Edisi 11/Thn. II/Maret 2004

Editorial

Surat Pembaca

Dari Kami

Teknologi Mesin

Kimia

Bahasan Utama - 1

Bahasan Utama - 2

Bahasan Utama - 3

Bahasan Utama - 4

Bahasan Utama - 5

Keruntuhan Teori Evolusi

Iptek Anak

Serajah

Tafakkur

Editorial
Kursus Bahasa Ikan

Selain kelengkapan surat, paspor, visa, uang, pakaian dan jasmani yang prima, persiapan lain apakah yang Anda lakukan jika hendak bepergian ke negara-negara asing yang bahasa percakapan sehari-harinya bukan bahasa Indonesia atau Melayu? Jawabannya jelas: menguasai bahasa setempat, atau paling tidak bahasa Inggris sebagai bahasa pergaulan dunia. Sedikitnya Anda dianjurkan mampu memahami sejumlah ungkapan yang seringkali digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Jika belum tahu sama sekali, Anda dapat belajar kilat sendiri melalui buku pelajaran bahasa, atau mengikuti kursus bahasa yang kini banyak diselenggarakan lembaga pendidikan dan pelatihan bahasa.

Namun, ada satu negeri asing yang Anda takkan pernah mampu menguasai bahasanya. Jangankan mempelajarinya, tak seorang pun hingga kini pernah memahami penuh bahasa salah satu saja dari para penghuni dunia ini. Tak ayal lagi, ini berarti tak ada buku panduan mempelajari bahasa negeri ini, apalagi lembaga kursus bahasa yang menjual jasa mengajar bahasa tersebut. Anda mungkin penasaran, negeri apakah itu?

Namanya sudah biasa terdengar di telinga kita. Negeri itu adalah negeri lautan. Mungkin Anda kurang setuju jika lautan dikatakan di sini sebagai negeri asing. Tapi, marilah kita berpikir sejenak, manakah yang lebih jarang dikunjungi orang, negara di luar tanah airnya atau dunia lautan? Manakah yang telah lebih banyak ditelusuri, daratan benua atau kedalaman lautan? Manakah yang lebih banyak berbeda dari negeri tempat tinggal kita, cuaca dan iklim negara-negara asing atau keadaan dalam lautan?

Lautan dihuni ribuan bahkan jutaan warganya dengan bahasa yang tak pernah mampu dipahami manusia. Ada bahasa ikan, bahasa ubur-ubur, bahasa kuda laut, bahasa cumi-cumi, dan seterusnya, yang takkan pernah mampu dipahami manusia, yang telah ribuan tahun memakan sebagian makhluk di negeri lautan itu. Tak pernah ada ceritanya dalam catatan sejarah mana pun yang menyebutkan keberadaan lembaga kursus bahasa ikan!

Bagi Anda yang pernah melihat film fiksi ilmiah tentang makhluk luar angkasa, kehebatan ilmu pengetahuan dan teknologi mereka seringkali digambarkan jauh mengungguli kepunyaan manusia penghuni bumi. Faktanya, ada penghuni negeri lautan yang mampu berkomunikasi sesama jenis mereka dengan suara, meski terpisah jarak ratusan kilometer. Mereka tak perlu telepon genggam maupun satelit. Banyak pula yang tubuhnya memiliki kemampuan mengatasi tekanan air laut hingga 400 kali lipat daripada di permukaan, dan hidup di tempat gelap gulita bersuhu 4 derajat celcius. Tak ada manusia yang mampu hidup di keadaan seperti ini tanpa bantuan perangkat teknologi mutakhir.

Berjuta halaman buku dapat ditulis untuk mengisahkan fakta, dan bukan fiksi, tentang negeri lautan beserta penghuninya. Namun, kisahnya dalam beberapa halaman saja sudah cukup untuk membuka mata kita akan kehebatan pencipta-Nya, Allah SWT.

Surat Pembaca

“Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.”
(QS. An Nahl, 16: 14)

TOPIK SAINS SOSIAL

Assalamu’alaikum

Selama ini, insight tidak menyediakan ruang bagi topik-topik sain sosial. Padahal, Allah SWT menampakkan keagungan dan kesempurnaan-Nya di seluruh alam ini, baik segi eksak maupun sosialnya. Sehingga kita juga harus dapat mengetahui keagungan Allah dari segi sosial. Al Qur’an yang ada di tangan juga banyak membicarakan manusia dari segi sifat-sifat sosialnya, bukan fisik biologisnya saja. Al Qur’an juga banyak mengatur masalah muamalah antar manusia, pola hidup, dan sebagainya. Untuk itu, pada edisi mendatang kami sarankan insight menyediakan ruang bagi tema-tema sosial, seperti psikologi, ekonomi, politik, sosiologi, hukum, pendidikan dan sebagainya. Hal ini dimaksudkan agar ada kesempatan bagi teman-teman dari ilmu-ilmu sosial untuk lebih merasakan kebenaran Al Qur’an dan kebenaran Sang Pencipta.

Wassalam

Adi Nurcahyo,
Mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga
FISIP Universitas Jember
Jl Kalimantan III/5 Jember 68121


TAMPILAN WARNA

Assalamu’alaikum

Terima kasih ya insight atas kehadirannya karena dapat menjadi media ilmu pengetahuan yang sering saya baca. Saya usul agar dalam pembentukan majalah, warna yang ditampilkan kalau boleh lebih sederhana dan background tiap lembar jangan terlalu rama, karena hal tersebut berpengaruh bagi kesehatan.

Wassalam


Irfanni
HPT IPB
Babakan Doneng Wisma Athena
RT 01/06 no. 6 Darmaga, Bogor 16680


EDISI SPESIAL

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah. Barakallah, insight sudah terbit selama satu tahun. Tapi kenapa pada edisi yang ke-12 tidak ada bonus atau edisi spesial. Bagaimana kalau setiap akhir tahun terbit memberikan bonus. Semoga insight semakin bersinar sebagai media iptek berbasis Islam.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Nurul Azizah
<uryl_manis@plasa.com>


insight :
Terima kasih atas berbagai masukannya. Perlu kami luruskan bahwa topik sosial senantiasa menjadi rubrik tetap di insight sejak terbitan pertama hingga kini; bahkan pernah menjadi bahasan utama. Selengkapnya, silakan membuka arsip insight di www.insight-magazine.com/indo. Usulan-usulan lain akan menjadi pertimbangan redaksi. Tetap menjadi pembaca insight, ya!

Dari Kami
BURSA PENULIS LEPAS

Assalamu’alaikum wr. wb.

Pembaca budiman, di tengah maraknya bursa calon presiden, jangan lupa pula, redaksi Insight pun kini tengah menjaring para calon penulis lepas, dan telah memasuki seleksi tahap ketiga. Sebagaimana telah diumumkan melalui internet maupun Insight beberapa edisi lalu, redaksi telah membuka lowongan penulis lepas yang akan bersumbangsih dalam menghadirkan tulisan seputar iptek melalui media cetak tercinta kita ini. Dari sekian banyak pelamar yang masuk, ada yang masih mahasiswa dan ada pula yang bahkan seorang doktor dan staf pengajar di salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di negeri ini. Kita patut bersyukur atas tanggapan yang sangat baik ini, yang mudah-mudahan menunjukkan dukungan dari beragam kalangan atas peran serta Insight dalam pembangunan bangsa ini, walau tidak seberapa.

