Bahasan
Utama
BUNGA BERBULU SERANGGA
Syarat pertama pembentukan benih dari suatu tumbuhan adalah penyatuan
sel betina dan sel jantan pada bunga. Seringkali peristiwa penyerbukan
ini melibatkan sel betina dari satu tumbuhan dengan serbuk sari dari
tumbuhan lain. Tetapi ada satu permasalahan: tumbuhan tidak dapat
berpindah tempat. Untuk itulah Allah menciptakan cara ajaib bagi serbuk
sari dari satu tumbuhan untuk dipertemukan dengan sel betina dari
tumbuhan lain. Sebagaimana akan segera kita pahami, sebutir serbuk
sari yang tak lebih besar dari setitik debu mempunyai rancangan mengagumkan
dengan kerumitan luar biasa. Allah telah menciptakan jutaan tumbuhan
berbeda dan jutaan butir serbuk sari yang diperlukan tumbuhan ini.
Sebagian besar serbuk sari terbawa oleh angin. Butiran
kecil ini adalah pemicu alergi yang banyak menjangkiti orang di
musim semi. Ketika mencapai organ tumbuhan lain di mana sel telur
berada, serbuk sari akan membuahi sel telur.
Tumbuhan lain menggunakan binatang sebagai kurir pengangkut
serbuk sarinya. Kurir yang paling sering dipakai tumbuhan adalah
serangga. Karena warna, bau harum dan madu bunga - atau nektar -
yang Allah berikan, bunga mampu memikat serangga. Ketika mengamati
dengan seksama hubungan antara bunga dan serangga, kita saksikan
keserasian pada penciptaan makhluk hidup ini. Tentu saja, desain
luar biasa serbuk sari dan tumbuhan tidak dirancang sendiri oleh
tumbuhan. Cara mengagumkan yang digunakan untuk menyebarkan serbuk
sari hanyalah satu dari contoh tak terhitung penciptaan sempurna
oleh Allah.
Helikopter berbelalai panjang
Untuk mencapai nektar dan serbuk sari dari sejenis bunga iris yang
tumbuh di Afrika Selatan sangatlah sulit. Ini karena adanya satu
tabung panjang di bawah dedaunannya. Nektar dan serbuk sari berada
di dasar tabung ini. Untuk mencapai keduanya, diperlukan satu pipa
penyedot panjang. Sebuah mesin terbang juga diperlukan untuk menjaga
agar pipa tersebut tetap tergantung di udara. Allah, pencipta bunga
ini dengan seni dan keindahan yang tiada banding, juga mencipta
sistem yang diperlukannya untuk berkembang biak. Dengan kata lain,
terdapat serangga khusus yang mampu meraih nektar dan serbuk sari
yang sekilas tampak mustahil dijangkau ini.
Serangga khusus mirip lalat ini adalah sejenis serangga berbelalai
yang mampu terbang mengambang di udara, dengan kata lain dalam posisi
tetap. Belalai ini tidak lain adalah sebuah pipa penyedot panjang
yang memungkinkannya mencapai bagian terdalam dari bunga tersebut.
Ia harus mendarat di atas bunga secara tegak lurus agar pipa penyedotnya
tidak tertekuk, dan mampu memasukkan pipa ini ke dalam tabung bunga
tersebut.
Serangga ini juga dilengkapi sistem terbang yang ia
perlukan. Dengan perangkat penerbangan ini, ia dapat terus melayang
di udara seperti helikopter. Selain itu, agar dapat mendarat dengan
aman, sebuah helikopter perlu tanda pemandu pada landasan mendaratnya
(helipad). Dan ajaibnya, tanda pemandu ini terdapat pada permukaan
bunga Iris berupa sejumlah tanda berbentuk panah-panah putih pada
kelopak bunganya. Kesemua tanda panah ini menunjuk ke satu titik,
yakni ke arah mulut tabung tersebut. Dengan demikian serangga dapat
memasukkan pipa penyedotnya tanpa tertekuk sembari mendarat dengan
aman di atas permukaan bunga pada titik yang tepat.
Ini jelaslah sebuah keajaiban. Bunga adalah tumbuhan
tanpa kesadaraan yang tak bermata, tanpa tangan dan tak punya otak
untuk berpikir. Meski demikian, ia mempunyai tanda untuk memandu
serangga, layaknya tanda yang ada pada landasan pendaratan helikopter.
Seekor serangga juga makhluk yang tak bernalar. Namun ia juga memiliki
semua rancangan teknik seperti pipa penyedot panjang dan sistem
penerbangan mirip helikopter, yang diperlukan untuk mencapai nektar
dan serbuk sari. Jelaslah, kecerdasan yang menghasilkan keserasian
tanpa cela ini tidaklah berasal dari serangga atau tumbuhan itu
sendiri. Tidak pula kehebatan makhluk hidup ini berasal dari manusia,
yang tak pernah mampu meciptakan desain secanggih ini. Semua hal
ini hanya mungkin terjadi karena keberadaan Pencipta kedua makhluk
tersebut, Pemilik ilmu dan kekuasaan yang sempurna tanpa tara. Dialah
Allah yang Agung, yang mengetahui semua sifat yang dimiliki setiap
makhluk hidup dan mencipta mereka dari ketiadaan agar serasi satu
sama lain. Sebagaimana dipaparkan dalam salah satu ayat Al Qur'an:
Dan kepunyaan-Nya-lah siapa saja yang ada di langit
dan di bumi. Semua hanya kepada-Nya tunduk. (QS. Ar Ruum, 30:26)
Anggrek berbulu serangga
Rancangan anggrek Cyprus adalah keajaiban penciptaan
yang lain. Rancangan bunganya memiliki bentuk berupa tiruan lebah
betina, termasuk dalam hal ukurannya. Selain berbentuk sayap berwarna
biru, rancangan anggrek ini memiliki bagian menyerupai bulu pada
tubuh lebah betina. Di bawah sinar mentari, sayap lebah betina mejadi
berwarna biru. Dan sama seperti pada anggrek Cyprus, tubuhnya juga
diliputi bulu-bulu. Anggrek ini menyerupai lebah betina secara sempurna.
