DAFTAR ISI

Bunga Berbulu Serangga

Si Kecil Berkemampuan
Besar


Dibayar Dengan Buah

Wewangian dari Kotoran
Ternak


Sesendok teh DNA

Tuhan Yang Maha Tenggelam

Maalikul Mulk, Maha Memiliki
Kerajaan

Kenapa Ada Siang Dan Malam

Dari Kami

Hidup di Lingkungan Beracun

Buku Ajaib


Surat Pembaca

Bahasan Utama
BUNGA BERBULU SERANGGA

Syarat pertama pembentukan benih dari suatu tumbuhan adalah penyatuan sel betina dan sel jantan pada bunga. Seringkali peristiwa penyerbukan ini melibatkan sel betina dari satu tumbuhan dengan serbuk sari dari tumbuhan lain. Tetapi ada satu permasalahan: tumbuhan tidak dapat berpindah tempat. Untuk itulah Allah menciptakan cara ajaib bagi serbuk sari dari satu tumbuhan untuk dipertemukan dengan sel betina dari tumbuhan lain. Sebagaimana akan segera kita pahami, sebutir serbuk sari yang tak lebih besar dari setitik debu mempunyai rancangan mengagumkan dengan kerumitan luar biasa. Allah telah menciptakan jutaan tumbuhan berbeda dan jutaan butir serbuk sari yang diperlukan tumbuhan ini.

Sebagian besar serbuk sari terbawa oleh angin. Butiran kecil ini adalah pemicu alergi yang banyak menjangkiti orang di musim semi. Ketika mencapai organ tumbuhan lain di mana sel telur berada, serbuk sari akan membuahi sel telur.

Tumbuhan lain menggunakan binatang sebagai kurir pengangkut serbuk sarinya. Kurir yang paling sering dipakai tumbuhan adalah serangga. Karena warna, bau harum dan madu bunga - atau nektar - yang Allah berikan, bunga mampu memikat serangga. Ketika mengamati dengan seksama hubungan antara bunga dan serangga, kita saksikan keserasian pada penciptaan makhluk hidup ini. Tentu saja, desain luar biasa serbuk sari dan tumbuhan tidak dirancang sendiri oleh tumbuhan. Cara mengagumkan yang digunakan untuk menyebarkan serbuk sari hanyalah satu dari contoh tak terhitung penciptaan sempurna oleh Allah.

Helikopter berbelalai panjang

Untuk mencapai nektar dan serbuk sari dari sejenis bunga iris yang tumbuh di Afrika Selatan sangatlah sulit. Ini karena adanya satu tabung panjang di bawah dedaunannya. Nektar dan serbuk sari berada di dasar tabung ini. Untuk mencapai keduanya, diperlukan satu pipa penyedot panjang. Sebuah mesin terbang juga diperlukan untuk menjaga agar pipa tersebut tetap tergantung di udara. Allah, pencipta bunga ini dengan seni dan keindahan yang tiada banding, juga mencipta sistem yang diperlukannya untuk berkembang biak. Dengan kata lain, terdapat serangga khusus yang mampu meraih nektar dan serbuk sari yang sekilas tampak mustahil dijangkau ini.

Serangga khusus mirip lalat ini adalah sejenis serangga berbelalai yang mampu terbang mengambang di udara, dengan kata lain dalam posisi tetap. Belalai ini tidak lain adalah sebuah pipa penyedot panjang yang memungkinkannya mencapai bagian terdalam dari bunga tersebut. Ia harus mendarat di atas bunga secara tegak lurus agar pipa penyedotnya tidak tertekuk, dan mampu memasukkan pipa ini ke dalam tabung bunga tersebut.

Serangga ini juga dilengkapi sistem terbang yang ia perlukan. Dengan perangkat penerbangan ini, ia dapat terus melayang di udara seperti helikopter. Selain itu, agar dapat mendarat dengan aman, sebuah helikopter perlu tanda pemandu pada landasan mendaratnya (helipad). Dan ajaibnya, tanda pemandu ini terdapat pada permukaan bunga Iris berupa sejumlah tanda berbentuk panah-panah putih pada kelopak bunganya. Kesemua tanda panah ini menunjuk ke satu titik, yakni ke arah mulut tabung tersebut. Dengan demikian serangga dapat memasukkan pipa penyedotnya tanpa tertekuk sembari mendarat dengan aman di atas permukaan bunga pada titik yang tepat.

Ini jelaslah sebuah keajaiban. Bunga adalah tumbuhan tanpa kesadaraan yang tak bermata, tanpa tangan dan tak punya otak untuk berpikir. Meski demikian, ia mempunyai tanda untuk memandu serangga, layaknya tanda yang ada pada landasan pendaratan helikopter. Seekor serangga juga makhluk yang tak bernalar. Namun ia juga memiliki semua rancangan teknik seperti pipa penyedot panjang dan sistem penerbangan mirip helikopter, yang diperlukan untuk mencapai nektar dan serbuk sari. Jelaslah, kecerdasan yang menghasilkan keserasian tanpa cela ini tidaklah berasal dari serangga atau tumbuhan itu sendiri. Tidak pula kehebatan makhluk hidup ini berasal dari manusia, yang tak pernah mampu meciptakan desain secanggih ini. Semua hal ini hanya mungkin terjadi karena keberadaan Pencipta kedua makhluk tersebut, Pemilik ilmu dan kekuasaan yang sempurna tanpa tara. Dialah Allah yang Agung, yang mengetahui semua sifat yang dimiliki setiap makhluk hidup dan mencipta mereka dari ketiadaan agar serasi satu sama lain. Sebagaimana dipaparkan dalam salah satu ayat Al Qur'an:

Dan kepunyaan-Nya-lah siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Semua hanya kepada-Nya tunduk. (QS. Ar Ruum, 30:26)

Anggrek berbulu serangga

Rancangan anggrek Cyprus adalah keajaiban penciptaan yang lain. Rancangan bunganya memiliki bentuk berupa tiruan lebah betina, termasuk dalam hal ukurannya. Selain berbentuk sayap berwarna biru, rancangan anggrek ini memiliki bagian menyerupai bulu pada tubuh lebah betina. Di bawah sinar mentari, sayap lebah betina mejadi berwarna biru. Dan sama seperti pada anggrek Cyprus, tubuhnya juga diliputi bulu-bulu. Anggrek ini menyerupai lebah betina secara sempurna.

