Editorial
Ingin Mencicipi Apel Biru?
Sudah
seringkali dijumpai apel impor di berbagai supermarket, bahkan di
pasar maupun terminal. Apel ini sangat disukai oleh para pembeli
lokal. Selain rasanya yang enak dan khas, apel pasokan dari luar
negeri pun berpenampilan lebih menarik ketimbang apel lokal. Apel
impor warnanya cenderung seragam dan merata: merah hati, ada pula
yang merah berpadu warna kuning atau oranye. Namun sudahkah Anda
melihat apel berwarna biru? Anda tentu penasaran dan ingin melihatnya,
kalau perlu bisa mencicipinya. Sebagian dari Anda mungkin ingin
menggali lebih dalam tentang si apel biru ini: dari mana asalnya,
bagaimana mendapatkan bibitnya, bahkan mungkin bagaimana bisa memunculkan
warna biru pada apel tersebut.
Demikianlah, terkadang rasa keingintahuan kita muncul
jika ada hal-hal di luar kebiasaan seperti ini. Padahal banyak hal
luar biasa di sekeliling kita, bahkan di depan hidung kita sendiri
yang menanti penelitian secara mendalam. Tanpa menunggu apel biru,
sebenarnya apel hijau atau merah pun sudah cukup untuk menggelitik
pikiran kita agar berupaya menemukan bagaimana warna apel dapat
terbentuk; tak terkecuali aneka warna lainnya dari benda-benda di
sekitar kita.
Ternyata untuk melihat warna saja, diperlukan tahapan
dan perangkat rumit yang di luar bayangan kita. Agar warna terbentuk,
diperlukan matahari yang memancarkan sinar tertentu, serta atmosfer
yang hanya membiarkan lewatnya sinar-sinar yang diperlukan kehidupan.
Lalu diperlukan pula adanya benda-benda yang memantulkan sinar matahari
berdasarkan pola dan cara tertentu untuk menghasilkan cahaya pantulan
berwarna. Mata kita termasuk salah satu perangkat penting yang bertugas
mengubah cahaya pantulan benda yang mengenainya menjadi denyutan
saraf. Denyutan saraf ini dikirim ke pusat penglihatan yang gelap
dalam otak. Setiap saat dalam sepotong daging yang gelap inilah
kita melihat dunia penuh warna.
Setiap orang menjumpai keajaiban penciptaan warna yang
tiada tara ini sejak saat kelahirannya. Tidak ada peran manusia
dalam pemunculan warna maupun rangkaian tahapan pembentukannya secara
terus-menerus. Dialah Allah, Yang telah menciptakan semua warna
di dunia, dan menempatkan manusia untuk hidup di dunia penuh warna
ini.
Surat
Pembaca
DITAMBAH DONK!
Isi majalah Insight sesuai banget dengan program studiku, MIPA
(Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) jurusan Biological Sains.
Kalau boleh usul, bagaimana kalau rubriknya ditambah, sehingga ulasannya
banyak? Bagaimana kalau gambar-gambar yang dimuat lebih banyak,
menarik, dengan corak yang sesuai dengan gambar asli sehingga kesannya
lebih hidup? Bagaimana kalau rubrik Surat Pembaca menampilkan lebih
dari tiga surat dari pembaca, menandakan peminat Insight banyak,
untuk selanjutnya dibuat Fans Club?
Rieziyanti Rahmini,
Jl A Yani Km 36 (Varras Fashion),
Gang Purnama No 4 RT 15 RW 06,
Banjarbaru Kalimantan Selatan 70714
Terima kasih atas berbagai masukannya. Insha allah
menjadi pertimbangan bagi redaksi.
RUBRIK IPTEK
Assalamu’alaikum
Trim’s banget deh atas kehadiran Insight yang bisa ngingatin
dan nyadarin kami, terutama para ABG lewat kupasan SAINS-nya yang
pada dasarnya ngungkapin akan Kebesaran dan Kekuasaan Allah swt,
Sang Maha Pencipta. Alangkah baiknya kalau Insight nambahin rubrik
IPTEK (Buletin SAINS Populer dan IPTEK Modern) yang berkenaan dengan
efek positif dan negatifnya bagi kita umat Islam. Semoga Insight
bisa terus hadir dengan lebih baik dan fresh di tengah-tengah kami
dengan Inovasinya yang tiada henti. Wassalam
Fahrizal Mujasa
SMU N 1 Kelua, Jln Karangan Putih Km. 4,5
Kec. Kelua Kab. Tabalong Kal-Sel 71542
Terima kasih atas tanggapan positifnya. Juga usulannya
untuk menampilkan rubrik IPTEK.
ANTUSIAS MENYAMBUT
Assalamu’alaikum
Pertama kali memiliki Insight, yang sudah edisi ketiga, saya langsung
promosi ke Kakak yang tinggal di sebuah Komplek Pesantren dan juga
memiliki usaha TB Islam, agar mereka ikut menyalurkannya, saya yakin,
TB mereka akan semakin sering dikunjungi santri karena buletin ini
pasti membantu mereaka memahami ilmu Biologi, Fisika dan Kimia –
dua yang terakhir banyak diakui sebagai monster bagi siswa. Meski
kini sudah tiga edisi yang saya miliki antusias saya dalam menyambutnya
setiap bulan tidak pernah surut. Buat seluruh kalangan yang terlibat
dalam buletin ini, tetaplah istiqomah, OK! Wassalam
Juni Warni Silalahi,
Jl P. Jawa No 138 LINGK.X-C,
Pekan Labuhan Medan
Terima kasih telah menjadi pembaca setia buletin Insight.
Istiqomah juga, ya!!
Dari
Kami
TULISAN LOKAL
Assalamu’alaikum wr. wb.
Beberapa
waktu terakhir terdapat usulan dari para pembaca INSIGHT yang menginginkan
dimuatnya tulisan ilmuwan lokal di buletin tersayang ini. Redaksi
sangat bersemangat menanggapi usulan tersebut. Bahkan ini merupakan
keinginan kami sejak awal untuk menampilkan karya-karya Anda di
INSIGHT. Di edisi sebelumnya pun kami telah memuat sejumlah tulisan
kiriman penulis lokal. Namun entah mengapa ternyata tidak banyak
tulisan lokal laik muat yang masuk lagi ke meja redaksi kami. Mungkin
dikarenakan perlu adanya wartawan iptek yang dapat menjembatani
para ilmuwan dan media masa populer seperti INSIGHT, agar ilmu mereka
dapat dituangkan para wartawan tersebut dalam bentuk tulisan populer
yang dapat dinikmati kalangan luas. Untuk itu, di edisi ini, kami
mengumumkan kepada segenap pembaca INSIGHT atau siapa saja yang
berminat menjadi wartawan lepas kami di bidang iptek. Selengkapnya,
bukalah lembaran-lembaran bacaan kesayangan Anda ini hingga sampai
ke pengumuman tersebut. Siapa tahu, kali ini Anda termasuk yang
paling beruntung.
Pembaca budiman, di antara e-mail yang masuk, ada seorang staf
di salah satu sekolah di Sumatera yang mengundang kami untuk berkunjung
ke sekolahnya. Sungguh merupakan kehormatan bagi kami jika dapat
memenuhi undangan tersebut. Sebab, kami yakin ada hal-hal bermanfaat
yang akan didapat demi kemajuan bangsa dan kemaslahatan umat.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Redaksi
Bahasan
Utama - 1
PENYARING RAKSASA
 |
 |
| Atmosfer membolehkan
masuk secukupnya saja sinar-sinar untuk mencapai bumi, dan memantulkan
sinar-sinar berbahaya lainnya ke ruang angkasa. UVA: sinar-sinar
berpanjang gelombang pendek UVA (Hampir keseluruhannya menembus
atmosfer); UVB: sinar-sinar berpanjang gelombang sedang UVB
(Atmosfer menyerap 70% sinar-sinar ini); UVC: sinar-sinar berpanjang
gelombang pendek UVC (Atmosfer menghalangi masuknya seluruh
sinar ini) |
Pernahkah Anda membayangkan, apa jadinya hidup di dunia
yang gelap dan kabur? Sebuah tempat tanpa warna, semuanya hanya
hitam dan abu-abu. Kehidupan semacam itu tentunya sangat menyiksa
manusia. Namun, dunia ternyata sungguh sangat berwarna. Seluruh
bagian dunia diciptakan dengan selaras dan dihiasi dengan bunga-bunga
indah. Hutan yang hijau, danau biru, pegunungan menjulang dan lautan
tak bertepi. Namun, tahukah Anda, bagaimana warna, salah satu keajaiban
terbesar penciptaan, dapat terbentuk?
Agar warna terbentuk, syarat pertamanya adalah keberadaan
sinar atau cahaya. Tanpa sumber penerangan ini Anda takkan mampu
melihat aneka warna. Sebagai bukti, tanpa sumber penerangan lain,
Anda yang sedang berada di dalam kamar takkan mampu melihat apa
pun tatkala semua lampu listrik di kediaman Anda padam. Di tempat
seperti ini, mampukah Anda melihat warna? Sudah tentu tidak. Yang
Anda rasakan hanyalah hitamnya kegelapan.
