Edisi 12/Thn. II/April 2004

Editorial

Surat Pembaca

Dari Kami

Bahasan Utama - 1

Bahasan Utama - 2

Bahasan Utama - 3

Geofisika

Keruntuhan Teori Evolusi

Iptek Anak

Fisika

Sejarah

Tafakur

Editorial
Pompa yang Dapat Dimakan


Aneka jenis wortel: “pompa air” yang dapat dimakan

Di antara kita mungkin pernah merasakan makanan yang tanpa disengaja mengandung butiran pasir, kerikil atau debu. Dengan seketika, kita muntahkan makanan itu dari mulut kita. Bahkan jika kita melihat pengotor tersebut pada makanan sebelum sempat dimakan, kita akan berusaha membuangnya, kalau perlu batal memakannya. Demikian pula yang terjadi tatkala makanan itu terjatuh ke tanah, terkotori pasir atau pengotor lainnya, meskipun hanya sedikit.

Tapi ada jenis makanan yang justru sebaliknya. Makanan ini justru terkena banyak pasir, tanah, lumpur bahkan kotoran ternak ataupun cacing, namun makanan itu tidak membuat kita jijik memegangnya. Bahkan, kita mengambilnya dari dalam tanah dan menyantapnya setelah dibersihkan. Jenis makanan apa itu? Apa lagi kalau bukan makanan yang berasal dari akar tumbuhan seperti kentang, bawang, wortel, bengkuang, kacang tanah, dan lain sebagainya. Tumbuhan ini terkena tanah bukan di luar kesengajaan, tapi justru tanahlah yang membentuknya. Tumbuhan berumbi ini ibarat pabrik yang mampu membuat dan menyimpan makanan kaya gizi di dalam tanah.

Tanah kaya akan aneka mikroba yang siap mengurai dan merombak sisa jasad makhluk hidup apa saja yang telah mati. Namun, umbi akar hidup, sebut saja singkong atau ubi kayu, tidak bisa dihancurkan oleh mikroba tanah. Lebih dari sekedar tidak hancur dan busuk, tumbuhan singkong bahkan mampu membuat makanan bergizi di dalam tanah, dengan menggunakan tanah itu sendiri. Yang mengagumkan, umbi singkong yang dihasilkan memiliki warna, rasa, aroma, bentuk, tekstur, serta kandungan zat yang secara keseluruhan berbeda dari tanah. Selain sebagai penyimpan cadangan makanan, akar singkong bekerja layaknya akar tumbuhan lain. Akar ini berperan sebagai penyerap air dan mineral dari dalam tanah untuk diedarkan ke atas, ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Singkatnya, umbi singkong ibarat mesing pompa yang terus-menerus memompa kebutuhan air dan mineral, serta pada saat yang sama merupakan gudang penyimpan cadangan makanan berupa tepung singkong dan zat gizi lainnya.

Sekarang pikirkan, pernahkah Anda menjumpai mesin pompa air tanah buatan manusia yang setelah bekerja sekian lama dapat diambil untuk dimakan seperti umbi singkong? Adakah mesin pompa yang mampu bekerja tanpa mengeluarkan suara bising apa pun layaknya akar tumbuhan? Ketidaksanggupan manusia hingga kini untuk membuat pompa dengan dua kemampuan itu saja sudah cukup untuk mengatakan tak sebandingnya ilmu manusia dengan ilmu Sang Pembuat singkong. Di balik kesederhanaan singkong dan akar tumbuhan lainnya, tersimpan hikmah dan keluasan ilmu tak terbatas dari Sang Pencipta, Allah SWT.

Surat Pembaca

TAMPILKAN INFORMASI TERKINI !

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Terima kasih saya ucapkan kepada buletin insight, karena buletin ini sangat membantu saya dalam memperoleh informasi-informasi penting tentang sains dan teknologi. Saya berdoa semoga insight selalu berpenampilan terbaik, dan semakin menarik. Karena saya yakin, pembaca insight adalah dari semua kalangan terutama pelajar dan mahasiswa. Semoga insight selalu menghadirkan informasi-informasi terbaru.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
fadhilla_15@yahoo.com

TAMBAH RUBRIK TANYA-JAWAB IPTEK!

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Alhamdulillah, ana panjatkan kehadirat Allah SWT, dan salawat serta salam senantiasa ana curahkan kepada junjungan kita Muhamad SAW. Ana sangat bersyukur sekali sekarang telah terbit majalah sains yang bernuansa Islam, yang isinya bagus dan menakjubkan (subhanallah). Ana jadi merasa sungguh Mahabesar Allah dan Maha Mengetahui dengan segala ciptaan-Nya. Ana jadi tambah PD serta bersemangat sebagai mahasiswa biologi. Kalau boleh mengajukan saran, bagaimana kalau ditambah rubrik tentang info teknologi dan sains terbaru, supaya tidak kuper. Juga rubrik tanya jawab seputar iptek dan sains. Syukron atas dimuatnya tulisan ana, semoga insigt tetap istiqomah dalam menegakkan dien Allah. Amin.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Ahmad Saefudin d/a RT 02/02 Grendeng, Purwokerto Utara 53123

ADA BONUS TIAP EDISI DONG!

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Saya sangat senang telah terbit majalah sains yang bernuansa Islam. Terus terang saya belum faham betul tentang Islam, apalagi yang berhubungan dengan sains, dan sekarang sudah sedikit mengerti dengan adanya majalah insight, terima kasih banyak buat insight. Kalau boleh saya mau kasih saran, yakni:

1. Bisa tidak membahas tentang dunia pertanian misal tentang rekayasa genetika.

2. Bisa tidak menambah rubrik tentang info sains dan teknologi yang baru muncul, biar tidak ketinggalan info.

3. Bagaimana kalau tiap edisi diberi bonus misal berupa poster atau kalender menarik pada awal tahun. Terima kasih atas dimuatnya tulisan saya ini.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Sigit Meinardi Baedi, Jl. Jend Soetoyo Gang V No 16, RT 03 RW 02 Kel Kedung Wuluh, Kec Purwokerto Barat 53131

REDAKSI INSIGHT:

Kami ucapkan syukur ke hadirat Allah SWT, dan terima kasih kepada pembaca setia yang budiman, atas sambutan baik, saran dan kritikannya. Mengenai penambahan rubrik, insha allah menjadi pertimbangan tersendiri bagi redaksi. Sekali lagi, terima kasih atas doa bagi insight. Tetap menjadi pembaca insight, ya!


Dari Kami
TIDAK ADA SEKAT

Assalamu’alaikum wr. wb.

Pembaca budiman, di antara surat yang masuk ke meja redaksi, beberapa di antaranya menanyakan mengapa INSIGHT lebih sering membahas bidang biologi, dan tidak yang lain seperti fisika, kimia, elektro, dan sebagainya. Alhamdulillah, pertama kami haturkan rasa syukur atas masukan tersebut, sebab kami yakin ini merupakan bentuk kecintaan pembaca INSIGHT. Perlu dijelaskan bahwa sejak awal terbitnya, INSIGHT tidak hanya membahas bidang biologi saja. Ini dapat disimak di arsip INSIGHT edisi sebelumnya yang bisa didapatkan pembaca melalui situs internet majalah kesayangan Anda ini. Beberapa bahasan utama tentang air, astronomi, fisika bumi, serta aneka rubrik tentang teknologi bahan, informatika, sejarah, astronomi, arkeologi dan selainnya sudah pernah ditampilkan INSIGHT.

Hal lain yang perlu dijelaskan adalah bahwa ketika kita mempelajari alam semesta, maka sekat-sekat bidang studi ilmu pengetahuan yang beragam itu akan terangkat. Bagaimana pun juga, untuk memahami dengan baik struktur tubuh dan reaksi kimia dalam tubuh makhluk hidup, kita memerlukan ilmu fisika, kimia, matematika dan ilmu-ilmu lain selain biologi itu sendiri. Sebaliknya, banyak aneka cabang ilmu dan teknologi di luar biologi yang justru terilhami oleh pengkajian para ilmuwan non-biologi yang mempelajari seluk-beluk makhluk hidup. Misalnya, desain aerodinamis pesawat terbang yang meniru struktur dan cara terbang burung, teknologi elektronika radar yang meniru organ tubuh kelelawar, teknik pelapisan bahan atau material yang meniru permukaan tumbuhan, teknologi komputer dan informatika yang meniru cara kerja tubuh manusia, dan sebagainya. Sebab, dengan memahami ilmu-ilmu di luar bidang kita, kita akan semakin mendapatkan gambaran yang lebih baik dan menyeluruh tentang alam ciptaan Allah ini, insya Allah.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Redaksi

Bahasan Utama - 1
PENGEBOR DI ALAM


Pada gambar di atas terlihat sebuah rancangan terperinci dari seluruh bagian perangkat pengangkutan pada tumbuhan. Akar membawa air yang diserapnya dari tanah ke lingkaran tengah akar. Melalui lingkaran ini, air memasuki jaringan pembuluh pada batang. Melalui jaringan pembuluh, air dan zat-zat makanan melakukan perjalanan di dalam batang sejauh bermeter-meter ke atas, tanpa henti, sampai ke dedaunan yang paling ujung. Jaringan pembuluh tersebut, yang bermula dari akar dan merambah jauh hingga dedaunan, tidak diragukan lagi merupakan hasil perancangan mahahebat. Perancangan ini, tanpa keraguan, adalah milik Allah, Pencipta segalanya.