Di edisi lalu, terdapat tulisan berjudul “Si Raksasa Berputar” karya salah seorang pelamar yang kini telah lolos dan memasuki seleksi tahap III, yakni Dian Hidayat. Saudara kita ini lahir di Langsa pada tanggal 25 Mei 1981 dan alumnus Universitas Sumatera Utara. Beliau yang tinggal di Medan, kini menjabat sebagai ketua Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan, Pimpinan Wilayah Ikatan Remaja Muhammadiyah (PW IRM) Sumatera Utara. Insya Allah di edisi mendatang, beliau akan mempersembahkan sejumlah tulisan yang tak kalah menariknya untuk Anda. Untuk edisi ini, ada pelamar lain yang tulisannya tak kalah menarik, yakni Ratna Surfitasari. Untuk mengetahui lebih jauh, bukalah lembaran-lembaran Insight kali ini, temukan dan bacalah tulisannya.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Redaksi

Teknologi Mesin
MESIN TURBIN GAS
BERTEKNOLOGI KUMBANG

Oleh : Ratna Surfitasari*
Penulis adalah mahasiswi Program D4 Politeknik Negeri Bandung, Jurusan Teknik Mesin
dan saat ini tinggal di Bandung. E-mail : rsurfitasari@yahoo.com

Pernahkah kita membayangkan saat sedang naik pesawat dan menikmati perjalanan di udara, tiba-tiba pilot mengumumkan bahwa salah satu mesin pesawatnya mati? Awak pesawat pun kemudian diketahui mengalami kesulitan menyalakan mesin kembali karena suhu udara luar terlalu dingin. Hal ini tentu saja akan membuat para penumpang ketakutan karena mungkin yang terbayang adalah jatuhnya pesawat yang tak lama lagi. Padahal, barangkali kita tengah berada pada ketinggian tak kurang dari 9.000 meter dari permukaan laut. Menakutkan bukan? Namun, jika kita mengikuti perkembangan teknologi kedirgantaraan, ketakutan itu mungkin takkan lagi berlebihan. Sebab, berkat keberadaan sejenis kumbang kecil yang berukuran sekitar 1,2 sentimeter, para peneliti teknologi mesin turbin gas pesawat kini terilhami untuk menghadapi keadaan sulit tersebut.

Kumbang bombardier “sang pemberi ilham” sedang menyemburkan senjata kimianya. Mesin turbin gas pesawat (Aerospace Engineering, Maret 2004)

Terkait dengan hal di atas, para ilmuwan dari Universitas Leeds Inggris yang didukung The Engineering and Physical Sciences Research Council, EPSRC (Badan Penelitian Ilmu Rekayasa dan Fisika, Inggris), mempelajari mekanisme pertahanan diri menggunakan teknik jet, yakni semburan atau pancaran gas kimia panas dari makhluk kecil bernama kumbang bombardier (bombardier berarti pengebom atau juru bom). Andy McIntosh, Profesor Termodinamika dan Teori Pembakaran di Institut Energi dan Sumber Daya, Universitas Leeds, Inggris, merupakan ketua kelompok penelitian yang baru dimulai ini. Dalam edisi terkini, Maret 2004, jurnal Aerospace Engineering (Teknik Penerbangan), Profesor McIntosh, yang juga anggota Royal Aeronautical Society, berkata seputar kajian yang direncanakan akan berlangsung tiga tahun ini:

“Mekanisme pertahanan diri kumbang bombardier menggambarkan bentuk pembakaran yang sangat efektif dan alamiah. Meniru mekanisme alamiah seperti itu merupakan bagian bidang biomimetika yang sedang berkembang, yang dengannya para ilmuwan belajar banyak dari seluk-beluk rancangan rumit yang sudah ada di alam. Memahami dengan lebih baik cara-kerja kumbang ini dapat mengarahkan kita pada pencapaian yang berarti dalam penelitian di bidang pembakaran”.

Berawal dari Kumbang

Kumbang bombardier mempertahankan diri dari musuh-musuhnya, yakni semut, katak, dan laba-laba, dengan menyemprotkan cairan panas mendidih yang bertekanan tinggi. Lantas, apa yang mendorong para ilmuwan untuk meneliti makhluk kecil ini? Menurut penemuan Profesor Tom Eisner dari Universitas Cornell, Amerika Serikat, dua zat kimia: hidroquinon dan hidrogen peroksida masing-masing dihasilkan oleh dua kelenjar terpisah pada tubuh sang kumbang, dan kemudian disimpan dalam sebuah tangki yang ada pada bagian perutnya. Ketika si kumbang merasa terancam musuh, otot-otot di sekitar tangki tadi akan menegang (berkontraksi) sehingga mendorong campuran bahan kimia keluar melewati katup pengendali otot, dan mengalir masuk ke dalam ruang reaksi yang berbentuk hati. Ruang reaksi yang juga disebut ruang ledakan ini merupakan kantung penyemprot dengan dinding yang tersusun atas sel-sel penghasil enzim katalase dan peroksidase. Di ruangan ini, reaksi kimia yang menghasilkan panas terjadi. Akibatnya, dihasilkanlah campuran panas mendidih berupa uap air dan zat kimia pedih beracun p-benzoquinon, dengan perantara enzim katalase dan peroksidase. Campuran ini keluar memancar dari tubuh kumbang bombardier dengan suhu mencapai 100 derajat celcius dan kecepatan semprot sekitar 500 denyut per detik. Uniknya, cairan yang membahayakan musuh ini tidaklah mencederai kumbang itu sendiri, karena bagian tubuh kumbang dilapisi dengan bahan anti-panas. Para ilmuwan termodinamika menjuluki perilaku pertahanan diri luar biasa ini sebagai pembakaran berdenyut. Dalam tulisan berjudul “Semprotan Pertahanan-Diri Kumbang Bombardier: Sebuah Jet Berdenyut Biologis” yang dimuat jurnal ilmiah Science, Jeffrey Dean dkk. memaparkan:

Semprotan pertahanan-diri dari kumbang bombardier Stenaptinus insignis disemburkan melalui denyutan cepat (sekitar 500 denyut per detik) dan bukan pancaran yang terus-menerus… Perangkat penyemprotan kumbang ini memperlihatkan kesamaan mendasar dengan cara-kerja pendorong jet berdenyut dari bom “dengung” milik Jerman pada Perang Dunia II… Moncong perut kumbang berperan sebagai menara-meriam yang dapat berputar, yang memungkinkan kumbang membidikkan semprotan ke segala arah… (Dean, J. et al (1990), Science, 248:1219-1221.)


Perangkat pembakaran berdenyut di dalam tubuh kumbang bombardier

Kemampuan kumbang bombardier yang mengilhami para pakar penerbangan adalah bentuk moncong penyemprotnya yang memungkinkan cairan dibidikkan secara tepat ke arah musuh. Para ilmuwan berharap dapat menerapkan prinsip tersebut untuk menyalakan kembali mesin turbin gas pesawat ketika suhu udara luar telah mencapai 50 derajat celcius di bawah nol. Perlu diketahui bahwa semakin tinggi suatu pesawat terbang, maka udara akan memiliki kerapatan dan tekanan yang semakin rendah serta suhu yang semakin dingin. Hal inilah yang mengganggu kinerja mesin turbin gas pesawat terbang, padahal kerja suatu mesin turbin gas amat bergantung pada campuran udara dan bahan bakarnya. Jika udara terlalu dingin, maka kondisi ideal pembakaran yang terjadi pada ruang bakar mesin akan terganggu bahkan mati sama sekali.