Namun ini bukanlah seluruh keajaibannya. Lebah betina
mengeluarkan zat kimia khusus untuk memikat lebah jantan. Sangat
mengherankan bahwa anggrek Cyprus juga menghasilkan zat kimia yang
sama untuk memikat lebah jantan. Lebah jantan yang terpikat pun
mendekat dan bersinggungan dengan bunga anggrek Cyprus yang mirip
lebah betina tersebut. Akibatnya, serbuk sari sang anggrek menempel
pada tubuhnya. Lebah jantan membawa serbuk sari ini ketika mengunjungi
anggrek yang lain, dan anggrek lain tersebut dibuahi oleh serbuk
sari ini.
Di sini kita melihat satu lagi keajaiban penciptaan.
Anggrek adalah tumbuhan. Anggrek tidak mempunyai mata untuk melihat
dunia luar dan tidak memiliki otak untuk mencerna apa yang dilihatnya.
Kenyataan bahwa satu tumbuhan dapat menyerupai makhluk hidup yang
tak pernah ia lihat dan ia ketahui, dari sayap hingga bulunya, dan
dari warna hingga baunya, adalah bukti bahwa Allah-lah yang menciptakan
anggrek dan lebah sekaligus.
SI
KECIL BERKEMAMPUAN BESAR
Sebutir benih tak lebih dari satu bagian kecil dari sebuah tumbuhan.
Inilah benda mungil yang tak seorang pun mempedulikannya. Namun, siapa
sangka jikalau benih adalah sebutir benda mungil yang berisi ribuan
halaman informasi. Dengan informasi ini, beserta seluruh perangkat
yang dimilikinya, sebutir benih mungil mampu memanfaatkan sinar matahari,
dan air serta mineral dalam tanah. Seiring dengan waktu, benih akan
tumbuh jutaan kali lebih besar, dan akan menjadi keajaiban terbesar
untuk disaksikan manusia. Benih akan menjadi sebuah tumbuhan, bahkan
sebatang pohon besar kokoh yang menjulang tinggi...!!!
Semua orang tahu apakah benih itu. Tapi, mungkin mereka
tak pernah berpikir bagaimana beragam tumbuhan yang berjumlah tak
terhitung, bermula dari benda mungil mirip kayu ini. Namun, jika
Anda berpikir lebih dalam tentang benih, Anda akan menyaksikannya
sebagai keajaiban. Warna, rancangan, bau, dan semua sifat lain dari
tumbuhan yang Anda lihat di sekitar, tersimpan di dalam benih kecil
ini. Sungguh, setiap benih adalah bank data menakjubkan. Benih berisi
informasi tentang:
* setiap cabang dan daun tumbuhan asalnya,
* jumlah dan bentuk dedaunannya, *
warna dan ketebalan kulit luarnya,
* jumlah dan ukuran pembuluh yang mengangkut air
dan makanan; * tinggi tumbuhan,
* apakah tumbuhan akan berbuah atau tidak,
* dan jika berbuah, akan seperti apa rasa, bau, bentuk
dan warnanya.
* Singkatnya, benih berisi seluruh informasi yang dapat
diketahui tentang suatu tumbuhan.
Warna merah mawar, pembuluh daun, banyaknya daun, penampakan
dan kelembutannya yang bagaikan beludru, serta percampuran zat-zat
yang memberi mawar keharumannya, semua adalah bagian dari informasi
ini. Informasi semacam inilah yang membuat anggur muncul dari kantung
kecil dipenuhi air manis yang tumbuh pada cabang pohon yang menyerupai
ranting kering. Informasi yang membuat kulit anggur berbeda dengan
kulit kacang tanah, dan memberi keduanya warna, rasa, aroma dan
vitamin yang dikandung; yang menjadikan satu berair sementara yang
lain lebih kering, semuanya terkandung dalam embrio dari setiap
benih.
Manusia menggunakan komputer untuk menyimpan informasi.
Bagian khusus dari komputer yang disebut hard disk dirancang untuk
menyimpan informasi. Piranti berteknologi tinggi ini sangatlah terbelakang
jika dibandingkan dengan sebutir benih mungil. Dalam sebutir benih
terdapat ratusan ribu halaman berisi informasi dan sistem rumit
yang belum mampu dipahami atau ditiru manusia. Ini dikarenakan Allah-lah
yang mencipta benih. Dan Allah-lah yang menciptakan perangkat yang
terdapat di dalamnya.
Sebutir benih mungil sudah cukup menjadi bukti karya
hebat Allah yang tanpa tara dalam mencipta. Setiap benih diliputi
oleh ilmu Allah; benih tumbuh dalam pengetahuan-Nya menjadi sebuah
tumbuhan. Allah mengungkap kebenaran ini dalam sebuah ayat Al Qur'an:
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang
ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui
apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun
yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir
biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau
yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).
(QS. Al An'aam, 6:59)
DIBAYAR DENGAN BUAH
Ketika serbuk sari bersatu dengan sel betina, tumbuhan
terbuahi, dan berselang waktu kemudian, benih pun terbentuk. Sebutir
benih berperan menjaga kelestarian jenisnya, dan masing-masing merupakan
contoh kesempurnaan ciptaan Allah. Dalam Al Qur'an, Allah secara
khusus mengarahkan perhatian manusia pada penciptaan benih:
Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam.
Kamukah yang menumbuhkannya atau Kamikah yang menumbuhkannya. Kalau
Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia kering dan hancur;
maka jadilah kamu heran tercengang. (QS. Al Waaqi'ah, 56:63-65).
Parasut terkecil di dunia
Sejumlah bunga menggunakan angkutan udara untuk menyebarkan
benihnya. Terdapat tumbuhan yang memiliki perangkat penyebaran benih
berupa serabut-serabut halus yang menyerupai bentuk bola putih.
Di bawah setiap bola putih ini terdapat sekitar seratus benih. Di
dalam setiap benih telah tersedia peralatan terbang istimewa: sebuah
parasut. Parasut ini sedemikian berdaya-guna sehingga hembusan angin
kecil saja sudah mampu menerbangkan benih tinggi ke udara, layaknya
helikopter mungil. Setiap helikopter mungil ini mengangkut sebutir
benih. Ukuran benih, serta panjang dan rancangan sayapnya memperlihatkan
keserasian mengagumkan.
Perangkat penerbangannya sungguh hebat. Skala, ukuran
dan berat perangkat penerbangannya secara menyeluruh dirancang untuk
mengangkut benih. Bahkan panjang antara benih dengan peralatan terbangnya
diatur untuk menyeimbangkan titik pusat beratnya. Jika ukurannya
lebih pendek atau lebih panjang, benih takkan dapat terbang.