Namun ini bukanlah seluruh keajaibannya. Lebah betina mengeluarkan zat kimia khusus untuk memikat lebah jantan. Sangat mengherankan bahwa anggrek Cyprus juga menghasilkan zat kimia yang sama untuk memikat lebah jantan. Lebah jantan yang terpikat pun mendekat dan bersinggungan dengan bunga anggrek Cyprus yang mirip lebah betina tersebut. Akibatnya, serbuk sari sang anggrek menempel pada tubuhnya. Lebah jantan membawa serbuk sari ini ketika mengunjungi anggrek yang lain, dan anggrek lain tersebut dibuahi oleh serbuk sari ini.

Di sini kita melihat satu lagi keajaiban penciptaan. Anggrek adalah tumbuhan. Anggrek tidak mempunyai mata untuk melihat dunia luar dan tidak memiliki otak untuk mencerna apa yang dilihatnya. Kenyataan bahwa satu tumbuhan dapat menyerupai makhluk hidup yang tak pernah ia lihat dan ia ketahui, dari sayap hingga bulunya, dan dari warna hingga baunya, adalah bukti bahwa Allah-lah yang menciptakan anggrek dan lebah sekaligus.

SI KECIL BERKEMAMPUAN BESAR

Sebutir benih tak lebih dari satu bagian kecil dari sebuah tumbuhan. Inilah benda mungil yang tak seorang pun mempedulikannya. Namun, siapa sangka jikalau benih adalah sebutir benda mungil yang berisi ribuan halaman informasi. Dengan informasi ini, beserta seluruh perangkat yang dimilikinya, sebutir benih mungil mampu memanfaatkan sinar matahari, dan air serta mineral dalam tanah. Seiring dengan waktu, benih akan tumbuh jutaan kali lebih besar, dan akan menjadi keajaiban terbesar untuk disaksikan manusia. Benih akan menjadi sebuah tumbuhan, bahkan sebatang pohon besar kokoh yang menjulang tinggi...!!!

Semua orang tahu apakah benih itu. Tapi, mungkin mereka tak pernah berpikir bagaimana beragam tumbuhan yang berjumlah tak terhitung, bermula dari benda mungil mirip kayu ini. Namun, jika Anda berpikir lebih dalam tentang benih, Anda akan menyaksikannya sebagai keajaiban. Warna, rancangan, bau, dan semua sifat lain dari tumbuhan yang Anda lihat di sekitar, tersimpan di dalam benih kecil ini. Sungguh, setiap benih adalah bank data menakjubkan. Benih berisi informasi tentang:

* setiap cabang dan daun tumbuhan asalnya,

* jumlah dan bentuk dedaunannya,

* warna dan ketebalan kulit luarnya,

* jumlah dan ukuran pembuluh yang mengangkut air dan makanan;

* tinggi tumbuhan,

* apakah tumbuhan akan berbuah atau tidak,

* dan jika berbuah, akan seperti apa rasa, bau, bentuk dan warnanya.

* Singkatnya, benih berisi seluruh informasi yang dapat diketahui tentang suatu tumbuhan.

Warna merah mawar, pembuluh daun, banyaknya daun, penampakan dan kelembutannya yang bagaikan beludru, serta percampuran zat-zat yang memberi mawar keharumannya, semua adalah bagian dari informasi ini. Informasi semacam inilah yang membuat anggur muncul dari kantung kecil dipenuhi air manis yang tumbuh pada cabang pohon yang menyerupai ranting kering. Informasi yang membuat kulit anggur berbeda dengan kulit kacang tanah, dan memberi keduanya warna, rasa, aroma dan vitamin yang dikandung; yang menjadikan satu berair sementara yang lain lebih kering, semuanya terkandung dalam embrio dari setiap benih.

Manusia menggunakan komputer untuk menyimpan informasi. Bagian khusus dari komputer yang disebut hard disk dirancang untuk menyimpan informasi. Piranti berteknologi tinggi ini sangatlah terbelakang jika dibandingkan dengan sebutir benih mungil. Dalam sebutir benih terdapat ratusan ribu halaman berisi informasi dan sistem rumit yang belum mampu dipahami atau ditiru manusia. Ini dikarenakan Allah-lah yang mencipta benih. Dan Allah-lah yang menciptakan perangkat yang terdapat di dalamnya.

Sebutir benih mungil sudah cukup menjadi bukti karya hebat Allah yang tanpa tara dalam mencipta. Setiap benih diliputi oleh ilmu Allah; benih tumbuh dalam pengetahuan-Nya menjadi sebuah tumbuhan. Allah mengungkap kebenaran ini dalam sebuah ayat Al Qur'an:

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. Al An'aam, 6:59)

DIBAYAR DENGAN BUAH

Ketika serbuk sari bersatu dengan sel betina, tumbuhan terbuahi, dan berselang waktu kemudian, benih pun terbentuk. Sebutir benih berperan menjaga kelestarian jenisnya, dan masing-masing merupakan contoh kesempurnaan ciptaan Allah. Dalam Al Qur'an, Allah secara khusus mengarahkan perhatian manusia pada penciptaan benih:

Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam. Kamukah yang menumbuhkannya atau Kamikah yang menumbuhkannya. Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia kering dan hancur; maka jadilah kamu heran tercengang. (QS. Al Waaqi'ah, 56:63-65).

Parasut terkecil di dunia

Sejumlah bunga menggunakan angkutan udara untuk menyebarkan benihnya. Terdapat tumbuhan yang memiliki perangkat penyebaran benih berupa serabut-serabut halus yang menyerupai bentuk bola putih. Di bawah setiap bola putih ini terdapat sekitar seratus benih. Di dalam setiap benih telah tersedia peralatan terbang istimewa: sebuah parasut. Parasut ini sedemikian berdaya-guna sehingga hembusan angin kecil saja sudah mampu menerbangkan benih tinggi ke udara, layaknya helikopter mungil. Setiap helikopter mungil ini mengangkut sebutir benih. Ukuran benih, serta panjang dan rancangan sayapnya memperlihatkan keserasian mengagumkan.