 

Turbin-Pesawat Berteknologi Kumbang

Keistimewaan cara-kerja perangkat pertahanan diri kumbang bombardier nampaknya merupakan jawaban atas permasalahan mesin turbin gas pesawat di atas. Proyek penelitian Profesor McIntosh dkk. dijadwalkan mulai sejak Februari 2004, dengan judul “Belajar dari ledakan-ledakan terkendali di alam - Meniru perangkat ledakan katalitis dari kumbang bombardier”. Dengan dana sekitar 135 ribu poundsterling Inggris atau sekitar 1,35 miliar rupiah dari EPSRC, proyek ini bertujuan utama membuat tiruan teknologi penyala-ulang mesin, yang berupa proses pelewatan arus listrik kuat sepanjang celah kecil yang akan memicu ionisasi air dan uap air, sehingga terbentuklah gas panas (plasma). Gas panas yang memuai ini kemudian akan ditembakkan ke arah dalam, ke bagian mesin tempat dilakukannya penyalaan-ulang yang dapat terpicu karena keberadaan ion-ion gas tersebut (molekul-molekul radikal bermuatan listrik). Bagaimana caranya agar semprotan gas panas bisa menyembur cukup kuat dan tepat membidik sasaran sehingga penyalaan-ulang mesin turbin dapat berhasil? Menurut Profesor McIntosh, bentuk ruang pembakaran kumbang bombardier mungkin merupakan jawaban tepat untuk melakukan hal tersebut. Proyek penelitian ini melibatkan pemodelan numerik dan matematis menggunakan komputer, serta ditujukan awalnya untuk memahami ruang bakar kumbang bombardier yang panjangnya kurang dari 1 milimeter, termasuk bentuk dan ukuran moncong penyemprot senjata kimianya.

Teknologi siapakah yang paling hebat?

Sekilas dalam pandangan manusia, serangan balik kumbang bombardier saat mempertahankan diri dari para musuhnya hanya terlihat sebagai sekepul asap kecil dengan suara ledakan yang tidak seberapa. Tapi bagi para musuh kumbang bombardier, sekepul asap itu bisa berarti senjata ampuh yang menghalangi mereka memangsa kumbang bombardier. Sedangkan bagi manusia yang menelitinya, hal ini adalah jawaban atas permasalahan yang dihadapinya, yang telah Allah siapkan bahkan tatkala manusia belum mampu memahaminya.

Saat kita memikirkan secara mendalam fenomena alam yang nampak biasa saja di mata kita, di sanalah Allah akan mengajarkan kepada kita betapa sempurna ilmu dan ciptaan-Nya. Akan kita pahami bahwa teknologi Allahlah yang paling canggih, tak ada satu pun yang dapat menandingi-Nya. (dari berbagai sumber)

Kimia
RANCANGAN PADA KRISTAL SALJU

Siapa saja yang mengamati serpihan salju dengan cermat dapat melihat bahwa serpihan salju ada dalam beragam bentuk. Diperkirakan bahwa satu meter kubik salju mengandung sekitar 350 juta kristal salju! Serpihan ini semuanya berbentuk heksagonal (segienam) dengan bentuk menyerupai kristal. Namun demikian, setiap butir kristal salju memiliki bentuk yang khas. Selama bertahun-tahun, para ilmuwan terus mencari jawaban terhadap pertanyaan seperti: bagaimana bentuk-bentuk ini bisa terjadi, bagaimana masing-masing kristal bisa memiliki bentuk yang berlainan, dan apa yang menyebabkan bentuknya yang simetris. Setiap jengkal pengetahuan tambahan tentang hal ini, sekecil apa pun, selalu mengungkapkan kekaguman pada kristal salju. Keanekaragaman dan kesempurnaan rancang-bangun heksagonal pada kristal salju merupakan wujud keberadaan Allah sebagai sang Pencipta yang tak membutuhkan contoh (al Badi). Allahlah Yang membuat segala yang diciptakan-Nya menjadi sebaik-baik bentuk. Pembentukan kristal salju merupakan satu contoh kehebatan penciptaan oleh Allah yang tiada habis-habisnya.

Serpihan salju yang kecil dan tipis ini tampak seperti bintang berjarum-banyak atau kepala jarum yang amat kecil. Pembentukan serpihan salju sebagaimana terlihat dalam gambar ini benar-benar mengagumkan. Selama bertahun-tahun, struktur serpihan salju yang teratur telah menarik perhatian orang. Sejak tahun 1945, sudah dilakukan penelitian untuk mencari penentu apa saja yang memberikan bentuk akhir terhadap kristal tersebut. Satu serpihan salju adalah gundukan kristal yang terdiri atas lebih dari 200 kristal es. Serpihan salju tersusun dari molekul air yang terbentuk melalui tahapan pembentukan yang sempurna. Serpihan salju, salah satu keajaiban rancang-bangun sejati dari alam, terbentuk sewaktu uap air menjadi dingin saat melewati awan. Proses ini berlangsung sebagai berikut:

Saat melewati awan, molekul air yang terhamburkan ke mana-mana secara tidak teratur melalui uap air, mulai kehilangan gerakan acaknya karena menurunnya suhu. Setelah beberapa waktu, molekul air, yang bergerak lebih perlahan, mulai membentuk kelompok dan kemudian menjadi padat. Namun, tidak ada sedikit pun kekacauan dalam pembentukan kelompok ini. Sebaliknya, molekul-molekul ini selalu bergabung sebagai bentuk segi enam yang berukuran sangat kecil (mikroskopis) yang tampak mirip satu sama lain. Setiap serpihan salju pada mulanya terdiri dari satu molekul air heksagonal, kemudian molekul air heksagonal yang lainnya terikat dengan serpihan pertama ini. Menurut para pakar dalam bidang ini, penyebab utama yang menentukan bentuk serpihan salju adalah bahwa molekul air segi enam ini bergabung tepat seperti mata rantai dalam untaian. Selain itu, potongan-potongan kristal tersebut, yang seharusnya tampak sama, mengambil bentuk yang sangat berlainan tergantung pada suhu dan tingkat kelembaban.

Mengapa terdapat simetri heksagonal di dalam semua serpihan salju dan mengapa masing-masing berbeda satu dengan yang lain? Mengapakah bagian tepinya bersudut, dan bukannya lurus? Para ilmuwan masih mencoba menjawab pertanyaan ini. Namun, sejauh ini sudah jelas: Allah, yang tidak memiliki sekutu dalam mencipta, merupakan Pemilik kekuatan yang tak berakhir dan Sang Pencipta segala sesuatu tanpa contoh.

Bahasan Utama - 1
TEMPAT TIDUR DARI LENDIR

Sesuai dengan namanya, ikan betet dalam beberapa hal memang menyerupai burung betet. Selain warna tubuhnya yang mencolok, mulutnya pun sangat mirip dengan burung betet. Gigi-gigi ikan betet menyatu membentuk susunan menyerupai paruh betet yang berguna untuk memotong, mengunyah dan melumatkan makanan. Pada umumnya ikan ini tergolong pemakan tumbuhan, dan terutama memakan terumbu karang mati yang terbalut ganggang. Sejumlah spesies dari ikan ini memakan rumput laut. Karena memakan terumbu karang, tidak mengherankan jika kotoran yang dikeluarkan dari anus ikan ini sebagian besar berupa pasir halus yang terdiri dari kapur kalsium karbonat. Menurut penelitian, salah satu sumber utama penghasil pasir tropis di laut adalah kotoran ikan betet.

