Editorial
‘Roti Burger’ dari Langit
Air,
serta semua molekul lain di alam, memiki sifat khas. Perubahan kecil
pada sifat air yang telah sempurna di setiap rinciannya ini akan
berdampak merusak bagi kehidupan. Marilah kita cermati satu saja
di antaranya, yakni bentuk tetes air hujan.
Berlawanan dengan pemahaman umum, butir air hujan tidaklah
turun dalam bentuk menyerupai tetesan air mata atau bentuk mirip
buah salak. Nyatanya, tetesan air hujan berbentuk bulat saat baru
saja jatuh meninggalkan awan. Untuk butiran air hujan berukuran
kecil, bentuk bulat ini bertahan. Namun, untuk butiran lebih besar,
semakin jatuh ke bawah, bentuknya berubah dan lebih menyerupai setengah
bola pipih. Dalam bahasa Inggris penampakan ini biasa disebut hamburger-bun
shape atau bentuk roti burger: rata di permukaan bawahnya dan melingkar
di permukaan atasnya (lihat gambar). Perubahan bentuk ini akibat
gaya tekan udara pada permukaan bagian bawah tetesan air hujan yang
sedang jatuh ke bumi. Gaya tekan yang berlawanan dengan arah turunnya
hujan menyebabkan ratanya permukaan bawah tetesan air hujan. Bentuk
ini memperbesar gaya hambat sehingga memperkecil kecepatan jatuhnya
air hujan. Rendahnya kecepatan jatuhnya ke bumi menghindari kerusakan
hebat akibat tumbukan air hujan.

Tetesan air hujan tidaklah berbentuk sebagaimana tampak pada
gambar di sebelah kiri. Tetesan air hujan berbentuk bulat bola
saat baru saja jatuh meninggalkan awan. Untuk butiran lebih
besar, semakin jatuh ke bawah, bentuknya berubah dan lebih menyerupai
bentuk roti burger: rata di permukaan bawahnya dan melingkar
di permukaan atasnya. (lihat gambar sebelah kanan, tanda panah
menunjukkan arah aliran udara yang dilalui air hujan yang turun
ke bumi). Perubahan bentuk ini diakibatkan gaya tekan udara
pada permukaan bawahnya. Gaya tekan ini bisa mengakibatkan butiran
air hujan berukuran besar pecah menjadi butiran yang lebih kecil.
Pada keadaan yang sebenarnya, setetes air hujan mengalami perubahan
bentuk dan ukuran selama perjalanannya dari awan ke bumi. Ini
salah satunya akibat tumbukan dengan butiran air hujan lainnya
|
Uraian singkat di atas sudah cukup menyiratkan bahwa
hujan bukanlah sekedar air yang turun dari langit begitu saja. Segala
yang berkaitan dengan air hujan, bahkan bentuk butirannya sekalipun,
diperhitungkan cermat dan dirancang khusus. Air tidaklah ada begitu
saja tanpa tujuan, tanpa arahan. Sebaliknya seluruh bagian terperinci
air, bahkan seluruh isi alam semesta beserta seluk-beluknya yang
terkecil, telah diciptakan secara sempurna oleh Sang Pencipta dengan
tujuan menopang kehidupan. Fisikawan Inggris John Polkinghorne menyimpulkan:
Ada kesadaran dan tujuan di balik alam semesta.
Banyak petunjuk tentang keberadaan ilahiah ini dalam bagaimana
matematika abstrak bisa menembus rahasia-rahasia semesta, yang
mendorong kesimpulan bahwa sebuah kecerdasan yang nalar menciptakan
dunia. Alam ditata dengan sangat teliti agar memungkinkan munculnya
kehidupan dan kesadaran. (“Science Finds God”, Newsweek,
27 Juli 1998)
Surat
Pembaca
SAJIKAN FAKTA ILMIAH DI BIDANG LAIN!
Assalamu’alaikum wr.wb.
Sejak membaca edisi perdana dari insight, saya sudah sangat tertarik.
Alhamdulillah saya telah memiliki setiap edisi dari insight, tetapi
sangat disayangkan karena saya tidak mendapatkan edisi kedua dari
buletin ini. Insight sangat bermanfaat bagi saya karena ada sedikit
bagian dari Insight yang berkenaan dengan disiplin ilmu yang saya
tekuni yakni “kimia”. Usul saya, agar insight dapat
juga menyajikan fakta-fakta ilmiah dari bidang ilmu sains lainnya
seperti kimia dan fisika. Mudah-mudahan lebih bermanfaat. Terima
kasih ya!
Syahrul Khairi (khairi172000@yahoo.com)
TELAT TERBIT
Assalamu’alaikum wr.wb.
Sebelumnya salam kenal dari saya buat kru insight. Saya bersyukur
bisa menemui insight, banyak sekali manfaat yang saya dapat setelah
membacanya. insight mempunyai kelebihan dibanding buletin lainnya
karena artikelnya selalu dikaitkan dengan Al Qur’an dan membuat
iman kita kepada-Nya bertambah.Yang saya tanyakan, kenapa kok terbitnya
selalu telat sich (akhir bulan), padahal dulu janjinya terbit setiap
tanggal 10, hayo gimana? Jangan buat penggemarmu menjadi kecewa.
Terima kasih atas perhatian & tanggapannya.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Nunk2205 (nur_k@najm.tendaweb.com)
USUL TEORI NEBULA
Assalamu’alaikum wr wb.
Pertama kali saya membaca isi majalah ini langsung tertarik dan
ingin berlangganan, alhamdulillah untuk mendapatkan majalah ini
tidak sulit, karena di kios buku masjid di kota saya selalu menyediakan.
Oh ya ... bagaimana kalau insight menampilkan bahasan tentang teknologi
informatika & multimedia yang perkembangannya sangat cepat,
tentu saja selalu ada berita baru tentang itu. Saya juga mau nanya,
apakah bahasan tentang TEORI NEBULA dengan EVOLUSI keberadaan jagat
raya sudah pernah dimuat? Kalau sudah pada edisi ke berapa? Karena
materi ini selalu masuk pada kurikulum SLTP, sedangkan teori evolusi
tsb bertentangan dengan kesempurnaan ciptaan Allah SWT.
Wassalamu’alaikum wr wb.
Zuhaidar Aini Mahfudz, Jl Gurami no. 97 Kauman Bangil 67153, Jawa
Timur
REDAKSI INSIGHT:
Terima kasih atas sambutan baik terhadap kehadiran
insight. Hal ini sungguh menjadi sumber inspirasi dan pembangkit
semangat bagi insight untuk terus berkarya dan mempersembahkan yang
terbaik bagi pembaca. Demikian pula dengan segala saran, kritik,
usulan, sumbangan ide dari para pembaca, sungguh menjadi sesuatu
yang bermanfaat bagi kami. Sebagai informasi, insight selesai cetak
pada tanggal 10 setiap bulannya. Keterlambatan sampai kepada pembaca
besar kemungkinan dikarenakan alur distribusi yang cukup panjang.
Semoga dapat dimaklumi. Pembahasan khusus mengenai Teori Nebula
memang belum ditampilkan di insight. Sedangkan seri keruntuhan teori
evolusi selalu ada pada setiap edisi. Selamat menyimak!
Pembaca yang beruntung mendapatkan bingkisan dari insight
kali ini adalah Zuhaidar Aini Mahfudz. Selamat, ya!
Dari
Kami
Assalamu’alaikum wr. wb.
Tak terasa
INSIGHT telah menginjak usia satu tahunnya. Di bulan Maret 2003,
kami meluncurkan buletin INSIGHT edisi perdana. Selama 12 bulan,
banyak perubahan yang telah kami buat, dari perwajahan hingga rubrik.
Ini kami lakukan demi menyajikan yang terbaik untuk Anda semua,
dengan segenap keterbatasan kami tentunya. Kami sadar, setahun adalah
usia teramat belia bagi INSIGHT. Namun kami yakin, setahun yang
lewat telah membuahkan banyak pelajaran. Dan yang paling berharga
adalah bahwa peningkatan mutu INSIGHT takkan mungkin tercapai tanpa
peran Anda, pembaca budiman. Cita-cita INSIGHT demi mewujudkan masyarakat
yang berperan membangun iptek yang diiringi pemahaman akan keagungan
Pencipta, takkan tercapai tanpa sumbangsih nyata para pembacanya.
Pembaca yang dirahmati Allah, Andalah tulang punggung peradaban
bangsa ini. Sumbangsih Anda sebesar apa pun jua, pasti akan berdampak
positif bagi tahapan tercapainya cita-cita ini. Semakin banyak orang
yang terlibat, semakin besar dan nyata kerja yang dikerahkan, keberhasilan
akan semakin cepat terwujud. Cita-cita tersebut meminta Anda lebih
dari sekedar membaca baris-baris tulisan buletin ini. Memperkenalkan
buletin ini ke rekan Anda, mencoba menulis untuk INSIGHT sesuai
bidang keilmuan Anda termasuk yang sangat dibutuhkan guna menggapai
tujuan tersebut.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Redaksi
Bahasan
Utama - 1
MEMILIKI BANYAK PERAN
Sebagian
besar bumi diliputi air. Samudra dan laut melingkupi kira-kira tiga
perempat bagian permukaan bumi. Juga ada danau dan sungai yang tak
terhitung banyaknya di daratan. Salju yang menutupi puncak-puncak
pegunungan tinggi adalah air yang membeku. Sebenarnya, satu bagian
penting air bumi ada di langit. Awan mengandung jutaan ton air berbentuk
uap. Bahkan udara yang Anda hirup saat ini mengandung sejumlah uap
air. Lebih jauh lagi, air menyusun kira-kira 70% tubuh manusia.
Ada lebih banyak air di dalam sel-sel kita daripada unsur-unsur
lain. Darah yang mengalir di tubuh kita sebagian besarnya adalah
air. Singkatnya, tak akan ada kehidupan tanpa air. Air telah dirancang
khusus sebagai dasar kehidupan. Air adalah zat yang sifat fisika
dan kimianya dirancang untuk kehidupan. Kini, marilah kita lihat
beberapa sifat air yang menakjubkan ini.
Andai tak ada uap air...
