Editorial
Kursus Bahasa Ikan
Selain
kelengkapan surat, paspor, visa, uang, pakaian dan jasmani yang
prima, persiapan lain apakah yang Anda lakukan jika hendak bepergian
ke negara-negara asing yang bahasa percakapan sehari-harinya bukan
bahasa Indonesia atau Melayu? Jawabannya jelas: menguasai bahasa
setempat, atau paling tidak bahasa Inggris sebagai bahasa pergaulan
dunia. Sedikitnya Anda dianjurkan mampu memahami sejumlah ungkapan
yang seringkali digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Jika belum
tahu sama sekali, Anda dapat belajar kilat sendiri melalui buku
pelajaran bahasa, atau mengikuti kursus bahasa yang kini banyak
diselenggarakan lembaga pendidikan dan pelatihan bahasa.
Namun, ada satu negeri asing yang Anda takkan pernah
mampu menguasai bahasanya. Jangankan mempelajarinya, tak seorang
pun hingga kini pernah memahami penuh bahasa salah satu saja dari
para penghuni dunia ini. Tak ayal lagi, ini berarti tak ada buku
panduan mempelajari bahasa negeri ini, apalagi lembaga kursus bahasa
yang menjual jasa mengajar bahasa tersebut. Anda mungkin penasaran,
negeri apakah itu?
Namanya sudah biasa terdengar di telinga kita. Negeri
itu adalah negeri lautan. Mungkin Anda kurang setuju jika lautan
dikatakan di sini sebagai negeri asing. Tapi, marilah kita berpikir
sejenak, manakah yang lebih jarang dikunjungi orang, negara di luar
tanah airnya atau dunia lautan? Manakah yang telah lebih banyak
ditelusuri, daratan benua atau kedalaman lautan? Manakah yang lebih
banyak berbeda dari negeri tempat tinggal kita, cuaca dan iklim
negara-negara asing atau keadaan dalam lautan?
Lautan dihuni ribuan bahkan jutaan warganya dengan
bahasa yang tak pernah mampu dipahami manusia. Ada bahasa ikan,
bahasa ubur-ubur, bahasa kuda laut, bahasa cumi-cumi, dan seterusnya,
yang takkan pernah mampu dipahami manusia, yang telah ribuan tahun
memakan sebagian makhluk di negeri lautan itu. Tak pernah ada ceritanya
dalam catatan sejarah mana pun yang menyebutkan keberadaan lembaga
kursus bahasa ikan!
Bagi Anda yang pernah melihat film fiksi ilmiah tentang
makhluk luar angkasa, kehebatan ilmu pengetahuan dan teknologi mereka
seringkali digambarkan jauh mengungguli kepunyaan manusia penghuni
bumi. Faktanya, ada penghuni negeri lautan yang mampu berkomunikasi
sesama jenis mereka dengan suara, meski terpisah jarak ratusan kilometer.
Mereka tak perlu telepon genggam maupun satelit. Banyak pula yang
tubuhnya memiliki kemampuan mengatasi tekanan air laut hingga 400
kali lipat daripada di permukaan, dan hidup di tempat gelap gulita
bersuhu 4 derajat celcius. Tak ada manusia yang mampu hidup di keadaan
seperti ini tanpa bantuan perangkat teknologi mutakhir.
Berjuta halaman buku dapat ditulis untuk mengisahkan
fakta, dan bukan fiksi, tentang negeri lautan beserta penghuninya.
Namun, kisahnya dalam beberapa halaman saja sudah cukup untuk membuka
mata kita akan kehebatan pencipta-Nya, Allah SWT.
Surat
Pembaca
|
|
“Dan
Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu
dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu
mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan
kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari
(keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.”
(QS. An Nahl, 16: 14) |
TOPIK SAINS SOSIAL
Assalamu’alaikum
Selama ini, insight tidak menyediakan ruang bagi
topik-topik sain sosial. Padahal, Allah SWT menampakkan keagungan
dan kesempurnaan-Nya di seluruh alam ini, baik segi eksak maupun
sosialnya. Sehingga kita juga harus dapat mengetahui keagungan Allah
dari segi sosial. Al Qur’an yang ada di tangan juga banyak
membicarakan manusia dari segi sifat-sifat sosialnya, bukan fisik
biologisnya saja. Al Qur’an juga banyak mengatur masalah muamalah
antar manusia, pola hidup, dan sebagainya. Untuk itu, pada edisi
mendatang kami sarankan insight menyediakan ruang bagi tema-tema
sosial, seperti psikologi, ekonomi, politik, sosiologi, hukum, pendidikan
dan sebagainya. Hal ini dimaksudkan agar ada kesempatan bagi teman-teman
dari ilmu-ilmu sosial untuk lebih merasakan kebenaran Al Qur’an
dan kebenaran Sang Pencipta.
Wassalam
Adi Nurcahyo,
Mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga
FISIP Universitas Jember
Jl Kalimantan III/5 Jember 68121
TAMPILAN WARNA
Assalamu’alaikum
Terima kasih ya insight atas kehadirannya karena
dapat menjadi media ilmu pengetahuan yang sering saya baca. Saya
usul agar dalam pembentukan majalah, warna yang ditampilkan kalau
boleh lebih sederhana dan background tiap lembar jangan terlalu
rama, karena hal tersebut berpengaruh bagi kesehatan.
Wassalam
Irfanni
HPT IPB
Babakan Doneng Wisma Athena
RT 01/06 no. 6 Darmaga, Bogor 16680
EDISI SPESIAL
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah. Barakallah, insight sudah
terbit selama satu tahun. Tapi kenapa pada edisi yang ke-12 tidak
ada bonus atau edisi spesial. Bagaimana kalau setiap akhir tahun
terbit memberikan bonus. Semoga insight semakin bersinar sebagai
media iptek berbasis Islam.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Nurul Azizah
<uryl_manis@plasa.com>
insight :
Terima kasih atas berbagai masukannya. Perlu kami luruskan bahwa
topik sosial senantiasa menjadi rubrik tetap di insight sejak terbitan
pertama hingga kini; bahkan pernah menjadi bahasan utama. Selengkapnya,
silakan membuka arsip insight di www.insight-magazine.com/indo.
Usulan-usulan lain akan menjadi pertimbangan redaksi. Tetap menjadi
pembaca insight, ya!
Dari
Kami
BURSA PENULIS LEPAS
Assalamu’alaikum wr. wb.
Pembaca budiman,
di tengah maraknya bursa calon presiden, jangan lupa pula, redaksi
Insight pun kini tengah menjaring para calon penulis lepas, dan
telah memasuki seleksi tahap ketiga. Sebagaimana telah diumumkan
melalui internet maupun Insight beberapa edisi lalu, redaksi telah
membuka lowongan penulis lepas yang akan bersumbangsih dalam menghadirkan
tulisan seputar iptek melalui media cetak tercinta kita ini. Dari
sekian banyak pelamar yang masuk, ada yang masih mahasiswa dan ada
pula yang bahkan seorang doktor dan staf pengajar di salah satu
perguruan tinggi negeri terkemuka di negeri ini. Kita patut bersyukur
atas tanggapan yang sangat baik ini, yang mudah-mudahan menunjukkan
dukungan dari beragam kalangan atas peran serta Insight dalam pembangunan
bangsa ini, walau tidak seberapa.
Di edisi lalu, terdapat tulisan berjudul “Si Raksasa Berputar”
karya salah seorang pelamar yang kini telah lolos dan memasuki seleksi
tahap III, yakni Dian Hidayat. Saudara kita ini lahir di Langsa
pada tanggal 25 Mei 1981 dan alumnus Universitas Sumatera Utara.