Perangkat penerbangannya sungguh hebat. Skala, ukuran dan berat perangkat penerbangannya secara menyeluruh dirancang untuk mengangkut benih. Bahkan panjang antara benih dengan peralatan terbangnya diatur untuk menyeimbangkan titik pusat beratnya. Jika ukurannya lebih pendek atau lebih panjang, benih takkan dapat terbang.

Manusia menggunakan parasut. Ada satu hal sangat penting yang tidak boleh dilupakan: Mereka yang merancang parasut adalah orang yang memiliki pengetahuan dan kecerdasan. Bunga, pengguna parasut yang jauh lebih hebat daripada yang digunakan manusia, hanyalah sejenis tumbuhan yang tidak mempunyai kecerdasan atau kesadaran. Namun, berkat penciptaan oleh Allah yang tiada banding, tumbuhan ini membuat mekanisme terbang sempurna. Ini memperlihatkan kita pada keajaiban yang nyata. Dan keajaiban ini merupakan bukti bahwa Allah menciptakan setiap makhluk hidup di muka bumi.

Mentimun Bersenapan Mesin

Untuk menyebarkan benihnya, beberapa tumbuhan menggunakan cara lain lagi, misalnya ledakan. Cara ini digunakan pada penyebaran benih pada tumbuhan sejenis mentimun Mediterania. Berkat perangkat khusus ciptaan Allah, benih ini dapat tersimpan dalam ruangan bertekanan tinggi. Ketika saatnya tiba, benih ditembakkan layaknya peluru dari sebuah senapan mesin.

Tumbuhan balsam Himalaya memiliki perangkat dengan rancangan yang begitu sempurna. Sentuhan paling lembut sekali pun akan memicu mekanisme penembakan. Tenaga ledakannya begitu kuat sehingga benih tumbuhan ini dapat dilontarkan hingga 5 meter jauhnya.

Dibayar Dengan Buah

Sebagian tumbuhan memanfaatkan semangat kerja tinggi dari semut, dan mempekerjakan mereka untuk mengangkut benih. Untuk tujuan ini, tumbuhan menawarkan semut imbalan istimewa. Di ujung benihnya, tumbuhan meletakkan sejenis makanan yang khusus disukai semut. Jika berada di udara terbuka, benih ini akan dimakan burung atau hewan melata. Untuk bertahan hidup dan berkecambah, benih harus masuk ke dalam tanah secepatnya. Pada saat inilah semut muncul dan membawa benih tersebut ke sarangnya di bawah tanah.

Semut memakan makanan khusus yang diletakkan untuk mereka di ujung benih. Tapi semut tidak memerlukan benih itu sendiri. Jadilah benih ini menemukan tempatnya di bawah tanah yang memungkinkannya berkecambah dengan tenang.

Pohon buah mengikuti cara serupa. Pohon buah menggunakan manusia dan hewan untuk mengangkut benihnya, dan membayar pengangkutan benih dengan buahnya. Ketika benih matang, daging buah yang menutupinya berubah warna serta menjadi manis dan lezat. Dengan cara ini, buah sebenarnya menawarkan dirinya sendiri agar manusia atau binatang mau memetiknya. Hewan seperti monyet dan burung menyukai penampakan buah ini, dan tahu bahwa ini berarti jamuan lezat bagi mereka.

Sampai di sini, mari kita merenung sekali lagi: Dengan tanah kotor, air dan sinar matahari, pohon menghasilkan buah yang lezat. Pohon buah menghasilkan gizi penting bagi manusia dan binatang seakan memahami anatomi tubuh keduanya. Pohon buah membuat makanan bergizi ini dengan memperhitungkan rancangan tertentu yang memastikan penyebaran benihnya. Tapi kita mesti ingat bahwa pohon tersusun dari kayu, akar, dan daun. Pohon tidak berkemampuan untuk berpikir dan menalar. Pepohonan tanpa kecerdasan dan kesadaran, tapi mampu menghasilkan makanan lezat sekaligus bergizi bagi manusia dan binatang, menjadi bukti akan keberadaan Allah. Allah-lah yang mencipta tetumbuhan dan menjadikannya bermanfaat untuk manusia. Dalam satu ayat Al Qur'an, Allah berfirman:

Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. (QS. Al An'aam, 6:99)

Keajaiban di Alam
WEWANGIAN DARI KOTORAN TERNAK

Beragam benda tampak berbeda dan memiliki keistimewaan yang berlainan walaupun mengandung atom yang sama. Menurut Anda, apa yang membuat benda-benda di sekitar Anda berbeda? Apa yang membuatnya berbeda dalam warna, bentuk, bau, dan rasa? Apa pula yang menjadikannya lembut atau keras? Alasan di balik semua perbedaan ini adalah karena atom-atom menyusun ikatan kimia yang berbeda dalam pembentukan molekul.

Menyusul atom, yang merupakan tahap pertama dalam penyusunan zat, tahap berikutnya adalah molekul. Molekul merupakan satuan terkecil yang menentukan sifat kimia suatu zat. Sebagian dari struktur yang kecil ini terdiri dari satu jenis atom atau lebih, sebagian lainnya bahkan mengandung beribu-ribu kelompok atom. Keanekaragaman yang kita lihat di sekitar kita terjadi karena molekul terbentuk dengan cara yang berbeda-beda. Kita dapat melihat ini dengan mengambil contoh dari indra pengecapan dan penciuman kita.

Sebenarnya, gambaran seperti "rasa" dan "bau" tidaklah lebih dari apa yang dirasakan alat panca-indra kita terhadap molekul-molekul yang berlainan. Bau makanan, minuman, serta beraneka buah dan bunga, semuanya terdiri dari molekul yang mudah menguap. Atom menyusun benda hidup dan benda tak-hidup, serta membentuk rasa dan keindahan pada benda-benda tersebut. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Molekul-molekul yang mudah menguap seperti bau vanila dan wangi bunga tulip memasuki alat penerima (reseptor) yang berupa rambut-rambut kecil di bagian hidung yang disebut epithelium (lapisan kulit luar) dan bersentuhan dengan reseptor ini. Sentuhan ini dirasakan sebagai bau di dalam otak kita. Serupa dengan itu, ada empat jenis reseptor kimia yang berbeda di bagian depan lidah manusia. Hal ini berkaitan dengan rasa asin, manis, asam, dan pahit. Molekul-molekul yang sampai ke reseptor dari seluruh alat indra kita diterima sebagai sinyal kimiawi oleh otak kita.