Agar terus bertahan hidup, tumbuhan perlu melakukan fotosintesis dengan bantuan sinar matahari. Untuk keperluan itu pula, tumbuhan memerlukan air dan aneka mineral yang diambilnya dari tanah. Agar mampu melakukan pekerjaan ini, tumbuhan memerlukan akar yang mengebor di dalam tanah. Tugas akar adalah untuk menyebar dengan sangat cepat di dalam tanah menyerupai sebuah jaring, dan menyedot air serta beragam mineral. Kendatipun rancang-bangunnya yang lembut, akar juga memungkinkan tumbuhan seberat berton-ton untuk tetap berdiri tegak dan menancapkan diri ke dalam tanah. Kemampuan akar mencengkeram tanah inilah yang terpenting. Sebab hal ini mencegah longsornya tanah dan terkikisnya lapisan atas tanah yang subur oleh air hujan, serta dampak-dampak lain yang dapat berpengaruh buruk bagi kehidupan manusia.

Akar tidak memerlukan peralatan tambahan dari luar untuk semua tugas ini. Akar tidak mempunyai mesin guna membangkitkan daya untuk memulai proses penyedotan air. Tak ada pula perlengkapan apa pun untuk memompa air dan mineral ke batang, yang jaraknya bermeter-meter. Tapi akar dapat menyebar meliputi suatu wilayah luas dan menyedot air. Lalu, bagaimana akar melakukan itu?

‘Meminum’ sekitar 800 gelas per hari

Sebatang pohon Maple merah biasa yang tumbuh di iklim lembab dapat kehilangan hingga 200 liter air per hari, atau kira-kira sama dengan 800 gelas air minum per hari. Ini menggambarkan kehilangan besar yang diderita pohon itu, karena air sangat diperlukan untuk hidupnya. Air ini harus tergantikan sesegera mungkin agar tumbuhan terus bertahan hidup. Berkat seperangkat akar tumbuhan yang sempurna, setiap tetesan air yang menguap dapat tergantikan dengan segera.

Akar, yang menyebar ke kedalaman tanah, mengirimkan air dan mineral yang dibutuhkan tumbuhan ke bagian atas hingga mencapai dedaunan, setelah melewati batang dan cabang-cabangnya. Pengambilan air dari dalam tanah oleh akar sangat menyerupai teknik pengeboran. Ujung-ujung akar terus-menerus mencari air di kedalaman tanah sampai menemukannya. Air ini lalu memasuki akar dengan menembus suatu lapisan tipis selaput luar akar dan sel-sel pembuluh halusnya (sel-sel kapiler). Air kemudian melewati sel-sel tersebut hingga sampai di jaringan batang. Dari sana, air diangkut ke setiap bagian tumbuhan

Proses yang dilakukan tumbuhan sedemikian sempurna ini sungguh merupakan sesuatu yang amat rumit. Sehingga, rahasia dari perangkat tersebut masih tidak sepenuhnya diketahui, bahkan di zaman berteknologi antariksa kini. Keberadaan perangkat semacam "tangki tekanan" ini ditemukan pada pepohonan sekitar 200 tahun lalu. Sekalipun begitu, belum ada hukum yang ditemukan untuk menjelaskan secara pasti bagaimana sesungguhnya pergerakan air yang melawan gaya berat ini terjadi. Segala yang dapat dilakukan ilmuwan seputar bahasan ini hanyalah mengemukakan sejumlah teori yang berkaitan dengan cara kerja tumbuhan tersebut. Bahkan, apa yang telah diperlihatkan dalam berbagai percobaan seputar bidang ini, diyakini kebenarannya sampai taraf tertentu saja. Hasil dari semua usaha para ilmuwan ini adalah pengakuan akan kesempurnaan perangkat tangki tekanan tersebut. Teknologi semacam itu, yang terbungkus dalam suatu ruang kecil dalam tubuh tumbuhan, hanyalah satu di antara bukti-bukti kecerdasan tanpa tanding sang perancang perangkat tersebut. Perangkat pengangkutan air pada pepohonan, dan segala sesuatu lainnya di alam semesta, diciptakan oleh Allah. Dialah Pencipta Mahasempurna

Perangkat Penyeimbang Tekanan


Gambar di atas memperlihatkan rancang-bangun umum dari sebuah ujung akar yang sedang tumbuh, dan penampakan dekat dari rambut-rambut akar yang berada tepat di belakang ujungnya.

Ketika tekanan dari bagian dalam sel-sel akar lebih rendah dari tekanan di luar, tumbuhan memasukkan air dari luar. Dengan perkataan lain, sel-sel akar mengambil air dari luar tidak setiap saat dan terus-menerus, melainkan hanya ketika sel-sel tersebut memerlukannya. Penentu terpenting yang memunculkan keadaan ini adalah besarnya tekanan yang dihasilkan oleh air di dalam akar. Tekanan ini harus diseimbangkan dengan tekanan di luar. Agar hal ini terjadi, tumbuhan harus mengambil air dari luar ketika tekanan di dalam mengalami penurunan. Tatkala hal sebaliknya terjadi, yaitu ketika tekanan di dalam lebih tinggi daripada di luar, tumbuhan mengeluarkan air dari dalam dirinya melalui dedaunannya (bukan melalui akarnya) dengan cara penguapan untuk menjadikan tekanan itu seimbang kembali.

Jika kadar air dalam tanah sedikit lebih tinggi daripada biasanya, tumbuhan akan terus menyerap air, sebab tekanan luar lebih tinggi. Akibatnya, cepat atau lambat hal ini akan merusak tumbuhan tersebut. Sebaliknya, jika sedikit kadar air dalam tanah lebih rendah, sel tumbuhan takkan pernah mampu menyedot air dari luar karena tekanan luar yang rendah. Tumbuhan bahkan harus mengeluarkan air untuk menjaga keseimbangan tekanan. Masing-masing dari kedua hal yang disebut terakhir ini dapat menjadikan tumbuhan kering dan mati

Hal ini memperlihatkan kepada kita bahwa akar tumbuhan memiliki cara-kerja pengendali keseimbangan yang memungkinkannya mengatur tingkat tekanan yang diperlukan pada saat yang tepat; tidak lebih atau kurang. Manusia memerlukan pengetahuan di bidang fisika, kimia dan teknik untuk melakukan pekerjaan tersebut. Ini berarti ada kecerdasan yang mengungguli kemampuan otak manusia di balik kemampuan hebat tumbuhan ini, yang tak mungkin berasal dari tumbuhan itu sendiri. Sebab, tumbuhan adalah makhluk tak berakal dan tidak mampu berkarya dengan kehendak dan nalarnya. Ini semua memperlihatkan kita akan Pencipta tumbuhan beserta perangkat akarnya yang sempurna. Dialah Allah, sebaik-baik Pencipta.

Bahasan Utama - 2

MEMILIKI BANYAK PERAN


Mari kita bayangkan bahwa mineral-mineral yang tampak pada gambar diletakkan di depan kita dan kita diminta untuk memilih mana di antaranya yang diperlukan untuk tubuh kita. Mustahil bagi siapa pun yang tidak terlatih secara khusus di bidang terkait, untuk melakukan hal ini. Padahal, tumbuhan telah memilih dan menggunakan hanya unsur-unsur yang diperlukannya dari semua unsur yang ada dalam tanah selama berjuta-juta tahun. Tentu saja, Allahlah, Penciptanya, yang memungkinkan tumbuhan melakukan proses ini, yang mustahil dilakukan manusia.

Mineral-mineral terdapat dalam tanah dalam bentuk ion, yakni zat berupa senyawa atau unsur yang bermuatan listrik positif atau negatif. Sel-sel pada akar tumbuhan memilih ion-ion tertentu dari dalam tanah untuk digunakan dalam reaksi-reaksi biokimiawi sel. Sel-sel tumbuhan dapat dengan mudah memasukkan ion-ion ini ke dalam dirinya, meskipun kadar sejumlah ion di dalam sel tumbuhan seribu kali lebih besar daripada kadarnya yang terlarut dalam tanah. Jadi, ini adalah proses yang paling penting. Mengapa demikian?

Pada keadaan biasa, perpindahan zat-zat akan terjadi dari tempat dengan kadar zat-zat lebih tinggi ke tempat yang kadarnya lebih rendah. Tetapi sebagaimana yang kita ketahui, sebaliknyalah yang justru terjadi pada penyerapan ion-ion dari tanah oleh tumbuhan melalui akar. Karenanya, rangkaian peristiwa ini memerlukan sejumlah energi yang besar. Ini ibarat memindahkan sebuah bola dari jalan yang menanjak curam. Bola dapat berpindah dari bagian puncak tanjakan ke bagian bawah yang lebih rendah dengan menggelinding, tanpa perlu energi atau tenaga untuk menggelindingkan atau menendangnya. Sebaliknya, perlu tenaga untuk menggelindingkan bola dari bagian bawah ke bagian puncak tanjakan jalan yang lebih tinggi.

Sedikitnya ada dua hal yang mempengaruhi berpindahnya ion-ion melalui membran (selaput luar pembungkus) sel tumbuhan: (1). kemampuan membran melewatkan zat-zat ke dalam dan ke luar sel, dan (2). kadar ion-ion di dalam dan di luar sel.


Bukan Keahlian Biasa

Mari kita mengkaji dua hal ini dengan menanyakan beberapa pertanyaan yang terkait. Apakah arti sesungguhnya dari “tumbuhan memilih unsur tertentu yang dibutuhkan dalam tanah di antara beragam unsur yang ada?” Pertama, mari kita cermati istilah “yang dibutuhkan” di atas. Sebuah sel akar harus mengetahui semua unsur pada tumbuhan, satu demi satu, untuk memahami dan dapat memenuhi kebutuhannya akan unsur-unsur tersebut. Di antara semua unsur yang diketahuinya itu, sel akar ini harus memastikan unsur mana yang kurang di seluruh bagian tubuh tumbuhan dan menjadikannya sebagai kebutuhan yang harus dipenuhi. Mari kita ajukan sebuah pertanyaan lain. Bagaimanakah sebuah unsur dikenali? Jika tanah tidak dalam keadaan murni, dengan kata lain jika terdapat unsur-unsur lain yang tercampur di dalamnya, apa yang harus dilakukan untuk membedakan satu unsur dari semua unsur lainnya?

