Edisi 11/Thn. II/Maret 2004

Editorial

Surat Pembaca

Dari Kami

Bahasan Utama - 1

Bahasan Utama - 2

Bahasan Utama - 3

Bahasan Utama - 4

Alam Satwa

Keruntuhan Teori Evolusi

Tubuh Manusia

Iptek Anak

Dunia Mikroba

Sejarah

Tafakur

Editorial
‘Roti Burger’ dari Langit

Air, serta semua molekul lain di alam, memiki sifat khas. Perubahan kecil pada sifat air yang telah sempurna di setiap rinciannya ini akan berdampak merusak bagi kehidupan. Marilah kita cermati satu saja di antaranya, yakni bentuk tetes air hujan.

Berlawanan dengan pemahaman umum, butir air hujan tidaklah turun dalam bentuk menyerupai tetesan air mata atau bentuk mirip buah salak. Nyatanya, tetesan air hujan berbentuk bulat saat baru saja jatuh meninggalkan awan. Untuk butiran air hujan berukuran kecil, bentuk bulat ini bertahan. Namun, untuk butiran lebih besar, semakin jatuh ke bawah, bentuknya berubah dan lebih menyerupai setengah bola pipih. Dalam bahasa Inggris penampakan ini biasa disebut hamburger-bun shape atau bentuk roti burger: rata di permukaan bawahnya dan melingkar di permukaan atasnya (lihat gambar). Perubahan bentuk ini akibat gaya tekan udara pada permukaan bagian bawah tetesan air hujan yang sedang jatuh ke bumi. Gaya tekan yang berlawanan dengan arah turunnya hujan menyebabkan ratanya permukaan bawah tetesan air hujan. Bentuk ini memperbesar gaya hambat sehingga memperkecil kecepatan jatuhnya air hujan. Rendahnya kecepatan jatuhnya ke bumi menghindari kerusakan hebat akibat tumbukan air hujan.


Tetesan air hujan tidaklah berbentuk sebagaimana tampak pada gambar di sebelah kiri. Tetesan air hujan berbentuk bulat bola saat baru saja jatuh meninggalkan awan. Untuk butiran lebih besar, semakin jatuh ke bawah, bentuknya berubah dan lebih menyerupai bentuk roti burger: rata di permukaan bawahnya dan melingkar di permukaan atasnya. (lihat gambar sebelah kanan, tanda panah menunjukkan arah aliran udara yang dilalui air hujan yang turun ke bumi). Perubahan bentuk ini diakibatkan gaya tekan udara pada permukaan bawahnya. Gaya tekan ini bisa mengakibatkan butiran air hujan berukuran besar pecah menjadi butiran yang lebih kecil. Pada keadaan yang sebenarnya, setetes air hujan mengalami perubahan bentuk dan ukuran selama perjalanannya dari awan ke bumi. Ini salah satunya akibat tumbukan dengan butiran air hujan lainnya

Uraian singkat di atas sudah cukup menyiratkan bahwa hujan bukanlah sekedar air yang turun dari langit begitu saja. Segala yang berkaitan dengan air hujan, bahkan bentuk butirannya sekalipun, diperhitungkan cermat dan dirancang khusus. Air tidaklah ada begitu saja tanpa tujuan, tanpa arahan. Sebaliknya seluruh bagian terperinci air, bahkan seluruh isi alam semesta beserta seluk-beluknya yang terkecil, telah diciptakan secara sempurna oleh Sang Pencipta dengan tujuan menopang kehidupan. Fisikawan Inggris John Polkinghorne menyimpulkan:

Ada kesadaran dan tujuan di balik alam semesta. Banyak petunjuk tentang keberadaan ilahiah ini dalam bagaimana matematika abstrak bisa menembus rahasia-rahasia semesta, yang mendorong kesimpulan bahwa sebuah kecerdasan yang nalar menciptakan dunia. Alam ditata dengan sangat teliti agar memungkinkan munculnya kehidupan dan kesadaran. (“Science Finds God”, Newsweek, 27 Juli 1998)

Surat Pembaca

SAJIKAN FAKTA ILMIAH DI BIDANG LAIN!

Assalamu’alaikum wr.wb.

Sejak membaca edisi perdana dari insight, saya sudah sangat tertarik. Alhamdulillah saya telah memiliki setiap edisi dari insight, tetapi sangat disayangkan karena saya tidak mendapatkan edisi kedua dari buletin ini. Insight sangat bermanfaat bagi saya karena ada sedikit bagian dari Insight yang berkenaan dengan disiplin ilmu yang saya tekuni yakni “kimia”. Usul saya, agar insight dapat juga menyajikan fakta-fakta ilmiah dari bidang ilmu sains lainnya seperti kimia dan fisika. Mudah-mudahan lebih bermanfaat. Terima kasih ya!

Syahrul Khairi (khairi172000@yahoo.com)

TELAT TERBIT

Assalamu’alaikum wr.wb.

Sebelumnya salam kenal dari saya buat kru insight. Saya bersyukur bisa menemui insight, banyak sekali manfaat yang saya dapat setelah membacanya. insight mempunyai kelebihan dibanding buletin lainnya karena artikelnya selalu dikaitkan dengan Al Qur’an dan membuat iman kita kepada-Nya bertambah.Yang saya tanyakan, kenapa kok terbitnya selalu telat sich (akhir bulan), padahal dulu janjinya terbit setiap tanggal 10, hayo gimana? Jangan buat penggemarmu menjadi kecewa. Terima kasih atas perhatian & tanggapannya.

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Nunk2205 (nur_k@najm.tendaweb.com)

USUL TEORI NEBULA

Assalamu’alaikum wr wb.

Pertama kali saya membaca isi majalah ini langsung tertarik dan ingin berlangganan, alhamdulillah untuk mendapatkan majalah ini tidak sulit, karena di kios buku masjid di kota saya selalu menyediakan. Oh ya ... bagaimana kalau insight menampilkan bahasan tentang teknologi informatika & multimedia yang perkembangannya sangat cepat, tentu saja selalu ada berita baru tentang itu. Saya juga mau nanya, apakah bahasan tentang TEORI NEBULA dengan EVOLUSI keberadaan jagat raya sudah pernah dimuat? Kalau sudah pada edisi ke berapa? Karena materi ini selalu masuk pada kurikulum SLTP, sedangkan teori evolusi tsb bertentangan dengan kesempurnaan ciptaan Allah SWT.

Wassalamu’alaikum wr wb.

Zuhaidar Aini Mahfudz, Jl Gurami no. 97 Kauman Bangil 67153, Jawa Timur

REDAKSI INSIGHT:

Terima kasih atas sambutan baik terhadap kehadiran insight. Hal ini sungguh menjadi sumber inspirasi dan pembangkit semangat bagi insight untuk terus berkarya dan mempersembahkan yang terbaik bagi pembaca. Demikian pula dengan segala saran, kritik, usulan, sumbangan ide dari para pembaca, sungguh menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kami. Sebagai informasi, insight selesai cetak pada tanggal 10 setiap bulannya. Keterlambatan sampai kepada pembaca besar kemungkinan dikarenakan alur distribusi yang cukup panjang. Semoga dapat dimaklumi. Pembahasan khusus mengenai Teori Nebula memang belum ditampilkan di insight. Sedangkan seri keruntuhan teori evolusi selalu ada pada setiap edisi. Selamat menyimak!

Pembaca yang beruntung mendapatkan bingkisan dari insight kali ini adalah Zuhaidar Aini Mahfudz. Selamat, ya!

Dari Kami

Assalamu’alaikum wr. wb.

Tak terasa INSIGHT telah menginjak usia satu tahunnya. Di bulan Maret 2003, kami meluncurkan buletin INSIGHT edisi perdana. Selama 12 bulan, banyak perubahan yang telah kami buat, dari perwajahan hingga rubrik. Ini kami lakukan demi menyajikan yang terbaik untuk Anda semua, dengan segenap keterbatasan kami tentunya. Kami sadar, setahun adalah usia teramat belia bagi INSIGHT. Namun kami yakin, setahun yang lewat telah membuahkan banyak pelajaran. Dan yang paling berharga adalah bahwa peningkatan mutu INSIGHT takkan mungkin tercapai tanpa peran Anda, pembaca budiman. Cita-cita INSIGHT demi mewujudkan masyarakat yang berperan membangun iptek yang diiringi pemahaman akan keagungan Pencipta, takkan tercapai tanpa sumbangsih nyata para pembacanya.

Pembaca yang dirahmati Allah, Andalah tulang punggung peradaban bangsa ini. Sumbangsih Anda sebesar apa pun jua, pasti akan berdampak positif bagi tahapan tercapainya cita-cita ini. Semakin banyak orang yang terlibat, semakin besar dan nyata kerja yang dikerahkan, keberhasilan akan semakin cepat terwujud. Cita-cita tersebut meminta Anda lebih dari sekedar membaca baris-baris tulisan buletin ini. Memperkenalkan buletin ini ke rekan Anda, mencoba menulis untuk INSIGHT sesuai bidang keilmuan Anda termasuk yang sangat dibutuhkan guna menggapai tujuan tersebut.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Redaksi

Bahasan Utama - 1
MEMILIKI BANYAK PERAN

Sebagian besar bumi diliputi air. Samudra dan laut melingkupi kira-kira tiga perempat bagian permukaan bumi. Juga ada danau dan sungai yang tak terhitung banyaknya di daratan. Salju yang menutupi puncak-puncak pegunungan tinggi adalah air yang membeku. Sebenarnya, satu bagian penting air bumi ada di langit. Awan mengandung jutaan ton air berbentuk uap. Bahkan udara yang Anda hirup saat ini mengandung sejumlah uap air. Lebih jauh lagi, air menyusun kira-kira 70% tubuh manusia. Ada lebih banyak air di dalam sel-sel kita daripada unsur-unsur lain. Darah yang mengalir di tubuh kita sebagian besarnya adalah air. Singkatnya, tak akan ada kehidupan tanpa air. Air telah dirancang khusus sebagai dasar kehidupan. Air adalah zat yang sifat fisika dan kimianya dirancang untuk kehidupan. Kini, marilah kita lihat beberapa sifat air yang menakjubkan ini.