Di antara sifat fisika air adalah sifat termal (sifat
panas). Sifat termal air adalah sifat yang berhubungan dengan penghantaran
atau pemindahan panas oleh air. Sifat termal ini meliputi besarnya
panas yang diserap atau dilepaskan air untuk menaikkan atau menurunkan
suhunya, atau untuk merubah wujudnya menjadi air, uap atau es.
 |
| Besarnya jumlah seluruh air
laut yang ada di bumi menyeimbangkan suhu bumi. Peran ini mengakibatkan
kecilnya perbedaan suhu siang dan malam di wilayah yang berdekatan
dengan laut, terutama di pesisir pantai. Di wilayah padang pasir
yang jauh dari lautan, perbedaan suhu ini dapat mencapai 400C. |
Sifat termal air, yang berkemampuan besar dalam menyerap
panas, berperan besar membentuk iklim hangat dan seimbang di bumi.
Berkat sifat-sifat molekul air, wilayah lautan yang lebih kaya uap
air, menghangat dan mendingin lebih lambat daripada daratan. Itu
berarti, sementara beda suhu antara tempat terpanas dan terdingin
di daratan bisa setinggi 140 derajat Celcius, di lautan bedanya
tak lebih dari 15-20 derajat. Yang sama juga berlaku pada beda suhu
antara siang dan malam. Selisih suhu antara siang dan malam adalah
20-30 derajat di daerah kering, namun hanya beberapa derajat di
laut. Dan tidak hanya laut, keberadaan uap air di udara juga membentuk
keseimbangan yang amat besar. Salah satu akibatnya adalah perbedaan
besar antara suhu siang dan malam di gurun-gurun yang kadar uap
airnya lebih sedikit, daripada di daerah-daerah pantai yang kandungan
uap airnya lebih banyak.
Berkat sifat termal air yang unik ini, beda suhu antara
musim panas dan dingin atau siang dan malam terjaga dalam batas-batas
yang dapat ditenggang makhluk hidup. Jika terdapat lebih sedikit
air di daratan bumi, atau jika sifat termal air sedikit berubah,
beda suhu antara siang dan malam akan meningkat. Alhasil, banyak
daerah daratan akan menjadi gurun, sehingga kehidupan pun menjadi
tidak mungkin.
Pengkajian paling mendalam tentang kesesuaian air bagi
kehidupan dihasilkan oleh Lawrence Henderson, seorang profesor di
Jurusan Kimia Biologis, Harvard University, Amerika Serikat. Setelah
meneliti semua sifat termal air, Henderson menyimpulkan:
Singkatnya, sifat ini nampaknya memiliki tiga
hal penting. Pertama, berperan luar biasa untuk menyelaraskan dan
mejadikan suhu bumi hangat [tidak terlalu dingin dan tidak terlalu
panas]; kedua, memungkinkan pengaturan yang sangat baik terhadap
suhu makhluk hidup; dan ketiga, mendorong berlangsungnya daur cuaca.
...dari segi ini tak ada zat lain yang setara dengan air. (Lawrence
Henderson, The Fitness of the Environment, Boston: Beacon Press,
1958, hal. 105)
Melarutkan 5 miliar ton zat kimia
Di samping sifat fisikanya, sifat-sifat kimia air juga begitu cocok
bagi kehidupan. Yang terutama dari sifat-sifat ini adalah air merupakan
pelarut yang hebat. Hampir semua senyawa kimia dapat larut dalam
air. Dampak terpenting sifat ini pada kehidupan dapat dilihat di
sungai. Tak terhitung banyaknya mineral berguna dan zat kimia semacamnya
terbawa ke laut lewat sungai. Dengan cara ini, sekitar 5 miliar
ton zat kimia diangkut ke laut setiap tahunnya. Zat-zat ini sangat
penting bagi kehidupan di lautan. Lima miliar ton adalah jumlah
yang sangat besar, melebihi berat keseluruhan penduduk DKI Jakarta.
Bahasan
Utama - 2
BERKAT PERMUKAAN TEGANG
 |
| Tumbuhan telah dirancang untuk
memanfaatkan sifat tegangan permukaan air yang tinggi. Sifat
ini memungkinkan air naik bermeter-meter ke atas, bahkan hingga
mencapai dedaunan tertinggi di pepohonan rimba. |
Selain sifat yang berhubungan dengan panas dan suhu, air pun memiliki
sejumlah sifat fisika lain. Hebatnya, semua sifat ini juga sangat
pas bagi kehidupan. Salah satunya adalah nilai tegangan permukaan
air yang ternyata sangat besar. “Tegangan permukaan”
diartikan sebagai sifat permukaan suatu zat cair yang berperilaku
layaknya selapis kulit tipis yang kenyal atau lentur akibat pengaruh
tegangan. Ini disebabkan oleh gaya tarik-menarik antar-molekul di
permukaan zat cair tersebut. Gaya tarik-menarik ini biasa dikenal
dengan istilah ikatan hidrogen, yang merupakan gaya elektrostatik
lemah antar-molekul air.
Contoh paling baik pengaruh sifat tegangan permukaan dapat diamati
pada air. Tegangan permukaan air sungguh besar sehingga sejumlah
peristiwa fisika yang aneh dapat berlangsung karenanya. Misalnya,
sebuah cangkir dapat menampung penuh air berjumlah sedikit melebihi
volume cangkir itu sendiri. Ini terlihat dari permukaan air tersebut
yang beberapa milimeter lebih tinggi dari tinggi mulut cangkir,
tanpa airnya tertumpah. Contoh lain: terapungnya sebatang jarum
logam yang diletakkan dengan sangat pelan dan hati-hati pada permukaan
air yang tenang.
Merangkak ke Atas
Tegangan permukaan air jauh lebih besar daripada zat cair lain
yang diketahui. Dampak dari sifat ini terhadap kehidupan sangatlah
penting, dan secara nyata dapat diketahui pada tumbuhan.
 |
| Berkat besarnya tegangan permukaan,
sebatang jarum logam dapat mengapung di permukaan air, sebagaimana
tampak pada gambar. Sifat air ini juga memungkinkan air dapat
memenuhi cawan melebihi volume cawan. Ini tampak dari permukaan
air yang lebih tinggi dari permukaan mulut cawan. |
Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana tumbuhan dapat mengambil
air bermeter-meter jauhnya dari kedalaman tanah? Bagaimana tumbuhan
mampu membawa air ini ke ketinggian dahan dan rantingnya tanpa pompa,
otot atau sarana pengangkut air lainnya? Jawaban atas pertanyaan
ini adalah tegangan permukaan air. Pipa-pipa panjang sempit yang
membentuk serabut akar dan batang tumbuhan dirancang dengan memanfaatkan
sifat tegangan permukaan air. Semakin tinggi pipa-pipa lembut ini
dari dalam tanah, maka garis tengah penampangnya semakin menyempit
ke arah ujungnya. Keadaan ini menyebabkan air dengan sendirinya
merangkak melewati dinding bagian dalam pipa sempit tersebut dan
naik ke atas.
Yang memungkinkan hal ini terjadi adalah, sekali lagi, tegangan
permukaan air yang besar. Jika tegangan permukaan ini serendah kebanyakan
zat cair lainnya, maka tumbuhan besar seperti pohon yang biasa hidup
di tanah kering tidak akan mampu mengangkut air dari kedalaman tanah.
Akibatnya pohon ini takkan mampu hidup.
Menghancurkan bebatuan
Akibat lain dari besarnya nilai tegangan permukaan air adalah terjadinya
proses penghancuran bebatuan. Karena nilai tegangan permukaannya,
air mampu merembes hingga ke celah-celah terdalam dari bebatuan
melalui retakan-retakan sempit dan kecil. Dalam celah dan retakan
ini, air membeku tatkala suhu di lingkungan sekitar turun hingga
titik di bawah nol derajat Celcius. Sebagaimana diketahui, tatkala
membeku, air mengalami pemuaian ruang atau volume (sifat anomali
air). Air beku yang memuai ini menekan permukaan bagian dalam dari
retakan atau celah bebatuan. Besarnya tekanan ini menyebabkan retak
yang semakin besar, pada akhirnya bebatuan itu pun pecah. Peristiwa
ini sungguh penting. Sebab, pecahnya bebatuan membebaskan mineral-mineral
yang terperangkap atau terkandung dalam bebatuan, dan lepas ke lingkungan
sekitar. Peristiwa ini juga membantu berlangsungnya proses pembentukan
tanah akibat penghancuran alamiah bebatuan secara terus-menerus.
Semua penyelidikan atas air di bumi mengungkapkan adanya rancangan
sempurna yang memungkinkan makhluk hidup bertahan di dalamnya. Hikmah
dari rancangan ini sangatlah jelas. Tak mungkin rancangan sempurna
ini ada begitu saja dengan sendirinya. Rancangan yang tersembunyi
pada air, bahkan di setiap rincian alam semesta, adalah bukti paling
nyata adanya penciptaan oleh Allah. Dialah yang mengatur segala
hal, yang kuasa serta kearifanNya tiada terbatas. Apa pun hukum
atau ukuran fisika yang kita kaji di dunia ini, akan terlihat bukan
sebagai hasil ketidaksengajaan. Ini semua merupakan sebuah rancangan
sempurna.
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah, Yang telah menciptakan langit
dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia
menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan
(diciptakanNya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing)
tunduk kepada perintahNya... (QS. Al A’raaf, 7:54)
Bahasan
Utama - 3
ANDAI SEKENTAL MINYAK ZAITUN
Saat mendengar kata “cairan”, orang segera membayangkan
zat yang amat mudah mengalir. Padahal, tingkat-tingkat kekentalan
cairan amatlah beraneka. Contohnya, kekentalan aspal, gliserin,
minyak zaitun, dan asam sulfat, sangatlah berbeda. Perbedaan besar
akan tampak ketika semua cairan ini dibandingkan sebagaimana dalam
tabel berikut:

Pembandingan sederhana di atas mengisyaratkan
satu hal: air memiliki tingkat kekentalan sangat rendah. Dengan
kata lain, air sangatlah encer atau amat cair sehingga mudah mengalir.