Beliau yang tinggal di Medan, kini menjabat sebagai ketua Bidang
Pengkajian Ilmu Pengetahuan, Pimpinan Wilayah Ikatan Remaja Muhammadiyah
(PW IRM) Sumatera Utara. Insya Allah di edisi mendatang, beliau
akan mempersembahkan sejumlah tulisan yang tak kalah menariknya
untuk Anda. Untuk edisi ini, ada pelamar lain yang tulisannya tak
kalah menarik, yakni Ratna Surfitasari. Untuk mengetahui lebih jauh,
bukalah lembaran-lembaran Insight kali ini, temukan dan bacalah
tulisannya.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Redaksi
Teknologi
Mesin
MESIN TURBIN GAS
BERTEKNOLOGI KUMBANG
Oleh : Ratna Surfitasari*
Penulis adalah mahasiswi Program D4 Politeknik Negeri Bandung, Jurusan
Teknik Mesin
dan saat ini tinggal di Bandung. E-mail : rsurfitasari@yahoo.com
Pernahkah kita membayangkan saat sedang naik pesawat
dan menikmati perjalanan di udara, tiba-tiba pilot mengumumkan bahwa
salah satu mesin pesawatnya mati? Awak pesawat pun kemudian diketahui
mengalami kesulitan menyalakan mesin kembali karena suhu udara luar
terlalu dingin. Hal ini tentu saja akan membuat para penumpang ketakutan
karena mungkin yang terbayang adalah jatuhnya pesawat yang tak lama
lagi. Padahal, barangkali kita tengah berada pada ketinggian tak
kurang dari 9.000 meter dari permukaan laut. Menakutkan bukan? Namun,
jika kita mengikuti perkembangan teknologi kedirgantaraan, ketakutan
itu mungkin takkan lagi berlebihan. Sebab, berkat keberadaan sejenis
kumbang kecil yang berukuran sekitar 1,2 sentimeter, para peneliti
teknologi mesin turbin gas pesawat kini terilhami untuk menghadapi
keadaan sulit tersebut.
|
|
| Kumbang bombardier “sang pemberi ilham” sedang
menyemburkan senjata kimianya. |
Mesin turbin gas pesawat (Aerospace Engineering,
Maret 2004) |
Terkait dengan hal di atas, para ilmuwan dari Universitas
Leeds Inggris yang didukung The Engineering and Physical Sciences
Research Council, EPSRC (Badan Penelitian Ilmu Rekayasa dan
Fisika, Inggris), mempelajari mekanisme pertahanan diri menggunakan
teknik jet, yakni semburan atau pancaran gas kimia panas dari makhluk
kecil bernama kumbang bombardier (bombardier berarti pengebom
atau juru bom). Andy McIntosh, Profesor Termodinamika dan Teori
Pembakaran di Institut Energi dan Sumber Daya, Universitas Leeds,
Inggris, merupakan ketua kelompok penelitian yang baru dimulai ini.
Dalam edisi terkini, Maret 2004, jurnal Aerospace Engineering
(Teknik Penerbangan), Profesor McIntosh, yang juga anggota Royal
Aeronautical Society, berkata seputar kajian yang direncanakan
akan berlangsung tiga tahun ini:
“Mekanisme pertahanan diri kumbang bombardier menggambarkan
bentuk pembakaran yang sangat efektif dan alamiah. Meniru mekanisme
alamiah seperti itu merupakan bagian bidang biomimetika yang sedang
berkembang, yang dengannya para ilmuwan belajar banyak dari seluk-beluk
rancangan rumit yang sudah ada di alam. Memahami dengan lebih baik
cara-kerja kumbang ini dapat mengarahkan kita pada pencapaian yang
berarti dalam penelitian di bidang pembakaran”.
Berawal dari Kumbang
Kumbang bombardier mempertahankan diri dari musuh-musuhnya, yakni
semut, katak, dan laba-laba, dengan menyemprotkan cairan panas mendidih
yang bertekanan tinggi. Lantas, apa yang mendorong para ilmuwan
untuk meneliti makhluk kecil ini? Menurut penemuan Profesor Tom
Eisner dari Universitas Cornell, Amerika Serikat, dua zat kimia:
hidroquinon dan hidrogen peroksida masing-masing dihasilkan oleh
dua kelenjar terpisah pada tubuh sang kumbang, dan kemudian disimpan
dalam sebuah tangki yang ada pada bagian perutnya. Ketika si kumbang
merasa terancam musuh, otot-otot di sekitar tangki tadi akan menegang
(berkontraksi) sehingga mendorong campuran bahan kimia keluar melewati
katup pengendali otot, dan mengalir masuk ke dalam ruang reaksi
yang berbentuk hati. Ruang reaksi yang juga disebut ruang ledakan
ini merupakan kantung penyemprot dengan dinding yang tersusun atas
sel-sel penghasil enzim katalase dan peroksidase. Di ruangan ini,
reaksi kimia yang menghasilkan panas terjadi. Akibatnya, dihasilkanlah
campuran panas mendidih berupa uap air dan zat kimia pedih beracun
p-benzoquinon, dengan perantara enzim katalase dan peroksidase.
Campuran ini keluar memancar dari tubuh kumbang bombardier dengan
suhu mencapai 100 derajat celcius dan kecepatan semprot sekitar
500 denyut per detik. Uniknya, cairan yang membahayakan musuh ini
tidaklah mencederai kumbang itu sendiri, karena bagian tubuh kumbang
dilapisi dengan bahan anti-panas. Para ilmuwan termodinamika menjuluki
perilaku pertahanan diri luar biasa ini sebagai pembakaran berdenyut.
Dalam tulisan berjudul “Semprotan Pertahanan-Diri Kumbang
Bombardier: Sebuah Jet Berdenyut Biologis” yang dimuat jurnal
ilmiah Science, Jeffrey Dean dkk. memaparkan:
Semprotan pertahanan-diri dari kumbang bombardier Stenaptinus
insignis disemburkan melalui denyutan cepat (sekitar 500 denyut
per detik) dan bukan pancaran yang terus-menerus… Perangkat
penyemprotan kumbang ini memperlihatkan kesamaan mendasar dengan
cara-kerja pendorong jet berdenyut dari bom “dengung”
milik Jerman pada Perang Dunia II… Moncong perut kumbang berperan
sebagai menara-meriam yang dapat berputar, yang memungkinkan kumbang
membidikkan semprotan ke segala arah… (Dean, J. et al (1990),
Science, 248:1219-1221.)

Perangkat pembakaran berdenyut di dalam tubuh kumbang bombardier
|
Kemampuan kumbang bombardier yang mengilhami para pakar penerbangan
adalah bentuk moncong penyemprotnya yang memungkinkan cairan dibidikkan
secara tepat ke arah musuh. Para ilmuwan berharap dapat menerapkan
prinsip tersebut untuk menyalakan kembali mesin turbin gas pesawat
ketika suhu udara luar telah mencapai 50 derajat celcius di bawah
nol. Perlu diketahui bahwa semakin tinggi suatu pesawat terbang,
maka udara akan memiliki kerapatan dan tekanan yang semakin rendah
serta suhu yang semakin dingin. Hal inilah yang mengganggu kinerja
mesin turbin gas pesawat terbang, padahal kerja suatu mesin turbin
gas amat bergantung pada campuran udara dan bahan bakarnya. Jika
udara terlalu dingin, maka kondisi ideal pembakaran yang terjadi
pada ruang bakar mesin akan terganggu bahkan mati sama sekali.
