Editorial
Pompa yang Dapat Dimakan

Aneka jenis wortel: “pompa air” yang dapat dimakan
|
Di antara kita mungkin pernah merasakan makanan yang
tanpa disengaja mengandung butiran pasir, kerikil atau debu. Dengan
seketika, kita muntahkan makanan itu dari mulut kita. Bahkan jika
kita melihat pengotor tersebut pada makanan sebelum sempat dimakan,
kita akan berusaha membuangnya, kalau perlu batal memakannya. Demikian
pula yang terjadi tatkala makanan itu terjatuh ke tanah, terkotori
pasir atau pengotor lainnya, meskipun hanya sedikit.
Tapi ada jenis makanan yang justru sebaliknya. Makanan
ini justru terkena banyak pasir, tanah, lumpur bahkan kotoran ternak
ataupun cacing, namun makanan itu tidak membuat kita jijik memegangnya.
Bahkan, kita mengambilnya dari dalam tanah dan menyantapnya setelah
dibersihkan. Jenis makanan apa itu? Apa lagi kalau bukan makanan
yang berasal dari akar tumbuhan seperti kentang, bawang, wortel,
bengkuang, kacang tanah, dan lain sebagainya. Tumbuhan ini terkena
tanah bukan di luar kesengajaan, tapi justru tanahlah yang membentuknya.
Tumbuhan berumbi ini ibarat pabrik yang mampu membuat dan menyimpan
makanan kaya gizi di dalam tanah.
Tanah kaya akan aneka mikroba yang siap mengurai dan
merombak sisa jasad makhluk hidup apa saja yang telah mati. Namun,
umbi akar hidup, sebut saja singkong atau ubi kayu, tidak bisa dihancurkan
oleh mikroba tanah. Lebih dari sekedar tidak hancur dan busuk, tumbuhan
singkong bahkan mampu membuat makanan bergizi di dalam tanah, dengan
menggunakan tanah itu sendiri. Yang mengagumkan, umbi singkong yang
dihasilkan memiliki warna, rasa, aroma, bentuk, tekstur, serta kandungan
zat yang secara keseluruhan berbeda dari tanah. Selain sebagai penyimpan
cadangan makanan, akar singkong bekerja layaknya akar tumbuhan lain.
Akar ini berperan sebagai penyerap air dan mineral dari dalam tanah
untuk diedarkan ke atas, ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Singkatnya,
umbi singkong ibarat mesing pompa yang terus-menerus memompa kebutuhan
air dan mineral, serta pada saat yang sama merupakan gudang penyimpan
cadangan makanan berupa tepung singkong dan zat gizi lainnya.
Sekarang pikirkan, pernahkah Anda menjumpai mesin pompa
air tanah buatan manusia yang setelah bekerja sekian lama dapat
diambil untuk dimakan seperti umbi singkong? Adakah mesin pompa
yang mampu bekerja tanpa mengeluarkan suara bising apa pun layaknya
akar tumbuhan? Ketidaksanggupan manusia hingga kini untuk membuat
pompa dengan dua kemampuan itu saja sudah cukup untuk mengatakan
tak sebandingnya ilmu manusia dengan ilmu Sang Pembuat singkong.
Di balik kesederhanaan singkong dan akar tumbuhan lainnya, tersimpan
hikmah dan keluasan ilmu tak terbatas dari Sang Pencipta, Allah
SWT.
Surat
Pembaca
TAMPILKAN INFORMASI TERKINI !
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Terima kasih saya ucapkan kepada buletin insight, karena buletin
ini sangat membantu saya dalam memperoleh informasi-informasi penting
tentang sains dan teknologi. Saya berdoa semoga insight selalu berpenampilan
terbaik, dan semakin menarik. Karena saya yakin, pembaca insight
adalah dari semua kalangan terutama pelajar dan mahasiswa. Semoga
insight selalu menghadirkan informasi-informasi terbaru.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
fadhilla_15@yahoo.com
TAMBAH RUBRIK TANYA-JAWAB IPTEK!
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Alhamdulillah, ana panjatkan kehadirat Allah SWT, dan salawat serta
salam senantiasa ana curahkan kepada junjungan kita Muhamad SAW.
Ana sangat bersyukur sekali sekarang telah terbit majalah sains
yang bernuansa Islam, yang isinya bagus dan menakjubkan (subhanallah).
Ana jadi merasa sungguh Mahabesar Allah dan Maha Mengetahui dengan
segala ciptaan-Nya. Ana jadi tambah PD serta bersemangat sebagai
mahasiswa biologi. Kalau boleh mengajukan saran, bagaimana kalau
ditambah rubrik tentang info teknologi dan sains terbaru, supaya
tidak kuper. Juga rubrik tanya jawab seputar iptek dan sains. Syukron
atas dimuatnya tulisan ana, semoga insigt tetap istiqomah dalam
menegakkan dien Allah. Amin.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Ahmad Saefudin d/a RT 02/02 Grendeng, Purwokerto Utara 53123
ADA BONUS TIAP EDISI DONG!
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Saya sangat senang telah terbit majalah sains yang bernuansa Islam.
Terus terang saya belum faham betul tentang Islam, apalagi yang
berhubungan dengan sains, dan sekarang sudah sedikit mengerti dengan
adanya majalah insight, terima kasih banyak buat insight. Kalau
boleh saya mau kasih saran, yakni:
1. Bisa tidak membahas tentang dunia pertanian misal tentang rekayasa
genetika.
2. Bisa tidak menambah rubrik tentang info sains dan teknologi
yang baru muncul, biar tidak ketinggalan info.
3. Bagaimana kalau tiap edisi diberi bonus misal berupa poster
atau kalender menarik pada awal tahun. Terima kasih atas dimuatnya
tulisan saya ini.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Sigit Meinardi Baedi, Jl. Jend Soetoyo Gang V No 16, RT 03 RW
02 Kel Kedung Wuluh, Kec Purwokerto Barat 53131
REDAKSI INSIGHT:
Kami ucapkan syukur ke hadirat Allah SWT, dan terima kasih kepada
pembaca setia yang budiman, atas sambutan baik, saran dan kritikannya.
Mengenai penambahan rubrik, insha allah menjadi pertimbangan tersendiri
bagi redaksi. Sekali lagi, terima kasih atas doa bagi insight. Tetap
menjadi pembaca insight, ya!

Dari
Kami
TIDAK ADA SEKAT
Assalamu’alaikum wr. wb.
Pembaca
budiman, di antara surat yang masuk ke meja redaksi, beberapa di
antaranya menanyakan mengapa INSIGHT lebih sering membahas bidang
biologi, dan tidak yang lain seperti fisika, kimia, elektro, dan
sebagainya. Alhamdulillah, pertama kami haturkan rasa syukur atas
masukan tersebut, sebab kami yakin ini merupakan bentuk kecintaan
pembaca INSIGHT. Perlu dijelaskan bahwa sejak awal terbitnya, INSIGHT
tidak hanya membahas bidang biologi saja. Ini dapat disimak di arsip
INSIGHT edisi sebelumnya yang bisa didapatkan pembaca melalui situs
internet majalah kesayangan Anda ini. Beberapa bahasan utama tentang
air, astronomi, fisika bumi, serta aneka rubrik tentang teknologi
bahan, informatika, sejarah, astronomi, arkeologi dan selainnya
sudah pernah ditampilkan INSIGHT.
Hal lain yang perlu dijelaskan adalah bahwa ketika kita mempelajari
alam semesta, maka sekat-sekat bidang studi ilmu pengetahuan yang
beragam itu akan terangkat. Bagaimana pun juga, untuk memahami dengan
baik struktur tubuh dan reaksi kimia dalam tubuh makhluk hidup,
kita memerlukan ilmu fisika, kimia, matematika dan ilmu-ilmu lain
selain biologi itu sendiri. Sebaliknya, banyak aneka cabang ilmu
dan teknologi di luar biologi yang justru terilhami oleh pengkajian
para ilmuwan non-biologi yang mempelajari seluk-beluk makhluk hidup.
Misalnya, desain aerodinamis pesawat terbang yang meniru struktur
dan cara terbang burung, teknologi elektronika radar yang meniru
organ tubuh kelelawar, teknik pelapisan bahan atau material yang
meniru permukaan tumbuhan, teknologi komputer dan informatika yang
meniru cara kerja tubuh manusia, dan sebagainya. Sebab, dengan memahami
ilmu-ilmu di luar bidang kita, kita akan semakin mendapatkan gambaran
yang lebih baik dan menyeluruh tentang alam ciptaan Allah ini, insya
Allah.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Redaksi
Bahasan
Utama - 1
PENGEBOR DI ALAM