Apakah mungkin bagi seorang manusia berakal untuk mengenali dan memberitahukan masing-masing unsur seperti besi, kalsium, magnesium dan fosfor jika semuanya diletakkan di hadapannya dalam keadaan tercampur? Bagaimanakah ia dapat membedakannya? Jika telah dilatih secara khusus untuk melakukan hal itu, mungkin ia dapat mengenali beberapa di antaranya. Namun, mustahil baginya menentukan selebihnya. Jadi, bagaimanakah tumbuhan yang tidak memiliki kecerdasan membedakannya? Atau, bagaimana tumbuhan mampu mengetahui sendiri unsur-unsur, dan menemukan yang paling bermanfaat bagi dirinya? Mungkinkah serangkaian peristiwa semacam itu dilakukan dengan baik, setiap saat, tanpa kesalahan sedikit pun, selama jutaan tahun, tanpa suatu kesengajaan? Untuk memikirkan semua pertanyaan ini – yang jawabannya adalah " Mustahil!” – secara lebih terperinci dan mendalam, mari kita teliti kemampuan-memilih seperti apakah yang dimiliki akar, dan apa yang terjadi di saat memilih.

Mari kita uji pengetahuan kimia kita mengenai unsur dan mineral yang mewujud dalam banyak bentuk di alam. Di manakah unsur dan mineral ditemukan? Bagaimanakah zat-zat dikelompokkan ke dalam golongannya masing-masing? Perbedaan apa saja yang ada di antara zat-zat tersebut? Percobaan atau pengamatan apakah yang diperlukan untuk mengetahui masing-masing zat itu? Dapatkah hasil tercepat diketahui melalui cara kimiawi atau fisika dalam percobaan-percobaan tersebut? Jika kita melihat sesuatu dari sudut pandang ilmu fisika, dapatkah kita membuat suatu pengelompokan yang sesuai untuk unsur-unsur ini jika diletakkan di atas meja di depan kita? Dapatkah kita membedakan mineral-mineral berdasarkan warna atau bentuknya?

Kita bisa terus mengajukan pertanyaan. Dan jawaban bagi semua pertanyaan di atas kurang lebih sama. Kecuali jika seseorang ahli di bidang tersebut, pengetahuan terbatas atau tak-memadai yang didapatkan dari sekolah atau universitas takkan menjadikan seseorang mampu melakukannya. Ini memerlukan lebih dari sekedar keahlian biasa. Untuk mengetahui taraf pengetahuan kita tentang mineral, sekarang marilah kita ambil contoh dari tubuh manusia

Keseluruhannya ada tiga kilogram mineral dalam tubuh kita. Sebagian di antaranya sangat penting bagi kesehatan kita, dan semuanya tersedia dalam jumlah sesuai keperluan. Sebagai contoh, jika kita tidak punya zat kapur (kalsium) dalam tubuh kita, maka gigi dan tulang kita akan kehilangan sifat kerasnya. Jika tidak ada zat besi, maka oksigen tidak dapat menjangkau jaringan-jaringan tubuh kita, sebab kita tidak akan mempunyai hemoglobin yang berperan mengikat oksigen. Jika tubuh kita tidak memiliki potasium (kalium) dan sodium (natrium), sel-sel kita akan kehilangan muatan-muatan listriknya dan kita akan cepat mengalami penuaan.


Memilih 16 Unsur Saja

Mineral-mineral berada di dalam tanah, sebagaimana dalam tubuh manusia. Jumlah, kegunaan, dan wujud mineral saat ditemukan di dalam tanah semuanya berbeda, dan banyak makhluk hidup menggunakan mineral ini. Pada tumbuhan, misalnya, sejumlah perangkat telah terpasang guna memungkinkan tumbuhan dengan mudah mengambil unsur-unsur yang diperlukannya dari dalam tanah. Karena terdapat cara penggunaan yang beraneka terhadap unsur-unsur ini pada tubuh tumbuhan, semua unsur harus menuju bagian-bagian tumbuhan yang berlainan setelah diserap dari dalam tanah. Semua unsur ini mempunyai beragam tugas.

Agar dapat hidup sehat, tumbuhan memerlukan unsur-unsur utama seperti nitrogen, fosfor, kalium, zat kapur, magnesium dan belerang. Tumbuhan dapat mengambil kebanyakan unsur ini secara langsung dari tanah, kecuali nitrogen yang memenuhi hampir 80% ruang atmosfer. Tetapi, nitrogen tidak dapat diperoleh atau "diikat" secara langsung dari atmosfer oleh tumbuhan hijau. Tumbuhan memenuhi kebutuhan nitrogennya dari dalam tanah dengan menyerap zat tertentu yang mengandung unsur nitrogen, yakni berupa zat nitrat yang merupakan hasil olahan bakteri tanah.

Unsur-unsur lain juga diperlukan bagi perkembangan tumbuhan yang sehat. Tetapi ini diperlukan dalam jumlah sangat kecil. Kelompok ini meliputi besi, klorin, tembaga, mangan, seng, molibdenum, dan boron.

Selain 13 mineral ini, tumbuhan juga memerlukan 3 unsur yang merupakan bahan utama pembentuk tubuhnya, yakni oksigen, hidrogen, dan karbon. Tumbuhan mendapatkan ketiga unsur tersebut dari zat karbondioksida (yang mengandung unsur karbon dan oksigen, CO2), oksigen, dan air (yang mengandung unsur hidrogen dan oksigen, H2O) yang ada di atmosfer. Semua tumbuhan memerlukan keseluruhan 16 unsur ini.

Jika unsur-unsur ini diserap dalam jumlah yang terlalu besar atau terlampau kecil, berbagai ketidakwajaran akan timbul pada tumbuhan. Sebagai contoh, terlalu banyak nitrogen dari tanah menjadikan pertumbuhan yang rapuh, terutama pada suhu tinggi dan pertumbuhan yang berair. Sebaliknya, terlalu sedikit nitrogen dapat menyebabkan menguningnya warna tumbuhan, bercak-bercak merah dan ungu, berkurangnya tunas samping, dan pertumbuhan menua. Kekurangan fosfor berdampak pada pertumbuhan yang terhambat, pewarnaan coklat dan ungu pada dedaunan sejumlah tumbuhan, batang pokok berukuran kecil, berkurangnya pemekaran tunas samping, semakin sedikitnya dedaunan bagian bawah dan perbungaan yang lebih sedikit. Fosfor adalah unsur amat penting bagi pertumbuhan tumbuhan muda dan pembentukan biji. Singkatnya, keberadaan ion-ion ini dan penyerapannya dari dalam tanah dengan jumlah yang diperlukan, sangatlah penting bagi pertumbuhan tumbuhan sehat.


Penentu terpenting yang berperan dalam daur karbon dan nitrogen di lingkungan, sebagaimana dipaparkan dalam gambar di atas, tidak diragukan lagi adalah kehidupan tumbuhan. Nitrogen di udara tidak dapat diserap langsung oleh binatang dan manusia. Ketika nitrogen terpindahkan ke dalam tanah, dihasilkanlah zat amonia yang mengandung nitrogen. Zat amonia ini kemudian dioksidasi oleh bakteri tanah menjadi zat nitrat, dan dalam bentuk inilah nitrogen dapat diserap kembali oleh akar tumbuhan. Lalu manusia dan hewan memenuhi kebutuhan nitrogen mereka dengan memakan tetumbuhan.

Apa yang akan terjadi bila tumbuhan tidak memiliki kemampuan memilih ion ini? Apa yang akan terjadi jika tumbuhan mengambil segala jenis mineral, tidak hanya yang mereka butuhkan, atau mengambil terlalu banyak atau terlalu sedikit mineral? Tidak ada keraguan bahwa pada peristiwa tersebut akan terjadi gangguan membahayakan terhadap keseimbangan sempurna di bumi. Singkat kata, keseimbangan kehidupan di bumi juga ditentukan oleh kemampuan akar tumuhan dalam memilih ion dan segala zat yang diserapnya dari dalam tanah. Ini mungkin tak terpikirkan oleh kita. Tapi demikianlah adanya, kelangsungan kehidupan bersandar pada banyak penentu yang jumlahnya tak terhitung yang saling terkait, yang semuanya di luar kehendak dan kendali manusia. Allahlah yang mengatur semua ini, Dialah Pencipta Mahasempurna segala sesuatu hingga rinciannya yang terkecil, termasuk akar tumbuhan dengan segala kemampuannya yang mengagumkan.

Bahasan Utama - 3

TUMBUHAN DI RUANG ANGKASA

Lebih dari sekedar menyantapnya, pernahkah Anda berpikir, mengapa wortel tumbuh ke bawah menembus tanah? Mengapa wortel dan akar tumbuhan lain tidak tumbuh ke arah lain?

Tatkalah mendengar akar tumbuhan, banyak hal yang dapat kita tanyakan. Tentang bentuk hingga tugasnya, dari cara tumbuh hingga zat-zat penyusunnya. Selain perannya sebagai pengokoh tegaknya tumbuhan di atas permukaan bumi, penyerap air dan mineral dari dalam tanah untuk dialirkan ke seluruh bagian tumbuhan di atasnya, akar sejumlah tumbuhan berfungsi pula sebagai penyimpan cadangan makanan dan alat perkembangbiakan. Wortel misalnya, termasuk akar berbentuk umbi berwarna oranye yang sudah sangat dikenal orang sedunia. Kandungan gula, vitamin, mineral serta aneka zat lain yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia menjadikannya salah satu tumbuhan umbi yang paling banyak dimakan orang sejagat. Meskipun begitu, berapa gelintirkah orang yang pernah bertanya, mengapa umbi wortel tumbuh tegak lurus ke dalam tanah, tidak ke samping atau ke atas?