Andai tak ada uap air...

Di antara sifat fisika air adalah sifat termal (sifat panas). Sifat termal air adalah sifat yang berhubungan dengan penghantaran atau pemindahan panas oleh air. Sifat termal ini meliputi besarnya panas yang diserap atau dilepaskan air untuk menaikkan atau menurunkan suhunya, atau untuk merubah wujudnya menjadi air, uap atau es.

Besarnya jumlah seluruh air laut yang ada di bumi menyeimbangkan suhu bumi. Peran ini mengakibatkan kecilnya perbedaan suhu siang dan malam di wilayah yang berdekatan dengan laut, terutama di pesisir pantai. Di wilayah padang pasir yang jauh dari lautan, perbedaan suhu ini dapat mencapai 400C.

Sifat termal air, yang berkemampuan besar dalam menyerap panas, berperan besar membentuk iklim hangat dan seimbang di bumi. Berkat sifat-sifat molekul air, wilayah lautan yang lebih kaya uap air, menghangat dan mendingin lebih lambat daripada daratan. Itu berarti, sementara beda suhu antara tempat terpanas dan terdingin di daratan bisa setinggi 140 derajat Celcius, di lautan bedanya tak lebih dari 15-20 derajat. Yang sama juga berlaku pada beda suhu antara siang dan malam. Selisih suhu antara siang dan malam adalah 20-30 derajat di daerah kering, namun hanya beberapa derajat di laut. Dan tidak hanya laut, keberadaan uap air di udara juga membentuk keseimbangan yang amat besar. Salah satu akibatnya adalah perbedaan besar antara suhu siang dan malam di gurun-gurun yang kadar uap airnya lebih sedikit, daripada di daerah-daerah pantai yang kandungan uap airnya lebih banyak.

Berkat sifat termal air yang unik ini, beda suhu antara musim panas dan dingin atau siang dan malam terjaga dalam batas-batas yang dapat ditenggang makhluk hidup. Jika terdapat lebih sedikit air di daratan bumi, atau jika sifat termal air sedikit berubah, beda suhu antara siang dan malam akan meningkat. Alhasil, banyak daerah daratan akan menjadi gurun, sehingga kehidupan pun menjadi tidak mungkin.

Pengkajian paling mendalam tentang kesesuaian air bagi kehidupan dihasilkan oleh Lawrence Henderson, seorang profesor di Jurusan Kimia Biologis, Harvard University, Amerika Serikat. Setelah meneliti semua sifat termal air, Henderson menyimpulkan:

Singkatnya, sifat ini nampaknya memiliki tiga hal penting. Pertama, berperan luar biasa untuk menyelaraskan dan mejadikan suhu bumi hangat [tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas]; kedua, memungkinkan pengaturan yang sangat baik terhadap suhu makhluk hidup; dan ketiga, mendorong berlangsungnya daur cuaca. ...dari segi ini tak ada zat lain yang setara dengan air. (Lawrence Henderson, The Fitness of the Environment, Boston: Beacon Press, 1958, hal. 105)

Melarutkan 5 miliar ton zat kimia

Di samping sifat fisikanya, sifat-sifat kimia air juga begitu cocok bagi kehidupan. Yang terutama dari sifat-sifat ini adalah air merupakan pelarut yang hebat. Hampir semua senyawa kimia dapat larut dalam air. Dampak terpenting sifat ini pada kehidupan dapat dilihat di sungai. Tak terhitung banyaknya mineral berguna dan zat kimia semacamnya terbawa ke laut lewat sungai. Dengan cara ini, sekitar 5 miliar ton zat kimia diangkut ke laut setiap tahunnya. Zat-zat ini sangat penting bagi kehidupan di lautan. Lima miliar ton adalah jumlah yang sangat besar, melebihi berat keseluruhan penduduk DKI Jakarta.

Bahasan Utama - 2
BERKAT PERMUKAAN TEGANG

Tumbuhan telah dirancang untuk memanfaatkan sifat tegangan permukaan air yang tinggi. Sifat ini memungkinkan air naik bermeter-meter ke atas, bahkan hingga mencapai dedaunan tertinggi di pepohonan rimba.

Selain sifat yang berhubungan dengan panas dan suhu, air pun memiliki sejumlah sifat fisika lain. Hebatnya, semua sifat ini juga sangat pas bagi kehidupan. Salah satunya adalah nilai tegangan permukaan air yang ternyata sangat besar. “Tegangan permukaan” diartikan sebagai sifat permukaan suatu zat cair yang berperilaku layaknya selapis kulit tipis yang kenyal atau lentur akibat pengaruh tegangan. Ini disebabkan oleh gaya tarik-menarik antar-molekul di permukaan zat cair tersebut. Gaya tarik-menarik ini biasa dikenal dengan istilah ikatan hidrogen, yang merupakan gaya elektrostatik lemah antar-molekul air.

Contoh paling baik pengaruh sifat tegangan permukaan dapat diamati pada air. Tegangan permukaan air sungguh besar sehingga sejumlah peristiwa fisika yang aneh dapat berlangsung karenanya. Misalnya, sebuah cangkir dapat menampung penuh air berjumlah sedikit melebihi volume cangkir itu sendiri. Ini terlihat dari permukaan air tersebut yang beberapa milimeter lebih tinggi dari tinggi mulut cangkir, tanpa airnya tertumpah. Contoh lain: terapungnya sebatang jarum logam yang diletakkan dengan sangat pelan dan hati-hati pada permukaan air yang tenang.

Merangkak ke Atas

Tegangan permukaan air jauh lebih besar daripada zat cair lain yang diketahui. Dampak dari sifat ini terhadap kehidupan sangatlah penting, dan secara nyata dapat diketahui pada tumbuhan.

Berkat besarnya tegangan permukaan, sebatang jarum logam dapat mengapung di permukaan air, sebagaimana tampak pada gambar. Sifat air ini juga memungkinkan air dapat memenuhi cawan melebihi volume cawan. Ini tampak dari permukaan air yang lebih tinggi dari permukaan mulut cawan.

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana tumbuhan dapat mengambil air bermeter-meter jauhnya dari kedalaman tanah? Bagaimana tumbuhan mampu membawa air ini ke ketinggian dahan dan rantingnya tanpa pompa, otot atau sarana pengangkut air lainnya? Jawaban atas pertanyaan ini adalah tegangan permukaan air. Pipa-pipa panjang sempit yang membentuk serabut akar dan batang tumbuhan dirancang dengan memanfaatkan sifat tegangan permukaan air. Semakin tinggi pipa-pipa lembut ini dari dalam tanah, maka garis tengah penampangnya semakin menyempit ke arah ujungnya. Keadaan ini menyebabkan air dengan sendirinya merangkak melewati dinding bagian dalam pipa sempit tersebut dan naik ke atas.

Yang memungkinkan hal ini terjadi adalah, sekali lagi, tegangan permukaan air yang besar. Jika tegangan permukaan ini serendah kebanyakan zat cair lainnya, maka tumbuhan besar seperti pohon yang biasa hidup di tanah kering tidak akan mampu mengangkut air dari kedalaman tanah. Akibatnya pohon ini takkan mampu hidup.

Menghancurkan bebatuan

Akibat lain dari besarnya nilai tegangan permukaan air adalah terjadinya proses penghancuran bebatuan. Karena nilai tegangan permukaannya, air mampu merembes hingga ke celah-celah terdalam dari bebatuan melalui retakan-retakan sempit dan kecil. Dalam celah dan retakan ini, air membeku tatkala suhu di lingkungan sekitar turun hingga titik di bawah nol derajat Celcius. Sebagaimana diketahui, tatkala membeku, air mengalami pemuaian ruang atau volume (sifat anomali air). Air beku yang memuai ini menekan permukaan bagian dalam dari retakan atau celah bebatuan. Besarnya tekanan ini menyebabkan retak yang semakin besar, pada akhirnya bebatuan itu pun pecah. Peristiwa ini sungguh penting. Sebab, pecahnya bebatuan membebaskan mineral-mineral yang terperangkap atau terkandung dalam bebatuan, dan lepas ke lingkungan sekitar. Peristiwa ini juga membantu berlangsungnya proses pembentukan tanah akibat penghancuran alamiah bebatuan secara terus-menerus.

Semua penyelidikan atas air di bumi mengungkapkan adanya rancangan sempurna yang memungkinkan makhluk hidup bertahan di dalamnya. Hikmah dari rancangan ini sangatlah jelas. Tak mungkin rancangan sempurna ini ada begitu saja dengan sendirinya. Rancangan yang tersembunyi pada air, bahkan di setiap rincian alam semesta, adalah bukti paling nyata adanya penciptaan oleh Allah. Dialah yang mengatur segala hal, yang kuasa serta kearifanNya tiada terbatas. Apa pun hukum atau ukuran fisika yang kita kaji di dunia ini, akan terlihat bukan sebagai hasil ketidaksengajaan. Ini semua merupakan sebuah rancangan sempurna.

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah, Yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakanNya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintahNya... (QS. Al A’raaf, 7:54)

Bahasan Utama - 3
ANDAI SEKENTAL MINYAK ZAITUN

Saat mendengar kata “cairan”, orang segera membayangkan zat yang amat mudah mengalir. Padahal, tingkat-tingkat kekentalan cairan amatlah beraneka. Contohnya, kekentalan aspal, gliserin, minyak zaitun, dan asam sulfat, sangatlah berbeda. Perbedaan besar akan tampak ketika semua cairan ini dibandingkan sebagaimana dalam tabel berikut:

Pembandingan sederhana di atas mengisyaratkan satu hal: air memiliki tingkat kekentalan sangat rendah. Dengan kata lain, air sangatlah encer atau amat cair sehingga mudah mengalir. Kecuali beberapa zat cair – seperti eter dan hidrogen cair – dan zat-zat berwujud gas, air tampaknya memiliki tingkat kekentalan terendah.