Dewasa ini, kita telah memahami bagaimana rasa dan bau diterima oleh alat indra kita dan bagaimana cara terbentuknya. Namun, para ilmuwan tidak dapat mencapai kesepakatan tentang mengapa sejumlah zat berbau lebih menyengat sedangkan sebagian lainnya memiliki bau yang lebih lembut, atau mengapa sebagian di antaranya berbau tidak enak sedangkan sebagian yang lain memiliki bau yang menyenangkan.

Keberadaan rasa dan bau bukanlah kebutuhan mendasar bagi umat manusia. Namun, beratus-ratus jenis buah dan sayur-sayuran yang lezat, dengan bau-bauan yang memikat, dan beribu jenis bunga dengan warna, bentuk, dan keharuman yang berbeda-beda, semua muncul dari dalam tanah. Bahkan, seringkali beragam tumbuhan ini justru tumbuh lebih subur, berbunga atau berbuah lebih baik ketika lahannya diberi pupuk kotoran ternak yang berbau tidak sedap. Ini berarti tanaman buah dan sayuran mampu merombak molekul yang berbau tidak sedap ini menjadi zat yang memberikan keharuman tersendiri pada bunga maupun buah. Belum ada teknologi manusia yang mampu menandingi teknologi yang ada pada tumbuhan tersebut. Manusia belum sanggup membuat wewangian beraroma bunga atau buah tertentu dengan menggunakan bahan baku tanah, apalagi yang dicampur dengan kotoran ternak. Semua ini menunjukkan kita akan kehebatan Allah, Dia-lah yang menambahkan beragam keindahan pada dunia kita sebagai karya sempurna yang menakjubkan.

Dari sudut pandang ini, warna dan bau, seperti semua nikmat Allah lainnya, adalah dua di antara segenap keindahan, yang dilimpahkan oleh Allah, Yang Maha Penyayang dan Agung, kepada manusia tanpa terhitung. Ketiadaan dua indra perasa ini cukup untuk mengubah kehidupan manusia menjadi hambar. Sebagai balasan dari semua nikmat yang diberikan kepadanya, seseorang tentulah harus berusaha untuk menjadi hamba Allah yang baik. Dia-lah Allah, yang pengetahuan-Nya meliputi manusia.

Seri Keruntuhan Evolusi
SESENDOK TEH DNA

Biokimia modern juga memperlihatkan desain rumit dari molekul DNA yang tak terbayangkan sebelumnya. Bentuk dan susunan molekul DNA ditemukan oleh dua orang ilmuwan, James Watson dan Francis Crick, pada tahun 1955. Penemuan mereka menunjukkan bahwa kehidupan ternyata jauh lebih rumit dari yang pernah dibayangkan sebelumnya. Kendatipun seorang evolusionis tulen, Francis Crick, yang mendapat hadiah Nobel bagi penemuannya ini, akhirnya mengakui bahwa struktur seperti DNA tidak akan pernah dapat muncul dengan sendirinya melalui peristiwa alam biasa, atau secara kebetulan.

DNA adalah sebuah molekul raksasa di dalam inti sel makhluk hidup. Segala informasi tentang sifat fisik dan fisiologis makhluk hidup tersimpan dalam molekul DNA yang berbentuk heliks ganda ini. Semua informasi mengenai tubuh kita, dari warna mata hingga struktur organ dalam, juga bentuk dan fungsi sel-sel kita, terprogram dalam bagian-bagian yang disebut "gen" pada DNA.

Kode DNA tersusun atas urutan empat "basa" yang berbeda yang dinamakan Adenin, Guanin Timin dan Citosin. Jika kita umpamakan setiap basa ini sebagai sebuah huruf, maka DNA dapat dimisalkan sebagai bank data yang tersusun atas kumpulan alfabet beranggotakan empat huruf. Semua informasi tentang suatu makhluk hidup tersimpan dalam bank data ini.

Jika kita mencoba menuliskan semua informasi dalam DNA, maka ini akan memerlukan sekitar satu juta halaman. Ini setara dengan ensiklopedia berjumlah empat puluh kali lebih banyak dari The Encyclopaedia of Britannica, salah satu kumpulan informasi terlengkap yang pernah dibuat manusia. Namun informasi raksasa ini tersimpan dalam inti sel kita yang sangat kecil, yang berukuran sekitar seperseribu milimeter. Menurut perhitungan, sebuah rantai DNA yang cukup untuk memenuhi satu sendok teh, memiliki kemampuan menyimpan seluruh informasi yang terdapat di semua buku yang pernah ditulis.

Jelas bahwa struktur menakjubkan semacam ini tidak pernah mampu terbentuk dengan sendirinya akibat peristiwa alamiah biasa tanpa sengaja diciptakan, atau secara kebetulan. Teori evolusi, yang memandang kehidupan bukan karena sengaja diciptakan, akan tetapi sebagai hasil peristiwa alamiah yang terjadi secara kebetulan dan acak semata, tidak mampu berkata apa pun ketika dihadapkan pada kerumitan dan kesempurnaan DNA yang luar biasa. Jelas bahwa DNA, sel, dan seluruh makhluk hidup adalah hasil sebuah penciptaan luar biasa dan sempurna. Proses penciptaan ini pastilah dilakukan dengan sengaja dan tak mungkin akibat kebetulan semata. Dan oleh karena penciptaan ini benar-benar ada, maka sudah pasti ada Pencipta, yang memiliki kekuasaan, ilmu dan hikmah yang tak terbatas.

Ketika mengamati makhluk hidup apa pun di alam, kita akan menyaksikan betapa agungnya kekuasaan sang Pencipta. Masing-masing dari jutaan makhluk hidup dan spesies di alam adalah sebuah karya seni. Dan sebagaimana layaknya setiap karya seni, mereka mengenalkan kepada kita seniman pembuat karya seni tersebut. Dialah Allah, Tuhan langit dan bumi, dan segala sesuatu yang ada di antara keduanya.