Turbin-Pesawat Berteknologi Kumbang
Keistimewaan cara-kerja perangkat pertahanan diri kumbang bombardier
nampaknya merupakan jawaban atas permasalahan mesin turbin gas pesawat
di atas. Proyek penelitian Profesor McIntosh dkk. dijadwalkan mulai
sejak Februari 2004, dengan judul “Belajar dari ledakan-ledakan
terkendali di alam - Meniru perangkat ledakan katalitis dari kumbang
bombardier”. Dengan dana sekitar 135 ribu poundsterling Inggris
atau sekitar 1,35 miliar rupiah dari EPSRC, proyek ini
bertujuan utama membuat tiruan teknologi penyala-ulang mesin, yang
berupa proses pelewatan arus listrik kuat sepanjang celah kecil
yang akan memicu ionisasi air dan uap air, sehingga terbentuklah
gas panas (plasma). Gas panas yang memuai ini kemudian akan ditembakkan
ke arah dalam, ke bagian mesin tempat dilakukannya penyalaan-ulang
yang dapat terpicu karena keberadaan ion-ion gas tersebut (molekul-molekul
radikal bermuatan listrik). Bagaimana caranya agar semprotan gas
panas bisa menyembur cukup kuat dan tepat membidik sasaran sehingga
penyalaan-ulang mesin turbin dapat berhasil? Menurut Profesor McIntosh,
bentuk ruang pembakaran kumbang bombardier mungkin merupakan jawaban
tepat untuk melakukan hal tersebut. Proyek penelitian ini melibatkan
pemodelan numerik dan matematis menggunakan komputer, serta ditujukan
awalnya untuk memahami ruang bakar kumbang bombardier yang panjangnya
kurang dari 1 milimeter, termasuk bentuk dan ukuran moncong penyemprot
senjata kimianya.
Teknologi siapakah yang paling hebat?
Sekilas dalam pandangan manusia, serangan balik kumbang bombardier
saat mempertahankan diri dari para musuhnya hanya terlihat sebagai
sekepul asap kecil dengan suara ledakan yang tidak seberapa. Tapi
bagi para musuh kumbang bombardier, sekepul asap itu bisa berarti
senjata ampuh yang menghalangi mereka memangsa kumbang bombardier.
Sedangkan bagi manusia yang menelitinya, hal ini adalah jawaban
atas permasalahan yang dihadapinya, yang telah Allah siapkan bahkan
tatkala manusia belum mampu memahaminya.
Saat kita memikirkan secara mendalam fenomena alam yang nampak
biasa saja di mata kita, di sanalah Allah akan mengajarkan kepada
kita betapa sempurna ilmu dan ciptaan-Nya. Akan kita pahami bahwa
teknologi Allahlah yang paling canggih, tak ada satu pun yang dapat
menandingi-Nya. (dari berbagai sumber)
Kimia
RANCANGAN PADA KRISTAL SALJU
Siapa
saja yang mengamati serpihan salju dengan cermat dapat melihat bahwa
serpihan salju ada dalam beragam bentuk. Diperkirakan bahwa satu
meter kubik salju mengandung sekitar 350 juta kristal salju! Serpihan
ini semuanya berbentuk heksagonal (segienam) dengan bentuk menyerupai
kristal. Namun demikian, setiap butir kristal salju memiliki bentuk
yang khas. Selama bertahun-tahun, para ilmuwan terus mencari jawaban
terhadap pertanyaan seperti: bagaimana bentuk-bentuk ini bisa terjadi,
bagaimana masing-masing kristal bisa memiliki bentuk yang berlainan,
dan apa yang menyebabkan bentuknya yang simetris. Setiap jengkal
pengetahuan tambahan tentang hal ini, sekecil apa pun, selalu mengungkapkan
kekaguman pada kristal salju. Keanekaragaman dan kesempurnaan rancang-bangun
heksagonal pada kristal salju merupakan wujud keberadaan Allah sebagai
sang Pencipta yang tak membutuhkan contoh (al Badi). Allahlah Yang
membuat segala yang diciptakan-Nya menjadi sebaik-baik bentuk. Pembentukan
kristal salju merupakan satu contoh kehebatan penciptaan oleh Allah
yang tiada habis-habisnya.
Serpihan salju yang kecil dan tipis ini tampak seperti
bintang berjarum-banyak atau kepala jarum yang amat kecil. Pembentukan
serpihan salju sebagaimana terlihat dalam gambar ini benar-benar
mengagumkan. Selama bertahun-tahun, struktur serpihan salju yang
teratur telah menarik perhatian orang. Sejak tahun 1945, sudah dilakukan
penelitian untuk mencari penentu apa saja yang memberikan bentuk
akhir terhadap kristal tersebut. Satu serpihan salju adalah gundukan
kristal yang terdiri atas lebih dari 200 kristal es. Serpihan salju
tersusun dari molekul air yang terbentuk melalui tahapan pembentukan
yang sempurna. Serpihan salju, salah satu keajaiban rancang-bangun
sejati dari alam, terbentuk sewaktu uap air menjadi dingin saat
melewati awan. Proses ini berlangsung sebagai berikut:
Saat melewati awan, molekul air yang terhamburkan ke
mana-mana secara tidak teratur melalui uap air, mulai kehilangan
gerakan acaknya karena menurunnya suhu. Setelah beberapa waktu,
molekul air, yang bergerak lebih perlahan, mulai membentuk kelompok
dan kemudian menjadi padat. Namun, tidak ada sedikit pun kekacauan
dalam pembentukan kelompok ini. Sebaliknya, molekul-molekul ini
selalu bergabung sebagai bentuk segi enam yang berukuran sangat
kecil (mikroskopis) yang tampak mirip satu sama lain. Setiap serpihan
salju pada mulanya terdiri dari satu molekul air heksagonal, kemudian
molekul air heksagonal yang lainnya terikat dengan serpihan pertama
ini. Menurut para pakar dalam bidang ini, penyebab utama yang menentukan
bentuk serpihan salju adalah bahwa molekul air segi enam ini bergabung
tepat seperti mata rantai dalam untaian. Selain itu, potongan-potongan
kristal tersebut, yang seharusnya tampak sama, mengambil bentuk
yang sangat berlainan tergantung pada suhu dan tingkat kelembaban.
Mengapa terdapat simetri heksagonal di dalam semua
serpihan salju dan mengapa masing-masing berbeda satu dengan yang
lain? Mengapakah bagian tepinya bersudut, dan bukannya lurus? Para
ilmuwan masih mencoba menjawab pertanyaan ini. Namun, sejauh ini
sudah jelas: Allah, yang tidak memiliki sekutu dalam mencipta, merupakan
Pemilik kekuatan yang tak berakhir dan Sang Pencipta segala sesuatu
tanpa contoh.
Bahasan
Utama - 1
TEMPAT TIDUR DARI LENDIR
Sesuai dengan
namanya, ikan betet dalam beberapa hal memang menyerupai burung
betet. Selain warna tubuhnya yang mencolok, mulutnya pun sangat
mirip dengan burung betet. Gigi-gigi ikan betet menyatu membentuk
susunan menyerupai paruh betet yang berguna untuk memotong, mengunyah
dan melumatkan makanan. Pada umumnya ikan ini tergolong pemakan
tumbuhan, dan terutama memakan terumbu karang mati yang terbalut
ganggang. Sejumlah spesies dari ikan ini memakan rumput laut. Karena
memakan terumbu karang, tidak mengherankan jika kotoran yang dikeluarkan
dari anus ikan ini sebagian besar berupa pasir halus yang terdiri
dari kapur kalsium karbonat. Menurut penelitian, salah satu sumber
utama penghasil pasir tropis di laut adalah kotoran ikan betet.