Pita teramat tipis
Satu-satunya pancaran sinar yang mencapai bumi datang
dari matahari. Dalam Al Qur’an, Allah mengajak kita memperhatikan
matahari dan sinarnya dalam ayat: Demi matahari dan cahayanya di
pagi hari, (QS. Asy Syams, 91:1). Ini adalah isyarat bahwa ada sesuatu
yang luar biasa dari sinar yang dipancarkan matahari. Ada apa dengan
sinar matahari? Mari kita simak bersama.
 |
Meskipun tampak sebagai lapisan
udara yang biasa saja, atmosfer ternyata merupakan penyaring
raksasa. Penyaring ini tersusun atas lapisan-lapisan dengan
fungsi pentingnya masing-masing. Kerapatan atom-atom atau molekul-molekul
yang ada di atmosfer dan di ruang angkasa berbeda satu sama
lain. Oleh sebab itu, ketika memasuki atmosfer, cahaya terbiaskan
dan terhamburkan karena menumbuk atom-atom penyusun atmosfer.
Akibat tumbukan ini, cahaya mengalami penurunan kekuatan (intensitas)
dan ketajamannya. Tapi justru cahaya yang terhamburkan inilah
yang memungkinkan mata makhluk hidup mampu mengindra dunia berwarna.
Di angkasa luar yang tidak beratmosfer, cahaya memiliki kekuatan
yang mampu merusak mata. Selain itu, penghamburan ini mengakibatkan
sinar inframerah-tepi tersebar meliputi atmosfer dan menjadikan
bumi hangat. |
Ketika mengamati sinar matahari, kita pahami bahwa
sinar ini, sebagaimana segala sesuatu di alam semesta, diciptakan
secara sangat seimbang agar kehidupan manusia dapat berlangsung.
Bintang-bintang dan sumber penerangan lainnya di alam semesta menghasilkan
beragam pancaran atau radiasi sinar yang dapat dikelompokkan berdasarkan
panjang gelombang dan frekuensinya. Cakupan penuh gelombang radiasi
di jagat raya, yang dikenal sebagai spektrum elektromagnetik, meliputi
suatu rentangan dengan gelombang terpanjang 1025 kali lebih besar
daripada gelombang terpendek. Energi elektromagnetik pancaran matahari
kita, terbatasi dalam sepenggal bagian amat tipis dari spektrum
ini. Sebagian besar pancaran sinar matahari, sekitar 70%, mempunyai
panjang gelombang antara 0,3 hingga 1,50 mikrometer (1 mikrometer
= 1/1.000.000 meter).
Untuk memahami betapa besarnya angka kisaran dari spektrum elektromagnetik,
Anda harus menderet sebanyak 25 angka nol di belakang angka satu.
Angka ini sungguh di luar bayangan manusia, namun sebanyak itulah
ragam jenis sinar di alam semesta ini. Di antara begitu banyaknya
jenis sinar, hanya ada satu pita teramat tipis berisi panjang gelombang
yang memungkinkan manusia dapat hidup dan melihat warna. Dan panjang
gelombang sinar yang dipancarkan matahari berada dalam kisaran sempit
ini dan bukan kisaran yang lain.
Kenyataan ini membuktikan bahwa Allah telah menciptakan
dunia, manusia, warna dan matahari dalam keserasian tertentu. Dalam
ayat Al Qur’an, Allah berfirman: Dia... menundukkan
matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan.
Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhan-mu,... (QS. Faathir,
35: 13)
Sang penyaring raksasa
Sinar-sinar pada daerah tepat di kedua sisi cahaya
tampak, sampai ke bumi sebagai sinar inframerah dan ultraviolet.
Sinar inframerah menghasilkan pancaran yang menjadikan dunia dapat
dihuni makhluk hidup. Di lain pihak, sejumlah sinar ultraviolet
dapat menembus atmosfer dalam jumlah yang tepat untuk menyediakan
energi yang diperlukan makhluk hidup. Sebagian dari pancaran sinar
matahari bersifat membahayakan makhluk hidup. Untuk menangkal bahaya
ini, bumi kita dilingkupi oleh penyaring raksasa. Penyaring ini
adalah atmosfer.
 |
Susunan cahaya sungguh mengejutkan
para ilmuwan. Meski banyak sekali sinar-sinar dari ruang angkasa
menerpa bumi, sinar dari matahari hanya tersusun atas kisaran
yang amat sempit, sebagaimana tampak pada gambar. Dan inilah
kisaran yang memang pas diperlukan untuk kehidupan. |
Peran atmosfer tidak dapat diabaikan bagi kelangsungan
makhluk hidup; atmosfer membiarkan sinar inframerah dan sinar tampak
menembusnya, dan mencegah masuknya sinar-sinar mematikan lainnya.
Michael Denton, seorang pakar biologi molekuler, menggambarkan hal
ini sebagai berikut:
Bahkan gas-gas atmosfer sendiri menyerap dengan kuat
radiasi elektromagnetik dari spektrum yang berada tepat di kedua
sisi sinar tampak dan inframerah tepi. Ingat bahwa satu-satunya
daerah dari spektrum yang dibiarkan menembus atmosfer di antara
seluruh rentang radiasi elektromagnetik dari gelombang radio hingga
sinar gama adalah pita yang teramat tipis ini, yang meliputi sinar
tampak dan inframerah. Hampir-hampir tidak ada radiasi sinar gama,
X, ultraviolet, inframerah jauh, dan gelombang mikro yang mencapai
permukaan bumi. (Michael Denton, Nature’s Destiny, The Free
Press, 1998, hal. 55)
Kesimpulan
Demikianlah, diperlukan sinar matahari sebagai prasyarat
pertama agar kita mampu melihat warna. Meskipun demikian, tidak
sembarang dan tidak semua sinar matahari menjadikan kita mampu melihat
warna. Hanya sinar-sinar dengan panjang gelombang tertentu saja
yang mampu menghasilkan warna, dan ini termasuk yang dibiarkan memasuki
bumi oleh penyaring raksasa bumi: atmosfer.
 |
Panjang gelombang sinar-sinar
dari angkasa luar dapat terdiri dari beragam jenis, dari gelombang
radio, yang berpanjang gelombang terbesar, hingga sinar gama,
dengan panjang gelombang teramat kecil. |
Matahari, sinar yang dihasilkannya, dan atmosfer adalah
benda tak hidup yang tidak memiliki akal maupun kecerdasan. Ketiganya
tak memiliki kehendak untuk bermusyawarah dan memutuskan untuk saling
bekerja sama dengan perannya masing-masing dalam rangka menjadikan
dunia agar dihiasi aneka warna. Lalu, siapakah yang menetapkan dan
menciptakan mereka sedemikian rupa agar warna yang indah memukau
di dunia ini terbentuk? Siapa lagi kalau bukan Pencipta ketiganya,
yakni Allah yang Mahakuasa.
Bahasan
Utama - 2
TAK HANYA MEMUNCULKAN WARNA
Sinar yang dipancarkan matahari mencapai bumi pada kecepatan 300.000
km per detik. Karena kecepatan sinar yang demikian inilah kita senantiasa
dapat menyaksikan dunia yang penuh warna. Lalu, bagaimanakah aneka
pemandangan berwarna yang terpampang di hadapan kita tanpa putus
ini dapat terbentuk?
 |
| Sinar-sinar yang berasal dari
matahari tersusun atas partikel-partikel yang dinamakan foton,
yang bergerak sebagai gelombang. Ketika foton menumbuk elektron-elektron
dari atom-atom penyusun benda di bumi, elektron-elektron ini
melepaskan sinar-sinar bergelombang panjang tertentu, sesuai
dengan warna yang dihasilkannya. Misalnya, ketika sinar mentari
menerpa selembar daun, ini berarti foton-foton sinar tersebut
menumbuk atom-atom molekul pigmen pada permukaan daun. Tumbukan
mengakibatkan elektron-elektron dari atom-atom menjadi aktif,
dan atom-atom tersebut pun bereaksi dengan mengeluarkan foton-foton.
Jadi, foton-foton ini merupakan cahaya berwarna dari daun yang
bergerak menuju ke mata kita. |
Setelah menembus lapisan atmosfer dengan kecepatan luar biasa,
sinar matahari mencapai bumi dan menumbuk benda-benda yang ada.
Ketika menumbuk sebuah benda, sinar berkecepatan tinggi ini mengenai
atom-atom penyusun benda tersebut, dan kemudian memantul berhamburan
dalam bentuk kumpulan sinar dengan sejumlah panjang gelombang berbeda,
sesuai dengan aneka warna yang dihasilkannya. Dengan cara inilah,
majalah yang kini sedang Anda pegang, baris-baris tulisan serta
gambar-gambarnya, pemandangan yang Anda saksikan di luar, pepohonan,
gedung, kendaraan, langit, burung, kucing, singkatnya segala yang
Anda saksikan dengan mata, memantulkan warna (sinar berwarna)-nya
masing-masing.