Pada gambar di atas terlihat sebuah rancangan terperinci dari
seluruh bagian perangkat pengangkutan pada tumbuhan. Akar membawa
air yang diserapnya dari tanah ke lingkaran tengah akar. Melalui
lingkaran ini, air memasuki jaringan pembuluh pada batang. Melalui
jaringan pembuluh, air dan zat-zat makanan melakukan perjalanan
di dalam batang sejauh bermeter-meter ke atas, tanpa henti,
sampai ke dedaunan yang paling ujung. Jaringan pembuluh tersebut,
yang bermula dari akar dan merambah jauh hingga dedaunan, tidak
diragukan lagi merupakan hasil perancangan mahahebat. Perancangan
ini, tanpa keraguan, adalah milik Allah, Pencipta segalanya. |
Agar terus bertahan hidup, tumbuhan perlu melakukan
fotosintesis dengan bantuan sinar matahari. Untuk keperluan itu
pula, tumbuhan memerlukan air dan aneka mineral yang diambilnya
dari tanah. Agar mampu melakukan pekerjaan ini, tumbuhan memerlukan
akar yang mengebor di dalam tanah. Tugas akar adalah untuk menyebar
dengan sangat cepat di dalam tanah menyerupai sebuah jaring, dan
menyedot air serta beragam mineral. Kendatipun rancang-bangunnya
yang lembut, akar juga memungkinkan tumbuhan seberat berton-ton
untuk tetap berdiri tegak dan menancapkan diri ke dalam tanah. Kemampuan
akar mencengkeram tanah inilah yang terpenting. Sebab hal ini mencegah
longsornya tanah dan terkikisnya lapisan atas tanah yang subur oleh
air hujan, serta dampak-dampak lain yang dapat berpengaruh buruk
bagi kehidupan manusia.
Akar tidak memerlukan peralatan tambahan dari luar
untuk semua tugas ini. Akar tidak mempunyai mesin guna membangkitkan
daya untuk memulai proses penyedotan air. Tak ada pula perlengkapan
apa pun untuk memompa air dan mineral ke batang, yang jaraknya bermeter-meter.
Tapi akar dapat menyebar meliputi suatu wilayah luas dan menyedot
air. Lalu, bagaimana akar melakukan itu?
‘Meminum’ sekitar 800 gelas per
hari
Sebatang pohon Maple merah biasa yang tumbuh di iklim
lembab dapat kehilangan hingga 200 liter air per hari, atau kira-kira
sama dengan 800 gelas air minum per hari. Ini menggambarkan kehilangan
besar yang diderita pohon itu, karena air sangat diperlukan untuk
hidupnya. Air ini harus tergantikan sesegera mungkin agar tumbuhan
terus bertahan hidup. Berkat seperangkat akar tumbuhan yang sempurna,
setiap tetesan air yang menguap dapat tergantikan dengan segera.
Akar, yang menyebar ke kedalaman tanah, mengirimkan
air dan mineral yang dibutuhkan tumbuhan ke bagian atas hingga mencapai
dedaunan, setelah melewati batang dan cabang-cabangnya. Pengambilan
air dari dalam tanah oleh akar sangat menyerupai teknik pengeboran.
Ujung-ujung akar terus-menerus mencari air di kedalaman tanah sampai
menemukannya. Air ini lalu memasuki akar dengan menembus suatu lapisan
tipis selaput luar akar dan sel-sel pembuluh halusnya (sel-sel kapiler).
Air kemudian melewati sel-sel tersebut hingga sampai di jaringan
batang. Dari sana, air diangkut ke setiap bagian tumbuhan
Proses yang dilakukan tumbuhan sedemikian sempurna
ini sungguh merupakan sesuatu yang amat rumit. Sehingga, rahasia
dari perangkat tersebut masih tidak sepenuhnya diketahui, bahkan
di zaman berteknologi antariksa kini. Keberadaan perangkat semacam
"tangki tekanan" ini ditemukan pada pepohonan sekitar
200 tahun lalu. Sekalipun begitu, belum ada hukum yang ditemukan
untuk menjelaskan secara pasti bagaimana sesungguhnya pergerakan
air yang melawan gaya berat ini terjadi. Segala yang dapat dilakukan
ilmuwan seputar bahasan ini hanyalah mengemukakan sejumlah teori
yang berkaitan dengan cara kerja tumbuhan tersebut. Bahkan, apa
yang telah diperlihatkan dalam berbagai percobaan seputar bidang
ini, diyakini kebenarannya sampai taraf tertentu saja. Hasil dari
semua usaha para ilmuwan ini adalah pengakuan akan kesempurnaan
perangkat tangki tekanan tersebut. Teknologi semacam itu, yang terbungkus
dalam suatu ruang kecil dalam tubuh tumbuhan, hanyalah satu di antara
bukti-bukti kecerdasan tanpa tanding sang perancang perangkat tersebut.
Perangkat pengangkutan air pada pepohonan, dan segala sesuatu lainnya
di alam semesta, diciptakan oleh Allah. Dialah Pencipta Mahasempurna
Perangkat Penyeimbang Tekanan

Gambar di atas memperlihatkan rancang-bangun umum dari sebuah
ujung akar yang sedang tumbuh, dan penampakan dekat dari rambut-rambut
akar yang berada tepat di belakang ujungnya. |
Ketika tekanan dari bagian dalam sel-sel akar lebih
rendah dari tekanan di luar, tumbuhan memasukkan air dari luar.
Dengan perkataan lain, sel-sel akar mengambil air dari luar tidak
setiap saat dan terus-menerus, melainkan hanya ketika sel-sel tersebut
memerlukannya. Penentu terpenting yang memunculkan keadaan ini adalah
besarnya tekanan yang dihasilkan oleh air di dalam akar. Tekanan
ini harus diseimbangkan dengan tekanan di luar. Agar hal ini terjadi,
tumbuhan harus mengambil air dari luar ketika tekanan di dalam mengalami
penurunan. Tatkala hal sebaliknya terjadi, yaitu ketika tekanan
di dalam lebih tinggi daripada di luar, tumbuhan mengeluarkan air
dari dalam dirinya melalui dedaunannya (bukan melalui akarnya) dengan
cara penguapan untuk menjadikan tekanan itu seimbang kembali.
Jika kadar air dalam tanah sedikit lebih tinggi daripada
biasanya, tumbuhan akan terus menyerap air, sebab tekanan luar lebih
tinggi. Akibatnya, cepat atau lambat hal ini akan merusak tumbuhan
tersebut. Sebaliknya, jika sedikit kadar air dalam tanah lebih rendah,
sel tumbuhan takkan pernah mampu menyedot air dari luar karena tekanan
luar yang rendah. Tumbuhan bahkan harus mengeluarkan air untuk menjaga
keseimbangan tekanan. Masing-masing dari kedua hal yang disebut
terakhir ini dapat menjadikan tumbuhan kering dan mati
Hal ini memperlihatkan kepada kita bahwa akar tumbuhan
memiliki cara-kerja pengendali keseimbangan yang memungkinkannya
mengatur tingkat tekanan yang diperlukan pada saat yang tepat; tidak
lebih atau kurang. Manusia memerlukan pengetahuan di bidang fisika,
kimia dan teknik untuk melakukan pekerjaan tersebut. Ini berarti
ada kecerdasan yang mengungguli kemampuan otak manusia di balik
kemampuan hebat tumbuhan ini, yang tak mungkin berasal dari tumbuhan
itu sendiri. Sebab, tumbuhan adalah makhluk tak berakal dan tidak
mampu berkarya dengan kehendak dan nalarnya. Ini semua memperlihatkan
kita akan Pencipta tumbuhan beserta perangkat akarnya yang sempurna.
Dialah Allah, sebaik-baik Pencipta.
Bahasan
Utama - 2
MEMILIKI BANYAK PERAN

Mari kita bayangkan bahwa mineral-mineral yang tampak pada gambar
diletakkan di depan kita dan kita diminta untuk memilih mana
di antaranya yang diperlukan untuk tubuh kita. Mustahil bagi
siapa pun yang tidak terlatih secara khusus di bidang terkait,
untuk melakukan hal ini. Padahal, tumbuhan telah memilih dan
menggunakan hanya unsur-unsur yang diperlukannya dari semua
unsur yang ada dalam tanah selama berjuta-juta tahun. Tentu
saja, Allahlah, Penciptanya, yang memungkinkan tumbuhan melakukan
proses ini, yang mustahil dilakukan manusia. |
Mineral-mineral terdapat dalam tanah dalam bentuk ion,
yakni zat berupa senyawa atau unsur yang bermuatan listrik positif
atau negatif. Sel-sel pada akar tumbuhan memilih ion-ion tertentu
dari dalam tanah untuk digunakan dalam reaksi-reaksi biokimiawi
sel. Sel-sel tumbuhan dapat dengan mudah memasukkan ion-ion ini
ke dalam dirinya, meskipun kadar sejumlah ion di dalam sel tumbuhan
seribu kali lebih besar daripada kadarnya yang terlarut dalam tanah.
Jadi, ini adalah proses yang paling penting. Mengapa demikian?
Pada keadaan biasa, perpindahan zat-zat akan terjadi
dari tempat dengan kadar zat-zat lebih tinggi ke tempat yang kadarnya
lebih rendah. Tetapi sebagaimana yang kita ketahui, sebaliknyalah
yang justru terjadi pada penyerapan ion-ion dari tanah oleh tumbuhan
melalui akar. Karenanya, rangkaian peristiwa ini memerlukan sejumlah
energi yang besar. Ini ibarat memindahkan sebuah bola dari jalan
yang menanjak curam. Bola dapat berpindah dari bagian puncak tanjakan
ke bagian bawah yang lebih rendah dengan menggelinding, tanpa perlu
energi atau tenaga untuk menggelindingkan atau menendangnya. Sebaliknya,
perlu tenaga untuk menggelindingkan bola dari bagian bawah ke bagian
puncak tanjakan jalan yang lebih tinggi.
Sedikitnya ada dua hal yang mempengaruhi berpindahnya
ion-ion melalui membran (selaput luar pembungkus) sel tumbuhan:
(1). kemampuan membran melewatkan zat-zat ke dalam dan ke luar sel,
dan (2). kadar ion-ion di dalam dan di luar sel.
Bukan Keahlian Biasa
Mari kita mengkaji dua hal ini dengan menanyakan beberapa
pertanyaan yang terkait. Apakah arti sesungguhnya dari “tumbuhan
memilih unsur tertentu yang dibutuhkan dalam tanah
di antara beragam unsur yang ada?” Pertama, mari kita
cermati istilah “yang dibutuhkan” di
atas. Sebuah sel akar harus mengetahui semua unsur pada tumbuhan,
satu demi satu, untuk memahami dan dapat memenuhi kebutuhannya akan
unsur-unsur tersebut. Di antara semua unsur yang diketahuinya itu,
sel akar ini harus memastikan unsur mana yang kurang di seluruh
bagian tubuh tumbuhan dan menjadikannya sebagai kebutuhan
yang harus dipenuhi. Mari kita ajukan sebuah pertanyaan lain. Bagaimanakah
sebuah unsur dikenali? Jika tanah tidak dalam keadaan murni, dengan
kata lain jika terdapat unsur-unsur lain yang tercampur di dalamnya,
apa yang harus dilakukan untuk membedakan satu unsur dari semua
unsur lainnya?
Apakah mungkin bagi seorang manusia berakal untuk mengenali
dan memberitahukan masing-masing unsur seperti besi, kalsium, magnesium
dan fosfor jika semuanya diletakkan di hadapannya dalam keadaan
tercampur? Bagaimanakah ia dapat membedakannya? Jika telah dilatih
secara khusus untuk melakukan hal itu, mungkin ia dapat mengenali
beberapa di antaranya. Namun, mustahil baginya menentukan selebihnya.
Jadi, bagaimanakah tumbuhan yang tidak memiliki kecerdasan membedakannya?
Atau, bagaimana tumbuhan mampu mengetahui sendiri unsur-unsur, dan
menemukan yang paling bermanfaat bagi dirinya? Mungkinkah serangkaian
peristiwa semacam itu dilakukan dengan baik, setiap saat, tanpa
kesalahan sedikit pun, selama jutaan tahun, tanpa suatu kesengajaan?
Untuk memikirkan semua pertanyaan ini – yang jawabannya adalah
" Mustahil!” – secara lebih terperinci dan mendalam,
mari kita teliti kemampuan-memilih seperti apakah yang dimiliki
akar, dan apa yang terjadi di saat memilih.
Mari kita uji pengetahuan kimia kita mengenai unsur
dan mineral yang mewujud dalam banyak bentuk di alam. Di manakah
unsur dan mineral ditemukan? Bagaimanakah zat-zat dikelompokkan
ke dalam golongannya masing-masing? Perbedaan apa saja yang ada
di antara zat-zat tersebut? Percobaan atau pengamatan apakah yang
diperlukan untuk mengetahui masing-masing zat itu? Dapatkah hasil
tercepat diketahui melalui cara kimiawi atau fisika dalam percobaan-percobaan
tersebut? Jika kita melihat sesuatu dari sudut pandang ilmu fisika,
dapatkah kita membuat suatu pengelompokan yang sesuai untuk unsur-unsur
ini jika diletakkan di atas meja di depan kita? Dapatkah kita membedakan
mineral-mineral berdasarkan warna atau bentuknya?
Kita bisa terus mengajukan pertanyaan. Dan jawaban
bagi semua pertanyaan di atas kurang lebih sama. Kecuali jika seseorang
ahli di bidang tersebut, pengetahuan terbatas atau tak-memadai yang
didapatkan dari sekolah atau universitas takkan menjadikan seseorang
mampu melakukannya. Ini memerlukan lebih dari sekedar keahlian biasa.
Untuk mengetahui taraf pengetahuan kita tentang mineral, sekarang
marilah kita ambil contoh dari tubuh manusia