Manusia menggunakan parasut. Ada satu hal sangat penting
yang tidak boleh dilupakan: Mereka yang merancang parasut adalah
orang yang memiliki pengetahuan dan kecerdasan. Bunga, pengguna
parasut yang jauh lebih hebat daripada yang digunakan manusia, hanyalah
sejenis tumbuhan yang tidak mempunyai kecerdasan atau kesadaran.
Namun, berkat penciptaan oleh Allah yang tiada banding, tumbuhan
ini membuat mekanisme terbang sempurna. Ini memperlihatkan kita
pada keajaiban yang nyata. Dan keajaiban ini merupakan bukti bahwa
Allah menciptakan setiap makhluk hidup di muka bumi.
Mentimun Bersenapan Mesin
Untuk menyebarkan benihnya, beberapa tumbuhan menggunakan
cara lain lagi, misalnya ledakan. Cara ini digunakan pada penyebaran
benih pada tumbuhan sejenis mentimun Mediterania. Berkat perangkat
khusus ciptaan Allah, benih ini dapat tersimpan dalam ruangan bertekanan
tinggi. Ketika saatnya tiba, benih ditembakkan layaknya peluru dari
sebuah senapan mesin.
Tumbuhan balsam Himalaya memiliki perangkat dengan
rancangan yang begitu sempurna. Sentuhan paling lembut sekali pun
akan memicu mekanisme penembakan. Tenaga ledakannya begitu kuat
sehingga benih tumbuhan ini dapat dilontarkan hingga 5 meter jauhnya.
Dibayar Dengan Buah
Sebagian tumbuhan memanfaatkan semangat kerja tinggi
dari semut, dan mempekerjakan mereka untuk mengangkut benih. Untuk
tujuan ini, tumbuhan menawarkan semut imbalan istimewa. Di ujung
benihnya, tumbuhan meletakkan sejenis makanan yang khusus disukai
semut. Jika berada di udara terbuka, benih ini akan dimakan burung
atau hewan melata. Untuk bertahan hidup dan berkecambah, benih harus
masuk ke dalam tanah secepatnya. Pada saat inilah semut muncul dan
membawa benih tersebut ke sarangnya di bawah tanah.
Semut memakan makanan khusus yang diletakkan untuk mereka di ujung
benih. Tapi semut tidak memerlukan benih itu sendiri. Jadilah benih
ini menemukan tempatnya di bawah tanah yang memungkinkannya berkecambah
dengan tenang.
Pohon buah mengikuti cara serupa. Pohon buah menggunakan manusia
dan hewan untuk mengangkut benihnya, dan membayar pengangkutan benih
dengan buahnya. Ketika benih matang, daging buah yang menutupinya
berubah warna serta menjadi manis dan lezat. Dengan cara ini, buah
sebenarnya menawarkan dirinya sendiri agar manusia atau binatang
mau memetiknya. Hewan seperti monyet dan burung menyukai penampakan
buah ini, dan tahu bahwa ini berarti jamuan lezat bagi mereka.
 |
Sampai di sini, mari kita merenung sekali lagi: Dengan
tanah kotor, air dan sinar matahari, pohon menghasilkan buah yang
lezat. Pohon buah menghasilkan gizi penting bagi manusia dan binatang
seakan memahami anatomi tubuh keduanya. Pohon buah membuat makanan
bergizi ini dengan memperhitungkan rancangan tertentu yang memastikan
penyebaran benihnya. Tapi kita mesti ingat bahwa pohon tersusun
dari kayu, akar, dan daun. Pohon tidak berkemampuan untuk berpikir
dan menalar. Pepohonan tanpa kecerdasan dan kesadaran, tapi mampu
menghasilkan makanan lezat sekaligus bergizi bagi manusia dan binatang,
menjadi bukti akan keberadaan Allah. Allah-lah yang mencipta tetumbuhan
dan menjadikannya bermanfaat untuk manusia. Dalam satu ayat Al Qur'an,
Allah berfirman:
Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit
lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan,
maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau,
Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak;
dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan
kebun-kebun anggur, dan (kami keluarkan pula) zaitun dan delima
yang serupa dan tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya
berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada
yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang
yang beriman. (QS. Al An'aam, 6:99)
Keajaiban
di Alam
WEWANGIAN DARI KOTORAN TERNAK
Beragam benda tampak berbeda dan memiliki keistimewaan yang berlainan
walaupun mengandung atom yang sama. Menurut Anda, apa yang membuat
benda-benda di sekitar Anda berbeda? Apa yang membuatnya berbeda dalam
warna, bentuk, bau, dan rasa? Apa pula yang menjadikannya lembut atau
keras? Alasan di balik semua perbedaan ini adalah karena atom-atom
menyusun ikatan kimia yang berbeda dalam pembentukan molekul.
Menyusul atom, yang merupakan tahap pertama dalam
penyusunan zat, tahap berikutnya adalah molekul. Molekul merupakan
satuan terkecil yang menentukan sifat kimia suatu zat. Sebagian
dari struktur yang kecil ini terdiri dari satu jenis atom atau lebih,
sebagian lainnya bahkan mengandung beribu-ribu kelompok atom. Keanekaragaman
yang kita lihat di sekitar kita terjadi karena molekul terbentuk
dengan cara yang berbeda-beda. Kita dapat melihat ini dengan mengambil
contoh dari indra pengecapan dan penciuman kita.
Sebenarnya, gambaran seperti "rasa" dan "bau" tidaklah
lebih dari apa yang dirasakan alat panca-indra kita terhadap molekul-molekul
yang berlainan. Bau makanan, minuman, serta beraneka buah dan bunga,
semuanya terdiri dari molekul yang mudah menguap. Atom menyusun
benda hidup dan benda tak-hidup, serta membentuk rasa dan keindahan
pada benda-benda tersebut. Bagaimana hal ini bisa terjadi?
Molekul-molekul yang mudah menguap seperti bau vanila
dan wangi bunga tulip memasuki alat penerima (reseptor) yang berupa
rambut-rambut kecil di bagian hidung yang disebut epithelium (lapisan
kulit luar) dan bersentuhan dengan reseptor ini. Sentuhan ini dirasakan
sebagai bau di dalam otak kita. Serupa dengan itu, ada empat jenis
reseptor kimia yang berbeda di bagian depan lidah manusia. Hal ini
berkaitan dengan rasa asin, manis, asam, dan pahit. Molekul-molekul
yang sampai ke reseptor dari seluruh alat indra kita diterima sebagai
sinyal kimiawi oleh otak kita.