Bagian benda yang menyebabkan warna-warna (sinar-sinar berwarna)
ini terpantulkan adalah molekul-molekul pigmen dari benda tersebut.
Dengan kata lain, warna yang dipantulkan sebuah benda tergantung
dari jenis molekul pigmen yang ada pada benda tersebut. Setiap molekul
pigmen memiliki struktur atom yang bebeda. Jumlah, jenis dan penyusunan
atom-atom dalam molekul pigmen juga berbeda. Sinar yang menumbuk
pigmen yang beragam ini dipantulkan dalam bentuk aneka warna dengan
ketajaman yang berbeda pula. Sebagai contoh, warna sebuah apel hijau
terkait dengan molekul pigmen yang menyusun apel. Di antara sinar-sinar
yang menumbuk pigmen, hanya sinar hijaulah yang dipantulkan, karena
sinar berwarna lain diserap oleh pigmen ini. Karena cahaya hijau
terpantulkan, maka kita melihat apel berwarna hijau.
 |
| Kita dapat mengumpamakan molekul-molekul
pigmen sebagai alat penyaring yang menyaring berdasarkan ukuran
lubang pori-porinya. Sama halnya, pigmen menyaring panjang gelombang
dari sinar-sinar yang mengenainya berdasarkan struktur sinar-sinar
tersebut, dengan kata lain berdasarkan warnanya. |
Ada banyak jenis pigmen di alam ini, di antaranya adalah klorofil
(zat hijau daun), melanin, dan karotenoid. Karotenoid adalah zat
pigmen yang dibuat oleh tumbuhan dan memantulkan warna kuning, merah
dan oranye. Binatang dapat memperoleh pigmen-pigmen ini hanya dengan
memakan tumbuhan. Satu contoh saja dari aneka pigmen ini sudah cukup
untuk menunjukkan bahwa molekul pigmen telah dirancang khusus untuk
kehidupan.
Melanin: lebih dari sekedar pewarna
Mata makhluk hidup sangatlah peka terhadap cahaya, dan mudah rusak
karenanya. Tapi kita masih mampu melihat matahari dan sekeliling
kita dengan aman berkat sejumlah perangkat pelindung yang secara
khusus diciptakan oleh Allah. Salah satu perangkat ini adalah sekumpulan
molekul pigmen yang ada di mata.
Sebagaimana diketahui, makhluk memiliki mata dengan warna beragam.
Yang menjadikan mata berwarna adalah, sekali lagi, pigmen. Melanin
adalah salah satu dari zat pigmen ini, yang terdapat pada mata,
dan menjadikannya berwarna. Pigmen serupa juga menjadikan kulit
dan rambut Anda berwarna. Tapi, melanin lebih dari sekedar memunculkan
warna. Para peneliti yakin bahwa melanin, yang ada pada mata, memberikan
perlindungan dari pengaruh sinar matahari yang merusak, sekaligus
meningkatkan ketajaman penglihatan. Selain sebagai pelindung alami
terhadap pancaran sinar atau cahaya yang membahayakan, zat melanin
juga menyerap lebih kuat cahaya berenergi tinggi dari pada cahaya
berenergi rendah. Jadi, melanin menyerap lebih kuat cahaya (warna)
ultraungu (ultraviolet) daripada cahaya (warna) biru, dan menyerap
warna biru lebih kuat daripada warna hijau. Dengan cara ini, melanin
melindungi lensa mata dari cahaya ultraviolet.
 |
| Sinar matahari yang mencapai
bumi di antaranya mengadung sinar-sinar berwarna. Ini terlihat
ketika sinar tersebut terurai setelah melalui prisma. Sinar-sinar
inilah yang memberi warna tertentu pada benda ketika sebagiannya
diserap dan sebagiannya lagi dipantulkan benda ke mata kita. |
Selain itu, melanin memberi perlindungan yang nyaris sempurna bagi
retina dengan menyaring cahaya warna yang berbeda sesuai tingkat
kemampuan masing-masing warna tersebut dalam merusak jaringan retina.
Hal ini mengurangi bahaya terjadinya “degenerasi makula”
atau kerusakan makula, yakni bagian tengah dari retina. Makula berperan
dalam pemunculan penampakan bagian tengah yang jelas dari pemandangan
yang kita lihat, dan berfungsi pula dalam kemampuan melihat bagian-bagian
terperinci (terkecil) dari benda. Orang yang memiliki lebih banyak
melanin pada mata berkemungkinan lebih kecil mengidap kerusakan
makula daripada yang memiliki lebih sedikit. Peran melanin dalam
melindungi mata sangatlah penting: para ahli mata melaporkan bahwa
keberadaan melanin pada mata mengurangi bahaya kerusakan makula
akibat penuaan.
Sebagaimana telah dipahami, masing-masing peran dan manfaat dari
zat melanin memperlihatkan kita pada perancangan khusus dan istimewa
dari zat ini. Sangat sulit diterima akal untuk berkata bahwa zat
yang sempurna ini muncul menjadi ada karena peristiwa alamiah belaka,
tanpa sengaja diciptakan. Allahlah yang telah menciptakan melanin,
serta jenis pigmen lainnya, bahkan segala sesuatu di alam semesta,
secara khusus untuk manfaat tertentu bagi kepentingan manusia. Mahasuci
Allah Pencipta yang paling agung.
Bahasan
Utama - 3
MELIHAT WARNA DALAM GELAPNYA OTAK
Agar dapat kita saksikan sebagai warna, cahaya yang dipantulkan
benda haruslah mencapai mata. Tapi keberadaan mata saja belumlah
cukup. Setelah mencapai mata, cahaya mesti diubah menjadi sinyal-sinyal
syaraf agar dapat mencapai otak yang bekerja selaras dengan mata.
Sepak terjang sel kerucut
 |
| Sel-sel kerucut pada retina
mata mengubah informasi tentang warna menjadi sinyal-sinyal
syaraf melalui pigmen-pigmen yang dikandungnya. Kemudian, sel-sel
syaraf yang terhubungkan ke sel-sel kerucut tersebut meneruskan
sinyal-sinyal syaraf ke tempat tertentu di otak yang disebut
pusat penglihatan. Di tempat inilah kita dapat merasakan keberadaan
dunia beraneka-warna yang kita saksikan sepanjang hidup kita. |
Marilah kita berpikir tentang mata dan otak kita sendiri. Mata
manusia merupakan perangkat penglihatan yang sangat rumit yang terdiri
dari banyak dan beragam bagian serta organ-organ kecil penyusunnya.
Hanya dengan bekerjanya seluruh bagian ini secara bersamaan dan
serasilah kita mampu melihat dan merasakan keberadaan warna. Mata,
beserta jaringan dan bagian-bagian kecil penyusunnya seperti sel-sel
kelenjar air mata, kornea, konjunktiva (selaput lendir yang melumasi
mata), iris dan pupil, lensa, retina, koroid (selaput hitam mata),
otot dan kelopak mata, merupakan seperangkat organ sempurna tanpa
tara. Selain itu, dengan jaringan syaraf sempurna yang membentuk
sambungan ke otak dan ke pusat penglihatan di dalam otak ini, mata
secara keseluruhan memiliki rancang-bangun yang sangat istimewa.
Keberadaan ini semua pastilah bukan melalui peristiwa alamiah belaka,
melainkan penciptaan sengaja.
Setelah uraian singkat tentang mata, marilah kita amati bagaimana
peristiwa melihat terjadi. Cahaya yang datang ke mata pertama-tama
melewati kornea, lalu pupil dan lensa, dan akhirnya mencapai retina.
Pengenalan terhadap warna dimulai dari sel-sel kerucut pada retina.
Terdapat tiga kelompok utama sel kerucut yang bereaksi kuat terhadap
warna-warna cahaya, yaitu sel kerucut biru, hijau dan merah. Sel-sel
kerucut bersifat peka, dan bereaksi terhadap warna merah, biru dan
hijau; dan ketiganya adalah warna utama (warna primer) yang ada
di alam. Rangsangan oleh ketiga warna ini dalam berbagai tingkatannya
terhadap sel-sel kerucut inilah yang memunculkan penampakan jutaan
aneka warna.
 |
| Bagian-bagian utama pembentuk
lapisan retina mata. |
Sel-sel kerucut pada retina lalu mengubah informasi tentang warna
ini menjadi sinyal-sinyal syaraf melalui pigmen-pigmen yang dikandungnya.