Keseluruhannya ada tiga kilogram mineral dalam tubuh
kita. Sebagian di antaranya sangat penting bagi kesehatan kita,
dan semuanya tersedia dalam jumlah sesuai keperluan. Sebagai contoh,
jika kita tidak punya zat kapur (kalsium) dalam tubuh kita, maka
gigi dan tulang kita akan kehilangan sifat kerasnya. Jika tidak
ada zat besi, maka oksigen tidak dapat menjangkau jaringan-jaringan
tubuh kita, sebab kita tidak akan mempunyai hemoglobin yang berperan
mengikat oksigen. Jika tubuh kita tidak memiliki potasium (kalium)
dan sodium (natrium), sel-sel kita akan kehilangan muatan-muatan
listriknya dan kita akan cepat mengalami penuaan.
Memilih 16 Unsur Saja
Mineral-mineral berada di dalam tanah, sebagaimana
dalam tubuh manusia. Jumlah, kegunaan, dan wujud mineral saat ditemukan
di dalam tanah semuanya berbeda, dan banyak makhluk hidup menggunakan
mineral ini. Pada tumbuhan, misalnya, sejumlah perangkat telah terpasang
guna memungkinkan tumbuhan dengan mudah mengambil unsur-unsur yang
diperlukannya dari dalam tanah. Karena terdapat cara penggunaan
yang beraneka terhadap unsur-unsur ini pada tubuh tumbuhan, semua
unsur harus menuju bagian-bagian tumbuhan yang berlainan setelah
diserap dari dalam tanah. Semua unsur ini mempunyai beragam tugas.
Agar dapat hidup sehat, tumbuhan memerlukan unsur-unsur
utama seperti nitrogen, fosfor, kalium, zat kapur, magnesium dan
belerang. Tumbuhan dapat mengambil kebanyakan unsur ini secara langsung
dari tanah, kecuali nitrogen yang memenuhi hampir 80% ruang atmosfer.
Tetapi, nitrogen tidak dapat diperoleh atau "diikat" secara
langsung dari atmosfer oleh tumbuhan hijau. Tumbuhan memenuhi kebutuhan
nitrogennya dari dalam tanah dengan menyerap zat tertentu yang mengandung
unsur nitrogen, yakni berupa zat nitrat yang merupakan hasil olahan
bakteri tanah.
Unsur-unsur lain juga diperlukan bagi perkembangan
tumbuhan yang sehat. Tetapi ini diperlukan dalam jumlah sangat kecil.
Kelompok ini meliputi besi, klorin, tembaga, mangan, seng, molibdenum,
dan boron.
Selain 13 mineral ini, tumbuhan juga memerlukan 3 unsur
yang merupakan bahan utama pembentuk tubuhnya, yakni oksigen, hidrogen,
dan karbon. Tumbuhan mendapatkan ketiga unsur tersebut dari zat
karbondioksida (yang mengandung unsur karbon dan oksigen, CO2),
oksigen, dan air (yang mengandung unsur hidrogen dan oksigen, H2O)
yang ada di atmosfer. Semua tumbuhan memerlukan keseluruhan 16 unsur
ini.
Jika unsur-unsur ini diserap dalam jumlah yang terlalu
besar atau terlampau kecil, berbagai ketidakwajaran akan timbul
pada tumbuhan. Sebagai contoh, terlalu banyak nitrogen dari tanah
menjadikan pertumbuhan yang rapuh, terutama pada suhu tinggi dan
pertumbuhan yang berair. Sebaliknya, terlalu sedikit nitrogen dapat
menyebabkan menguningnya warna tumbuhan, bercak-bercak merah dan
ungu, berkurangnya tunas samping, dan pertumbuhan menua. Kekurangan
fosfor berdampak pada pertumbuhan yang terhambat, pewarnaan coklat
dan ungu pada dedaunan sejumlah tumbuhan, batang pokok berukuran
kecil, berkurangnya pemekaran tunas samping, semakin sedikitnya
dedaunan bagian bawah dan perbungaan yang lebih sedikit. Fosfor
adalah unsur amat penting bagi pertumbuhan tumbuhan muda dan pembentukan
biji. Singkatnya, keberadaan ion-ion ini dan penyerapannya dari
dalam tanah dengan jumlah yang diperlukan, sangatlah penting bagi
pertumbuhan tumbuhan sehat.