Ikan betet menutupi tubuhnya dengan zat yang mirip gelatin (agar-agar),
khususnya di malam hari. Marilah kita cermati bagaimana zat ini
dihasilkan, serta penggunaannya. Ikan betet menghasilkan zat ini
untuk melindungi diri mereka di malam hari terhadap pengaruh dari
luar. Zat ini melindungi sang ikan dari pemburu yang giat di malam
hari. Selain itu, adanya zat ini memungkinkan ikan betet untuk menyamarkan
dirinya.
Pertama, lendir yang terdiri dari gelatin tersebut dikeluarkan
oleh kelenjar yang terletak di sisi bagian atas dari rongga insang,
saat ikan bernapas. Setelah beberapa saat, pelapis mirip-gelatin
tadi membungkus seluruh tubuh ikan, sehingga dihasilkanlah kantung
tidur tembus pandang. Kantung tidur ini berperan penting melindungi
ikan terhadap belut moray, yang tergolong musuh terbesar ikan betet.
Belut moray memiliki indera penciuman yang luar biasa tajam, dan
mereka mencari mangsanya dengan menggunakan kemampuan tersebut.
Namun demikian, karena lapisan pelindung ketatnya itu, aroma tubuh
ikan betet tidak dapat dicium oleh belut moray. Bahkan sekalipun
lewat di sebelahnya dan menabrak ikan betet, sang belut tidak mampu
mengenali keberadaannya.
Memahami cara-kerja yang luar biasa ini, kita sepatutnya bertanya,
bagaimana ikan betet mampu melengkapi diri dengan lapisan pelindung
pada malam hari? Bagaimana mereka dapat menemukan bahan yang mampu
mencegah indera penciuman moray yang tajam mengenalinya, serta membuat
mereka aman dan nyaman melewati malam?
Tidak mungkin kita menganggap ikan berpikir dan merencanakan untuk
menghasilkan zat khusus di dalam tubuhnya dan kemudian menutupi
tubuhnya dengan zat ini. Mustahil pula proses pembentukan seperti
ini terbentuk dengan sendirinya tanpa penciptaan sengaja, sejalan
dengan waktu. Jika ikan betet yang ada sekarang tidak dapat berpikir
dan berencana menghasilkan zat dengan kecerdasannya sendiri dan
membentuk perangkat sedemikian itu dalam tubuhnya dengan kehendak
sendiri, maka ikan betet yang hidup 10.000 tahun yang lalu pun tidak
mampu melakukan hal serupa.
Tubuh ikan yang dilapisi dengan lendir, yang bertujuan untuk menyamarkan
diri dari musuhnya dengan jitu, adalah hal yang sangat cakap. Jelaslah
bahwa keistimewaan yang seperti ini dapat terjadi hanya karena adanya
perancangan yang cerdas. Kecerdasan ini bukanlah milik ikan atau
makhluk apa pun selain Allah, Yang telah menciptakan dan merencanakan
semua ini.
Bahasan Utama - 2
SANG BAPAK YANG HAMIL
Penampilan
kuda laut sangatlah mencolok, dan bentuk serta susunan tubuh umumnya
memiliki rancangan yang sangat khusus. Ukuran mereka beragam, dari
sekitar 4 sampai 30 sentimeter dan biasanya tinggal sepanjang pantai,
di antara ganggang laut dan tumbuhan lainnya. Meskipun tidak memiliki
sisik sebagaimana pada ikan, namun terdapat semacam baju zirah (baju
‘perang’) dari tulang yang melindungi mereka dari segala
jenis bahaya. Baju zirah ini begitu kuatnya sehingga Anda tidak
mungkin menghancurkan kuda laut yang sudah mati dan mengering dengan
hanya menggunakan tangan. Cara perlindungan lain yang dimiliki kuda
laut adalah penyamaran atau kamuflase, yakni dengan menyerupakan
bentuk dan warna kulit dengan lingkungan sekitarnya.
Kepala kuda laut terletak membentuk sudut siku-siku dengan tubuhnya.
Keistimewaan ini tidak ditemukan pada ikan yang lain. Kuda laut
berenang dengan tubuh yang tegak dan mereka dapat menganggukkan
kepala ke atas dan ke bawah. Tetapi mereka tidak dapat menggelengkan
kepala atau menoleh ke kiri dan kanan. Hal ini bisa menjadi masalah
bagi makhluk-makhluk yang lain, namun tidak demikian dengan kuda
laut, berkat perancangan tubuh mereka yang khusus. Mata kuda laut
dapat bergerak dengan bebas, berputar-putar mengamati setiap sisi
sehingga mereka dapat melihat sekelilingnya dengan mudah, walau
tanpa kemampuan menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan.
Cara berenang kuda laut juga dipengaruhi oleh sistem yang sangat
khusus. Kuda laut bergerak naik-turun di dalam air dengan cara mengubah
isi udara dalam kantung renangnya. Jika kantung renang ini rusak
dan kehilangan sedikit udara, kuda laut tenggelam ke dasar laut.
Kecelakaan yang sedemikian menyebabkan matinya kuda laut. Di sini,
ada hal sangat penting yang tidak boleh dilewatkan. Jumlah udara
di dalam kantung renang telah ditetapkan secara amat teliti. Oleh
sebab itulah, perubahan yang sangat tipis dapat menyebabkan kematian
makhluk tersebut. Keseimbangan yang peka ini menunjukkan sesuatu
yang sangat penting. Kuda laut dapat bertahan hanya jika keseimbangan
ini terjaga. Dengan kata lain, kuda laut dapat bertahan hidup karena
telah dilengkapi dengan sistem ini sejak saat pertama kali muncul
di dunia. Keadaan ini menunjukkan kepada kita bahwa kuda laut tidak
akan mungkin memperoleh sifat dan ciri mereka seiring dengan berjalannya
waktu. Dengan kata lain, kuda laut bukanlah terbentuk melalui peristiwa
evolusi. Seperti semua makhluk di alam semesta, Allah yang menciptakan
mereka, lengkap dengan segala sifat dan cirinya sejak awal.
Mungkin sisi paling menakjubkan dari kuda laut adalah bahwa kuda
laut jantan, bukan yang betina, yang melahirkan anak-anaknya, sehingga
menjadikannya satu-satunya hewan jantan yang mengandung bayinya.
Kuda laut jantan memiliki kantung perut yang besar dan pembuka seperti
celah di bagian dasar perutnya, yang tidak dilapisi baju zirah.
Kuda laut betina meletakkan telur-telurnya langsung ke dalam kantung
perut ini dan kuda laut jantan membuahi telur saat dijatuhkan. Lapisan
dalam kantung perut menjadi seperti spons dan dipenuhi dengan pembuluh
darah, yang penting untuk memberi makan telur. Satu atau dua bulan
kemudian kuda laut jantan melahirkan bayi-bayi kuda laut kecil dari
dalam dirinya sendiri.
Kuda laut, yang hanya salah satu dari berjuta-juta spesies yang
hidup di bawah laut, memiliki ciri yang khas pada berbagai segi.
Perancangan kuda laut hanyalah satu contoh dari kekuasaan yang tidak
terbatas dan pengetahuan yang abadi milik Allah:
Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak
(untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan
kepadanya: “Jadilah”. Lalu jadilah ia. (QS. Al Baqarah,
2: 117)
Bahasan Utama - 3
HUTAN DALAM LAUT
Karang
laut atau koral adalah makhluk yang hidup di wilayah yang dalam
di perairan tropis. Terumbu karang, tempat berbagai makhluk hidup
bersama-sama, terbentuk dari kerangka batu kapur karang-karang laut
yang sudah mati, yang tercampur bersama akibat kegiatan ganggang
penyusun karang. Terumbu karang dapat membentang sampai wilayah
yang sangat luas. Para ilmuwan membandingkan terumbu karang dengan
hutan hujan tropis karena, seperti hutan hujan tropis, terumbu karang
merupakan pusat keberagaman. Terumbu karang adalah rumah bagi lebih
dari 2.000 jenis ikan, 5.000 jenis moluska, 700 jenis karang dan
berbagai jenis kepiting, landak laut, bintang laut, ketimun laut
(tripang) dan berbagai kelompok cacing, yang tak terhitung jumlahnya.