Kemudian, sel-sel syaraf yang terhubungkan ke sel-sel kerucut tersebut
meneruskan sinyal-sinyal syaraf ke tempat tertentu di otak. Di tempat
tertentu seluas beberapa sentimeter persegi inilah kita dapat merasakan
keberadaan dunia beraneka-warna yang kita saksikan sepanjang hidup
kita.
 |
| Pada gambar terlihat jalinan
antara sel-sel saraf pada retina. Jalinan rumit antara lapisan-lapisan
sel yang berbeda membantu sel-sel saraf bergerak bersama dan
saling berhubungan. Gambar sebelah kanan adalah sel-sel kerucut
yang diperbesar. Sel-sel kerucut membantu kita melihat dunia
berwarna, sedangkan sel-sel batang membantu kita melihat aneka
bentuk dan gerakan. |
 |
Pada retina mata, terdapat tiga
kelompok sel kerucut, masing-masing bereaksi terhadap panjang
gelombang cahaya yang berlainan. Kelompok sel pertama, kedua,
dan ketiga ini masing-masing peka terhadap cahaya merah, biru,
dan hijau. Tingkat rangsangan yang berbeda terhadap tiga kelompok
sel ini menjadikan kita mampu melihat dunia penuh warna dengan
jutaan ketajaman yang berbeda. |
Dunia berwarna dalam otak gelap
Tahap terakhir pembentukan warna berlangsung dalam otak. Sel-sel
syaraf mata membawa pemandangan yang ditangkap mata dalam bentuk
sinyal-sinyal syaraf. Sinyal-sinyal ini dibawa menuju otak, dan
segala yang kita lihat di dunia luar dirasakan dalam pusat penglihatan
di otak. Di sini, kita berhadapan dengan kenyataan yang mengejutkan:
otak adalah sekerat daging yang sama sekali gelap karena terbungkus
rambut, kulit dan tempurung kepala (tengkorak). Sinyal-sinyal syaraf
yang dibangkitkan oleh bayangan yang dibentuk oleh pemandangan benda
pada retina diterjemahkan di dalam otak yang sama sekali gelap.
Banyangan benda, beserta warna dan segala seluk beluknya, terbentuk
sebagai penampakan di pusat penglihatan di otak ini. Bagaimana proses
ini dapat terjadi dalam sekerat daging bernama otak ini?
Banyak pertanyaan seputar bagaimana warna dapat kita rasakan masih
tak terjawab. Para pakar tentang warna masih tak mampu menjawab
pertanyan-pertanyaan seperti bagaimana sinyal-sinyal syaraf diteruskan
ke otak melalui syaraf mata, dan pengaruh kejiwaan apa yang ditimbulkannya
di dalam otak.
| Segala yang kita lihat di dunia luar dirasakan/ditampakkan
dalam otak kita. Bunga, burung, langit, gunung, manusia, dan
segala yang berwarna di dunia ini ditampakkan di hadapan kita
di dalam otak kita. Padahal, otak adalah tempat yang sangat
gelap. Siapakah yang menjadikan kita mampu melihat dunia berwarna
di dalam otak kita yang gelap ini? Siapa lagi kalau bukan Allah,
Pencipta seluruh alam, yang Mahakuasa atas segala sesuatu. |
 |
Nyatanya, kebanyakan proses yang dilakukan otak masih belum dapat
dijelaskan. Kalaupun ada, sebagian besar masih berdasarkan teori.
Meskipun demikian, otak telah melakukan seluruh perannya dengan
sempurna sejak saat manusia ada di dunia ini hingga sekarang. Manusia
telah merasakan dunia tiga dimensi, beserta seluruh warna, rancangan,
suara, aroma dan rasanya dalam sekerat daging bernama otak yang
berbobot mendekati satu kilogram. Semua ini hanya mungkin karena
penciptaan sempurna oleh Allah. Dialah Tuhan yang telah menciptakan
aneka warna sedemikian indah dan sempurna untuk kenikmatan manusia.
KepadaNyalah kita patut bersyukur dan menghamba.
Bahasan Utama - 4
Tetap Berwarna Meskipun Bening
Pembentukan warna sayap kupu-kupu sangatlah menarik. Cahaya dipantulkan
melalui sisik-sisik pada permukaan sayap kupu-kupu yang kemudian
memunculkan warna-warni yang “sebenarnya tidak ada”.
Pesona warna ini memiliki keindahan dan keserasian yang luar biasa.
Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa warna-warni ini dikatakan sebagai
sesuatu yang “sebenarnya tidak ada”?
| Permukaan sebagian mobil masa
kini dilapisi dengan bahan yang mampu mengatur pantulan cahaya,
layaknya sisik sayap kupu-kupu. Karenanya, pigmen yang ada takkan
memudar dengan berlalunya waktu |
 |
Bening tapi berwarna
Kupu-kupu memiliki sepasang sayap berupa lapisan selaput tipis
yang ternyata bening tidak berwarna, atau transparan. Selaput bening
ini tidak terlihat karena tertutupi oleh sisik-sisik dengan beragam
ketebalan. Selain menjadikan sayap kupu-kupu dapat digunakan terbang
dengan lebih baik, sisik-sisik ini juga memberi warna sayapnya.
Sisik-sisik yang lembut, mudah berhamburan dan mudah jatuh dari
tempatnya ketika disentuh ini memiliki ujung runcing-tajam yang
menempel pada sayap kupu-kupu. Dengan cara ini, sisik tetap menempel
tanpa terlepas.
Masing-masing dari sisik mungil ini, yang tampak seperti sirap
yang saling bertumpang tindih pada atap, memunculkan warna melalui
pigmen. Penelitian laboratorium menunjukkan bahwa warna yang berbeda
bergantung pada zat-zat kimia yang berbeda pula. Zat pewarna yang
dinamakan pteridin, misalnya, memunculkan warna merah muda, putih
dan kuning yang seringkali tampak pada kupu-kupu. Melanin, zat pewarna
paling sering dijumpai, terdapat pada titik-titik hitam sayap kupu-kupu.
 |
| Tatkala diperbesar, sisik-sisik
mungil tembus pandang yang terletak pada permukaan sayap kupu-kupu
tampak seperti sirap atau genting yang saling bertumpang tindih
dan tersusun rapi pada atap rumah (gambar kiri dan tengah).
Sisik-sisik ini mampu memantulkan dan membiaskan cahaya yang
mengenainya, layaknya permukaan gelembung air sabun. Meski tak
ada pigmen pada gelembung air sabun, namun warna-warni elok
dapat dihasilkan. Ini dikarenakan sinar matahari yang dipantulkan
dari kulit tipis gelembung tersebut mengandung spektrum cahaya
berwarna (gambar kanan). |
Menariknya, warna-warni sayap kupu-kupu tidaklah sebagaimana yang
terlihat. Contohnya, sisik-sisik berwarna hijau ternyata adalah
campuran antara sisik-sisik berwarna hitam dan kuning. Penelitian
baru-baru ini memperlihatkan bahwa pigmen dibuat pada sisik-sisik
tersebut, dan enzim-enzim yang diperlukan untuk pembuatannya terdapat
pada selaput bagian atas dari sisik-sisik itu.
Berwarna tanpa pigmen
Zat-zat pewarna bukanlah satu-satunya penyebab warna-warni kupu-kupu
yang sangat mudah menguap ini. Susunan dan penataan sisik-sisik
pada permukaan sayapnya juga menyebabkan aneka tipuan cahaya, seperti
pemantulan, pembiasan, dan akhirnya pembentukan aneka warna dengan
keindahan memukau. Kupu-kupu Stilpnotio salicis, misalnya, memiliki
sisik-sisik setengah tak-berwarna, yang mengandung gelembung-gelembung.
Meski tanpa zat warna (pigmen), cahaya yang mengenai sisik-sisik
ini memunculkan penampakan mengkilat bak sutra.
Warna biru cerah pada sayap kupu-kupu jenis tertentu, misalnya,
adalah salah satu warna paling mencolok di dunia binatang. Namun
tidak ada pigmen biru pada sayap kupu-kupu. Rahasianya terletak
pada pemantulan sinar.
Sayap kupu-kupu ini dilapisi sisik-sisik tembus cahaya yang menipu
mata yang memandangnya. Ilmuwan mengarahkan sinar laser pada satu
sisik kupu-kupu jenis tertentu dengan sayap berwarna biru itu. Hasilnya
sungguh mengejutkan. Warna biru muncul bersama pantulan sinar dari
sisik-sisik tembus pandang tersebut. Ini sebagaimana yang terjadi
pada warna gelembung air sabun. Tak ada pigmen pada gelembung air
sabun, namun warna-warni elok muncul saat cahaya mengenainya. Ini
dikarenakan sifat sinar matahari yang dipantulkan dari kulit tipis
gelembung tersebut. Pancaran sinar dengan beragam panjang gelombang
berpadu menjadi satu, sebagiannya menjadi lebih kuat, sedang yang
lainnya menghilang, sehingga pemandangan indah cahaya berwarna pun
dihasilkan. Setiap lembaran sisik kupu-kupu mengandung lapisan-lapisan
selaput menyerupai daun. Selaput ini berfungsi seperti permukaan
gelembung air sabun. Sinar menerpa lapisan-lapisan ini dengan cara
tertentu. Inilah yang menyebabkan semua warna selain biru terhilangkan.
 |
| Dialah Allah Yang Menciptakan,
Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama
Yang Paling baik. Bertasbih KepadaNya apa yang ada di langit
dan di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
(QS. Al Hasyr, 59:24) |
Pada sejumlah kupu-kupu, susunan dua baris sisik yang saling bertumpang
tindih dapat pula memunculkan pantulan aneka warna. Di antaranya
pemunculan warna biru pada sayap, dan bukan hitam atau coklat.