Kisah Al Qur'an
TUHAN YANG MAHA TENGGELAM

Salah satu peradaban tertua di dunia adalah Mesir. Penemuan tulis-menulis di sekitar milenium ketiga sebelum masehi, pemanfaatan Sungai Nil, dan cara mereka mempertahankan diri dari serangan musuh, semuanya berperan penting dalam memajukan peradaban ini.

Mesir Kuno terletak di lembah Sungai Nil, yang termasuk keajaiban alam di dunia. Berkat kesuburan yang bersumberkan dari sungai ini, yang membentang dari satu ujung benua Afrika ke ujung lainnya, penduduk Mesir dapat bercocok tanam tanpa harus bergantung pada musim hujan. Tentang hal ini, sejarawan, Ernst Gombrich, menyatakan sebagai berikut:

Afrika sangatlah panas. Berbulan-bulan tanpa hujan. Sehingga banyak bagian benua ini yang gersang. Wilayah itu tertutupi gurun pasir. Inilah yang terjadi di wilayah kiri dan kanan Mesir. Hujan turun sangat jarang di Mesir. Tapi hujan tidak begitu diperlukan, karena Sungai Nil mengalir di tengah-tengah negeri ini. (Ernst Gombrich, Eine Kurze Weltgeschichte Für Junge Leser, Dumont Buchverlag, Köln, 1985)

Peran sangat strategis ini menjadikan siapa pun yang menguasai Sungai Nil berkuasa atas sumber terpenting perniagaan dan pertanian Mesir, dengan kata lain, sumber utama kehidupannya. Para penguasa Mesir Kuno membangun kerajaan kuat dengan cara itu. Mereka di kemudian hari dikenal dengan sebutan "Fir'aun".

Keadaan alam Mesir sangat berpengaruh pada kehidupan orang-orang Mesir kuno. Letak geografis negeri ini menjadikannya terlindungi sangat baik dari ancaman luar. Mesir dikelilingi gurun pasir, pegunungan, dan lautan di semua sisinya. Hanya ada dua jalan masuk bagi penyerang negeri ini, sesuatu yang mudah bagi pasukan Mesir untuk menghadapinya.

Penduduk Mesir hidup tertutup dari dunia luar akibat keadaan alam ini. Selama berabad-abad, keterkungkungan tersebut memunculkan fanatisme buta. Ketertutupan dari perkembangan terkini dan pembaharuan menyebabkan mereka bersikukuh pada keyakinan mereka. Bangsa Mesir Kuno mempercayai banyak dewa atau tuhan. Selain itu, kehidupan setelah mati menjadi bagian terpenting keyakinan bangsa Mesir. Dipercaya bahwa ruh manusia akan tetap hidup setelah jasadnya mati dan ruh tersebut akan dimintai pertanggungjawaban. Timbangan diletakkan dan para saksi dikumpulkan, lalu segala amal baik dan buruk orang mati ini dimusyawarahkan. Lalu tuhan hakim memberikan putusannya. Mereka yang berat timbangan kebaikannya akan hidup bahagia nan kekal, sedang yang berat timbangan keburukannya akan menderita siksa abadi.

Mustahil bila keyakinan bangsa Mesir pada kehidupan setelah mati ini tak terkait dengan keyakinan pada satu Tuhan (Monoteisme) dan agama yang benar. Ini menunjukkan, peradaban Mesir Kuno dulunya pernah menjadi bagian dari agama yang benar beserta wahyunya. Namun, di kemudian hari agama ini diselewengkan, dan keyakinan pada satu Tuhan berubah menjadi pada banyak Tuhan. Kita tahu bahwa dari waktu ke waktu para rasul diutus untuk mengingatkan manusia tentang ke-Esaan Allah dan penghambaan diri pada-Nya. Di antara mereka ialah Nabi Yusuf, yang hidupnya dikisahkan dalam Al Qur'an secara rinci. Nabi Yusuf pindah ke Mesir dengan kaum Bani Israil dan menetap di sana. Setelah beliau wafat, mulailah perbudakan atas orang-orang Bani Israil. Masa itu berakhir dengan diutusnya Nabi Musa sebagai rasul dan pemindahan warga Bani Israil olehnya keluar dari Mesir.

Para Fira'un Mesir berwatak kejam, penindas, suka berperang, dan bengis. Kesamaan mereka adalah pengakuan mereka sebagai sosok maha agung dalam sistem banyak tuhan (politeisme) bangsa Mesir yang menyimpang. Mereka tega menumpahkan darah tanpa sedikit pun merasa bersalah.

Namun, dalam sejarah Mesir, ada satu Fir'aun yang berbeda dari yang lain. Fir'aun ini menyatakan keberadaan satu-satunya Pencipta. Semata karena alasan tersebut, ia ditentang oleh para Pendeta Amon dan akhirnya dibunuh. Fir'aun itu adalah Amenhotep IV, yang bertahta di awal abad ke-14 SM. Ketika Amenhotep IV berkuasa pada tahun 1375 SM, ia memerangi kekolotan yang berkembang selama berabad-abad, dan karenanya menghadapi tentangan sangat berat. Tekanan ini disebabkan kebijakannya mengubah agama politeistis bangsa Mesir, menggantinya dengan keyakinan pada satu Tuhan, dan melakukan perubahan besar-besaran di segala bidang.

Namun, para pemimpin di ibukota Thebes memerangi Amenhotep. Mereka yang mendukungnya meninggalkan ibukota dan pindah ke daerah lain. Di sini, Amenhotep mengubah namanya menjadi Ahk-en-aton, yang berarti "Hamba Aton". Aton, menurut Amenhotep, adalah " pencipta langit dan bumi ", ini menunjukkan keimanannya pada satu Tuhan saja.

Fir'aun-fir'aun kejam lainnya naik tahta setelah Amenhotep. Mereka kembali menyebarkan agama lama mereka yang politeistis, dan berupaya sekuat tenaga mengembalikan masa lalu. Kurang lebih seabad kemudian, Ramses II naik tahta dan berkuasa paling lama dalam sejarah Mesir. Menurut banyak ahli sejarah, Ramses II-lah yang menindas Bani Israil dan memerangi Nabi Musa.