Ikan betet menutupi tubuhnya dengan zat yang mirip gelatin (agar-agar), khususnya di malam hari. Marilah kita cermati bagaimana zat ini dihasilkan, serta penggunaannya. Ikan betet menghasilkan zat ini untuk melindungi diri mereka di malam hari terhadap pengaruh dari luar. Zat ini melindungi sang ikan dari pemburu yang giat di malam hari. Selain itu, adanya zat ini memungkinkan ikan betet untuk menyamarkan dirinya.

Pertama, lendir yang terdiri dari gelatin tersebut dikeluarkan oleh kelenjar yang terletak di sisi bagian atas dari rongga insang, saat ikan bernapas. Setelah beberapa saat, pelapis mirip-gelatin tadi membungkus seluruh tubuh ikan, sehingga dihasilkanlah kantung tidur tembus pandang. Kantung tidur ini berperan penting melindungi ikan terhadap belut moray, yang tergolong musuh terbesar ikan betet. Belut moray memiliki indera penciuman yang luar biasa tajam, dan mereka mencari mangsanya dengan menggunakan kemampuan tersebut. Namun demikian, karena lapisan pelindung ketatnya itu, aroma tubuh ikan betet tidak dapat dicium oleh belut moray. Bahkan sekalipun lewat di sebelahnya dan menabrak ikan betet, sang belut tidak mampu mengenali keberadaannya.

Memahami cara-kerja yang luar biasa ini, kita sepatutnya bertanya, bagaimana ikan betet mampu melengkapi diri dengan lapisan pelindung pada malam hari? Bagaimana mereka dapat menemukan bahan yang mampu mencegah indera penciuman moray yang tajam mengenalinya, serta membuat mereka aman dan nyaman melewati malam?

Tidak mungkin kita menganggap ikan berpikir dan merencanakan untuk menghasilkan zat khusus di dalam tubuhnya dan kemudian menutupi tubuhnya dengan zat ini. Mustahil pula proses pembentukan seperti ini terbentuk dengan sendirinya tanpa penciptaan sengaja, sejalan dengan waktu. Jika ikan betet yang ada sekarang tidak dapat berpikir dan berencana menghasilkan zat dengan kecerdasannya sendiri dan membentuk perangkat sedemikian itu dalam tubuhnya dengan kehendak sendiri, maka ikan betet yang hidup 10.000 tahun yang lalu pun tidak mampu melakukan hal serupa.

Tubuh ikan yang dilapisi dengan lendir, yang bertujuan untuk menyamarkan diri dari musuhnya dengan jitu, adalah hal yang sangat cakap. Jelaslah bahwa keistimewaan yang seperti ini dapat terjadi hanya karena adanya perancangan yang cerdas. Kecerdasan ini bukanlah milik ikan atau makhluk apa pun selain Allah, Yang telah menciptakan dan merencanakan semua ini.

Bahasan Utama - 2
SANG BAPAK YANG HAMIL

Penampilan kuda laut sangatlah mencolok, dan bentuk serta susunan tubuh umumnya memiliki rancangan yang sangat khusus. Ukuran mereka beragam, dari sekitar 4 sampai 30 sentimeter dan biasanya tinggal sepanjang pantai, di antara ganggang laut dan tumbuhan lainnya. Meskipun tidak memiliki sisik sebagaimana pada ikan, namun terdapat semacam baju zirah (baju ‘perang’) dari tulang yang melindungi mereka dari segala jenis bahaya. Baju zirah ini begitu kuatnya sehingga Anda tidak mungkin menghancurkan kuda laut yang sudah mati dan mengering dengan hanya menggunakan tangan. Cara perlindungan lain yang dimiliki kuda laut adalah penyamaran atau kamuflase, yakni dengan menyerupakan bentuk dan warna kulit dengan lingkungan sekitarnya.

Kepala kuda laut terletak membentuk sudut siku-siku dengan tubuhnya. Keistimewaan ini tidak ditemukan pada ikan yang lain. Kuda laut berenang dengan tubuh yang tegak dan mereka dapat menganggukkan kepala ke atas dan ke bawah. Tetapi mereka tidak dapat menggelengkan kepala atau menoleh ke kiri dan kanan. Hal ini bisa menjadi masalah bagi makhluk-makhluk yang lain, namun tidak demikian dengan kuda laut, berkat perancangan tubuh mereka yang khusus. Mata kuda laut dapat bergerak dengan bebas, berputar-putar mengamati setiap sisi sehingga mereka dapat melihat sekelilingnya dengan mudah, walau tanpa kemampuan menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan.

Cara berenang kuda laut juga dipengaruhi oleh sistem yang sangat khusus. Kuda laut bergerak naik-turun di dalam air dengan cara mengubah isi udara dalam kantung renangnya. Jika kantung renang ini rusak dan kehilangan sedikit udara, kuda laut tenggelam ke dasar laut. Kecelakaan yang sedemikian menyebabkan matinya kuda laut. Di sini, ada hal sangat penting yang tidak boleh dilewatkan. Jumlah udara di dalam kantung renang telah ditetapkan secara amat teliti. Oleh sebab itulah, perubahan yang sangat tipis dapat menyebabkan kematian makhluk tersebut. Keseimbangan yang peka ini menunjukkan sesuatu yang sangat penting. Kuda laut dapat bertahan hanya jika keseimbangan ini terjaga. Dengan kata lain, kuda laut dapat bertahan hidup karena telah dilengkapi dengan sistem ini sejak saat pertama kali muncul di dunia. Keadaan ini menunjukkan kepada kita bahwa kuda laut tidak akan mungkin memperoleh sifat dan ciri mereka seiring dengan berjalannya waktu. Dengan kata lain, kuda laut bukanlah terbentuk melalui peristiwa evolusi. Seperti semua makhluk di alam semesta, Allah yang menciptakan mereka, lengkap dengan segala sifat dan cirinya sejak awal.

Mungkin sisi paling menakjubkan dari kuda laut adalah bahwa kuda laut jantan, bukan yang betina, yang melahirkan anak-anaknya, sehingga menjadikannya satu-satunya hewan jantan yang mengandung bayinya. Kuda laut jantan memiliki kantung perut yang besar dan pembuka seperti celah di bagian dasar perutnya, yang tidak dilapisi baju zirah. Kuda laut betina meletakkan telur-telurnya langsung ke dalam kantung perut ini dan kuda laut jantan membuahi telur saat dijatuhkan. Lapisan dalam kantung perut menjadi seperti spons dan dipenuhi dengan pembuluh darah, yang penting untuk memberi makan telur. Satu atau dua bulan kemudian kuda laut jantan melahirkan bayi-bayi kuda laut kecil dari dalam dirinya sendiri.