Sifat encer air sangat penting bagi hidup kita. Jika air sedikit saja lebih kental, maka mustahil darah kita beredar melalui sistem pembuluh kapiler darah. Misalnya, sistem rumit pembuluh darah vena liver kita (tampak di gambar) takkan pernah ada dan berfungsi.

Apakah rendahnya tingkat kekentalan air ada gunanya bagi kita? Apa bedanya jika air sedikit lebih kental atau lebih encer? Profesor Michael Denton menjawab pertanyaan ini:

Jika kekentalan air lebih tinggi, gerakan terkendali makromolekul besar, khususnya bentuk semacam mitokondria dan organel kecil, akan menjadi tidak mungkin; demikian juga peristiwa-peristiwa seperti pembelahan sel. Semua kegiatan utama sel akan terhenti, dan kehidupan sel menyerupai jenis apa pun yang pernah kita kenal mustahil akan terjadi. Perkembangan organisame-organisme tingkat tinggi, yang sangat bergantung pada kemampuan sel bergerak atau beringsut selama pembentukan embrio, pasti mustahil terjadi jika kekentalan air sedikit saja lebih tinggi dari yang ada sekarang. (Michael Denton, Nature's Destiny: How The Laws of Biology Reveal Purpose in the Universe, New York: The Free Press, 1998, hlm. 33)

Sifat encer air tidak hanya penting bagi pergerakan di tingkat sel, akan tetapi berguna pula bagi sistem peredaran darah. Seluruh makhluk hidup berukuran tubuh lebih dari seperempat milimeter memiliki sistem peredaran terpusat. Tanpanya, zat makanan dan oksigen mustahil dapat diedarkan merata ke seluruh bagian tubuh. Dengan kata lain, zat makanan dan oksigen takkan dapat diserap oleh sel-sel, dan sisa-sisa zat makanan atau zat sampah lainnya tidak dapat dibuang.

Terdapat banyak sel yang menyusun tubuh makhluk hidup. Karenanya, sangat penting bagi zat makanan, oksigen dan energi yang telah masuk ke dalam tubuh untuk diedarkan merata (dipompa) ke seluruh sel-sel melalui semacam “selang” atau “pipa”. Sama halnya, pipa-pipa serupa juga diperlukan untuk membawa dan membuang zat-zat sampah. “Pipa” ini adalah pembuluh darah vena dan arteri, yang merupakan bagian dari sistem peredaran darah. Jantung adalah pompa yang mendorong bekerjanya sistem ini agar terus-menerus mengalir.

Rendahnya tingkat kekentalan air sangatlah penting bagi seluruh makhluk hidup, tak terkecuali tumbuhan. Pembuluh halus pada daun, sebagaimana tampak pada gambar, mampu mengalirkan air karena sifat encernya.

Cairan yang dipompa dan dialirkan dalam darah sebagian besarnya tersusun atas air. Darah tersusun atas cairan bening yang disebut plasma darah. Selain itu, darah juga berisi partikel-partikel kecil seperti sel-sel darah, protein, dan hormon – warna merah darah dihasilkan oleh partikel sel darah merah. Sekitar 95% penyusun plasma darah adalah air.

Inilah sebab mengapa tingkat kekentalan air sangatlah penting bagi bekerjanya sistem peredaran darah dengan baik. Jika air sekental aspal, misalnya, maka jantung takkan mampu memompanya. Jika air sekental minyak zaitun (sekitar satu juta lebih encer daripada aspal), jantung mungkin masih mampu memompanya, meskipun sulit. Tapi, darah sekental minyak zaitun takkan mampu mencapai dan melewati seluruh miliaran pembuluh darah kapiler yang meliputi tubuh kita. Pipa atau pembuluh darah kapiler adalah pembuluh darah yang berukuran sangat kecil.

Begitulah, air “benar-benar pas dan sesuai” untuk kehidupan. Tingkat kecocokan ini tak dapat disandingkan dengan cairan lain mana pun. Bagian terbesar planet bumi ini seluruhnya cocok untuk kehidupan, dan dilingkupi dengan air berjumlah tepat dan sesuai untuk kehidupan. Jelas, ini semua bukanlah kebetulan belaka atau ada dengan sendirinya. Pastilah terdapat perancangan dan penghitungan sengaja untuk tujuan tertentu.

Dengan kata lain, sifat fisika air di atas memperlihatkan kepada kita bahwa air diciptakan secara istimewa dan khusus untuk kehidupan. Bumi, yang sengaja diciptakan untuk dihuni manusia, dihidupkan dengan air, yang secara khusus dibuat untuk menjadi sandaran utama hidup manusia. Dengan air, Allah telah mengaruniai hidup kepada kita, dan dengannya Allah menumbuhkan dari tanah beragam sumber makanan yang menyehatkan kita. Jika demikian halnya, patutkah kita tidak bersyukur dan menyembah Allah?


Kita perlu membelah sehelai rambut menjadi 20 atau 30 helai searah panjangnya (sebagaimana kita membelah bambu) untuk mendapatkan rambut setipis pembuluh darah kapiler. Mampukah Anda melakukannya?
Tugas pipa atau pembuluh darah kapiler adalah mengalirkan oksigen, zat makanan, hormon dan zat-zat lain yang terkandung dalam darah dan yang diperlukan untuk hidup ke segenap sel di seluruh bagian tubuh. Jika jarak sel lebih dari 50 mikrometer jauhnya dari jalur yang dilalui seutas pembuluh kapiler (1 mikrometer = seperseribu milimeter), maka sel itu tak dapat menikmati layanan yang disediakan oleh pembuluh kapiler tersebut. Dengan kata lain, sel-sel yang berjarak 50 mikrometer atau lebih jauhnya dari pembuluh kapiler takkan mendapat jatah ‘makanan’, dan akan mati kelaparan.

Inilah mengapa tubuh manusia diciptakan dengan jaringan pembuluh darah kapiler yang melingkupi seluruh bagian tubuh. Manusia sehat memiliki sekitar 5 miliar pembuluh kapiler. Jika seluruhnya dibentangkan, panjang keseluruhan pembuluh ini akan mencapai sekitar 950 kilometer. Ini kurang lebih sejauh panjang pulau Jawa. Pada sejumlah hewan menyusui, terdapat sekitar 3.000 pipa kapiler dalam satu sentimeter persegi jaringan otot. Jika Anda mampu menggulung sepuluh ribu utas pembuluh kapiler terkecil dalam tubuh manusia, maka bundelan yang dihasilkan akan setebal arang pensil.

Ketebalan atau garis tengah sehelai pembuluh kapiler ini berkisar antara 3-5 mikrometer, atau 0,003-0,005 milimeter. Andaikan tebal rambut kita adalah sepersepuluh milimeter, maka kita perlu membelah sehelai rambut menjadi 20 atau 30 helai searah panjangnya (sebagaimana kita membelah bambu) untuk mendapatkan rambut setipis pembuluh kapiler tersebut.

Darah mengalir melewati jaringan pembuluh darah yang panjang dan rumit. Semakin mendekati ujungnya, garis tengahnya semakin menyempit, sehingga membentuk pembuluh darah yang halus (kapiler). Jika darah hendak melewati saluran yang semakin menyempit di ujungnya tanpa tersumbat atau terhambat, darah pastilah harus cair (encer). Syarat ini telah terpenuhi berkat rendahnya tingkat kekentalan air, yang membentuk 95% bagian dari plasma darah. Menurut profesor Michael Denton, pakar biologi molekuler Universitas Otago, Selandia Baru, jika air sedikit saja lebih kental dari yang sekarang, maka sistem peredaran darah akan menjadi sama sekali tidak berguna:

Sistem kapiler akan bekerja hanya jika cairan yang dipompa melalui pipa-pipa penyusunnya mempunyai kekentalan sangat rendah. Kekentalan rendah itu penting karena laju aliran berbanding terbalik dengan kekentalan... Dari sini, mudah dipahami bahwa jika kekentalan air bernilai hanya beberapa kali lebih tinggi daripada yang sekarang, memompa darah lewat sebuah pembuluh kapiler akan memerlukan tekanan amat tinggi, dan hampir semua sistem peredaran akan tidak dapat bekerja... Jika kekentalan air sedikit saja lebih tinggi dan jika kapiler terkecil yang digunakan bergaris tengah 10, bukannya 3 mikrometer, maka kapiler-kapiler ini akan harus menempati semua bagian jaringan otot agar memberikan cukup persediaan oksigen dan glukosa. [Jika ini yang terjadi] maka pastilah perancangan bentuk-bentuk kehidupan tingkat tinggi akan tidak mungkin atau sangat dibatasi... Jadi, tampaknya, kekentalan air haruslah mirip seperti yang sekarang ini jika harus berperan sebagai sarana penyokong kehidupan. (Michael Denton, Nature's Destiny:How The Laws of Biology Reveal Purpose in the Universe, New York: The Free Press, 1998, h. 35-36)

Dengan kata lain, sebagaimana sifat-sifatnya yang lain, kekentalan air pun telah sengaja dibuat “sesuai permintaan” agar cocok bagi kehidupan. Beragam zat cair memiliki kekentalan berbeda, yang nilainya dapat mencapai kisaran miliaran kali lipat. Di antara nilai yang sangat beragam itu, ada satu cairan yang nilai kekentalannya telah ditentukan agar benar-benar tepat dan pas sesuai kebutuhan. Cairan ini adalah air, yang sengaja diciptakan Allah dengan nilai kekentalan tertentu yang pas untuk menopang kehidupan makhluk hidup di bumi. Mahasuci Allah, sebaik-baik Pencipta.