Dewasa ini, kita telah memahami bagaimana rasa dan
bau diterima oleh alat indra kita dan bagaimana cara terbentuknya.
Namun, para ilmuwan tidak dapat mencapai kesepakatan tentang mengapa
sejumlah zat berbau lebih menyengat sedangkan sebagian lainnya memiliki
bau yang lebih lembut, atau mengapa sebagian di antaranya berbau
tidak enak sedangkan sebagian yang lain memiliki bau yang menyenangkan.
 |
Keberadaan rasa dan bau bukanlah kebutuhan mendasar
bagi umat manusia. Namun, beratus-ratus jenis buah dan sayur-sayuran
yang lezat, dengan bau-bauan yang memikat, dan beribu jenis bunga
dengan warna, bentuk, dan keharuman yang berbeda-beda, semua muncul
dari dalam tanah. Bahkan, seringkali beragam tumbuhan ini justru
tumbuh lebih subur, berbunga atau berbuah lebih baik ketika lahannya
diberi pupuk kotoran ternak yang berbau tidak sedap. Ini berarti
tanaman buah dan sayuran mampu merombak molekul yang berbau tidak
sedap ini menjadi zat yang memberikan keharuman tersendiri pada
bunga maupun buah. Belum ada teknologi manusia yang mampu menandingi
teknologi yang ada pada tumbuhan tersebut. Manusia belum sanggup
membuat wewangian beraroma bunga atau buah tertentu dengan menggunakan
bahan baku tanah, apalagi yang dicampur dengan kotoran ternak. Semua
ini menunjukkan kita akan kehebatan Allah, Dia-lah yang menambahkan
beragam keindahan pada dunia kita sebagai karya sempurna yang menakjubkan.
Dari sudut pandang ini, warna dan bau,
seperti semua nikmat Allah lainnya, adalah dua di antara segenap
keindahan, yang dilimpahkan oleh Allah, Yang Maha Penyayang dan
Agung, kepada manusia tanpa terhitung. Ketiadaan dua indra perasa
ini cukup untuk mengubah kehidupan manusia menjadi hambar. Sebagai
balasan dari semua nikmat yang diberikan kepadanya, seseorang tentulah
harus berusaha untuk menjadi hamba Allah yang baik. Dia-lah Allah,
yang pengetahuan-Nya meliputi manusia.
Seri Keruntuhan
Evolusi
SESENDOK TEH DNA
Biokimia modern juga memperlihatkan desain rumit dari
molekul DNA yang tak terbayangkan sebelumnya. Bentuk dan susunan
molekul DNA ditemukan oleh dua orang ilmuwan, James Watson dan Francis
Crick, pada tahun 1955. Penemuan mereka menunjukkan bahwa kehidupan
ternyata jauh lebih rumit dari yang pernah dibayangkan sebelumnya.
Kendatipun seorang evolusionis tulen, Francis Crick, yang mendapat
hadiah Nobel bagi penemuannya ini, akhirnya mengakui bahwa struktur
seperti DNA tidak akan pernah dapat muncul dengan sendirinya melalui
peristiwa alam biasa, atau secara kebetulan.
DNA adalah sebuah molekul raksasa di dalam inti sel
makhluk hidup. Segala informasi tentang sifat fisik dan fisiologis
makhluk hidup tersimpan dalam molekul DNA yang berbentuk heliks
ganda ini. Semua informasi mengenai tubuh kita, dari warna mata
hingga struktur organ dalam, juga bentuk dan fungsi sel-sel kita,
terprogram dalam bagian-bagian yang disebut "gen" pada DNA.
Kode DNA tersusun atas urutan empat "basa" yang berbeda
yang dinamakan Adenin, Guanin Timin dan Citosin. Jika kita umpamakan
setiap basa ini sebagai sebuah huruf, maka DNA dapat dimisalkan
sebagai bank data yang tersusun atas kumpulan alfabet beranggotakan
empat huruf. Semua informasi tentang suatu makhluk hidup tersimpan
dalam bank data ini.
Jika kita mencoba menuliskan semua informasi dalam
DNA, maka ini akan memerlukan sekitar satu juta halaman. Ini setara
dengan ensiklopedia berjumlah empat puluh kali lebih banyak dari
The Encyclopaedia of Britannica, salah satu kumpulan informasi terlengkap
yang pernah dibuat manusia. Namun informasi raksasa ini tersimpan
dalam inti sel kita yang sangat kecil, yang berukuran sekitar seperseribu
milimeter. Menurut perhitungan, sebuah rantai DNA yang cukup untuk
memenuhi satu sendok teh, memiliki kemampuan menyimpan seluruh informasi
yang terdapat di semua buku yang pernah ditulis.
Jelas bahwa struktur menakjubkan semacam ini tidak
pernah mampu terbentuk dengan sendirinya akibat peristiwa alamiah
biasa tanpa sengaja diciptakan, atau secara kebetulan. Teori evolusi,
yang memandang kehidupan bukan karena sengaja diciptakan, akan tetapi
sebagai hasil peristiwa alamiah yang terjadi secara kebetulan dan
acak semata, tidak mampu berkata apa pun ketika dihadapkan pada
kerumitan dan kesempurnaan DNA yang luar biasa. Jelas bahwa DNA,
sel, dan seluruh makhluk hidup adalah hasil sebuah penciptaan luar
biasa dan sempurna. Proses penciptaan ini pastilah dilakukan dengan
sengaja dan tak mungkin akibat kebetulan semata. Dan oleh karena
penciptaan ini benar-benar ada, maka sudah pasti ada Pencipta, yang
memiliki kekuasaan, ilmu dan hikmah yang tak terbatas.
Ketika mengamati makhluk hidup apa pun di alam, kita
akan menyaksikan betapa agungnya kekuasaan sang Pencipta. Masing-masing
dari jutaan makhluk hidup dan spesies di alam adalah sebuah karya
seni. Dan sebagaimana layaknya setiap karya seni, mereka mengenalkan
kepada kita seniman pembuat karya seni tersebut. Dialah Allah, Tuhan
langit dan bumi, dan segala sesuatu yang ada di antara keduanya.
Kisah Al
Qur'an
TUHAN YANG MAHA TENGGELAM
Salah satu peradaban tertua di dunia adalah Mesir.