Kuda laut, yang hanya salah satu dari berjuta-juta spesies yang hidup di bawah laut, memiliki ciri yang khas pada berbagai segi. Perancangan kuda laut hanyalah satu contoh dari kekuasaan yang tidak terbatas dan pengetahuan yang abadi milik Allah:

Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah”. Lalu jadilah ia. (QS. Al Baqarah, 2: 117)



Bahasan Utama - 3
HUTAN DALAM LAUT

Karang laut atau koral adalah makhluk yang hidup di wilayah yang dalam di perairan tropis. Terumbu karang, tempat berbagai makhluk hidup bersama-sama, terbentuk dari kerangka batu kapur karang-karang laut yang sudah mati, yang tercampur bersama akibat kegiatan ganggang penyusun karang. Terumbu karang dapat membentang sampai wilayah yang sangat luas. Para ilmuwan membandingkan terumbu karang dengan hutan hujan tropis karena, seperti hutan hujan tropis, terumbu karang merupakan pusat keberagaman. Terumbu karang adalah rumah bagi lebih dari 2.000 jenis ikan, 5.000 jenis moluska, 700 jenis karang dan berbagai jenis kepiting, landak laut, bintang laut, ketimun laut (tripang) dan berbagai kelompok cacing, yang tak terhitung jumlahnya.

Polyp adalah hewan laut kecil yang hidup di terumbu karang. Sejumlah polyp-karang memiliki ganggang yang hidup di dalamnya. Ganggang mengandung klorofil, dan karenanya, dapat berfotosintesis. Ganggang kaya oksigen tetapi miskin gizi. Seperti semua tumbuhan lainnya, ganggang juga membutuhkan zat nitrat dan fosfat. Itulah alasan mengapa makhluk-makhluk ini sangat membutuhkan kehidupan bersama. Mereka tidak dapat hidup sendiri, sehingga perlu saling memanfaatkan satu sama lain untuk bertahan hidup.

Polyp menyediakan makanan bagi ganggang melalui hasil buangannya. Ganggang menyimpan hasil buangan polyp sebagai amonia dan memecahnya menjadi nitrogen fosfat, yang kemudian digunakan ganggang sebagai sumber energi. Polyp juga menyediakan tempat bernaung yang aman dengan cara melindungi ganggang dari pemangsanya. Sebagai imbalannya, ganggang menyiapkan makanan bagi polyp melalui fotosintesis. Dengan demikian, polyp dapat menghasilkan energi yang diperlukan untuk membangun kerangka batu kapur mereka.

Sebagaimana semua makhluk yang menjalani kehidupan bersama yang saling menguntungkan, kebutuhan kedua belah pihak di dalam kehidupan yang saling bahu-membahu antara polyp dan ganggang juga terpenuhi dengan cara yang sangat mudah. Jelaslah bahwa ada Pencipta tunggal yang telah menggabungkan dua makhluk ini, yang tahu akan kebutuhan keduanya. Makhluk-makhluk ini telah diciptakan oleh Allah sedemikian sehingga mereka saling melengkapi dan saling memenuhi kebutuhan satu sama lain.

Allah memperkenalkan kita kepada keagungan-Nya yang tiada akhir dan pengetahuan-Nya yang tiada batas melalui beragam makhluk yang telah diciptakan-Nya di bawah laut, dan rancangan tiada tara serta ciri mengagumkan dari mereka semua. Allah mengingatkan kita tentang hal ini di dalam Al-Quran:

dan Dia (menundukkan pula) apa yang dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran. Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur. (QS. An Nahl, 16: 13-14)

Bahasan Utama - 4
AGAR-AGAR YANG CERDAS

Anda pasti sudah pernah makan agar-agar, makanan bening dan sedikit kenyal. Namun, pernahkah Anda melihat agar-agar yang hidup, bergerak dan melakukan kegiatan layaknya binatang? Itulah ubur-ubur.

Semua orang tahu ubur-ubur, serta betapa menarik dan anehnya jenis hewan ini bagi kita. Tetapi, ubur-ubur, makhluk yang hampir 95 persen terbuat dari air, juga memiliki sejumlah keistimewaan mengejutkan yang tidak diketahui secara umum. Sebagian jenisnya, misalnya, membuat bingung musuh-musuhnya dengan memancarkan cahaya, sementara sebagian yang lain menghasilkan racun mematikan di dalam tubuhnya.

Ubur-ubur dapat hidup di hampir segala iklim, dan sebagian besar berbahaya bagi makhluk lainnya. Ubur-ubur memiliki struktur yang tembus pandang dan tentakel (organ menyerupai belalai) yang berjuntai dari bagian bawah tubuhnya. Pada beberapa spesies, ada cairan beracun di dalam tentakelnya. Ubur-ubur menangkap mangsanya dengan cara menyemprotkan racun ini dan membunuh musuh-musuhnya. Ubur-ubur yang tidak mempunyai racun tentu saja bukan berarti tidak dapat mempertahankan diri. Sebagian di antaranya menggunakan sel yang menghasilkan cahaya untuk melindungi dirinya. Mereka bertindak dengan terencana dan menggunakan siasat untuk menyelamatkan diri dari kura-kura laut, burung laut, ikan dan paus, yang semuanya merupakan musuhnya. Saat ubur-ubur berenang melarikan diri dari musuh-musuhnya, seluruh tubuh ubur-ubur memancarkan cahaya. Tetapi, saat musuh mencoba menggigitnya, cahaya di bagian tubuh yang berbentuk lonceng pun padam, dan tentakel yang masih bercahaya dilepaskan dari tubuhnya. Dengan cara ini, musuh-musuh mereka mengalihkan perhatian pada tentakel tersebut. Ubur-ubur mengambil keuntungan dari keadaan ini dan segera melarikan diri.

Seekor ubur-ubur yang diberi nama Serdadu Perang Portugis merupakan jenis ubur-ubur raksasa yang juga dikenal sebagai “ubur-ubur biru.” Hewan ini hidup di semua wilayah yang beriklim sedang dan tropis, termasuk di laut tengah.

Serdadu perang portugis memiliki organ yang mirip-layar bewarna biru tua dan muncul sampai 20 cm dari permukaan laut. Organ inilah yang memungkinkan hewan berenang dan bergerak. Pada tentakelnya yang berbentuk spiral ada kapsul yang mengandung racun, yang dapat menyebabkan kelumpuhan.

Semua keistimewaan ubur-ubur ini menarik perhatian. Bagaimana mungkin makhluk yang hampir seluruhnya terdiri dari air ini, yang layu dan mati segera bila terkena matahari, menghasilkan zat-zat kimia? Dan bagaimana makhluk ini dapat mengembangkan taktik untuk membingungkan musuh-musuhnya?

Ubur-ubur tidak memiliki mata untuk melihat mangsa dan musuhnya, tidak pula memiliki otak. Makhluk ini hanya berupa wujud air seperti agar-agar, walaupun demikian dia menjalankan tingkah laku berakal seperti berburu dengan menggunakan berbagai taktik, dan meloloskan diri dari musuh-musuhnya. Jelaslah bahwa pikiran yang menghasilkan cara-cara pemecahan sedemikian tidak mungkin berasal dari ubur-ubur. Bila kita meneliti setiap penggal pengetahuan tentang ubur-ubur dari sudut pandang ini, kita mutlak sampai pada kesimpulan yang sangat penting dan memperluas cakrawala kita. Seseorang yang merenungi ubur-ubur, serta keistimewaan dan tindakannya, akan memahami bahwa hewan ini tidak dapat melakukan sesuatu dengan hanya mengandalkan dirinya sendiri, dan bahwa hewan tersebut dikendalikan oleh kekuasaan yang memiliki kekuasaan di atas segalanya. Kekuasaan ini, yang tidak ada bandingannya, adalah milik Allah. Dengan menciptakan sederetan hewan yang mengagumkan dari berbagai jenis, Allah menunjukkan kebijaksanaan-Nya yang tinggi dan pengetahuan-Nya yang tiada tara di dalam makhluk-makhluk ini. Ubur-ubur hanyalah salah satu contohnya.