Bangsa Mesir Kuno menolak menanggalkan keyakinan berhala karena taklid buta mereka. Para Rasul telah datang untuk mengingatkan mereka agar mengimani satu Tuhan, tapi para pengikut Fir'aun selalu kembali pada keyakinan lama mereka. Akhirnya, Allah mengirim Nabi Musa sebagai utusan-Nya di saat kaum Bani Israil tengah diperbudak (bersambung).

Tafakur
MAALIKUL MULK, MAHA MEMILIKI KERAJAAN

Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Ali 'Imran, 3:26)

Ketika menyaksikan sekeliling Anda di mana pun Anda kini berada, segala yang Anda saksikan pasti ada Pemiliknya. Kursi yang Anda duduki tersusun atas atom yang diciptakan oleh Pemiliknya. Bunga dalam pot tumbuh karena sinar matahari dan air yang disediakan oleh pemiliknya. Lautan yang Anda pandang dari jendela beserta segala kehidupan di dalamnya ada atas kehendak Pemiliknya...

Pemilik semua ini dan seluruh jagat raya adalah Allah yang Maha Perkasa, Penguasa seluruh alam. Bahkan tubuh Anda berada dalam genggaman Allah yang menciptakan Anda, dan Dia tidak bergantung pada Anda. Tangan, kaki, pembuluh darah, sistem saraf, dan sel-sel Anda adalah hasil pengetahuan tak tertandingi dan kesempurnaan penciptaan oleh Pemilik Anda. Tak satu pun dari semua ini ada karena Anda memutuskan untuk merancang dan menciptakannya. Ketika pertama kali membuka mata pada dunia, Anda temukan sistem tanpa cacat dalam tubuh Anda sendiri dan di bumi yang Anda tempati, bahkan di seluruh jagat raya.

Namun Anda tak memiliki itu semua sebelumnya, dan takkan mungkin pula di masa mendatang dengan kehendak Anda sendiri. Kenyataan ini tentu saja berlaku bagi semua orang. Jika demikian halnya, maka kekuasaan atas segala sesuatu adalah milik Pencipta kita, Allah, Penguasa seluruh alam. Oleh karena itu, sudah sepatutnyalah manusia berterima kasih dan bersyukur kepada-Nya

Katakanlah: "Dia-lah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati". (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur. (QS. Al Mulk, 67:23)


Iptek Anak
KENAPA ADA SIANG DAN MALAM?

Teman-teman, lagi asyik-asyik main, eeeh matahari mulai tenggelam, mama pun memanggil kita untuk pulang ke rumah karena hari mulai gelap. Teman kamu Dzikry berpikir kenapa sih ada siang dan malam? Kenapa hari itu tidak siang saja, kan asyik terang benderang terus. Teman-teman juga pernah berpikir seperti Dzikry ya?

Sudah sejak lama, manusia selalu mencoba mencari tahu setiap kejadian-kejadian nyata yang terjadi di sekelilingnya. Salah satu yang menjadi pertanyaan adalah tentang pergantian siang dan malam, dan kaitannya dengan perubahan musim yang berbeda di beberapa belahan bumi.

Terjadinya siang-malam, berdasarkan penelitian para ahli, tidak lepas dari adanya perputaran bumi pada porosnya dan mengorbit pada matahari. Bumi membutuhkan waktu satu tahun atau 365 hari enam jam untuk membuat satu orbit matahari.

Pada sisi lain, cahaya matahari tidak mampu menyinari seluruh isi bumi secara bersamaan. Ketika teman-teman berada di siang hari, berarti bagian bumi tempat kamu berpijak sedang menghadap matahari. Dan sebaliknya ketika malam tiba, saat bagian bumi yang kamu pijak itu sedang membelakangi matahari.

Pergantian siang dan malam, terkait pula dengan pergantian musim. Pergantian siang dan malam di Indonesia selalu tetap dengan rata-rata perputaran 24 jam sehari. Sehingga di Indonesia, kita hanya mengalami dua musim, yakni panas dan dingin. Ini berbeda dengan yang terjadi di kutub maupun di sejumlah negara di belahan Eropa dan Amerika yang kadang-kadang mengalami panas berkepanjangan atau sebaliknya. Negara-negara yang dilalui garis khatulistiwa tidak akan pernah mengalami pergantian empat musim. Karena daerah khatulistiwa selalu menghadap ke arah matahari, maka daerah khatulistiwa selalu panas.

Sementara, pergantian empat musim yakni musim dingin, gugur, semi dan panas, juga tidak lepas dari orbit bumi terhadap matahari dan putaran pada porosnya. Musim berganti selama sisi lain bumi condong atau jauh dari matahari. Apabila kutub utara condong ke matahari, belahan bumi bagian utara bertambah dekat dengan matahari dan terjadi musim panas. Sementara, belahan bumi selatan cenderung menjauh dari matahari dan terjadilah musim dingin.Begitu pula sebaliknya. Antara musim dingin dan musim panas di belahan bumi lain mengalami musim semi atau musim gugur. Di kutub utara, ketika pertengahan musim panas tiba, matahari akan terlihat sepanjang malam dan siang. Sedangkan ketika musim dingin datang, kita sama sekali tidak bisa melihat matahari.

Sungguh luar biasa bukan teman-teman keseimbangan pengaturan alam semesta ini. Siapakah Sang Pengatur alam yang Maha Hebat ini? Dia-lah Allah SWT, Tuhan Semesta Alam. (luy)

“Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.” (Q.S. Al Jaatsiyah, 45: 13)


DARI KAMI

Assalamu'alaikum wr. wb.

Pembaca budiman, ternyata menulis karya ilmiah memang mudah. Tapi jika karya tersebut harus bersifat populer dan memiliki segi tafakur, ternyata tidak segampang itu. Paling tidak inilah mungkin yang menjadi alasan mengapa sampai saat ini sangat sedikit sekali tulisan yang masuk ke meja redaksi, itu pun masih belum laik muat.