Polyp adalah hewan laut kecil yang hidup
di terumbu karang. Sejumlah polyp-karang memiliki ganggang yang
hidup di dalamnya. Ganggang mengandung klorofil, dan karenanya,
dapat berfotosintesis. Ganggang kaya oksigen tetapi miskin gizi.
Seperti semua tumbuhan lainnya, ganggang juga membutuhkan zat nitrat
dan fosfat. Itulah alasan mengapa makhluk-makhluk ini sangat membutuhkan
kehidupan bersama. Mereka tidak dapat hidup sendiri, sehingga perlu
saling memanfaatkan satu sama lain untuk bertahan hidup.
Polyp menyediakan makanan bagi ganggang
melalui hasil buangannya. Ganggang menyimpan hasil buangan polyp
sebagai amonia dan memecahnya menjadi nitrogen fosfat, yang kemudian
digunakan ganggang sebagai sumber energi. Polyp juga menyediakan
tempat bernaung yang aman dengan cara melindungi ganggang dari pemangsanya.
Sebagai imbalannya, ganggang menyiapkan makanan bagi polyp melalui
fotosintesis. Dengan demikian, polyp dapat menghasilkan energi yang
diperlukan untuk membangun kerangka batu kapur mereka.
Sebagaimana semua makhluk yang menjalani
kehidupan bersama yang saling menguntungkan, kebutuhan kedua belah
pihak di dalam kehidupan yang saling bahu-membahu antara polyp dan
ganggang juga terpenuhi dengan cara yang sangat mudah. Jelaslah
bahwa ada Pencipta tunggal yang telah menggabungkan dua makhluk
ini, yang tahu akan kebutuhan keduanya. Makhluk-makhluk ini telah
diciptakan oleh Allah sedemikian sehingga mereka saling melengkapi
dan saling memenuhi kebutuhan satu sama lain.
Allah memperkenalkan kita kepada keagungan-Nya
yang tiada akhir dan pengetahuan-Nya yang tiada batas melalui beragam
makhluk yang telah diciptakan-Nya di bawah laut, dan rancangan tiada
tara serta ciri mengagumkan dari mereka semua. Allah mengingatkan
kita tentang hal ini di dalam Al-Quran:
dan Dia (menundukkan pula) apa
yang dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan
Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran. Dan Dia-lah, Allah yang
menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya
daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu
perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya,
dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya
kamu bersyukur. (QS. An Nahl, 16: 13-14)
Bahasan
Utama - 4
AGAR-AGAR YANG CERDAS
Anda
pasti sudah pernah makan agar-agar, makanan bening dan sedikit kenyal.
Namun, pernahkah Anda melihat agar-agar yang hidup, bergerak dan
melakukan kegiatan layaknya binatang? Itulah ubur-ubur.
Semua orang tahu ubur-ubur, serta betapa menarik dan
anehnya jenis hewan ini bagi kita. Tetapi, ubur-ubur, makhluk yang
hampir 95 persen terbuat dari air, juga memiliki sejumlah keistimewaan
mengejutkan yang tidak diketahui secara umum. Sebagian jenisnya,
misalnya, membuat bingung musuh-musuhnya dengan memancarkan cahaya,
sementara sebagian yang lain menghasilkan racun mematikan di dalam
tubuhnya.
Ubur-ubur dapat hidup di hampir segala iklim, dan sebagian
besar berbahaya bagi makhluk lainnya. Ubur-ubur memiliki struktur
yang tembus pandang dan tentakel (organ menyerupai belalai) yang
berjuntai dari bagian bawah tubuhnya. Pada beberapa spesies, ada
cairan beracun di dalam tentakelnya. Ubur-ubur menangkap mangsanya
dengan cara menyemprotkan racun ini dan membunuh musuh-musuhnya.
Ubur-ubur yang tidak mempunyai racun tentu saja bukan berarti tidak
dapat mempertahankan diri. Sebagian di antaranya menggunakan sel
yang menghasilkan cahaya untuk melindungi dirinya. Mereka bertindak
dengan terencana dan menggunakan siasat untuk menyelamatkan diri
dari kura-kura laut, burung laut, ikan dan paus, yang semuanya merupakan
musuhnya. Saat ubur-ubur berenang melarikan diri dari musuh-musuhnya,
seluruh tubuh ubur-ubur memancarkan cahaya. Tetapi, saat musuh mencoba
menggigitnya, cahaya di bagian tubuh yang berbentuk lonceng pun
padam, dan tentakel yang masih bercahaya dilepaskan dari tubuhnya.
Dengan cara ini, musuh-musuh mereka mengalihkan perhatian pada tentakel
tersebut. Ubur-ubur mengambil keuntungan dari keadaan ini dan segera
melarikan diri.
Seekor ubur-ubur yang diberi nama Serdadu Perang
Portugis merupakan jenis ubur-ubur raksasa yang juga dikenal
sebagai “ubur-ubur biru.” Hewan ini hidup di semua wilayah
yang beriklim sedang dan tropis, termasuk di laut tengah.
Serdadu perang portugis memiliki organ yang mirip-layar
bewarna biru tua dan muncul sampai 20 cm dari permukaan laut. Organ
inilah yang memungkinkan hewan berenang dan bergerak. Pada tentakelnya
yang berbentuk spiral ada kapsul yang mengandung racun, yang dapat
menyebabkan kelumpuhan.
Semua keistimewaan ubur-ubur ini menarik perhatian.
Bagaimana mungkin makhluk yang hampir seluruhnya terdiri dari air
ini, yang layu dan mati segera bila terkena matahari, menghasilkan
zat-zat kimia? Dan bagaimana makhluk ini dapat mengembangkan taktik
untuk membingungkan musuh-musuhnya?
Ubur-ubur tidak memiliki mata untuk melihat mangsa
dan musuhnya, tidak pula memiliki otak. Makhluk ini hanya berupa
wujud air seperti agar-agar, walaupun demikian dia menjalankan tingkah
laku berakal seperti berburu dengan menggunakan berbagai taktik,
dan meloloskan diri dari musuh-musuhnya. Jelaslah bahwa pikiran
yang menghasilkan cara-cara pemecahan sedemikian tidak mungkin berasal
dari ubur-ubur. Bila kita meneliti setiap penggal pengetahuan tentang
ubur-ubur dari sudut pandang ini, kita mutlak sampai pada kesimpulan
yang sangat penting dan memperluas cakrawala kita. Seseorang yang
merenungi ubur-ubur, serta keistimewaan dan tindakannya, akan memahami
bahwa hewan ini tidak dapat melakukan sesuatu dengan hanya mengandalkan
dirinya sendiri, dan bahwa hewan tersebut dikendalikan oleh kekuasaan
yang memiliki kekuasaan di atas segalanya. Kekuasaan ini, yang tidak
ada bandingannya, adalah milik Allah. Dengan menciptakan sederetan
hewan yang mengagumkan dari berbagai jenis, Allah menunjukkan kebijaksanaan-Nya
yang tinggi dan pengetahuan-Nya yang tiada tara di dalam makhluk-makhluk
ini. Ubur-ubur hanyalah salah satu contohnya.