Bahasan Utama - 4
AIRNYA TURUN, TIDAK TERKIRA...

Dalam daur air, jutaan meter kubik air dapat terangkut dari laut ke atmosfer, dan kemudian kembali ke daratan. Kehidupan bergantung pada daur raksasa air ini. Jika kita berusaha mengendalikannya, kita tak akan mampu. Tak menjadi soal, sehebat apa pun semua teknologi di dunia yang kita kerahkan untuk itu. Melalui penguapan air di bumi, kita mendapatkan air, sumber pertama dan utama kehidupan, secara gratis dan mudah. Setiap tahun, kurang lebih 45 juta meter kubik air menguap dari lautan. Air yang menguap ini terbawa oleh angin melintasi daratan dalam bentuk awan. Dalam wujud hujan, setiap tahunnya sekitar 3-4 juta meter kubik air dipindahkan dari laut ke daratan, dan akhirnya sampai ke kita. Singkatnya, air dikirim ke kita dengan cara yang teramat istimewa.

BERKAT GAYA HAMBAT

Hujan turun ke bumi dalam ukuran dan perhitungan yang tepat dalam berbagai halnya. Yang pertama adalah kecepatan jatuhnya air hujan. Saat dijatuhkan dari ketinggian 1.200 meter, sebuah benda berbobot dan berukuran sama dengan setetes air hujan akan terus-menerus mengalami percepatan (peningkatan kecepatan). Akhirnya, benda ini jatuh menumbuk permukaan bumi pada kecepatan 558 km/jam. Tapi anehnya, kecepatan rata-rata butiran air hujan hanyalah 8-10 km/jam; atau sekitar 60-70 kali lebih lambat.

Mengapa demikian? Penjelasannya terletak pada bentuk khusus dan istimewa dari butiran air hujan (untuk penjelasan selengkapnya tentang bentuk air hujan, silakan membaca kolom Editorial di halaman muka). Bentuk butiran air hujan meningkatkan pengaruh gesekan molekul udara terhadapnya. Akibatnya, air hujan mengalami gaya hambat yang berlawanan dengan arah jatuhnya, sehingga memperlambat kecepatannya menumbuk bumi. Apakah ini ada untungnya bagi kita? Lanjutkan membaca tulisan di bawah ini, dan cermati perhitungan dan angka yang ada. Akan dapat Anda bayangkan bencana yang bakal muncul di bumi andai butiran air hujan tidak berbentuk sama dengan yang ada sekarang, atau jika atmosfer tidak memiliki gaya hambat terhadapnya.

Awan sedikitnya berketinggian 1.200 m. Dampak yang ditimbulkan sebutir air hujan yang jatuh dari ketinggian tersebut setara dengan sebuah benda seberat 1 kg yang dijatuhkan dari ketinggian 15 cm. Ada pula awan hujan berketinggian 10.000 m. Dengan ketinggian ini, jatuhnya sebutir air hujan berakibat setara dengan jatuhnya suatu benda berbobot 1 kg dari ketinggian 110 cm. Apa yang Anda rasakan jika tubuh, rumah atau kendaraan Anda tertimpa benda seperti ini?


Daur air dari bumi ke atmosfer, dan kembali ke bumi lagi, begitu seterusnya.

Menurut perkiraan, setiap detik sekitar 16 juta ton air menguap dari bumi. Angka ini sama dengan jumlah air yang turun ke bumi dalam setiap detiknya. Dalam satu tahun, angka ini mencapai sekitar 505.000.000.000.000 (505 triliun) ton air. Demikianlah, air terus-menerus mengalami daur secara seimbang menurut perhitungan tertentu, dan dikirim ke bumi dengan cara yang paling tidak berbahaya bagi kehidupan. Jumlah 505 triliun ton air sungguh sangat besar. Bayangkan jika air sejumlah ini ditumpahkan ke bumi begitu saja dalam satu waktu, di tempat yang acak, dan tidak diturunkan merata berupa hujan yang meliputi wilayah luas dalam rentang musim tertentu?

NAIK DULU SEBELUM TURUN

Penemuan radar cuaca telah memungkinkan pengetahuan tentang tahap-tahap pembentukan hujan. Pembentukan hujan terjadi dalam tiga tahap. Pertama adalah pembentukan angin; kedua, pembentukan awan; dan ketiga, pembentukan butiran air hujan.

Tahap pertama: akibat pergerakan air laut – misalnya ombak, riak dan pusaran – permukaan air laut senantiasa berbusa atau berbuih. Buih ini membentuk gelembung udara berjumlah tak terhitung, yang terus-menerus pecah dan melepaskan banyak butiran kecil air laut ke udara. Butiran yang kaya garam ini lalu diterbangkan angin dan naik hingga ke atmosfer. Butiran-butiran ini dinamakan aerosol, dan berperan menangkap uap air di udara. Aerosol membentuk awan yang terdiri dari butiran air dengan cara menangkap dan mengumpulkan uap air tersebut, yang menguap naik ke atas dalam bentuk butiran-butiran air teramat kecil.

Tahap kedua: awan terbentuk dari uap air yang mengumpul dan melingkupi butiran-butiran garam atau debu (sebagaimana disebut di tahap I). Karena ukuran butiran air pada awan ini sangatlah kecil (dengan garis tengah 0,01-0,02 mm), awan tersebut melayang dan terhampar di udara. Akibatnya, langit tertutupi oleh hamparan awan.

Tahap ketiga: butiran-butiran air yang melingkupi partikel-partikel garam dan debu menjadi semakin tebal dan jenuh. Akhirnya terbentuklah butiran-butiran air hujan. Tatkala menjadi semakin berat daripada udara atmosfer, butiran-butiran air hujan ini meninggalkan awan dan turun ke bumi sebagai hujan.

Inilah sekelumit tentang turunnya air hujan. Adakah peran manusia dalam daur air ini? Tidak ada sama sekali. Allahlah yang telah merancang daur air, yang dengannya kehidupan dapat berlangsung di bumi. Al Qur’an mengingatkan kita tentang air, tanda kekuasaan Allah dan nikmat yang wajib disyukuri manusia.

Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya? Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur? (QS. Al Waaqi’ah, 56:68-70)

PUPUK DARI LANGIT

Selain menyirami bumi, air hujan juga berperan menyuburkan tanah.

Butiran air hujan yang membentuk awan, yang berasal dari penguapan air laut, mengandung bahan-bahan “pemberi kehidupan” yang berwujud butiran-butiran mikro, dan disebut sebagai “butiran tegangan permukaan”. Butiran tegangan permukaan terbentuk di lapisan tipis bagian paling atas permukaan air laut. Lapisan berukuran kurang dari sepersepuluh milimeter ini dinamakan lapisan mikro oleh para ahli biologi. Pada lapisan ini terdapat banyak sisa-sisa bahan organik dari sampah yang dihasilkan oleh ganggang renik dan zooplankton. Sebagian bahan sisa ini mampu memilah, mengumpulkan dan mengikat sejumlah unsur langka dalam air laut – seperti fosfor, magnesium, potasium – dan sejumlah logam berat – seperti tembaga, seng, kobal dan timbal. Proses ini menghasilkan butiran-butiran tegangan permukaan yang kaya akan zat penyubur tanah atau “pupuk”. Butiran ini selanjutnya terangkat ke langit oleh angin, dan beberapa saat kemudian terperangkap dalam tetesan air hujan yang mengenainya. Hujan lalu membawa butiran kaya pupuk ini ke tanah. Benih dan tumbuhan di bumi mendapatkan garam-garam logam dan unsur penting bagi pertumbuhannya dari butiran air hujan ini.

Garam mineral yang jatuh bersama air hujan adalah sejumlah kecil pupuk yang umum dipakai (kalsium, magnesium, potasium, dll.) untuk menyuburkan tanah. Sebaliknya, logam berat yang didapatkan dari butiran-butiran yang berasal dari permukaan air laut ini merupakan unsur lain yang meningkatkan kesuburan dalam perkembangan dan produksi tumbuhan.

Singkatnya, air hujan merupakan sumber pupuk penting. Tanah gersang mampu mendapatkan seluruh unsur penting bagi tumbuhan dalam waktu seratus tahun, hanya dengan pupuk yang dibawa bersama jatuhnya air hujan. Hutan juga tumbuh berkembang dan mendapatkan zat-zat makanan dengan bantuan butiran-butiran dari laut ini.

Dengan cara ini, sekitar 150 juta ton pupuk jatuh ke seluruh permukaan tanah yang ada setiap tahunnya. Jika tak ada pemupukan alamiah seperti ini, akan ada sangat sedikit tumbuhan di bumi, dan keseimbangan ekologis akan terganggu.

Taruhlah harga ‘pupuk dari langit’ ini Rp. 1000,- per kg, ongkos kirim Rp. 100,- per kg, ongkos penaburan ke permukaan bumi Rp. 50,- per kg. Maka seandainya kita harus membayar pengiriman pupuk ini, akan dibutuhkan uang Rp. 172,5 miliar per tahun untuk membiayainya. Atau sekitara Rp 17,3 triliun untuk mengubah tanah gersang dalam waktu 100 tahun menjadi subur.

Betapa baiknya Allah yang tidak hanya memberikan air gratis, tapi juga menurunkan ‘pupuk dari langit’ secara cuma-cuma. Mahasuci Allah, Tuhan Yang Maha Pemurah.



Alam Satwa
MENGHENTIKAN PESAWAT JUMBO JET


Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS. Ad Dukhaan, 44:38-39)

Setiap orang telah menjumpai makhluk mungil bernama laba-laba berkali-kali dalam hidupnya. Tapi, makhluk kecil ini hanya menarik perhatian serius segelintir orang saja, padahal ia adalah sebentuk kesempurnaan ciptaan Allah. Kita perlu mengamati laba-laba sedikit lebih dekat untuk melihat kesempurnaan ini.