Perancang masa kini memanfaatkan ciri istimewa mengejutkan dari
kupu-kupu ini. Contohnya, sebagian permukaan mobil kini telah dilapisi
dengan bahan yang mengatur pantulan cahaya. Ini berarti bahwa pigmen
yang ada padanya takkan memudar dengan berlalunya waktu.
Keragaman cahaya pada kupu-kupu ini menarik perhatian Lembaga Penelitian
dan Pengujian Pertahanan Inggris, yang berpikir bahwa struktur kupu-kupu
ini mungkin akan membuka era baru dalam penyamaran kendaraan tempur.
Di balik warna kupu-kupu
Ketika meneliti rancangan dan seluk-beluk sayap kupu-kupu, meskipun
sebatas warnanya saja, kita dapati banyak ketakjuban. Tak diragukan
lagi, keberadaan penampakan elok yang luar biasa tersebut merupakan
bukti kekuasaan maha-agung dan kehebatan tak terhingga dari Allah,
Pencipta semua ini.
Arkeologi
MISTERI GUNUNG KEMALANGAN
  |
| Gambar yang menampilkan sekelumit
kemewahan dan kemakmuran kota Pompeii sebelum bencana besar
terjadi. Pompeii, kota tempat berkumpulnya kemegahan dan keindahan,
pada akhirnya dihancurkan bersama 20.000 penduduknya. |
Gunung Vesuvius adalah lambang negeri
Italia, khususnya kota Naples. Gunung berapi ini juga dikenal sebagai
"Gunung Kemalangan". Ada alasan tepat mengapa dinamakan
demikian. Sebuah kota yang dibangun di lerengnya bernasib serupa
dengan kota Sodom (tempat kaum Nabi Luth bermukim). Kota yang dihancurkan
karena pembangkangannya terhadap Allah dan perilaku menyimpang penduduknya
ini bernama Pompeii.
Dahulunya, Pompeii dengan jalan-jalannya yang ramai merupakan kota
tujuan wisata bagi masyarakat kelas atas Kekaisaran Romawi dan menjadi
lambang kemakmuran. Gaya arsitektur rumah-rumahnya sungguh memukau.
Penduduk Pompeii sangatlah makmur. Sayangnya, bukannya bersyukur
kepada Allah atas kemakmuran itu, mereka malah menjadi bangsa berperilaku
menyimpang yang berkubang dalam kemaksiatan, dan kota itu pun menjadi
pusat kezaliman.
Pompeii sangat tersohor karena dua hal. Yang pertama adalah pertarungan
gladiator di arena raksasa hanya untuk menghibur kaum kaya. Pertunjukan
biadab ini hanya memiliki satu aturan: bertarung hingga mati. Arena
bertarung terbesar kedua di Imperium Romawi setelah Coliseum di
Roma adalah di Pompeii. Di tahun-tahun awal sejarah agama Kristen,
arena itu menjadi saksi kematian manusia yang tak terhitung jumlahnya,
hanya karena mereka beriman kepada Allah. Kekejaman yang sulit dipercaya
ini menjadi hiburan terlaris bagi warga Pompeii yang hati nuraninya
telah redup dan mati.
Ciri menonjol kedua Pompeii adalah penerapan sistem perbudakan
paling tidak manusiawi, yang merajalela di seantero Kekaisaran Romawi.
Budak yang membangkang perintah hanya akan bernasib satu: Mereka
diperlakukan sebagai barang tak berharga, yang dapat dibeli dengan
uang. Kezaliman sesungguhnya kaum bangsawan Pompeii terhadap budak
adalah sesuatu yang lain: yakni memaksa mereka melacur! Perilaku
laknat homoseksual di antara mereka sendiri berakhir pada pemerkosaan
budak-budak di bawah umur.
 |
| Gelimpangan mayat-mayat yang
terawetkan, ditemukan di bekas kota Pompeii. Pemandangan para
korban mengisyaratkan betapa cepat dan mendadaknya bencana tersebut
terjadi. Ini adalah peringatan berharga bagi orang-orang yang
hidup setelahnya. |
Singkatnya, kekayaan mereka malah merusak akhlaq warga Pompeii
dan menggiring mereka ke lembah kenistaan dan kemaksiatan. Mereka
tak pernah mengira apa yang bakal terjadi. Bencananya sungguh dahsyat
hingga bekasnya dapat disaksikan sampai sekarang: bak mandi marmer
besar di salah satu tempat pemandian yang ada di kota itu membentur
sangat keras dinding di depannya, hingga menimbulkan bekas benturan
yang besar dan dalam.
 |
| Meskipun letusan gunung Vesuvius
sangat mengerikan, tak seorang pun berkesempatan untuk melarikan
diri. Mereka membatu di tempat mereka berada. |
Dalam sekejap, lahar gunung Vesuvius menghapus Pompeii dari muka
bumi. Bencana itu terpendam dalam tanah hingga 2.000 tahun kemudian.
Pada seperempat pertama abad ke-20, para arkeolog (ahli kepurbakalaan)
mulai menggali sisa reruntuhannya dari bawah berton-ton batuan vulkanis.
Apa yang mereka temukan adalah sejarah berusia 2.000 tahun yang
benar-benar terawetkan. Bencana ini menimpa Pompeii sangat tiba-tiba
hingga semuanya tetap dalam keadaan yang sama seperti 2.000 tahun
yang lalu. Seolah perjalanan waktu telah terhenti.
Meskipun letusan gunung Vesuvius sangat mengerikan, tak seorang
pun berkesempatan untuk melarikan diri. Mereka membatu di tempat
mereka berada. Muka, bahkan gigi dari sejumlah tubuh ini masih utuh
sama sekali. Hampir semua wajah mereka menampakkan mimik keterkejutan
dan ketakutan. Terdapat sebuah keluarga yang sedang makan bersama
membatu seketika itu juga. Bahkan makanan di atas meja ikut terawetkan.
Yang paling luar biasa dari peristiwa ini adalah: Bagaimana ribuan
orang menunggu ajal datang dan menjemput mereka, tanpa mereka menyaksikan
dan mendengar apa pun?
Dahsyatnya malapetaka menunjukkan penghancuran Pompeii sangat menyerupai
penghancuran yang dijelaskan Al Qur’an. Ketika peristiwa semacam
ini dilukiskan Al Qur’an, dikisahkan bahwa orang-orang selalu
ditimpa bencana dalam sekejap, di tempat mereka berada: Tidak
ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; maka
tiba-tiba mereka semuanya mati. (QS. Yaasiin, 36:29) Sesungguhnya
Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka
jadilah mereka seperti rumput-rumput kering (yang dikumpulkan oleh)
yang punya kandang binatang. (QS. Al Qamar, 54:31)
Keruntuhan
Teori Evolusi
LHO, TERNYATA MASIH HIDUP?
 |
BERAKHIRNYA SEBUAH MITOS
Coelacanth ternyata masih hidup! Tim yang menangkap coelacanth
hidup pertama di Samudra Hindia pada tanggal 22 Desember 1938
terlihat di sini bersama ikan tersebut. |
Hingga 70 tahun yang lalu, evolusionis mempunyai fosil
ikan yang mereka yakini sebagai "nenek moyang hewan-hewan darat".
Namun, perkembangan ilmu pengetahuan meruntuhkan seluruh pernyataan
evolusionis tentang ikan ini.
Ketiadaan fosil bentuk peralihan antara ikan dan amfibi
adalah fakta yang juga diakui oleh para evolusionis hingga kini.
Namun, sampai sekitar 70 tahun yang lalu, fosil ikan yang disebut
coelacanth diterima sebagai bentuk peralihan antara ikan dan hewan
darat. Evolusionis menyatakan bahwa coelacanth, yang diperkirakan
berumur 410 juta tahun, adalah bentuk peralihan yang memiliki paru-paru
primitif, otak yang telah berkembang, sistem pencernaan dan peredaran
darah yang siap untuk berfungsi di darat, dan bahkan mekanisme berjalan
yang primitif. Penafsiran evolusi ini diterima sebagai kebenaran
yang tak perlu diperdebatkan lagi di dunia ilmiah hingga akhir tahun
1930-an.
Namun, pada tanggal 22 Desember 1938, penemuan yang
sangat menarik terjadi di Samudra Hindia. Seekor ikan dari famili
coelacanth, yang sebelumnya diajukan sebagai bentuk peralihan yang
telah punah 70 juta tahun yang lalu, berhasil ditangkap hidup-hidup!