Bahasan
Utama - 5
MUNGIL TUBUHNYA, BESAR PERANNYA
Plankton
adalah salah satu mata rantai yang paling penting dan paling menentukan
di dalam rantai kehidupan di dalam laut. Ukuran makhluk ini tidak
lebih dari beberapa mikrometer, dan bukan sekedar milimeter. Mengingat
bahwa satu mikrometer hanya sepersejuta meter, jelaslah bahwa makhluk
ini teramat kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Tetapi apakah
sifat dan ciri dari makhluk yang sangat kecil ini, yang membuat
mereka begitu penting dan diperlukan untuk kesinambungan kehidupan?
Bagian zat gizi penting yang dibutuhkan oleh kebanyakan
makhluk hidup di bawah laut adalah, sebenarnya, plankton yang mikroskopis
dan tampak tidak berarti ini. Karena itulah penurunan jumlah plankton
akan benar-benar berbahaya bagi kehidupan binatang laut, mulai dari
paus sampai makhluk-makhluk laut yang kecil. Manfaat makhluk berukuran
mikroskopis ini bukan hanya sebatas itu. Plankton dibagi menjadi
dua kelompok: tumbuhan dan hewan. Plankton, terutama yang tumbuhan,
adalah penentu penting untuk menjaga beragam keseimbangan di bumi.
Fitoplankton adalah plankton tumbuhan, yang pada dasarnya
berupa makhluk hidup mikroskopis bersel-satu yang melayang-layang
terbawa arus air laut. Kumpulan fitoplankton merupakan mata rantai
penting yang pertama dari rantai makanan di laut. Selanjutnya, tumbuhan
laut ini juga menjalani fotosintesis sebagaimana tumbuhan darat
lainnya, menggunakan matahari sebagai sumber energi serta menghasilkan
zat gizi mereka sendiri. Maka, plankton tumbuhan, yang merupakan
sumber zat organik utama di lautan, turut berperan dalam keseimbangan
daur oksigen.
Selama proses fotosintesis dilangsungkan oleh fitoplankton,
karbondioksida yang terdapat di udara diserap, dan sebaliknya, sejumlah
besar oksigen dilepaskan. Sebanyak 70 % dari 110 miliar ton oksigen
yang dilepaskan setiap tahunnya oleh tumbuh-tumbuhan di bumi, dihasilkan
dengan cara ini.
Plankton hewan, pada umumnya, juga tersusun dari makhluk
hidup bersel satu. Namun, ada pula makhluk hidup bersel-banyak di
dalam kelompok ini. Hampir semua golongan makhluk laut memiliki
bentuk plankton-nya. Saat hewan tak-bertulang belakang masih berupa
larva, misalnya, atau saat ikan masih dalam masa awal perkembangannya,
mereka berbentuk plankton sementara.
Plankton terdiri dari berbagai jenis dan setiap jenisnya
memiliki sifat dan ciri yang khas. Seperti yang terlihat di dalam
contoh-contoh terbatas yang disebutkan di sini, berlakulah kesempurnaan
pada makhluk-makhluk mikroskopis ini, baik dalam rupa maupun dalam
benuk dan susunannya secara umum. Makhluk-makhluk ini membantu menjaga
berbagai keseimbangan di bumi. Kekuatan Allah tidaklah terbatas
dan Dia menciptakan apa yang diinginkan-Nya sebagaimana kehendak-Nya.
Allah menguasai segala sesuatu.
Keruntuhan
Teori Evolusi
TATKALA MANUSIA MENCARI NENEK MOYANGNYA
Persis seperti pernyataan
evolusionis yang lain tentang asal-usul makhluk hidup, pernyataan
mereka tentang asal-usul manusia pun tidak memiliki landasan ilmiah.
Berbagai penemuan menunjukkan bahwa "evolusi manusia"
hanyalah dongeng belaka.
Darwin
mengemukakan pernyataannya bahwa manusia dan kera berasal dari satu
nenek moyang yang sama dalam bukunya The Descent of Man yang terbit
tahun 1971. Sejak saat itu, para pengikut Darwin telah berusaha
untuk memperkuat kebenaran pernyataan tersebut. Tetapi, walaupun
telah melakukan berbagai penelitian, pernyataan "evolusi manusia"
belum pernah dilandasi oleh penemuan ilmiah yang nyata, khususnya
di bidang fosil.
Kalangan masyarakat awam adalah yang umumnya tidak
mengetahui kenyataan ini, dan menganggap pernyataan evolusi manusia
didukung oleh berbagai bukti kuat. Anggapan yang salah tersebut
terjadi karena masalah ini seringkali dibahas di media masa dan
disampaikan sebagai fakta yang telah terbukti. Tetapi mereka yang
benar-benar ahli di bidang ini mengetahui bahwa kisah "evolusi
manusia" tidak memiliki dasar ilmiah. David Pilbeam, salah
satu ahli paleontologi dari Harvard University, menyatakan berikut
ini:
Bila anda mendatangkan seorang ilmuwan cerdas dari bidang
ilmu lain dan memperlihatkan padanya sedikit bukti yang kita miliki,
ia pasti akan berkata, 'lupakanlah: tidak terdapat cukup bukti untuk
meneruskannya.(Richard E. Leakey, The Making of Mankind, Michael
Joseph Limited, London 1981, hal. 43.)
KEANEKARAGAMAN KERA
Sepanjang sejarah, terdapat lebih dari
6000 spesies kera yang pernah hidup dan kebanyakan dari
mereka telah punah. Fosil dari kera-kera punah ini memberikan
sumber berlimpah bagi evolusionis. Mereka menulis skenario
tentang evolusi manusia dengan cara menyusun sejumlah tengkorak,
sekehendak hati mereka, berurutan dari yang paling kecil
ke paling besar dan menyisipkan tengkorak-tengkorak dari
sejumlah ras-ras manusia punah di antara susunan ini.
|
William Fix, penulis sebuah buku penting dalam bidang palaeoantropologi,
bertutur:

CATATAN FOSIL MEMBANTAH EVOLUSI
Skenario "evolusi manusia" tidak memiliki bukti dalam
catatan fosil sebagaimana skenario-skenario evolusionis lain
tentang makhluk hidup. Bertentangan dengan propaganda media
masa, tidak ada bukti fosil apa pun yang menunjukkan bahwa manusia
dan kera berasal dari satu nenek moyang yang sama. |
Terdapat banyak ilmuwan dan penyebar berita masa kini yang
memiliki keberanian untuk berkata kepada kita bahwa 'tidak ada keraguan'
tentang bagaimana manusia berawal. Andai saja mereka memiliki bukti.(William
R Fix, The Bone Peddlers, Macmillan Publishing Company: New York,
1984, hal.150-153

Ernst Mayr, salah satu pendiri Neo-Darwinisme, mengakui bahwa
skenario "evolusi manusia" tidak memiliki bukti pada
catatan fosil. |
Pernyataan tentang evolusi ini, yang "tanpa disertai bukti",
memulai pohon kekerabatan manusia dengan sejenis kera yang bernama
Australopithecus. Menurut pernyataan tersebut, sejalan dengan waktu
Australopithecus mulai berjalan tegak, otaknya tumbuh berkembang,
dan melalui serangkaian tahapan untuk menjadi manusia yang kita
dapati sekarang (Homo sapiens). Tetapi catatan fosil tidak
mendukung skenario ini. Kendatipun pernyataan tentang keberadaan
semua jenis bentuk peralihan, terdapat pembatas yang tidak dapat
dilalui yang memisahkan fosil-fosil manusia dan kera. Bahkan, telah
terungkap bahwa spesies-spesies yang dinyatakan sebagai nenek moyang
bagi yang lain, ternyata merupakan jenis-jenis yang hidup sezaman
pada periode yang sama. Ernst Mayr, salah satu pendukung terpenting
teori evolusi di abad ke-20 mengakui kenyataan ini: "Rantai
yang menghubungkan hingga Homo sapiens sebenarnya telah hilang".(Scientific
American, December 1992)
Iptek
Anak
Lebih Dekat dengan Matahari
Pukul berapakah
kalian bangun tidur hari ini? Sebelum hari terang, ataukah setelah
matahari sudah tinggi? Pasti kalian tahu bahwa pagi hari akan tampak
semakin indah dengan munculnya matahari di ufuk timur. Sinarnya
yang terang menerpa bumi, dan memberi kehangatan bagi seluruh makhluk
di atasnya. Semakin siang, matahari semakin terasa panas. Pada pukul
12 siang sampai pukul 14, matahari sedang panas-panasnya menyinari
bumi. Di saat-saat seperti ini, kalian pasti tidak suka bermain-main
di lapangan terbuka. Kalaupun harus berjalan di tanah terbuka, kalian
pasti menggunakan tutup kepala, supaya kalian tidak merasa kepanasan,
ya tidak?