Kecuali beberapa zat cair – seperti eter dan hidrogen cair
– dan zat-zat berwujud gas, air tampaknya memiliki tingkat
kekentalan terendah.
 |
| Sifat encer air sangat penting
bagi hidup kita. Jika air sedikit saja lebih kental, maka mustahil
darah kita beredar melalui sistem pembuluh kapiler darah. Misalnya,
sistem rumit pembuluh darah vena liver kita (tampak di gambar)
takkan pernah ada dan berfungsi. |
Apakah rendahnya tingkat kekentalan air ada gunanya
bagi kita? Apa bedanya jika air sedikit lebih kental atau lebih
encer? Profesor Michael Denton menjawab pertanyaan ini:
Jika kekentalan air lebih tinggi, gerakan
terkendali makromolekul besar, khususnya bentuk semacam mitokondria
dan organel kecil, akan menjadi tidak mungkin; demikian juga peristiwa-peristiwa
seperti pembelahan sel. Semua kegiatan utama sel akan terhenti,
dan kehidupan sel menyerupai jenis apa pun yang pernah kita kenal
mustahil akan terjadi. Perkembangan organisame-organisme tingkat
tinggi, yang sangat bergantung pada kemampuan sel bergerak atau
beringsut selama pembentukan embrio, pasti mustahil terjadi jika
kekentalan air sedikit saja lebih tinggi dari yang ada sekarang.
(Michael Denton, Nature's Destiny: How The Laws of Biology Reveal
Purpose in the Universe, New York: The Free Press, 1998, hlm.
33)
Sifat encer air tidak hanya penting bagi pergerakan
di tingkat sel, akan tetapi berguna pula bagi sistem peredaran darah.
Seluruh makhluk hidup berukuran tubuh lebih dari seperempat milimeter
memiliki sistem peredaran terpusat. Tanpanya, zat makanan dan oksigen
mustahil dapat diedarkan merata ke seluruh bagian tubuh. Dengan
kata lain, zat makanan dan oksigen takkan dapat diserap oleh sel-sel,
dan sisa-sisa zat makanan atau zat sampah lainnya tidak dapat dibuang.
Terdapat banyak sel yang menyusun tubuh makhluk
hidup. Karenanya, sangat penting bagi zat makanan, oksigen dan energi
yang telah masuk ke dalam tubuh untuk diedarkan merata (dipompa)
ke seluruh sel-sel melalui semacam “selang” atau “pipa”.
Sama halnya, pipa-pipa serupa juga diperlukan untuk membawa dan
membuang zat-zat sampah. “Pipa” ini adalah pembuluh
darah vena dan arteri, yang merupakan bagian dari sistem peredaran
darah. Jantung adalah pompa yang mendorong bekerjanya sistem ini
agar terus-menerus mengalir.
 |
| Rendahnya tingkat kekentalan
air sangatlah penting bagi seluruh makhluk hidup, tak terkecuali
tumbuhan. Pembuluh halus pada daun, sebagaimana tampak pada
gambar, mampu mengalirkan air karena sifat encernya. |
Cairan yang dipompa dan dialirkan dalam darah sebagian
besarnya tersusun atas air. Darah tersusun atas cairan bening yang
disebut plasma darah. Selain itu, darah juga berisi partikel-partikel
kecil seperti sel-sel darah, protein, dan hormon – warna merah
darah dihasilkan oleh partikel sel darah merah. Sekitar 95% penyusun
plasma darah adalah air.
Inilah sebab mengapa tingkat kekentalan air sangatlah
penting bagi bekerjanya sistem peredaran darah dengan baik. Jika
air sekental aspal, misalnya, maka jantung takkan mampu memompanya.
Jika air sekental minyak zaitun (sekitar satu juta lebih encer daripada
aspal), jantung mungkin masih mampu memompanya, meskipun sulit.
Tapi, darah sekental minyak zaitun takkan mampu mencapai dan melewati
seluruh miliaran pembuluh darah kapiler yang meliputi tubuh kita.
Pipa atau pembuluh darah kapiler adalah pembuluh darah yang berukuran
sangat kecil.
Begitulah, air “benar-benar pas dan sesuai”
untuk kehidupan. Tingkat kecocokan ini tak dapat disandingkan dengan
cairan lain mana pun. Bagian terbesar planet bumi ini seluruhnya
cocok untuk kehidupan, dan dilingkupi dengan air berjumlah tepat
dan sesuai untuk kehidupan. Jelas, ini semua bukanlah kebetulan
belaka atau ada dengan sendirinya. Pastilah terdapat perancangan
dan penghitungan sengaja untuk tujuan tertentu.
Dengan kata lain, sifat fisika air di atas memperlihatkan
kepada kita bahwa air diciptakan secara istimewa dan khusus untuk
kehidupan. Bumi, yang sengaja diciptakan untuk dihuni manusia, dihidupkan
dengan air, yang secara khusus dibuat untuk menjadi sandaran utama
hidup manusia. Dengan air, Allah telah mengaruniai hidup kepada
kita, dan dengannya Allah menumbuhkan dari tanah beragam sumber
makanan yang menyehatkan kita. Jika demikian halnya, patutkah kita
tidak bersyukur dan menyembah Allah?

Kita perlu membelah sehelai rambut menjadi 20 atau 30
helai searah panjangnya (sebagaimana kita membelah bambu)
untuk mendapatkan rambut setipis pembuluh darah kapiler.
Mampukah Anda melakukannya? |
Tugas pipa atau pembuluh darah kapiler adalah mengalirkan oksigen,
zat makanan, hormon dan zat-zat lain yang terkandung dalam darah
dan yang diperlukan untuk hidup ke segenap sel di seluruh bagian
tubuh. Jika jarak sel lebih dari 50 mikrometer jauhnya dari
jalur yang dilalui seutas pembuluh kapiler (1 mikrometer = seperseribu
milimeter), maka sel itu tak dapat menikmati layanan yang disediakan
oleh pembuluh kapiler tersebut. Dengan kata lain, sel-sel yang
berjarak 50 mikrometer atau lebih jauhnya dari pembuluh kapiler
takkan mendapat jatah ‘makanan’, dan akan mati kelaparan.
Inilah mengapa tubuh manusia diciptakan dengan jaringan pembuluh
darah kapiler yang melingkupi seluruh bagian tubuh. Manusia
sehat memiliki sekitar 5 miliar pembuluh kapiler. Jika seluruhnya
dibentangkan, panjang keseluruhan pembuluh ini akan mencapai
sekitar 950 kilometer. Ini kurang lebih sejauh panjang pulau
Jawa. Pada sejumlah hewan menyusui, terdapat sekitar 3.000
pipa kapiler dalam satu sentimeter persegi jaringan otot.
Jika Anda mampu menggulung sepuluh ribu utas pembuluh kapiler
terkecil dalam tubuh manusia, maka bundelan yang dihasilkan
akan setebal arang pensil.
Ketebalan atau garis tengah sehelai pembuluh kapiler ini
berkisar antara 3-5 mikrometer, atau 0,003-0,005 milimeter.
Andaikan tebal rambut kita adalah sepersepuluh milimeter,
maka kita perlu membelah sehelai rambut menjadi 20 atau 30
helai searah panjangnya (sebagaimana kita membelah bambu)
untuk mendapatkan rambut setipis pembuluh kapiler tersebut.
Darah mengalir melewati jaringan pembuluh darah yang panjang
dan rumit. Semakin mendekati ujungnya, garis tengahnya semakin
menyempit, sehingga membentuk pembuluh darah yang halus (kapiler).
Jika darah hendak melewati saluran yang semakin menyempit
di ujungnya tanpa tersumbat atau terhambat, darah pastilah
harus cair (encer). Syarat ini telah terpenuhi berkat rendahnya
tingkat kekentalan air, yang membentuk 95% bagian dari plasma
darah. Menurut profesor Michael Denton, pakar biologi molekuler
Universitas Otago, Selandia Baru, jika air sedikit saja lebih
kental dari yang sekarang, maka sistem peredaran darah akan
menjadi sama sekali tidak berguna:
Sistem kapiler akan bekerja hanya jika cairan yang
dipompa melalui pipa-pipa penyusunnya mempunyai kekentalan
sangat rendah. Kekentalan rendah itu penting karena laju aliran
berbanding terbalik dengan kekentalan... Dari sini, mudah
dipahami bahwa jika kekentalan air bernilai hanya beberapa
kali lebih tinggi daripada yang sekarang, memompa darah lewat
sebuah pembuluh kapiler akan memerlukan tekanan amat tinggi,
dan hampir semua sistem peredaran akan tidak dapat bekerja...
Jika kekentalan air sedikit saja lebih tinggi dan jika kapiler
terkecil yang digunakan bergaris tengah 10, bukannya 3 mikrometer,
maka kapiler-kapiler ini akan harus menempati semua bagian
jaringan otot agar memberikan cukup persediaan oksigen dan
glukosa. [Jika ini yang terjadi] maka pastilah perancangan
bentuk-bentuk kehidupan tingkat tinggi akan tidak mungkin
atau sangat dibatasi... Jadi, tampaknya, kekentalan air haruslah
mirip seperti yang sekarang ini jika harus berperan sebagai
sarana penyokong kehidupan. (Michael Denton, Nature's Destiny:How
The Laws of Biology Reveal Purpose in the Universe, New York:
The Free Press, 1998, h. 35-36)
Dengan kata lain, sebagaimana sifat-sifatnya yang lain, kekentalan
air pun telah sengaja dibuat “sesuai permintaan”
agar cocok bagi kehidupan. Beragam zat cair memiliki kekentalan
berbeda, yang nilainya dapat mencapai kisaran miliaran kali
lipat. Di antara nilai yang sangat beragam itu, ada satu cairan
yang nilai kekentalannya telah ditentukan agar benar-benar
tepat dan pas sesuai kebutuhan. Cairan ini adalah air, yang
sengaja diciptakan Allah dengan nilai kekentalan tertentu
yang pas untuk menopang kehidupan makhluk hidup di bumi. Mahasuci
Allah, sebaik-baik Pencipta.
|
Bahasan Utama - 4
AIRNYA TURUN, TIDAK TERKIRA...