Yang pertama kali terlintas dalam benak seseorang ketika berpikir tentang laba-laba adalah jaringnya. Jaring ini merupakan keajaiban perancangan. Jaring laba-laba memiliki rancang-bangun tersendiri, beserta perhitungan teknik yang menyertainya. Jika laba-laba diperbesar menjadi seukuran manusia, jaring yang dianyamnya akan memiliki tinggi sekitar 150 meter. Ini kurang lebih setinggi gedung pencakar langit berlantai 50. Andaikan laba-laba sedemikian besar sehingga mampu membuat jaring dengan lebar 50 meter, maka jaring tersebut akan mampu menghentikan pesawat jumbo jet. Jika demikian, bagaimana laba-laba mampu membuat jaring dengan sifat ini?

Agar dapat melakukannya, laba-laba pertama kali harus menggambar rancangannya, persis seperti seorang arsitek. Sebab, rancang-bangun arsitektural dengan ukuran dan kekuatan seperti ini mustahil dilakukan tanpa sebuah perancangan. Setelah rancangan dipersiapkan, laba-laba perlu menghitung seberapa besar beban-beban yang akan menempati titik-titik tertentu pada jaring, persis layaknya insinyur konstruksi. Jika tidak, jaring ini akan pasti runtuh.

Jika seseorang mengamati bagaimana laba-laba membangun jaringnya, akan ia temukan sebuah keajaiban yang nyata. Pertama-tama, laba-laba melempar benang yang dipintalnya ke udara, lalu tiupan angin menerbangkannya hingga menempel ke tempat tertentu. Selanjutnya, pekerjaan membangun sarang pun dimulai. Perlu satu jam atau lebih untuk menganyam sebuah jaring. Mulanya, laba-laba menarik benang jenis kuat dan tegang dari titik pusat di bagian tengah ke arah luar guna mempersiapkan rangkanya. Laba-laba lalu menggunakan benang jenis kendur dan lengket untuk membuat lingkaran dari arah luar ke dalam layaknya bentuk spiral obat nyamuk bakar.

Benang yang digunakan laba-laba sama ajaibnya dengan jaring itu sendiri. Meskipun garis tengahnya kurang dari 1 milimeter, benang laba-laba 5 kali lebih kuat dari serat baja berketebalan sama, dan memiliki gaya tegang 150.000 kilogram per meter persegi. Seutas tali bergaris tengah 30 cm yang terbuat bahan benang laba-laba akan mampu menahan beban yang setara dengan 150 mobil. Benang ini dapat terulur hingga 4 kali panjangnya semula. Karena sangat ringan, seutas benang laba-laba yang terulur hingga 3 kali keliling bumi, berbobot tak lebih dari 1 kilogram.


Cukuplah dengan meneliti kelenjar-kelenjar benang laba-laba untuk memahami bahwa laba-laba tidaklah mungkin ada dengan sendirinya tanpa penciptaan sengaja. Gambar ini memperlihatkan sejumlah kelenjar sisi kanan dari seekor laba-laba Madagaskar (Nephila Madagascariensis). Terdapat pula sejumlah kelenjar di sebelah kirinya. Kelenjar benang 1 dan 2 menghasilkan benang kering yang digunakan laba-laba untuk berpegangan tatkala berjalan di atas jaringnya, atau ketika memanjat naik dan turun. Benang viscid, yang digunakan untuk lingkaran jerat, dihasilkan di dalam sebuah kelenjar lain (3). Benang utama ini terbungkus oleh kelenjar-kelenjar rekat (lengket) (4 dan 5). Kelenjar ke-6 menghasilkan zat perekat yang diperlukan untuk merekatkan benang ke suatu permukaan. Kelenjar ke-7 menghasilkan bahan baku pembuatan benang tipis khusus yang digunakan untuk membungkus mangsa yang terperangkap. Kelenjar ke-8 menghasilkan benang untuk pembuatan kepompong. Nomor 9, 10, dan 11 menunjukkan alat pemintal (moncong tempat keluarnya benang) belakang, tengah dan depan. Laba-laba membuat benangnya dengan menggunakan perangkat tanpa tanding ini. Jelaslah bahwa perangkat ini, dengan aneka peran dan rancang-bangunnya, tidak mungkin muncul menjadi ada begitu saja, dengan sendirinya melalui serangkaian peristiwa alamiah biasa yang tak disengaja. Laba-laba diciptakan sekaligus dengan perangkatnya ini oleh Allah Yang Mahakuasa.

Semua laba-laba menghasilkan benang dengan sifat berbeda. Dan semua benang ini dapat dikembalikan ke bentuk awal mereka. Seekor laba-laba dapat dengan mudah mendaur ulang sarang rusak menjadi benang kembali. Misalnya, laba-laba Diadematus menggunakan kelenjar pengeluaran di dalam perutnya untuk menghasilkan tujuh macam jenis benang.

Baja termasuk bahan terkuat yang dihasilkan menggunakan sarana industri berat, memanfaatkan logam besi, dan dalam tungku bersuhu ribuan derajat Celcius. Baja dirancang khusus agar berdaya tahan tinggi, dan digunakan pada konstruksi lebar, bangunan tinggi, dan jembatan. Sebaliknya, laba-laba menghasilkan bahan yang 5 kali lebih kuat daripada baja, padahal tidak terdapat tungku pembakaran dalam tubuhnya, dan tak satu pun teknologi yang pernah ia pelajari atau kuasai. Laba-laba adalah makhuk mungil yang tak mampu berpikir. Sungguh mengagumkan bahwa makhluk kecil ini mampu menghasilkan benang yang lebih kokoh dari baja, dan menggunakannya untuk membuat bangunan dengan cara yang sama seperti para arsitek dan insinyur..

Perusahaan DuPont, pembuat bahan kimia terbesar di dunia, merintis penelitian besar untuk mengkaji benang laba-laba. Di akhir penelitian panjang yang menelan dana puluhan juta dolar ini, struktur molekul benang laba-laba akhirnya terungkap oleh para ilmuwan di laboratorium DuPont. Berikutnya, struktur molekul ini ditiru untuk menghasilkan bahan terkuat yang dikenal di dunia: Kevlar. Meski tidak sekuat dan sekokoh benang laba-laba, Kevlar tetaplah bahan terkuat yang mampu dihasilkan manusia. Berkecepatan 150 meter per detik, sebuah peluru melubangi aneka benda yang dikenainya. Namun peluru pistol tak mampu menembus Kevlar, yang sepersepuluh dari benang laba-laba.

Kevlar dipakai dalam pembuatan: jaket anti peluru, tambang pada kapal induk untuk menghentikan pesawat tempur, sepatu pekerja tambang, di industri kedirgantaraan dan di mana saja yang mensyaratkan kekuatan bahan. Namun benang laba-laba, yang ditiru manusia untuk membuat Kevlar, jauh lebih kuat daripada Kevlar itu sendiri. Benang ini juga lebih tipis dari rambut manusia, lebih ringan dari kapas, tapi lebih kuat dari baja, dan diakui sebagai bahan terkuat di dunia.

BENANG LABA-LABA DILIHAT DENGAN MIKROSKOP...

Gambar di atas memperlihatkan benang jerat laba-laba jenis tertentu, seperti A. diadematus, yang diperbesar 100 kali. Pembungkus berair yang memberikan sifat lengket pada benang tampak di sini sebagai butiran air berukuran sangat kecil. Pada gambar di bawahnya, yang diperbesar 300 kali, tampak benang-benang tergulung yang menyerupai bola-bola kabel. Tegangan permukaan dalam setiap butiran menyebabkan benang-benang di bagian intinya tergulung, sehingga memunculkan sebuah perangkat pengerek yang pada gambar terlihat dalam keadaan teregang. Ketika mengalami tekanan, perangkat tersebut mengendur dan benang yang ada dapat mengalami pemanjangan.
Sebagaimana terlihat pada gambar hasil perbesaran 200x di bawah, benang kering ini terbentuk dari kumpulan ratusan benang kering berukuran sangat kecil. Benang-benang tersebut telah bersifat lengket tanpa terbungkus dalam cairan apa pun. Sifat rekat tersebut timbul berkat kerja penyisiran yang dilakukan laba-laba ketika memintal benangnya. Kerja penyisiran ini, yang dilakukan menggunakan sebuah sisir halus pada ruas depan kaki belakang, memperbesar ukuran benang tersebut. Penggembungan ini dapat terlihat hanya menggunakan perbesaran 1000x, dan pengaruh listrik-statis yang ditimbulkan memunculkan daya-jerat pada benang. Tidaklah mungkin sifat-sifat tanpa cela tersebut dihasilkan dari serangkaian peristiwa alamiah belaka tanpa unsur kesengajaan, sebagaimana pernyataan para pendukung evolusi. Allah telah menciptakan laba-laba beserta perangkat yang menakjubkan ini.

Singkatnya, menggunakan teknologi tercanggih dan laboratorium terbaik, para ilmuwan terhebat di dunia mengkaji benang yang dihasilkan seekor serangga mungil, dan mencoba menirunya. Bahkan dengan semua itu, mereka pun tetap gagal menyamai kemampuan makhluk mungil ini. Ini karena Allah-lah yang menciptakan laba-laba. Allah memberi makhluk kecil ini keahlian luar biasa yang dimilikinya. Mahabesar Allah, Tuhan Pencipta laba-laba, yang telah menyuruh kita agar meneliti seluk-beluk ciptaanNya, termasuk laba-laba.

Keruntuhan Teori Evolusi
MANUSIA BERAHANG KERA

Tengkorak Manusia Piltdown dikemukakan kepada dunia selama lebih dari 40 tahun sebagai bukti terpenting terjadinya "evolusi manusia". Akan tetapi, tengkorak ini ternyata hanyalah sebuah kebohongan ilmiah terbesar dalam sejarah.