Bahasan Utama - 5
MUNGIL TUBUHNYA, BESAR PERANNYA

Plankton adalah salah satu mata rantai yang paling penting dan paling menentukan di dalam rantai kehidupan di dalam laut. Ukuran makhluk ini tidak lebih dari beberapa mikrometer, dan bukan sekedar milimeter. Mengingat bahwa satu mikrometer hanya sepersejuta meter, jelaslah bahwa makhluk ini teramat kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Tetapi apakah sifat dan ciri dari makhluk yang sangat kecil ini, yang membuat mereka begitu penting dan diperlukan untuk kesinambungan kehidupan?

Bagian zat gizi penting yang dibutuhkan oleh kebanyakan makhluk hidup di bawah laut adalah, sebenarnya, plankton yang mikroskopis dan tampak tidak berarti ini. Karena itulah penurunan jumlah plankton akan benar-benar berbahaya bagi kehidupan binatang laut, mulai dari paus sampai makhluk-makhluk laut yang kecil. Manfaat makhluk berukuran mikroskopis ini bukan hanya sebatas itu. Plankton dibagi menjadi dua kelompok: tumbuhan dan hewan. Plankton, terutama yang tumbuhan, adalah penentu penting untuk menjaga beragam keseimbangan di bumi.

Fitoplankton adalah plankton tumbuhan, yang pada dasarnya berupa makhluk hidup mikroskopis bersel-satu yang melayang-layang terbawa arus air laut. Kumpulan fitoplankton merupakan mata rantai penting yang pertama dari rantai makanan di laut. Selanjutnya, tumbuhan laut ini juga menjalani fotosintesis sebagaimana tumbuhan darat lainnya, menggunakan matahari sebagai sumber energi serta menghasilkan zat gizi mereka sendiri. Maka, plankton tumbuhan, yang merupakan sumber zat organik utama di lautan, turut berperan dalam keseimbangan daur oksigen.

Selama proses fotosintesis dilangsungkan oleh fitoplankton, karbondioksida yang terdapat di udara diserap, dan sebaliknya, sejumlah besar oksigen dilepaskan. Sebanyak 70 % dari 110 miliar ton oksigen yang dilepaskan setiap tahunnya oleh tumbuh-tumbuhan di bumi, dihasilkan dengan cara ini.

Plankton hewan, pada umumnya, juga tersusun dari makhluk hidup bersel satu. Namun, ada pula makhluk hidup bersel-banyak di dalam kelompok ini. Hampir semua golongan makhluk laut memiliki bentuk plankton-nya. Saat hewan tak-bertulang belakang masih berupa larva, misalnya, atau saat ikan masih dalam masa awal perkembangannya, mereka berbentuk plankton sementara.

Plankton terdiri dari berbagai jenis dan setiap jenisnya memiliki sifat dan ciri yang khas. Seperti yang terlihat di dalam contoh-contoh terbatas yang disebutkan di sini, berlakulah kesempurnaan pada makhluk-makhluk mikroskopis ini, baik dalam rupa maupun dalam benuk dan susunannya secara umum. Makhluk-makhluk ini membantu menjaga berbagai keseimbangan di bumi. Kekuatan Allah tidaklah terbatas dan Dia menciptakan apa yang diinginkan-Nya sebagaimana kehendak-Nya. Allah menguasai segala sesuatu.

Keruntuhan Teori Evolusi
TATKALA MANUSIA MENCARI NENEK MOYANGNYA

Persis seperti pernyataan evolusionis yang lain tentang asal-usul makhluk hidup, pernyataan mereka tentang asal-usul manusia pun tidak memiliki landasan ilmiah. Berbagai penemuan menunjukkan bahwa "evolusi manusia" hanyalah dongeng belaka.

Darwin mengemukakan pernyataannya bahwa manusia dan kera berasal dari satu nenek moyang yang sama dalam bukunya The Descent of Man yang terbit tahun 1971. Sejak saat itu, para pengikut Darwin telah berusaha untuk memperkuat kebenaran pernyataan tersebut. Tetapi, walaupun telah melakukan berbagai penelitian, pernyataan "evolusi manusia" belum pernah dilandasi oleh penemuan ilmiah yang nyata, khususnya di bidang fosil.

Kalangan masyarakat awam adalah yang umumnya tidak mengetahui kenyataan ini, dan menganggap pernyataan evolusi manusia didukung oleh berbagai bukti kuat. Anggapan yang salah tersebut terjadi karena masalah ini seringkali dibahas di media masa dan disampaikan sebagai fakta yang telah terbukti. Tetapi mereka yang benar-benar ahli di bidang ini mengetahui bahwa kisah "evolusi manusia" tidak memiliki dasar ilmiah. David Pilbeam, salah satu ahli paleontologi dari Harvard University, menyatakan berikut ini:

Bila anda mendatangkan seorang ilmuwan cerdas dari bidang ilmu lain dan memperlihatkan padanya sedikit bukti yang kita miliki, ia pasti akan berkata, 'lupakanlah: tidak terdapat cukup bukti untuk meneruskannya.(Richard E. Leakey, The Making of Mankind, Michael Joseph Limited, London 1981, hal. 43.)


KEANEKARAGAMAN KERA

Sepanjang sejarah, terdapat lebih dari 6000 spesies kera yang pernah hidup dan kebanyakan dari mereka telah punah. Fosil dari kera-kera punah ini memberikan sumber berlimpah bagi evolusionis. Mereka menulis skenario tentang evolusi manusia dengan cara menyusun sejumlah tengkorak, sekehendak hati mereka, berurutan dari yang paling kecil ke paling besar dan menyisipkan tengkorak-tengkorak dari sejumlah ras-ras manusia punah di antara susunan ini.

William Fix, penulis sebuah buku penting dalam bidang palaeoantropologi, bertutur:


CATATAN FOSIL MEMBANTAH EVOLUSI
Skenario "evolusi manusia" tidak memiliki bukti dalam catatan fosil sebagaimana skenario-skenario evolusionis lain tentang makhluk hidup. Bertentangan dengan propaganda media masa, tidak ada bukti fosil apa pun yang menunjukkan bahwa manusia dan kera berasal dari satu nenek moyang yang sama.

Terdapat banyak ilmuwan dan penyebar berita masa kini yang memiliki keberanian untuk berkata kepada kita bahwa 'tidak ada keraguan' tentang bagaimana manusia berawal. Andai saja mereka memiliki bukti.(William R Fix, The Bone Peddlers, Macmillan Publishing Company: New York, 1984, hal.150-153


Ernst Mayr, salah satu pendiri Neo-Darwinisme, mengakui bahwa skenario "evolusi manusia" tidak memiliki bukti pada catatan fosil.