Dalam daur
air, jutaan meter kubik air dapat terangkut dari laut ke atmosfer,
dan kemudian kembali ke daratan. Kehidupan bergantung pada daur
raksasa air ini. Jika kita berusaha mengendalikannya, kita tak akan
mampu. Tak menjadi soal, sehebat apa pun semua teknologi di dunia
yang kita kerahkan untuk itu. Melalui penguapan air di bumi, kita
mendapatkan air, sumber pertama dan utama kehidupan, secara gratis
dan mudah. Setiap tahun, kurang lebih 45 juta meter kubik air menguap
dari lautan. Air yang menguap ini terbawa oleh angin melintasi daratan
dalam bentuk awan. Dalam wujud hujan, setiap tahunnya sekitar 3-4
juta meter kubik air dipindahkan dari laut ke daratan, dan akhirnya
sampai ke kita. Singkatnya, air dikirim ke kita dengan cara yang
teramat istimewa.
BERKAT GAYA HAMBAT
Hujan turun ke bumi dalam ukuran dan perhitungan yang tepat dalam
berbagai halnya. Yang pertama adalah kecepatan jatuhnya air hujan.
Saat dijatuhkan dari ketinggian 1.200 meter, sebuah benda berbobot
dan berukuran sama dengan setetes air hujan akan terus-menerus mengalami
percepatan (peningkatan kecepatan). Akhirnya, benda ini jatuh menumbuk
permukaan bumi pada kecepatan 558 km/jam. Tapi anehnya, kecepatan
rata-rata butiran air hujan hanyalah 8-10 km/jam; atau sekitar 60-70
kali lebih lambat.
Mengapa demikian? Penjelasannya terletak pada bentuk khusus dan
istimewa dari butiran air hujan (untuk penjelasan selengkapnya tentang
bentuk air hujan, silakan membaca kolom Editorial di halaman muka).
Bentuk butiran air hujan meningkatkan pengaruh gesekan molekul udara
terhadapnya. Akibatnya, air hujan mengalami gaya hambat yang berlawanan
dengan arah jatuhnya, sehingga memperlambat kecepatannya menumbuk
bumi. Apakah ini ada untungnya bagi kita? Lanjutkan membaca tulisan
di bawah ini, dan cermati perhitungan dan angka yang ada. Akan dapat
Anda bayangkan bencana yang bakal muncul di bumi andai butiran air
hujan tidak berbentuk sama dengan yang ada sekarang, atau jika atmosfer
tidak memiliki gaya hambat terhadapnya.
Awan sedikitnya berketinggian 1.200 m. Dampak yang ditimbulkan
sebutir air hujan yang jatuh dari ketinggian tersebut setara dengan
sebuah benda seberat 1 kg yang dijatuhkan dari ketinggian 15 cm.
Ada pula awan hujan berketinggian 10.000 m. Dengan ketinggian ini,
jatuhnya sebutir air hujan berakibat setara dengan jatuhnya suatu
benda berbobot 1 kg dari ketinggian 110 cm. Apa yang Anda rasakan
jika tubuh, rumah atau kendaraan Anda tertimpa benda seperti ini?

Daur air dari bumi ke atmosfer, dan kembali ke bumi lagi, begitu
seterusnya. |
Menurut perkiraan, setiap detik sekitar 16 juta ton air menguap
dari bumi. Angka ini sama dengan jumlah air yang turun ke bumi dalam
setiap detiknya. Dalam satu tahun, angka ini mencapai sekitar 505.000.000.000.000
(505 triliun) ton air. Demikianlah, air terus-menerus mengalami
daur secara seimbang menurut perhitungan tertentu, dan dikirim ke
bumi dengan cara yang paling tidak berbahaya bagi kehidupan. Jumlah
505 triliun ton air sungguh sangat besar. Bayangkan jika air sejumlah
ini ditumpahkan ke bumi begitu saja dalam satu waktu, di tempat
yang acak, dan tidak diturunkan merata berupa hujan yang meliputi
wilayah luas dalam rentang musim tertentu?
NAIK DULU SEBELUM TURUN
Penemuan radar cuaca telah memungkinkan pengetahuan tentang tahap-tahap
pembentukan hujan. Pembentukan hujan terjadi dalam tiga tahap. Pertama
adalah pembentukan angin; kedua, pembentukan awan; dan ketiga, pembentukan
butiran air hujan.
Tahap pertama: akibat pergerakan air laut –
misalnya ombak, riak dan pusaran – permukaan air laut senantiasa
berbusa atau berbuih. Buih ini membentuk gelembung udara berjumlah
tak terhitung, yang terus-menerus pecah dan melepaskan banyak butiran
kecil air laut ke udara. Butiran yang kaya garam ini lalu diterbangkan
angin dan naik hingga ke atmosfer. Butiran-butiran ini dinamakan
aerosol, dan berperan menangkap uap air di udara. Aerosol membentuk
awan yang terdiri dari butiran air dengan cara menangkap dan mengumpulkan
uap air tersebut, yang menguap naik ke atas dalam bentuk butiran-butiran
air teramat kecil.
Tahap kedua: awan terbentuk dari uap air yang
mengumpul dan melingkupi butiran-butiran garam atau debu (sebagaimana
disebut di tahap I). Karena ukuran butiran air pada awan ini sangatlah
kecil (dengan garis tengah 0,01-0,02 mm), awan tersebut melayang
dan terhampar di udara. Akibatnya, langit tertutupi oleh hamparan
awan.
Tahap ketiga: butiran-butiran air yang melingkupi
partikel-partikel garam dan debu menjadi semakin tebal dan jenuh.
Akhirnya terbentuklah butiran-butiran air hujan. Tatkala menjadi
semakin berat daripada udara atmosfer, butiran-butiran air hujan
ini meninggalkan awan dan turun ke bumi sebagai hujan.
Inilah sekelumit tentang turunnya air hujan. Adakah peran manusia
dalam daur air ini? Tidak ada sama sekali. Allahlah yang telah merancang
daur air, yang dengannya kehidupan dapat berlangsung di bumi. Al
Qur’an mengingatkan kita tentang air, tanda kekuasaan Allah
dan nikmat yang wajib disyukuri manusia.
Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. Kamukah
yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya? Kalau Kami kehendaki,
niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?
(QS. Al Waaqi’ah, 56:68-70)
| PUPUK DARI LANGIT
Selain menyirami bumi, air hujan juga berperan menyuburkan
tanah.
Butiran
air hujan yang membentuk awan, yang berasal dari penguapan
air laut, mengandung bahan-bahan “pemberi kehidupan”
yang berwujud butiran-butiran mikro, dan disebut sebagai “butiran
tegangan permukaan”. Butiran tegangan permukaan terbentuk
di lapisan tipis bagian paling atas permukaan air laut. Lapisan
berukuran kurang dari sepersepuluh milimeter ini dinamakan
lapisan mikro oleh para ahli biologi. Pada lapisan ini terdapat
banyak sisa-sisa bahan organik dari sampah yang dihasilkan
oleh ganggang renik dan zooplankton. Sebagian bahan sisa ini
mampu memilah, mengumpulkan dan mengikat sejumlah unsur langka
dalam air laut – seperti fosfor, magnesium, potasium
– dan sejumlah logam berat – seperti tembaga,
seng, kobal dan timbal. Proses ini menghasilkan butiran-butiran
tegangan permukaan yang kaya akan zat penyubur tanah atau
“pupuk”. Butiran ini selanjutnya terangkat ke
langit oleh angin, dan beberapa saat kemudian terperangkap
dalam tetesan air hujan yang mengenainya. Hujan lalu membawa
butiran kaya pupuk ini ke tanah. Benih dan tumbuhan di bumi
mendapatkan garam-garam logam dan unsur penting bagi pertumbuhannya
dari butiran air hujan ini.
Garam mineral yang jatuh bersama air hujan adalah sejumlah
kecil pupuk yang umum dipakai (kalsium, magnesium, potasium,
dll.) untuk menyuburkan tanah. Sebaliknya, logam berat yang
didapatkan dari butiran-butiran yang berasal dari permukaan
air laut ini merupakan unsur lain yang meningkatkan kesuburan
dalam perkembangan dan produksi tumbuhan.
Singkatnya, air hujan merupakan sumber pupuk penting. Tanah
gersang mampu mendapatkan seluruh unsur penting bagi tumbuhan
dalam waktu seratus tahun, hanya dengan pupuk yang dibawa
bersama jatuhnya air hujan. Hutan juga tumbuh berkembang dan
mendapatkan zat-zat makanan dengan bantuan butiran-butiran
dari laut ini.
Dengan cara ini, sekitar 150 juta ton pupuk jatuh ke seluruh
permukaan tanah yang ada setiap tahunnya. Jika tak ada pemupukan
alamiah seperti ini, akan ada sangat sedikit tumbuhan di bumi,
dan keseimbangan ekologis akan terganggu.
Taruhlah harga ‘pupuk dari langit’ ini Rp. 1000,-
per kg, ongkos kirim Rp. 100,- per kg, ongkos penaburan ke
permukaan bumi Rp. 50,- per kg. Maka seandainya kita harus
membayar pengiriman pupuk ini, akan dibutuhkan uang Rp. 172,5
miliar per tahun untuk membiayainya. Atau sekitara Rp 17,3
triliun untuk mengubah tanah gersang dalam waktu 100 tahun
menjadi subur.
Betapa baiknya Allah yang tidak hanya memberikan air gratis,
tapi juga menurunkan ‘pupuk dari langit’ secara
cuma-cuma. Mahasuci Allah, Tuhan Yang Maha Pemurah.
|
Alam Satwa
MENGHENTIKAN PESAWAT JUMBO JET

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada
antara keduanya dengan bermain-main. Kami tidak menciptakan
keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak
mengetahui. (QS. Ad Dukhaan, 44:38-39) |
Setiap orang telah menjumpai makhluk
mungil bernama laba-laba berkali-kali dalam hidupnya. Tapi, makhluk
kecil ini hanya menarik perhatian serius segelintir orang saja,
padahal ia adalah sebentuk kesempurnaan ciptaan Allah. Kita perlu
mengamati laba-laba sedikit lebih dekat untuk melihat kesempurnaan
ini.