Penentu terpenting yang berperan dalam daur karbon dan nitrogen
di lingkungan, sebagaimana dipaparkan dalam gambar di atas,
tidak diragukan lagi adalah kehidupan tumbuhan. Nitrogen
di udara tidak dapat diserap langsung oleh binatang dan
manusia. Ketika nitrogen terpindahkan ke dalam tanah, dihasilkanlah
zat amonia yang mengandung nitrogen. Zat amonia ini kemudian
dioksidasi oleh bakteri tanah menjadi zat nitrat, dan dalam
bentuk inilah nitrogen dapat diserap kembali oleh akar tumbuhan.
Lalu manusia dan hewan memenuhi kebutuhan nitrogen mereka
dengan memakan tetumbuhan.
|
Apa yang akan terjadi bila tumbuhan tidak memiliki
kemampuan memilih ion ini? Apa yang akan terjadi jika tumbuhan mengambil
segala jenis mineral, tidak hanya yang mereka butuhkan, atau mengambil
terlalu banyak atau terlalu sedikit mineral? Tidak ada keraguan
bahwa pada peristiwa tersebut akan terjadi gangguan membahayakan
terhadap keseimbangan sempurna di bumi. Singkat kata, keseimbangan
kehidupan di bumi juga ditentukan oleh kemampuan akar tumuhan dalam
memilih ion dan segala zat yang diserapnya dari dalam tanah. Ini
mungkin tak terpikirkan oleh kita. Tapi demikianlah adanya, kelangsungan
kehidupan bersandar pada banyak penentu yang jumlahnya tak terhitung
yang saling terkait, yang semuanya di luar kehendak dan kendali
manusia. Allahlah yang mengatur semua ini, Dialah Pencipta Mahasempurna
segala sesuatu hingga rinciannya yang terkecil, termasuk akar tumbuhan
dengan segala kemampuannya yang mengagumkan.
Bahasan
Utama - 3
TUMBUHAN DI RUANG ANGKASA
 |
| Lebih dari sekedar menyantapnya,
pernahkah Anda berpikir, mengapa wortel tumbuh ke bawah menembus
tanah? Mengapa wortel dan akar tumbuhan lain tidak tumbuh ke
arah lain? |
Tatkalah mendengar akar tumbuhan, banyak hal yang dapat kita tanyakan.
Tentang bentuk hingga tugasnya, dari cara tumbuh hingga zat-zat
penyusunnya. Selain perannya sebagai pengokoh tegaknya tumbuhan
di atas permukaan bumi, penyerap air dan mineral dari dalam tanah
untuk dialirkan ke seluruh bagian tumbuhan di atasnya, akar sejumlah
tumbuhan berfungsi pula sebagai penyimpan cadangan makanan dan alat
perkembangbiakan. Wortel misalnya, termasuk akar berbentuk umbi
berwarna oranye yang sudah sangat dikenal orang sedunia. Kandungan
gula, vitamin, mineral serta aneka zat lain yang bermanfaat bagi
kesehatan tubuh manusia menjadikannya salah satu tumbuhan umbi yang
paling banyak dimakan orang sejagat. Meskipun begitu, berapa gelintirkah
orang yang pernah bertanya, mengapa umbi wortel tumbuh tegak lurus
ke dalam tanah, tidak ke samping atau ke atas?
Karena berfungsi pula sebagai akar, wortel, dan juga akar tumbuhan
lain, harus tumbuh menghujam ke dalam tanah agar dapat mencapai
sumber air dan mineral yang diperlukan tumbuhan untuk hidup. Namun,
pernahkah Anda bertanya, bagaimana tumbuhan bisa mengetahui bahwa
akarnya harus tumbuh mengarah ke bawah? Mengapa akar tumbuhan selalu
tumbuh tegak lurus ke arah bawah sedang batang dan cabangnya ke
arah atas? Mengapa tidak sebaliknya yang terjadi?
Jawaban atas pertanyaan di atas sudah pernah dicoba dijelaskan
sejak lebih dari 100 tahun lalu. Namun hingga kini, penjelasan rinci
tentang hal ini masih belum diketahui.
Ada rangsangan, ada tanggapan
Gerakan sadar yang kita lakukan biasanya merupakan tanggapan atas
rangsangan tertentu. Misalnya, kita merasa lapar. Rasa lapar ini
lalu mendorong kita melakukan tanggapan dengan cara mengambil makanan
dan memakannya hingga rasa lapar sirna. Demikian halnya akar, sejak
perkecambahan dimulai, akar pada akhirnya tumbuh mengarah ke bawah,
dan menembus tanah. Tanggapan oleh tumbuhan berupa pertumbuhan yang
terarah akibat rangsangan dari luar ini disebut sebagai tropisme.
Bergantung jenis rangsangannya, tropisme ini bisa
dinamakan fototropisme jika rangsangannya adalah
sinar matahari, misalnya pertumbuhan batang dan daun tumbuhan ke
arah sinar matahari. Sulur tumbuhan merambat seperti tanaman buah
markisa atau pare (pariah) yang melilit pagar merupakan bentuk tigmatropisme,
yakni pertumbuhan akibat rangsangan berupa sentuhan. Pertumbuhan
akar ke arah bawah ternyata dirangsang oleh adanya gaya tarik bumi
(gravitasi), dan diistilahkan dengan gravitropisme.
Dengan mengambil pemisalan tentang rasa lapar di atas, maka:
1. Lapar disebut rangsangan yang dirasakan perut
dan dikirim ke otak.
2. Pemberitahuan oleh otak untuk mengatasi rasa lapar dengan cara
mengambil makanan dan memakannya disebut penyaluran dan penerjemahan
pesan tentang lapar ini.
3. Pengambilan makanan dan kemudian memakannya disebut tanggapan.
Hal yang sama berlaku pula bagi gravitropisme pada akar. Para ilmuwan
telah lama meneliti bagaimana rangsangan gravitasi mengarahkan pertumbuhan
akar. Setidaknya, tanggapan oleh akar terhadap gravitasi melewati
tiga proses berikut:
1.Penerimaan rangsangan: tumbuhan mengenali gravitasi.
2.Penyaluran pesan: tumbuhan meneruskan pesan tentang
keberadaan dan arah gravitasi ini dan menanggapinya.
3.Tanggapan yang diberikan: rangsangan gravitasi
ditanggapi dengan pemanjangan sel-sel dan pembentukannya menjadi
jenis sel-sel tertentu atau pertumbuhan menjadi sel-sel tertentu
yang menjadikan akar tumbuh berbelok ke arah tertentu.
Pada akar, penerimaan rangsangan ini terjadi pada
bagian ujung akar, yakni tudung akar (lihat gambar). Sebagaimana
tampak pada gambar, dari bagian bawah ke atas, akar memiliki tudung
akar, jaringan meristem atau daerah pembelahan sel (tempat pembentukan
sel-sel baru), daerah pemanjangan sel (di mana sel-sel membesar
dan memanjang hingga mencapai ukuran dan bentuk terakhirnya), dan
daerah pendewasaan (di mana sel-sel menyempurnakan bentuk dan perannya,
dan dinding sel mengalami pengerasan oleh zat lignin). Berdasarkan
penelitian yang ada hingga saat ini, di bagian akar tempat sel-sel
mengalami pemanjangan inilah tanggapan terhadap rangsangan
gravitasi dilakukan oleh akar.
Seringkali kita saksikan, di saat biji tumbuhan mengalami perkecambahan,
tunas akar dapat tumbuh ke arah mana saja, ke atas, ke samping,
atau ke bawah. Akibat gravitropisme, tunas akar ini lalu dengan
cepat tumbuh dengan membengkokkan diri ke arah tanah sesuai arah
gravitasi, dan menembus tanah. Bagaimana pembengkokkan ini terjadi?
Akar melakukannya layaknya batang logam bimetal, yakni sebatang
logam yang tersusun atas dua batang logam jenis berbeda (dengan
sifat/tingkat pemuaian yang tidak sama terhadap panas) yang direkatkan
paralel. Ketika batang logam bimetal ini dipanaskan, maka akan terjadi
pembengkokkan akibat tingkat pemuaian (pemanjangan) yang berbeda,
di mana yang satu memuai lebih panjang dari yang lain. Sama halnya,
sel-sel akar di daerah pemanjangan mengalami pemanjangan dengan
tingkat yang berbeda di kedua sisinya. Sebagaimana diperlihatkan
gambar, sel-sel akar yang tumbuh mendatar merasakan rangsangan gravitasi
ke arah bawah. Rangsangan ini ditanggapi oleh tumbuhan dengan bekerjanya
hormon tertentu yang menghambat pertumbuhan sel-sel di bagian bawah
(kuning) sedangkan sel-sel di bagian atas (merah) tumbuh memanjang
secara wajar. Hasilnya adalah akar yang tumbuh menekuk ke arah tarikan
gravitasi.
Gandum ruang angkasa

(A). Sel-sel akar yang tumbuh mendatar merasakan rangsangan
gravitasi ke arah bawah. Rangsangan ini ditanggapi oleh tumbuhan
dengan bekerjanya hormon tertentu yang menghambat pertumbuhan
sel-sel di bagian bawah (kuning) sedangkan sel-sel di bagian
atas (merah) tumbuh memanjang secara wajar. (B). Hasilnya adalah
akar yang tumbuh menekuk ke arah tarikan gravitasi. |
Namun penjelasan di atas masih belum menjawab pertanyaan bagaimana
akar merasakan adanya perubahan arah tarikan gravitasi bumi. Sejumlah
teori telah dikemukakan, namun pertanyaan ini belum dapat dijelaskan
secara memuaskan oleh para ilmuwan sejak lebih dari seabad yang
lalu meskipun manusia telah mengerahkan beragam cara dan peralatan
canggih seperti laser, rekayasa genetika, biokimia, bahkan pesawat
ruang angkasa! Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, termasuk yang
mendukung program penelitian di bidang ini. (Sebelumnya, kosmonot
Rusia pernah meneliti pertumbuhan tanaman gandum di stasiun ruang
angkasa MIR.) Untuk mengetahui lebih dalam tentang gravitropisme
pada akar tumbuhan, para ilmuwan telah membawa sejumlah tumbuhan
ke ruang angkasa di mana gravitasinya sangat kecil, atau hampir
tidak ada sama sekali. Mereka membandingkan perilaku akar tumbuhan
yang tumbuh dengan dan tanpa gravitasi (atau dengan mikrogravitasi,
yakni gaya gravitasi yang bernilai teramat kecil, misalnya 1/10000
gravitasi bumi). Sejumlah pengetahuan penting telah diperoleh. Namun
hal itu masih saja belum mampu menjawab secara rinci di tingkat
sel dan molekul tentang bagaimana sel-sel akar mengindera, mengenali
dan menanggapi rangsangan gravitasi bumi.
Kajian tentang gravitropisme ini merupakan bagian dari cabang biologi
baru yang disebut: Astrobiology atau Space Biology,
yakni Biologi Ruang Angkasa. Pengkajian tumbuh-tumbuhan di ruang
angkasa akan memberikan pengetahuan penting yang diperlukan bagi
pengembangan sistem pendukung kehidupan manusia di ruang angkasa,
termasuk pertanian di ruang angkasa. Sistem ini diperlukan bagi
misi jangka panjang di ruang angkasa, mengingat fungsi penting tumbuhan
dalam daur oksigen, karbon dioksida, air, serta penyedia makanan
bagi manusia dan hewan.
Demikianlah, pergerakan akar tumbuhan ke arah tanah tampaknya merupakan
hal sederhana. Sedemikian sederhana sehingga tak pernah terlintas
dalam benak kita. Sebaliknya, para ilmuwan masih tidak mampu memaham
fenomena ini meski telah melakukan penelitian selama lebih dari
100 tahun dengan bantuan peralatan secanggih pesawat ruang angkasa.
Ini merupakan bukti rumitnya cara-kerja pergerakan akar, dan keterbatasan
ilmu manusia dibanding kecerdasan sang Pencipta akar tumbuhan. Dialah
Allah, yang telah menciptakan tumbuhan dengan sangat sempurna hingga
bagiannya yang terkecil, termasuk proses pertumbuhan akar menuju
tanah melalui peristiwa gravitropisme. Hanya dengan kesempurnaan
akar inilah tumbuhan dapat melaksanakan perannya di bumi untuk menunjang
kelangsungan hidup manusia. Manusia tak sepatutnya merasa besar
diri karena ilmunya yang dangkal. Sebaliknya hendaknya mereka mengagungkan
Allah dan bersyukur atas segala nikmatNya.
Geofisika
“Si Raksasa Berputar”
oleh Dian Hidayat, ST*

Sebuah angin tornado yang cukup besar untuk menyapu rumah-rumah
dan melumatkan sebuah kota hingga menjadi puing-puing. |
Alam kehidupan kita begitu banyak menampilkan beragam fenomena,
baik yang rahasianya sudah maupun belum terpecahkan. Allah, sang
Pencipta alam semesta beserta segala yang ada didalamnya, menciptakan
fenomena-fenomena ini sebagai salah satu bukti kekuasaan-Nya. Salah
satu yang terkenal dengan amukannya yang dahsyat dan kerusakan yang
ditimbulkannya adalah “Si Raksasa Berputar” bernama
angin tornado.
Tornado, terkadang disebut juga dengan twister, adalah angin badai
merusak berbentuk pusaran udara yang membentang dari bagian bawah
awan jenis kumulonimbus ke permukaan bumi. Bentuknya dapat berupa
corong yang sempit, silinder panjang atau tali yang memanjang dari
bawah awan tersebut. Awan kumulonimbus adalah awan penyebab terjadinya
badai, tak heran jika kemunculan tornado umumnya didahului oleh
proses terjadinya badai.
Tekanan udara di dalam inti pusaran tornado diperkirakan 10 persen
lebih rendah dari tekanan di luarnya. Hal ini menyebabkan udara
yang berada di permukaan tanah akan mengalir ke dalam tornado dari
segala arah. Seketika masuk, udara tersebut akan bergerak membentuk
spiral ke atas, mengembang dan mengalami pendinginan secara adiabatis.
Bila proses ini terjadi hingga di bawah titik pengembunan, maka
akan dihasilkan awan gelap berbentuk corong yang bergerak sambil
membawa debu dan serpihan. Debu, serpihan bahkan puing-puing yang
berterbangan ini menunjukkan adanya pusaran udara yang kuat. Tornado
dengan pusaran lemah yang nampak di atas permukaan air pada daerah
tropis dan subtropis disebut waterspouts.