Penemuan tulis-menulis di sekitar milenium ketiga sebelum masehi,
pemanfaatan Sungai Nil, dan cara mereka mempertahankan diri dari
serangan musuh, semuanya berperan penting dalam memajukan peradaban
ini.
Mesir Kuno terletak di lembah Sungai Nil, yang termasuk
keajaiban alam di dunia. Berkat kesuburan yang bersumberkan dari
sungai ini, yang membentang dari satu ujung benua Afrika ke ujung
lainnya, penduduk Mesir dapat bercocok tanam tanpa harus bergantung
pada musim hujan. Tentang hal ini, sejarawan, Ernst Gombrich, menyatakan
sebagai berikut:
Afrika sangatlah panas. Berbulan-bulan tanpa hujan.
Sehingga banyak bagian benua ini yang gersang. Wilayah itu tertutupi
gurun pasir. Inilah yang terjadi di wilayah kiri dan kanan Mesir.
Hujan turun sangat jarang di Mesir. Tapi hujan tidak begitu diperlukan,
karena Sungai Nil mengalir di tengah-tengah negeri ini. (Ernst Gombrich,
Eine Kurze Weltgeschichte Für Junge Leser, Dumont Buchverlag, Köln,
1985)
Peran sangat strategis ini menjadikan siapa pun yang
menguasai Sungai Nil berkuasa atas sumber terpenting perniagaan
dan pertanian Mesir, dengan kata lain, sumber utama kehidupannya.
Para penguasa Mesir Kuno membangun kerajaan kuat dengan cara itu.
Mereka di kemudian hari dikenal dengan sebutan "Fir'aun".
Keadaan alam Mesir sangat berpengaruh pada kehidupan
orang-orang Mesir kuno. Letak geografis negeri ini menjadikannya
terlindungi sangat baik dari ancaman luar. Mesir dikelilingi gurun
pasir, pegunungan, dan lautan di semua sisinya. Hanya ada dua jalan
masuk bagi penyerang negeri ini, sesuatu yang mudah bagi pasukan
Mesir untuk menghadapinya.
Penduduk Mesir hidup tertutup dari dunia luar akibat
keadaan alam ini. Selama berabad-abad, keterkungkungan tersebut
memunculkan fanatisme buta. Ketertutupan dari perkembangan terkini
dan pembaharuan menyebabkan mereka bersikukuh pada keyakinan mereka.
Bangsa Mesir Kuno mempercayai banyak dewa atau tuhan. Selain itu,
kehidupan setelah mati menjadi bagian terpenting keyakinan bangsa
Mesir. Dipercaya bahwa ruh manusia akan tetap hidup setelah jasadnya
mati dan ruh tersebut akan dimintai pertanggungjawaban. Timbangan
diletakkan dan para saksi dikumpulkan, lalu segala amal baik dan
buruk orang mati ini dimusyawarahkan. Lalu tuhan hakim memberikan
putusannya. Mereka yang berat timbangan kebaikannya akan hidup bahagia
nan kekal, sedang yang berat timbangan keburukannya akan menderita
siksa abadi.
Mustahil bila keyakinan bangsa Mesir pada kehidupan
setelah mati ini tak terkait dengan keyakinan pada satu Tuhan (Monoteisme)
dan agama yang benar. Ini menunjukkan, peradaban Mesir Kuno dulunya
pernah menjadi bagian dari agama yang benar beserta wahyunya. Namun,
di kemudian hari agama ini diselewengkan, dan keyakinan pada satu
Tuhan berubah menjadi pada banyak Tuhan. Kita tahu bahwa dari waktu
ke waktu para rasul diutus untuk mengingatkan manusia tentang ke-Esaan
Allah dan penghambaan diri pada-Nya. Di antara mereka ialah Nabi
Yusuf, yang hidupnya dikisahkan dalam Al Qur'an secara rinci. Nabi
Yusuf pindah ke Mesir dengan kaum Bani Israil dan menetap di sana.
Setelah beliau wafat, mulailah perbudakan atas orang-orang Bani
Israil. Masa itu berakhir dengan diutusnya Nabi Musa sebagai rasul
dan pemindahan warga Bani Israil olehnya keluar dari Mesir.
Para Fira'un Mesir berwatak kejam, penindas, suka berperang,
dan bengis. Kesamaan mereka adalah pengakuan mereka sebagai sosok
maha agung dalam sistem banyak tuhan (politeisme) bangsa Mesir yang
menyimpang. Mereka tega menumpahkan darah tanpa sedikit pun merasa
bersalah.
Namun, dalam sejarah Mesir, ada satu Fir'aun yang berbeda
dari yang lain. Fir'aun ini menyatakan keberadaan satu-satunya Pencipta.
Semata karena alasan tersebut, ia ditentang oleh para Pendeta Amon
dan akhirnya dibunuh. Fir'aun itu adalah Amenhotep IV, yang bertahta
di awal abad ke-14 SM. Ketika Amenhotep IV berkuasa pada tahun 1375
SM, ia memerangi kekolotan yang berkembang selama berabad-abad,
dan karenanya menghadapi tentangan sangat berat. Tekanan ini disebabkan
kebijakannya mengubah agama politeistis bangsa Mesir, menggantinya
dengan keyakinan pada satu Tuhan, dan melakukan perubahan besar-besaran
di segala bidang.
Namun, para pemimpin di ibukota Thebes memerangi Amenhotep.
Mereka yang mendukungnya meninggalkan ibukota dan pindah ke daerah
lain. Di sini, Amenhotep mengubah namanya menjadi Ahk-en-aton, yang
berarti "Hamba Aton". Aton, menurut Amenhotep, adalah " pencipta
langit dan bumi ", ini menunjukkan keimanannya pada satu Tuhan saja.
Fir'aun-fir'aun kejam lainnya naik tahta setelah Amenhotep.
Mereka kembali menyebarkan agama lama mereka yang politeistis, dan
berupaya sekuat tenaga mengembalikan masa lalu. Kurang lebih seabad
kemudian, Ramses II naik tahta dan berkuasa paling lama dalam sejarah
Mesir. Menurut banyak ahli sejarah, Ramses II-lah yang menindas
Bani Israil dan memerangi Nabi Musa.