Tak diragukan lagi, penemuan ikan coelacanth "hidup" ini
memberikan pukulan hebat bagi para evolusionis. Ahli paleontologi
evolusionis, J. L. B. Smith, mengatakan ia tidak akan terkejut lagi
jika bertemu dengan seekor dinosaurus yang masih hidup. (Jean-Jacques
Hublin, The Hamlyn Encyclopædia of Prehistoric Animals, New
York: The Hamlyn Publishing Group Ltd., 1984, hal. 120) Pada tahun-tahun
berikutnya, 200 ekor coelacanth berhasil ditangkap di berbagai tempat
berbeda di seluruh dunia.
 |
| GAMBAR REKAAN DAN SEEKOR COELACANTH
ASLI
Hingga diketemukannya spesimen hidup coelacanth, para evolusionis
menampilkan ikan ini sebagai nenek moyang dari "semua
hewan darat". Gambar sebagaimana di atas dikemukakan
sebagai fakta dan ditampilkan pada buku-buku pelajaran. Ketika
satu contoh yang masih hidup dari ikan tersebut tertangkap
(gambar samping), seluruh pendapat para evolusionis terhempaskan.
|
Keberadaan coelacanth yang masih hidup mengungkapkan
sejauh mana evolusionis dapat mengarang skenario khayalan mereka.
Bertentangan dengan pernyataan mereka, coelacanth ternyata tidak
memiliki paru-paru primitif dan tidak pula otak yang besar. Organ
yang dianggap oleh peneliti evolusionis sebagai paru-paru primitif
ternyata hanyalah kantung lemak. (Jacques Millot, "The Coelacanth",
Scientific American, Vol 193, December 1955, hal. 39) Terlebih lagi,
coelacanth, yang dikatakan sebagai "calon reptil yang sedang
bersiap meninggalkan lautan untuk menuju daratan", pada kenyataannya
adalah ikan yang hidup di dasar samudra dan tidak pernah mendekati
rentang kedalaman 180 meter dari permukaan laut. (Bilim ve Teknik
(Science and Technology), November 1998, No. 372, hal. 21)
| Sebelum contoh hidup ikan Coelacanth tertangkap, para
evolusionis meyakini bahwa ikan ini memiliki organ yang
berbentuk separuh sirip dan separuh kaki yang memugkinkannya
merangkak di daratan. Ketika coelacanth hidup ini diperiksa,
maka diketahui bahwa siripnya tidak memiliki fungsi
tambahan seperti itu. |
Evolusionis mengklaim bahwa ikan tersebut memiliki
paru-paru primitif. Kenyataannya, organ yang dianggap
sebagai paru-paru primitif ini adalah sebuah kantung
lemak. |
Dinyatakan bahwa struktur otak Coelacanth juga menyerupai
yang ada pada hewan darat. Namun, terungkap bahwa otaknya
sama sekali tidak berbeda dengan ikan modern. |
|
Teknologi Bahan
KENDARAAN TEMPUR ‘BERKULIT KERANG’
Berbagai macam bahan digunakan di alam. Bahan-bahan
ini memiliki sifat yang amat istimewa. Selain tidak menimbulkan
suara, bahan ini mempunyai penampilan menarik dan struktur kuat.
Bahan ini juga mampu dikembalikan lagi ke bentuk awal. Masing-masing
mempunyai sifat yang dapat digunakan dalam pengkajian teknologi.
Ada apa dengan kerang laut?
 |
| Kerang laut (abalone) |
Porselen adalah bahan yang sering dimanfaatkan dalam
kehidupan sehari-hari. Bahan ini digunakan di berbagai bidang, dari
konstruksi hingga kelistrikan. Pembuatannya membutuhkan suhu 1.000
hingga 1.500 derajat celsius. Porselen alami juga ditemukan pada
makhluk hidup. Satu contohnya adalah cangkang binatang laut. Selain
itu, pembentukan cangkang ini hanya memerlukan suhu 4 derajat celsius.
 |
| Ilhan Aksay |
Rancangan menakjubkan ini menarik perhatian ilmuwan
Turki, Ilhan Aksay. Selama penelitiannya terhadap cangkang satwa
laut, Aksay mulai menyadari struktur luar biasa dari kerang laut.
Makhluk ini mempunyai cangkang yang amat kokoh. Cangkang ini amat
kuat sehingga mencapai dua kali lipat kekuatan keramik buatan teknologi
maju. Billy Goodman, penulis ilmu pengetahuan asal Amerika, mengulas
bahan ini sebagai berikut:
Ketika diperbesar 300.000 kali dengan mikroskop
elektron, cangkang tampak seperti tembok batu bata, dengan ‘batu
bata’ kalsium karbonat berselingan dengan ‘adukan semen’
protein. Meski sifat alami kalsium karbonat yang mudah hancur, berkat
susunan berlapisnya, cangkang ini sangatlah kuat dan lebih tahan-pecah
daripada keramik buatan manusia. (http://www.princeton.edu)
Terilhami oleh contoh ini, Aksay membuat bahan sangat
keras dan kuat; bentuk berlapis dari boron-karbida/alumunium. Bahan
ini dipakai sebagai perisai pada kendaraan militer Amerika Serikat.
Benda-benda buatan manusia akhirnya akan retak dan
hancur. Tidaklah mungkin menyusun kembali benda yang hancur ke keadaan
aslinya. Dan hanya sebagiannya yang dapat diperbaiki. Sebaliknya,
benda-benda di alam memiliki tata kerja luar biasa yang memungkinkannya
memperbaharui secara mandiri. Ilmuwan yang mempelajari sifat ini
telah membuat bahan yang mampu memperbaharui secara mandiri seperti
polimer dan poli-siklat.
 |
| Kiri: Ketika diperbesar 300.000 kali dengan
mikroskop elektron, cangkang tampak seperti tembok batu bata,
dengan ‘batu bata’ kalsium karbonat berselingan
dengan ‘adukan semen’ protein. Kanan: Terilhami
cangkang kerang laut, dibuatlah bahan sangat keras dan kuat
dengan bentuk berlapis dari boron-karbida/alumunium. Bahan ini
dipakai sebagai perisai pada kendaraan militer Amerika Serikat. |
Pesawat antariksa dari kulit buaya
 |
| Fibreglass atau serat kaca dipakai dalam
pembuatan alat olah raga, mobil balap formula satu, perahu layar,
dan bahkan bagian pesawat udara dan antariksa. Jaringan khusus
pada kulit tebal buaya (paling kiri) mempunyai struktur yang
menyerupai serat kaca. |
Kebanyakan benda di alam tersusun atas berbagai jenis
unsur pembentuk. Ini dikenal sebagai ‘komposit’. Fiberglass
atau serat kaca yang kini dipakai di berbagai bidang, adalah komposit
buatan. Bahan ini ringan, kuat dan lentur. Serat kaca dipakai dalam
pembuatan: alat olah raga, mobil balap Formula satu, perahu layar,
dan bahkan bagian pesawat udara dan antariksa. Ternyata bahan serupa
juga ditemukan di sejumlah makhluk hidup, dan sudah ada sejak mereka
muncul di dunia. Salah satunya adalah buaya.
Jaringan khusus pada kulit tebal buaya mempunyai struktur
serupa serat kaca. Jaringan ini menjadi sangat kuat oleh serat yang
dikandungnya. Penambahan serat ke dalam jaringan menjadikannya sungguh
kuat. Komposit tiruan jauh lebih lemah dan kalah unggul dibandingkan
ini.
Komposit alami, sebagaimana semua bahan di alam, adalah
contoh kesempurnaan ciptaan Allah yang tiada tara. Allah mengisyaratkan
dalam Al Qur’an bahwa terdapat contoh-contoh ini pada makhluk
yang Dia ciptakan:
Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang
yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda
(kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini, (QS. Al Jaatsiyah, 45:4)
Jembatan berteknologi tendon
 |
| Teknologi kabel baja yang digunakan pada
jembatan gantung, dikembangkan dengan struktur menyamai tendon. |
Satu lagi contoh komposit alami adalah jaringan penyambung
otot dengan tulang; yakni tendon. Berkat serat yang menyusunnya,
tendon sangatlah kuat dan kokoh. Inilah alasan mengapa rancangan
tendon telah menjadi sumber ilham bagi industri konstruksi. Teknologi
kabel baja yang digunakan pada jembatan gantung, dikembangkan dengan
struktur menyamai tendon. Janine M. Benyus dari Rutgers University,
menulis dalam bukunya Biomimicry:
Tendon pada lengan bawah Anda adalah seikat pilinan
kabel, seperti kabel yang digunakan dalam jembatan gantung. Setiap
utas kabel itu sendiri merupakan seikat pilinan kabel yang lebih
tipis. Setiap kabel yang lebih tipis ini pun merupakan seikat pilinan
molekul, yang tentu saja berupa bundelan terpilin dan berulir dari
atom-atom. (Janin M. Benyus, Biomimicry, New York, 1998, hal. 99-100).
Rancangan tiada banding pada tendon ini adalah salah
satu bukti kehebatan ciptaan Allah. Dalam satu ayat Al Qur’an,
Allah mewahyukan,
“Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan
persendian tubuh mereka, apabila Kami menghendaki, Kami sungguh-sungguh
mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka.”