Pada tahun 1912, seorang dokter terkenal yang juga ilmuwan paleoantropologi amatir, Charles Dawson, menyatakan dirinya telah menemukan satu tulang rahang dan satu fragmen tengkorak dalam sebuah lubang di Piltdown, Inggris. Meskipun tulang rahangnya lebih menyerupai kera, gigi dan tengkoraknya menyerupai manusia. Spesimen ini diberi nama "Manusia Piltdwon". Fosil ini diyakini berumur 500.000 tahun, dan dipamerkan di berbagai museum sebagai bukti nyata evolusi manusia. Selama lebih dari 40 tahun, banyak artikel ilmiah telah ditulis tentang "Manusia Piltdown", sejumlah besar penafsiran dan gambar telah dibuat, dan fosil ini diperlihatkan sebagai bukti penting evolusi manusia. Tidak kurang dari 500 tesis doktoral telah ditulis tentang masalah ini. (Malcolm Muggeridge, The End of Christendom, Grand Rapids, Eerdmans, 1980, hal. 59.)

Pada tahun 1949, Kenneth Oakley dari departemen paleontologi British Museum mencoba melakukan "uji fluorin", sebuah cara uji baru untuk menentukan umur sejumlah fosil kuno. Pengujian dilakukan pada fosil Manusia Piltdown. Hasilnya sungguh mengejutkan. Selama pengujian, diketahui ternyata tulang rahang Manusia Piltdown tidak mengandung fluorin sedikit pun. Ini menunjukkan tulang tersebut telah terkubur tak lebih dari beberapa tahun yang lalu. Sedangkan tengkoraknya, yang mengandung sejumlah kecil fluorin, menunjukkan umurnya hanya beberapa ribu tahun.

Penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa Manusia Piltdown merupakan penipuan ilmiah terbesar dalam sejarah. Ini adalah tengkorak buatan; tempurungnya berasal dari seorang lelaki yang hidup 500 tahun yang lalu, dan tulang rahangnya adalah milik seekor kera yang belum lama mati! Kemudian gigi-giginya disusun dengan rapi dan ditambahkan pada rahang tersebut, dan persendi-annya diisi agar menyerupai pada manusia. Kemudian seluruh bagian ini diwarnai dengan potasium dikromat untuk memberinya penampakan kuno.

Le Gros Clark, salah seorang anggota tim yang mengungkap pemalsuan ini, tidak mampu menyembunyikan keterkejutannya dan mengatakan: "bukti-bukti abrasi tiruan segera tampak di depan mata. Ini terlihat sangat jelas sehingga perlu dipertanyakan - bagaimana hal ini dapat luput dari penglihatan sebelumnya?" (Stephen Jay Gould, "Smith Woodward's Folly", New Scientist, 5 April 1979, hal. 44) Ketika kenyataan ini terungkap, "Manusia Piltdown" dengan segera dikeluarkan dari British Museum yang telah memamerkannya selama lebih dari 40 tahun.

Skandal Piltdown dengan jelas memperlihat-kan bahwa tidak ada yang dapat menghentikan para evolusionis dalam rangka membuktikan teori-teori mereka. Bahkan, skandal ini menunjukkan para evolusionis tidak memiliki penemuan apa pun yang mendukung teori mereka. Karena mereka tidak memiliki bukti apa pun, mereka memilih untuk membuatnya sendiri.

Tubuh Manusia
BUKAN SEKEDAR RAJIN MANDI

oleh Airlangga Bramayudha
Mahasiswa Teknik Elektro ITS Surabaya, tinggal di Surabaya

Memakai baju, celana panjang, kaus kaki, sepatu, kacamata, helm, dan sebagainya. Tiap hari boleh dikata kita selalu memakai pakaian, baik pakaian tidur, pakaian kerja, pakaian ibadah, maupun pakaian santai. Apa pun bentuk dan kegunaannya, semuanya adalah pakaian. Pakaian menutupi dan melindungi kulit kita. Namun simaklah, sebenarnya lapisan kulit tubuh kita pun melindungi diri kita layaknya pakaian yang kita kenakan, bahkan lebih hebat dari pakaian.

Kulit bukan hanya lapisan tipis lentur, sedikit berambut, dan berwarna putih bersih, coklat atau hitam legam. Lebih dari itu, Allah telah menciptakan kulit kita dengan 3 lapisan yaitu Epidermis, Dermis, dan Subkutan. Ketiganya bagaikan pakaian berstruktur canggih yang melindungi tubuh kita.

Lapisan epidermis adalah baju pelindung terluar yang menjaga permukaan tubuh dari kekeringan akibat penguapan berlebihan, pencemaran, sinar matahari dan kuman penyakit. Lapisan ini merupakan baju terluar yang langsung bersentuhan dengan dunia luar. Ada yang berpendapat, sebagian debu yang berterbangan di dalam rumah kita berasal dari sel-sel kulit kita yang mati dan mengelupas.


Meskipun sekilas dianggap memiliki bentuk dan susunan sederhana, ternyata kulit merupakan organ teramat rumit dan canggih. Kulit terdiri dari aneka lapisan yang di dalamnya terdapat ujung saraf penerima rangsangan, pembuluh darah, sistem ventilasi, pengatur suhu dan kelembaban. Jika diperlukan, kulit bahkan mampu memberikan perlindungan dari sinar mentari.

Di bawah epidermis adalah lapisan dermis. Pada lapisan ini dapat dijumpai pembuluh darah, saraf, kelenjar keringat dan kelenjar minyak (sebasea). Pada setiap 1 cm persegi kulit manusia terdapat jalinan pembuluh darah dengan panjang keseluruhan sekitar 7 meter.

Lapisan kulit terakhir dan terbawah adalah Subkutan, yakni lapisan jaringan tebal di bawah dermis yang menjaga bentuk dan suhu tubuh. Pada lapisan subkutan terdapat sel-sel lemak sebagai bantalan pelindung dari benturan keras, cadangan makanan bagi lapisan kulit di atas dan di sekitarnya.

Selain sebagai pembungkus lentur pelindung tubuh dari pengaruh lingkungan, kulit pun ternyata merupakan alat tubuh terberat dan terluas. Berat keseluruhan kulit adalah sekitar 15% berat tubuh, dan luasnya mencapai kurang lebih 1,50-1,75 meter persegi. Tebal kulit rata-rata 1-2 mm. Lapisan kulit tertebal ada di telapak tangan dan telapak kaki, yaitu sekitar 6 mm. Ini dikarenakan bagian inilah yang paling sering bersinggungan secara mekanis dengan permukaan benda-benda di dunia luar, misalnya untuk memegang, menapak dan melangkah.

Pada kulit terdapat ujung-ujung saraf bernama reseptor yang peka terhadap beberapa jenis rangsangan, seperti panas, dingin, sakit, sentuhan dan tekanan. Reseptor-reseptor panas dan dingin terdapat dalam dermis sedangkan reseptor tekanan terdapat pada sel-sel lemak, yaitu pada daerah subkutan. Reseptor-reseptor ini akan menerima rangsangan dan mengubahnya menjadi sinyal yang dihantarkan ke otak untuk ditafsirkan. Bayangkan apabila kita tidak dikaruniai kulit yang dipenuhi ujung saraf oleh Allah, apa jadinya tubuh kita ini. Misalnya saja, saat tersentuh api kita dengan cepat menjauhinya. Itulah mengapa sekitar 85% luka bakar bersifat ringan dan penderitanya tidak perlu dirawat di rumah sakit. Hal tersebut dikarenakan adanya sel saraf bagaikan alarm yang mengetahui adanya bahaya sehingga tubuh dapat cepat meresponnya untuk manghindari kerusakan yang lebih parah akibat luka bakar karena panas, listrik, atau zat kimia.

Keajaiban lainnya dari pakaian supercanggih ciptaan Allah ini adalah kemampuannya untuk self-healing, atau mengobati jaringannya yang terluka secara mandiri. Bahkan apabila lukanya tidak terlalu parah, kulit mampu kembali ke bentuk semula. Mana ada di seluruh dunia yang membuat atau menjual pakaian berperangkat otomatis sehebat ini, yang mampu menjahit sendiri tatkala robek? Kehebatan kulit itu dikarenakan keberadaan suatu lapisan Malphigi. Pada lapisan ini terdapat sel-sel yang bermitosis (membelah dan memperbanyak diri) untuk menghasilkan sel-sel kulit baru pengganti sel-sel yang telah rusak dan mati. Lapisan Malphigi juga menambah luas permukaan kulit semasa proses pertumbuhan berlangsung.

Kulit juga berfungsi sebagai tempat pembuangan zat-zat sampah hasil metabolisme (kerja biologis dan kimiawi) dalam tubuh. Zat-zat ini berupa cairan keringat. Sebagian proses metabolisme tubuh merupakan proses pembakaran yang menghasilkan tenaga dan panas. Panas yang dihasilkan dapat berbahaya jika kelebihannya tidak dibuang. Cairan keringat amat membantu menyerap panas ini dan mendinginkan suhu tubuh. Karenanya, kulit turut berperan mengatur suhu badan. Selain itu, kulit juga mampu menyerap zat asam (oxygen) dalam kadar rendah melalui pori-pori kulit.

Karena penting, kulit harus dipelihara dengan baik. Darah dan getah bening selalu memelihara keadaan kulit agar tetap kenyal dan berwarna kemerahan. Bila persediaan darah cukup dan tubuh normal, kulit kita agak kemerah-merahan, muka berseri-seri. Sari makanan yang diedarkan darah ke seluruh tubuh berguna sebagai zat pemelihara kulit, sehingga kecantikan dan ketampanan dapat terjaga. Ketersediaan darah yang cukup dan kerja pembuluh darah yang prima menjadikan penampilan kulit tetap segar dan mulus. Memakan cukup sayuran dan buah-buahan segar akan membantu mewujudkan hal ini.