Di bulan Februari 1988, sebuah angin topan telah menimpakan
kerusakan hebat saat melanda Florida. Topan tersebut meluluhlantakkan
bangunan dan melemparkan mobil-mobil ke atas bangunan. |
Keadaan yang memungkinkan pembentukan tornado baru sebagiannya
yang dipahami. Telah diketahui, keadaan ini hampir selalu ada hubungannya
dengan ketidakstabilan penyamarataan tekanan udara lembab dan udara
kering saat terjadinya badai. Penurunan kelembaban secara cepat
menghasilkan pergolakan udara. Udara kering biasanya bergerak dengan
cepat dari barat dan udara lembab di bawahnya biasanya bergerak
ke arah kutub. Hal ini menyebabkan terjadinya gerakan udara yang
berbelok ke atas atau mensiklon, yakni berpusar dan bergerak dengan
keras mengelilingi suatu pusat. Pembelokan mensiklon ini mungkin
merupakan penyebab mengapa tornado hampir selalu berputar seperti
siklon.
Tornado rata-rata memiliki garis tengah beberapa ratus meter hingga
lebih dari 1 kilometer. Biasanya awan corong yang terbentuk membentang
ke bawah dan berada di tanah hanya untuk beberapa menit. Selama
waktu itu tornado bergerak sejauh 1 atau 2 kilometer. Namun sejumlah
tornado yang lebih besar dapat beberapa jam tetap berada di atas
tanah dengan meninggalkan jalur kerusakan puluhan kilometer. Lebar
jalur tersebut bisa hingga 400 meter. Kecepatan pergeseran tornado
dapat mencapai 40 meter perdetik dengan kecepatan putaran angin
hingga 130 meter perdetik.
Kawasan dunia tempat timbulnya tornado meliputi Amerika Serikat,
Jepang, India, negara-negara Skandinavia, sebagian negara di Afrika,
Amerika Selatan dan Oceania. Meskipun begitu, Amerika Serikat, terutama
di tiga negara bagiannya yakni Kansas, Texas dan Oklahoma adalah
daerah yang paling sering dilanda tornado. Kawasan Amerika Serikat
bagian tengah di tempat ketiga negara bagian itu berada memiliki
semua syarat untuk terjadinya badai dan angin tersebut. Hal ini
disebabkan kondisi geografisnya yang unik. Di sana ada udara hangat
dan lembab yang berasal dari arah khatulistiwa yakni kawasan teluk
Meksiko serta udara kering yang berhembus dari wilayah Rocky Mountain
yang membentang ribuan kilometer dari utara ke selatan. Bila ditinjau
dari kondisi geografis, sepertinya tidak ada bagian lain di dunia
yang memiliki perpaduan begitu khas seperti di kawasan ini. Pegunungan
Andes misalnya, tidak seluas Rocky Mountain, begitu pula dengan
pegunungan Himalaya. Udara yang datang dari lepas pantai teluk Meksiko
lebih hangat dan lembab dibandingkan udara yang datang dari lepas
pantai Mediterania. Hal inilah yang membuat kawasan ini begitu akrab
dengan tornado.
Kekuatan dan kecepatan rotasi angin dari sebuah tornado –
terutama bila mencapai 40 meter perdetik – adalah penyebab
utama rusaknya bangunan dan konstruksi lainnya. Selain itu perbedaan
tekanan udara antara bagian inti dan luar tornado juga menimbulkan
dampak dinamis yang sangat menghancurkan. Saat pusat tornado melewati
bangunan yang tidak memiliki cukup banyak pintu dan jendela, maka
proses penyamarataan tekanan berjalan lambat. Tekanan udara di luar
gedung turun dengan cepat, sebaliknya di dalam gedung proses ini
berjalan lambat. Ketika tekanan udara dalam gedung melebihi tekanan
udara di luarnya, hasilnya adalah gaya tekan keluar yang cukup besar.
Sebagai contoh, bila tekanan di dalam gedung 1 pon perinchi lebih
besar dari tekanan di luarnya, maka gaya tekan yang dialami oleh
langit-langit bangunan berukuran 10 x 10 kaki persegi adalah sebesar
14400 pon atau setara dengan berat massa 6545 kilogram. Gaya sebesar
ini benar-benar akan menerbangkan atap dan mendesak dinding keluar
yang kemudian dibawa terbang oleh angin. Korban luka-luka maupun
korban jiwa yang terjadi umumnya disebabkan tertimpa reruntuhan
ataupun tersambar puing-puing yang berterbangan ini.

Pemandangan berupa tumpukan kapal boat setelah angin topan melintasi
Florida di bulan Februari 1988. |
Bedasarkan hasil penelitian, kandungan energi rata-rata sebuah
tornado mencapai 100 gigajoule(1011 joule) yang setara dengan seperseribu
energi ledakan 20 kilo ton bom atom yang dijatuhkan di Nagasaki
menjelang akhir perang dunia II. Sungguh kandungan energi yang sangat
dahsyat, sehingga daerah yang dilanda tornado sering luluh lantak
seperti daerah yang baru dibombardir pada suatu peperangan.
Serangan tornado di kota Illinois pada Maret 1925, hancurnya kota
Guin di Alabama pada Februari 1974, kota Rochster di Indiana pada
April 1974 dan banyak tempat lain adalah daftar panjang kehancuran
akibat amukan tornado. Besarnya kerugian, korban luka-luka dan kematian
yang terjadi semakin diperparah dengan kedatangan tornado yang selalu
datang tiba-tiba.
Hingga sekarang, tornado banyak meninggalkan hal-hal yang menakjubkan
dan sulit diterima akal manusia. Tertancapnya batang jerami pada
papan yang tebal, potongan kayu yang menembus pipa besi, tercabutnya
pohon-pohon besar, bahkan pada tahun 1931 dilaporkan ada sebuah
kereta api seberat 83 ton terangkat setinggi 24 meter di udara bersama
117 penumpangnya. Juga pernah tampak sejumlah anjing, kucing bahkan
babi “berterbangan” di udara saat tornado menyambar
suatu kawasan peternakan. Kejadian aneh lainnya adalah kisah kota
kecil Codell di negara bagian Kansas yang dilanda tornado setiap
tanggal 20 Mei secara berturut-turut pada 1916, 1917 dan 1918, dan
banyak kisah lainnya.
Sekarang ini penelitian yang intensif untuk memperkirakan datangnya
tornado terus dilakukan dengan tujuan untuk keperluan mengungsikan
penduduk ke daerah aman. Dengan usaha ini diharapkan dapat mengurangi
bahaya kematian yang ditimbulkannya.
Selain tornado alam masih menyimpan begitu banyak fenomena lainnya
yang sekiranya dapat dijadikan pelajaran bagi siapa yang mau berpikir.
Atau dapat juga menjadi peringatan dan azab bagi yang menentang
perintah Tuhan yang Maha Kuasa. Topan, gempa bumi, letusan gunung
berapi, tsunami dan lainnya adalah sebahagian di antaranya. Proses
pembentukan tornado, bahan udara yang diperlukan, energi tinggi
merusak yang dihasilkan, korban luka dan kematian bahkan kejadian-kejadian
aneh dan menakjubkan seiring amukannya menunjukkan betapa Mahabesar
dan Mahakuasanya Allah, sang Pencipta alam semesta beserta fenomena-fenomena
yang ada didalamnya (Referensi: berbagai sumber).
___________________________________
* Penulis yang lahir di Langsa pada tanggal 25 Mei 1981 ini adalah
alumnus Universitas Sumatera Utara, Jurusan Teknik Elektro, tinggal
di Jln. Sei Padang No. 115, Medan 20131. Beliau kini menjabat sebagai
ketua Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan, Pimpinan Wilayah Ikatan
Remaja Muhammadiyah (PW IRM) Sumatera Utara.
Keruntuhan Teori Evolusi
Wajah-Wajah Palsu
Walaupun
para evolusionis tidak berhasil menemukan bukti ilmiah untuk mendukung
teori mereka, mereka sangat berhasil dalam satu hal: propaganda.
Unsur paling penting dari propaganda ini adalah gambar-gambar palsu
dan bentuk tiruan yang dikenal dengan "rekonstruksi".
Rekonstruksi dapat diartikan sebagai
membuat lukisan atau membangun model makhluk hidup berdasarkan satu
potong tulang yang ditemukan dalam penggalian. "Manusia-manusia
kera" yang kita lihat di koran, majalah atau film semuanya
adalah rekonstruksi.
Yang perlu dicermati di sini adalah
seberapa ilmiahkah gambar-gambar tersebut. Oleh karena fosil biasanya
ditemukan dalam keadaan tidak tersusun dan tidak lengkap, rekaan
apa pun yang didasarkan padanya kemungkinan besar hanyalah hasil
khayalan. Pada kenyataannya, rekonstruksi yang dibuat para evolusionis
berdasarkan pada sisa-sisa fosil, telah dipersiapkan dengan tepat
sesuai dengan tujuan evolusi.
Di sini, kita harus mencermati satu
hal penting: pengkajian berdasarkan sisa-sisa tulang tidak dapat
mengungkap "jaringan lunak" dari makhluk hidup yang telah
mati. Rambut, kulit, hidung, telinga, bibir, atau ciri-ciri muka
yang lain dari makhluk hidup tidak dapat ditentukan dari peninggalan
tulang-belulangnya. Bagi pendukung gigih evolusi, untuk merancang
makhluk hidup khayalan dengan membentuk jaringan-jaringan lunak
sebagaimana yang ia inginkan sangatlah mudah.
 