Karena berfungsi pula sebagai akar, wortel, dan juga akar tumbuhan lain, harus tumbuh menghujam ke dalam tanah agar dapat mencapai sumber air dan mineral yang diperlukan tumbuhan untuk hidup. Namun, pernahkah Anda bertanya, bagaimana tumbuhan bisa mengetahui bahwa akarnya harus tumbuh mengarah ke bawah? Mengapa akar tumbuhan selalu tumbuh tegak lurus ke arah bawah sedang batang dan cabangnya ke arah atas? Mengapa tidak sebaliknya yang terjadi?

Jawaban atas pertanyaan di atas sudah pernah dicoba dijelaskan sejak lebih dari 100 tahun lalu. Namun hingga kini, penjelasan rinci tentang hal ini masih belum diketahui.

Ada rangsangan, ada tanggapan

Gerakan sadar yang kita lakukan biasanya merupakan tanggapan atas rangsangan tertentu. Misalnya, kita merasa lapar. Rasa lapar ini lalu mendorong kita melakukan tanggapan dengan cara mengambil makanan dan memakannya hingga rasa lapar sirna. Demikian halnya akar, sejak perkecambahan dimulai, akar pada akhirnya tumbuh mengarah ke bawah, dan menembus tanah. Tanggapan oleh tumbuhan berupa pertumbuhan yang terarah akibat rangsangan dari luar ini disebut sebagai tropisme. Bergantung jenis rangsangannya, tropisme ini bisa dinamakan fototropisme jika rangsangannya adalah sinar matahari, misalnya pertumbuhan batang dan daun tumbuhan ke arah sinar matahari. Sulur tumbuhan merambat seperti tanaman buah markisa atau pare (pariah) yang melilit pagar merupakan bentuk tigmatropisme, yakni pertumbuhan akibat rangsangan berupa sentuhan. Pertumbuhan akar ke arah bawah ternyata dirangsang oleh adanya gaya tarik bumi (gravitasi), dan diistilahkan dengan gravitropisme.

Dengan mengambil pemisalan tentang rasa lapar di atas, maka:

1. Lapar disebut rangsangan yang dirasakan perut dan dikirim ke otak.
2. Pemberitahuan oleh otak untuk mengatasi rasa lapar dengan cara mengambil makanan dan memakannya disebut penyaluran dan penerjemahan pesan tentang lapar ini.
3. Pengambilan makanan dan kemudian memakannya disebut tanggapan.

Hal yang sama berlaku pula bagi gravitropisme pada akar. Para ilmuwan telah lama meneliti bagaimana rangsangan gravitasi mengarahkan pertumbuhan akar. Setidaknya, tanggapan oleh akar terhadap gravitasi melewati tiga proses berikut:

1.Penerimaan rangsangan: tumbuhan mengenali gravitasi.
2.Penyaluran pesan: tumbuhan meneruskan pesan tentang keberadaan dan arah gravitasi ini dan menanggapinya.
3.Tanggapan yang diberikan: rangsangan gravitasi ditanggapi dengan pemanjangan sel-sel dan pembentukannya menjadi jenis sel-sel tertentu atau pertumbuhan menjadi sel-sel tertentu yang menjadikan akar tumbuh berbelok ke arah tertentu.

Pada akar, penerimaan rangsangan ini terjadi pada bagian ujung akar, yakni tudung akar (lihat gambar). Sebagaimana tampak pada gambar, dari bagian bawah ke atas, akar memiliki tudung akar, jaringan meristem atau daerah pembelahan sel (tempat pembentukan sel-sel baru), daerah pemanjangan sel (di mana sel-sel membesar dan memanjang hingga mencapai ukuran dan bentuk terakhirnya), dan daerah pendewasaan (di mana sel-sel menyempurnakan bentuk dan perannya, dan dinding sel mengalami pengerasan oleh zat lignin). Berdasarkan penelitian yang ada hingga saat ini, di bagian akar tempat sel-sel mengalami pemanjangan inilah tanggapan terhadap rangsangan gravitasi dilakukan oleh akar.

Seringkali kita saksikan, di saat biji tumbuhan mengalami perkecambahan, tunas akar dapat tumbuh ke arah mana saja, ke atas, ke samping, atau ke bawah. Akibat gravitropisme, tunas akar ini lalu dengan cepat tumbuh dengan membengkokkan diri ke arah tanah sesuai arah gravitasi, dan menembus tanah. Bagaimana pembengkokkan ini terjadi? Akar melakukannya layaknya batang logam bimetal, yakni sebatang logam yang tersusun atas dua batang logam jenis berbeda (dengan sifat/tingkat pemuaian yang tidak sama terhadap panas) yang direkatkan paralel. Ketika batang logam bimetal ini dipanaskan, maka akan terjadi pembengkokkan akibat tingkat pemuaian (pemanjangan) yang berbeda, di mana yang satu memuai lebih panjang dari yang lain. Sama halnya, sel-sel akar di daerah pemanjangan mengalami pemanjangan dengan tingkat yang berbeda di kedua sisinya. Sebagaimana diperlihatkan gambar, sel-sel akar yang tumbuh mendatar merasakan rangsangan gravitasi ke arah bawah. Rangsangan ini ditanggapi oleh tumbuhan dengan bekerjanya hormon tertentu yang menghambat pertumbuhan sel-sel di bagian bawah (kuning) sedangkan sel-sel di bagian atas (merah) tumbuh memanjang secara wajar. Hasilnya adalah akar yang tumbuh menekuk ke arah tarikan gravitasi.

Gandum ruang angkasa


(A). Sel-sel akar yang tumbuh mendatar merasakan rangsangan gravitasi ke arah bawah. Rangsangan ini ditanggapi oleh tumbuhan dengan bekerjanya hormon tertentu yang menghambat pertumbuhan sel-sel di bagian bawah (kuning) sedangkan sel-sel di bagian atas (merah) tumbuh memanjang secara wajar. (B). Hasilnya adalah akar yang tumbuh menekuk ke arah tarikan gravitasi.

Namun penjelasan di atas masih belum menjawab pertanyaan bagaimana akar merasakan adanya perubahan arah tarikan gravitasi bumi. Sejumlah teori telah dikemukakan, namun pertanyaan ini belum dapat dijelaskan secara memuaskan oleh para ilmuwan sejak lebih dari seabad yang lalu meskipun manusia telah mengerahkan beragam cara dan peralatan canggih seperti laser, rekayasa genetika, biokimia, bahkan pesawat ruang angkasa! Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, termasuk yang mendukung program penelitian di bidang ini. (Sebelumnya, kosmonot Rusia pernah meneliti pertumbuhan tanaman gandum di stasiun ruang angkasa MIR.) Untuk mengetahui lebih dalam tentang gravitropisme pada akar tumbuhan, para ilmuwan telah membawa sejumlah tumbuhan ke ruang angkasa di mana gravitasinya sangat kecil, atau hampir tidak ada sama sekali. Mereka membandingkan perilaku akar tumbuhan yang tumbuh dengan dan tanpa gravitasi (atau dengan mikrogravitasi, yakni gaya gravitasi yang bernilai teramat kecil, misalnya 1/10000 gravitasi bumi). Sejumlah pengetahuan penting telah diperoleh. Namun hal itu masih saja belum mampu menjawab secara rinci di tingkat sel dan molekul tentang bagaimana sel-sel akar mengindera, mengenali dan menanggapi rangsangan gravitasi bumi.

Kajian tentang gravitropisme ini merupakan bagian dari cabang biologi baru yang disebut: Astrobiology atau Space Biology, yakni Biologi Ruang Angkasa. Pengkajian tumbuh-tumbuhan di ruang angkasa akan memberikan pengetahuan penting yang diperlukan bagi pengembangan sistem pendukung kehidupan manusia di ruang angkasa, termasuk pertanian di ruang angkasa. Sistem ini diperlukan bagi misi jangka panjang di ruang angkasa, mengingat fungsi penting tumbuhan dalam daur oksigen, karbon dioksida, air, serta penyedia makanan bagi manusia dan hewan.

Demikianlah, pergerakan akar tumbuhan ke arah tanah tampaknya merupakan hal sederhana. Sedemikian sederhana sehingga tak pernah terlintas dalam benak kita. Sebaliknya, para ilmuwan masih tidak mampu memaham fenomena ini meski telah melakukan penelitian selama lebih dari 100 tahun dengan bantuan peralatan secanggih pesawat ruang angkasa. Ini merupakan bukti rumitnya cara-kerja pergerakan akar, dan keterbatasan ilmu manusia dibanding kecerdasan sang Pencipta akar tumbuhan. Dialah Allah, yang telah menciptakan tumbuhan dengan sangat sempurna hingga bagiannya yang terkecil, termasuk proses pertumbuhan akar menuju tanah melalui peristiwa gravitropisme. Hanya dengan kesempurnaan akar inilah tumbuhan dapat melaksanakan perannya di bumi untuk menunjang kelangsungan hidup manusia. Manusia tak sepatutnya merasa besar diri karena ilmunya yang dangkal. Sebaliknya hendaknya mereka mengagungkan Allah dan bersyukur atas segala nikmatNya.

Geofisika
“Si Raksasa Berputar”
oleh Dian Hidayat, ST*


Sebuah angin tornado yang cukup besar untuk menyapu rumah-rumah dan melumatkan sebuah kota hingga menjadi puing-puing.