Pernyataan tentang evolusi ini, yang "tanpa disertai bukti", memulai pohon kekerabatan manusia dengan sejenis kera yang bernama Australopithecus. Menurut pernyataan tersebut, sejalan dengan waktu Australopithecus mulai berjalan tegak, otaknya tumbuh berkembang, dan melalui serangkaian tahapan untuk menjadi manusia yang kita dapati sekarang (Homo sapiens). Tetapi catatan fosil tidak mendukung skenario ini. Kendatipun pernyataan tentang keberadaan semua jenis bentuk peralihan, terdapat pembatas yang tidak dapat dilalui yang memisahkan fosil-fosil manusia dan kera. Bahkan, telah terungkap bahwa spesies-spesies yang dinyatakan sebagai nenek moyang bagi yang lain, ternyata merupakan jenis-jenis yang hidup sezaman pada periode yang sama. Ernst Mayr, salah satu pendukung terpenting teori evolusi di abad ke-20 mengakui kenyataan ini: "Rantai yang menghubungkan hingga Homo sapiens sebenarnya telah hilang".(Scientific American, December 1992)

Iptek Anak
Lebih Dekat dengan Matahari

Pukul berapakah kalian bangun tidur hari ini? Sebelum hari terang, ataukah setelah matahari sudah tinggi? Pasti kalian tahu bahwa pagi hari akan tampak semakin indah dengan munculnya matahari di ufuk timur. Sinarnya yang terang menerpa bumi, dan memberi kehangatan bagi seluruh makhluk di atasnya. Semakin siang, matahari semakin terasa panas. Pada pukul 12 siang sampai pukul 14, matahari sedang panas-panasnya menyinari bumi. Di saat-saat seperti ini, kalian pasti tidak suka bermain-main di lapangan terbuka. Kalaupun harus berjalan di tanah terbuka, kalian pasti menggunakan tutup kepala, supaya kalian tidak merasa kepanasan, ya tidak?

Matahari adalah benda langit terbesar di Tata Surya kita. Kalian masih ingat kan, apa yang disebut tata surya? Iya, betul. Tata surya adalah sekumpulan benda-benda langit; ada planet, satelit, asteroid yang mengelilingi sebuah bintang yang menjadi pusat tata surya. Misalnya tata surya yang dinamakan Bima Sakti. Di sana terdapat sembilan planet besar, yang salah satunya adalah planet Bumi, tempat hidup kita sekarang ini. Nah, pusat tata surya Bima Sakti adalah matahari, yang akan segera kita kenali lebih dekat.

Matahari terdiri atas gas yang sangat panas dan berpijar. Setiap detik, terjadi ledakan di seluruh permukaannya. Seperti apakah ledakannya itu? Kalian pasti tahu yang disebut bom nuklir, bukan? Bom yang teramat sangat kecil adalah petasan. Sedangkan bom nuklir, wah.... berlipat ganda dahsyatnya. Satu saja bom nuklir yang meledak bisa menghancurleburkan seluruh kota Jakarta. Kalian bisa membayangkan! Dan matahari sendiri merupakan bom nuklir yang sangat besar. Mereka menghasilkan kobaran-kobaran api yang besarnya 40 hingga 50 kali besar bumi. Wah, hebat sekali!

Matahari bagaikan bola api yang memancarkan panas dan cahaya yang sangat kuat dari permukaannya. Jika tidak ada matahari, sepanjang hari akan gelap, dan permukaan bumi akan tertutup es. Jika hal itu terjadi, yang pasti, tidak akan ada kehidupan di muka bumi ini.

Sinar matahari sangatlah terang. Mungkin kalian pernah mencoba menatap matahari di siang yang cerah. Setelah beberapa detik, mata kalian akan merasa silau bukan? Karena cahayanya yang sangat terang, menatap matahari secara langsung sangat berbahaya bagi mata. Demikian pula berjemur di terik matahari dalam waktu lama, juga sangat berbahaya. Beberapa bagian kulit kita akan terbakar, dan hanya bisa disembuhkan oleh dokter.

Tetapi, tahukah kalian, bahwa jarak matahari jutaan kilometer jauhnya dari bumi kita, dan hanya seperdua ribu dari panas matahari yang sampai di bumi. Jika suhu bumi cukup panas meskipun jarak matahari dan bumi sangat jauh, kalian bisa membayangkan betapa panasnya matahari.

Para ilmuwan sudah memperkirakan besarnya panas matahari. Namun, kita tidak akan mampu membayangkannya dengan mencoba membandingkannya dengan suhu benda-benda yang kita kenal di bumi. Misalnya, suhu permukaan matahari adalah 6 ribu derajat celcius. Di bagian tengahnya bisa mencapai 12 juta derajat celcius. Tidak ada benda panas mana pun di bumi yang bisa dibandingkan dengannya. Kalian pasti merasa kesulitan untuk menyentuh air yang panasnya 50 derajat celcius; padahal matahari 300 kali lebih panas.

Contoh ini menunjukkan bahwa Allah mengatur dengan sangat tepat jarak antara bumi dengan matahari. Jika matahari sedikit saja lebih dekat dengan kita, segala sesuatu di bumi ini akan layu dan kering karena panasnya, dan berubah menjadi abu. Sebaliknya, jika sedikit lebih jauh, segala sesuatu akan membeku. Jika kedua hal tersebut terjadi, tentu saja tidak akan ada kehidupan pada keduanya.

Sejarah
MENGUAK SEJARAH SETANISME

Rimba hijau, bunga beraneka warna, air terjun yang jatuh deras, gunung tinggi menjulang, padang rumput menguning, lautan luas dan keindahan lain yang tak terhitung di alam adalah karya seni sempurna yang diciptakan untuk umat manusia. Segenap karunia menakjubkan ini telah diberikan kepada manusia guna memberikan kesempatan bagi mereka untuk bersyukur. Namun ada pula musuh besar yang menghalangi manusia untuk bersyukur dan berusaha mempengaruhinya agar tidak mematuhi Allah dengan tiada henti memperdayanya dengan janji kosong. Musuh ini ingin agar manusia menjalani hidup penuh masalah, baik di dunia ini maupun di akhirat, dan untuk mencapai hal ini, dia akan terus berupaya tanpa henti hingga Hari Kiamat. Musuh pembangkang ini ingin menunjukkan kepada manusia bahwa penyimpangan, kejahatan, kekejaman, serta pelanggaran susila adalah wajar, dan ingin mengesahkan semua kejahatan itu. Dengan tujuan ini di benaknya, dia telah merumuskan ajaran yang berbahaya, yang mengandung segala bentuk gagasan jahat. Musuh yang ganas ini adalah setan, yang telah diusir dari hadapan Allah, sedang ajarannya yang membahayakan dan berdarah disebut Setanisme.

Dalam Al Qur’an, setan adalah sebutan umum bagi makhluk-makhluk yang tak kenal lelah bekerja siang dan malam, untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah, memperdayai manusia dengan janji kosong agar manusia menjalani hidup abadi di neraka, dan akan terus berusaha sampai Hari Akhir. Leluhur dan setan yang terbesar dari semua setan adalah Iblis, yang memberontak kepada Allah ketika Adam diciptakan. Allah menciptakan Adam dan menghendaki para malaikat bersujud di depannya. Sementara para malaikat mematuhi perintah Allah, sesosok makhluk bernama Iblis tidak bersujud dan menyatakan bahwa dia lebih baik daripada Adam. Karena pembangkangan yang sombong ini, dia diusir dari hadapan Allah. Dalam Al Qur’an, Allah berfirman tentang pembangkangan setan terhadap-Nya, dan pengusiran setan dari hadapan-Nya:

Sesungguhnya kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat, "Bersujudlah kamu kepada Adam." Maka mereka pun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman, "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis, "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah." Allah berfirman, "Turunlah kamu dari surga itu; Karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina." (QS. Al-A’raaf, 7: 11-13)

Sebelum menyingkir dari hadapan Allah, dia meminta kepada Allah agar diberi tenggang waktu untuk menyesatkan manusia, yang dianggapnya sebagai penyebab pengusirannya. Allah memberikan kepadanya tangguh hingga Hari Kiamat.