Sketsa para evolusionis melukiskan makhluk khayalan, bahkan
hingga lingkungan kehidupan masyarakatnya. Lukisan ini tidak
didasarkan pada bukti apa pun melainkan hanyalah sebagai
alat propaganda.
|
 
HATI-HATI DENGAN JARINGAN LUNAK!
Jaringan lunak seperti mata, hidung,
telinga, kulit, dan rambut tidak meninggalkan petunjuk apa
pun dalam catatan fosil. Tetapi, para evolusionis membentuk
jaringan ini sekehendak mereka dalam rekonstruksi yang mereka
buat di bengkel kerja mereka, dan menghasilkan makhluk "separuh
kera-separuh manusia" sebagaimana yang kita lihat ini.
|
Earnest A. Hooton dari Harvard University,
menerangkan hal ini sebagai berikut:
Usaha untuk mengembalikan jaringan
lunak adalah pekerjaan yang sungguh lebih berbahaya. Bibir, mata,
telinga dan ujung hidung tidak meninggalkan petunjuk pada bagian-bagian
tulang yang berada di bawahnya. Dengan alat bantu yang sama, anda
dapat menyerupakan tengkorak Neanderthaloid dengan ciri-ciri simpanse
atau wajah seorang filsuf. Seluruh restorasi jenis-jenis manusia
purba ini memiliki sangat sedikit nilai ilmiah, itupun kalau ada,
dan kemungkinan besar hanya akan menyesatkan masyarakat…
Jadi janganlah percaya pada rekonstruksi. (Earnest A. Hooton,
Up From The Ape, New York: McMillan, 1931, hal. 332
|
| Lukisan N. Parker.National Geographic,
September 1960 |
Lukisan Maurice Wilson |
Muncul di Sunday Times, 5 April 1964 |
TIGA
WAJAH ZINJANTHROPUS
Para evolusionis telah melangkah terlalu jauh dalam membuat
gambar khayalan hingga mereka berani membuat gambar-gambar wajah
berbeda dari satu tengkorak yang sama. Tiga gambar rekonstruksi
berbeda yang dibuat untuk sebuah fosil yang diberi nama Australopithecus
robustus (Zinjanthropus) ini adalah salah satu contohnya.
|
Evolusionis menghidupkan kembali makhluk
hidup yang hanya ada dalam khayalan mereka dengan metoda "rekonstruksi"
dan menyebarluaskannya kepada masyarakat sebagai "nenek moyang
mereka". Ketika mereka tidak mampu menemukan makhluk "setengah
manusia setengah kera" dalam catatan fosil, mereka memilih
membohongi masyarakat dengan membuat gambar-gambar palsu.
| Contoh terkenal lain hasil khayalan
para evolusionis adalah skandal "Manusia Nebraska".
Skandal ini dibuat pada tahun 1922 berdasarkan sebuah gigi geraham
yang ditemukan di Nebraska, Amerika Serikat. Tanpa bukti tambahan
selain gigi ini, para evolusionis membuat dan menyebarluaskan
gambar khayalan Manusia Nebraska dan "istrinya". Pada
tahun 1929 terungkap bahwa gigi tersebut ternyata berasal dari
seekor babi liar. |
 |
Iptek
Anak
KUPU-KUPU
Keajaiban Warna Warni
Tahukah kalian bahwa kupu-kupu tidak mempunyai sayap
ketika mereka dilahirkan? Benar sekali! Kupu-kupu lahir tanpa sayap.
Mereka harus melalui beberapa tahap untuk menjadi kupu-kupu yang
kalian saksikan jika pergi ke pedesaan atau taman. Beberapa jenis
kupu-kupu mempunyai masa hidup satu sampai dua bulan sementara yang
lain hanya hidup sekitar 24 jam. Kupu-kupu keluar dari telur sebagai
ulat kecil. Segera, mereka tumbuh menjadi ulat yang lucu dan memulai
tahap kedua dari kehidupan kupu-kupu.
Tubuh
ulat terbagai dalam 14 – 15 benjolan. Ia juga mempunyai mata
kecil di kepalanya, dan rahang untuk mengunyah. Pada bagian depan
tubuhnya terdapat delapan kaki. Ketika masih berupa ulat, kupu-kupu
tidak punya sayap dan sungutnya sangat pendek. Sementara itu kelenjar
ludahnya mengeluarkan semacam benang.
Ulat tidak bertambah panjang saat tumbuh, hanya beratnya
yang bertambah. Untuk itu, ulat perlahan-lahan mengelupas kulitnya
dan menggantinya dengan kulit yang lebih pas dengan tubuhnya yang
membesar. Ulat merupakan makanan yang lezat bagi burung pemakan
serangga. Oleh karena itulah Allah telah mengajari ulat berbagai
cara pertahanan diri. Saat menegakkan badan, beberapa di antaranya
mirip dengan ranting, ada yang menyamarkan diri dengan diam pada
daun yang sewarna dengan tubuhnya, sementara yang lain berpura-pura
mati. Cara-cara pertahanan diri tersebut sangat penting untuk kelangsungan
hidup mereka. Berkat hal tersebut, mereka tetap hidup dan tumbuh
menjadi kupu-kupu.
Ketika tumbuh menjadi kupu-kupu, cara penyamaran seperti
itu masih mereka lakukan. Kupu-kupu hidup di daerah yang sesuai
dengan warna tubuhnya. Tapi bagaimana kupu-kupu tersebut mengetahui
bahwa warna mereka sesuai dengan lingkungannya? Bukankah mereka
tidak bisa melihat diri mereka sendiri? Bagaimana mereka yakin bahwa
mereka aman? Tentu saja, mereka tidak dapat melihat dan yakin akan
itu semua. Allah, Penciptanya, telah meletakkan kupu-kupu di tempat
yang paling sesuai untuk dapat hidup dengan aman.
Allah
adalah “Pengasih” dan “Pelindung”, dan sebagai
perwujudan dari nama-nama itu, Ia memberikan berbagai kemampuan
pada makhluk-Nya agar dapat melindungi diri dari bahaya. Jika tidak,
kupu-kupu tidak akan pernah berpikir bahwa mereka harus melindungi
dirinya. Akibatnya, mereka tidak akan pernah mempunyai cara pertahanan
diri seperti dengan penyamaran. Yang telah menciptakan cara-cara
tersebut sehingga membuat hidup menjadi mudah adalah Allah, Pencipta
langit dan bumi ini serta semua di antara keduanya.
Ulat, yang tumbuh di bawah perlindungan cara pertahanan
diri yang diajarkan oleh Allah, akhirnya mencapai tahap ketiga dalam
kehidupannya. Pada tahap ini, ia mengisi perut sebanyak-banyaknya
dengan dedaunan sampai seperti akan pecah. Kemudian, ulat mengurung
diri dalam sebuah kantung dan mulai bermetamorfosis.
Kulit keras yang terbentuk membungkus tubuh ulat pada
tahap ini disebut sebagai “kepompong”. Di dalamnya,
ia tinggal dan tidak makan apa pun. Pada tahap ini, ia menggunakan
energi dari dedaunan yang telah dimakannya saat masih berupa ulat.
Kepompong ini menempel pada daun, batu atau dahan pohon. Jika kalian
menemukannya, perhatikanlah, karena, saat kalian memperhatikan ulat
dalam kepompong itu, kalian dapat melihat bakal sungut dan anggota
badan lain yang akan terbentuk saat menjadi kupu-kupu.
Setelah kira-kira sepuluh hari, dengan merobeknya dalam
beberapa menit, kupu-kupu muncul dari dalam kepompong tersebut.
Pada saat itu, sayap kupu-kupu belum mencapai ukuran yang normal.
Pada tahap keempat ini, untuk meregangkan sayapnya itu, kupu-kupu
mengisi pembuluh pada sayapnya dengan cairan tubuhnya. Saat sayap
tersebut telah kering, seketika itu juga ia mulai terbang tanpa
berlatih. Sayap tersebut juga membantunya bernapas.
Seperti kalian lihat, bahkan seekor kupu-kupu kecil
adalah satu keajaiban besar yang diciptakan oleh Allah. Para peneliti
telah melakukan penelitian untuk menjawab pertanyaan: “Bagaimana
seekor ulat memutuskan untuk berubah menjadi kupu-kupu?” Metamorfosis
ini hanya terjadi karena Tuhan kita menghendaki hal itu. Allah memperlihatkan
kepada kita betapa beraneka ciptaan yang dapat Dia buat, dan betapa
menakjubkan cara yang Dia tetapkan untuk merubahnya.
Keistimewaan lainnya adalah sayap kupu-kupu tertutup
dengan sisik-sisik lembut. Sayap tersebut terdiri atas sisik-sisik
yang tersusun satu di atas yang lain. Bagaimana menurut kalian hal
tersebut bisa terjadi?
Apakah sisik tersebut bergabung bersama secara kebetulan
dan membentuk sayap dengan begitu sempurna? Apakah sisik-sisik tersebut
secara tiba-tiba bersatu untuk membentuk sebuah sayap? Apakah kupu-kupu
sendiri yang menempelkan sisik-sisik tersebut untuk membentuk sayap?
Apakah kupu-kupu sendiri yang melekatkan sayap itu di punggungnya?
Kupu-kupu tidak dapat melihat punggungnya. Tapi dia
mempunyai pola simetris yang sempurna di punggungnya yang tidak
pernah ia lihat. Sisik-sisik itu disusun sedemikian rapi sehingga
pola di kedua sayap tersebut benar-benar sama. Jika kalian mengukur
pola-pola itu dengan penggaris, kalian akan melihat bahwa ukurannya
sama persis.
Semua ini menunjukkan keahlian, luasnya pengetahuan,
dan tak terbatasnya kekuatan Tuhan kita. Setelah melihat ini semua,
kita seharusnya mengambil hikmah dari mereka dan tunduk kepada-
Nya.
Fisika
BERKAT GAYA GESEK
Terdapat
hukum-hukum dasar yang tidak dapat berubah di alam semesta, yang
mempengaruhi seluruh makhluk yang bernyawa ataupun yang tak-bernyawa.
Hukum-hukum tersebut merupakan bukti yang menggambarkan kesempurnaan
dalam penciptaan alam semesta sebagaimana makhluk hidup yang sempurna,
yang hidup di dalamnya. Saat ini, petunjuk tersebut dihadapkan kepada
kita sebagai hukum-hukum fisika yang begitu banyak ditemukan oleh
para fisikawan. Hukum yang secara resmi diterima sebagai "hukum
fisika" tak lain merupakan bukti kesempurnaan ciptaan Allah.
Mari kita lihat beberapa contoh kesempurnaan rancangan di alam semesta.
Bukan Sekedar Gaya
Apa yang terjadi jika gravitasi (gaya
tarik bumi) lebih besar dari sekarang? Berlari dan berjalan menjadi
mustahil. Manusia dan hewan akan mengeluarkan jauh lebih banyak
tenaga untuk bergerak. Ini berarti akan menguras lebih banyak sumber
daya tenaga bumi. Bagaimana jika gaya tarik bumi kurang kuat? Benda
ringan pun tidak akan mampu mempertahankan keseimbangan mereka.
Misalnya, serpihan debu yang dibawa oleh hembusan angin akan mengambang
di udara dalam waktu lama. Kecepatan tetesan hujan akan menurun,
dan tetesan itu mungkin akan menguap sebelum mencapai tanah. Sungai-sungai
akan mengalir lebih lambat sehingga arus listrik tidak akan diperoleh
dengan laju keluaran yang sama.
Semuanya berakar pada sifat tarikan
terhadap benda oleh gaya tarik bumi. Hukum gravitasi Newton menyatakan
bahwa gaya tarik gravitasi antara benda-benda tergantung pada massa
dan jarak antar-benda tersebut. Karena itu, jika jarak antara dua
bintang meningkat tiga kali, maka gaya gravitasi akan menurun sebesar
sembilan kali, atau jika jaraknya menurun setengahnya, gaya gravitasi
akan membesar 4 kali lipat.
Hukum ini membantu menjelaskan letak
bumi, bulan dan planet saat ini. Jika hukum gravitasi berbeda, misalnya,
jika gaya gravitasi meningkat ketika jaraknya menjauh, maka garis
edar planet tidak akan berbentuk bulat lonjong dan planet-planet
itu akan jatuh ke matahari. Jika gravitasi melemah, bumi akan berada
pada kedudukan yang tetap jauh terhadap matahari. Jadi, jika gaya
gravitasi tidak memiliki nilai yang tepat, maka bumi akan bertabrakan
dengan matahari atau bahkan hilang di angkasa yang luas.
Berkat Konstanta Planck
Kita menjumpai bentuk energi yang berbeda
sepanjang waktu. Misalnya, panas yang kita rasakan di depan api
pun telah diciptakan dengan keseimbangannya yang rumit.
Dalam fisika, energi dianggap memancar
tidak dalam bentuk gelombang, melainkan dalam jumlah tertentu yang
disebut "kuantum." Dalam memperhitungkan energi yang terpancar,
nilai tertentu yang tak berubah yang disebut Konstanta Planck digunakan
di sini. Angka ini secara umum cukup kecil sehingga dapat diabaikan.
Angka ini adalah salah satu bilangan dasar dan tak berubah di alam,
yang rata-rata dinyatakan sebagai 6,626x10-34. Dalam setiap keadaan
yang menyangkut pancaran energi (radiasi), jika energi suatu foton
dibagi dengan frekuensinya, hasilnya akan selalu sama dengan konstanta
ini. Seluruh bentuk energi elektromagnetik (magnet listrik), yakni
panas, cahaya, dan lain-lain, ditentukan oleh Konstanta Planck.