Alam kehidupan kita begitu banyak menampilkan beragam fenomena, baik yang rahasianya sudah maupun belum terpecahkan. Allah, sang Pencipta alam semesta beserta segala yang ada didalamnya, menciptakan fenomena-fenomena ini sebagai salah satu bukti kekuasaan-Nya. Salah satu yang terkenal dengan amukannya yang dahsyat dan kerusakan yang ditimbulkannya adalah “Si Raksasa Berputar” bernama angin tornado.

Tornado, terkadang disebut juga dengan twister, adalah angin badai merusak berbentuk pusaran udara yang membentang dari bagian bawah awan jenis kumulonimbus ke permukaan bumi. Bentuknya dapat berupa corong yang sempit, silinder panjang atau tali yang memanjang dari bawah awan tersebut. Awan kumulonimbus adalah awan penyebab terjadinya badai, tak heran jika kemunculan tornado umumnya didahului oleh proses terjadinya badai.

Tekanan udara di dalam inti pusaran tornado diperkirakan 10 persen lebih rendah dari tekanan di luarnya. Hal ini menyebabkan udara yang berada di permukaan tanah akan mengalir ke dalam tornado dari segala arah. Seketika masuk, udara tersebut akan bergerak membentuk spiral ke atas, mengembang dan mengalami pendinginan secara adiabatis. Bila proses ini terjadi hingga di bawah titik pengembunan, maka akan dihasilkan awan gelap berbentuk corong yang bergerak sambil membawa debu dan serpihan. Debu, serpihan bahkan puing-puing yang berterbangan ini menunjukkan adanya pusaran udara yang kuat. Tornado dengan pusaran lemah yang nampak di atas permukaan air pada daerah tropis dan subtropis disebut waterspouts.


Di bulan Februari 1988, sebuah angin topan telah menimpakan kerusakan hebat saat melanda Florida. Topan tersebut meluluhlantakkan bangunan dan melemparkan mobil-mobil ke atas bangunan.

Keadaan yang memungkinkan pembentukan tornado baru sebagiannya yang dipahami. Telah diketahui, keadaan ini hampir selalu ada hubungannya dengan ketidakstabilan penyamarataan tekanan udara lembab dan udara kering saat terjadinya badai. Penurunan kelembaban secara cepat menghasilkan pergolakan udara. Udara kering biasanya bergerak dengan cepat dari barat dan udara lembab di bawahnya biasanya bergerak ke arah kutub. Hal ini menyebabkan terjadinya gerakan udara yang berbelok ke atas atau mensiklon, yakni berpusar dan bergerak dengan keras mengelilingi suatu pusat. Pembelokan mensiklon ini mungkin merupakan penyebab mengapa tornado hampir selalu berputar seperti siklon.

Tornado rata-rata memiliki garis tengah beberapa ratus meter hingga lebih dari 1 kilometer. Biasanya awan corong yang terbentuk membentang ke bawah dan berada di tanah hanya untuk beberapa menit. Selama waktu itu tornado bergerak sejauh 1 atau 2 kilometer. Namun sejumlah tornado yang lebih besar dapat beberapa jam tetap berada di atas tanah dengan meninggalkan jalur kerusakan puluhan kilometer. Lebar jalur tersebut bisa hingga 400 meter. Kecepatan pergeseran tornado dapat mencapai 40 meter perdetik dengan kecepatan putaran angin hingga 130 meter perdetik.

Kawasan dunia tempat timbulnya tornado meliputi Amerika Serikat, Jepang, India, negara-negara Skandinavia, sebagian negara di Afrika, Amerika Selatan dan Oceania. Meskipun begitu, Amerika Serikat, terutama di tiga negara bagiannya yakni Kansas, Texas dan Oklahoma adalah daerah yang paling sering dilanda tornado. Kawasan Amerika Serikat bagian tengah di tempat ketiga negara bagian itu berada memiliki semua syarat untuk terjadinya badai dan angin tersebut. Hal ini disebabkan kondisi geografisnya yang unik. Di sana ada udara hangat dan lembab yang berasal dari arah khatulistiwa yakni kawasan teluk Meksiko serta udara kering yang berhembus dari wilayah Rocky Mountain yang membentang ribuan kilometer dari utara ke selatan. Bila ditinjau dari kondisi geografis, sepertinya tidak ada bagian lain di dunia yang memiliki perpaduan begitu khas seperti di kawasan ini. Pegunungan Andes misalnya, tidak seluas Rocky Mountain, begitu pula dengan pegunungan Himalaya. Udara yang datang dari lepas pantai teluk Meksiko lebih hangat dan lembab dibandingkan udara yang datang dari lepas pantai Mediterania. Hal inilah yang membuat kawasan ini begitu akrab dengan tornado.

Kekuatan dan kecepatan rotasi angin dari sebuah tornado – terutama bila mencapai 40 meter perdetik – adalah penyebab utama rusaknya bangunan dan konstruksi lainnya. Selain itu perbedaan tekanan udara antara bagian inti dan luar tornado juga menimbulkan dampak dinamis yang sangat menghancurkan. Saat pusat tornado melewati bangunan yang tidak memiliki cukup banyak pintu dan jendela, maka proses penyamarataan tekanan berjalan lambat. Tekanan udara di luar gedung turun dengan cepat, sebaliknya di dalam gedung proses ini berjalan lambat. Ketika tekanan udara dalam gedung melebihi tekanan udara di luarnya, hasilnya adalah gaya tekan keluar yang cukup besar. Sebagai contoh, bila tekanan di dalam gedung 1 pon perinchi lebih besar dari tekanan di luarnya, maka gaya tekan yang dialami oleh langit-langit bangunan berukuran 10 x 10 kaki persegi adalah sebesar 14400 pon atau setara dengan berat massa 6545 kilogram. Gaya sebesar ini benar-benar akan menerbangkan atap dan mendesak dinding keluar yang kemudian dibawa terbang oleh angin. Korban luka-luka maupun korban jiwa yang terjadi umumnya disebabkan tertimpa reruntuhan ataupun tersambar puing-puing yang berterbangan ini.


Pemandangan berupa tumpukan kapal boat setelah angin topan melintasi Florida di bulan Februari 1988.

Bedasarkan hasil penelitian, kandungan energi rata-rata sebuah tornado mencapai 100 gigajoule(1011 joule) yang setara dengan seperseribu energi ledakan 20 kilo ton bom atom yang dijatuhkan di Nagasaki menjelang akhir perang dunia II. Sungguh kandungan energi yang sangat dahsyat, sehingga daerah yang dilanda tornado sering luluh lantak seperti daerah yang baru dibombardir pada suatu peperangan.

Serangan tornado di kota Illinois pada Maret 1925, hancurnya kota Guin di Alabama pada Februari 1974, kota Rochster di Indiana pada April 1974 dan banyak tempat lain adalah daftar panjang kehancuran akibat amukan tornado. Besarnya kerugian, korban luka-luka dan kematian yang terjadi semakin diperparah dengan kedatangan tornado yang selalu datang tiba-tiba.

Hingga sekarang, tornado banyak meninggalkan hal-hal yang menakjubkan dan sulit diterima akal manusia. Tertancapnya batang jerami pada papan yang tebal, potongan kayu yang menembus pipa besi, tercabutnya pohon-pohon besar, bahkan pada tahun 1931 dilaporkan ada sebuah kereta api seberat 83 ton terangkat setinggi 24 meter di udara bersama 117 penumpangnya. Juga pernah tampak sejumlah anjing, kucing bahkan babi “berterbangan” di udara saat tornado menyambar suatu kawasan peternakan. Kejadian aneh lainnya adalah kisah kota kecil Codell di negara bagian Kansas yang dilanda tornado setiap tanggal 20 Mei secara berturut-turut pada 1916, 1917 dan 1918, dan banyak kisah lainnya.

Sekarang ini penelitian yang intensif untuk memperkirakan datangnya tornado terus dilakukan dengan tujuan untuk keperluan mengungsikan penduduk ke daerah aman. Dengan usaha ini diharapkan dapat mengurangi bahaya kematian yang ditimbulkannya.

Selain tornado alam masih menyimpan begitu banyak fenomena lainnya yang sekiranya dapat dijadikan pelajaran bagi siapa yang mau berpikir. Atau dapat juga menjadi peringatan dan azab bagi yang menentang perintah Tuhan yang Maha Kuasa. Topan, gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami dan lainnya adalah sebahagian di antaranya. Proses pembentukan tornado, bahan udara yang diperlukan, energi tinggi merusak yang dihasilkan, korban luka dan kematian bahkan kejadian-kejadian aneh dan menakjubkan seiring amukannya menunjukkan betapa Mahabesar dan Mahakuasanya Allah, sang Pencipta alam semesta beserta fenomena-fenomena yang ada didalamnya (Referensi: berbagai sumber).
___________________________________

* Penulis yang lahir di Langsa pada tanggal 25 Mei 1981 ini adalah alumnus Universitas Sumatera Utara, Jurusan Teknik Elektro, tinggal di Jln. Sei Padang No. 115, Medan 20131. Beliau kini menjabat sebagai ketua Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan, Pimpinan Wilayah Ikatan Remaja Muhammadiyah (PW IRM) Sumatera Utara.



Keruntuhan Teori Evolusi
Wajah-Wajah Palsu

Walaupun para evolusionis tidak berhasil menemukan bukti ilmiah untuk mendukung teori mereka, mereka sangat berhasil dalam satu hal: propaganda. Unsur paling penting dari propaganda ini adalah gambar-gambar palsu dan bentuk tiruan yang dikenal dengan "rekonstruksi".

Rekonstruksi dapat diartikan sebagai membuat lukisan atau membangun model makhluk hidup berdasarkan satu potong tulang yang ditemukan dalam penggalian. "Manusia-manusia kera" yang kita lihat di koran, majalah atau film semuanya adalah rekonstruksi.

