewasa
mampu menghasilkan 100-150 liter air liur setiap hari! Jika jumlah
ini ditampung menggunakan gelas yang biasa kita gunakan untuk minum,
maka akan diperlukan sekitar 300 gelas!
Bukan sembarang perut besar
Makanan yang dikunyah di mulut kemudian
melewati kerongkongan, dan diteruskan ke perut (lambung) sapi dan
kambing. Keduanya termasuk kelompok ruminansia, yakni hewan pemamah
biak. Dari keseluruhan ruangan rongga perut hewan ini, sekitar tiga
perempatnya ditempati oleh lambung. Lambung ini terdiri dari tiga
bagian: rumen, retikulum, omasum dan abomasum. Rumen merupakan yang
terbesar.
Tumbuhan yang menjadi pakan sapi mengandung
selulosa dalam jumlah besar. Selulosa adalah pembentuk dinding sel
tumbuhan, dan merupakan zat karbohidrat yang tak dapat dicerna oleh
sapi maupun kambing. Lalu siapakah yang membantu mencernanya? Pencernaan
selulosa melibatkan proses penghancuran dan penguraian menjadi molekul-molekul
lebih kecil dan sederhana sehingga dapat diserap oleh dinding saluran
pencernaan sapi. Penguraian selulosa terjadi dengan bantuan beragam
jenis mikroba yang terdapat di dalam perut sapi, terutama rumen.
Mikroba ini memiliki enzim selulase, yakni zat yang mampu menghancurkan
karbohidrat selulosa menjadi molekul-molekul pembentuknya yang lebih
sederhana. Enzim ini tidak dapat dihasilkan hewan pemamah biak.
Di dalam rumen, peristiwa penguraian
oleh mikroba menghasilkan glukosa yang kemudian dimanfaatkan oleh
mikroba untuk menghasilkan energi dan senyawa-senyawa lebih sederhana
yang lalu digunakan sapi. Semua ini terjadi dalam keadaan bebas
oksigen (anaerob). Inilah yang disebut fermentasi. Di antara zat
yang dihasilkan proses ini adalah asam lemak berantai pendek mudah
menguap (yakni asam asetat, asam propionat, dan asam butirat), yang
merupakan sumber energi bagi sapi. Selain itu, fermentasi ini juga
menghasilkan asam laktat, gas karbon dioksida, dan gas metana.
Beragam zat yang tersebut dihasilkan
oleh kerja beragam mikroba di dalam rumen yang berdaya tampung 100-300
liter (pada sapi) dan 4-10 liter (pada kambing). Satu mililiter
saja dari seluruh isi rumen ini mengandung sekitar 1-100 miliar
sel mikroba. Ini jauh melebihi jumlah seluruh manusia yang menghuni
bumi. Kebanyakan mikroba ini berasal dari kelompok bakteri dan protozoa,
sebagian kecil sisanya adalah jamur. Selain itu, jenis bakteri,
protozoa serta jamur ini pun beragam. Boleh dikata, rumen ibarat
suaka marga satwa, hanya saja terdapat beraneka ragam mikroba sebagai
pengganti aneka satwa.
Jumlah maupun ragam mikroba ini haruslah
berada dalam keadaan seimbang agar proses fermentasi atau pencernaan
makanan dapat berjalan dengan baik. Masing-masing jenis mikroba
harus pula menjalankan perannya dengan baik agar dihasilkan zat-zat
yang berguna bagi tubuh sapi. Tanpa ini semua, sistem pencernaan
akan terganggu dan berakibat buruk bagi kesehatan maupun pertumbuhan
sapi.
Dalam fermentasi ini, jumlah mikroba
semakin lama semakin banyak pula karena mereka pun berkembang biak
dengan membelah diri. Namun sebagian sel-sel mikroba ini pun mati,
teruraikan, dan akhirnya diserap oleh dinding saluran pencernaan
makanan sapi.