Iblis menjawab, "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan." Allah berfirman, "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh." (QS. Al-A’raaf, 7: 14-15)

Maka, campur tangan Iblis terhadap umat manusia pun dimulai. Allah memerintahkan bahwa Iblis beserta mereka yang mengikutinya akan masuk neraka. Allah mewahyukan hal ini dalam Al Qur’an:

Iblis menjawab, "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus." “Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” Allah berfirman, "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya." (QS. Al-A’raaf, 7: 16-18)

Jadi, Iblis, setelah diusir dari hadapan Allah, memulai segala kegiatannya yang akan terus berlangsung sampai Hari Akhir. Dia telah merasuki kehidupan manusia untuk memperdayai mereka dan menyesatkan mereka. Dia telah diam-diam memasukkan rasa was-was ke dalam hati mereka. Dia telah menipu banyak orang, dan ada pula manusia yang telah sepenuhnya ditariknya menjadi golongannya. Dengan mengetahui bahwa setan adalah musuh yang dapat mendekati manusia dengan begitu lihainya, kita harus waspada terhadapnya.

Langkah pertama untuk waspada adalah mengenali siapa setan. Bila kita memperhatikan setan untuk mengenalinya, kita pahami bahwa dia memiliki cara berpikir yang amat aneh dan rahasia. Pada dasar cara berpikirnya, yang mulanya tampak pada Iblis lalu disebarkan kepada para pengikutnya, terdapat kesombongan dan keangkuhan. Di satu sisi, Iblis menerima keberadaan Allah dan kekuasaan-Nya yang abadi, di sisi lain, dia membangkang terhadap-Nya. Keadaan ini sangat bertentangan. Bahkan setelah Iblis menyeru manusia agar mengingkari Allah, dia berkata bahwa dia takut kepada Allah dan meninggalkan orang-orang itu. Allah menjelaskan hal ini dalam Al Qur’an:

(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) setan ketika dia berkata kepada manusia, "Kafirlah kamu," maka tatkala manusia itu telah kafir ia berkata, "Sesungguhnya aku melepaskan diriku dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam." (QS. Al Hasyr, 59: 16)

Setiap orang yang menolak firman Allah dalam Al Qur’an dan membuat penilaian sendiri tentang hal-hal yang telah ditentukan Allah mengenai perintah ilahi sebagai hal tak bermakna, adalah sama keadaannya. Seperti Iblis, orang-orang ini tahu bahwa Tuhan memang ada, namun karena kesombongan dan keangkuhan mereka, mereka menjatuhkan diri hingga derajat setan. Yang aneh adalah kedudukan orang yang mengikuti setan, yang mencoba dengan keangkuhan dan kedengkian mereka yang tak berkesudahan untuk menarik manusia ke jalan yang menuju laknat.

Sepanjang sejarah, orang-orang pembangkang, yang ingkar kepada Allah serta kehidupan setelah mati adalah selalu orang yang telah disesatkan setan. Mereka mengakui setan, bukan Allah, dan sudah menjadikan kesombongan, keangkuhan, dan kejahatan setan sebagai teladan bagi diri mereka. Jadi, Setanisme adalah jalan yang dipilih oleh orang yang telah disesatkan setan dan kini telah menjadi murid atau pengikutnya. Keadaan orang-orang ini adalah sebagaimana dilukiskan dalam Al Qur’an:

Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang merugi. (QS. Al Mujaadilah, 58: 19)

Selanjutnya akan kita tinjau sejarah Setanisme … sejarah jalan gelap orang-orang yang meniti jalan menuju neraka …(bersambung).

Tafakur
KEBAIKAN DALAM SEGALA HAL

Tanda pemahaman yang benar akan arti iman adalah tidak adanya kekecewaan akan apa pun yang terjadi dalam kehidupan ini. Sebaliknya, jika seseorang gagal melihat kebaikan dalam setiap peristiwa yang terjadi dan terperangkap dalam ketakutan, kekhawatiran, keputusasaan, kesedihan, dan ketidaksenangan, ini menunjukkan kurangnya kemurnian iman. Kebingungan ini harus segera dienyahkan dan kesenangan yang berasal dari keyakinan yang teguh harus diterima sebagai bagian hidup yang penting. Orang yang beriman mengetahui bahwa peristiwa yang pada awalnya terlihat tidak menyenangkan, termasuk hal-hal yang disebabkan oleh tindakannya yang salah, pada akhirnya akan bermanfaat baginya. Jika ia menyebutnya sebagai "kemalangan", "kesialan", atau "seandainya", ini hanyalah untuk menarik pelajaran dari sebuah pengalaman. Dengan kata lain, orang yang beriman mengetahui bahwa ada kebaikan dalam apa pun yang terjadi. Ia belajar dari kesalahannya dan mencari cara untuk memperbaikinya. Bagaimanapun juga, jika ia jatuh dalam kesalahan yang sama, ia ingat bahwa semuanya memiliki maksud tertentu dan mudah saja memutuskan untuk lebih berhati-hati dalam kesempatan mendatang. Bahkan jika hal yang sama terjadi puluhan kali lagi, seorang muslim harus ingat bahwa pada akhirnya peristiwa tersebut adalah untuk kebaikan. Kebenaran ini juga dinyatakan oleh Nabi Muhammad saw.:

"Aku mengagumi seorang mukmin karena selalu ada kebaikan dalam setiap urusannya. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur (kepada Allah) sehingga di dalamnya ada kebaikan. Jika ditimpa musibah, ia berserah diri (dan menjalankannya dengan sabar) bahwa di dalamnya ada kebaikan pula." (HR Muslim)

Hanya dalam kesadaran bahwa Allah menciptakan segalanya untuk tujuan yang baik sajalah hati seseorang akan menemukan kedamaian. Adalah sebuah keberkahan yang besar bagi orang-orang beriman bila ia memiliki pemahaman akan kenyataan ini. Seseorang yang jauh dari Islam akan menderita dalam kesengsaraan yang berkelanjutan. Ia terus-menerus hidup dalam ketakutan dan kekhawatiran. Di sisi lain, orang beriman menyadari dan menghargai kenyataan bahwa ada tujuan-tujuan Ilahiah di balik ciptaan dan kehendak Allah.

Manusia terkadang tidak cukup sabar untuk melihat kebaikan yang ada di dalam peristiwa yang menimpa mereka. Sebaliknya, mereka menjadi lebih bernafsu dan kurang memiliki pertimbangan dalam mengejar sesuatu walaupun hal tersebut sangat bertentangan dengan kepentingan yang lebih baik. Di dalam Al-Qur`an, hal ini disebutkan,

"Dan manusia mendo'a untuk kejahatan sebagaimana ia mendo'a untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa." (QS. Al Israa`, 15: 11)

Seorang hamba harus berusaha melihat kebaikan dan maksud Ilahiah dalam setiap kejadian yang disodorkan Allah di depan mereka, dan bukannya memaksa untuk diperbudak oleh apa yang menurutnya menyenangkan dan tidak sabar untuk mendapatkan hal itu.