Yang perlu dicermati di sini adalah seberapa ilmiahkah gambar-gambar tersebut. Oleh karena fosil biasanya ditemukan dalam keadaan tidak tersusun dan tidak lengkap, rekaan apa pun yang didasarkan padanya kemungkinan besar hanyalah hasil khayalan. Pada kenyataannya, rekonstruksi yang dibuat para evolusionis berdasarkan pada sisa-sisa fosil, telah dipersiapkan dengan tepat sesuai dengan tujuan evolusi.

Di sini, kita harus mencermati satu hal penting: pengkajian berdasarkan sisa-sisa tulang tidak dapat mengungkap "jaringan lunak" dari makhluk hidup yang telah mati. Rambut, kulit, hidung, telinga, bibir, atau ciri-ciri muka yang lain dari makhluk hidup tidak dapat ditentukan dari peninggalan tulang-belulangnya. Bagi pendukung gigih evolusi, untuk merancang makhluk hidup khayalan dengan membentuk jaringan-jaringan lunak sebagaimana yang ia inginkan sangatlah mudah.


Sketsa para evolusionis melukiskan makhluk khayalan, bahkan hingga lingkungan kehidupan masyarakatnya. Lukisan ini tidak didasarkan pada bukti apa pun melainkan hanyalah sebagai alat propaganda.


HATI-HATI DENGAN JARINGAN LUNAK!

Jaringan lunak seperti mata, hidung, telinga, kulit, dan rambut tidak meninggalkan petunjuk apa pun dalam catatan fosil. Tetapi, para evolusionis membentuk jaringan ini sekehendak mereka dalam rekonstruksi yang mereka buat di bengkel kerja mereka, dan menghasilkan makhluk "separuh kera-separuh manusia" sebagaimana yang kita lihat ini.

Earnest A. Hooton dari Harvard University, menerangkan hal ini sebagai berikut:

Usaha untuk mengembalikan jaringan lunak adalah pekerjaan yang sungguh lebih berbahaya. Bibir, mata, telinga dan ujung hidung tidak meninggalkan petunjuk pada bagian-bagian tulang yang berada di bawahnya. Dengan alat bantu yang sama, anda dapat menyerupakan tengkorak Neanderthaloid dengan ciri-ciri simpanse atau wajah seorang filsuf. Seluruh restorasi jenis-jenis manusia purba ini memiliki sangat sedikit nilai ilmiah, itupun kalau ada, dan kemungkinan besar hanya akan menyesatkan masyarakat… Jadi janganlah percaya pada rekonstruksi. (Earnest A. Hooton, Up From The Ape, New York: McMillan, 1931, hal. 332

Lukisan N. Parker.National Geographic, September 1960 Lukisan Maurice Wilson Muncul di Sunday Times, 5 April 1964
TIGA WAJAH ZINJANTHROPUS
Para evolusionis telah melangkah terlalu jauh dalam membuat gambar khayalan hingga mereka berani membuat gambar-gambar wajah berbeda dari satu tengkorak yang sama. Tiga gambar rekonstruksi berbeda yang dibuat untuk sebuah fosil yang diberi nama Australopithecus robustus (Zinjanthropus) ini adalah salah satu contohnya.

Evolusionis menghidupkan kembali makhluk hidup yang hanya ada dalam khayalan mereka dengan metoda "rekonstruksi" dan menyebarluaskannya kepada masyarakat sebagai "nenek moyang mereka". Ketika mereka tidak mampu menemukan makhluk "setengah manusia setengah kera" dalam catatan fosil, mereka memilih membohongi masyarakat dengan membuat gambar-gambar palsu.

Contoh terkenal lain hasil khayalan para evolusionis adalah skandal "Manusia Nebraska". Skandal ini dibuat pada tahun 1922 berdasarkan sebuah gigi geraham yang ditemukan di Nebraska, Amerika Serikat. Tanpa bukti tambahan selain gigi ini, para evolusionis membuat dan menyebarluaskan gambar khayalan Manusia Nebraska dan "istrinya". Pada tahun 1929 terungkap bahwa gigi tersebut ternyata berasal dari seekor babi liar.

Iptek Anak
KUPU-KUPU
Keajaiban Warna Warni

Tahukah kalian bahwa kupu-kupu tidak mempunyai sayap ketika mereka dilahirkan? Benar sekali! Kupu-kupu lahir tanpa sayap. Mereka harus melalui beberapa tahap untuk menjadi kupu-kupu yang kalian saksikan jika pergi ke pedesaan atau taman. Beberapa jenis kupu-kupu mempunyai masa hidup satu sampai dua bulan sementara yang lain hanya hidup sekitar 24 jam. Kupu-kupu keluar dari telur sebagai ulat kecil. Segera, mereka tumbuh menjadi ulat yang lucu dan memulai tahap kedua dari kehidupan kupu-kupu.

Tubuh ulat terbagai dalam 14 – 15 benjolan. Ia juga mempunyai mata kecil di kepalanya, dan rahang untuk mengunyah. Pada bagian depan tubuhnya terdapat delapan kaki. Ketika masih berupa ulat, kupu-kupu tidak punya sayap dan sungutnya sangat pendek. Sementara itu kelenjar ludahnya mengeluarkan semacam benang.

Ulat tidak bertambah panjang saat tumbuh, hanya beratnya yang bertambah. Untuk itu, ulat perlahan-lahan mengelupas kulitnya dan menggantinya dengan kulit yang lebih pas dengan tubuhnya yang membesar. Ulat merupakan makanan yang lezat bagi burung pemakan serangga. Oleh karena itulah Allah telah mengajari ulat berbagai cara pertahanan diri. Saat menegakkan badan, beberapa di antaranya mirip dengan ranting, ada yang menyamarkan diri dengan diam pada daun yang sewarna dengan tubuhnya, sementara yang lain berpura-pura mati. Cara-cara pertahanan diri tersebut sangat penting untuk kelangsungan hidup mereka. Berkat hal tersebut, mereka tetap hidup dan tumbuh menjadi kupu-kupu.

Ketika tumbuh menjadi kupu-kupu, cara penyamaran seperti itu masih mereka lakukan. Kupu-kupu hidup di daerah yang sesuai dengan warna tubuhnya. Tapi bagaimana kupu-kupu tersebut mengetahui bahwa warna mereka sesuai dengan lingkungannya? Bukankah mereka tidak bisa melihat diri mereka sendiri? Bagaimana mereka yakin bahwa mereka aman? Tentu saja, mereka tidak dapat melihat dan yakin akan itu semua. Allah, Penciptanya, telah meletakkan kupu-kupu di tempat yang paling sesuai untuk dapat hidup dengan aman.

Allah adalah “Pengasih” dan “Pelindung”, dan sebagai perwujudan dari nama-nama itu, Ia memberikan berbagai kemampuan pada makhluk-Nya agar dapat melindungi diri dari bahaya. Jika tidak, kupu-kupu tidak akan pernah berpikir bahwa mereka harus melindungi dirinya. Akibatnya, mereka tidak akan pernah mempunyai cara pertahanan diri seperti dengan penyamaran. Yang telah menciptakan cara-cara tersebut sehingga membuat hidup menjadi mudah adalah Allah, Pencipta langit dan bumi ini serta semua di antara keduanya.

Ulat, yang tumbuh di bawah perlindungan cara pertahanan diri yang diajarkan oleh Allah, akhirnya mencapai tahap ketiga dalam kehidupannya. Pada tahap ini, ia mengisi perut sebanyak-banyaknya dengan dedaunan sampai seperti akan pecah. Kemudian, ulat mengurung diri dalam sebuah kantung dan mulai bermetamorfosis.

Kulit keras yang terbentuk membungkus tubuh ulat pada tahap ini disebut sebagai “kepompong”. Di dalamnya, ia tinggal dan tidak makan apa pun. Pada tahap ini, ia menggunakan energi dari dedaunan yang telah dimakannya saat masih berupa ulat. Kepompong ini menempel pada daun, batu atau dahan pohon. Jika kalian menemukannya, perhatikanlah, karena, saat kalian memperhatikan ulat dalam kepompong itu, kalian dapat melihat bakal sungut dan anggota badan lain yang akan terbentuk saat menjadi kupu-kupu.

Setelah kira-kira sepuluh hari, dengan merobeknya dalam beberapa menit, kupu-kupu muncul dari dalam kepompong tersebut. Pada saat itu, sayap kupu-kupu belum mencapai ukuran yang normal. Pada tahap keempat ini, untuk meregangkan sayapnya itu, kupu-kupu mengisi pembuluh pada sayapnya dengan cairan tubuhnya. Saat sayap tersebut telah kering, seketika itu juga ia mulai terbang tanpa berlatih. Sayap tersebut juga membantunya bernapas.

Seperti kalian lihat, bahkan seekor kupu-kupu kecil adalah satu keajaiban besar yang diciptakan oleh Allah. Para peneliti telah melakukan penelitian untuk menjawab pertanyaan: “Bagaimana seekor ulat memutuskan untuk berubah menjadi kupu-kupu?” Metamorfosis ini hanya terjadi karena Tuhan kita menghendaki hal itu. Allah memperlihatkan kepada kita betapa beraneka ciptaan yang dapat Dia buat, dan betapa menakjubkan cara yang Dia tetapkan untuk merubahnya.

Keistimewaan lainnya adalah sayap kupu-kupu tertutup dengan sisik-sisik lembut. Sayap tersebut terdiri atas sisik-sisik yang tersusun satu di atas yang lain. Bagaimana menurut kalian hal tersebut bisa terjadi?

Apakah sisik tersebut bergabung bersama secara kebetulan dan membentuk sayap dengan begitu sempurna? Apakah sisik-sisik tersebut secara tiba-tiba bersatu untuk membentuk sebuah sayap? Apakah kupu-kupu sendiri yang menempelkan sisik-sisik tersebut untuk membentuk sayap? Apakah kupu-kupu sendiri yang melekatkan sayap itu di punggungnya?