Inilah sekelumit uraian sederhana tentang
teknologi proses pembuatan daging dari rumput. Jangankan membuat
pabrik semisal sapi, manusia sampai sekarang tak mampu menciptakan
satu sel mikroba yang ada dalam lambung sapi. Lalu bagaimana sapi,
kambing, seluruh alat pencernaan makannya dan miliaran mikroba rumen
muncul menjadi ada, dan saling bertemu membentuk perangkat canggih
ini? Semua ini tak mungkin terjadi tanpa kemampuan sempurna yang
dimiliki Allah semata. Dialah Pencipta Terbaik, yang telah menciptakan
hewan ternak, tidak saja untuk kenikmatan hidup manusia, tetapi
juga untuk dipelajari dan diteliti manusia agar mereka mengetahui
kehebatan sang Pencipta, sebagaimana seruan Allah:
Dan sesungguhnya pada binatang-binatang
ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, Kami
memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga)
pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk
kamu, dan sebagian daripadanya kamu makan, (QS. Al Mu’minuun,
23:21)
Kisah
Al Qur’an
tuhan Yang Maha Tenggelam
(bagian 2-habis)
Nabi Musa ditugaskan menyeru penduduk
Mesir kepada agama yang benar dan membimbing mereka ke jalan yang
lurus dengan membebaskan Bani Israil dari perbudakan. Nabi Musa
dan saudaranya Harun mematuhi perintah Allah dan mendatangi Fir'aun
guna menyampaikan kepadanya seruan-Nya. Mereka menginginkan agar
Fir'aun berhenti menindas Bani Israil dan kemudian memerdekakan
mereka.
Penguasa sungai yang keras
kepala
Selain mengurangi kekuasan Fir'aun,
agama yang diserukan Nabi Musa menempatkan Fir’aun sejajar
dengan orang biasa lainnya. Selain itu, bila Bani Israil dimerdekakan,
Fir’aun akan kehilangan sebagian pekerja tangguhnya. Karena
semua alasan ini, Fir'aun menolak mengikuti seruan Nabi Musa. Ia
menuduh Musa dan saudaranya Harun tengah berusaha merongrong pemerintahan
yang sah. Fir’aun pun mencitrakan mereka sebagai penjahat.
Kalangan terkemuka dari pengikut Fir'aun juga enggan mematuhi Nabi
Musa dan Harun. Pada saat itulah, Allah menimpakan serangkaian bencana
ke atas mereka.
Fir'aun berikut kalangan dekatnya secara
taklid buta setia pada sistem banyak tuhan dan kepercayaan berhala,
dengan kata lain "agama leluhur mereka". Keyakinan ini
enggan mereka tanggalkan. Bahkan berbagai mukjizat Nabi Musa tak
mampu memalingkan mereka dari keyakinan takhayul. Secara terbuka
mereka berkata: "Bagaimana pun kamu mendatangkan
keterangan kepada kami untuk menyihir kami dengan keterangan itu,
maka kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu." (QS. Al
A’raaf, 7:132)
Menghadapi sikap keras kepala ini,
Allah menurunkan sejumlah bencana agar mereka dapat merasakan kepedihan
selagi masih hidup di dunia ini. Bencana pertama adalah kekeringan
dan kelangkaan hasil pertanian: “Dan
sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir’aun dan) kaumnya dengan
(mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan,
supaya mereka mengambil pelajaran.” (QS. Al A’raaf,
7: 130)
Warga Mesir menggantungkan pertanian
mereka pada Sungai Nil. Namun, keangkuhan Fir'aun berikut kalangan
dekatnya kepada Allah dan penolakan mereka mengimani Rasul-Nya mengakibatkan
datangnya bencana yang tak diharapkan: ketinggian air Sungai Nil
menurun tajam karena berbagai sebab, dan jalur-jalur pengairan dari
sungai tak mampu mengalirkan air yang cukup ke lahan pertanian.
Panas yang sangat, menyebabkan keringnya tanaman pertanian.
Begitulah, Fir'aun dan para pengikut
terkemukanya menghadapi bencana dari sumber yang paling tak diharapkan—yakni
Sungai Nil itu sendiri. Al Qur’an mengungkap bagaimana petaka
ini mengagetkan Fir'aun yang dulu biasa berseru pada rakyatnya:
"Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan (bukankah)
sungai-sungai ini mengalir di bawahku; maka apakah kamu tidak melihat
(nya)?" (QS. Az Zukhruf, 43:51)
Namun ini bukanlah akhir penderitaan
mereka. Malahan, ini hanyalah permulaan! Serangkaian bencana lain
terus menimpa menyusul kekeringan dan kegagalan panen. Sebagaimana
dikisahkan Al Qur’an kepada kita, bencana ini meliputi banjir,
belalang, kutu, katak dan darah.
Meski ditimpa semua itu, Fir'aun dan
kaumnya tetap saja menolak nasihat yang diperuntukkan kepadanya.