(QS. Al Insaan, 76:28)
Iptek
Anak
Ladang Minyak dalam Tubuh Kita
Hanif
sekarang berumur lima tahun. Lebaran sebulan yang lalu, Hanif, bersama
Ayah dan Bunda berkunjung ke rumah Kakek di Bandung. Di sana Hanif
bertemu dengan sepupu-sepupunya. Hanif senang sekali, bisa bermain
bersama mereka. Ada Kak Fauzan yang sudah kelas enam SD, Teteh Atikah
yang tiga tahun lebih tua dari Hanif, dan ada Dede Hafidz yang baru
enam bulan umurnya.
Suatu hari, ketika mereka semua sedang bersantai di ruang keluarga,
Bibi Nisa, ibu Kak Fauzan, berkata pada Hanif, “Hanif sekarang
sudah besar ya? Berat badannya berapa?” Bunda menyahut, “Berat
badan Hanif 15 kg. Kak Fauzan berapa?” ”Setelah puasa
agak turun berat badannya, jadi 24 kg, “jawab Bibi Nisa. Mendengar
percakapan mereka, Hanif jadi ingin tahu, dan bertanya kepada Bunda,
“Bunda, mengapa berat badan Kak Fauzan lebih banyak dari Hanif?”
Bunda tersenyum, lalu mulailah beliau bercerita. Ketika baru lahir
berat badan kita hanya sekitar 2-3 kilogram. Ketika berumur 10 tahun
menjadi 30-35 kilogram. Pada waktu berumur 15 tahun berat badan
kita menjadi 40-50 kilogram, dan pada usia 20-25 tahun akan menjadi
50-60 kilogram. Berat badan kita berubah karena seiring waktu sari-sari
makanan yang kita makan bersatu dengan tubuh kita. Sari-sari makanan
ini sebagian terpakai ketika bermain sepeda, belajar, dan berlari
pagi. Sebagian lagi bersatu dengan tubuh dalam bentuk daging, dan
tulang yang berkembang. Ada juga sari makanan yang tidak berguna,
yang kemudian dibuang dari tubuh kita. Jadi semakin bertambah usia
kita, berarti semakin banyak sari-sari makanan yang bersatu dengan
tubuh kita, dan berat badan kita pun semakin bertambah.
Hanif masih penasaran, dan bertanya kembali, “Tapi, Bunda,
daging dan tulang Hanif kan tidak sama bentuknya dengan ketupat
opor yang tadi siang Hanif makan?” Yang hadir di situ tertawa.
Lantas Bunda melanjutkan ceritanya. Apa yang terjadi dalam tubuh
kita bisa diibaratkan dengan penambangan minyak. Di penambangan,
minyak mentah diolah melalui sebuah proses sehingga berubah menjadi
minyak yang dapat dipergunakan. Begitu juga yang terjadi dalam tubuh
kita, makanan yang masuk ke dalam tubuh dicerna sehingga dapat dipakai
oleh tubuh. Makanan dikunyah oleh gigi, dihancurkan di lambung dan
di usus, kemudian diserap sari-sarinya oleh sel-sel tubuh kita dan
melalui pembuluh darah sari-sari makanan tersebut bergerak ke bagian-bagian
tubuh yang membutuhkannya.
Hanif mengangguk-angguk,
berusaha membayangkan apa yang diceritakan Bunda. Sejurus kemudian,
Hanif kembali bertanya, “Bunda, ketupat opor tadi siang nanti
jadi apa? Jadi daging Hanif, begitukah? Lalu susu yang Hanif minum
jadi darah? Benarkah, Bunda?
Bunda tersenyum bijak dan menjelaskan kembali. Seperti di penambangan,
minyak mentah diolah sehingga menghasilkan produk yang bermacam-macam.
Bensin yang dipakai mobil dan plastik yang dipakai untuk mainan,
keduanya merupakan hasil olahan minyak mentah. Demikian halnya dengan
makanan, setelah sampai ke dalam tubuh dicerna sesuai dengan kebutuhan
tubuh, sehingga menghasilkan bermacam-macam zat, seperti lemak,
gula, karbohidrat dan lainnya. Akan tetapi, setelah Hanif makan
ketupat opor atau minum susu, peristiwa yang terjadi dalam perut,
lebih rumit dibandingkan di penambangan minyak.
Selanjutnya, dengan bijak Bunda membelai kepala hanif, dan mengakhiri
ceritanya, “Hanif, tubuh Bunda, Hanif, Ayah, Kakek, Bibi Nisa,
Kak Fauzan, Teteh Atikah dan Dede Hafidz, dan semua orang di dunia
ini sangat hebat. Karena tubuh manusia diciptakan oleh Allah Yang
Mahacerdas, Mahapintar, dan Mahahebat. Maka, Hanif rajin belajar,
dan berdoa, ya, supaya Hanif diberi kecerdasan oleh Allah.”
Teknologi
Informasi
Mengacaukan Jadwal Penerbangan
 |
| Sejumlah virus yang menyerang dan menyebabkan
sakit pada manusia. Sistem kekebalan tubuh manusia mampu membuat
zat antibodi yang mampu mengenali sebagian atau keseluruhan
badan virus (= disebut sebagai marker atau tanda pengenal).
Tanda pengenal pada virus inilah yang digunakan sistem kekebalan
tubuh untuk melumpuhkan serangan virus serupa di masa mendatang.
Teknologi anti-virus komputer meniru cara kerja sistem kekebalan
tubuh manusia ini. |
“Virus terkenal Slammer worm (cacing
perusak) mematikan penyedia pelayanan internet di Korea Selatan,
serta mengacaukan jadwal-jadwal penerbangan...”
Menurut situs Computing Services, the University of Edinburgh,
virus komputer adalah sebuah program komputer yang masuk ke dalam
komputer Anda tanpa sepengetahuan Anda. Virus memiliki tujuan menimpakan
sejumlah kerusakan pada sistem komputer. Dampak dari virus-virus
komputer sungguh beragam, dari kerusakan kecil pada data hingga
menghapus seluruh isi piranti keras penyimpan informasi atau hard
disk komputer. Virus mewujud dalam aneka bentuk. Ada virus yang
memainkan suara musik, menampilkan pesan tertentu, bahkan merubah
atau menghapus file. Virus komputer dibuat secara sengaja oleh manusia,
dan mampu berkembang biak dengan sendirinya. Ketika program virus
bekerja, virus menggandakan dirinya sendiri dan memasuki program
komputer yang lainnya. Setiap kali program yang telah terserang
virus dijalankan, virus tersebut juga ikut terjalankan, dan dengan
cara ini, virus pun menyebar luas. Jika sistem komputer Anda terserang
sebuah virus komputer, Anda dengan mudah dan tanpa sadar menyebarkan
virus tersebut ke komputer lain lewat pemakaian disket ataupun lampiran
pada email.
Kantor berita Reuters tanggal 16 Januari 2004 melaporkan berita
tentang kerugian akibat serangan virus komputer. Laporan itu mengatakan,
perusahaan piranti lunak anti-virus terbesar ketiga di dunia, Trend
Micro Inc, menyatakan serangan virus komputer telah menyebabkan
kerugian bernilai sangat besar. Kerugian ini diperkirakan mencapai
55 miliar dolar Amerika, atau sekitar 550 triliun rupiah (jika US
$ 1,- = Rp. 10,000,-), terhadap bisnis dunia di tahun 2003. Jika
uang ini dirupiahkan semuanya menjadi pecahan Rp. 100,000,- dan
ditumpuk dari permukaan tanah ke atas, maka tinggi tumpukan uang
ini akan melebihi gedung pencakar langit tertinggi di dunia: menara
Petronas di Malaysia (berketinggian 452 m).
Menurut perkiraan sejumlah kalangan industri, akibat serangan virus
komputer, berbagai perusahaan merugi kurang lebih antara 20-30 miliar
dolar Amerika di tahun 2002, dan sekitar 13 miliar dolar Amerika
di tahun 2001. Menurut Lionel Phang, seorang direktur di Trend Micro,
kerugian ini diperkirakan terus meningkat di tahun 2004.
Di tahun lalu, hampir terdapat satu serangan besar virus komputer
setiap bulannya, termasuk virus terkenal Slammer worm (cacing
perusak) yang mematikan penyedia pelayanan internet di Korea Selatan,
serta mengacaukan jadwal-jadwal penerbangan. Antara Januari hingga
Juni 2003 saja, jumlah serangan virus komputer melebihi 70,000.
Ini dua kali lipat angka pada tahun 2002 dalam rentang waktu yang
sama.
 |
| Virus terkenal Slammer worm (cacing perusak)
mematikan penyedia pelayanan internet di Korea Selatan, serta
mengacaukan jadwal-jadwal penerbangan. |
Kini jelas bahwa virus merupakan ancaman berbahaya terhadap sistem
komputer. Karenanya, banyak perusahaan meyakini perlunya mengembangkan
‘sistem kekebalan’ sebagai pertahanan melawan virus
komputer ini. Salah satu pengkajian di bidang ini telah dilakukan
di laboratorium karantina virus, Pusat Penelitian Watson milik IBM.