Kupu-kupu tidak dapat melihat punggungnya. Tapi dia mempunyai pola simetris yang sempurna di punggungnya yang tidak pernah ia lihat. Sisik-sisik itu disusun sedemikian rapi sehingga pola di kedua sayap tersebut benar-benar sama. Jika kalian mengukur pola-pola itu dengan penggaris, kalian akan melihat bahwa ukurannya sama persis.

Semua ini menunjukkan keahlian, luasnya pengetahuan, dan tak terbatasnya kekuatan Tuhan kita. Setelah melihat ini semua, kita seharusnya mengambil hikmah dari mereka dan tunduk kepada- Nya.

Fisika
BERKAT GAYA GESEK

Terdapat hukum-hukum dasar yang tidak dapat berubah di alam semesta, yang mempengaruhi seluruh makhluk yang bernyawa ataupun yang tak-bernyawa. Hukum-hukum tersebut merupakan bukti yang menggambarkan kesempurnaan dalam penciptaan alam semesta sebagaimana makhluk hidup yang sempurna, yang hidup di dalamnya. Saat ini, petunjuk tersebut dihadapkan kepada kita sebagai hukum-hukum fisika yang begitu banyak ditemukan oleh para fisikawan. Hukum yang secara resmi diterima sebagai "hukum fisika" tak lain merupakan bukti kesempurnaan ciptaan Allah. Mari kita lihat beberapa contoh kesempurnaan rancangan di alam semesta.


Bukan Sekedar Gaya

Apa yang terjadi jika gravitasi (gaya tarik bumi) lebih besar dari sekarang? Berlari dan berjalan menjadi mustahil. Manusia dan hewan akan mengeluarkan jauh lebih banyak tenaga untuk bergerak. Ini berarti akan menguras lebih banyak sumber daya tenaga bumi. Bagaimana jika gaya tarik bumi kurang kuat? Benda ringan pun tidak akan mampu mempertahankan keseimbangan mereka. Misalnya, serpihan debu yang dibawa oleh hembusan angin akan mengambang di udara dalam waktu lama. Kecepatan tetesan hujan akan menurun, dan tetesan itu mungkin akan menguap sebelum mencapai tanah. Sungai-sungai akan mengalir lebih lambat sehingga arus listrik tidak akan diperoleh dengan laju keluaran yang sama.

Semuanya berakar pada sifat tarikan terhadap benda oleh gaya tarik bumi. Hukum gravitasi Newton menyatakan bahwa gaya tarik gravitasi antara benda-benda tergantung pada massa dan jarak antar-benda tersebut. Karena itu, jika jarak antara dua bintang meningkat tiga kali, maka gaya gravitasi akan menurun sebesar sembilan kali, atau jika jaraknya menurun setengahnya, gaya gravitasi akan membesar 4 kali lipat.

Hukum ini membantu menjelaskan letak bumi, bulan dan planet saat ini. Jika hukum gravitasi berbeda, misalnya, jika gaya gravitasi meningkat ketika jaraknya menjauh, maka garis edar planet tidak akan berbentuk bulat lonjong dan planet-planet itu akan jatuh ke matahari. Jika gravitasi melemah, bumi akan berada pada kedudukan yang tetap jauh terhadap matahari. Jadi, jika gaya gravitasi tidak memiliki nilai yang tepat, maka bumi akan bertabrakan dengan matahari atau bahkan hilang di angkasa yang luas.


Berkat Konstanta Planck

Kita menjumpai bentuk energi yang berbeda sepanjang waktu. Misalnya, panas yang kita rasakan di depan api pun telah diciptakan dengan keseimbangannya yang rumit.

Dalam fisika, energi dianggap memancar tidak dalam bentuk gelombang, melainkan dalam jumlah tertentu yang disebut "kuantum." Dalam memperhitungkan energi yang terpancar, nilai tertentu yang tak berubah yang disebut Konstanta Planck digunakan di sini. Angka ini secara umum cukup kecil sehingga dapat diabaikan. Angka ini adalah salah satu bilangan dasar dan tak berubah di alam, yang rata-rata dinyatakan sebagai 6,626x10-34. Dalam setiap keadaan yang menyangkut pancaran energi (radiasi), jika energi suatu foton dibagi dengan frekuensinya, hasilnya akan selalu sama dengan konstanta ini. Seluruh bentuk energi elektromagnetik (magnet listrik), yakni panas, cahaya, dan lain-lain, ditentukan oleh Konstanta Planck.


Seluruh bentuk energi elektromagnetik, yakni panas, cahaya, dll. diatur menurut konstanta Planck. Seandainya angka yang amat kecil ini merupakan besaran yang berbeda, maka panas yang kita rasakan di depan api bisa menjadi jauh lebih panas. Jika angka ini jauh lebih besar, api yang sangat kecil bisa mempunyai energi yang cukup untuk membakar kita, sebaliknya, jika konstanta ini jauh lebih kecil, bahkan bola api raksasa seukuran matahari tidak akan cukup untuk menghangatkan bumi.

Jika bilangan yang sangat kecil ini berbeda ukurannya, maka panas yang kita rasakan di depan api dapat menjadi jauh lebih panas atau sebaliknya menjadi lebih dingin. Misalnya, jika konstanta ini lebih besar nilainya, api yang terkecil bisa mengandung energi yang cukup untuk membakar kita. Sebaliknya, bola api raksasa seukuran matahari sekali pun bisa takkan cukup untuk menghangatkan bumi jika nilai konstanta ini jauh lebih kecil nilainya dari yang sekarang.


Andai Dunia Tanpa Gesekan

Gaya gesek pada umumnya dianggap merugikan, karena gaya ini terjadi ketika kita menggerakkan sesuatu dalam keseharian kita. Namun, bagaimana jadinya dunia ini jika gaya gesek benar-benar tidak ada? Pena dan kertas akan meluncur dari tangan kita dan jatuh ke meja terus ke lantai, meja akan terpeleset ke pojok ruangan, singkatnya, seluruh benda akan terjatuh dan berguling hingga segalanya pada akhirnya berhenti di tempat terendah. Dalam dunia tanpa gesekan, seluruh ikatan akan terbuka, mur dan paku akan terlepas, tak ada mobil yang pernah bisa direm, sementara suara pun tidak akan pernah diam, melainkan terus menggema tak henti.



Semua produk teknologi memanfaatkan gaya gesek dalam beragam bentuknya. Mesin kendaraan bekerja dengan memanfaatkan gaya gesek ini.

Seluruh hukum fisika ini merupakan bukti nyata bahwa alam semesta, sebagaimana halnya semua makhluk di dalamnya, merupakan hasil suatu rancangan ilahi. Dan memang, hukum fisika tidak lain hanyalah penjelasan dan penggambaran manusia akan keteraturan ilahi yang Allah ciptakan. Allah telah menciptakan hukum aturan yang tak berubah di alam semesta dan menciptakannya untuk kepentingan manusia sehingga manusia dapat merenungkannya serta memahami kebesaran Allah dan bersyukur atas nikmat-Nya.

Kita dapat terus memberikan contoh yang tak terhingga untuk menggambarkan keteraturan ciptaan Allah. Setiap yang diciptakan sejak terbentuknya alam semesta jutaan tahun yang lalu telah dijadikan dengan seluruh Ilmu dan Kebesaran Allah. Dialah Pencipta Maha Sempurna dan kepadaNyalah hendaknya kita bersyukur dan menghamba.

Sejarah
BUKAN UNTUK BERTIKAI
(Ada Apa dengan Perang Dunia? – bagian ke-6 - HABIS)


Pembantaian kejam dilakukan terhadap penduduk Yahudi, Gipsi, Polandia dan tawanan perang dari negara lain di kam-kam tawanan yang didirikan oleh Nazi selama perang. Foto ini diambil oleh pasukan Amerika yang membebaskan kam tawanan Buchenwald.

Tentara Nazi melakukan pembantaian besar-besaran di setiap wilayah yang mereka duduki di Eropa Timur. Terutama sekali, mereka melakukan tindakan tanpa kenal ampun terhadap bangsa Yahudi, Gipsi, Polandia, dan Slavia, kelompok yang mereka anggap lebih rendah daripada mereka. Satuan SS Nazi khusus yang dibentuk terutama untuk mengadakan pembantaian ini, mulai membunuh semua kelompok sasaran mereka, terutama bangsa Yahudi. Semua wilayah yang sudah diduduki dipenuhi mayat yang tewas dan orang-orang selamat yang meratapi mereka. Para pendeta dan tempat-tempat ibadat merupakan sasaran yang paling disukai oleh Nazi. Mereka membakar dan menghancurkan semua gereja dan membunuh para agamawan.

Kekejaman Nazi benar-benar tampak di pusat-pusat tawanan mereka. Bangsa Yahudi, Gipsi, tahanan perang, dan pendeta Katolik dipaksa bekerja keras layaknya budak. Barak tawanan ini tak ubahnya rumah pejagalan manusia. Berjuta-juta lelaki, perempuan, dan anak-anak yang tak bersalah dibantai secara kejam dengan cara yang dirancang untuk membunuh manusia secara massal. Saat barak tersebut dibebaskan, Sekutu disambut oleh puluhan ribu mayat yang diletakkan berdampingan dengan tahanan yang menunggu di pintu kematian. Di dalam barak tawanan Nazi, sejumlah 11 juta orang tidak bersalah kehilangan nyawa mereka.