Matahari adalah benda langit terbesar di Tata Surya kita. Kalian
masih ingat kan, apa yang disebut tata surya? Iya, betul. Tata surya
adalah sekumpulan benda-benda langit; ada planet, satelit, asteroid
yang mengelilingi sebuah bintang yang menjadi pusat tata surya.
Misalnya tata surya yang dinamakan Bima Sakti. Di sana terdapat
sembilan planet besar, yang salah satunya adalah planet Bumi, tempat
hidup kita sekarang ini. Nah, pusat tata surya Bima Sakti adalah
matahari, yang akan segera kita kenali lebih dekat.
Matahari
terdiri atas gas yang sangat panas dan berpijar. Setiap detik, terjadi
ledakan di seluruh permukaannya. Seperti apakah ledakannya itu?
Kalian pasti tahu yang disebut bom nuklir, bukan? Bom yang teramat
sangat kecil adalah petasan. Sedangkan bom nuklir, wah.... berlipat
ganda dahsyatnya. Satu saja bom nuklir yang meledak bisa menghancurleburkan
seluruh kota Jakarta. Kalian bisa membayangkan! Dan matahari sendiri
merupakan bom nuklir yang sangat besar. Mereka menghasilkan kobaran-kobaran
api yang besarnya 40 hingga 50 kali besar bumi. Wah, hebat sekali!
Matahari bagaikan bola api yang memancarkan panas dan cahaya yang
sangat kuat dari permukaannya. Jika tidak ada matahari, sepanjang
hari akan gelap, dan permukaan bumi akan tertutup es. Jika hal itu
terjadi, yang pasti, tidak akan ada kehidupan di muka bumi ini.
Sinar matahari sangatlah terang. Mungkin kalian pernah mencoba
menatap matahari di siang yang cerah. Setelah beberapa detik, mata
kalian akan merasa silau bukan? Karena cahayanya yang sangat terang,
menatap matahari secara langsung sangat berbahaya bagi mata. Demikian
pula berjemur di terik matahari dalam waktu lama, juga sangat berbahaya.
Beberapa bagian kulit kita akan terbakar, dan hanya bisa disembuhkan
oleh dokter.
Tetapi, tahukah
kalian, bahwa jarak matahari jutaan kilometer jauhnya dari bumi
kita, dan hanya seperdua ribu dari panas matahari yang sampai di
bumi. Jika suhu bumi cukup panas meskipun jarak matahari dan bumi
sangat jauh, kalian bisa membayangkan betapa panasnya matahari.
Para ilmuwan sudah memperkirakan besarnya panas matahari. Namun,
kita tidak akan mampu membayangkannya dengan mencoba membandingkannya
dengan suhu benda-benda yang kita kenal di bumi. Misalnya, suhu
permukaan matahari adalah 6 ribu derajat celcius. Di bagian tengahnya
bisa mencapai 12 juta derajat celcius. Tidak ada benda panas mana
pun di bumi yang bisa dibandingkan dengannya. Kalian pasti merasa
kesulitan untuk menyentuh air yang panasnya 50 derajat celcius;
padahal matahari 300 kali lebih panas.
Contoh ini menunjukkan bahwa Allah mengatur dengan sangat tepat
jarak antara bumi dengan matahari. Jika matahari sedikit saja lebih
dekat dengan kita, segala sesuatu di bumi ini akan layu dan kering
karena panasnya, dan berubah menjadi abu. Sebaliknya, jika sedikit
lebih jauh, segala sesuatu akan membeku. Jika kedua hal tersebut
terjadi, tentu saja tidak akan ada kehidupan pada keduanya.
Sejarah
MENGUAK SEJARAH SETANISME
Rimba hijau, bunga beraneka warna, air terjun yang jatuh deras,
gunung tinggi menjulang, padang rumput menguning, lautan luas dan
keindahan lain yang tak terhitung di alam adalah karya seni sempurna
yang diciptakan untuk umat manusia. Segenap karunia menakjubkan
ini telah diberikan kepada manusia guna memberikan kesempatan bagi
mereka untuk bersyukur. Namun ada pula musuh besar yang menghalangi
manusia untuk bersyukur dan berusaha mempengaruhinya agar tidak
mematuhi Allah dengan tiada henti memperdayanya dengan janji kosong.
Musuh ini ingin agar manusia menjalani hidup penuh masalah, baik
di dunia ini maupun di akhirat, dan untuk mencapai hal ini, dia
akan terus berupaya tanpa henti hingga Hari Kiamat. Musuh pembangkang
ini ingin menunjukkan kepada manusia bahwa penyimpangan, kejahatan,
kekejaman, serta pelanggaran susila adalah wajar, dan ingin mengesahkan
semua kejahatan itu. Dengan tujuan ini di benaknya, dia telah merumuskan
ajaran yang berbahaya, yang mengandung segala bentuk gagasan jahat.
Musuh yang ganas ini adalah setan, yang telah diusir dari hadapan
Allah, sedang ajarannya yang membahayakan dan berdarah disebut Setanisme.
Dalam Al Qur’an, setan adalah sebutan umum bagi makhluk-makhluk
yang tak kenal lelah bekerja siang dan malam, untuk menyesatkan
manusia dari jalan Allah, memperdayai manusia dengan janji kosong
agar manusia menjalani hidup abadi di neraka, dan akan terus berusaha
sampai Hari Akhir. Leluhur dan setan yang terbesar dari semua setan
adalah Iblis, yang memberontak kepada Allah ketika Adam diciptakan.
Allah menciptakan Adam dan menghendaki para malaikat bersujud di
depannya. Sementara para malaikat mematuhi perintah Allah, sesosok
makhluk bernama Iblis tidak bersujud dan menyatakan bahwa dia lebih
baik daripada Adam. Karena pembangkangan yang sombong ini, dia diusir
dari hadapan Allah. Dalam Al Qur’an, Allah berfirman tentang
pembangkangan setan terhadap-Nya, dan pengusiran setan dari hadapan-Nya:
Sesungguhnya kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu kami bentuk
tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat, "Bersujudlah
kamu kepada Adam." Maka mereka pun bersujud kecuali iblis.
Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman, "Apakah
yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?"
Menjawab iblis, "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan
saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah." Allah
berfirman, "Turunlah kamu dari surga itu; Karena kamu tidak
sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya
kamu termasuk orang-orang yang hina." (QS. Al-A’raaf,
7: 11-13)
Sebelum menyingkir dari hadapan Allah, dia meminta kepada Allah
agar diberi tenggang waktu untuk menyesatkan manusia, yang dianggapnya
sebagai penyebab pengusirannya. Allah memberikan kepadanya tangguh
hingga Hari Kiamat.