Ilham di balik ini adalah sistem kekebalan pada tubuh manusia. Steve
White, salah satu pejabat penting perusahaan itu, menyatakan:
Hanya keberadaan sebuah sistem kekebalanlah yang menyebabkan
ras manusia tetap ada. Hanya sebuah sistem kekebalan di dunia maya
yang akan membuatnya tetap ada. (Kurt Kleiner, “The Internet
Strikes Back,” New Scientist, 24 Mei 1997)
Virus komputer mempunyai masa hidup semu. Sebagaimana virus-hidup
di alam, virus komputer memanfaatkan sistem di tempat mereka berada
untuk memperbanyak diri. Berdasarkan hal ini, para peneliti mulai
mempelajari bagaimana sistem kekebalan tubuh manusia melindungi
tubuh: Ketika tubuh mengenali keberadaan organisme asing, tubuh
segera membentuk zat kekebalan atau antibodi untuk mengenali dan
melumpuhkan sang penyusup. Dengan cara ini, tubuh melumpuhkan serangan
virus awal. Untuk dapat betindak lebih cepat terhadap kejadian serupa
di masa mendatang, tubuh menyimpan sebagian antibodi ini untuk berjaga-jaga.
Virus komputer juga mempunyai penanda yang memungkinkan pemrogramnya
dapat dikenali. Setiap kali bertemu penanda semacam ini, program
pelacak virus pada komputer mengirimkan peringatan bahwa ada virus
dalam komputer. Dengan kata lain, program anti-virus mempunyai antibodi
yang mengenali bagian penanda virus, jikalau bukan keseluruhan virusnya.
Lagi-lagi, contoh ini menunjukkan bahwa pemecahan atas masalah
yang tak dapat diselesaikan manusia di bidang teknologi, ternyata
ditemukan di alam, bahkan di dalam tubuh kita sendiri. Ini karena
Allah, yang telah menciptakan manusia dan seluruh alam, memiliki
pengetahuan dan hikmah yang tak terbatas.
Sejarah
PERANG YANG MENGGEMBIRAKAN
(Ada Apa dengan Perang Dunia? – bagian ke-4)
 |
| Korban perang yang sia-sia |
Sebelum Perang Dunia, banyak orang berpikir bahwa perang
seperti ini akan sangat bermanfaat, dan bahkan diperlukan. Banyak
orang yang menyambut perang dan sangat gembira ketika perang diumumkan.
Para pemimpin dengan bangga mengirimkan serdadu mereka ke medan
peperangan. Penyebab utama kesalahan besar ini adalah keyakinan
mereka akan sebuah gagasan, yaitu ajaran Darwin (Darwinisme). Ahli
sejarah Amerika, Thomas Knapp dari Loyola University menjelaskan
hal ini sebagai berikut:
Perang itu sendiri bukanlah hal yang mengejutkan. Perang
sebenarnya sudah diperkirakan oleh kalangan Eropa secara luas sekitar
sepuluh tahun sebelum 1914. Bahkan ada cukup bukti untuk menunjukkan
bahwa sejumlah orang Eropa dari berbagai pihak menyambut datangnya
perang. Perang dianggap menyucikan, menggairahkan, membuat muda
kembali. Sistem pendidikan di sebagian besar negara Eropa telah
dirasuki oleh semacam sikap mental bersaing dari paham Darwinisme
Sosial, di mana perang dilihat sebagai hal yang menyemangati dan
memuliakan.
Darwinisme Sosial adalah penerapan teori evolusi Darwin
dalam masyarakat manusia. Dalam teorinya, yang kemudian terbukti
keliru, Darwin menyatakan bahwa semua makhluk di alam terlibat dalam
pertarungan untuk bertahan hidup. Dia menyatakan bahwa manusia adalah
bentuk lanjutan dari hewan yang memenangkan pertikaian. Teori keliru
ini, yang tampak seolah kenyataan ilmiah bagi banyak orang, mengingat
rendahnya tingkat teknologi di kala itu, menjadi dasar bagi Perang
Dunia I serta bagi sejumlah bencana kemanusiaan lainnya.
Catatan harian dan surat-menyurat pribadi para pemimpin
Eropa masa itu menunjukkan bahwa mereka terpengaruh oleh Darwinisme
Sosial. Para pemimpin ini mengingkari jalan akhlak yang didasarkan
pada kasih sayang dan cinta yang Allah wahyukan kepada manusia,
dan lebih memilih Darwinisme Sosial. Sebagai contoh, Jenderal von
Hoetzendorff, kepala staf Austria-Hungaria menulis dalam kenangan
setelah perangnya:
Agama, ajaran akhlak dan pandangan filsafat yang
penuh kasih, terkadang mampu melemahkan perjuangan manusia untuk
bertahan hidup dalam bentuknya yang paling kasar, namun takkan pernah
berhasil menghilangkannya sebagai sumber penggerak dunia…
Sesuai dengan prinsip besar inilah bencana perang dunia terjadi
sebagai akibat kekuatan penggerak dalam kehidupan negara dan masyarakat,
bagaikan badai yang secara alamiah harus melepaskan energinya sendiri.
(James Joll, Europe Since 1870: An International History, Penguin
Books, Middlesex, 1990, hal. 164)
 |
| Dengan teorinya yang memberikan
pembenaran ilmiah terhadap perang, pertikaian dan perjuangan
demi bertahan hidup, Charles Darwin meletakkan dasar berpijak
bagi perang dunia. |
Friedrich von Bernhardi, jenderal Perang Dunia I lainnya,
juga menarik garis penghubung antara perang dengan apa yang disebut
sebagai hukum alam evolusi:
Perang adalah kebutuhan makhluk hidup. Perang sama
pentingnya dengan pertarungan unsur-unsur alam; perang memberikan
keputusan yang menurut ilmu kehidupan adalah adil, karena keputusannya
berpijak pada sifat paling mendasar dari segala sesuatu. (M. F.
Ashley-Montagu, Man in Process, World. Pub. Co., New York, 1961,
hal. 76, 77)
Kesimpulannya, Perang Dunia I disebabkan oleh para
penguasa Eropa yang percaya bahwa peperangan, pertumpahan darah,
penderitaan, dan membuat orang lain menderita, semuanya adalah bagian
dari “hukum alam.” Teori evolusi Darwin-lah yang telah
mendorong seluruh generasi ke dalam keyakinan yang keliru ini. Gambaran
sosok Darwin yang gelap bersembunyi di balik tirai peperangan. Namun,
berlawanan dengan pernyataan Darwin, manusia bukanlah hewan yang
bertahan hidup dengan tujuan berperang satu sama lain. Di dalam
Al Quran, Allah menyatakan hal berikut tentang orang yang memulai
perang:
…Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah
memadamkannya. Dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi. Dan Allah
tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan. (QS. Al Maa-idah,
5:64)
Allah menciptakan manusia, memberi mereka ruh yang khas dibanding
makhluk hidup lainnya, dan memerintahkan mereka untuk menjalani
hidup berakhlak. Jalan hidup seperti ini membutuhkan cinta, rasa
persaudaraan, belas-kasih, dan perdamaian. Hanya jika manusia mematuhi
perintah inilah, dunia dapat menjadi tempat yang damai. Perintah
ilahi yang akan membawa kedamaian dan keselamatan kepada seluruh
umat manusia dinyatakan di dalam Al Quran sebagai berikut:
… dan berbuat baiklah (kepada orang lain)
sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu
berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS Al-Qashash: 77) (bersambung)
Tafakur
AL QUDDUUS, MAHASUCI
Senantiasa
bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di
bumi. Raja, Yang Mahasuci, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
(QS. Al Jumu’ah, 62:1)
Allah-lah satu-satunya pencipta segala yang ada di bumi, di langit,
di segenap penjuru ruang angkasa dan di dalam tanah. Keteraturan,
hukum, dan keselarasan yang dapat kita saksikan hanya dengan melihat
sekeliling kita, semuanya adalah kepunyaan-Nya. Dunia yang tidak
mampu kita lihat atau rasakan juga ada dalam genggaman-Nya. Sebagaimana
dinyatakan Al Qur’an:
"Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan
lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorang
pun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah
Maha Penyantun lagi Maha Pengampun". (QS. Faathir, 35 :41)
Dia-lah Tuhan kita yang menciptakan dan memelihara segala sesuatu.
Manusia, sebagai hamba Allah, sungguh lemah. Ia berbuat kesalahan,
lupa, terperdaya dan terlena. Secara jiwa dan raga, manusia adalah
makhluk lemah. Sepanjang hidup, ia harus merawat tubuh dan terus
menerus menjaganya dengan sungguh-sungguh. Bila ia mempekerjakan
tubuhnya sedikit terlalu berat, beberapa hari tanpa tidur, atau
tidak minum seharian, tubuhnya akan menjadi sangat lemah.
Semua ini diciptakan agar manusia berpikir dan mengambil pelajaran
darinya. Allah, Pencipta segala sesuatu dan "Pemilik nama-nama
yang paling indah", terjaga dari semua ketidaksempurnaan ini.
Mahasuci Allah Tuhan yang tiada sekutu bagi-Nya.
|