Seluruh bentuk energi elektromagnetik, yakni panas, cahaya,
dll. diatur menurut konstanta Planck. Seandainya angka yang
amat kecil ini merupakan besaran yang berbeda, maka panas yang
kita rasakan di depan api bisa menjadi jauh lebih panas. Jika
angka ini jauh lebih besar, api yang sangat kecil bisa mempunyai
energi yang cukup untuk membakar kita, sebaliknya, jika konstanta
ini jauh lebih kecil, bahkan bola api raksasa seukuran matahari
tidak akan cukup untuk menghangatkan bumi. |
Jika bilangan yang sangat kecil ini
berbeda ukurannya, maka panas yang kita rasakan di depan api dapat
menjadi jauh lebih panas atau sebaliknya menjadi lebih dingin. Misalnya,
jika konstanta ini lebih besar nilainya, api yang terkecil bisa
mengandung energi yang cukup untuk membakar kita. Sebaliknya, bola
api raksasa seukuran matahari sekali pun bisa takkan cukup untuk
menghangatkan bumi jika nilai konstanta ini jauh lebih kecil nilainya
dari yang sekarang.
Andai Dunia Tanpa Gesekan
Gaya gesek pada umumnya dianggap merugikan,
karena gaya ini terjadi ketika kita menggerakkan sesuatu dalam keseharian
kita. Namun, bagaimana jadinya dunia ini jika gaya gesek benar-benar
tidak ada? Pena dan kertas akan meluncur dari tangan kita dan jatuh
ke meja terus ke lantai, meja akan terpeleset ke pojok ruangan,
singkatnya, seluruh benda akan terjatuh dan berguling hingga segalanya
pada akhirnya berhenti di tempat terendah. Dalam dunia tanpa gesekan,
seluruh ikatan akan terbuka, mur dan paku akan terlepas, tak ada
mobil yang pernah bisa direm, sementara suara pun tidak akan pernah
diam, melainkan terus menggema tak henti.

Semua produk teknologi memanfaatkan gaya gesek dalam beragam
bentuknya. Mesin kendaraan bekerja dengan memanfaatkan gaya
gesek ini. |
Seluruh hukum fisika ini merupakan bukti
nyata bahwa alam semesta, sebagaimana halnya semua makhluk di dalamnya,
merupakan hasil suatu rancangan ilahi. Dan memang, hukum fisika
tidak lain hanyalah penjelasan dan penggambaran manusia akan keteraturan
ilahi yang Allah ciptakan. Allah telah menciptakan hukum aturan
yang tak berubah di alam semesta dan menciptakannya untuk kepentingan
manusia sehingga manusia dapat merenungkannya serta memahami kebesaran
Allah dan bersyukur atas nikmat-Nya.
Kita dapat terus memberikan contoh yang
tak terhingga untuk menggambarkan keteraturan ciptaan Allah. Setiap
yang diciptakan sejak terbentuknya alam semesta jutaan tahun yang
lalu telah dijadikan dengan seluruh Ilmu dan Kebesaran Allah. Dialah
Pencipta Maha Sempurna dan kepadaNyalah hendaknya kita bersyukur
dan menghamba.
Sejarah
BUKAN UNTUK BERTIKAI
(Ada Apa dengan Perang Dunia? – bagian ke-6
- HABIS)

Pembantaian kejam dilakukan terhadap penduduk Yahudi, Gipsi,
Polandia dan tawanan perang dari negara lain di kam-kam tawanan
yang didirikan oleh Nazi selama perang. Foto ini diambil oleh
pasukan Amerika yang membebaskan kam tawanan Buchenwald. |
Tentara Nazi melakukan pembantaian besar-besaran di
setiap wilayah yang mereka duduki di Eropa Timur. Terutama sekali,
mereka melakukan tindakan tanpa kenal ampun terhadap bangsa Yahudi,
Gipsi, Polandia, dan Slavia, kelompok yang mereka anggap lebih rendah
daripada mereka. Satuan SS Nazi khusus yang dibentuk terutama untuk
mengadakan pembantaian ini, mulai membunuh semua kelompok sasaran
mereka, terutama bangsa Yahudi. Semua wilayah yang sudah diduduki
dipenuhi mayat yang tewas dan orang-orang selamat yang meratapi
mereka. Para pendeta dan tempat-tempat ibadat merupakan sasaran
yang paling disukai oleh Nazi. Mereka membakar dan menghancurkan
semua gereja dan membunuh para agamawan.
Kekejaman Nazi benar-benar tampak di pusat-pusat tawanan
mereka. Bangsa Yahudi, Gipsi, tahanan perang, dan pendeta Katolik
dipaksa bekerja keras layaknya budak. Barak tawanan ini tak ubahnya
rumah pejagalan manusia. Berjuta-juta lelaki, perempuan, dan anak-anak
yang tak bersalah dibantai secara kejam dengan cara yang dirancang
untuk membunuh manusia secara massal. Saat barak tersebut dibebaskan,
Sekutu disambut oleh puluhan ribu mayat yang diletakkan berdampingan
dengan tahanan yang menunggu di pintu kematian. Di dalam barak tawanan
Nazi, sejumlah 11 juta orang tidak bersalah kehilangan nyawa mereka.
Pada tahun 1943, makin jelas bahwa Nazi akan kalah
perang. Di Stalingrad, bala tentara Hitler menderita kekalahan telak
di tangan angkatan bersenjata Soviet. Setelah bencana ini, bangsa
Jerman juga kalah dalam perang lainnya di wilayah Kursk, peristiwa
yang dikenal sebagai perang tank terbesar dalam sejarah. Kekalahan
kini tidak dapat dielakkan. Namun para anggota Nazi, walaupun menarik
diri, tetap meneruskan pembantaian. Bertindak atas perintah Hitler,
mereka menghancurkan semua wilayah yang mereka lewati dan membunuh
rakyat sipil. Pasukan Jerman meninggalkan jutaan mayat dan orang
yang selamat yang meratapi saudaranya.
Saat pasukan Sekutu mencapai Berlin, jatuhnya Nazi
tidak dapat lagi dielakkan. Namun, pasukan Tentara Merah yang memasuki
Berlin menjadi wakil paham kekerasan yang lain lagi. Dalam tahun-tahun
berikutnya, sudah demikian jelas bahwa tentara Stalin tidak kalah
kejam dan bengisnya dibandingkan dengan tentara Hitler. Hampir sama
saja jumlah orang yang binasa di barak tawanan Stalin. Di wilayah
yang mereka duduki, serdadu-serdadu Stalin melakukan pembantaian
yang serupa dengan kekejian serdadu Nazi.
Tindakan gila yang dikenal sebagai Perang Dunia II
meminta korban nyawa 55 juta orang. Dunia telah menjadi saksi bagi
bentuk lain upacara setan yang menumpahkan darah. Padahal, Allah
menyuruh manusia mengikuti jalan damai dan aman, bukan jalan setan:
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara
menyeluruh, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya
setan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. Al Baqarah, 2:208)
IDEOLOGI DI BALIK PERANG DUNIA