Pada tahun 1943, makin jelas bahwa Nazi akan kalah perang. Di Stalingrad, bala tentara Hitler menderita kekalahan telak di tangan angkatan bersenjata Soviet. Setelah bencana ini, bangsa Jerman juga kalah dalam perang lainnya di wilayah Kursk, peristiwa yang dikenal sebagai perang tank terbesar dalam sejarah. Kekalahan kini tidak dapat dielakkan. Namun para anggota Nazi, walaupun menarik diri, tetap meneruskan pembantaian. Bertindak atas perintah Hitler, mereka menghancurkan semua wilayah yang mereka lewati dan membunuh rakyat sipil. Pasukan Jerman meninggalkan jutaan mayat dan orang yang selamat yang meratapi saudaranya.

Saat pasukan Sekutu mencapai Berlin, jatuhnya Nazi tidak dapat lagi dielakkan. Namun, pasukan Tentara Merah yang memasuki Berlin menjadi wakil paham kekerasan yang lain lagi. Dalam tahun-tahun berikutnya, sudah demikian jelas bahwa tentara Stalin tidak kalah kejam dan bengisnya dibandingkan dengan tentara Hitler. Hampir sama saja jumlah orang yang binasa di barak tawanan Stalin. Di wilayah yang mereka duduki, serdadu-serdadu Stalin melakukan pembantaian yang serupa dengan kekejian serdadu Nazi.

Tindakan gila yang dikenal sebagai Perang Dunia II meminta korban nyawa 55 juta orang. Dunia telah menjadi saksi bagi bentuk lain upacara setan yang menumpahkan darah. Padahal, Allah menyuruh manusia mengikuti jalan damai dan aman, bukan jalan setan: Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara menyeluruh, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. Al Baqarah, 2:208)

IDEOLOGI DI BALIK PERANG DUNIA


Dalam bukunya Mein Kampf, Hitler menulis: “Yahudi membentuk suatu ras pesaing yang lebih rendah dari manusia, ditakdirkan oleh garis keturunan mereka menjadi buruk, seperti halnya ras Nordik [Jerman] ditetapkan sebagai kelas bangsawan... Sejarah akan berpuncak pada imperium baru berumur ribuan tahun dengan kemegahan tak tertandingi, yang didasarkan pada tingkatan ras baru sebagaimana dikehendakai alam itu sendiri.”

Kedua perang dunia di abad lalu yang pernah kita jalani, memberikan pelajaran penting bagi kemanusiaan. Kedua tragedi ini menunjukkan bahwa perang bukanlah semata-mata akibat pertikaian kepentingan yang wajar antar-negara, karena pertikaian semacam itu dapat diselesaikan melalui jalur perundingan. Penyebab perang sebenarnya adalah ideologi manusia, yang membuat keputusan untuk mengejar ideologi itu. Ini adalah ideologi yang menganggap pertempuran, pertumpahan darah, dan menimbulkan penderitaan sebagai unsur sifat dasar manusia, dan inilah penyebab nyata kekejaman. Ideologi ini disebut Darwinisme Sosial. Ini merupakan kepercayaan bahwa manusia adalah sejenis hewan semata yang hadir akibat serangkaian peristiwa kebetulan. Perang Dunia I adalah buah dari sikap para pemimpin Eropa yang secara terbuka menyatakan pandangan Darwinis mereka.

Orang-orang yang bertanggung jawab terhadap Perang Dunia II juga memiliki keyakinan yang kuat terhadap Darwinisme Sosial. Hitler meminjam ideologi rasis ini dan keyakinannya terhadap perang dari Darwinisme. Riwayat hidupnya, Mein Kampf (Perjuanganku), melambangkan penyesuaian atas gagasan Darwin tentang “perjuangan bertahan hidup.”

Pada tahun-tahun awalnya, saat bekerja sebagai wartawan, pemimpin fasis Italia, Mussolini adalah seorang tokoh evolusi yang setia, sehingga dia menganggap Darwin sebagai “pemikir terbesar di abad ke-19.” Selama pemerintahan diktatornya, dia mempertahankan ideologi yang sama dan menyatakan bahwa terjadinya perang adalah sebuah “hukum evolusi.”

Walaupun dididik sebagai pendeta selama masa mudanya, Stalin tidak percaya kepada Tuhan setelah membaca buku Darwin The Origin of the Species (Asal Usul Makhluk Hidup). Selama masa pemerintahannya yang kejam, dia memaksakan teori Darwin dan Lamarck, seorang evolusionis yang bahkan lebih terbelakang lagi, terhadap rakyat Rusia.


KEKEJAMAN DARI IDEOLOGI YANG MENGANGGAP MANUSIA SEBAGAI “SEJENIS BINATANG”
Fasisme, yang merupakan bentuk penerapan di bidang politik dari paham Darwinisme Sosial, menganggap manusia sebagai sejenis binatang, dan meyakini adanya dan perlunya “perjuangan yang kasar demi mempertahankan hidup” antar-ras manusia. Inilah alasan mengapa kaum fasis tega melakukan pembunuhan, bahkan pembantaian, tak terkecuali terhadap wanita dan anak-anak. Untuk melenyapkan ideologi ini, manusia haruslah memahami bahwa dirinya bukanlah sejenis binatang, tapi hamba Allah yang memiliki kewajiban terhadapNya.

Bagi para diktator ini, yang memandang manusia sebagai kawanan hewan, menumpahkan darah hanyalah kejadian hidup yang lumrah. Di balik berbagai pembunuhan itu, kita menemukan keyakinan para diktator terhadap Darwinisme Sosial. Tidak akan ada kedamaian di muka bumi selama Darwinisme Sosial tetap ada. Ideologi ini mengajak bangsa-bangsa, bahkan seluruh peradaban ke dalam perseteruan tanpa akhir. Menurut Darwinisme Sosial, ini adalah tujuan keberadaan umat manusia. Padahal, kenyataannya sangatlah berbeda. Manusia hadir tidak untuk saling bertikai, melainkan untuk mengabdi kepada Allah dan menjalani hidup mereka di bawah petunjuk-Nya. Hal ini memerlukan cinta, rasa saling-memaafkan, dan perdamaian. Bila manusia menyadari hal ini, akan ada akhir untuk peperangan dan air mata, dan kedamaian serta kebahagiaan akan mengemuka. Hal ini diwahyukan di dalam Al Qur’an: Allah menyeru (manusia) ke darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (QS. Yunus, 10:25)

Orang-orang beriman seharusnya saling bekerjasama untuk menebar persahabatan, persaudaraan dan persatuan, karena jika mereka tidak melakukannya, kemelut dan kerusakan akan selalu menghantui dunia. Al Qur’an memaparkan kebenaran yang teramat penting ini: Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para Muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar. (QS. Al Anfal, 8:73). (selesai)

Tafakur
KEBERADAAN JARUM JAHIT
PUN PUNYA MAKNA

Kebanyakan manusia tidak memikirkan makna keberadaan dirinya di dunia ini. Kesibukannya sehari-hari telah menyita sebagian besar waktu, tenaga dan kesempatannya untuk memikirkan hal terpenting dalam kehidupannya. Yakni, untuk mempertanyakan dan mendapatkan jawaban pasti mengapa ia hadir di dunia ini. Seseorang yang mendapatkan jawaban pasti mengapa ia ada di dunia ini, untuk apa ia hidup, mau ke mana arah hidupnya, memiliki sikap hidup yang berbeda dengan mereka yang acuh dengan segala hal tersebut. Orang yang memahami dengan benar arti dan tujuan hidupnya akan berusaha sungguh-sungguh menjalani hidupnya sesuai dengan makna dan tujuan tersebut.

Lihatlah segala yang ada di sekitar kita yang dibuat manusia. Sebutlah satu saja yang terkecil dari semua yang ada. Misalnya jarum jahit. Kini coba pikirkan, mengapa jarum jahit ada di dunia ini? Dengan cepat, kita pasti akan menjawab bahwa benda kecil tajam ini ada untuk membantu manusia menjahit kain atau pakaian, atau untuk kegunaan serupa lainnya. Yang pasti tak pernah sedikit pun terlintas dalam benak siapa pun yang berakal sehat bahwa jarum jahit ada dengan sendirinya tanpa kegunaan apa pun. Dengan pengetahuan ini, kita akan menggunakan jarum jahit sesuai dengan tujuan pembuatannya. Kita bisa pula memanfaatkan jarum jahit untuk kegunaan lain yang sesuai dengan bentuk serta bahan bakunya, misalnya untuk melubangi kertas atau plastik, dan sebagainya. Yang pasti, kita tidak akan menggunakannya untuk hal-hal yang memang tidak cocok seperti: untuk dimakan, untuk menulis atau untuk mengikat benda. Kalau hal ini kita paksakan, maka akan membahayakan diri kita maupun orang lain, atau tidak akan bisa sama sekali karena memang bukan fungsinya.

Sama halnya, manusia adalah wujud yang jauh lebih besar, lebih rumit dan lebih sempurna daripada si mungil jarum jahit. Pastilah keberadaan manusia di dunia ini ada guna dan tujuannya, yaitu menjadi sebaik-baik hamba dari Sang Pencipta, menebar kebaikan dan kemanfaatan bagi manusia lain dan segenap makhluk. Sudah selayaknya manusia mengarahkan kehidupannya sesuai tujuan penciptaan tersebut. Ini adalah kesimpulan dari pemikiran akal sehat. Tidak sepatutnya manusia acuh atau tak peduli akan tujuan keberadaannya. Manusia hendaknya berusaha mengarahkan segenap kegiatannya sehari-hari dalam rangka melaksanakan tujuan hidup ini. Mereka sepatutnya menggunakan seluruh anggota tubuhnya, daya-pikir dan kejiwaannya sesuai dengan fungsi penciptaan masing-masing alat tubuh dan sarana hidup tersebut. Jika tidak, ini akan membahayakan dirinya maupun orang lain, bahkan seluruh isi alam semesta yang lainnya.