Iblis menjawab, "Beri tangguhlah saya sampai waktu
mereka dibangkitkan." Allah berfirman, "Sesungguhnya kamu
termasuk mereka yang diberi tangguh." (QS. Al-A’raaf,
7: 14-15)
Maka, campur tangan Iblis terhadap umat manusia pun dimulai. Allah
memerintahkan bahwa Iblis beserta mereka yang mengikutinya akan
masuk neraka. Allah mewahyukan hal ini dalam Al Qur’an:
Iblis menjawab, "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat,
saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau
yang lurus." “Kemudian saya akan mendatangi mereka dari
muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka.
Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).”
Allah berfirman, "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang
terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka
mengikuti kamu, benar-benar aku akan mengisi neraka Jahannam dengan
kamu semuanya." (QS. Al-A’raaf, 7: 16-18)
Jadi, Iblis, setelah diusir dari hadapan Allah, memulai segala
kegiatannya yang akan terus berlangsung sampai Hari Akhir. Dia telah
merasuki kehidupan manusia untuk memperdayai mereka dan menyesatkan
mereka. Dia telah diam-diam memasukkan rasa was-was ke dalam hati
mereka. Dia telah menipu banyak orang, dan ada pula manusia yang
telah sepenuhnya ditariknya menjadi golongannya. Dengan mengetahui
bahwa setan adalah musuh yang dapat mendekati manusia dengan begitu
lihainya, kita harus waspada terhadapnya.
Langkah pertama
untuk waspada adalah mengenali siapa setan. Bila kita memperhatikan
setan untuk mengenalinya, kita pahami bahwa dia memiliki cara berpikir
yang amat aneh dan rahasia. Pada dasar cara berpikirnya, yang mulanya
tampak pada Iblis lalu disebarkan kepada para pengikutnya, terdapat
kesombongan dan keangkuhan. Di satu sisi, Iblis menerima keberadaan
Allah dan kekuasaan-Nya yang abadi, di sisi lain, dia membangkang
terhadap-Nya. Keadaan ini sangat bertentangan. Bahkan setelah Iblis
menyeru manusia agar mengingkari Allah, dia berkata bahwa dia takut
kepada Allah dan meninggalkan orang-orang itu. Allah menjelaskan
hal ini dalam Al Qur’an:
(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) setan
ketika dia berkata kepada manusia, "Kafirlah kamu," maka
tatkala manusia itu telah kafir ia berkata, "Sesungguhnya aku
melepaskan diriku dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada
Allah, Tuhan semesta alam." (QS. Al Hasyr, 59: 16)
Setiap orang yang menolak firman Allah dalam Al Qur’an dan
membuat penilaian sendiri tentang hal-hal yang telah ditentukan
Allah mengenai perintah ilahi sebagai hal tak bermakna, adalah sama
keadaannya. Seperti Iblis, orang-orang ini tahu bahwa Tuhan memang
ada, namun karena kesombongan dan keangkuhan mereka, mereka menjatuhkan
diri hingga derajat setan. Yang aneh adalah kedudukan orang yang
mengikuti setan, yang mencoba dengan keangkuhan dan kedengkian mereka
yang tak berkesudahan untuk menarik manusia ke jalan yang menuju
laknat.
Sepanjang sejarah, orang-orang pembangkang, yang ingkar kepada
Allah serta kehidupan setelah mati adalah selalu orang yang telah
disesatkan setan. Mereka mengakui setan, bukan Allah, dan sudah
menjadikan kesombongan, keangkuhan, dan kejahatan setan sebagai
teladan bagi diri mereka. Jadi, Setanisme adalah jalan yang dipilih
oleh orang yang telah disesatkan setan dan kini telah menjadi murid
atau pengikutnya. Keadaan orang-orang ini adalah sebagaimana dilukiskan
dalam Al Qur’an:
Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat
Allah; mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya
golongan setan itulah golongan yang merugi. (QS. Al Mujaadilah,
58: 19)
Selanjutnya akan kita tinjau sejarah Setanisme … sejarah
jalan gelap orang-orang yang meniti jalan menuju neraka …(bersambung).
Tafakur
KEBAIKAN DALAM SEGALA HAL
Tanda
pemahaman yang benar akan arti iman adalah tidak adanya kekecewaan
akan apa pun yang terjadi dalam kehidupan ini. Sebaliknya, jika
seseorang gagal melihat kebaikan dalam setiap peristiwa yang terjadi
dan terperangkap dalam ketakutan, kekhawatiran, keputusasaan, kesedihan,
dan ketidaksenangan, ini menunjukkan kurangnya kemurnian iman. Kebingungan
ini harus segera dienyahkan dan kesenangan yang berasal dari keyakinan
yang teguh harus diterima sebagai bagian hidup yang penting. Orang
yang beriman mengetahui bahwa peristiwa yang pada awalnya terlihat
tidak menyenangkan, termasuk hal-hal yang disebabkan oleh tindakannya
yang salah, pada akhirnya akan bermanfaat baginya. Jika ia menyebutnya
sebagai "kemalangan", "kesialan", atau "seandainya",
ini hanyalah untuk menarik pelajaran dari sebuah pengalaman. Dengan
kata lain, orang yang beriman mengetahui bahwa ada kebaikan dalam
apa pun yang terjadi. Ia belajar dari kesalahannya dan mencari cara
untuk memperbaikinya. Bagaimanapun juga, jika ia jatuh dalam kesalahan
yang sama, ia ingat bahwa semuanya memiliki maksud tertentu dan
mudah saja memutuskan untuk lebih berhati-hati dalam kesempatan
mendatang. Bahkan jika hal yang sama terjadi puluhan kali lagi,
seorang muslim harus ingat bahwa pada akhirnya peristiwa tersebut
adalah untuk kebaikan. Kebenaran ini juga dinyatakan oleh Nabi Muhammad
saw.:
"Aku mengagumi seorang mukmin karena selalu
ada kebaikan dalam setiap urusannya. Jika ia mendapatkan kesenangan,
ia bersyukur (kepada Allah) sehingga di dalamnya ada kebaikan. Jika
ditimpa musibah, ia berserah diri (dan menjalankannya dengan sabar)
bahwa di dalamnya ada kebaikan pula." (HR Muslim)
Hanya dalam kesadaran bahwa Allah menciptakan segalanya
untuk tujuan yang baik sajalah hati seseorang akan menemukan kedamaian.
Adalah sebuah keberkahan yang besar bagi orang-orang beriman bila
ia memiliki pemahaman akan kenyataan ini. Seseorang yang jauh dari
Islam akan menderita dalam kesengsaraan yang berkelanjutan. Ia terus-menerus
hidup dalam ketakutan dan kekhawatiran. Di sisi lain, orang beriman
menyadari dan menghargai kenyataan bahwa ada tujuan-tujuan Ilahiah
di balik ciptaan dan kehendak Allah.
Manusia terkadang tidak cukup sabar untuk melihat kebaikan
yang ada di dalam peristiwa yang menimpa mereka. Sebaliknya, mereka
menjadi lebih bernafsu dan kurang memiliki pertimbangan dalam mengejar
sesuatu walaupun hal tersebut sangat bertentangan dengan kepentingan
yang lebih baik. Di dalam Al-Qur`an, hal ini disebutkan,
"Dan manusia mendo'a untuk kejahatan sebagaimana
ia mendo'a untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa."
(QS. Al Israa`, 15: 11)
Seorang hamba harus berusaha melihat kebaikan dan maksud
Ilahiah dalam setiap kejadian yang disodorkan Allah di depan mereka,
dan bukannya memaksa untuk diperbudak oleh apa yang menurutnya menyenangkan
dan tidak sabar untuk mendapatkan hal itu.
|