Dalam bukunya Mein Kampf, Hitler menulis: “Yahudi membentuk
suatu ras pesaing yang lebih rendah dari manusia, ditakdirkan
oleh garis keturunan mereka menjadi buruk, seperti halnya ras
Nordik [Jerman] ditetapkan sebagai kelas bangsawan... Sejarah
akan berpuncak pada imperium baru berumur ribuan tahun dengan
kemegahan tak tertandingi, yang didasarkan pada tingkatan ras
baru sebagaimana dikehendakai alam itu sendiri.” |
Kedua perang dunia di abad lalu yang pernah kita jalani,
memberikan pelajaran penting bagi kemanusiaan. Kedua tragedi ini
menunjukkan bahwa perang bukanlah semata-mata akibat pertikaian
kepentingan yang wajar antar-negara, karena pertikaian semacam itu
dapat diselesaikan melalui jalur perundingan. Penyebab perang sebenarnya
adalah ideologi manusia, yang membuat keputusan untuk mengejar ideologi
itu. Ini adalah ideologi yang menganggap pertempuran, pertumpahan
darah, dan menimbulkan penderitaan sebagai unsur sifat dasar manusia,
dan inilah penyebab nyata kekejaman. Ideologi ini disebut Darwinisme
Sosial. Ini merupakan kepercayaan bahwa manusia adalah sejenis hewan
semata yang hadir akibat serangkaian peristiwa kebetulan. Perang
Dunia I adalah buah dari sikap para pemimpin Eropa yang secara terbuka
menyatakan pandangan Darwinis mereka.
Orang-orang yang bertanggung jawab terhadap Perang
Dunia II juga memiliki keyakinan yang kuat terhadap Darwinisme Sosial.
Hitler meminjam ideologi rasis ini dan keyakinannya terhadap perang
dari Darwinisme. Riwayat hidupnya, Mein Kampf (Perjuanganku), melambangkan
penyesuaian atas gagasan Darwin tentang “perjuangan bertahan
hidup.”
Pada tahun-tahun awalnya, saat bekerja sebagai wartawan,
pemimpin fasis Italia, Mussolini adalah seorang tokoh evolusi yang
setia, sehingga dia menganggap Darwin sebagai “pemikir terbesar
di abad ke-19.” Selama pemerintahan diktatornya, dia mempertahankan
ideologi yang sama dan menyatakan bahwa terjadinya perang adalah
sebuah “hukum evolusi.”
Walaupun dididik sebagai pendeta selama masa mudanya,
Stalin tidak percaya kepada Tuhan setelah membaca buku Darwin The
Origin of the Species (Asal Usul Makhluk Hidup). Selama masa
pemerintahannya yang kejam, dia memaksakan teori Darwin dan Lamarck,
seorang evolusionis yang bahkan lebih terbelakang lagi, terhadap
rakyat Rusia.

KEKEJAMAN DARI IDEOLOGI YANG MENGANGGAP MANUSIA SEBAGAI “SEJENIS
BINATANG”
Fasisme, yang merupakan bentuk penerapan di bidang politik dari
paham Darwinisme Sosial, menganggap manusia sebagai sejenis
binatang, dan meyakini adanya dan perlunya “perjuangan
yang kasar demi mempertahankan hidup” antar-ras manusia.
Inilah alasan mengapa kaum fasis tega melakukan pembunuhan,
bahkan pembantaian, tak terkecuali terhadap wanita dan anak-anak.
Untuk melenyapkan ideologi ini, manusia haruslah memahami bahwa
dirinya bukanlah sejenis binatang, tapi hamba Allah yang memiliki
kewajiban terhadapNya. |
Bagi para diktator ini, yang memandang manusia sebagai
kawanan hewan, menumpahkan darah hanyalah kejadian hidup yang lumrah.
Di balik berbagai pembunuhan itu, kita menemukan keyakinan para
diktator terhadap Darwinisme Sosial. Tidak akan ada kedamaian di
muka bumi selama Darwinisme Sosial tetap ada. Ideologi ini mengajak
bangsa-bangsa, bahkan seluruh peradaban ke dalam perseteruan tanpa
akhir. Menurut Darwinisme Sosial, ini adalah tujuan keberadaan umat
manusia. Padahal, kenyataannya sangatlah berbeda. Manusia hadir
tidak untuk saling bertikai, melainkan untuk mengabdi kepada Allah
dan menjalani hidup mereka di bawah petunjuk-Nya. Hal ini memerlukan
cinta, rasa saling-memaafkan, dan perdamaian. Bila manusia menyadari
hal ini, akan ada akhir untuk peperangan dan air mata, dan kedamaian
serta kebahagiaan akan mengemuka. Hal ini diwahyukan di dalam Al
Qur’an: Allah menyeru (manusia) ke darussalam (surga),
dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.
(QS. Yunus, 10:25)
Orang-orang beriman seharusnya saling bekerjasama untuk
menebar persahabatan, persaudaraan dan persatuan, karena jika mereka
tidak melakukannya, kemelut dan kerusakan akan selalu menghantui
dunia. Al Qur’an memaparkan kebenaran yang teramat penting
ini: Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi
pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para Muslimin)
tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya
akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.
(QS. Al Anfal, 8:73). (selesai)
Tafakur
KEBERADAAN JARUM JAHIT
PUN PUNYA MAKNA
Kebanyakan
manusia tidak memikirkan makna keberadaan dirinya di dunia ini.
Kesibukannya sehari-hari telah menyita sebagian besar waktu, tenaga
dan kesempatannya untuk memikirkan hal terpenting dalam kehidupannya.
Yakni, untuk mempertanyakan dan mendapatkan jawaban pasti mengapa
ia hadir di dunia ini. Seseorang yang mendapatkan jawaban pasti
mengapa ia ada di dunia ini, untuk apa ia hidup, mau ke mana arah
hidupnya, memiliki sikap hidup yang berbeda dengan mereka yang acuh
dengan segala hal tersebut. Orang yang memahami dengan benar arti
dan tujuan hidupnya akan berusaha sungguh-sungguh menjalani hidupnya
sesuai dengan makna dan tujuan tersebut.
Lihatlah segala yang ada di sekitar
kita yang dibuat manusia. Sebutlah satu saja yang terkecil dari
semua yang ada. Misalnya jarum jahit. Kini coba pikirkan, mengapa
jarum jahit ada di dunia ini? Dengan cepat, kita pasti akan menjawab
bahwa benda kecil tajam ini ada untuk membantu manusia menjahit
kain atau pakaian, atau untuk kegunaan serupa lainnya. Yang pasti
tak pernah sedikit pun terlintas dalam benak siapa pun yang berakal
sehat bahwa jarum jahit ada dengan sendirinya tanpa kegunaan apa
pun. Dengan pengetahuan ini, kita akan menggunakan jarum jahit sesuai
dengan tujuan pembuatannya. Kita bisa pula memanfaatkan jarum jahit
untuk kegunaan lain yang sesuai dengan bentuk serta bahan bakunya,
misalnya untuk melubangi kertas atau plastik, dan sebagainya. Yang
pasti, kita tidak akan menggunakannya untuk hal-hal yang memang
tidak cocok seperti: untuk dimakan, untuk menulis atau untuk mengikat
benda. Kalau hal ini kita paksakan, maka akan membahayakan diri
kita maupun orang lain, atau tidak akan bisa sama sekali karena
memang bukan fungsinya.
Sama halnya, manusia adalah wujud yang
jauh lebih besar, lebih rumit dan lebih sempurna daripada si mungil
jarum jahit. Pastilah keberadaan manusia di dunia ini ada guna dan
tujuannya, yaitu menjadi sebaik-baik hamba dari Sang Pencipta, menebar
kebaikan dan kemanfaatan bagi manusia lain dan segenap makhluk.
Sudah selayaknya manusia mengarahkan kehidupannya sesuai tujuan
penciptaan tersebut. Ini adalah kesimpulan dari pemikiran akal sehat.
Tidak sepatutnya manusia acuh atau tak peduli akan tujuan keberadaannya.
Manusia hendaknya berusaha mengarahkan segenap kegiatannya sehari-hari
dalam rangka melaksanakan tujuan hidup ini. Mereka sepatutnya menggunakan
seluruh anggota tubuhnya, daya-pikir dan kejiwaannya sesuai dengan
fungsi penciptaan masing-masing alat tubuh dan sarana hidup tersebut.
Jika tidak, ini akan membahayakan dirinya maupun orang lain, bahkan
seluruh isi alam semesta yang lainnya.
|