Bangsa Mesir Kuno menolak menanggalkan keyakinan
berhala karena taklid buta mereka. Para Rasul telah datang untuk
mengingatkan mereka agar mengimani satu Tuhan, tapi para pengikut
Fir'aun selalu kembali pada keyakinan lama mereka. Akhirnya, Allah
mengirim Nabi Musa sebagai utusan-Nya di saat kaum Bani Israil tengah
diperbudak (bersambung).
Tafakur
MAALIKUL MULK, MAHA MEMILIKI KERAJAAN
Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan
kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari
orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki
dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah
segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(QS. Ali 'Imran, 3:26)
Ketika menyaksikan sekeliling Anda di mana pun Anda
kini berada, segala yang Anda saksikan pasti ada Pemiliknya. Kursi
yang Anda duduki tersusun atas atom yang diciptakan oleh Pemiliknya.
Bunga dalam pot tumbuh karena sinar matahari dan air yang disediakan
oleh pemiliknya. Lautan yang Anda pandang dari jendela beserta segala
kehidupan di dalamnya ada atas kehendak Pemiliknya...
Pemilik semua ini dan seluruh jagat raya adalah Allah
yang Maha Perkasa, Penguasa seluruh alam. Bahkan tubuh Anda berada
dalam genggaman Allah yang menciptakan Anda, dan Dia tidak bergantung
pada Anda. Tangan, kaki, pembuluh darah, sistem saraf, dan sel-sel
Anda adalah hasil pengetahuan tak tertandingi dan kesempurnaan penciptaan
oleh Pemilik Anda. Tak satu pun dari semua ini ada karena Anda memutuskan
untuk merancang dan menciptakannya. Ketika pertama kali membuka
mata pada dunia, Anda temukan sistem tanpa cacat dalam tubuh Anda
sendiri dan di bumi yang Anda tempati, bahkan di seluruh jagat raya.
Namun Anda tak memiliki itu semua sebelumnya, dan takkan
mungkin pula di masa mendatang dengan kehendak Anda sendiri. Kenyataan
ini tentu saja berlaku bagi semua orang. Jika demikian halnya, maka
kekuasaan atas segala sesuatu adalah milik Pencipta kita, Allah,
Penguasa seluruh alam. Oleh karena itu, sudah sepatutnyalah manusia
berterima kasih dan bersyukur kepada-Nya
Katakanlah: "Dia-lah Yang menciptakan kamu dan
menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati". (Tetapi)
amat sedikit kamu bersyukur. (QS. Al Mulk, 67:23)
Iptek Anak
KENAPA ADA SIANG DAN MALAM?
Teman-teman, lagi asyik-asyik
main, eeeh matahari mulai tenggelam, mama pun memanggil kita untuk
pulang ke rumah karena hari mulai gelap. Teman kamu Dzikry berpikir
kenapa sih ada siang dan malam? Kenapa hari itu tidak siang saja,
kan asyik terang benderang terus. Teman-teman juga pernah berpikir
seperti Dzikry ya?
Sudah sejak lama, manusia selalu mencoba mencari tahu
setiap kejadian-kejadian nyata yang terjadi di sekelilingnya. Salah
satu yang menjadi pertanyaan adalah tentang pergantian siang dan
malam, dan kaitannya dengan perubahan musim yang berbeda di beberapa
belahan bumi.
Terjadinya siang-malam, berdasarkan penelitian para
ahli, tidak lepas dari adanya perputaran bumi pada porosnya dan
mengorbit pada matahari. Bumi membutuhkan waktu satu tahun atau
365 hari enam jam untuk membuat satu orbit matahari.
Pada sisi lain, cahaya matahari tidak mampu menyinari
seluruh isi bumi secara bersamaan. Ketika teman-teman berada di
siang hari, berarti bagian bumi tempat kamu berpijak sedang menghadap
matahari. Dan sebaliknya ketika malam tiba, saat bagian bumi yang
kamu pijak itu sedang membelakangi matahari.
Pergantian siang dan malam, terkait pula dengan pergantian
musim. Pergantian siang dan malam di Indonesia selalu tetap dengan
rata-rata perputaran 24 jam sehari. Sehingga di Indonesia, kita
hanya mengalami dua musim, yakni panas dan dingin. Ini berbeda dengan
yang terjadi di kutub maupun di sejumlah negara di belahan Eropa
dan Amerika yang kadang-kadang mengalami panas berkepanjangan atau
sebaliknya. Negara-negara yang dilalui garis khatulistiwa tidak
akan pernah mengalami pergantian empat musim. Karena daerah khatulistiwa
selalu menghadap ke arah matahari, maka daerah khatulistiwa selalu
panas.
Sementara, pergantian empat musim yakni musim dingin,
gugur, semi dan panas, juga tidak lepas dari orbit bumi terhadap
matahari dan putaran pada porosnya. Musim berganti selama sisi lain
bumi condong atau jauh dari matahari. Apabila kutub utara condong
ke matahari, belahan bumi bagian utara bertambah dekat dengan matahari
dan terjadi musim panas. Sementara, belahan bumi selatan cenderung
menjauh dari matahari dan terjadilah musim dingin.Begitu pula sebaliknya.
Antara musim dingin dan musim panas di belahan bumi lain mengalami
musim semi atau musim gugur. Di kutub utara, ketika pertengahan
musim panas tiba, matahari akan terlihat sepanjang malam dan siang.
Sedangkan ketika musim dingin datang, kita sama sekali tidak bisa
melihat matahari.
Sungguh luar biasa bukan teman-teman keseimbangan pengaturan
alam semesta ini. Siapakah Sang Pengatur alam yang Maha Hebat ini?
Dia-lah Allah SWT, Tuhan Semesta Alam. (luy)
“Dan Dia menundukkan untukmu apa yang
ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat)
daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.” (Q.S.
Al Jaatsiyah, 45: 13)
DARI KAMI
Assalamu'alaikum wr. wb.
Pembaca budiman, ternyata menulis karya ilmiah memang
mudah. Tapi jika karya tersebut harus bersifat populer dan memiliki
segi tafakur, ternyata tidak segampang itu. Paling tidak inilah
mungkin yang menjadi alasan mengapa sampai saat ini sangat sedikit
sekali tulisan yang masuk ke meja redaksi, itu pun masih belum laik
muat.
Tulisan populer haruslah mudah dimengerti oleh pembaca
seluas-luasnya, apa pun latar belakang pendidikannya. Karenanya,
tulisan tersebut haruslah menyederhanakan penjelasan ilmiah rumit
dengan bahasa atau istilah umum yang dipahami pembaca luas. Kata-kata
serapan dari bahasa asing atau bahasa ilmiah rumit semampu mungkin
dihindari, dan diganti dengan padanannya yang lebih mudah dipahami.