Tulisan populer haruslah mudah dimengerti oleh pembaca seluas-luasnya, apa pun latar belakang pendidikannya. Karenanya, tulisan tersebut haruslah menyederhanakan penjelasan ilmiah rumit dengan bahasa atau istilah umum yang dipahami pembaca luas. Kata-kata serapan dari bahasa asing atau bahasa ilmiah rumit semampu mungkin dihindari, dan diganti dengan padanannya yang lebih mudah dipahami. Misalnya: viskositas, substansi, sirkulasi, signifikan, dsb... sebaiknya diganti dengan: kekentalan, zat, peredaran, penting, dsb.

Memunculkan sisi tafakur dari sebuah tulisan ilmiah populer juga tidak mudah. Untuk membangkitkan rasa takjub akan kebesaran Allah, dapat dilakukan dengan membandingkan kemampuan hewan, tumbuhan atau benda alam lainnya dengan kemampuan manusia dalam melakukan hal yang sama. Dengan begitu akan diketahui bahwa kemampuan atau teknologi buatan manusia memang tidak ada apa-apanya dengan ilmu dan kemampuan sempurna yang Allah berikan kepada makhluknya yang lain. Cara lain adalah dengan mengajak pembaca memikirkan apa yang akan terjadi seandainya yang ada di alam tidak bekerja sebagaimana seharusnya.

Pembaca budiman, semoga arahan di atas menjadi pedoman agar Anda dapat lebih bersemangat mengirimkan karya-karya Anda kepada kami.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Karya Anda
HIDUP DI LINGKUNGAN BERACUN
oleh Ika Sari Hartini

Saat menyusuri dasar Lautan Pasifik berkedalaman 8000 kaki ( 2440 m) dari permukaan air laut, tepatnya arah tenggara Acapulco Meksiko, terdapat saluran hidrotermal. Saluran hidrotermaladalah sebuah celah atau retakan di dasar laut yang mengeluarkan air panas yang mengandung asam. Saluran tersebut terbentuk dari lapisan kerak yang perlahan-lahan menyebar sehingga mengakibatkan magma bergerak menuju ke dasar laut untuk membentuk sumur magma. Pada akhirnya terbentuklah gunung laut atau bahkan pegunungan laut. Di saat patahan terbentuk pada pusat penyebaran, air laut akan meresap sejauh satu sampai dua mil ( 1,6-3,2 k m) menuju lapisan batuan panas. Air panas ini lalu kembali mengalir ke atas bersamaan dengan mineral dari batuan tersebut dan membentuk saluran hidrotermal.

Saluran tersebut biasanya terkumpul pada suatu area bawah laut yang dikenal dengan Yellowstone's geyser basin. Masing-masing saluran biasanya mempunyai garis tengah antara setengah inci ( 1,27 cm) sampai 6 kaki ( 1,83 m). Area tersebut biasanya ditemukan pada kedalaman lebih dari satu mil ( 1,6 km), dan seringkali dijumpai di sepanjang puncak pegunungan laut.

Saluran hidrotermal merupakan oase yang di dalamnya terdapat sejumlah makhluk hidup yang tidak akan ditemukan di daerah bawah laut yang lain. Lebih dari 300 spesies baru ditemukan sejak saluran hidrotermal pertama ditemukan pada tahun 1977.

Salah satu makhluk bawah laut tersebut adalah cacing raksasa yang panjangnya 4 kaki ( 1.22 m). Salah satu ujungnya tertanam pada dasar laut sedang ujung lainnya mempunyai bulu yang bergerak seperti bunga yang tertiup angin. Pertumbuhan cacing raksasa yang mampu mencapai 33 inci ( 84 cm) per tahun ini menjadikannya sebagai binatang laut tak bertulang belakang dengan pertumbuhan tercepat.

Cacing raksasa ini merupakan anggota paling mencolok dari komunitas yang ada di sekitar saluran hidrotermal. Beberapa peneliti berpendapat, tak ada makhluk hidup yang mampu bertahan dengan keadaan lingkungan yang beracun, bersuhu tinggi, bertekanan tinggi serta sangat gelap. Tapi, pada tahun 1977 para peneliti menemukan cacing raksasa dan beberapa makhluk hidup lain di saluran di dekat pulau Gallapagos.

Selain cacing raksasa yang sampai saat ini hanya ditemukan di lautan Pasifik, terdapat pula cacing Jericho yang besarnya hampir sama dengan pensil, serta beberapa cacing berukuran lebih kecil yang hidup di dinding timbunan mineral yang ada di sekitar saluran. Juga terdapat remis, udang, kijing, dan kepiting pada beberapa saluran, namun spesiesnya berbeda dengan yang biasa dimakan manusia. Sampai saat ini para ahli masih melakukan penelitian bagaimana makhluk hidup tersebut mampu hidup dalam air laut yang mengandung racun yang bisa membunuh jenis kerang pada umumnya.

Air yang keluar dari saluran bisa mencapai 4000 C dengan tekanan yang sangat tinggi sehingga air laut tersebut tidak sampai mendidih. Namun intensitas panas hanya berada pada beberapa daerah saja. Beberapa inci saja dari lubang saluran termal suhu air bisa mencapai 20 C yang merupakan suhu bawah laut. Hampir semua makhluk hidup di sekitar saluran hidup pada suhu bawah laut.

Yang menjadikan mereka tetap hidup adalah senyawa kimia yang berasal dari saluran tersebut. Larutan kimia yang umumnya ada pada saluran adalah hidrogen sulfida, yang baunya seperti telur busuk. Larutan ini terbentuk pada saat air laut mencapai batuan yang mengandung sulfat di bawah dasar laut. Bakteri yang ada menggunakan hidrogen sulfida sebagai sumber energi sebagai pengganti sinar matahari.

Cacing raksasa tersebut tidak mempunyai sistem pencernaan, tidak memiliki mulut atau pun usus. Kehidupannya sangat tergantung pada bakteri-bakteri sebagai makanannya. Dalam tubuh cacing terdapat jaringan yang menyerupai bunga karang yang berisi bakteri. Bulu yang ada pada bagian atas tubuhnya berwarna merah, dan berisi darah yang mengandung hemoglobin. Hemoglobin ini mengikat hidrogen sulfida dan menghantarkannya menuju ke bakteri yang ada di dalam cacing. Bakteri mengoksidasi hidrogen sulfida dan mengubah karbon dioksida menjadi senyawa karbon yang merupakan sumber makanan cacing.