Yang pertama kali terlintas dalam benak
seseorang ketika berpikir tentang laba-laba adalah jaringnya. Jaring
ini merupakan keajaiban perancangan. Jaring laba-laba memiliki rancang-bangun
tersendiri, beserta perhitungan teknik yang menyertainya. Jika laba-laba
diperbesar menjadi seukuran manusia, jaring yang dianyamnya akan
memiliki tinggi sekitar 150 meter. Ini kurang lebih setinggi gedung
pencakar langit berlantai 50. Andaikan laba-laba sedemikian besar
sehingga mampu membuat jaring dengan lebar 50 meter, maka jaring
tersebut akan mampu menghentikan pesawat jumbo jet. Jika demikian,
bagaimana laba-laba mampu membuat jaring dengan sifat ini?
Agar dapat melakukannya, laba-laba pertama
kali harus menggambar rancangannya, persis seperti seorang arsitek.
Sebab, rancang-bangun arsitektural dengan ukuran dan kekuatan seperti
ini mustahil dilakukan tanpa sebuah perancangan. Setelah rancangan
dipersiapkan, laba-laba perlu menghitung seberapa besar beban-beban
yang akan menempati titik-titik tertentu pada jaring, persis layaknya
insinyur konstruksi. Jika tidak, jaring ini akan pasti runtuh.
Jika seseorang mengamati bagaimana laba-laba
membangun jaringnya, akan ia temukan sebuah keajaiban yang nyata.
Pertama-tama, laba-laba melempar benang yang dipintalnya ke udara,
lalu tiupan angin menerbangkannya hingga menempel ke tempat tertentu.
Selanjutnya, pekerjaan membangun sarang pun dimulai. Perlu satu
jam atau lebih untuk menganyam sebuah jaring. Mulanya, laba-laba
menarik benang jenis kuat dan tegang dari titik pusat di bagian
tengah ke arah luar guna mempersiapkan rangkanya. Laba-laba lalu
menggunakan benang jenis kendur dan lengket untuk membuat lingkaran
dari arah luar ke dalam layaknya bentuk spiral obat nyamuk bakar.
Benang yang digunakan laba-laba sama
ajaibnya dengan jaring itu sendiri. Meskipun garis tengahnya kurang
dari 1 milimeter, benang laba-laba 5 kali lebih kuat dari serat
baja berketebalan sama, dan memiliki gaya tegang 150.000 kilogram
per meter persegi. Seutas tali bergaris tengah 30 cm yang terbuat
bahan benang laba-laba akan mampu menahan beban yang setara dengan
150 mobil. Benang ini dapat terulur hingga 4 kali panjangnya semula.
Karena sangat ringan, seutas benang laba-laba yang terulur hingga
3 kali keliling bumi, berbobot tak lebih dari 1 kilogram.

Cukuplah dengan meneliti kelenjar-kelenjar benang laba-laba
untuk memahami bahwa laba-laba tidaklah mungkin ada dengan sendirinya
tanpa penciptaan sengaja. Gambar ini memperlihatkan sejumlah
kelenjar sisi kanan dari seekor laba-laba Madagaskar (Nephila
Madagascariensis). Terdapat pula sejumlah kelenjar di sebelah
kirinya. Kelenjar benang 1 dan 2 menghasilkan benang kering
yang digunakan laba-laba untuk berpegangan tatkala berjalan
di atas jaringnya, atau ketika memanjat naik dan turun. Benang
viscid, yang digunakan untuk lingkaran jerat, dihasilkan di
dalam sebuah kelenjar lain (3). Benang utama ini terbungkus
oleh kelenjar-kelenjar rekat (lengket) (4 dan 5). Kelenjar ke-6
menghasilkan zat perekat yang diperlukan untuk merekatkan benang
ke suatu permukaan. Kelenjar ke-7 menghasilkan bahan baku pembuatan
benang tipis khusus yang digunakan untuk membungkus mangsa yang
terperangkap. Kelenjar ke-8 menghasilkan benang untuk pembuatan
kepompong. Nomor 9, 10, dan 11 menunjukkan alat pemintal (moncong
tempat keluarnya benang) belakang, tengah dan depan. Laba-laba
membuat benangnya dengan menggunakan perangkat tanpa tanding
ini. Jelaslah bahwa perangkat ini, dengan aneka peran dan rancang-bangunnya,
tidak mungkin muncul menjadi ada begitu saja, dengan sendirinya
melalui serangkaian peristiwa alamiah biasa yang tak disengaja.
Laba-laba diciptakan sekaligus dengan perangkatnya ini oleh
Allah Yang Mahakuasa. |
Semua laba-laba menghasilkan benang
dengan sifat berbeda. Dan semua benang ini dapat dikembalikan ke
bentuk awal mereka. Seekor laba-laba dapat dengan mudah mendaur
ulang sarang rusak menjadi benang kembali. Misalnya, laba-laba Diadematus
menggunakan kelenjar pengeluaran di dalam perutnya untuk menghasilkan
tujuh macam jenis benang.
Baja termasuk bahan terkuat yang dihasilkan
menggunakan sarana industri berat, memanfaatkan logam besi, dan
dalam tungku bersuhu ribuan derajat Celcius. Baja dirancang khusus
agar berdaya tahan tinggi, dan digunakan pada konstruksi lebar,
bangunan tinggi, dan jembatan. Sebaliknya, laba-laba menghasilkan
bahan yang 5 kali lebih kuat daripada baja, padahal tidak terdapat
tungku pembakaran dalam tubuhnya, dan tak satu pun teknologi yang
pernah ia pelajari atau kuasai. Laba-laba adalah makhuk mungil yang
tak mampu berpikir. Sungguh mengagumkan bahwa makhluk kecil ini
mampu menghasilkan benang yang lebih kokoh dari baja, dan menggunakannya
untuk membuat bangunan dengan cara yang sama seperti para arsitek
dan insinyur..
Perusahaan DuPont, pembuat bahan kimia
terbesar di dunia, merintis penelitian besar untuk mengkaji benang
laba-laba. Di akhir penelitian panjang yang menelan dana puluhan
juta dolar ini, struktur molekul benang laba-laba akhirnya terungkap
oleh para ilmuwan di laboratorium DuPont. Berikutnya, struktur molekul
ini ditiru untuk menghasilkan bahan terkuat yang dikenal di dunia:
Kevlar. Meski tidak sekuat dan sekokoh benang laba-laba, Kevlar
tetaplah bahan terkuat yang mampu dihasilkan manusia. Berkecepatan
150 meter per detik, sebuah peluru melubangi aneka benda yang dikenainya.
Namun peluru pistol tak mampu menembus Kevlar, yang sepersepuluh
dari benang laba-laba.
Kevlar dipakai dalam pembuatan: jaket
anti peluru, tambang pada kapal induk untuk menghentikan pesawat
tempur, sepatu pekerja tambang, di industri kedirgantaraan dan di
mana saja yang mensyaratkan kekuatan bahan. Namun benang laba-laba,
yang ditiru manusia untuk membuat Kevlar, jauh lebih kuat daripada
Kevlar itu sendiri. Benang ini juga lebih tipis dari rambut manusia,
lebih ringan dari kapas, tapi lebih kuat dari baja, dan diakui sebagai
bahan terkuat di dunia.
BENANG
LABA-LABA DILIHAT DENGAN MIKROSKOP... |

Gambar di atas memperlihatkan benang jerat laba-laba jenis tertentu,
seperti A. diadematus, yang diperbesar 100 kali. Pembungkus
berair yang memberikan sifat lengket pada benang tampak di sini
sebagai butiran air berukuran sangat kecil. Pada gambar di bawahnya,
yang diperbesar 300 kali, tampak benang-benang tergulung yang
menyerupai bola-bola kabel. Tegangan permukaan dalam setiap
butiran menyebabkan benang-benang di bagian intinya tergulung,
sehingga memunculkan sebuah perangkat pengerek yang pada gambar
terlihat dalam keadaan teregang. Ketika mengalami tekanan, perangkat
tersebut mengendur dan benang yang ada dapat mengalami pemanjangan.
|
Sebagaimana terlihat pada gambar
hasil perbesaran 200x di bawah, benang kering ini terbentuk
dari kumpulan ratusan benang kering berukuran sangat kecil.
Benang-benang tersebut telah bersifat lengket tanpa terbungkus
dalam cairan apa pun. Sifat rekat tersebut timbul berkat kerja
penyisiran yang dilakukan laba-laba ketika memintal benangnya.
Kerja penyisiran ini, yang dilakukan menggunakan sebuah sisir
halus pada ruas depan kaki belakang, memperbesar ukuran benang
tersebut. Penggembungan ini dapat terlihat hanya menggunakan
perbesaran 1000x, dan pengaruh listrik-statis yang ditimbulkan
memunculkan daya-jerat pada benang. Tidaklah mungkin sifat-sifat
tanpa cela tersebut dihasilkan dari serangkaian peristiwa alamiah
belaka tanpa unsur kesengajaan, sebagaimana pernyataan para
pendukung evolusi. Allah telah menciptakan laba-laba beserta
perangkat yang menakjubkan ini.  |
Singkatnya, menggunakan teknologi tercanggih
dan laboratorium terbaik, para ilmuwan terhebat di dunia mengkaji
benang yang dihasilkan seekor serangga mungil, dan mencoba menirunya.
Bahkan dengan semua itu, mereka pun tetap gagal menyamai kemampuan
makhluk mungil ini. Ini karena Allah-lah yang menciptakan laba-laba.
Allah memberi makhluk kecil ini keahlian luar biasa yang dimilikinya.
Mahabesar Allah, Tuhan Pencipta laba-laba, yang telah menyuruh kita
agar meneliti seluk-beluk ciptaanNya, termasuk laba-laba.
Keruntuhan
Teori Evolusi
MANUSIA BERAHANG KERA
Tengkorak
Manusia Piltdown dikemukakan kepada dunia selama lebih dari 40 tahun
sebagai bukti terpenting terjadinya "evolusi manusia".
Akan tetapi, tengkorak ini ternyata hanyalah sebuah kebohongan ilmiah
terbesar dalam sejarah.