Misalnya: viskositas, substansi, sirkulasi, signifikan, dsb... sebaiknya
diganti dengan: kekentalan, zat, peredaran, penting, dsb.
Memunculkan sisi tafakur dari sebuah tulisan ilmiah
populer juga tidak mudah. Untuk membangkitkan rasa takjub akan kebesaran
Allah, dapat dilakukan dengan membandingkan kemampuan hewan, tumbuhan
atau benda alam lainnya dengan kemampuan manusia dalam melakukan
hal yang sama. Dengan begitu akan diketahui bahwa kemampuan atau
teknologi buatan manusia memang tidak ada apa-apanya dengan ilmu
dan kemampuan sempurna yang Allah berikan kepada makhluknya yang
lain. Cara lain adalah dengan mengajak pembaca memikirkan apa yang
akan terjadi seandainya yang ada di alam tidak bekerja sebagaimana
seharusnya.
Pembaca budiman, semoga arahan di atas menjadi pedoman
agar Anda dapat lebih bersemangat mengirimkan karya-karya Anda kepada
kami.
Wassalamu'alaikum wr. wb.
Karya Anda
HIDUP DI LINGKUNGAN BERACUN
oleh Ika Sari Hartini
Saat menyusuri dasar Lautan Pasifik berkedalaman 8000
kaki ( 2440 m) dari permukaan air laut, tepatnya arah tenggara Acapulco
Meksiko, terdapat saluran hidrotermal. Saluran hidrotermaladalah
sebuah celah atau retakan di dasar laut yang mengeluarkan air panas
yang mengandung asam. Saluran tersebut terbentuk dari lapisan kerak
yang perlahan-lahan menyebar sehingga mengakibatkan magma bergerak
menuju ke dasar laut untuk membentuk sumur magma. Pada akhirnya
terbentuklah gunung laut atau bahkan pegunungan laut. Di saat patahan
terbentuk pada pusat penyebaran, air laut akan meresap sejauh satu
sampai dua mil ( 1,6-3,2 k m) menuju lapisan batuan panas. Air panas
ini lalu kembali mengalir ke atas bersamaan dengan mineral dari
batuan tersebut dan membentuk saluran hidrotermal.
Saluran tersebut biasanya terkumpul pada suatu area
bawah laut yang dikenal dengan Yellowstone's geyser basin. Masing-masing
saluran biasanya mempunyai garis tengah antara setengah inci ( 1,27
cm) sampai 6 kaki ( 1,83 m). Area tersebut biasanya ditemukan pada
kedalaman lebih dari satu mil ( 1,6 km), dan seringkali dijumpai
di sepanjang puncak pegunungan laut.
Saluran hidrotermal merupakan oase yang di dalamnya
terdapat sejumlah makhluk hidup yang tidak akan ditemukan di daerah
bawah laut yang lain. Lebih dari 300 spesies baru ditemukan sejak
saluran hidrotermal pertama ditemukan pada tahun 1977.
Salah satu makhluk bawah laut tersebut adalah cacing
raksasa yang panjangnya 4 kaki ( 1.22 m). Salah satu ujungnya tertanam
pada dasar laut sedang ujung lainnya mempunyai bulu yang bergerak
seperti bunga yang tertiup angin. Pertumbuhan cacing raksasa yang
mampu mencapai 33 inci ( 84 cm) per tahun ini menjadikannya sebagai
binatang laut tak bertulang belakang dengan pertumbuhan tercepat.
Cacing raksasa ini merupakan anggota paling mencolok
dari komunitas yang ada di sekitar saluran hidrotermal. Beberapa
peneliti berpendapat, tak ada makhluk hidup yang mampu bertahan
dengan keadaan lingkungan yang beracun, bersuhu tinggi, bertekanan
tinggi serta sangat gelap. Tapi, pada tahun 1977 para peneliti menemukan
cacing raksasa dan beberapa makhluk hidup lain di saluran di dekat
pulau Gallapagos.
Selain cacing raksasa yang sampai saat ini hanya ditemukan
di lautan Pasifik, terdapat pula cacing Jericho yang besarnya hampir
sama dengan pensil, serta beberapa cacing berukuran lebih kecil
yang hidup di dinding timbunan mineral yang ada di sekitar saluran.
Juga terdapat remis, udang, kijing, dan kepiting pada beberapa saluran,
namun spesiesnya berbeda dengan yang biasa dimakan manusia. Sampai
saat ini para ahli masih melakukan penelitian bagaimana makhluk
hidup tersebut mampu hidup dalam air laut yang mengandung racun
yang bisa membunuh jenis kerang pada umumnya.
Air yang keluar dari saluran bisa mencapai 4000 C
dengan tekanan yang sangat tinggi sehingga air laut tersebut tidak
sampai mendidih. Namun intensitas panas hanya berada pada beberapa
daerah saja. Beberapa inci saja dari lubang saluran termal suhu
air bisa mencapai 20 C yang merupakan suhu bawah laut. Hampir semua
makhluk hidup di sekitar saluran hidup pada suhu bawah laut.
Yang menjadikan mereka tetap hidup adalah senyawa kimia
yang berasal dari saluran tersebut. Larutan kimia yang umumnya ada
pada saluran adalah hidrogen sulfida, yang baunya seperti telur
busuk. Larutan ini terbentuk pada saat air laut mencapai batuan
yang mengandung sulfat di bawah dasar laut. Bakteri yang ada menggunakan
hidrogen sulfida sebagai sumber energi sebagai pengganti sinar matahari.
Cacing raksasa tersebut tidak mempunyai sistem pencernaan,
tidak memiliki mulut atau pun usus. Kehidupannya sangat tergantung
pada bakteri-bakteri sebagai makanannya. Dalam tubuh cacing terdapat
jaringan yang menyerupai bunga karang yang berisi bakteri. Bulu
yang ada pada bagian atas tubuhnya berwarna merah, dan berisi darah
yang mengandung hemoglobin. Hemoglobin ini mengikat hidrogen sulfida
dan menghantarkannya menuju ke bakteri yang ada di dalam cacing.
Bakteri mengoksidasi hidrogen sulfida dan mengubah karbon dioksida
menjadi senyawa karbon yang merupakan sumber makanan cacing.