Itulah kulit, salah satu ciptaan Allah yang amat berharga buat kita. Kita rasakan manfaat pentingnya, namun sering lupa bersyukur akan nikmat Allah ini. Bersyukur bukanlah sekedar sering mandi dan rajin merawat kulit, tapi bagaimana kita dapat semakin taat kepadaNya.

Iptek Anak
ADA KOMPAS DI MATA SEMUT

Adik-adik tercinta, kita membutuhkan panduan untuk menunjukkan arah ketika bepergian ke negara lain, atau ke kota lain. Apalagi jika kita tidak mengetahui tempat yang kita tuju, jelas kita harus memiliki sebuah kompas dan peta. Peta memperlihatkan pada kita di mana kita berada dan menunjukkan arah yang dituju. Kita menemukan jalan dengan menggunakan peralatan-peralatan ini, dan bertanya pada orang lain sehingga tidak tersesat.

Pernahkah kalian memikirkan bagaimana makhluk-makhluk lain menemukan jalan mereka? Bagaimana seekor semut yang mencari makan di tengah padang pasir dapat kembali lagi ke sarangnya tanpa tersesat? Mari kita lihat sekawanan semut hitam yang membangun sarang mereka di padang pasir. Mereka adalah semut hitam yang mendiami pesisir pantai Laut Tengah di Tunisia. Semut-semut ini sangat ahli dalam menemukan jalan mereka di padang pasir yang begitu luas dan bisa kembali ke sarang mereka tanpa bantuan kompas ataupun peta.

Begitu matahari terbit, suhu di padang pasir mencapai 700 C (1580 F), wuih panas ya?! Kemudian semut meninggalkan sarang untuk mencari makan di tengah teriknya hari. Setelah berulang kali berhenti dan berputar-putar, ia kemudian menjalani jalur berliku dalam wilayah yang jauhnya sekitar 200 meter (655 kaki) dari sarangnya. Biar lebih asyik, kalian bisa melihat jalur tersebut pada peta, lho! Hebatnya sang semut, ia tidak pernah tersesat di jalur yang berliku-liku ini. Sekali ia menemukan sumber makanan, semut akan mengikuti arah yang lurus dan kembali ke sarangnya. Kalau dibandingkan dengan ukuran semut yang sangat kecil, perjalanan semut ini kira-kira sama jauhnya dengan perjalanan seorang manusia yang berjalan pulang pergi dengan arah lurus setelah menjelajah sejauh 35 sampai 40 kilometer dari suatu titik di padang pasir. Subhanallah!

Bagaimana mungkin semut itu berhasil melakukan tugasnya yang pasti tidak mungkin dilakukan manusia? Tidak mungkin semut menemukan arahnya dengan melihat benda-benda. Tanda-tanda dan penunjuk jalan seperti pohon, bebatuan, sungai, atau danau yang membantu seseorang menemukan arah sangat jarang terlihat di padang pasir. Di mana-mana hanya pasir semata. Kalaupun ada tanda-tanda, tetap akan sama saja karena tidak mungkin seekor semut dapat mengingat tanda-tanda ini, untuk mengingat tempat mereka berada dan menggunakannya untuk menemukan jalan. Dengan memikirkan kejadian tersebut dengan cara seperti ini, kita akan dapat memahami dengan lebih baik, betapa hebatnya tugas yang dilakukan semut. Semut dapat mengerjakan tugas sulit ini berkat bentuk tubuh istimewa yang dianugerahkan kepadanya.

Ada suatu sistem penentuan arah yang istimewa pada mata semut. Sistem yang ditempatkan Allah dalam mata semut ini lebih maju dibanding alat-alat mekanik untuk menentukan arah. Karena mampu menerima beberapa cahaya yang tidak bisa kita terima, semut dapat menentukan arah dan mengetahui di mana utara dan selatan. Berkat kemampuan ini, tidaklah sulit bagi semut untuk memperkirakan letak sarangnya, dan kembali ke sana.

Manusia terlambat menyadari sifat-sifat cahaya. Namun, semut telah mengetahui dan memanfaatkan salah satu sifat cahaya yang tidak diketahui oleh manusia, sejak semut terlahir ke dunia. Sudah pasti, bentuk sempurna seperti mata semut ini tidak mungkin muncul karena kebetulan-kebetulan yang terjadi secara acak. Mata semut harus tetap seperti itu sejak semut itu ada. Jika tidak, semut tidak akan dapat kembali ke sarangnya di tengah panasnya gurun, dan tidak dapat bertahan. Pastilah mata seluruh semut gurun telah dilengkapi dengan sistem ini sejak hari pertama mereka muncul ke dunia. Allah, Yang Maha Mengetahui, menciptakan mata ini untuk mereka.

dunia Mikroba
PABRIK TERKECIL DI DUNIA
PENGHASIL PLASTIK

oleh ZSM Surono*
Alumnus IPB, Peneliti pada ISTECS dan SUSTAID Consultant.

Salah satu mikroba penghasil bioplastik. Butiran berwarna putih adalah bioplastik.

Setiap hari kita sering berurusan dengan plastik, baik sebagai pembungkus makanan, minuman atau benda-benda lain yang kita gunakan. Kita bisa melihat saat truk sampah petugas kebersihan lingkungan lewat. Timbunan plastik menjadi sampah yang akhirnya dibuang begitu saja, tanpa pemanfaatan lebih lanjut agar tidak merusak lingkungan.

Manusia adalah salah satu ciptaan Allah yang berkewajiban menjaga kelestarian lingkungan. Tetapi seperti yang kita lihat dewasa ini, sebagian manusia menjadi serakah dan tak peduli terhadap lingkungan. Mereka memanfaatkan alam sebesar-besarnya dengan dalih demi pembangunan. Padahal sejatinya mereka tengah mengadakan kerusakan di bumi.

Ramah lingkungan

Salah satu permasalahan lingkungan adalah semakin menumpuknya sampah plastik. Industri plastik dunia menghasilkan hampir 35 miliar kg plastik per tahunnya, dan 40%-nya dibuang dengan cara ditimbun tanah. Padahal, sampah plastik tersebut tidak bisa diurai oleh mikroba tanah. Bayangkan penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 220 juta lebih. Pasti terdapat banyak sampah plastik yang dibuang setiap harinya. Padahal, limbah plastik di Indonesia belum ditangani secara baik.

Plastik yang digunakan saat ini berasal dari plastik sintetis buatan pabrik. Bahan baku kimianya yaitu poli-vinil klorida, poli-akrilat, poli-etilen, poli-propilen, poli-stiren dan poli-etilen-tereftalat. Bahan-bahan tersebut tidak dapat dirombak, dihancurkan atau diuraikan oleh mikroba yang tidak mampu menghasilkan enzim atau zat penghancur plastik sintetis. Upaya mengatasi limbah plastik saat ini kebanyakan dilakukan dengan membakar dan mendaur ulang. Namun, pembakaran limbah plastik itu malah berdampak lain, yaitu tercemarnya udara osleh gas-gas hasil pembakaran plastik, di antaranya CO2 dan CO. Di sisi lain pendaur-ulangan hanya mampu menangani sekitar 25% sampah plastik. Pendaur-ulangan plastik biasanya akan menurunkan mutu produk plastik berikutnya.

Masalah pencemaran plastik sangat menarik perhatian para peneliti lingkungan untuk mencari bahan plastik ramah lingkungan. Ini biasa dikenal dengan istilah biodegradable plastics atau bioplastik, yakni plastik yang dapat dirombak secara biologis (oleh mikroba). Salah satunya adalah jenis plastik PHA (polyhidroksialkanoat). PHA dihasilkan oleh sejumlah bakteri di dalam selnya. Selain sebagai cadangan energi dan karbon dalam sel, PHA merupakan senyawa poliester termoplastis bermolekul besar yang terbentuk secara alamiah atau melalui proses bioteknologi.

Banyak spesies bakteri penimbun PHA yang sudah diketahui seperti Alcaligenes eutrophus, Bacillus meggaterium, Pseudomonas cepacia, Azotobacter beijerinckii, Bradyrhizobium japonicum dan beberapa spesies Rhizobium.

Pabrik mikro penghasil bioplastik

Pembuatan PHA di pabrik sudah dilakukan antara lain oleh Imperial Chemical Industri (ICI) sejak tahun 1982 dengan nama dagang BIOPOLTM, menggunakan fermentasi fed-batch skala besar. Penggunaan plastik PHA telah meluas, seperti pada botol sampo, gagang pisau cukur sampai peralatan bidang kedokteran. Namun, penggunaan PHA secara ekonomi belum bisa bersaing dengan produk-produk turunan polioleofilen seperti polipropilen dan polietilen. Salah satu cara mengatasi kendala tersebut adalah dengan mencari mikroba unggul penghasil PHA dan pengguna sumber karbon murah, seperti molase, yakni limbah pengolahan gula tebu

Pemakaian plastik PHA, yang lebih dikenal dengan bioplastik, menguntungkan lingkungan karena mudah terurai, mudah diperbarui, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak dan sebagai bahan pengganti untuk mengatasi masalah pencemaran oleh plastik sintetis.

Demikianlah, Allah telah menciptakan alam dengan sangat sempurna, penuh tujuan dan manfaat. Mikroba penghasil PHA ibarat pabrik terkecil di dunia penghasil plastik yang dapat dimanfaatkan manusia. Manusia mencari pemecahan masalah lingkungan serius dengan menengok ke alam, ke wujud tak kasat mata seperti bakteri. Selain lebih dulu ada di alam sejak ribuan tahun lalu, bioplastik buatan bakteri pun lebih unggul, lebih ramah lingkungan daripada plastik sintetis buatan manusia. Ini adalah bukti bahwa kita sepatutnya tak bersombong diri manakala mampu menciptakan seperangkat teknologi. Sebab, ternyata karya manusia pun tak ada apa-apanya dibanding dengan ciptaan Allah.