Pada
tahun 1912, seorang dokter terkenal yang juga ilmuwan paleoantropologi
amatir, Charles Dawson, menyatakan dirinya telah menemukan satu
tulang rahang dan satu fragmen tengkorak dalam sebuah lubang di
Piltdown, Inggris. Meskipun tulang rahangnya lebih menyerupai kera,
gigi dan tengkoraknya menyerupai manusia. Spesimen ini diberi nama
"Manusia Piltdwon". Fosil ini diyakini berumur 500.000
tahun, dan dipamerkan di berbagai museum sebagai bukti nyata evolusi
manusia. Selama lebih dari 40 tahun, banyak artikel ilmiah telah
ditulis tentang "Manusia Piltdown", sejumlah besar penafsiran
dan gambar telah dibuat, dan fosil ini diperlihatkan sebagai bukti
penting evolusi manusia. Tidak kurang dari 500 tesis doktoral telah
ditulis tentang masalah ini. (Malcolm Muggeridge, The End of Christendom,
Grand Rapids, Eerdmans, 1980, hal. 59.)
Pada
tahun 1949, Kenneth Oakley dari departemen paleontologi British
Museum mencoba melakukan "uji fluorin", sebuah cara uji
baru untuk menentukan umur sejumlah fosil kuno. Pengujian dilakukan
pada fosil Manusia Piltdown. Hasilnya sungguh mengejutkan. Selama
pengujian, diketahui ternyata tulang rahang Manusia Piltdown tidak
mengandung fluorin sedikit pun. Ini menunjukkan tulang tersebut
telah terkubur tak lebih dari beberapa tahun yang lalu. Sedangkan
tengkoraknya, yang mengandung sejumlah kecil fluorin, menunjukkan
umurnya hanya beberapa ribu tahun.
Penelitian
lebih lanjut mengungkapkan bahwa Manusia Piltdown merupakan penipuan
ilmiah terbesar dalam sejarah. Ini adalah tengkorak buatan; tempurungnya
berasal dari seorang lelaki yang hidup 500 tahun yang lalu, dan
tulang rahangnya adalah milik seekor kera yang belum lama mati!
Kemudian gigi-giginya disusun dengan rapi dan ditambahkan pada rahang
tersebut, dan persendi-annya diisi agar menyerupai pada manusia.
Kemudian seluruh bagian ini diwarnai dengan potasium dikromat untuk
memberinya penampakan kuno.
Le
Gros Clark, salah seorang anggota tim yang mengungkap pemalsuan
ini, tidak mampu menyembunyikan keterkejutannya dan mengatakan:
"bukti-bukti abrasi tiruan segera tampak di depan mata. Ini
terlihat sangat jelas sehingga perlu dipertanyakan - bagaimana hal
ini dapat luput dari penglihatan sebelumnya?" (Stephen Jay
Gould, "Smith Woodward's Folly", New Scientist, 5 April
1979, hal. 44) Ketika kenyataan ini terungkap, "Manusia Piltdown"
dengan segera dikeluarkan dari British Museum yang telah memamerkannya
selama lebih dari 40 tahun.

Skandal Piltdown dengan jelas memperlihat-kan bahwa
tidak ada yang dapat menghentikan para evolusionis dalam rangka
membuktikan teori-teori mereka. Bahkan, skandal ini menunjukkan
para evolusionis tidak memiliki penemuan apa pun yang mendukung
teori mereka. Karena mereka tidak memiliki bukti apa pun, mereka
memilih untuk membuatnya sendiri.
Tubuh Manusia
BUKAN SEKEDAR RAJIN MANDI
oleh Airlangga Bramayudha
Mahasiswa Teknik Elektro ITS Surabaya, tinggal di Surabaya
Memakai baju, celana panjang, kaus kaki, sepatu, kacamata,
helm, dan sebagainya. Tiap hari boleh dikata kita selalu memakai
pakaian, baik pakaian tidur, pakaian kerja, pakaian ibadah, maupun
pakaian santai. Apa pun bentuk dan kegunaannya, semuanya adalah
pakaian. Pakaian menutupi dan melindungi kulit kita. Namun simaklah,
sebenarnya lapisan kulit tubuh kita pun melindungi diri kita layaknya
pakaian yang kita kenakan, bahkan lebih hebat dari pakaian.
Kulit bukan hanya lapisan tipis lentur, sedikit berambut,
dan berwarna putih bersih, coklat atau hitam legam. Lebih dari itu,
Allah telah menciptakan kulit kita dengan 3 lapisan yaitu Epidermis,
Dermis, dan Subkutan. Ketiganya bagaikan pakaian berstruktur canggih
yang melindungi tubuh kita.
Lapisan epidermis adalah baju pelindung terluar yang
menjaga permukaan tubuh dari kekeringan akibat penguapan berlebihan,
pencemaran, sinar matahari dan kuman penyakit. Lapisan ini merupakan
baju terluar yang langsung bersentuhan dengan dunia luar. Ada yang
berpendapat, sebagian debu yang berterbangan di dalam rumah kita
berasal dari sel-sel kulit kita yang mati dan mengelupas.

Meskipun sekilas dianggap memiliki bentuk dan susunan sederhana,
ternyata kulit merupakan organ teramat rumit dan canggih. Kulit
terdiri dari aneka lapisan yang di dalamnya terdapat ujung saraf
penerima rangsangan, pembuluh darah, sistem ventilasi, pengatur
suhu dan kelembaban. Jika diperlukan, kulit bahkan mampu memberikan
perlindungan dari sinar mentari. |
Di bawah epidermis adalah lapisan dermis. Pada lapisan
ini dapat dijumpai pembuluh darah, saraf, kelenjar keringat dan
kelenjar minyak (sebasea). Pada setiap 1 cm persegi kulit manusia
terdapat jalinan pembuluh darah dengan panjang keseluruhan sekitar
7 meter.
Lapisan kulit terakhir dan terbawah adalah Subkutan,
yakni lapisan jaringan tebal di bawah dermis yang menjaga bentuk
dan suhu tubuh. Pada lapisan subkutan terdapat sel-sel lemak sebagai
bantalan pelindung dari benturan keras, cadangan makanan bagi lapisan
kulit di atas dan di sekitarnya.
Selain sebagai pembungkus lentur pelindung tubuh dari
pengaruh lingkungan, kulit pun ternyata merupakan alat tubuh terberat
dan terluas. Berat keseluruhan kulit adalah sekitar 15% berat tubuh,
dan luasnya mencapai kurang lebih 1,50-1,75 meter persegi. Tebal
kulit rata-rata 1-2 mm. Lapisan kulit tertebal ada di telapak tangan
dan telapak kaki, yaitu sekitar 6 mm. Ini dikarenakan bagian inilah
yang paling sering bersinggungan secara mekanis dengan permukaan
benda-benda di dunia luar, misalnya untuk memegang, menapak dan
melangkah.
Pada kulit terdapat ujung-ujung saraf bernama reseptor
yang peka terhadap beberapa jenis rangsangan, seperti panas, dingin,
sakit, sentuhan dan tekanan. Reseptor-reseptor panas dan dingin
terdapat dalam dermis sedangkan reseptor tekanan terdapat pada sel-sel
lemak, yaitu pada daerah subkutan. Reseptor-reseptor ini akan menerima
rangsangan dan mengubahnya menjadi sinyal yang dihantarkan ke otak
untuk ditafsirkan. Bayangkan apabila kita tidak dikaruniai kulit
yang dipenuhi ujung saraf oleh Allah, apa jadinya tubuh kita ini.
Misalnya saja, saat tersentuh api kita dengan cepat menjauhinya.
Itulah mengapa sekitar 85% luka bakar bersifat ringan dan penderitanya
tidak perlu dirawat di rumah sakit. Hal tersebut dikarenakan adanya
sel saraf bagaikan alarm yang mengetahui adanya bahaya sehingga
tubuh dapat cepat meresponnya untuk manghindari kerusakan yang lebih
parah akibat luka bakar karena panas, listrik, atau zat kimia.
Keajaiban lainnya dari pakaian supercanggih ciptaan
Allah ini adalah kemampuannya untuk self-healing, atau mengobati
jaringannya yang terluka secara mandiri. Bahkan apabila lukanya
tidak terlalu parah, kulit mampu kembali ke bentuk semula. Mana
ada di seluruh dunia yang membuat atau menjual pakaian berperangkat
otomatis sehebat ini, yang mampu menjahit sendiri tatkala robek?
Kehebatan kulit itu dikarenakan keberadaan suatu lapisan Malphigi.
Pada lapisan ini terdapat sel-sel yang bermitosis (membelah dan
memperbanyak diri) untuk menghasilkan sel-sel kulit baru pengganti
sel-sel yang telah rusak dan mati. Lapisan Malphigi juga menambah
luas permukaan kulit semasa proses pertumbuhan berlangsung.
Kulit juga berfungsi sebagai tempat pembuangan zat-zat
sampah hasil metabolisme (kerja biologis dan kimiawi) dalam tubuh.
Zat-zat ini berupa cairan keringat. Sebagian proses metabolisme
tubuh merupakan proses pembakaran yang menghasilkan tenaga dan panas.
Panas yang dihasilkan dapat berbahaya jika kelebihannya tidak dibuang.
Cairan keringat amat membantu menyerap panas ini dan mendinginkan
suhu tubuh. Karenanya, kulit turut berperan mengatur suhu badan.
Selain itu, kulit juga mampu menyerap zat asam (oxygen) dalam kadar
rendah melalui pori-pori kulit.
Karena penting, kulit harus dipelihara dengan baik.
Darah dan getah bening selalu memelihara keadaan kulit agar tetap
kenyal dan berwarna kemerahan. Bila persediaan darah cukup dan tubuh
normal, kulit kita agak kemerah-merahan, muka berseri-seri. Sari
makanan yang diedarkan darah ke seluruh tubuh berguna sebagai zat
pemelihara kulit, sehingga kecantikan dan ketampanan dapat terjaga.
Ketersediaan darah yang cukup dan kerja pembuluh darah yang prima
menjadikan penampilan kulit tetap segar dan mulus. Memakan cukup
sayuran dan buah-buahan segar akan membantu mewujudkan hal ini.