Dengan kata lain, mereka tetap kukuh dalam kesombongan mereka. Bahkan
Fir’aun menyatakan dirinya sebagai tuhan (QS. An Naazi’aat,
79:24). Namun ini takkan berlangsung lama. Karena Fir'aun tetap
mengingkari kekuasaan Allah, meski beragam bencana telah menimpanya,
maka Allah memerintahkan Nabi Musa memimpin Bani Israil keluar dari
Mesir.
‘tuhan’ yang
mengejar hambanya
Kaum Bani Israil menaati Nabi Musa
dan berangkat bersamanya meninggalkan Mesir. Tapi Fir'aun tak dapat
menerima kepergian ini tanpa seizinnya. Karenanya, ia mengumpulkan
pasukannya dan berangkat menyusul Bani Israil. Fir'aun dan pasukannya
berhasil menyusul Bani Israil di saat mereka mencapai lautan.
Melihat keadaan ini, sebagian orang
Bani Israil mulai menentang Nabi Musa. Menurut Perjanjian lama,
mereka berkata, "mengapa kamu membawa kami pergi dari negeri
kami, di sana kami diperbudak namun dapat hidup, sekarang kita akan
mati." Al Qur’an menggambarkan lemahnya iman mereka dalam
ayat: “Maka setelah kedua golongan itu
saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: "Sesungguhnya
kita benar-benar akan tersusul". (QS. Asy Syu’araa’,
26:61). Menurut Al Qur’an, Nabi Musa meyakinkan kembali
pengikutnya yang ketakutan akan tertangkap, dengan berkata: "Sekali-kali
tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan
memberi petunjuk kepadaku." (QS. Syu’araa’, 26:62)
Di saat itu, Allah kembali menunjukkan
perlindungannya terhadap Nabi Musa. Yang kemudian terjadi dikisahkan
dalam Al Qur’an: “Lalu Kami wahyukan
kepada Musa: "Pukullah lautan itu dengan tongkatmu". Maka
terbelahlah lautan itu dan tiap tiap belahan adalah seperti gunung
yang besar.” (QS. Syu’araa’, 26:63)
Di saat Fir'aun dan pasukannya mulai
menyebrangi laut, Allah secara ajaib menutup lautan dan membenamkan
mereka. Al Qur’an menyatakan; ketika Fir’aun sadar dirinya
akan mati, ia menyatakan keimanannya pada Allah:
“...hingga bila Fir’aun itu telah hampir tenggelam berkatalah
dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang
dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang
berserah diri (kepada Allah)". (QS. Yunus, 10:90)
Namun Fir'aun berikut pasukannya tidak
terselamatkan dan ditenggelamkan ke laut. Inilah azab dari Allah
karena mereka mengingkari tanda-tanda kekuasaan-Nya dan mengabaikan
peringatan dari-Nya.
Iptek
Anak
HEBATNYA TOKEK BISA NEMPEL DI DINDING
Teman-teman, sering melihat tokek di
rumah? Binatang mungil yang lebih gede sedikit daripada cicak. Kalau
spiderman, temen-temen kenal kan?. Apa hubungannya hayoo tokek dengan
Spiderman? hubungannya, sama-sama jago merayap!. Teman-teman yang
suka nonton film spiderman, biasa melihat bagaimana sang jagoan
merayap di atap tembok dengan tangan kosong. Kamu mungkin begitu
terkagum-kagum dengan jagoan fiktif ini, tapi pernahkah teman-teman
memperhatikan si mungil tokek yang nyatanya lebih jago daripada
spiderman?. Apa dan bagaimana keistimewaan salah satu makluk mungil
ciptaan Tuhan ini, yuk teman-teman kita simak bersama.
Kehebatan Daya Lekat Tokek
Tokek, dapat merayap dan menempel dimana
saja, baik itu di permukaan yang basah, kering, ataupun yang paling
licin sekalipun. Tokek tidak hanya bisa merayap di dinding tembok,
tapi di permukaan kaca yang basah pun ia dapat merayap dengan lincah,
tanpa takut tergelincir jatuh. Subhanallah ya teman-teman.
Teman-teman, tahukah kalian bahwa hewan-hewan
yang bisa menempel di dinding memanfaatkan unsur air untuk menciptakan
efek kapiler. Pemanfaatan air itu dapat menimbulkan daya rekat dari
kaki hewan tersebut. Namun, hal tersebut ternyata tidak berlaku
untuk tokek. Berdasarkan penemuan terbaru para ahli, mereka menemukan
bahwa tokek memiliki kemampuan daya rekat kering (dry stickiness),
maksudnya tokek tidak memanfaatkan air untuk menempel di dinding.