Penyelidikan daur hidup makhluk tersebut tidaklah
mudah, karena para peneliti hanya bisa melakukan penelitian dengan
cara memberikan cahaya pada makhluk tersebut yang biasanya hidup
dalam kegelapan. Sejumlah spesies akan mati apabila dipindahkan
dari lingkungannya.
Semua hal yang tersebut di atas semakin membuktikan
bahwa Allah Maha Besar. Sembarang makhluk tidak mungkin dapat hidup
di perairan yang mengandung racun. Akan tetapi bagi makhluk yang
memang terdapat di sekitar saluran termal tersebut, zat beracun
itu justru menjadi sumber kehidupan mereka. Ini dikarenakan makhluk
hidup tersebut memang telah diciptakan bersamaan dengan segala kelengkapan
tubuh dan metabolisme yang mampu memanfaatkan 'zat beracun' tersebut
untuk kelangsungan hidupnya.
Editorial
BUKU AJAIB
Alkisah, tersebutlah Profesor Fulan, sosok ilmuwan
sangat jenius. Suatu ketika ia mengumumkan penemuannya tentang buku
ajaib dalam sebuah wawancara di televisi. Buku tersebut, menurutnya,
adalah buku yang berisi tulisan tentang seluruh hal yang berkenaan
dengan pembangunan gedung pencakar langit, bidang keahlian yang
telah digelutinya sejak lama. Buku ini berisi informasi dan penjelasan
super-lengkap, dari segala bahan baku yang dibutuhkan untuk membangun
gedung pencakar langit, hingga rancangan serta proses pembuatannya
hingga jadi. Uniknya, ternyata buku ini tidak terlalu tebal, dan
ukurannya pun mini, lebih kecil dari buku saku.
Keunikan buku tersebut, tambah sang profesor, tidak
terbatas pada ukurannya saja. Buku ajaibnya mudah digunakan oleh
siapa saja, terlepas latar belakang pendidikannya, usia, maupun
jenis kelamin. Mendengar hal ini, para penonton televisi pun terheran-heran
dan penasaran. Tak ayal lagi, ketika kesempatan bertanya dibuka,
para penonton di studio pun berebut kesempatan untuk bertanya lebih
lanjut.
Salah satu penonton menyangsikan ucapan sang profesor
dan meminta penjelasan lebih lanjut tentang penggunaan buku tersebut.
Dengan ringan dan tersenyum bangga, sang profesor menjawab bahwa
ini adalah hal mudah. Siapa pun yang telah membeli bukunya hanya
perlu menggali lubang dalam tanah, lalu memasukkan buku ajaibnya
dan menguburnya. Setiap pekan sekali, 'kuburan buku ajaib' tersebut
perlu disirami seember air dan diberi pupuk berupa satu kilogram
semen. Pada tahun kesepuluh, dari tempat itu, sebuah gedung pencakar
langi yang siap digunakan akan muncul dengan sendirinya, jawab sang
profesor.
Fiksi ilmiah, begitulah mungkin yang terlintas dalam
benak kita ketika membaca baris demi baris kisah di atas. Namun,
sebagaimana kisah fiksi ilmiah yang seringkali terilhami oleh penemuan
ilmiah yang nyata, kisah di atas pun bukanlah tanpa fakta.
Kegunaan penting buku adalah sebagai alat untuk menuliskan
atau menyimpan informasi. Selain buku, perangkat komputer seperti
disket, harddisk, CD atau piranti semisalnya merupakan produk teknologi
terkini untuk menyimpan data atau informasi. Namun, segala piranti
ini jauh lebih ketinggalan dibandingkan apa yang dihasilkan alam:
biji tumbuhan. Biji atau benih berisi informasi dalam molekul DNA
yang dikandungnya. Benih jauh lebih kecil ketimbang perangkat penyimpan
informasi di atas, tetapi mampu menyimpan seluruh informasi tentang
seluk-beluk tumbuhan, bahkan pohon raksasa menjulang tinggi yang
bakal tumbuh. Lebih dari itu, perlu air, sinar matahari, dan mineral
dalam tanah saja untuk mewujudkan informasi dalam benih menjadi
kenyataan; hal yang ajaib tapi nyata. Tidak ada buku, CD, disket
atau harddisk yang setelah dikubur, diairi dan diberi pupuk, lantas
mampu menterjemahkan informasi yang disimpannya menjadi kenyataan
dalam rentang waktu tertentu.
Profesor Fulan dan buku ajaibnya boleh saja dikatakan
dongeng fiksi yang takkan pernah terwujud. Namun, ada yang jauh
lebih sempurna dari itu, yakni Allah dan benih ciptaan-Nya, yang
ternyata telah menjadi kisah nyata sejak lama! (cs)
SURAT
PEMBACA
- 1 -
Ass. wr. wb.
Maaf saya baru membaca insight mulai edisi 2 dan 3. Saya sangat
bersyukur akan adanya majalah ilmiah Islami ini. Ada beberapa hal
yang ingin saya sampaikan kepada redaksi. Kalau boleh saya usul
:
Pertama : Hendaknya Redaksi mengomentari surat pembaca yang masuk
dibawah rubrik "Surat Pembaca". Sehingga lebih komunikatif.
Kedua : Hendaknya tampilkan rubrik yang lebih akomodatif dan sebaiknya
tampilkan juga tulisan-tulisan sains lokal dan dalam negeri kita
sendiri.
Ketiga : Kalau boleh usul insight punya kolom khusus mengenai bioteknologi
atau rubrik khusus lainnya (secara kontinu).
Terima kasih, mohon maaf jika ada kata dan ungkapan yg salah. Sekali
lagi saya turut bersyukur dan semoga INSIGHT menjadi buletin yang
membawa umat ini ke arah sistem tafkir yang islami.
Terima kasih.
Sanusi, Puslit Bioteknologi - LIPI,
Jln. Raya Bogor km. 46 Cibinong – 16911
Tel. 021- 8754587
- 2 -
Assalamua'laikum......
Saya baru kenal kamu sebulan yang lalu tetapi aku langsung
tertarik sama kamu. Tapi sayangnya kamu suka datang telat. Edisi
ketiga aja aku dapatnya pada minggu ketiga. Kalau bisa insight tepat
waktu dalam pendistribuannya ke kota-kota seluruh Indonesia.
Jazakillah atas perhatian Insight.
Wassalamua'laikum....
Zumrotul K, Surabaya
|