Itulah kulit, salah satu ciptaan Allah yang amat berharga
buat kita. Kita rasakan manfaat pentingnya, namun sering lupa bersyukur
akan nikmat Allah ini. Bersyukur bukanlah sekedar sering mandi dan
rajin merawat kulit, tapi bagaimana kita dapat semakin taat kepadaNya.
Iptek
Anak
ADA KOMPAS DI MATA SEMUT
Adik-adik tercinta, kita membutuhkan panduan untuk
menunjukkan arah ketika bepergian ke negara lain, atau ke kota lain.
Apalagi jika kita tidak mengetahui tempat yang kita tuju, jelas
kita harus memiliki sebuah kompas dan peta. Peta memperlihatkan
pada kita di mana kita berada dan menunjukkan arah yang dituju.
Kita menemukan jalan dengan menggunakan peralatan-peralatan ini,
dan bertanya pada orang lain sehingga tidak tersesat.
Pernahkah kalian memikirkan bagaimana makhluk-makhluk
lain menemukan jalan mereka? Bagaimana seekor semut yang mencari
makan di tengah padang pasir dapat kembali lagi ke sarangnya tanpa
tersesat? Mari kita lihat sekawanan semut hitam yang membangun sarang
mereka di padang pasir. Mereka adalah semut hitam yang mendiami
pesisir pantai Laut Tengah di Tunisia. Semut-semut ini sangat ahli
dalam menemukan jalan mereka di padang pasir yang begitu luas dan
bisa kembali ke sarang mereka tanpa bantuan kompas ataupun peta.
Begitu matahari terbit, suhu di padang pasir mencapai
700 C (1580 F), wuih panas ya?! Kemudian semut
meninggalkan sarang untuk mencari makan di tengah teriknya hari.
Setelah berulang kali berhenti dan berputar-putar, ia kemudian menjalani
jalur berliku dalam wilayah yang jauhnya sekitar 200 meter (655
kaki) dari sarangnya. Biar lebih asyik, kalian bisa melihat jalur
tersebut pada peta, lho! Hebatnya sang semut, ia tidak pernah tersesat
di jalur yang berliku-liku ini. Sekali ia menemukan sumber makanan,
semut akan mengikuti arah yang lurus dan kembali ke sarangnya. Kalau
dibandingkan dengan ukuran semut yang sangat kecil, perjalanan semut
ini kira-kira sama jauhnya dengan perjalanan seorang manusia yang
berjalan pulang pergi dengan arah lurus setelah menjelajah sejauh
35 sampai 40 kilometer dari suatu titik di padang pasir. Subhanallah!
Bagaimana mungkin semut itu berhasil melakukan tugasnya
yang pasti tidak mungkin dilakukan manusia? Tidak mungkin semut
menemukan arahnya dengan melihat benda-benda. Tanda-tanda dan penunjuk
jalan seperti pohon, bebatuan, sungai, atau danau yang membantu
seseorang menemukan arah sangat jarang terlihat di padang pasir.
Di mana-mana hanya pasir semata. Kalaupun ada tanda-tanda, tetap
akan sama saja karena tidak mungkin seekor semut dapat mengingat
tanda-tanda ini, untuk mengingat tempat mereka berada dan menggunakannya
untuk menemukan jalan. Dengan memikirkan kejadian tersebut dengan
cara seperti ini, kita akan dapat memahami dengan lebih baik, betapa
hebatnya tugas yang dilakukan semut. Semut dapat mengerjakan tugas
sulit ini berkat bentuk tubuh istimewa yang dianugerahkan kepadanya.
Ada suatu sistem penentuan arah yang istimewa pada
mata semut. Sistem yang ditempatkan Allah dalam mata semut ini lebih
maju dibanding alat-alat mekanik untuk menentukan arah. Karena mampu
menerima beberapa cahaya yang tidak bisa kita terima, semut dapat
menentukan arah dan mengetahui di mana utara dan selatan. Berkat
kemampuan ini, tidaklah sulit bagi semut untuk memperkirakan letak
sarangnya, dan kembali ke sana.
Manusia terlambat menyadari sifat-sifat cahaya. Namun,
semut telah mengetahui dan memanfaatkan salah satu sifat cahaya
yang tidak diketahui oleh manusia, sejak semut terlahir ke dunia.
Sudah pasti, bentuk sempurna seperti mata semut ini tidak mungkin
muncul karena kebetulan-kebetulan yang terjadi secara acak. Mata
semut harus tetap seperti itu sejak semut itu ada. Jika tidak, semut
tidak akan dapat kembali ke sarangnya di tengah panasnya gurun,
dan tidak dapat bertahan. Pastilah mata seluruh semut gurun telah
dilengkapi dengan sistem ini sejak hari pertama mereka muncul ke
dunia. Allah, Yang Maha Mengetahui, menciptakan mata ini untuk mereka.
dunia
Mikroba
PABRIK TERKECIL DI DUNIA
PENGHASIL PLASTIK
oleh
ZSM Surono*
Alumnus IPB, Peneliti pada ISTECS dan SUSTAID Consultant.
 |
| Salah satu mikroba penghasil
bioplastik. Butiran berwarna putih adalah bioplastik. |
Setiap hari kita sering berurusan dengan plastik, baik sebagai
pembungkus makanan, minuman atau benda-benda lain yang kita gunakan.
Kita bisa melihat saat truk sampah petugas kebersihan lingkungan
lewat. Timbunan plastik menjadi sampah yang akhirnya dibuang begitu
saja, tanpa pemanfaatan lebih lanjut agar tidak merusak lingkungan.
Manusia adalah salah satu ciptaan Allah yang berkewajiban menjaga
kelestarian lingkungan. Tetapi seperti yang kita lihat dewasa ini,
sebagian manusia menjadi serakah dan tak peduli terhadap lingkungan.
Mereka memanfaatkan alam sebesar-besarnya dengan dalih demi pembangunan.
Padahal sejatinya mereka tengah mengadakan kerusakan di bumi.
Ramah lingkungan
Salah satu permasalahan lingkungan adalah semakin menumpuknya sampah
plastik. Industri plastik dunia menghasilkan hampir 35 miliar kg
plastik per tahunnya, dan 40%-nya dibuang dengan cara ditimbun tanah.
Padahal, sampah plastik tersebut tidak bisa diurai oleh mikroba
tanah. Bayangkan penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 220 juta
lebih. Pasti terdapat banyak sampah plastik yang dibuang setiap
harinya. Padahal, limbah plastik di Indonesia belum ditangani secara
baik.

Plastik yang digunakan saat ini berasal dari plastik sintetis buatan
pabrik. Bahan baku kimianya yaitu poli-vinil klorida, poli-akrilat,
poli-etilen, poli-propilen, poli-stiren dan poli-etilen-tereftalat.
Bahan-bahan tersebut tidak dapat dirombak, dihancurkan atau diuraikan
oleh mikroba yang tidak mampu menghasilkan enzim atau zat penghancur
plastik sintetis. Upaya mengatasi limbah plastik saat ini kebanyakan
dilakukan dengan membakar dan mendaur ulang. Namun, pembakaran limbah
plastik itu malah berdampak lain, yaitu tercemarnya udara osleh
gas-gas hasil pembakaran plastik, di antaranya CO2 dan CO. Di sisi
lain pendaur-ulangan hanya mampu menangani sekitar 25% sampah plastik.
Pendaur-ulangan plastik biasanya akan menurunkan mutu produk plastik
berikutnya.
Masalah pencemaran plastik sangat menarik perhatian para peneliti
lingkungan untuk mencari bahan plastik ramah lingkungan. Ini biasa
dikenal dengan istilah biodegradable plastics atau bioplastik, yakni
plastik yang dapat dirombak secara biologis (oleh mikroba). Salah
satunya adalah jenis plastik PHA (polyhidroksialkanoat). PHA dihasilkan
oleh sejumlah bakteri di dalam selnya. Selain sebagai cadangan energi
dan karbon dalam sel, PHA merupakan senyawa poliester termoplastis
bermolekul besar yang terbentuk secara alamiah atau melalui proses
bioteknologi.
Banyak spesies
bakteri penimbun PHA yang sudah diketahui seperti Alcaligenes eutrophus,
Bacillus meggaterium, Pseudomonas cepacia, Azotobacter beijerinckii,
Bradyrhizobium japonicum dan beberapa spesies Rhizobium.
Pabrik mikro penghasil bioplastik
Pembuatan PHA di pabrik sudah dilakukan antara lain oleh Imperial
Chemical Industri (ICI) sejak tahun 1982 dengan nama dagang BIOPOLTM,
menggunakan fermentasi fed-batch skala besar. Penggunaan plastik
PHA telah meluas, seperti pada botol sampo, gagang pisau cukur sampai
peralatan bidang kedokteran. Namun, penggunaan PHA secara ekonomi
belum bisa bersaing dengan produk-produk turunan polioleofilen seperti
polipropilen dan polietilen. Salah satu cara mengatasi kendala tersebut
adalah dengan mencari mikroba unggul penghasil PHA dan pengguna
sumber karbon murah, seperti molase, yakni limbah pengolahan gula
tebu
Pemakaian plastik PHA, yang lebih dikenal dengan bioplastik, menguntungkan
lingkungan karena mudah terurai, mudah diperbarui, mengurangi ketergantungan
pada bahan bakar minyak dan sebagai bahan pengganti untuk mengatasi
masalah pencemaran oleh plastik sintetis.
Demikianlah, Allah telah menciptakan alam dengan sangat sempurna,
penuh tujuan dan manfaat. Mikroba penghasil PHA ibarat pabrik terkecil
di dunia penghasil plastik yang dapat dimanfaatkan manusia. Manusia
mencari pemecahan masalah lingkungan serius dengan menengok ke alam,
ke wujud tak kasat mata seperti bakteri. Selain lebih dulu ada di
alam sejak ribuan tahun lalu, bioplastik buatan bakteri pun lebih
unggul, lebih ramah lingkungan daripada plastik sintetis buatan
manusia. Ini adalah bukti bahwa kita sepatutnya tak bersombong diri
manakala mampu menciptakan seperangkat teknologi. Sebab, ternyata
karya manusia pun tak ada apa-apanya dibanding dengan ciptaan Allah.