Berdasarkan penelitian, ditemukanlah
berjuta-juta bulu-bulu halus di kaki seekor tokek, yang dinamakan
setae. Bulu-bulu halus itulah yang memungkinkan tokek bergerak lincah
di permukaan yang licin sekalipun.
Panjang setae sekitar 100
micrometer atau sama dengan lebar dua helai rambut manusia. Meski
terhitung kecil, setae memiliki kemampuan yang luar biasa.
Sehelai setae bisa mengangkat seekor semut lho!. Di ujung-ujung
setiap helaian setae, terdapatnya sedikitnya 1.000 bantalan-bantalan
kecil. Bantalan ‘ajaib’ itulah yang memungkinkan tokek
dapat melekat erat di dinding yang licin.
Apa yang menyebabkan bantalan-bantalan
tersebut begitu ampuh? Ternyata, pada bantalan tersebut terdapat
miliaran molekul, “secara bersamaan atraksi molekul-molekul
pada bantalan melahirkan sebuah gaya.” ungkap Kellar
Autumn, seorang ahli biologi dari Lewis and Clark College, AS. Tenaga
itulah, yang memungkinkan kekuatan melekat pada seekor tokek, yang
disebut dengan kekuatan Van der Wall.
Kehebatan tokek dalam merayap dan melekat
erat di dinding ini hanyalah salah satu contoh yang kemudian menimbulkan
inspirasi bagi manusia untuk menirunya. Namun, tidak akan ada yang
pernah bisa menandingi kebesaran dan kemahakuasaan Tuhan. Setiap
makhluk yang diciptakan-Nya, berada dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
Setiap makhluk diciptakan dengan kemampuan dan tugas masing-masing
yang unik dan luar biasa.
Dan katakanlah: “Segala Puji
bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya,
maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tiada lalai dari apa yang
kamu kerjakan.” (QS. An Naml, 27:93)
Tafakur
AL WALIY MAHA MELINDUNGI
Orang-orang beriman memiliki satu sahabat sejati di
dunia dan akhirat. Sahabat yang takkan pernah meninggalkannya, yang
mendampinginya di masa sulit, dan menjadi penolongnya. Sahabat yang
selalu bersamanya sejak lahir hingga kematiannya, dan yang melindungi
dari para musuhnya. Sahabat ini paling dapat dipercaya melebihi
siapa pun, dan yang memberi tanpa meminta balasan apa pun. Sahabat
yang tak ada bandingnya itu adalah Allah.
Allah-lah sahabat terpercaya dan terdekat bagi orang
beriman. Dia melindungi kelemahan dan memaafkan kekeliruan hamba-Nya.
Dialah yang memberi kehidupan lebih baik serta kebahagiaan abadi
di akhirat bagi mereka yang beriman.
Mereka yang tidak memahami ini, menghabiskan hidup
dengan mencari orang kaya atau kekuatan yang dapat mereka andalkan.
Singkatnya, mereka berusaha mendapatkan seseorang yang diyakini
cukup andal untuk mengatasi permasalahan mereka dalam bebagai keadaan.
Sayangnya, ketika melakukan ini, mereka melupakan Allah, Pencipta
mereka, yang menjadikan mereka mampu menjalani kehidupan. Mereka
berpaling kepada setan, yang tak bermanfaat apa pun bagi hidup mereka
selain keburukan, dan mencegah mereka dari kenikmatan surgawi di
akhirat nanti. Inilah gerbang menuju dunia yang kelam, awal kehidupan
orang-orang yang merugi di akhirnya.
Sebaliknya, mereka yang mengimani Allah dengan tulus,
hidup mulia dan penuh keberuntungan. Mereka terbebas dari segala
penderitaan dan kerugian. Sebab, Allah telah berjanji bahwa mereka
yang beriman kepada-Nya, yang tetap berpegang pada agama dan ajaran-Nya
akan diselamatkan. Dia akan memberi mereka pahala yang besar di
akhirat. Allah-lah satu-satunya teman sejati dan pelindung orang
beriman di dunia dan akhirat.
Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan
mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang
yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan
mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah
penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (QS. Al Baqarah, 2:257)
|