Sejarah
LEBIH BESAR, LEBIH MENGERIKAN
(Ada Apa dengan Perang Dunia? – bagian ke-5)

Pemimpim kejam di abad ke-20 yang menenggelamkan umat manusia dalam genangan darah: Hitler dan Mussolini

Perang Dunia I adalah hasil dari seperangkat pola pikir yang menganggap perkelahian dan pertumpahan darah sebagai hukum alam yang penting. Bahkan setelah perang berakhir, pandangan ini masih tetap hidup. Karena tidak mati, pemikiran ini terus menanamkan benih perang yang bahkan lebih besar dan lebih mengerikan. Jerman merupakan pusat ancaman besar ini.

Benih-benih perang baru

Perjanjian Versailles yang mengakhiri Perang Dunia I menjatuhkan kepada Jerman beban keuangan yang sangat berat sebagai ganti rugi. Walaupun bangsa ini berjuang untuk memulihkan diri dari akibat perang, mereka jatuh ke dalam krisis ekonomi yang parah. Kelompok-kelompok politik yang bersaing bertikai di jalanan. Di tengah suasana yang kacau ini, sebuah gerakan politik yang fanatik mulai muncul. Ini adalah Partai Nazi yang dipimpin oleh Adolf Hitler.

Paham Nazi tidak lain merupakan penafsiran dari Darwinisme Sosial. Hitler telah menggunakan pandangan “pertarungan ras untuk bertahan hidup” yang merupakan dasar teori Darwin. Menurut Hitler, ras Aria bangsa Jerman berada di puncak tangga evolusi dan mereka berhak memimpin ras yang lain. Agar pandangan ini menjadi kenyataan, mereka butuh perang yang lain lagi, yaitu perang yang akan membuat Jerman menjadi penguasa di seantero dunia.

DAMPAK MENGENASKAN PERANG DUNIA I
Perang Besar 1914-1918 meluluhlantakkan Eropa. Sekitar 10 juta orang tewas, dan berjuta-juta lagi yang menderita kerugian batin dan ekonomi karenanya.

Para pemimpin yang kejam dan berambisi memimpin gerakan ini. Keadaan para pemimpin ini dijelaskan sebagai berikut di dalam Al Quran:

Dan apabila ia berpaling (dari mukamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanaman-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan. (QS. Al Baqarah, 2:205)

Pendudukan dan perang

Paham Nazi memulai sebuah perang dunia baru pada tahun 1939. Bala tentara Nazi menduduki Polandia melalui serangan mendadak. Jerman membuat Polandia bertekuk lutut hanya dalam tiga minggu. Ibukota Polandia, Warsawa, dijatuhi bom dengan tanpa ampun dan banyak rakyat sipil tewas. Seluruh dunia terhimpit dalam ketakutan, sambil menanti untuk melihat apakah sasaran yang berikutnya.

Dewan Jenderal Jerman sedang membuat rencana serangan yang baru. Sementara itu, bentuk kekuasaan mutlak lainnya mengambil langkah pertama memasuki perang: Uni Soviet yang diperintah oleh diktator yang banyak menumpahkan darah, Stalin. Stalin dan Hitler menandatangani perjanjian tidak saling menyerang pada Agustus 1939. Mereka mencapai kesepakatan untuk membagi Polandia, namun ini tidak memuaskan Stalin. Dengan serangan yang tiba-tiba, Tentara Merah menyerbu negara-negara Baltik yaitu Latvia, Estonia, dan Lithuania. Kemudian mereka bergerak menuju utara dan menduduki Finlandia. Serangan ini menyebabkan tewasnya lebih dari seperempat juta manusia.

Dengan serangan yang dilancarkan pada bulan April 1940, pasukan Hitler menduduki Denmark, Norwegia, Belgia, dan Belanda. Tentara Jerman memasuki Prancis melalui Belgia pada bulan Mei 1940. Puluhan ribu rakyat sipil mulai mengungsi untuk menyelamatkan diri dari ancaman kekerasan Nazi. Pada tanggal 13 Juni, tentara Jerman berbaris memasuki jalan-jalan di kota Paris. Hitler bergambar untuk para juru foto di depan Menara Eiffel.

Dalam bulan-bulan berikutnya, Jerman melanjutkan perang dengan menyerbu Bulgaria, Yugoslavia, dan Yunani. Seantero Eropa dihancurkan oleh sepatu lars Hitler. Rencana pendudukan Jerman yang terbesar adalah melawan bekas sekutunya, Rusia. Rencana ini, yang diberi nama sandi Operasi Barbarossa, dimulai dengan sebuah serangan mendadak pada tanggal 22 Juni, 1941.

Tentara Jerman bergerak dengan cepat dan dalam 12 minggu, mereka telah menyerbu Kiev. Satu bulan kemudian, mereka sampai di pinggiran Moskow. Tiga tahun berikutnya menjadi saksi meletusnya perang mengerikan antara Jerman Nazi dengan Uni Soviet. Pertikaian ini, yang menjadi perang paling berdarah di sepanjang sejarah, membuat lebih dari 30 juta nyawa melayang.

Kedua pihak yang bertikai dalam perang ini, Paham Nazi dan Komunis, melakukan kejahatan yang mengerikan terhadap umat manusia. Paham yang bertempur dalam perang ini mencoba mewujudkan harapan dan rencananya sendiri, walaupun mereka tidak punya alasan moral ataupun kemanusiaan. Untuk mencapai tujuan, mereka membenarkan pembantaian berjuta manusia. Mendukung kekejaman yang tidak mengenal batas seperti itu dilarang keras dalam Al Quran:

Dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan. (QS. Asy Syu’araa’, 26:151-152)

Kekejaman Nazi

Perang Dunia II lebih dari sekadar perang. Perang ini juga sebuah upaya menyeluruh untuk melakukan pembantaian dan pemusnahan bangsa. Dimulainya perang ini didasarkan pada kebijakan “ruang hidup” rasis Hitler. Hitler menyatakan bahwa wilayah Jerman saat itu tidak cukup lagi bagi bangsa Jerman dan bahwa ras Aria tengah terhimpit di wilayah ini. Dia kemudian berpendapat bahwa mereka harus menduduki negara-negara Eropa Timur dan menjadikan wilayah tersebut Lebensraum, atau “ruang hidup,” bagi rakyat Jerman. Puluhan juta orang yang sudah mendiami wilayah ini menghadapi pembantaian kejam.

Tentara Nazi melakukan pembantaian besar-besaran di setiap wilayah yang mereka duduki di Eropa Timur. Terutama sekali, mereka melakukan tindakan tanpa kenal ampun terhadap bangsa Yahudi, Gipsi, Polandia, dan Slavia, kelompok yang mereka anggap lebih rendah daripada mereka. (bersambung)

Tafakur
RIBUAN ORANG TURUT BERJASA

Seringkali manusia merasa bangga dengan keberhasilannya. Misalnya, seseorang yang lulus ujian masuk perguruan tinggi. Bisa dimaklumi jika ia merasa senang akan keberhasilannya. Namun, patutkah ia merasa sombong, menganggap kecerdasannya sebagai penentu utama kelulusan itu?

Marilah bernalar untuk menjawab pertanyaan di atas. Mari kita coba pikirkan secara jujur apa saja yang menjadikan orang tersebut lulus dalam ujiannya.

Tak dipungkiri, persiapan matang dan kerja kerasnya dalam belajar merupakan penentu penting. Tapi mungkinkah ia belajar keras tanpa makan, minum, penerangan, buku, alat tulis, lembaga pendidikan? Jawabannya: mustahil. Artinya, orang-orang yang berjasa dalam tersedianya bahan makanan dan minuman seperti petani, pedagang, pembuat sumur, petugas penjernihan air, dan sebagainya, juga bersumbangsih dalam kelulusannya. Ini bermakna pula keberhasilannya tak luput dari jasa karyawan perusahaan listrik, pegawai perusahaan buku, kertas, alat tulis, penerbitan, guru dan karyawan lembaga pendidikan.

Keberhasilannya dikarenakan pula dukungan sarana transportasi ke tempat ujian. Orang-orang yang turut menghasilkan kendaraan, membuat jalan, menjadi sopir angkutan atau petugas perusahaan bahan bakar minyak juga turut andil dalam memperlancar dirinya sampai di tempat ujian dengan selamat. Saudara, tetangga, orang di jalanan yang ia lalui di hari ujian, bahkan semua orang di sekelilingnya pun termasuk yang menentukan keberhasilannya. Mengapa? Sebab di hari itu, tak satu pun dari mereka yang melakukan perbuatan yang berakibat gagalnya ia menempuh ujian.

Jika dihitung semua, sekitar puluhan bahkan mungkin hingga ribuan orang yang sebenarnya turut andil dalam kelulusannya. Segala kecerdasan otak dan persiapan matangnya takkan menjadikannya lulus ujian jika perjalanannya ke tempat ujian mengalami kecelakaan mematikan akibat sopir angkutan umum yang ceroboh, atau orang jahat yang melukainya hingga parah untuk merampoknya menjelang ujian, dan sebagainya. Kesimpulannya, seluruh orang yang turut berjasa, namun yang seringkali ia lupakan ini, seolah melakukan tugasnya masing-masing demi memudahkannya lulus ujian masuk perguruan tinggi. Padahal ia sama sekali tak pernah meminta, memerintahkan atau mengendalikan mereka semua untuk membantu mewujudkan cita-citanya.

Demikianlah, tidak sepatutnya orang merasa sombong dan hebat dengan pencapaiannya. Sebaliknya, kebahagiaan karena keberhasilan itu hendaknya diiringi rasa terima kasih kepada orang lain yang telah ikut berjasa, rasa syukur dan rendah diri di hadapan Allah, Pemberi sejati keberhasilan itu.