Sejarah
LEBIH BESAR, LEBIH MENGERIKAN
(Ada Apa dengan Perang Dunia? – bagian ke-5)
 |
| Pemimpim kejam di abad ke-20
yang menenggelamkan umat manusia dalam genangan darah: Hitler
dan Mussolini |
Perang Dunia I adalah hasil dari seperangkat pola pikir
yang menganggap perkelahian dan pertumpahan darah sebagai hukum
alam yang penting. Bahkan setelah perang berakhir, pandangan ini
masih tetap hidup. Karena tidak mati, pemikiran ini terus menanamkan
benih perang yang bahkan lebih besar dan lebih mengerikan. Jerman
merupakan pusat ancaman besar ini.
Benih-benih perang baru
Perjanjian Versailles yang mengakhiri Perang Dunia
I menjatuhkan kepada Jerman beban keuangan yang sangat berat sebagai
ganti rugi. Walaupun bangsa ini berjuang untuk memulihkan diri dari
akibat perang, mereka jatuh ke dalam krisis ekonomi yang parah.
Kelompok-kelompok politik yang bersaing bertikai di jalanan. Di
tengah suasana yang kacau ini, sebuah gerakan politik yang fanatik
mulai muncul. Ini adalah Partai Nazi yang dipimpin oleh Adolf Hitler.
Paham Nazi tidak lain merupakan penafsiran dari Darwinisme
Sosial. Hitler telah menggunakan pandangan “pertarungan ras
untuk bertahan hidup” yang merupakan dasar teori Darwin. Menurut
Hitler, ras Aria bangsa Jerman berada di puncak tangga evolusi dan
mereka berhak memimpin ras yang lain. Agar pandangan ini menjadi
kenyataan, mereka butuh perang yang lain lagi, yaitu perang yang
akan membuat Jerman menjadi penguasa di seantero dunia.
 |
DAMPAK MENGENASKAN PERANG DUNIA
I
Perang Besar 1914-1918 meluluhlantakkan Eropa. Sekitar 10 juta
orang tewas, dan berjuta-juta lagi yang menderita kerugian batin
dan ekonomi karenanya. |
Para pemimpin yang kejam dan berambisi memimpin gerakan
ini. Keadaan para pemimpin ini dijelaskan sebagai berikut di dalam
Al Quran:
Dan apabila ia berpaling (dari mukamu), ia berjalan
di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanaman-tanaman
dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan. (QS. Al
Baqarah, 2:205)
Pendudukan dan perang
Paham Nazi memulai sebuah perang dunia baru pada tahun
1939. Bala tentara Nazi menduduki Polandia melalui serangan mendadak.
Jerman membuat Polandia bertekuk lutut hanya dalam tiga minggu.
Ibukota Polandia, Warsawa, dijatuhi bom dengan tanpa ampun dan banyak
rakyat sipil tewas. Seluruh dunia terhimpit dalam ketakutan, sambil
menanti untuk melihat apakah sasaran yang berikutnya.
Dewan Jenderal Jerman sedang membuat rencana serangan yang baru.
Sementara itu, bentuk kekuasaan mutlak lainnya mengambil langkah
pertama memasuki perang: Uni Soviet yang diperintah oleh diktator
yang banyak menumpahkan darah, Stalin. Stalin dan Hitler menandatangani
perjanjian tidak saling menyerang pada Agustus 1939. Mereka mencapai
kesepakatan untuk membagi Polandia, namun ini tidak memuaskan Stalin.
Dengan serangan yang tiba-tiba, Tentara Merah menyerbu negara-negara
Baltik yaitu Latvia, Estonia, dan Lithuania. Kemudian mereka bergerak
menuju utara dan menduduki Finlandia. Serangan ini menyebabkan tewasnya
lebih dari seperempat juta manusia.
 |
Dengan serangan yang dilancarkan pada bulan April 1940, pasukan
Hitler menduduki Denmark, Norwegia, Belgia, dan Belanda. Tentara
Jerman memasuki Prancis melalui Belgia pada bulan Mei 1940. Puluhan
ribu rakyat sipil mulai mengungsi untuk menyelamatkan diri dari
ancaman kekerasan Nazi. Pada tanggal 13 Juni, tentara Jerman berbaris
memasuki jalan-jalan di kota Paris. Hitler bergambar untuk para
juru foto di depan Menara Eiffel.
Dalam bulan-bulan berikutnya, Jerman melanjutkan perang dengan
menyerbu Bulgaria, Yugoslavia, dan Yunani. Seantero Eropa dihancurkan
oleh sepatu lars Hitler. Rencana pendudukan Jerman yang terbesar
adalah melawan bekas sekutunya, Rusia. Rencana ini, yang diberi
nama sandi Operasi Barbarossa, dimulai dengan sebuah serangan mendadak
pada tanggal 22 Juni, 1941.
Tentara Jerman bergerak dengan cepat dan dalam 12 minggu, mereka
telah menyerbu Kiev. Satu bulan kemudian, mereka sampai di pinggiran
Moskow. Tiga tahun berikutnya menjadi saksi meletusnya perang mengerikan
antara Jerman Nazi dengan Uni Soviet. Pertikaian ini, yang menjadi
perang paling berdarah di sepanjang sejarah, membuat lebih dari
30 juta nyawa melayang.
Kedua pihak yang bertikai dalam perang ini, Paham Nazi dan Komunis,
melakukan kejahatan yang mengerikan terhadap umat manusia. Paham
yang bertempur dalam perang ini mencoba mewujudkan harapan dan rencananya
sendiri, walaupun mereka tidak punya alasan moral ataupun kemanusiaan.
Untuk mencapai tujuan, mereka membenarkan pembantaian berjuta manusia.
Mendukung kekejaman yang tidak mengenal batas seperti itu dilarang
keras dalam Al Quran:
Dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas,
yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan.
(QS. Asy Syu’araa’, 26:151-152)
Kekejaman Nazi
Perang Dunia II lebih dari sekadar perang. Perang ini juga sebuah
upaya menyeluruh untuk melakukan pembantaian dan pemusnahan bangsa.
Dimulainya perang ini didasarkan pada kebijakan “ruang hidup”
rasis Hitler. Hitler menyatakan bahwa wilayah Jerman saat itu tidak
cukup lagi bagi bangsa Jerman dan bahwa ras Aria tengah terhimpit
di wilayah ini. Dia kemudian berpendapat bahwa mereka harus menduduki
negara-negara Eropa Timur dan menjadikan wilayah tersebut Lebensraum,
atau “ruang hidup,” bagi rakyat Jerman. Puluhan juta
orang yang sudah mendiami wilayah ini menghadapi pembantaian kejam.
Tentara Nazi melakukan pembantaian besar-besaran di setiap wilayah
yang mereka duduki di Eropa Timur. Terutama sekali, mereka melakukan
tindakan tanpa kenal ampun terhadap bangsa Yahudi, Gipsi, Polandia,
dan Slavia, kelompok yang mereka anggap lebih rendah daripada mereka.
(bersambung)
Tafakur
RIBUAN ORANG TURUT BERJASA
Seringkali
manusia merasa bangga dengan keberhasilannya. Misalnya, seseorang
yang lulus ujian masuk perguruan tinggi. Bisa dimaklumi jika ia
merasa senang akan keberhasilannya. Namun, patutkah ia merasa sombong,
menganggap kecerdasannya sebagai penentu utama kelulusan itu?
Marilah bernalar untuk menjawab pertanyaan di atas.
Mari kita coba pikirkan secara jujur apa saja yang menjadikan orang
tersebut lulus dalam ujiannya.
Tak dipungkiri, persiapan matang dan kerja kerasnya
dalam belajar merupakan penentu penting. Tapi mungkinkah ia belajar
keras tanpa makan, minum, penerangan, buku, alat tulis, lembaga
pendidikan? Jawabannya: mustahil. Artinya, orang-orang yang berjasa
dalam tersedianya bahan makanan dan minuman seperti petani, pedagang,
pembuat sumur, petugas penjernihan air, dan sebagainya, juga bersumbangsih
dalam kelulusannya. Ini bermakna pula keberhasilannya tak luput
dari jasa karyawan perusahaan listrik, pegawai perusahaan buku,
kertas, alat tulis, penerbitan, guru dan karyawan lembaga pendidikan.
Keberhasilannya dikarenakan pula dukungan sarana transportasi
ke tempat ujian. Orang-orang yang turut menghasilkan kendaraan,
membuat jalan, menjadi sopir angkutan atau petugas perusahaan bahan
bakar minyak juga turut andil dalam memperlancar dirinya sampai
di tempat ujian dengan selamat. Saudara, tetangga, orang di jalanan
yang ia lalui di hari ujian, bahkan semua orang di sekelilingnya
pun termasuk yang menentukan keberhasilannya. Mengapa? Sebab di
hari itu, tak satu pun dari mereka yang melakukan perbuatan yang
berakibat gagalnya ia menempuh ujian.
Jika dihitung semua, sekitar puluhan bahkan mungkin
hingga ribuan orang yang sebenarnya turut andil dalam kelulusannya.
Segala kecerdasan otak dan persiapan matangnya takkan menjadikannya
lulus ujian jika perjalanannya ke tempat ujian mengalami kecelakaan
mematikan akibat sopir angkutan umum yang ceroboh, atau orang jahat
yang melukainya hingga parah untuk merampoknya menjelang ujian,
dan sebagainya. Kesimpulannya, seluruh orang yang turut berjasa,
namun yang seringkali ia lupakan ini, seolah melakukan tugasnya
masing-masing demi memudahkannya lulus ujian masuk perguruan tinggi.
Padahal ia sama sekali tak pernah meminta, memerintahkan atau mengendalikan
mereka semua untuk membantu mewujudkan cita-citanya.
Demikianlah, tidak sepatutnya orang merasa sombong
dan hebat dengan pencapaiannya. Sebaliknya, kebahagiaan karena keberhasilan
itu hendaknya diiringi rasa terima kasih kepada orang lain yang
telah ikut berjasa, rasa syukur dan rendah diri di hadapan Allah,
Pemberi sejati keberhasilan itu.
|