Penyelidikan daur hidup makhluk tersebut tidaklah mudah, karena para peneliti hanya bisa melakukan penelitian dengan cara memberikan cahaya pada makhluk tersebut yang biasanya hidup dalam kegelapan. Sejumlah spesies akan mati apabila dipindahkan dari lingkungannya.

Semua hal yang tersebut di atas semakin membuktikan bahwa Allah Maha Besar. Sembarang makhluk tidak mungkin dapat hidup di perairan yang mengandung racun. Akan tetapi bagi makhluk yang memang terdapat di sekitar saluran termal tersebut, zat beracun itu justru menjadi sumber kehidupan mereka. Ini dikarenakan makhluk hidup tersebut memang telah diciptakan bersamaan dengan segala kelengkapan tubuh dan metabolisme yang mampu memanfaatkan 'zat beracun' tersebut untuk kelangsungan hidupnya.

Editorial
BUKU AJAIB

Alkisah, tersebutlah Profesor Fulan, sosok ilmuwan sangat jenius. Suatu ketika ia mengumumkan penemuannya tentang buku ajaib dalam sebuah wawancara di televisi. Buku tersebut, menurutnya, adalah buku yang berisi tulisan tentang seluruh hal yang berkenaan dengan pembangunan gedung pencakar langit, bidang keahlian yang telah digelutinya sejak lama. Buku ini berisi informasi dan penjelasan super-lengkap, dari segala bahan baku yang dibutuhkan untuk membangun gedung pencakar langit, hingga rancangan serta proses pembuatannya hingga jadi. Uniknya, ternyata buku ini tidak terlalu tebal, dan ukurannya pun mini, lebih kecil dari buku saku.

Keunikan buku tersebut, tambah sang profesor, tidak terbatas pada ukurannya saja. Buku ajaibnya mudah digunakan oleh siapa saja, terlepas latar belakang pendidikannya, usia, maupun jenis kelamin. Mendengar hal ini, para penonton televisi pun terheran-heran dan penasaran. Tak ayal lagi, ketika kesempatan bertanya dibuka, para penonton di studio pun berebut kesempatan untuk bertanya lebih lanjut.

Salah satu penonton menyangsikan ucapan sang profesor dan meminta penjelasan lebih lanjut tentang penggunaan buku tersebut. Dengan ringan dan tersenyum bangga, sang profesor menjawab bahwa ini adalah hal mudah. Siapa pun yang telah membeli bukunya hanya perlu menggali lubang dalam tanah, lalu memasukkan buku ajaibnya dan menguburnya. Setiap pekan sekali, 'kuburan buku ajaib' tersebut perlu disirami seember air dan diberi pupuk berupa satu kilogram semen. Pada tahun kesepuluh, dari tempat itu, sebuah gedung pencakar langi yang siap digunakan akan muncul dengan sendirinya, jawab sang profesor.

Fiksi ilmiah, begitulah mungkin yang terlintas dalam benak kita ketika membaca baris demi baris kisah di atas. Namun, sebagaimana kisah fiksi ilmiah yang seringkali terilhami oleh penemuan ilmiah yang nyata, kisah di atas pun bukanlah tanpa fakta.

Kegunaan penting buku adalah sebagai alat untuk menuliskan atau menyimpan informasi. Selain buku, perangkat komputer seperti disket, harddisk, CD atau piranti semisalnya merupakan produk teknologi terkini untuk menyimpan data atau informasi. Namun, segala piranti ini jauh lebih ketinggalan dibandingkan apa yang dihasilkan alam: biji tumbuhan. Biji atau benih berisi informasi dalam molekul DNA yang dikandungnya. Benih jauh lebih kecil ketimbang perangkat penyimpan informasi di atas, tetapi mampu menyimpan seluruh informasi tentang seluk-beluk tumbuhan, bahkan pohon raksasa menjulang tinggi yang bakal tumbuh. Lebih dari itu, perlu air, sinar matahari, dan mineral dalam tanah saja untuk mewujudkan informasi dalam benih menjadi kenyataan; hal yang ajaib tapi nyata. Tidak ada buku, CD, disket atau harddisk yang setelah dikubur, diairi dan diberi pupuk, lantas mampu menterjemahkan informasi yang disimpannya menjadi kenyataan dalam rentang waktu tertentu.

Profesor Fulan dan buku ajaibnya boleh saja dikatakan dongeng fiksi yang takkan pernah terwujud. Namun, ada yang jauh lebih sempurna dari itu, yakni Allah dan benih ciptaan-Nya, yang ternyata telah menjadi kisah nyata sejak lama! (cs)


SURAT PEMBACA

- 1 -

Ass. wr. wb.
Maaf saya baru membaca insight mulai edisi 2 dan 3. Saya sangat bersyukur akan adanya majalah ilmiah Islami ini. Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan kepada redaksi. Kalau boleh saya usul :
Pertama : Hendaknya Redaksi mengomentari surat pembaca yang masuk dibawah rubrik "Surat Pembaca". Sehingga lebih komunikatif.
Kedua : Hendaknya tampilkan rubrik yang lebih akomodatif dan sebaiknya tampilkan juga tulisan-tulisan sains lokal dan dalam negeri kita sendiri.
Ketiga : Kalau boleh usul insight punya kolom khusus mengenai bioteknologi atau rubrik khusus lainnya (secara kontinu).
Terima kasih, mohon maaf jika ada kata dan ungkapan yg salah. Sekali lagi saya turut bersyukur dan semoga INSIGHT menjadi buletin yang membawa umat ini ke arah sistem tafkir yang islami.

Terima kasih.

Sanusi, Puslit Bioteknologi - LIPI,
Jln. Raya Bogor km. 46 Cibinong – 16911
Tel. 021- 8754587

- 2 -

Assalamua'laikum......

Saya baru kenal kamu sebulan yang lalu tetapi aku langsung tertarik sama kamu. Tapi sayangnya kamu suka datang telat. Edisi ketiga aja aku dapatnya pada minggu ketiga. Kalau bisa insight tepat waktu dalam pendistribuannya ke kota-kota seluruh Indonesia.

Jazakillah atas perhatian Insight.

Wassalamua'laikum....

Zumrotul K, Surabaya